-
Baca selengkapnya →: Loa Natural Lactic di Resto Arunika: Sruput Plum dan Strawberry di Dataran Tinggi KuninganMenikmati sajian Loa Natural Lactic Coffee.
-
Baca selengkapnya →: Excelso Sumatera Mandheling dan Sang Harimau: Seduh Santai di Rumah, Air Dispenser, Rasa Tetap GarangSeduh kopi sambil dipandangi harimau, mau coba?
-
Baca selengkapnya →: Kohitala Gelaca di RM Touchscreen: Cukup Sentuh Kacanya, Hadirlah MakanannyaAda teknologi yang lahir di laboratorium Silicon Valley, dikawal para insinyur berkaus hitam, diluncurkan dengan panggung gemerlap dan lampu sorot. Dan ada teknologi yang lahir di Jatibarang, Indramayu, di depan Kantor Pos, tanpa peluncuran, tanpa panggung, tanpa kabel. Namanya: layar sentuh warteg. Cara kerjanya sederhana namun revolusioner: sentuh kaca, makanan…
-
Baca selengkapnya →: Halu Fruity Whiskey dari Genesis Coffee: Pahit yang Menenangkan Saat Harapan dan Kenyataan BerjauhanAda malam-malam ketika kita tidak butuh nasihat. Tidak butuh motivasi, tidak butuh kata-kata bijak. Yang kita butuhkan hanya sesuatu yang hangat, pahit, dan harum, yang mau menemani tanpa banyak bertanya. Bagi saya, itu secangkir kopi. Dan kali ini, harapan dan kenyataan sedang berjauhan. Jaraknya terasa lebar, seperti dua tepi sungai…
-
Baca selengkapnya →: Arabica Halu Banana dari Seribu Kopi Roastery: V60 Gramasi 15 Gram, Rasio 1:15Ada bean yang dicari-cari, dan ada bean yang kalau ketemu langsung masuk keranjang. Untuk saya, arabica Halu Banana dari Seribu Kopi Roastery masuk golongan kedua. Kali ini ceritanya bukan tentang warung atau kopi sachet, tapi tentang seduhan sendiri di rumah dengan bean yang memang sedang saya sukai. Bagi sebagian orang,…
-
Baca selengkapnya →: Kohitala Gelatik Rp5.000 dan Seafood Sepiring Bertiga di Halaman Masjid Jatitujuh, MajalengkaKopi tidak selalu harus diminum di kafe dengan lampu temaram dan alat seduh mengilap. Malam ini saya ngopi sambil makan malam di halaman masjid Jatitujuh, Kabupaten Majalengka. Tendanya outdoor, sederhana, tapi bersih. Udaranya hangat dengan sedikit angin yang lewat, pas untuk duduk lama. Kohitala Gelatik, Seduh dan Kocek Saja Kopinya…
-
Baca selengkapnya →: Keberuntungan: Bertemunya Kesiapan dengan KesempatanMakalah ini mengajukan satu tesis: keberuntungan adalah titik temu antara kesiapan yang dibangun manusia dan kesempatan yang datang dari luar dirinya, sementara hasil akhirnya tetap berada dalam ketetapan Allah SWT. Abstrak Makalah ini menelaah makna keberuntungan dan beruntung melalui bahasa, filsafat, kitab suci berbagai agama, dan riset modern, dengan rumusan…
-
Baca selengkapnya →: Ngopi Ngeprank di Mahatma Coffee Unpad Jatinangor: Jamu Pahit Inulin Brotowali yang Disangka KopiNgopi itu biasanya urusan menikmati. Tapi akhir Desember 2025 kemarin, ngopi saya naikkan level jadi urusan mengerjai. Bukan dengan niat jahat, cuma niat iseng yang dibungkus rapi dalam sebuah botol. Botol Hitam yang Mencurigakan Lokasinya di Mahatma Coffee, kafe kecil di area rektorat Unpad Jatinangor. Saya datang membawa sebuah botol…
-
Baca selengkapnya →: Salah Sasaran Berujung Tawa: Kohitala Tukoc Tujuh Ribu di Kopi Daeng, KendariNiatnya mencari kafe manual brew V60 di Kendari, tapi tersasar ke Kopi Daeng yang buka 24 jam, ramai, penuh colokan listrik dan wifi gratis. Kohitalanya tukoc, pahit flat, tujuh ribu rupiah.
-
Baca selengkapnya →: Ngopi Tengah Malam di Lacultura Koffie Pangandaran: Americano Ice, Kang Azis, dan Menu yang HabisNgopi itu biasanya urusan pagi atau sore. Tapi ada kalanya kopi justru terasa paling pas pada jam yang tidak masuk akal. Jam sebelas malam lewat dua belas menit, tepatnya. Di Pangandaran, di akhir September 2026, di saat orang waras sudah meringkuk di balik selimut hotel. Pantai Barat yang Tidak Pernah…
