Photo : Ruang makan pinggir tebing sungai di sulap jadi ruang rapat / dokpri.

CITUMANG, akwnulis.com. Malam semakin larut tetapi diskusi terus berlanjut. Adu argumen berpegang regulasi bersama dengan data yang dibalut narasi, menjadikan perdebatan malam ini padat berisi.

Judulnyapun pake istilah LB.. luarbiasa karena ini adalah RUPS-LB, selain regulasi yang menyebut LB atau dalam UU 40/2007 disebut RUPS lainnya maka cocok bingit dengan suasana rapat malam yang luar biasa…

“Emangnya seluarbiasa apaan gan?”

Pertama, Rapatnya malam-malam. Bukan sengaja ingin malam hari, agendanya dari jam 14.00 wib, tetapi ternyata poin bahasannya begitu banyak dan perlu pembahasan yang cukup mendalam, maka ba’da magrib masih dilanjutkan dengan semangat kebersamaan.

Photo : Suasana sebagian peserta rapat / dokpri.

Kedua, Rapatnya di hutan, ruang rapat outdoor berbatasan langsung dengan sungai dan pepohonan besar yang begitu alami, menyegarkan tetapi semakin malam, terasa angin bertiup makin dingin dan kencang… awwww.

Ketiga, Meskipun rapat di hutan, peserta rapat datang dari berbagai penjuru angin dengan beragam kendaraan. Ada yang bermobil dan bermotor roda 2, dari bandung, tasik, ciamis dan sekitarnya.

Keempat, Fasilitas nginepnya yang ajibb… di dalam kontainer lho… di tengah hutan. Pepohonan besar melingkupi jajaran kontainer… yang disulap jadi kamar lengkap dengan tempat tidur dan kamar mandi bersih wc duduk serta shower air panas…

“Udah ah segitu dulu…. luar biasa nggak?”

“Iya bener… sensasionaaal, dimana itu teh tempatnya?”

Photo : Indolor adalah obat kedinginan di kala rapat berlangsung / dokpri.

Namanya HAU Citumang Ecolodge, sebuah kawasan wisata alami dengan model glamour camping (glamping)… menyatu dengan alam bebas tetapi tetep didukung fasilitas menginap yang memadai. Selain kontainer yang disulap menjadi lamar hotel terdapat juga lokasi glamping yang cocok buat bareng-bareng keluarga…. .1 bangunan kontainer bisa diisi hingga 10 orang dengan tidur di lantai beralaskan kasur empuk tentunya dan toilet memadai.

Tulisan tentang tempat glamping di Bandung utara, klik aja disini, Ber-Glamping di Trizara.

Berlokasi di pinggir sungai Citumang Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran, sekitar 30 menit perjalanan dari pantai wisata pangandaran.

Lokasi tepatnya mah… gampang sekarang, googling aja guys. Ribet amat tanya-tanya. Pasang aplikasi gugelmep, ikutin petunjuk. Meskipun harus hati-hati jikalau perjalanan malam hari, pengalaman peserta rapat yang harus memutar jauh karena salah satu akses jalannya terhambat oleh proyek pengecoran jembatan… terpaksa musti muter-muter masuk hutan dalam keheningan yang (katanya) mencekam.

Yang pernah body rafting atau tubing pasti udah tau namanya Citumang, tetapi nginep di kontainer pinggir sungainya (mungkin) belum pernah kesampaian….

***

Rapat tuntas menjelang tengah malam, hasilkan kesepakatan yang menjadi ikhtiar kemajuan bagi lembaga juga para pemilik modal demi menjadi bagian penting akses kemudahan keuangan bagi masyarakat sekitar. Wassalam (AKW).

9 responses to “Rapat di Hutan Citumang”

  1. Herliaone Avatar
    Herliaone

    Terinspirasi… Pa.. Nuhun

    1. andriekw Avatar

      Sami2 pak bos, lets go to Citumang..

  2. Asep Darlianto Avatar
    Asep Darlianto

    Inspire

    1. andriekw Avatar

      Hayuu lg bos

  3. […] baca Nginep di Hutan Citumang, Pangandaran… atau cerita sebelumya yaitu Sunset di […]

  4. Tita Pathi Avatar
    Tita Pathi

    Asek dong, biar gk bosen

    1. andriekw Avatar

      Iya teteh… kerja kerja msin main kerja lagiiiii

  5. Ponco W Avatar
    Ponco W

    Woow…asyik citumang
    Benar2 ruaaaar biasa..🔝🔝

    1. andriekw Avatar

      Kemoon… pak bos

Leave a Reply

Saya AKW

Foto profil AKW

Andrie Kustria Wardana, penikmat Kohitala (kopi hitam tanpa gula), penulis fiksimini basa Sunda, pencinta kucing, dan pejalan kaki minimal 6 ribu langkah sehari. Di sini saya mencatat perjalanan, secangkir demi secangkir, kata demi kata. Semoga ada senyum kecil setelah membacanya.

Discover more from akwnulis

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading