BANDUNG, akwnulis.com. Manakala warna berpadu maka hadirlah sebuah sensasi rasa yang penuh dinamika. Begitupun kehidupan, warna warni kejadian silih berganti setiap waktu. Senang, ceria, atraktif, tertawa lalu sedih, murung, pendiam, dan menangis serta berbagai sikap diri yang senantiasa berbeda karena suasana.
Jadi…….. nikmatilah aneka warna kehidupan yang bervariasi. Kecil kemungkinan kita bahagia seumur hidup, pasti ada sedihnya karena Allah SWT menciptakan suasana kehidupan ini berpasang-pasangan untuk memberi kesempatan kepada hambanya agar senantiasa bersyukur dikala bahagia dan bersabar disaat derita dan kesedihan mendera.
Begitupun dalam ilustrasi warna, tidak elok dipandang jikalau hanya warna hijau atau merah saja yang ada, tetapi dengan gabungan warna lainnya hadirkan nuansa penuh dinamika.
Apalagi aneka warnanya itu adalah suguhan makanan yang harus segera dinikmati…. itu mah insyaalloh bahagia dan tak kuat menahan diri untuk menyantapnya, Bismillah.
Selamat Berlibur di hari selasa kawan (buat yang libur).. yang tidak libur karena tugas…. semangaaat.. termasuk istriku……. insyalloh dianter kok hehehe.
Itulah cerita warna yang terlintas di benak pagi ini, Wassalam(AKW).
GARUT, akwnulis.com. Sebuah pemandangan segar membiru membentang penuh keanggunan. Mengajak siapapun yang datang untuk bercengkerama dalam jalinan keakraban penuh sukacita.
Kembali ke hamparan kaki gunung guntur di daerah Cipanas Kabupaten Garut Jawa Barat tepatnya di sebuah hotel yaitu Hotel Santika Cipanas.
Kesegaran begitu menggoda dengan air kolam renang yang jernih, udara segar serta mentari pagi yang hangatkan badan serta harapan.
Photo : Kolam anak dan kolam dewasa Hotel Santika / dokpri.
Dengan jam operasional yang panjang yaitu mulai 07.00 pagi hingga jam 21.00 wib dimana terdapat petugas lifeguard yang standby maka akan terasa lebih tenang memilih waktu ataupun membawa sang anak berenang eh bermain air di kolam. Sementara diluar jam tersebut, tidak ada petugas meskipun tidak dilarang untuk kokojayan (berenang-b.sunda).
Kolam renangnya ada 2, satu untuk dewasa dengan ukuran mini olimpic dan satu lagi berbentuk lingkaran adalah kolam renang anak-anak dengan kedalaman 60cm dengan kondisi airnya dingin… mau yang hangat alami harus merapat ke arah lebih dekat kaki gunung salah satunya di Hotel Tirta Gangga Cipanas.
Photo : Ini Kolam ikan / dokpri.
Juga jangan terkecoh, jika sang anak malah main air di kolam lain. Di depan restonya ada kolam ikan berbentuk persegi panjang yang sepintas bisa saja disangka sang anak adalah kolam renang hehehehe…
Cuma aku sih merasa nggak private, pas berenang bisa ditonton banyak orang dari balkon kamar ataupun dari tempat meeting di lantai 2, kecuali emang yang seneng diperhatikan orang lain… beda cerita itu mah.
Selamat berbasah-basah di Cipanas Garut. Happy Wikeend, Wassalam(AKW).
***
Lokasi : Hotel Santika Cipanas Garut Jl. Cipanas Baru, Pananjung, Kec. Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat 44151
SUKABUMI, akwnulis.com. Pergerakan raga dikawal jiwa terus berlanjut meniti waktu yang tersisa. Jikalau kemarin adalah kota Garut yang menjadi pusat pergerakan, kali ini bergeser cukup melambung menuju kota sukabumi.
Selamat tinggal Kopi Harmoni& Kopi Luwak Banyu Alam, sekarang ternyata bersua dengan kopi Arabica Wine Java Preanger…. pasti kopi ciwidey, puntang, malabar atau manglayang… diantara itu dech. (Maklum lagi males tanya-tanya….)
Lalu tidak sengaja bertemu dengan pemilik cafenya dan berbincang sesaat tentang kopi di jawa barat.
Sambil menanti pesanan yaitu Kopi manual Arabica wine dan pisang bakar, maka laptop dibentangkan dan bahan rapat kembali dibaca….. awww pusingg, kembali bersua dengan sang angka yang senang sekali menari-nari di hadapanku dengan kepastian yang sulit dibantahkan.
Tak ada pilihan lain, baca dan bacalah. Urusan paham dan tidak, itu adalah hasil selanjutnya. Tetapi selama kita punya niat dan kemauan maka sang angka akan menjadi sobat setia sekaligus senjata untuk membongkar sajian konsep yang disusun berdasarkan tema besar ‘business as usual’.
“Silahkan Om, pisang bakar dan kopinya”
Alhamdulillah, sajian kopi hitam tanpa gula arabica wine ditemani roti bakar yang dipasang di nampan ijo ditambah topping coklat yang dibuat bergaris-garis memberi pesan kehangatan dan kenikmatan kali ini.
Sruputan pertama hasilkan sensasi rasa sesuai dengan biji kopi yang dipilih, acidity tinggi dan body medium cenderung high serta aftertaste berry yang cukup ninggal di pangkal lidah… dilanjutkan dengan cemilan pisang bakar yang sedikit tapi bikin penasaran dengan rasa panas hangat menggoda di dukung manisnya selarik topping coklat penyemarak suasana.
Sruputan selanjutnya tentu semakin menenangkan rasa, tak lupa mata tetap membuka halaman excel yang berisi angka-angka, semuanya bersinergi memberikan pemahaman baru tentang makna sebuah rencana.
Selamat menjajagi kehidupan yang penuh makna, Wassalam(AKW).
***
Lokasi : Ka Pe Ge Pe Jl. Siliwangi No.73 Kota Sukabumi WA 085219770221
Photo : Swimming pool Hilton Bandung 11.00pm / dokpri.
BANDUNG, akwnulis.com. Garis pantulan lampu malam menyambut tuntasnya malam meeting malam ini diatas permukaan air kolam renang yang tenang namun menghanyutkan. Suasana lelah phisik karena aktifitas full dari pagi hari hingga hampir menjelang tengah malam ini ditambah ikut berfikir mempengaruhi kelelahan psikis yang juga harus dinetralkan lagi.
Memandang kolam renang adalah langkah awal penyegaran, idealnya adalah buka pakaian formal dan dengan celana renang langsung ngjebur kedalam kolam renang lalu bercengkerama dalam balutan kesegaran.
Tapi, kenyataan berkata lain. Terkadang harapan bertentangan dengan kenyataan. Malam ini cukup memandang saja tanpa bisa bercengkerama. Selain jam operasionalnya memang sudah habis, juga tak mungkin tiba-tiba maksain loncat ke kolam sementara bos melenggang sendiri menuju lobby hotel, khan nggak sopan.
“Jadi selama ini nulis tentang kolam renang itu belum tentu berenang?”
Tiba-tiba pertanyaan menohok muncul dihadapan. Yaa… disenyumin ajaa.. eh orang yang nanya dijawab dengan jawaban universal saja.. senyummmm.
Tapi juga sambil mikir…. jangan-jangan pertanyaan itu bener, maka otak segera merunut pengalaman masa lalu, merunutkan dalam tabel virtual kehadiran di kolam renang dengan posisi ngjebur atau tidak……. srettt….tik tok tik tok.
Photo : Temaram di kolam renang / dokpri.
Well…. overall terjadi perbandingan signifikan antara tulisan kolam renang yang sambil ngjebur dengan tulisan kolam renang yang hanya memandang, photo dan tulis dengan perbandingan 85% vs 15%…. masih jauh lebih banyak ngejeburnya.. berarti yang di swimming pool ini masuk 15%nya…. langsung aja disampaikan secara lisan jawabannya.
“Ah nggak percaya, itu mah akal-akalan kamu aja, dasar pembual!”
Wuih ada yang marah, karena argumentasinya terpatahkan. Tapi buat apa berdebat?…. lagian mau orang lain berpendapat apapun tentang tulisan ini…. ya monggo.
Beda pendapat itu khan biasa, apalagi beda pendapatan hehehehe.
Ya sudah ah, mari kita pulang,.. eh anter ibu bos dulu hingga masuk ke mobilnya…. baru bergerak ke basement, ambil mobil dan cusss…… bergerak menembus keramaian lalulintas malam di kota bandung menuju rumah tinggal di perbatasan kota.
Sebuah nilai hari ini adalah, tidak perlu reaktif dengan pendapat orang. Hadapi dengan tenang dan lengkapi dengan analisis singkat berdasarkan data pribadi yang memiliki akurasi tinggi…
“Apa seeh ngomong apa? hehehehe”
Sambil menyetir akhirnya senyum-senyum sendiri, terbebas dari tugas hari ini dari pagi hingga malam ini. Semoga esok tidak sesibuk hari ini, Wassalam(AKW).
***
Lokasi : Hotel Hilton Bandung Jl. HOS Cokroaminoto No.41-43 Arjuna, Kec. Cicendo Kota Bandung Jawa Barat. Telp : 022-86066888
CISARUA, akwnulis.com. Kopi dan Kaktus secara utuh memang sulit berteman kalau dilihat dari sudut pandang rasa, tapi jika bersua dalam frame photo yang ada, maka chemistry akan terjalin perlahan tapi pasti, seakan saling melengkapi dan menghadirkan keserasian dengan berbagai arti.
Tapi kaktus ini tidak berduri kawan, beda dengan mawar, kalau mawar dibalik semerbak harum dan aneka warna dan bentuk yang indah maka dipastikan duri meruncing selalu hadir.
“Serius ada kaktus tidak berduri?”
Serius donk, namanya adalah ‘Sukulen‘, ini adalah tanaman keluarga kaktus yang memang tidak berduri. Jadi tetep dapat disebut kaktus, gitu lhooo….
Udah ya urusan kaktusnya…
Photo : Cafe Hawu Kebon / dokpri.
Sekarang tentang kopinya adalah kopi ‘biasa‘ yang ditubruk dengan air panas di dalam cangkir. Nubruknya juga pelan-pelan, karena kalau terlalu keras nubruknya khawatir kopinya nanti terjengkang dan ketakutan… 😁😁😁.
Disajikan jelas tanpa gula karena requestnya kohitala. Tetapi jangan tanya rasa, karena rasanya jelas-jelas pahit karena ini memang kopi biasa…. ciri-cirinya sih flat, pahit datar dan tanpa aftertaste apalagi acidity… jelas ini bubuk kopi robusta.
Tetapi dengan suasana cafe yang menggunakan konsep bangunan tradisional sunda, maka kerasa adem dan tenang dalam menikmati berbagai sajiannya…. karena memang bukan hanya kopi, pesan yang lain donk.
Sebagai kawan sajian kopi kaktus ini, dipesan juga pisang goreng dengan taburan bubuk gula merah…. maknyooos pisan. cucook deh dengan kopi pahit yang tersedia.
Photo : Barisan Kaktus Sukulen / dokpri.
Balik lagi ke kaktus sukulen, maka satu area dengan cafe hawu kebon ini adalah area wisata tanaman yang sangat luas, dimana terdapat lebih dari 1000 jenis tanaman hadir disini, penasaran?.. ntar tunggu tulisan berikutnya yaa.
Sukulen ini banyak kawannya termasuk yang import dari korea selatan sanah…. saya mendapatkan sukulen mini ini adalah souvenir setelah membayar biaya masuk area tanaman dan berjalan-jalan di taman bunga yang begitu indah.
Gitu cerita super singkatnya guys, have a nice weekend.
Selamat berhari minggu dan biarkan keluarga mengatur waktumu. Wassalam(AKW).
***
Lokasi :
Cafe Hawu Kebon
Jl. Kolmas No. 305 Kertawangi
Kec. Cisarua KBB 40551
WA 082121723949
(di seberang pintu masuk ke area wisata Curug Cimahi).
Jikalau jangar hadir, maka kopipun bisa berkawan dengan ikan.
Photo : Ikan bawal & Kopi / dokpri.
BANDUNG, akwnulis.com. Sebuah kombinasi tidak biasa terkadang menghadirkan sebuah cerita berbeda, tapi itulah kehidupan yang penuh nuansa.
Kopi bawal sambal ijo hadir tidak sengaja, tapi mengalir begitu saja.
Dikala kepala berdenyut karena dampak meeting yang penuh angka-angka, plus juga makan siang yang terlambat karena jam istirahatnya bergeser agak lama, maka badan terasa sedikit memanas dan kepala memusing karena kurang asupan makanan….. ahaay lemaah.
Jam 16.00 wib baru bisa jumpa dengan makan siang, maka suapan lahap dan pengen segala dicoba karena banyak pilihan akhirnya hanya menyisakan sepiring ikan bawal sambal ijo.
Maka… dikawinkanlah dengan sajian manual brew V60 kopi arabica mandailing…. ta.. daaaaa….. jadilah photo nggak nyambung antara kopi dan ikan bawal.
Meskipun awalnya nggak akrab, lama-lama mereka ngobrol dan saling curhat. Indahnya silaturahmi membangun hubungan semakin erat dari perbedaan yang awalnya berat.
CIMAHI, akwnulis.com. Eksplore kedai dan atau cafe kopi di sepanjang Jalan Pasantren Kota Cimahi terus berlanjut, diawali dari Cafe Rumah Pinus Coffee, lalu cafe DISINIcoffee dan sekarang ke arah atas kembali bersua dengan cafe yang menyajikan menu kopi kohitala, yakni cafe ‘Cenghar Kopi‘.
Cénghar adalah kata dalam bahasa sunda yang berarti segar, melek dan lebih waspada. Mungkin itu yang dimaksud sang pemilik cafe ini, setelah datang dan menikmati sajian dari menu yang tersedia maka akan segar dan ceria kembali, i hope so.
Menunya banyak, tapi aku mah mau nulis yang kurasakan, kimunim eh kuminum, kumakan dan akhirnya kutulikan…. eh juga kubayar lho… jadi bukan endorse yaaa..
Urusan setelah tulisan ini ada yang baca dan jadi mau datang ke cafe-cafe ini… itu mah silahkan, anggap saja ini secuil referensi bagi siapapun yang kebetulan kepengen ngopi di wilayah sini.
Pertama, V60 Arabica Gunungtilu honey. Menu kopi pertama yang dipilih, untuk diracik sang barista Kang Dandi dengan komposisi beannya 15gr dan air 120ml pada suhu 85° celcius.
Hasilnya adalah sajian kopi dengan aftertaste berry sedikit manis-manisnya dan body serta acidity medium. Hanya saja dari sisi suhu agar kurang pas panasnya, mungkin sang barista ngejar agar aciditynya keluar, tapi itulah rasa yang ada.
Photo : Roti Aceng Munu’u / dokpri.
Kedua, Roti Aceng Munu’u. Roti ini dipilih karena home made dan mengandung kopi serta bentuknya kembung (munu’u, bahasa sunda). Disajikan dengan taburan tepung gula putih dan sebuah strawberry nangkring di puncak munu’unya, rasa lumayan didukung suasana alami area cafe cenghar ini. Namanya roti Aceng alias Ala-Cenghar, ada-ada aja, kirain yang bikinnya pak Aceng, temen kantor yang kebetulan rumahnya sekitar cimahi.
Ketiga, Javanesse Arabica Gunungtilu wash. Sajian kohitala (kopi hitam tanpa gula) tapi versi dingin sebagai menu penutupnya. Rasa dingin dan pahitnya kopi memberi tambahan sensasi segar (cenghar) dengan acidity lumayan plus aftertastenya berry, menutup jumpa kita di cafe ini. Tak bisa berlama-lama karena ada urusan lain yang nggak bisa ditunda.
Keempat….. Selamat ngopay di Cimohay kawan, Wassalam(AKW).
***
Lokasi : Cafe Cenghar Kopi, Jl. Pasantren No. 131 Cibabat Kota Cimahi.
BANDUNG, akwnulis.com. Sebuah pengumuman yang menggelitik tertempel di tembok yang baru saja di cat. Sebuah tanda dilarang masuk yang bisa menyebabkan pembacanya terhenti sejenak, membaca dengan seksama.
Lalu termenung, baca lagi takut salah. Tulisannya tidak ada yang salah, tetapi kok ada yang kurang pas yach?….
Ya udah nggak apa-apa, mungkin sebuah niat sudah terlaksana. Sebuah tindak telah hadir untuk merespon sebuah issue yang sedang menghangat dan mengganggu stabilitas sehingga perlu hadir sebuah peringatan yang tegas.
Semoga peringatan ini efektif dan di mengerti oleh berbagai pihak.
“Iya om, aku mengerti,….Meooong”
Suara lembut di samping kaki kanan, membuyarkan lamunan. Senyuman lucu dari si kucing belang menyadarkan kenyataan, bahwa kemengertian adalah sebuah hal relatif…
“Tapi kenapa matamu memerah dan sedih?” sebuah tanya meluncur tanpa bisa ditahan.
“Biasa om, terkadang perubahan itu butuh pengorbanan… meoong” sebuah jawaban singkat hadir tanpa jeda.
Dilanjutkan gerakan badan menjauh sambil mengibaskan ekornya, menuruni tangga untuk menjalani takdirnya. Meninggalkan raga yang tertegun kehilangan kata, di pagi yang seharusnya ceria. Wassalam(AKW).
Catatan : Hanya coretan kata-kata minifiksi, karena inspirasi terkadang datang tanpa diskusi.
CIMAHI, akwnulis.com. Beredar di Kota Cimahi di sore hari bukan sebuah kesengajaan, tetapi perlu juga menemukan alternatif tempat kongkow baru dibandingkan harus berjibaku dengan kemacetan yang mendera di kala weekend di Bandung kota.
Sebuah tempat makan minum.. resto yang menyajikan menu lengkap daan…. didalamnya terdapat cafe coffee dengan berbagai pilihan metode pembuatan khususnya manual brew.
Tidak hanya dengan corong V60 tetapi juga terdapat kalita dan Origami…. lengkap bukan?… peralatan membuat kohitalanya kumpliit… apalagi untuk latte, capucinno, dopio.. alatnya sudah ready.
Photo : Parkiran & pintu masuk Rumah Pinus resto / dokpri.
Nah… nggak pake lama, langsung dech nongkrong depan barista. berbincang sambil sesekali tertawa, tak lupa memperhatikan tahapan prosesnya dengan seksama. Maka semakin faham bahwa menikmati kopi seduh manual bukan hanya hasil akhirnya saja, tetapi menikmati proses pembuatan dan keceriaan barista adalah juga faktor penting yang tidak bisa dilewatkan begitu saja.
Namanya ‘Rumah Pinus Coffee‘ letaknya di dalam area Resto Rumah Pinus yang beralamat di Jl. Pasantren no 160 Cibabat, Cimahi Utara Kota Cimahi. Klo penasaran maka search aja di gugmap…… pokoknya klo udah deket jalan Pesantren cimahi ada tembok bertuliskan ‘Rumah Pinus’, tinggal masuk saja dan tersedia parkiran mobil dan motor yang cukup luas.
Masuk lagi ke dalam, maka tersaji suasana cozy rumput hijau dan ada kolam renang, meskipun hanya sebagai hiasan karena di pagar sekelilingnya. Nah di sebelah kirinya terdapat ‘Rumah Pinus Coffee‘ dan…. dikala didatangi ke dalam, Kang Yayan Barista beserta kawan-kawan menyambut dengan hangat dan penuh keceriaan.
Photo : Barista rumah pinus coffee beraksi / dokpri.
Jabat tangan dan bincang santai menjadi pembuka, dilanjutkan dengan pemilihan biji kopi yang tersedia, maka cerita proses manual brew segera mengalir,aneka kata tentang kopi dan prosesi penyeduhannya yang penuh dinamika, pilihannya tetap jatuh pada corong V60 meskipun Kalita dan Origami juga memang tersedia.
Inilah ulasan dari biji kopi yang bisa dinikmati… eh sudah dinikmati… makanya bisa ditulis disini hehehe, cekidot :
1. Biji Kopi Bone Arabica
Pilihan yang pertama ini langsung di proses oleh sang barista dengan berbagai celoteh tentang kopi dan prosesi manual brew yang miliki banyak dimensi. Panas air 85° celcius menjadi pilihannya, tetapi masalah gramasi itu rahasia, jadi tak bisa disebutkan perbandingan antara biji dan banyaknya air. Bagiku tidak masalah yang lebih penting adalah hasilnya yang bisa memuaskan dahaga kopi hari ini.
Photo : V60 Kopi Bone Arabica / dokpri.
Setelah berproses, maka hadirlah sajian kopi hasil manual brew di gelas kaca, siap dinikmati.
Srupuuut….. Woahhh rasanya.pas, nikmat. Panas airnya cocok dan gramasinya tepat sehingga menghadirkan sebuah rasa yang selaras dengan ekpektasi. Body-nya strong dan berkebalikan dengan acidity yang cenderung medium-less, aftertastenya yang seger nikmat, lebih cenderung ke jeruk orange dan selarik tamarind…. pokoknya enak euy.
2. Biji Kopi Garut Arabica
Pilihan sajian kedua adalah biji kopi dari papandayan garut. Tetap dengan gramasi rahasia, maka dengan deg-degan ditunggu gimana rasa hasilnya.
Ternyata, memang biji kopi jawa barat tetap luar biasa ditambah dengan keahlian racikan dari barista yang lihai, perpaduan lengkap sehingga terhidang segelas kopi harum dan aftertastenya selarik rasa buah nangka. Bodynya sih medium-medium saja.
Photo : 3 wadah biji kopi pilihan / dokpri.
Acidity yang strong, asemnya bikin ngangenin guys… oh ya, sang barista kali ini pake panas suhu airnya 90° celcius… Pas bangeed.
Dua sajian bikin segar dan penuh keceriaan… ternyata, kejutan datang di akhir.
3. Javanese Arabica Kerinci.
“Bang bentar, moo coba ini?” sebuah ajakan yang mengagetkan karena ternyata hadir setelah selesai bayar di kasir.
“Udah nggak usah, sayanya juga sudah bayar”
“Kalem bang, ini bonus, complemen, gratis dari kami”
Wah… mata berbinar wajah bersinar, apalagi yang disuruh nyobanya adalah javanesse dengan biji kopinya biji kopi kerinci.
Srupuut…. wuiiih nikmat segerrr…. dinginnnnya sajian kopi javanesse menyegarkan mulut dan menambah ketenangan hati. Sebelum pamit berpisah dan esok lusa janji kembali, sebuah persaudaraan kopi telah terjadi, disebuah tempat yang indah dan asri. Nuhun Kang Yayan dan kawan-kawan, juga keramahan Bapak owner yang kebetulan berbincang singkat di tempat ngopi ini.
Menjalani hari dengan sepenuh hati, hadirlah Kopi…
Photo : Kohitala Halimun / dokpri.
Bandung, akwnulis.com. Sebuah pagi membentuk cerita sendiri, seiring waktu membulatkan harapan dalam ke-duapuluhempat-an jam yang nggak mau diganggu gugat, tapi apa yang menjadi ciri?
Kembali kepada satu nilai tentang yang terkadang terkubur oleh emosi, terjebak labirin egois diri dan akhirnya berkelindan dengan ambisi, yaitu nilai syukur dan tasyakur diri.
“Ah memang mudah dikata, menjadi retorika, padahal berbeda dalam implementasinya”
Jadi, kembali ke masing-masing hati nurani, “Apa tujuan hidup di dunia ini?”
Pertanyaan yang dipandang berat oleh sebagian besar pihak padahal memang semua hal pasti ada tujuannya, jadi tidak usah terhenyak dengan pertanyaan tersebut, “Bener khannn?”
“Trus gimana jawabnya”
Sebenernya gampang, sedikit konsentrasi, pejamkan mata, luangkan waktu beberapa detik untuk bersyukur dalam ucap dzikir sederhana, “Alhamdulilahi robbil alamin”
Pas buka mata, ehhh… sudah ada Kang Adit nawarin kopi di pagi yang menghangat ini.
“Mangga pak, Kohitala ala halimun…”
Ah senangnyaa….. Maksudnya kopi yang tersaji diseduh pake manual brew oleh Tim Kang Adit dan disajikan di ruangan Halimun Gedung sate.
“Alhamdulillah, Hatur nuhun”
“Sami-sami”
Sruputan pertama begitu menggoda, selanjutnya srupuut lagi atuh… mungpung panasnya terjaga.
Suasana pagi yang dijejali aneka tugas di hari ini, langsung segar dan menambah motivasi, apalagi setelah sruputan terakhir, motivasi makin menjadi…. untuk ngopi lagi hihihihi….
Catatan : Ini bukan cerita pagi ini, tapi kemarin dan kemarin dikala hari kerja yang penuh derita.. upss.. penuh tugas yang mendera.
Selamat wikend, selamat ngopi dan bercengkerama dengan keluarga tercinta. Wassalam(AKW).