Perjalanan menjelajahi detik dan menit adalah sebuah cerita hidup yang terancang rumit tetapi jelas tercatat dalam labirin lauh mahfudz. Begitupun hari ini, seiring perjalanan takdir maka bisa menjejak lagi di tanah luar dan menjadi sebuah perjalanan yang penuh rasa syukur.

Meskipun karena keterbatasan bahasa, semua dijalani dengan ceria. Salah dikit mah boleh atuh, yang penting nggak bikin orang celaka.

Termasuk hari ini. Hari ini dapet 2 kejadian selama beredar tugas di Negara Singapura.

Mau tau?……

***

Pertama adalah riweuh habis batere handphone di negeri orang. Program meeting yang diatur ternyata menyulitkan mencari tempat colokan…. atuh kebayang khan beberapa orang mulai panik. Maklum rata-rata bapak-bapak ISTI (ikatan suami takut istri) yang whatsappsnya musti on terus untuk menghindari kecurigaan… kasiaan deh.

Pas ditempat meeting ternyata nggak ada colokan yang pas karena pake steker internasional yang kakinya 3…. sedih langsung mendera wajah bapak-bapak yang udah nenteng kabel charger sana sini… moo keluar dari ruang meeting.. yaa nggak mungkin.

Akhirnya terhenyak menjatuhkan badan di kursi peserta diskusi sambil menghela nafas panjang. Padahal sebenarnya kita bisa bersyukur dengan HP mati. Jadi istirahat sesaat, terutama jempol nggak bakal cape mijit-mijit permukaan HPnya.

Apalagi yang udah nggak bawa kabel charger atau power bank… meranaaaa….. padahal agenda meeting bejibun ampe tengah malem.

***

Tepat pukul 10 malam. Rapatpun usai…. dua orang bapak berjalan cepat melewati lobby gedung dan keluar ke halaman menuju jajaran toko di seberang jalan….

Menuju toko yang terang benderang, tokonya tidak terlalu ramai dan terlihat tulisan besar ‘Money Changer’.

… Ternyata si Bapak bukan moo nuker duit tapi moo beli ‘Charger‘ buat hapenya. Maklum bahasa inggrisnya terlalu pintar plus tekanan bathin karena HPnya nggak ada listrik jadi moo beli Charger di Money Changer trus cari colokan buat NgeCas….

?????

Padahal kenapa nggak beli powerbank aja?…

Entahlah……

Itu cerita yang pertama.

***

Kedua, adalah disaat akan meeting hari ketiga. Bapak-bapak berjalan menyusuri trotoar karena parkirnya bis tidak bisa depan gedung.

Pada saat sedang berjalan bersama antay-antayan alias berurutan, tiba-tiba tertahan karena bapak-bapak yang melaju paling depan berhenti nggak pake basa basi.

“Ada apa nich?”
“Ada apa?”

Ternyata…. mereka harus berhenti dulu membaca plang peringatan. Khawatir ada informasi penting yang harus dipahami, maklum di negeri orang. Nich photonya…. cekidoot.

Catetan : Danger khan mustinya dihindari yaaa???

Setelah tuntas ngintip ke dalam secara bergiliran, barulah melanjutkan perjalanan dan sampai di tempat meeting tepat pada waktunya.

***

Gitu dech ceritanya, yang pasti satu kesimpulan terpatri. Pemahaman bahasa asing itu penting. Penting pisan. Haturnuhun (AKW).

8 responses to “Belajar Bahasa asing itu Penting”

  1. Cecep supriadi Avatar
    Cecep supriadi

    Jadinya lucu2 pedas…hehe

    1. andriekw Avatar

      Era nu pasti mah….

  2. Pupung Avatar

    Hehehe.. Hidup bapak2

    1. andriekw Avatar

      Hiduuuup

  3. Kim Agung Avatar
    Kim Agung

    Heheh komo di Thailand Kang, bujeng bahasana, huruf na ge kagak ngarti hehe…

    1. andriekw Avatar

      Lebih parahnyaaa

  4. Bam Avatar
    Bam

    Mantapsss

    1. andriekw Avatar

      Mantabs pisan.. statttap

Leave a Reply to andriekwCancel reply

I’m Andriekw

Welcome to my blog, Sebuat tempat menyimpan asa dalam bentuk jalinan kata. sebuah ruang berbagi tentang perjalanan kehidupan yang disempatkan untuk dicatatkan pada semesta. Semoga bernilai manfaat bagi yang membaca, minimal ada senyum kecil setelah semua kalimat dicerna.

Let’s connect

Discover more from akwnulis

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading