Hasil manual brew V60, siap untuk dinikmati.

Kertajati, http://www.akwnulis.id. Tetesan cairan kopi yang berjatuhan secara ritmis dari bawah ujung corong manual brew V60 memberikan pemansangan yang menenangkan. Mengirim sinyal keteraturan yang diterima oleh otak sebagai sebuah tanda bahwa urutan itu adalah momen dimana kesabaran berpadu dengan pergeseran waktu yang tak pernah mau berpaling.

Kali ini sebuah merk kopi yang memiliki kekuatan kualitas yakni biji kopi arabika dengan metode medium roast dengan nama BLACK HONEY MACERATION. Klaim yang penting dari biji kopi ini diproduksi secara alami tanpa menggunakan pestisida dan dibuktikan melalui tes di laboraturium, ada tulisan di wadahnya hehehe.

Di produksi oleh CV Java Halu Coffee Farm dengan 100% biji kopi arabika memberi jaminan bahwa biji kopinya adalah hasil proses maksimal yang berkualitas dan memiliki rasa yang sesuai harapan. Maka untuk membuktikan itu langsung saja peralatan sederhana di gelar. Corong v60, filter, alat ukur, termometer, timbangan dan tentu teko leher angsa. Jeng jreng…

Proses seduh manual dengan peralatan ini segera dilakukan. Diawali dengan menggrinder kasar 18 gram biji kopinya dilanjutkan dengan proses seduhan menggunakan perbandingan 1 : 10 tentu tidak lupa suhu air seduhnya di 92% celcius. Eits jagan lupa proses pembersihan kertas filter v60nya dulu agar sisa – sisa zat kimia di kertas filter terbuang terlebih dahulu.

Karena corongnya bukan model immersive yang bisa diatur perendaman di corongnya maka pila pengeduhannya dengan pendekatan perlahan tapi pasti. Sabar saja jangan rurusuhan. Maka hasilnya adalah tetesan cairan kopi apa adanya tanpa ada gula, kopi, krimer ataupun bahan lainnya.

Itu yang saya selaku penulis blog ini menyukai metode manual brew v60, dipastikan memberikan hasil seduhan jujur apa adanya. Itulah rasa yang ada, tentu selama prosedur penyeduhannya mengikuti protap disempurnakan via rasa alias feeling tea geuning.

Dari hasil penyeduhan biji kopi arabika black honey maceration ini langsung dituangkan ke gelas mini untuk espresso dan langsung disruput secara terukur.

Sruput…. tahan dikit di mulut, baru ditelan perlahan agar rasanya merata dan memastikan 3 unsurnya bisa dicermati oleh kemampuan indera pengecap ini yakni unsur body, acidity dan aftertaste.

Dari hasil seduhan ini, harum mewangi khas kopi membahagiakan penciuman dan memberikan sensasi kedamaian tetapi bagi indera pengecap perlu proses sebelum memberikan hasil akhir tentang level kenikmatan ini. Untuk body terasa aman di level medium tetapi acidity yang menarik karena awalnya medium dan perlahan sedikit meningkat sehingga memberikan efek tambahan. Sementara after tastenya ada rasa berry dan kacang tanah. Duh maafkan untuk aftertaste agak kurang maksimal karena dalam beberapa minggu ini jarang langsung membuat kopi dengan metode manual brew tapi didera dengan gelombang kohitala versi mesin yakni americano, espresso dam long black sehingga sensitifitas lidah terhadap rasa kurang maksimal.

Alhamdulillah, sruputan selanjutnya menyempurnakan dahaga kohitala (kopi hitam tanpa gula) selama ini. Pahit manis harum dan segarnya rasa memberi rasa syukur tiada tara. Yuk ngopi yuk, sruput. Wassalam (AKW).

Arabica Black Honey Maceration & Irisan jeruk Sunkist.

Leave a Reply

I’m Andriekw

Welcome to my blog, Sebuat tempat menyimpan asa dalam bentuk jalinan kata. sebuah ruang berbagi tentang perjalanan kehidupan yang disempatkan untuk dicatatkan pada semesta. Semoga bernilai manfaat bagi yang membaca, minimal ada senyum kecil setelah semua kalimat dicerna.

Let’s connect

Discover more from akwnulis

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading