Photo : Mentari mulai terbit di samping Gunung Geulis/Dokpri.

Berjalan menjejak tanah merah, yang tersenyum meskipun tetap menggigil karena dipeluk dinginnya pagi. Perlahan tapi pasti, kehangatan menjalari urat nadi kehidupan selaras dengan semakin menanjak perjalanan pagi ini. Nafas yang tadinya bergerak lancar sekarang mulai tersengal karena kompensasi untuk meraih kehangatan.

Meskipun dinginnya pagi menggempur dari segala arah, berusaha mendinginkan raga yang mulai membara. Pertarungan inilah yang mengukuhkan rasa sehingga bisa mencapai puncak bukit pertama yang menyajikan hamparan pandangan pagi yang mempesona.

Ternyata sang mentari masih sedang berusaha keluar dari mimpinya, sehingga perlu beberapa saat menunggu detik menata menit supaya bisa membidik sunrise pada saat yang tepat.

Ya.. tepat menurut penulis. Karena tepat itu bisa tidak sama, tergantung konteks dan sudut pandang.

***

Photo : Mentari berpadu dengan siluet tumbuhan di kaki gunung Manglayang/Dokpri.

Akhirnya sambil menenangkan sengal nafas yang kencang menuju normal, mentari muncul perlahan menyajikan kemegahan indahnya pagi hari yang penuh inspirasi.

Inilah salah satu momen yang harus senantiasa disyukuri, karena mentari masih terbit sesuai janji. Menyinari bumi membawa berkah Illahi. Wassalam (AKW).

8 responses to “Sunrise di Kaki Manglayang”

  1. Agung Fatwa Avatar

    Subhanallah Lukisan Allah

    1. andriekw Avatar

      Muhun kang… Tadabur alam.

  2. - andria - Avatar

    Nampak nya jalur pendakian di ketinggian.
    Pak .. apakah sekalian survey trase jalur pembangunan jalan lintas sumedang – kbb ?

    1. andriekw Avatar

      Mendaki sendiri demi meraih nuansa hakiki.

      1. - andria - Avatar

        Semoga didapat nuansa nya pak ..😇

      2. andriekw Avatar

        Makasih bu…

  3. annrose Avatar
    annrose

    Pak bos…sekitar jam brp start dr bawah?
    Shg dpt tepat di kaki gunung sdh dpt menikmati sunrise

    1. andriekw Avatar

      Sholat shubuh di Kaki Manglayang bu…

Leave a Reply

I’m Andriekw

Welcome to my blog, Sebuat tempat menyimpan asa dalam bentuk jalinan kata. sebuah ruang berbagi tentang perjalanan kehidupan yang disempatkan untuk dicatatkan pada semesta. Semoga bernilai manfaat bagi yang membaca, minimal ada senyum kecil setelah semua kalimat dicerna.

Let’s connect

Discover more from akwnulis

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading