-
Baca selengkapnya →: Kohitala Gelatik Jilid Dua: Singgah di Rancabuaya, Ngopi di Karang Pantai CicalobakPantai Cicalobak, Garut, awal Juli 2026. http://www.akwnulis.id. Perjalanan belum selesai. Setelah Kohitala Gelatik di Pantai Jayanti, Cianjur, roda kembali berputar menyusuri pesisir selatan Jawa Barat, kali ini menuju Kabupaten Garut. Dan tentu saja, Kohitala Gelatik, kopi hitam tanpa gula dalam gelas plastik, punya jilid keduanya. Singgah Sebentar di Rancabuaya Sebelum…
-
Baca selengkapnya →: Kohitala Gelatik di Pantai Jayanti: Kopi Sachet Lima Ribu dan Gorengan SeribuanPantai Jayanti, Cidaun, Cianjur, awal Juli 2026. http://www.akwnulis.id. Kali ini Kohitala punya nama panggilan baru: Kohitala Gelatik. Bukan burung gelatik yang suka hinggap di sawah, melainkan singkatan dari kopi hitam tanpa gula dalam gelas plastik. Sederhana, apa adanya, tapi justru di situlah nikmatnya. Singkatan yang mudah diingat dan bisa menjadi…
-
Baca selengkapnya →: Kohitala Mokapot di Roemah K-Ve Cimahi: Tebal, Pahit, dan Wajah Lucu Pak JajangRoemah K-Ve, Cimahi, medio Mei 2024. http://www.akwnulis.id. Ada cerita ngopi yang langsung ditulis, ada juga yang disimpan dulu, menunggu waktu yang pas. Cerita ini termasuk yang kedua. Momennya sudah cukup lama, sekitar dua setengah tahun lalu, medio Mei 2024. Tapi rasa kopinya, dan wajah kawan yang menemaninya, masih terekam jelas.…
-
Baca selengkapnya →: Kohitala di Kopi-Q Mekarsari: Coldbrew Botol Lucu dan V60 Danau Toba Rasa PeachKopi-Q, Jalan Mekarsari, Bandung, pekan kedua Juni 2026. http://www.akwnulis.id. Ada kalanya ngopi bukan sekadar mampir sebentar, melainkan memberi ruang untuk menikmati beberapa sajian sekaligus. Kali ini langkah kaki berhenti di Kopi-Q, sebuah kafe di Jalan Mekarsari, Bandung. Ruangannya lapang, dinding kacanya lebar menghadap pepohonan, dan meja bar di tengahnya dipenuhi…
-
Baca selengkapnya →: Kohitala di Kopi Murangkalih Sumedang: Americano Lima Belas Ribu di Emper TokoMenikmati Kopi Murangkalih yang rasanya dewasa
-
Baca selengkapnya →: Kohitala Lembur: Robusta V60 dan Deretan Wajah NyengirLembur malam di kantor, 25 Februari 2025. http://www.akwnulis.id. Malam itu kantor belum juga sepi. Pekerjaan masih menumpuk, tenggat sudah di depan mata, dan lembur jadi pilihan yang tak terelakkan. Lampu ruangan tetap menyala, laptop tetap terbuka, dan mata mulai minta istirahat. Di saat seperti itu, ada satu cara ampuh untuk…
-
Baca selengkapnya →: Kohitala Libur Sejenak: Dirty Latte Serius dan Pisang Buligir di Kudu KopiKudu Kopi, Jalan Aceh, Bandung. http://www.akwnulis.id. Pengakuan dulu di awal ya : kali ini saya sedikit melanggar prinsip Kohitala. Kopi hitam tanpa gula diistirahatkan sejenak. Penyebabnya satu: rasa penasaran. Belakangan ramai dibicarakan satu sajian kopi yang sedang booming, namanya dirty latte. Daripada hanya melihat di layar, lebih baik dicoba langsung.…
-
Baca selengkapnya →: Kohitala Lima Ribu di Warung Pangersa, Bekal Semangat Menuju Leuweung SeniRest Area KM 125, Tol Cipularang, 30 Oktober 2025. http://www.akwnulis.id. Pagi itu perjalanan dimulai lebih awal. Tujuannya Purwakarta, tepatnya sebuah tempat bernama Leuweung Seni. Tapi sebelum mobil melaju lebih jauh, ada satu ritual yang tak boleh terlewat: ngopi. Kohitala. Kopi hitam tanpa gula. Dan pilihan jatuh pada sebuah warung sederhana…
-
Baca selengkapnya →: Kohitala Bada Jumroh: Arabika Gununghalu Menemani Jemaah Berjemur di MinaMina, musim haji 2025. http://www.akwnulis.id. Hari-hari terakhir di Mina selalu punya ritme sendiri. Tubuh mulai lelah, tapi hati justru semakin lapang, karena rangkaian ibadah puncak hampir tuntas. Tinggal satu lagi yang harus diselesaikan: lempar jumroh hari ketiga, maka semangat harus dijaga, phisiknya pertahankan dengan seluruh jiwa raga. Dini Hari Menuju…
-
Baca selengkapnya →: Kohitala di Kaki Jabal Nur: Secangkir V60 Ethiopia di Hartley Cup, MekkahMusim haji 2025. Di sela padatnya tugas dan ibadah, ada satu kesempatan yang tak ingin saya lewatkan: berkunjung ke kawasan Jabal Nur, bukit tempat Gua Hira berada. Di sanalah wahyu pertama turun, dan kini di kakinya berdiri kawasan budaya lengkap dengan museum yang menceritakan kisah turunnya wahyu itu. Tapi tulisan…
