Photo : Kopi Karirot pake V60 / dokpri.

GARUT, akwnulis.com. Memandangi bungkus hitam kopi yang datang tiba-tiba karena sebuah silaturahmi, itu adalah rejeki. Kopi arabica khas garut dengan profile yang kata ownernya ‘nendang‘ bingit rasanya.

Tidak banyak tanya bagaimana rasanya, tetapi keyakinan kuat bahwa sebuah rasa akan tercipta dari bahan yang berkualitas luar biasa, proses penyeduhan yang sempurna juga sebuah rasa yakin sang penyeduhnya.. boleh disebut barista?..

Barista non sertifikasi hehehe.. alias babaristaan.

Ternyata…. baru buka bungkusnya saja, harum semerbak luar biasa, menyambar indera penciuman dan indera perasaan hingga tak sabar segera menyeruputnya. Komposisi 1 : 12 dan panas 89° celcius dengan manual brew v60 menghasilkan sebuah sajian kopi yang ngangenin baik rasa, aroma dan after tastenya.

Paduan tebalnya body dengan acidity (keasaman) tinggi serta after taste yang full berry dan tamarind bikin ‘ninggal‘ di lidah bawah cukup lama…. ah kepahitan yang manies, juga keasaman java preanger khas garut bikin terlena. Kopi ‘Karirot’ ini 100% asli garut dari Gunung Papandayan…

Photo : Kopi Karirot with Gundam / dokpri.

Karirot dalam bahasa indonesia agak susah cari padanan artinya, tetapi klo pakai bahasa sunda maka artinya adalah ‘tinggal minum‘ atau ‘tinggal nyurupuut’ …. jadi langsung enaaak (itu klo dibikinin baristi eh barista, klo bikin sendiri, yaa musti menkmati prosesnya dulu…. )

Srupuuut….

Nikmat pisan, hari ini semakin warna warni, bersama keluarga juga ditemani sajian kopi hasil menyeduh sendiri. Hatur nuhun kopinya Kang YG, ajibb pisan, juga tidak lupa sponsornya Mr DH, jangan bosen yaaa. Happy weekend to All, Wassalam (AKW).

***

2 responses to “Kopi Karirot.”

  1. mysukmana Avatar

    wih kopi lagi kopi lagi..
    bener bener jadi kecanduan kopi nih kalau ke blog ini terus wkkwkw

    1. andriekw Avatar

      wkwkwkwkw… abis kopi selalu ngehadirkan inspirasi…

Leave a Reply

Saya AKW

Foto profil AKW

Andrie Kustria Wardana, penikmat Kohitala (kopi hitam tanpa gula), penulis fiksimini basa Sunda, pencinta kucing, dan pejalan kaki minimal 6 ribu langkah sehari. Di sini saya mencatat perjalanan, secangkir demi secangkir, kata demi kata. Semoga ada senyum kecil setelah membacanya.

Discover more from akwnulis

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading