
MAKASAR, http://www.akwnulis.id. Pesawat Citilink dengan kode penerbangan QG 340 akan membawa raga ini kembali mengarungi angkasa melewati lautan utara jawa menuju pulau sulawesi tepatnya ke Kota Makasar Sulawesi selatan dimana pesawat ini akan mendarat dengan lancar dan selamat.
Ada sebuah suasana hati yang begitu terasa dalam perjalanan kali ini, bisa disebut dengan campu aduk aneka rasa dan jika rasa itu ada lima maka disebut pancarasa.. lho kok jadi mirip penamaan halaman gedung sate oleh pak Gubernur KDM ya?.. itu namanya Pasanggarahan Pancarasa.
Tapi kalau dipikir – fikir memang mirip, karena rasa yang ada adalah rasa syukur, senang, sedih, kesepian dan sunyi. Maka wajar disebut pancarasa. Satu hal harus disyukuri karena untuk saat ini, keberangkatan tugas dengan memggunakan pesawat menjadi sebuah kemewahan dan sangat jarang terjadi. Pasca kebijakan efisiensi anggaran yang berlaku dalam 2 tahun berjalan ini, maka kode rekening anggaran perjalanan dinas benar – benar dipangkas sehingga semua dirasionalisasi alias nyaris tidak ada kesempatan hehehe…
Jadi momentum keberangkatan ini harus syukuri dan tentu harus senang mendapatkan kesempatan ini. Namun rasa sedih, sunyi dan kesepian menyergap diri karena ternyata hanya sendiri. Mengingat kenangan 2 tahun lalu, betapa perjalan dinas lintas pulau minimal pasti bersama kawan, atau membersamai bos dalam suatu kegiatan. Tetapi itulah kenyataan, show must go on. Lanjutkan perjuangan dan ihtiar penugasan.
Kegiatan kali ini adalah untuk menyusul membersamai para kafilah peserta MTQ Korpri yang tahun ini diselenggarakan di Kota Makasar dan Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan. Kafilah MTQ Korpri dari propinsi jawa barat sudah hadir dari hari Minggu (23/08) untuk memgikuti kegiatan pawai taaruf dilanjutkan kegiatan pembukaan secara resmi pada hari senin (24/08).
Tugas yang diemban kelihatannya sederhana yakni datang untuk memonitor rangkaian pelaksanaan MTQ Korpri 2026 sekaligus memberikan pengarahan motivasi kepada para peserta agar tetap bersemangat, berjuang untuk menghadirkan performance terbaik dihadapan dewan hakim hingga akhirnya tentu menjadi juara dan mempersembahkannya untuk harumnya nama provinsi jawa barat.
Hayu.. terbang dulu.
Tak terasa 2 jam 20 menit telah berlalu dan pendaratan pesawat citilink di landasan lapangan terbang Sultan Hasanuddin Makassar ini mengembalikan raga yang tadi melayang di angkasa untuk kembali menyentuh bumi dan segera fokus untuk menuju acara. Namun waktu sedikit tersendat karena harus antri di sesi pengambilan bagasi. Padahal konsep awal tidak perlu bagasi karena hanya ada 2 setel pakaian saja tapi ternyata harus tetap masuk bagasi. Penyebabnya adalah karena satu barang yang harus di selamatkan yakni TONGSIS.
“Penasaran kenapa tongsis menjadi penyebab, inilah ceritanya : Tongsis & Bagasi.”
Keluar dari bandara Sultan Hasanuddin tepat pukul 18.00 Wita. Dijemput oleh tim aju dari BKD Jabar bersama bapak wakil ketua 4 Badan Amil Zakat provinsi jawa barat, KH Nana Sudiana. Wuih sebuah kehormatan banget dijemput oleh pak Kiai dan kawan – kawan BKD. Lalu bergerak menuju Kota Makasar untuk bersua dengan seluruh peserta kafilah MTQ Korpri Jawa barat beserta para Pembina yakni Profesor KH Dr Asep Mustofa danProfesoe Zaenal Abidin.
Maka demi sebuah efektifitas waktu, langsung bertemu dengan seluruh para peserta dan pembina bertempat di Rumah makan Mie Titi Makasar. Tentu menu makanannya adalah makanan khas Mlakasar yaitu mie kering seperti lidi dan di mangkok terpisah adalah kuah mienya dilengkapi baso ikan, udang, cumi dan taburan bumbu serta serpihan daging kepiting. Kuahnya kental, panas sungguh menggiurkan. Pilihan menu lainnya adalah nasi merah yang dinikmati sebagian peserta. Nasi merah adalah nasi goreng dengan bumbu khusus sehingga berwarna merah dan ditemani telur ceplok dan sedikit kerupuk. Kata Kang Egi yang menikmatinya, rasa rempah nasi gorengnya hadir tatapi tidak pedas karena bumbu merahnya bukan berasal dari cabe atau bahan pedas lainnya.
Eh malah bahas makanan, katanya mau memberikan motivasi. Tentu harus makan dulu agar tubuh kenyang dan bisa fokus mendengarkan apa yang akan disampaikan. Tapi jangan lupa juga hati – hati kekenyangan, nanti malah ngantuk dan ketiduran.
Sesi penyampaian motivasi dan pengarahan berjalan santai tapi bermakna. Diawali dengan memperkenalkan prinsip CIKUR dan ditutup dengan REKOKOM, maka tuntas sudah tugas perdana hari ini dan dilanjutkan esok hari. Selamat berjuang kawan – kawan, Kafilah MTQ Korpri Jawa Barat. Wassalam (AKW).
***








Leave a Reply