JOGJAKARTA, http://www.akwnulis.id. Tiba di halaman Museum Nasional Jogjakarta terlihat parkiran cukup padat dan beberapa orqng lalu lalang. Kami bertiga turun dari mobil grab yang menjemput dari lokasi di Desa Palagan tepatnya di halaman Toko Michael Kreme. Langsung terlihat beberapa orang anak muda menggunakan rompi dan kaos merah muda dengan tulisan ARTJOG.

Maka segera kami menghampiri dan diarahkan untuk menuju konter tempat penukaran gelang sambil memperlihatkan bukti barcode pemesanan tiket yqng sudah dibeli secara online 1 hari sebelumnya. Harga tiket yang dibeli secara online adalah 80 ribu rupiah untuk dewasa dan 50 ribu rupiah untuk anak. Tentu pendaftaran diperlukan alamat email sekaligus NIK, jadi mirip kayak beli tiket kereta api dan pesawat.

Setelah dipasangkan gelang di masing – masing pergelanfan tangan maka petualangan rasa dan makna dalam kerangka artjog sudah membentang di depan mata. Tinggal ikuti alurnya dan kita akan disuguhi aneka sajian karya seni yang luar biasa, absurd dan mungkin diluar pemahaman. Tapi itulah esensi dari pameran karya seni. Mari kita lihat, amati dan nikmati. Masuk ke area pameran agak diputar sedikit seperti labirin dan ditutup tirai tipis. Disaat tirai tersingkap maka pandangan mata di hadapkan pada sebuah hasil karya yang bisa memberi aneka makna.

Sesaat mata terbelalak dan tertegun melihat karya seni perdana di lokasi Artjog ini. Beberapa patung berdiri tegak dengan bentuk yang bisa multitafsir.

Tapi itulah indahnya seni memiliki aneka arti bisa dinikmati dengan berbagai dimensi untuk memberi nilai dari produk tangan terampil yang berjiwa seni serta mampu mengambil saripati kehidupan dan kembali menghadirkan menjadi sebuah karya dengan berbagai bentuk yang tidak biasa. Sang pembuatnya memberi tema atqu judulnya yaitu ‘Rahim Kolektif & Generasi Alien’.


Roby pembuatnya memberi pesan dalam beberapa alinea  dan alinea ketiganya adalah : …. Secara metaforis, setiap generasi bisa dianggap “asing” bagi generasi sebelumnya dibentuk oleh pergeseran bahasa, teknologi, dan nilai-nilai–membuat masing-masing terasa lain atau berubah. Bentuk-bentuk alien yang berevolusi ini, atau “corpus’- seperti yang disebut Roby – menandakan pengalaman transisi yang terwujud dari bentuk janin awal (Corpus Originem) hingga mutan hibrida yang terbentuk sempurna (Aurisectra Longa), yang telinganya merupakan bagian utama tubuh – makhluk yang mendengar. Rekaman tersebut disertai dengan suara denyut nadi dan detak jantung dari lanskap suara audio rekaman ultrasonografi janin di dalam rahim ibu, yang diambil dari arsip medis anak Roby sendiri dan kontribusi beberapa brang tua lainnya yang ia kenal…

Maka mulut ternganga dan kepala mengangguk tanpa sadar adalah sebuah tanda persetujuan alami dari raga yang rapuh dan terbatas ini tetapi masih bergelora untuk memajukan harapan dalam perpaduan takdir dan ihtiar.

Di akhir perenungan imajinasi berkelindan dalam khayal yang perlahan didekatkan oleh realita akhirnya membumikan kembali rasa untuk melanjutkan perjalanan memasuki  ruang lain yang penuh kejutan. (AKW).

Leave a Reply

I’m Andriekw

Welcome to my blog, Sebuat tempat menyimpan asa dalam bentuk jalinan kata. sebuah ruang berbagi tentang perjalanan kehidupan yang disempatkan untuk dicatatkan pada semesta. Semoga bernilai manfaat bagi yang membaca, minimal ada senyum kecil setelah semua kalimat dicerna.

Let’s connect

Discover more from akwnulis

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading