Photo : Kopi Adrenalin / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Beranjak siang terasa perlu penyegaran sementara meeting terus berlanjut seolah semua masalah diharuskan tuntas segera. Padahal semua masalah ada jamannya dan kekompakanlah yang akan mengakselerasi penyelesaiannya.

Tetapi tetap, secangkir kopi berharap bisa melengkapi. Menghadirkan nuansa ke-mood-an yang bisa menggugah cipta karya dan karsa menghasilkan pemikiran penuh makna.

Bukan berarti kopi adalah segalanya, tapi segala aktivitas ternyata selalu hadir kopi dengan aneka varian bentuk meskipun tetap fatsun bahwa #tanpagula adalah keharusan, wajibbbb hukumnya.

Nah…. sekarang bersua dengan sebuah kopi yang bernama ‘adrenalin coffee’….. woaaaah apa ituuuu?

Nich gambarnya….

***

“Ah itu mah kopi biasa”

Coba perhatikan lebih dekat…..

“Woaaah itu dibawah jalanan yaa?.. mobil2 dan orang?… tinggi banget coy”

Kawan sebelahnya menimpali, “Ah biasa yang gitu mah.. hati2 hoax”

Hanya senyum simpul yang menjadi jawaban awal. Lalu diberikan penawaran untuk ngopi bersama di tempat itu dengan tema kopi Adrenalin.

“Ayo kita lihat, saya masih nggak percaya!!!!”

“Ayo”

Maka berenam kami bergerak menuju lift hotel dan memijit lantai tertinggi, lantai 18.

***

Tatkala pintu lift terbuka, sentuhan angin belum terasa. Tetapi sesaat belok kiri dan memasuki ruangan lounge lantai 18 maka terpampang hamparan rumah dan gunung-gunung yang mengelilingi danau purba cekungan bandung.

Terlihat keempat rekan agak terdiam, tapi didorong untuk terus maju dan melewati jajaran sofa empuk yang menghadap ke arah datangnya angin kehidupan.

Tibalah pada hamparan lantai kaca yang memberi sensasi adrenalin bagi yang takut ketinggian. Menjejak lantai kaca di lantai 18 adalah sesuatu yang berbeda.

Photo : Berpose sambil nyorodcod / dokpri.

Sehingga hal yang wajar jikalau kopi yang diphoto pada tulisan ini memang diberi label ‘Kopi Adrenalin’, meskipun sebenarnya adalah sajian Americano coffee ala Lounge lantai 18 Trans luxury hotel di daerah Gatot subroto Bandung.

Jangan lupa, jauhkan gula dekatkan rasa. Sambil menikmati sensasi melayang di udara.

“Iya euy, butuh adrenalin dan keberanian untuk berdiri di lantai kaca ini, mungkin harus sambil ngopi…” bergetar suara kawanku sambil terlihat lututnya ‘nyorodcod‘… eh gemeteraaan maksutnyaa….. ditimpali tertawa segar dari kawan-kawan lain yang sudah lulus uji adrenalin ini. Kemon Ngopaay, Wassalam (AKW).

10 responses to “Kopi Adrenalin”

  1. Den yud Avatar
    Den yud

    Kopi di atas ketinggian 1800 dpl (Di atas Permukaan Lobby hotel) berada di gunung Ibis seberang gunung tangkuban perahu n gunung Trans…sangat memacu adrenalin selepas melaksanakan tugas dengan pimpinan…
    BRAVO BPR …BRAVO PIMPINAN …BRAVO KOPI ADRENALIN 1800 M dpl

    1. andriekw Avatar

      Anda luar biasa, bertahan beberapa menit. Meskipun terlihat wajah sedikit memucat… semangaat.

  2. Aan Suherman Avatar
    Aan Suherman

    ” Iya euy, butuh adrenalin dan keberanian untuk berdiri di lantai kaca ini “.. Yupp .. We need balls… To stand out from the crowd.. But it’s worth ed..

    1. andriekw Avatar

      Sometimes, you must try this sir… insyaalloh noroktok..

  3. Nugraha Hari Avatar
    Nugraha Hari

    Teu wantun abdi mah.. Paur retak kacana…

    1. andriekw Avatar

      Insyaalloh Aman pak. Kemoon…

  4. deadyrizky Avatar

    kalo bosku makan cookies sama kopi
    dicelup ke kopinya
    pengganti gula katanya

    1. andriekw Avatar

      Bisa juga itu, yang penting kita kurangi atau berenti ngopi pake gula.. perlahan tapi pasti.

  5. Ponco W Avatar
    Ponco W

    Woooww…mantaaap ruaaar biasa…
    Kopi pak andre….nalin
    Ala Trans Luxury Hotel☕☕👍

    1. andriekw Avatar

      Makasih Pak Bos Ponco, hayu kapan kitaah gejebur bareng?…

Leave a Reply

Saya AKW

Foto profil AKW

Andrie Kustria Wardana, penikmat Kohitala (kopi hitam tanpa gula), penulis fiksimini basa Sunda, pencinta kucing, dan pejalan kaki minimal 6 ribu langkah sehari. Di sini saya mencatat perjalanan, secangkir demi secangkir, kata demi kata. Semoga ada senyum kecil setelah membacanya.

Discover more from akwnulis

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading