Galau di hati

Dikala sebuah ingin menjadi pasti

Tapi bukan sembarang arti

Karena perlu hadir dan menepi

***

Sungguh raga tersiksa oleh pandemi
Sulit kongkow sambil ngopi

Terbahak bersama tanpa droplet yang berarti

***

Tetap jaga diri

Bermasker dan jaga jarak sendiri

Demi menghindari

Penularan virus covid ini

***
Atau sekedar beda suasana

Tapi tetap bekerja

Di cafe atau kedai bersahaja

Yang penting ada kopi aneka rasa

***

Sekarang semua ditunda
Karena khawatir yang melanda

Kalaupun harus memaksa

Maka handsanitizer ada diantara kita

***
Bukan apa-apa

Mencegah itu utama

Jika Sudah terpapar sedikit saja

Phisik terasa psikis kena

Finansial juga merana

Plus wajib karantina

***

Jagalah diri semampunya
Juga lingkaran keluarga

Tahan hasrat berwisata

Kendalikan libido kongkow bersama

***
Ini bencana kawan

Dan kita memiliki peran

Mencegah penularan

Dengan berdiam dan STOP berkeliaran

***

Pakai masker harus dipertahankan
Jaga jarak selalu & sering cuci tangan

Itulah sebuah iktiar minimal

Hingga pandemi bisa dikendalikan.

***

Legok Emok, Desember 2020.

2 responses to “Sajak PANDEMI 1.”

  1. Kim agung Avatar
    Kim agung

    Legok Emok teh di palih mana Kang Andri??

    Nuhun tos diemutan…🙂👍

  2. Aan Suherman Avatar
    Aan Suherman

    Stay safe.. ‘n stay healthy… jaga jarak but keep in touch….

Leave a Reply

Saya AKW

Foto profil AKW

Andrie Kustria Wardana, penikmat Kohitala (kopi hitam tanpa gula), penulis fiksimini basa Sunda, pencinta kucing, dan pejalan kaki minimal 6 ribu langkah sehari. Di sini saya mencatat perjalanan, secangkir demi secangkir, kata demi kata. Semoga ada senyum kecil setelah membacanya.

Discover more from akwnulis

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading