BojHaleu, akwnulis.com. Pagi yang cerah diisi dengan momen bercengkerama bersama alam. Mencoba meresapi kemasing-masingan meskipun bersama karena masih takut dengan droplet yang berterbangan manakala bercakap bersama kawan setia.

Bersepeda berdua adalah pilihan tepat, karena bisa memaknai keindahan pagi tanpa khawatir terjebak kerumunan yang hadir jika gowesnya berombongan.

Bukan tidak mau, tapi khawatir pas istirahat bersama setelah gowes terus ‘meriung‘ botram bersama komunitas. Biasanya klo makan minum, dipastikan masker dibuka bareng-bareng. Disitulah kemungkinan sicovid berkeliaran… jadi maafkan jikalau menghilang dulu dari peredaran.

Setelah lelah bersepeda, maka perlunrehat sejenak sambil bercengkerama dengan alam sekitar yang memghijau menyegarkan.

Sembari beristirahat di keteduhan, tak sengaja melihat sebuah …. atau lebih tepatnya sekumpulan mutiara muda hadir dihadapan. Berbaris rapih dalam nuansa kehijauan. Salah satu ciptaan Allah yang harus menjadi bentuk syukur kita, karena betapa indahnya dan presisi sehingga sangat menarik hati.

Memang tidak bisa memiliki tetapi sesaat bisa memandang sambil mengamati, relatif bisa mengobati keinginan memiliki dan menyadari bahwa sangat kecil untuk dibawa pulang apalagi dibuat sebagai bagian dari perhiasan.

“Kenapa tidak bisa dibawa pulang?”

Karena ini bukan milikku, ini adalah mutiara muda milik alam yang selanjutnya mengikuti siklus kehidupan untuk menjalani takdirnya menjaga keseimbangan dan menuju kesempurnaan.

Sambil beristirahat dan menghirup udara pagi, kembali berbincang dengan pasangan yang juga bersemangat ‘sasapedahan‘, membahas banyak hal termasuk keberlanjutan nasib mutiara muda yang menawan.

Tak perlu lama menunggu kepastian, karena alam menjawab dengan caranya yang diluar perkiraan. Mutiara mudanya bergerak dan berubah menjadi pasukan baru yang lucu dan menggemaskan.

Inilah sebuah kenyataan yang membukakan mata bahwa apa yang kita lihat belum tentu seperti apa yang kita sangkakan. Maha Besar Allah dengan segala macam ciptaannya. Wassalam (AKW).

3 responses to “MUTIARA HIJAU MUDA”

  1. annrose Avatar
    annrose

    Waah….betul banget pak Kabag yg paragraf bagian terakhir.
    Maha Besar Allah dengan segala ciptaan Nya…🤲🤲🙏

  2. Fransisca Avatar

    Cantik banget mutiaranya

  3. Aan Suherman Avatar
    Aan Suherman

    The cycle of life… better transfom for better tomorrow…

Leave a Reply

Saya AKW

Foto profil AKW

Andrie Kustria Wardana, penikmat Kohitala (kopi hitam tanpa gula), penulis fiksimini basa Sunda, pencinta kucing, dan pejalan kaki minimal 6 ribu langkah sehari. Di sini saya mencatat perjalanan, secangkir demi secangkir, kata demi kata. Semoga ada senyum kecil setelah membacanya.

Discover more from akwnulis

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading