BANDUNG, akwnulis.com. Ternyata sebuah perpisahan itu tidak ada tanda-tanda, tanpa gejala ataupun rasa berbeda. Tetapi terjadi begitu saja. Tetapi hal yang terpenting adalah meyakini tentang destino atau takdir. Bahwa semua yang terjadi sekecil apapun sebenarnya sudah ada ketentuannya.

Apalagi perpisahan mendadak kali ini mengingatkan kembali kebersamaan kami yang begitu erat dalam menjalani kehidupan. Menapaki pantai, hutan, hingga trotoar kota dan kabupaten, menunggang motor dengan kecepatan adalah hiburan, termasuk mengakses jalan desa dan licinnya jalir ke hidden gems yang viral di media sosial. Selama ini begitu kompak kita bersama.

Namun akhirnya sang waktu jua yang menjadi batas kebersamaan. Sehingga momentum perpisahan harus dihadapi tanpa persiapan yang ada.

Nah sebenarnya kejadian siang inipun sungguh tidak terbayangkan. Karena dari pagi semua baik-baik saja, bisa menikmati secangkir kopi sebelum mengikuti aktifitas yang bejibun hari ini. Kopi yang hadir kali ini tentu bukan main-main, sebuah sajian kopi apik yang diproses dengan tahapan plus perasaan.

Kopi longblack dengan keharuman yang melenakan disajikan di sebuah tempat yang sejuk menghijau dengan background senada bertuliskan hotel aryaduta. Sruputan nikmat di pagi ceria sebelum ke ballroom tempat acara berlangsung, menjadi mood booster untuk suksesnya kegiatan hari ini.

Acarapun berjalan lancar hingga menjelang ishoma, tetapi disaat berusaha memenuhi target 6.000 langkah mengelilingi area atau kawasan hotel aryaduta, terjadilah kejadian yang penuh suka cita.

“Anda mau cerita apa sih, kok muter – muter?”

Ih sabar dong, ini khan sedang berproses di kepala lalu bersiap meluncur di lidah dan melewati mulut maka akan berhamburlah kata-kata.

“Ini masalahnya kawan” Dengan wajah sendu dan sembab karena perpisahan mendadak, jari telunjuk mengarahkan ke bawah kaki kiri. Terlihat sepatu dan bantalannya telah berpisah dan sulit digabungkan kembali. Karena memang sudah berbeda kepentingan plus hancurnya beberapa bagian karena dimakan usia dan kehampaan.

Sebagai penghibur hari, selain secangkir kopi ada juga cuplikan film romantis yang sedang happening di Netflix. Di film Love in the Villa disebut dengan istilah L’amore trova una via yang terjemahannya adalah ‘cinta menemukan jalannya’. Meskipun jalannya belum tentu sesuai dengan harapan tapi dalam film ini tentu berakhir dengan happy ending dan sangat kaya suasana keindahan budaya dan story telling tentang romantika romeo & juliet serta dapat menikmati keindahan kota verona italia… tapi ternyata masih sedih juga.

Maka disela jam istirahat bergegas mencoba memperbaiki perpisahan ini, namun apa mau dikata. Sudah sulit untuk menggabungkan kembali. Ya sudah akhirnya biarkan kenyataan yang akan membuka mata dan mengurangi kesedihan yang ada. Selamat jalan sepatu bootsku yang penuh kenangan. Wassalam (AKW).

2 responses to “Perpisahan Mendadak.”

  1. hendrie barlee Avatar
    hendrie barlee

    Sepatu penuh kenangan, telah jutaan langkah menapaki kisah petualangan, great story, pa Andrie 👍👍👍🙏😁

  2. Eti Avatar
    Eti

    Tetap semangat jangan lupa Bahagia

Leave a Reply

Saya AKW

Foto profil AKW

Andrie Kustria Wardana, penikmat Kohitala (kopi hitam tanpa gula), penulis fiksimini basa Sunda, pencinta kucing, dan pejalan kaki minimal 6 ribu langkah sehari. Di sini saya mencatat perjalanan, secangkir demi secangkir, kata demi kata. Semoga ada senyum kecil setelah membacanya.

Discover more from akwnulis

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading