Photo : Mesjid Raya AlBantani – Banten / dokpri.

TASIKMALAYA, akwnulis.com. Perjalanan kehidupan memang penuh dinamika, berubah dan sering tidak sesuai rencana. Itulah indahnya menjalani misteri kehidupan.

“Tidak perlu risau dengan masa depan, mari tafakuri masa lalu, jalani dan syukuri hari ini, maka insyaalloh masa depan bisa dijalani dengan baik-baik saja”

“Ah kamu mah retorika, udah jelas banyak hal yang harus dipikirkan dan membebani kepala ini. Enak aja bilang syukuri dan tafakuri!!!” Komentar tegas yang terlihat penuh rasa waswas.

Diriku terdiam, dan berusaha memberikan wajah datar tanpa ekspresi.

Photo : Mesjid Raya AlBantani, di dalamnya / dokpri.

Padahal, di otak inipun berseliweran urusan yang tak kunjung terselesaikan. Pusing dan mual langsung menyerang, keringat kebingungan mulai mengucur tak tertahan.

“Bener juga, gimana ini ya?” Pertanyaan menggantung tanpa jawaban pasti. Seolah awan hitam yang semakin tebal menutupi cahaya mentari sehingga bumi menggigil diserang dinginnya kekhawatiran.

***

Photo : Mesjid Agung Tasikmalaya / dokpri.

Alhamdulillah, sebuah pencerahan kembali menjalar hangat di sanubari. Membisik lembut menenangkan hati, “Tidak usah banyak khawatir, mengadulah kepada yang punya”

Terdiam dan menunduk, merasa malu. Karena terkadang raga ini lupa, bahwa semua masalah ini harus bisa diselesaikan sendiri. Padahal tidak ada daya sedikitpun, jikalau yang punya yaitu Allah SWT tidak mengijinkan.

“Astagfirullohal Adzim”

Bersimpuh jiwa ini memohon ampun, menempelkan raga di lantai rumah-Mu. Bersujud untuk bersinergi dengan bumi demi meraih petunjuk langit. Allahu Akbar. Wassalam (AKW).

4 responses to “Di rumah-MU”

  1. Nugraha Hari Avatar
    Nugraha Hari

    Subhanallah…

    1. andriekw Avatar

      Amiin…

  2. Aan Suherman Avatar
    Aan Suherman

    Membisik lembut menenangkan hati, “Tidak usah banyak khawatir, mengadulah kepada yang punya” .. Hidup adalah anugerah.. syukurilah hidup ini…

    1. andriekw Avatar

      Itulah rahasia ketenangan hidup…

Leave a Reply

Saya AKW

Foto profil AKW

Andrie Kustria Wardana, penikmat Kohitala (kopi hitam tanpa gula), penulis fiksimini basa Sunda, pencinta kucing, dan pejalan kaki minimal 6 ribu langkah sehari. Di sini saya mencatat perjalanan, secangkir demi secangkir, kata demi kata. Semoga ada senyum kecil setelah membacanya.

Discover more from akwnulis

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading