Photo : Sarapan Ayam buah / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Sebuah rencana adalah ihtiar dalam kehidupan dan ketegaran menjalani kenyataan serta keikhlasan menerimanya, itu yang kereeen.

Hari kerja di minggu ini diuji dengan kemacetan tingkat dewa. Senin pagi dari Cimahi ke Bekasi ditempuh dalam waktu 6 jam 30 menit… atau 6 jam dech karena terpotong dengan sarapan di Rest area Love 72 ruas jalan tol Cipularang.

Kemungkinan besar yang bikin kemacetan semakin parah adalah barengan dengan para pemudik long wiken yang kembali ke jakarta setelah libur lumayan panjang. Aslinya ampe nggak bisa berkata-kata karena kezeeel bin pegeeel.

Photo : Truk pasir kepleset / dokpri.

Ada objek yang bisa di ambil photonya ternyata truk pasir yang terjerembab di pinggir jalan tol, kasian tapi gimana, bingung nolongnya, duh semoga tabah hadapi kenyataan yaaa….

Melihat ke depan, antrian begitu panjang dan memang sulit untuk memilih, meskipun akhirnya tak tahan dengan kemacetan, segera mengambil arah tol exit gate Cibitung.

Eeeh… ternyata diluar tolnya juga sama. “Nasibbb ….nasib”

Photo : Mesjid di Rest area 72 / dokpri

Untungnya para peserta meeting di Bekasinya penyabar dan pemaklum semua, acara yang sedianya dilangsungkan pukul 10.00 wib, musti molor tanpa batas waktu yang pasti, menunggu kami yang masih bertualang dalam pusaran kemacetan.

***

Setelah bermacet ria di jalan inspeksi kalimalang, lalu belok kanan menuju jalur jalan pantura, jalur lokal karawang -bekasi maka suasana perjalanan lebih berwarna karena di tengah kemacetan bisa mampir dulu ke minimarket, warung ataupun mesjid sehingga momen macet spesial ini bisa dinikmati.

Ruar biasa……

Akhirnya dengan bersusah payah bisa tiba di tempat meeting disambut dengan adzan dhuhur yang menenteramkan hati.

Photo : Suasana Meeting / dokpri.

Tuntas sholat jama qashar dimulailah meeting yang muram plus juga ACnya sedang bermasalah…. otomatis jadi sauna dadakan… keringat mulai bercucuran, apa mau dikata….. lanjutkaaaan.

Di sinilah kesabaran dilatih, ketenangan diuji. Bertabur kata diplomasi mengeratkan janji untuk bersama-sama menyelesaikan resesi yang sedang dihadapi. Satu kata yang menjadi niat, kata… Semangaaat.

Akhirnya jam 4 sore mulai bergeser dari bekasong menyongsong tol yang diharapkan lowong…. ternyata zonk.

Macet lagi… macet lagi… tapi tidak seberapa dibanding keberangkatan tadi. Perlahan tapi pasti, merayap menapaki hari di jalan tol cikapek menuju arah tol cipali.

“Lha moo kemana?”

“Lanjut malam ini meeting di Subang”

Woalah perjalanan masih berlanjut, tapi tidak usah jadi ribut. JASUNI saja, jalani syukuri dan nikmati. Wassalam (AKW).

6 responses to “Merajut Janji di Bekasi”

  1. Aan Suherman Avatar
    Aan Suherman

    “Satu kata yang menjadi niat, kata… Semangaaat…
    Yupp… Let’s War…!

    1. andriekw Avatar

      Allright sir. .

  2. Den yud Avatar
    Den yud

    Kata penutupnya boleh ditambah ?
    JASUNIMODAH=JAlani SyUkuri NIkmati seMOga jadi IBADAH….

    1. andriekw Avatar

      Boleh pisaaan…. nuhun pak bos

  3. Nani Avatar
    Nani

    Ruarr biasaaa.. #macetnya

    1. andriekw Avatar

      Pisaaaan bu.. tp jasuni aja

Leave a Reply

Saya AKW

Foto profil AKW

Andrie Kustria Wardana, penikmat Kohitala (kopi hitam tanpa gula), penulis fiksimini basa Sunda, pencinta kucing, dan pejalan kaki minimal 6 ribu langkah sehari. Di sini saya mencatat perjalanan, secangkir demi secangkir, kata demi kata. Semoga ada senyum kecil setelah membacanya.

Discover more from akwnulis

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading