Photo : Melayang dulu… / dokpri.

PANGANDARAN, akwnulis.com. Bermain di pantai menjadi menu andalan di kala raga beredar disini, kawasan wisata Pangandaran. Meskipun pagi harinya sedikit galau karena bersua dengan kesedihan, tetapi terlalu terlarut dengan kesedihan bukan cara terbaik menjalani hidup, monggo baca KOPI & PILU.

Sedih dan pilu itu manusiawi tapi tak usah berkepanjangan, hayu beredar di pantai dan merengkuh kesegaran.

Move… move.. move.

Tanpa banyak basa-basi, segera berlari ke pantai disambut hembusan angin kencang dan panasnya pasir putih karena menyimpan kekuatan yang dikirim via sinar mentari sedari tadi.

Dikala akan mencapai bibir pantai, baru tersadar bahwa stelannya masih cocok buat rapat, bukan mantai…. oww dilema.🤣🤣🤣😂🤣🤣

Moo balik ke hotel pasti lama lagi, moo nyebur juga bakalan aneh, masa celana kain dan sepatu resmi dipake berenang… mikir dulu donk.

Akhirnya berubah pilihan tapi tetap mantai, segera ajarkan ilmu (seperti) terbang kepada anak magang yang cepat menyerap ilmu dan penuh keingintahuan, yuk kita levitasian.

Panasnya pasir pantai tidak menjadi halangan untuk berulang kali meloncat dan mengikuti petunjuk :

1… 2… 3… jump….

tentu dengan gaya yang seakan tidak meloncat.

…. Ribet amat sih bro’

“Kalem, no pain no gain pren”

Maka meloncatlah dengan wajah tanpa ekpsresi, seakan tidak ada aksi yang terjadi.

Jump… Cetrek

Jump… Cetrek.

Berhasill…….

Meskipun tidak bisa mengambang terlalu jauh, tetapi jarak dengan pasir pantai tercipta dan efek melayang terwujud sudah, Alhamdulillah.

***

Photo : Swimming pool Suryakencana Hotel Pangandaran / dokpri.

Setelah puas bercengkerama dengan panasnya pasir pantai, maka bergegas kembali ke hotel tempat memginap, namanya Suryakencana Hotel.

Langsung bergegas ke lantai 3 dimana kamar yang menjadi.hunian sementara berada. Gerakan pertama tentu berganti stelan, dari sepatu pantofel menjadi sendal gunung aneka situasi, celana renang, kemeja pantai warna-warni dan tidak lupa kacamata hitam.

Tapii…… ke pantai masih panas terik, jangan sampai kulit wajah hasil perawatan jadi kembali kusam….ahaaay…

Berubah rencana, jadinya turun ke lantai bawah menuju kolam renang hotel saja. Tersedia kolam renang berair biru jernih, kedalaman 1,5 meter dan juga ada sisi dangkal untuk anak-anak. Ditemani kerindangan pohon yang asri, semakin mempercepat raga unyuk segera bercengkerama dengan kesegaran air tawar di kolam renang sebelum nanti dilanjutkan dengan diskusi bersama air laut yang penuh sensasi.

Jeburr!!!!

Photo : Swimming pool Hotel Suryakencana / dokpri.

Segar menyelimuti raga dan seluruh permukaan kulit serasa disentuh secara bersama-sama, hadirkan ketenangan dan mendorong kelenjar syaraf pusat dan kelenjar hipofisis memproduksi hormon endorphin lebih cepat.

Rasa senang dan bahagia hadir tanpa jeda, kesegaran juga hadir merata, kemooon… jangan lupa bahagia. Wassalam (AKW).

9 responses to “Melayang & Berenang di Pangandaran.”

  1. annrose Avatar
    annrose

    dicky duha sambil ngapung…😁😁
    Hebat….👍👍

    1. andriekw Avatar

      Khan santri langitan….. jadi bisa shalat sambil melayang

    1. andriekw Avatar

      Meloncat dan wajah pura2 lugu adalah triknya mas 🤣🤣

  2. Kim Agung Avatar
    Kim Agung

    Ngiring Capacity Building na?

    1. andriekw Avatar

      Nggak teh, ada tugas lain yang menantang dan penuh drama.

  3. […] tenaga setelah beredar di Pangandaran, …. iya pangandaran, ceritanya klik aja PANGANDARAN 1, PANGANDARAN 2, PANGANDARAN […]

  4. Aan Suherman Avatar
    Aan Suherman

    ” jangan lupa bahagia. Wassalam”…. Yupp .. always happy .. always positive … itu yang bikin hidup selalu sehat

    1. andriekw Avatar

      i am agfree sir..

Leave a Reply

Saya AKW

Foto profil AKW

Andrie Kustria Wardana, penikmat Kohitala (kopi hitam tanpa gula), penulis fiksimini basa Sunda, pencinta kucing, dan pejalan kaki minimal 6 ribu langkah sehari. Di sini saya mencatat perjalanan, secangkir demi secangkir, kata demi kata. Semoga ada senyum kecil setelah membacanya.

Discover more from akwnulis

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading