CIMAHI, akwnulis.com. Disaat malam menyapa di balut keheningan, disitulah suasana tenang merasuk jiwa memberi secercah makna. Perlahan tapi pasti, mata mengikuti tulisan di buku besar yang musti dibaca lagi. Karena harus paham dan mengerti.

Tetapi ternyata rasa kangtukpun bisa datang tiba-tiba. Maka menguap dan menguap, tunduh pisan.

“Gimana solusinya, supaya segeran?”
“Gampangg….”

Langsung sambar corong V60 pink dan filternya. Kopi yang ada adalah Arabica Amungme Gold dari Papua. Bikin air panas dan bersiaaap….

Alhamdulillah, kopi sudah jadi dan nggak pake lagi gelas server tapi langsung gelas bekong kaca agar bisa segera diseruput.

Segelas kopi Amungme ini dinikmati perlahan tapi pasti hingga tandas tiada sisa. Bodynya yang strong diharapkan menghilangkan rasa ini, dipadu serasi dengan aciditynya yang lite sehingga tidak meringis merasakan rasa asam yang berlebihan.

Selesai ngopi sendiri ini, terasa badan hangat dan makin ngantuk. Yaa sudah, bobo yuk… Wassalam (AKW)

Leave a Reply

Saya AKW

Foto profil AKW

Andrie Kustria Wardana, penikmat Kohitala (kopi hitam tanpa gula), penulis fiksimini basa Sunda, pencinta kucing, dan pejalan kaki minimal 6 ribu langkah sehari. Di sini saya mencatat perjalanan, secangkir demi secangkir, kata demi kata. Semoga ada senyum kecil setelah membacanya.

Discover more from akwnulis

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading