KIRPAY, akwnulis.com. Semilir angin pegunungan dan suasana damai menyeruak di tempat ini. Bersama selembar kertas menu laminating, menanti untuk dibaca secara rinci dan sesingkat-singkatnya untuk segera dipesan karena menunya memang sesuai dengan harapan.

“Menu apa itu kaka?”

Seperti biasa, aneka menu makanan dan minuman khususnya kopi manual brew dengan metode V60 yang ternyata begitu menarik hati. Apalagi yang hadir kali ini bukan orang-orang sembarangan, beberapa orang kedua di OPD provinsi menyempatkan hadir di waktu maksi pada sela-sela rangkaian rapat yang datang silih berganti.

Kebetulan tempat untuk menikmati kohitala dan berbagai menu lainnya ini cukup menarik meskipun posisinya cukup jauh menanjak dari jatinangor, berada di wilayah Sukasari.

Patokannya gampang, ada Kampus LAN RI, lewati dikit dan terlihatlah cafe Teras Kiara. Sekarang dengan tuntasnya jalan tol cisumdawu trase awal, terasa lebih dekat. Karena dari tol gate hanya 900 meter saja. Jadi beres maksi dan sruput kohitala bisa langsung masuk tol an ngabretlah ke kantor untuk menyambut dokumen yang bejibun serta agenda lain yang sudah tersusun.

Tempatnya di lantai atas memberi kita kesempatan melihat kehijauan dan juga kampus LAN RI dimana pernah menjadi tempat ditempa di tahun 2018 dalam kerangka Reform Leader Academy. Suasana cafe yang ditata apik memberi pilihan suasana berbeda. Ada yang lesehan dengan bean bag warna warni, ataupun dengan meja kursi. Juga sofa untuk bersantai sambil sruput cikopay.

Kami memilih meja kursi kayu di area outdoor dan memesan bermacam-macam cemilan plus makanan berat karena judulnya khan makan siang. Tapi tetap menu utamanya adalah sajian manual brew V60 dengan pilihan kopinya adalah arabica halu honey. Sebuah pilihan tepat karena dengan acidity plus body seimbang dilengkapi sejumput rasa manis alami yang menenangkan hati.

Srupuut…. enak. Juga rasa nikmat mengunyah menu makanan dari panggang pisang madu, tahu cabe garam hingga nasi bakar dan sop buntut kekinian.

Semilir angin kiara payung memberi kedamaian. Menemani bincang santai dan makan siang yang bernilai. Karena jarang sekali kami berkumpul dalam suasana ceria seperti ini. Biasanya bersua pada rapat serius yang padat dan perlu tindaklanjut.

Akhirnya tugas juga yang membuat kami bubar tergesa. Bergerak menuju kantor masing-masing demi tugas negara. Wassalam (AKW).

4 responses to “Arabica V60 di Teras Kiara.”

  1. Yeti Rosmiati Avatar
    Yeti Rosmiati

    Mantap…

  2. Yeti Rosmiati Avatar
    Yeti Rosmiati

    Raos dileueutna pas diwaktos rapat janten nambih samangat

  3. Eti sumiati Avatar
    Eti sumiati

    Nikmatnya rapat dtemenin copy biar ga ngantuk y pa semangat

  4. annrose Avatar
    annrose

    Tempatna mantap ya pak…dengan kopi brew nya….
    Hatur nuhun info tempatnya pak 😁🙏

Leave a Reply

Saya AKW

Foto profil AKW

Andrie Kustria Wardana, penikmat Kohitala (kopi hitam tanpa gula), penulis fiksimini basa Sunda, pencinta kucing, dan pejalan kaki minimal 6 ribu langkah sehari. Di sini saya mencatat perjalanan, secangkir demi secangkir, kata demi kata. Semoga ada senyum kecil setelah membacanya.

Discover more from akwnulis

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading