
CICADAS, http://www.akwnulis.id. Perjalanan pagi ini adalah bagian dari janji bakti sebagai pegawai negeri yang ditugaskan sebagaimana tugas pokok dan fungsi. Salah satu tugas hari ini adalah sebuah tugas yang harus dihadiri secara langsung karena sudah disetting seremoni, yakni mewakili pimpinan tertinggi di provinsi jawa barat saat ini, Bapak Aing KDM Gubernur Jabar.
Tugasnya bukan hanya hadir saja secara phisik karena harus melantik jajaran DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) Aljjabar Rancabuaya Kabupaten Garut tetapi disempurnakan dengan ketetapan hati dan rasa kebanggaan. Otomatis tidak boleh mewakilkan lagi karena harus membacakan kata pelantikan dan tentu memberi arahan serta sambutan.
Bismillah, siapa takut. Maka jam 08.00 wib langsung start berangkat dari Gedung sate bersama kawan – kawan. Sesaat masuk tol pasteur sambil berdiskusi rute jalan paling efektif dan efisien. Maka keputusan akhir diserahkan kepada pilot eh driver yang bertugas Mr. Drajat dan dipilihlah rute via Ciwidey – Cidaun saja karena merupakan rute terpendek namun jalannya kecil berkelok dan turunan tanjakan super tajam harus waspada full kehati-hatian.
Memasuki daerah Soreang ternyata mulai tersendat, “Ada apa gerangan, tara – tara ti sasari? (Tidak seperti biasanya?”)
Seiring perjalanan akhirnya ada jawaban yang pasti, terdapat 2 aktifitas khusus yang meluber ke jalan. Kegiatan pertama yakni beberapa titik sekolah dasar melaksanakan Samen atau pesta kenaikan kelas dan bagi buku raport.
Nah kegiatan kedua adalah konsentrasi massa di beberapa kantor desa, kelihatannya seperti pencairan BLT atau sejenisnya. Tetapi karena waktunya serempak sehingga antara warga dan motor – motornya memenuhi sebagian badan jalan. Akibatnya bapak linmas kewalahan yang mengatur lalu lintas. Itulah sebabnya karena selanjutnya perjalanan landai meskipun penuh kewaspadaan. Tepatnya di daerah selepas jalur Situ Patenggang hingga memasuki Kecamatan Naringgul Kabupaten Cianjur.
Pemandangannya wow banget, ciamik seperti lukisan indah menghijau. Jalan mulus tanpa bolong dengan garis kuning di tengah yang menjadi bukti pemerintah provinsi jawa barat hadir untuk memberikan pelayanan terbaik melalui penyediaan jalan yang hotmix leucir dan mulus pisan. Hatur nuhun pak KDM.
Perjalanan Gedung sate melalu Ciwidey – Cidaun dan berakhir di Mesjid Rancabuaya Kabupaten Garut memakan waktu 3jam 50 menit dengan jarak 141 km sehingga tepat pukul 12.05 wib sudah tiba di lokasi acara yaitu Mesjid Aljabbar Rancabuaya.
Disambut oleh pengurus DKM dan para tamu undangan diantaranya Ibu Kabag Kesra Setda Garut, Bapak Camat Mekarmukti, Camat Pakenjeng, Camat Bungbulang, Camat Caringin, Kemenag Garut, MUI, Baznas Provinsi Jawa Barat serta para Calon Pengurus DKM.
Setelah shalat dhuhur berjamaah dilanjutkan makan siang nasi kotak maka acara seremoni pelantikan dimulai dilanjutkan dengan penandatangan Berita acara sertijab dan sambutan – sambutan serta ditutup oleh paparan dari Baznas Jabar plus disempurnakan doa untuk keberkahan semuanya.
Ada rasa bangga dan optimis karena akhirnya pengurus DKM yang dilantik sudah berproses cukup panjang serta dikurasi oleh Bagian Kesra, Kemenag, MUi kab Garut serta tentu para pejabat kewilayahan. Dengan harapan pimpinan dan para pengurus DKM ini bersifat lintas kepentingan dan betul – betul bersinergi untuk memajukan dan memakmurkan mesjid melalui 3 pilarnya yaitu bidang idarah, riayah dan imarah.
Juga momentum serah terima jabatan antara pengurus lama dan pengurus baru terlihat begitu hangat dan agak mirip, kirain saudaraan ternyata bukan hehehe… berarti chemistry sudah terbangun dan tongkat estafet kepemimpinan DKM akan berlanjut menuju kesempurnaan. Mari kita kawal bersama, tak lupa penunjukan PIC yakni bapak Tuky & bapak Ridwan melengkapi model komunikasi dan monitoring evaluasi yang lebih baik.
Paparan tentang keberadaan UPZ (Unit Pengumpul Zakat) dari Baznas Jabar semakin memperkokoh tentang bidang riayah karena administrasi keuangan yang baik menjadi syarat penting untuk pertanggungjawaban sekaligus kemajuan pengelolaan itu sendiri. Akhirnya doa bersama menjadi penutup rangkaian acara tapi harapan besar menjadi cita – cita bersama untuk ridho dan berkah Allah Subhanahu Wataala. Wassalam (AKW).

Leave a Reply