Hilang

Photo : Dokumen pribadi

Terkadang rasa kesal itu muncul oleh hal yang simpel. Bisa nyesek ke dada menuhin otak, atau perut melilit hingga otak puyeng nggak ketulungan. 

Contoh?… banyak.

Sekarang fokus aja pada satu urusan sederhana yaitu urusan sendal cepit.

Ihh cemen itu mah…

Emang cemen bingit, tapi bikin nyesek. Soalnya ini kehilangan yang ke sekian kali. Bukan kehilangan yang pertama dan bukan pula ‘Kehilangan‘ versi Firman (penyanyi).

Pas kelar sholat dhuhur berjamaah, menuju sendal capit kesayangan. Eh ternyata tidak ditempatnya. Tapi pikiran masih tenang karena berbaik sangka bahwa mungkin sang sendal capitku sedang menunaikan tugas dipake seseorang untuk berwudhu karena ada lokasi wudhu diluar mesjid dan kudu pake sendal.

5 menit menanti masih belum berarti, menit ke lima belas mulai merambat rasa cemas. Dan setelah satu jam berlalu… dongkol itu menyakitkan jenderal!!!

Memang hanya sandal, tapi itu adalah benda yang setia mengantar langkah untuk shalat berjamaah.

Akhirnya dengan langkah gontai dan tanpa alas kaki bergerak menuju tempat kerja menapaki paving block yang cukup panas serta aspal di halaman kantor yang terpanggang mentari dari pagi hari.

Tiba di ruang kerja, masih cemberut bin samutut karena belum bisa ikhlas. Perlu lebih dari 24 jam untuk berdamai dengan kenyataan karena esok haripun tak muncul juga sang sendal capit kesayangan.

Ikhlaskan… ikhlaskan karena barang itu hanya titipan. Nyawa kitapun hanya titipan yang bisa kapan saja dicabut oleh pemiliknya, Allah Subhanahu Wataala.

Sebelum meninggalkan pelataran mesjid, mencoba berkeliling satu kali lagi untuk meyakinkan diri, siapa tau ada yang pake trus pindah lokasi. Ternyata di pelataran belakang menemukan bukti bahwa sendal capit itu sangat rentan hilang. Agar sendal capitnya tidak hilang maka diberi berbagai tanda. 

Photo : dokumen pribadi

Ada yang berbentuk garis-garis hingga yang bertuliskan ancaman serius.. 

Photo : dokumen pribadi

NYOLONG.. MATI. Padahal mati kewenangan Allah.

Itulah sekelumit pengalaman belajar ikhlas dari hilangnya benda sederhana yang bikin nyesek 24 jam.


Good bye my sweet Sendal capiit.
(Akw).

18 responses to “Hilang”

  1. Roby Avatar
    Roby

    Alhamdulillah nambah lagi ilmu ikhlash

    1. andriekw Avatar

      Alhamdulillah…

  2. Cacamboy Avatar
    Cacamboy

    Jadi lebih memahami arti keikhlasan via sendal capit..

    1. andriekw Avatar

      Mantaabs

  3. Ponco W Avatar
    Ponco W

    Iklas membawa berkah….

    1. andriekw Avatar

      Itu pisan pa bos…

  4. Daddy Haryadi Avatar
    Daddy Haryadi

    Ikhlas dan Tawakal

    1. andriekw Avatar

      Leres pisan..

  5. Andry Avatar
    Andry

    “Semua hanya titipan” sedikit tp bermakna… Mantap kang hehehe

    1. andriekw Avatar

      Hatur nuhuun..

  6. Idit Avatar
    Idit

    Pengingat sisa hidup.. Ikhlas.. Htr nhn..

    1. andriekw Avatar

      Sami2.. Alhamdulillah

  7. Budy tegep Avatar
    Budy tegep

    Ikhlas ridho keur korban merdeka

    1. andriekw Avatar

      Ikhlas oge kanggé SC

  8. hendrie Avatar
    hendrie

    ambil yg bagus, tinggalkan yg jelek kata pa ustadz, mungkin itu filosofinya bagi si pengambil SC, smoga barokah SC nya pa Andrie, hehehe….

    1. andriekw Avatar

      SC yg murah tapi ngangenin pak

  9. tedy270681 Avatar

    hahaiiiii……..melenoy Iman eta Anu ngangge masjid

    1. andriekw Avatar

      Melenoy itu teman nya kinoy ya um?

Leave a Reply to andriekwCancel reply

I’m Andriekw

Welcome to my blog, Sebuat tempat menyimpan asa dalam bentuk jalinan kata. sebuah ruang berbagi tentang perjalanan kehidupan yang disempatkan untuk dicatatkan pada semesta. Semoga bernilai manfaat bagi yang membaca, minimal ada senyum kecil setelah semua kalimat dicerna.

Let’s connect

Discover more from akwnulis

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading