AKW berkaos hitam menggendong ular sanca albino bernama Amel di pundaknya, di area satwa wisata Arunika Kuningan

Awal Januari 2026. Niatnya sederhana: ngopi santai di Kuningan. Tidak ada yang memberi tahu bahwa secangkir V60 hari itu hanyalah pembuka. Babak pemanasan sebelum ketegangan yang sesungguhnya.

Mari kita ukur hari itu dengan satu skala sederhana: tingkat ketegangan.

Tangga menuju gerbang bergaya torii Jepang dengan lampion putih dan bangunan beratap Jepang di kawasan wisata Arunika, Kabupaten Kuningan
Gerbang ala Jepang menyambut di Arunika, Kuningan.

Lokasinya di kawasan wisata Arunika, Kabupaten Kuningan. Tepatnya di Jalan Cigugur – Palutungan, Cisantana Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat. Begitu menaiki tangga, gerbang bergaya torii lengkap dengan lampion putih langsung menyambut. Bangunan beratap khas Jepang berdiri di belakangnya. Sejenak lupa kalau ini masih di Jawa Barat.

Level 1: Secangkir V60 (Ketegangan: 1/10)

Interior dua lantai resto Arunika Kuningan dengan deretan lampion kotak kuning tergantung dan jendela besar menghadap pepohonan
Lampion-lampion kuning di dalam resto Arunika.

Di dalam resto Arunika, puluhan lampion kotak berwarna kuning menggantung dari langit-langit. Ruangannya dua lantai, jendelanya besar menghadap pepohonan. Suasananya tenang. Terlalu tenang, kalau dipikir sekarang.

Barista Arunika menuang susu dari pitcher ke gelas cafe latte di meja bar dengan mesin espresso
Barista Arunika meracik cafe latte.

Di meja bar, barista sibuk meracik pesanan. Ada cafe latte seharga Rp23.000 yang sedang dituangi susu. Tapi pesanan saya tetap setia pada jalurnya: arabika manual brew V60, Rp24.000. Kopi hitam tanpa gula, menyajikan kenikmatan dalam kepahitannya.

Tangan menuang kopi arabika manual brew V60 dari server keramik abu-abu ke cangkir keramik di atas meja kayu
V60 arabika dituang dari server keramik. Tenang dulu, sebelum ketegangan dimulai.

Kopinya datang dalam server keramik abu-abu bertekstur, lengkap dengan cangkir yang senada. Dituang pelan. Disruput pelan. Hidup terasa damai. jangan lupa ucapkan, “…. Ahhh, Nikmat”.

AKW berkaos hitam menyeruput kopi manual brew V60 dari cangkir di resto Arunika Kuningan
Sruputan yang masih tenang.

Ketegangan level 1 hanya satu: memastikan kopinya tidak tumpah. Disruput perlahan tapi pasti. Lulus.

Level 2: Pasukan Merpati (Ketegangan: 6/10)

Selesai ngopi, langkah berlanjut ke kebun bernuansa Jepang yang berisi taman dan aneka hewan. Tiket masuknya Rp40.000 per orang. Di salah satu sudutnya, ada area hewan beraneka macam, tetapi yang menarik adalah di spot burung merpati.

AKW tertawa sambil dikerubuti merpati, seekor bertengger di bahunya dan seekor lagi mengepakkan sayap di lengannya, di taman satwa Arunika Kuningan
Dikerubuti merpati. Salah satunya meninggalkan kenang-kenangan.

Awalnya satu merpati mendarat di bahu. Lucu. Lalu datang yang kedua, mengepak di lengan. Masih lucu. Lalu datang yang ketiga, keempat, dan seterusnya. Sudah tidak tahu lagi mana yang mendarat, mana yang lepas landas.

Dan di tengah kehebohan itu, salah satu merpati memutuskan untuk meninggalkan kenang-kenangan. Ya, betul. Ada yang ee. Konon katanya kejatuhan kotoran burung itu pertanda rezeki. Saya memilih untuk percaya. Setidaknya itu lebih menghibur daripada mencari tisu.

Level 3: Amel si Sanca Albino (Ketegangan: 9/10)

Belum selesai urusan merpati, tantangan berikutnya sudah menunggu. Namanya Amel. Panjang, putih kekuningan, dan bersisik. Amel adalah ular sanca albino.

AKW berkaos hitam menggendong ular sanca albino bernama Amel di pundaknya, di area satwa wisata Arunika Kuningan
Amel, si sanca albino yang menggemaskan. Katanya.

Kata penjaganya, Amel jinak dan menggemaskan. Kata saya, menggemaskan itu relatif. Tapi sudah sejauh ini, masa mundur? Amel pun dikalungkan di pundak.

Berat. Dingin. Dan bergerak pelan, seperti sedang mencari posisi yang paling nyaman di leher orang yang sedang menahan napas. Ekspresi di foto itu adalah ekspresi seseorang yang sedang menghitung detik.

Tapi lama-lama, ternyata Amel memang tenang. Tidak melilit, tidak macam-macam. Mungkin yang tegang justru saya sendiri. Dan harus diakui, setelah ketegangannya reda, Amel memang menggemaskan. Sedikit.

Rekap Hari Itu

Satu cangkir V60 arabika seharga Rp24.000. Satu cafe latte Rp23.000. Satu tiket kebun Rp40.000. Satu kenang-kenangan dari merpati, gratis. Dan satu pengalaman menggendong Amel yang tidak akan terlupakan.

Siapa sangka, secangkir kopi hitam tanpa gula bisa jadi pembuka hari paling menegangkan sekaligus paling lucu. Lain kali, mungkin pesan dua cangkir V60 dulu sebelum masuk kebun. Buat persiapan mental.

Wassalam (AKW & AI).

#Kohitala #akwnulis #Arunika #Kuningan #V60 #wisataKuningan #sancaalbino

Leave a Reply

Saya AKW

Foto profil AKW

Andrie Kustria Wardana, penikmat Kohitala (kopi hitam tanpa gula), penulis fiksimini basa Sunda, pencinta kucing, dan pejalan kaki minimal 6 ribu langkah sehari. Di sini saya mencatat perjalanan, secangkir demi secangkir, kata demi kata. Semoga ada senyum kecil setelah membacanya.

Discover more from akwnulis

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading