Kopi Lungo Pwkt.

Bersua dengan kopi Lungo di Purwakerto… eh purwakarta Jawa barat.. srupuut.

Photo : Lungo Coffee Cangkir pink & pelayan yang tiba2 lewat / dokpri.

PURWAKARTA, akwnulis.com. Bergerak pergi membawa raga, menyusuri jalinan kisah yang selalu bersekutu dengan waktu yang tak pernah menoleh sedetikpun terhadap apa yang sudah dilalui… dan jangan lupa jikalau waktu, kesempatan dan dompet bisa kompromi, maka mampirlah di kedai kopi atau cafe kopi.

“Trus ngapain?”

“Ya pesen aja kopi dan makanan, trus nikmati”

“Aku mah nggak suka kopi!!!”

Ah aku terdiam sesaat lalu tersenyum dan lebih bersyukur, karena bisa menikmati seduhan kopi tanpa gula adalah salah satu karunia kenikmatan dari Allah Swt, apalagi tidak semua orang bisa menikmatinya.

“Ya sudah jangan dipaksain brow, ini khan cuman saran”

“Okey”

***

Photo : Cafe Kakota Purwakarta / dokpri.

Perjalanan menapaki hari memberi sempat munculkan harap. Seolah menjadi sebuah doa yang bersambut, maka kedai kopi atau cafe kopi bisa ditemukan tanpa perlu bersusah payah bertanya ke sana kemari.

Kebetulan sekarang kedai kopi sudah ramai bertebaran di seantero kota, jadi mudah mencarinya.

Hari inipun dikala beredar di Kota Purwakarta, maka tuntaskan dulu segala asa, selesaikan tugas yang diemban tanpa tersisa, baru sebelum pulang mampirlah di sebuah cafe yang menyajikan menu kotala, kopi tanpa gula.

Photo : Kopi Lungo gelas ke-2 / dokpri.

Memang bukan kopi saring manual brew, tapi tak apa, sambil membuka laptop menyelesaikan laporan tugas hingga tuntas.

Duduk manis di kursi yang nyaman, dilayani neneng cantik ramah, buka menu dan dicari halaman kopi….. eh ada Kopi Lungo…

Jikalau artinya berdasarkan bahasa jawa maka artinya adalah ‘pergi‘ atau bepergian, bertualang.. travelling kali yach?, berarti cocok pisan untuk dinikmati bagi penikmat kopi yang senang pergi-pergi eh bepergian kesanah kemarih… meskipun masih kota-kota lokalan dan regional saja plus sesekali lintas pulau.

Back to Lungo Coffee…. pertanyaan tentang arti lungo tidak dijawab tuntas oleh sang pelayan, bingung juga kali dapet pertanyaan yang aneh. Tapi kelihatan langsung diskusi dengan manajernya dan… terlihat mengernyitkan dahi… 😜😜… ya sudahlah.

Di daftar menu, kopi lungo itu penamaan untuk double espresso + ekstraksi espresso…. ya anggap saja kepahitgetirannya 2,5X espressso…. “Kebayang khan pahit nikmatnya?”

Yang pasti sajiannya memuaskan lidah dari sisi body kopi yang very strong dan tebal, serta jelas ninggal di bawah lidah tetapi less acidity apalagi taste-berry.. itu tidak ada sama sekali… yang pasti ini sajian kopi pahit sepahit-pahitnya…

“Nikmat kah?”…

Tentu tetap nikmat dan penuh berkah, mencerahkan fikir menenangkan otak yang seharian berkutat dengan probabilitas angka dimana menjadi target di akhir desember nanti.

Aww…..

Sruputt…. ngetiiik… tik tuk tik tuk.. mikir… ngetik lagi… srupuut… gitu aja bolak balik sambil sesekali melihat suasana cafe Kakota yang di datangi tamu yang berganti-ganti.

Lanjuut….

Itulah sekelumit kepahitan nikmat alias kenikmatan pahit di salah satu cafe di kota Purwakarta Jawa Barat, dengan harga sajian 18 ribu per cangkir, maka pesan 2xpun masih cukup di dompet plus bisa traktir beberapa kawan, diawali oleh cangkir pink dan kedua bercangkir hitam, isinya tetap… secangkir kopi pahit nan nikmattt. Selamat menjalani hidup, kawan. Wassalam (AKW).

***

Lokasi :
Cafe Kakota, Jl. Jenderal Sudirman, Pasar Jumat, Nagri Tengah, Purwakarta, Purwakarta Regency, West Java 41114

Kopi IFC

Kerja jalan Ngopay juga… lets go.

Photo : Secangkir Esspre-Americano / dokpri.

JAKARTA, akwnulis.com. Pagi buta mengejar jadwal kereta, dan tiba di Jakarta berjibaku dengan macetnya ibukota,… dengan segala daya upaya hingga akhirnya bisa hadir di tempat meeting meskipun terlambat beberapa menit berharga, tapi apa mau dikata itulah kondisi nyata, yang penting semua berlalu melalui nilai usaha dan pengorbanan bangun dini hari demi sebuah jadwal kereta…. eh macetnya dari gambir ke tempat acara.

Siang menyore diskusi menjadi begitu berisi, confident dan seru mewarnai perdebatan yang akhirnya saling melengkapi… meskipun tentu masih ada aneka gagasan yang belum tereksplorasi.

Lantai 9 gedung BEI menjadi tempat beradu argumentasi, antara kami dan pihak IFC – World bank, tentang sebuah harapan besar yang harus disingkronkan demi wujudkan BUMD juara.

Tahapan dan penentuan tanggal adalah sebuah keniscayaan, karena sebuah cita hanya akan tertahan di batas angan jika tidak di bumikan, maka suatu keharusan di breakdown menjadi kegiatan konkrit, dimana siapa berbuat apa bagaimana…

…..bener khan?

Benerr….

Photo : Belajar terbang di area SCBD / Pic by Hanif.

Tapi tetap, kopi hitam tanpa gula ternyata hadir dalam keseruan ini. Meskipun ini bukan kopi manual brew V60 tetapi dengan peralatan mesin kopi tersajilah espresso americano yang harum dan menenangkan hati. Didukung perhatian tuan rumahlah yang menjadikan kopi ini menjadi semakin penuh makna, apalagi boleh refill…. ahay…. nikmatnyaa.

Srupuuuut… Kopi IFC dinikmati sambil berdiskusi tentang blueprint BUMD Jabar, berbasis prioritas dalam RPJMD 2018-2023 maka mengerucutlah shortlist yang harus segera ditindaklanjuti.

Cemunguut…
Cerupuut.. nikmaat.

Selamat menjalani hari yang cerah kawan, Wassalam (AKW).

***

Kantor IFC :

Indonesia Stock Exchange Building Tower 2, 9th Floor, Jalan Jendral Sudirman No.Kav 52-53, RT.5/RW.3, Senayan, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12190

Swimming pool near Kuta Beach

Menikmati kesegaran kolam renang di hari terakhir..

Photo : Kelapa Pool / dokpri.

KUTA, akwnulis.com. Perjalanan ke pulau dewata PP melalui bandara baru kertajati KJT tentu memberikan nuansa berbeda, masing-masing individu akan mendapatkan pengalaman berbeda tergantung dari sudut pandang dan nilai prinsip hidup yang diamininya.

Terus terang, butuh waktu lebih lama untuk tiba di bandara kertajati sebelum terbang, begitupun dikala pulang, diperlukan 2,5 jam perjalanan lagi hingga akhirnya tiba di rumah bersua dengan keluarga jika dibandingkan dengan penerbangan melalui bandara husein sastranegara…

Tetapi jangan salah kawan, banyak hal baru yang ditemukan, dirasakan, dimaknai dan akhirnya disyukuri maka perjalanan penerbangan inipun memiliki banyak arti penuh nilai-nilai hakiki.

Tapi…. sekarang nggak bahas dulu itu, biarkan semua berjalan dan proses perpindahan penerbangan via bandara Kertajati ini berjalan (semi) alami.

Malam ini ingin menulis tentang sepenggal perjalanan kemarin, setelah ngopay di beberapa tempat di pulai dewata, diawali dengan sruputan domba kopi, dilanjutkan kopi black eye eh panon hideung di Ubud sekaligus bercengkerama dengan luwak asli di Balistar coffee, hingga menikmati kopi seduh praktis dengan pilihan kopi luwak dan kopi peaberry lanang… maka pasangan ngopaynya manaaa?…

Tagline ngopay tak lengkap tanpa ngojay… maka inilah ceritanya, cekidot….

Photo : Garis biru di tengah Kelapa pool / dokpri.

Pertama adalah Swimming pool dengan nama Kelapa pool, tersembunyi di halaman belakang hotel, dengan airnya yang biru memggemaskan, bentuk kolam yang tidak kaku serta dilengkapi jembatan kayu plus tempat bersantai di pinggir kolam. Kedalamannya juga disesuaikan dengan kebutuhan bersantai para penginap, dimulai dari ukuran kedalaman 40 cm untuk anak, lalu 1,15 meter untuk kolam dewasa dan di paling tengah kedalaman 1,5 meter ditandai dengan garis biru gelap yang memanjang membelah kolam renang.

Beberapa kamar hotel yang pool acces, bisa langsung buka pintu dan.memghambur ke kelapa pool, tapi tentu harga kamarnya mihil… nggak nyampe… ini juga kebeneran aja diajakin nginep disini…. malem sebelumnya di hotel lain yang berbeda.. tapi ada juga kolam renangnya.

***

Lalu…..

Kopi RenBis BUMD

Sensasi minum kopi praktis sambil bikin sesuatu….

Photo : Kopi & Topi / dokpri.

KUTA, akwnulis.com. Menjelang malam, suasana di sepanjang jalan Kuta Bali tetap semarak, hilir mudik manusia dengan segala passion dan keinginannya, menjadikan malam yang ramai dengan celoteh serta dentuman musik yang menggetarkan hati.
Tetapi karena tugas negara harus tuntas dikeesokan hari serta kekuatan raga ada batasnya, maka diputuskan memisahkan diri dari semarak malam dan kembali ke tempat menginap untuk bergumul dengan laptop kesayangan dan mencumbui aplikasi microsoft office untuk menghasilkan sesuatu yang berguna.

Tetapi sebelum tiba di hotel, menyempatkan diri mampir di Toko oleh-oleh Khrisna di dekat bandara I Gusti Ngurahrai yang memang buka 24 jam…… Belanjaaa…….

Nggak ding…..

Photo : Isinya 2 bks kopi luwak & 2 bks lanang peaberry / dokpri.

Cuman nyari kopi asli yang penyajiannya praktis buat menemani kerja malam depan laptop malam ini.

Berkeliling menyusuri rak-rak besar di Toko Khrisna pas midnight guys… tetep rame banyak orang… hingga akhirnya menemukan pilihan kopi yang memang praktis dalam penyajiannya.

Sekotak kopi ini harganya Rp 52ribu, isinya 4 buah bungkusan, 2 buah kopi luwak dan 2 buah kopi lanang peaberry yang dibuat oleh Bali Iswara….. ditambah sebuah topi pelindung panas juga buat sedikit bergaya dikala beredar di pulau dewata.

***

Di kamar hotel 2320, kopi praktis ini dieksekusi. Tinggal buka, trus khan ada telinganya kanan kiri. tempat aja di dinding gelas, buka bungkusnya… tingggal currrrr…. perlahan tapi pasti, air panasnya mengekstraksi…. meneteslah cairan kopi yang harum dan penuh misteri.

Hmmmm….. bikin semangat nich.

Sang mata ternyata tetap segar padahal jam hampir mendekati pukul 01.00 dini hari….. maka diisi dengan kutrat kotret dan membuat power point tentang Rencana Bisnis BUMD berdasarkan pasal yang ada dalam Pmdn 118/18….. ketikkkk…. ketik.

Rencana bisnis adalah rincian kegiatan (BUMD) dalam jangka waktu 5 tahun yang selanjutnya di break down dengan RKA, yaitu rencana kerja dan anggaran pertahun.

Photo : Beberapa slide presentasi renbis rka / dokpri.

Permendagri 11/2018 ini merupakan turunan dari PP 54/2017 yang memberikan pegangan pasti dalam menyusun arah kebijakan BUMD sehingga singkron dengan perencanaan daerah dan berproses secara bertahap dengan pelibatan seluruh elemen terkait (stakeholders) baik internal maupun eksternal.

Maka bergabunglah ilustrasi gambar kopi dan pasal – pasal di Permendagri ini dalam bentuk power point yang mungkin berguna untuk siapapun yang memerlukan..
monggo sedooot….

Selamat menikmati kopi dan mempelajari presentasi tentang rencana bisnis ini…. ketik ketik.. sruputttt. Wassalam (AKW).

***

Catatan :
Buat yang moo download sabar dulu ya, plug in nya lagi diinstal dulu. Jadi sekarang liat capturenya dulu aja yaa… Maaf.

Wild Luwak Coffee.

Bercengkerama dengan Luwak sambil nikmati Wild Luwak Coffee di sini….

Photo : Senyum Ayu Baristi dan se cup Wild luwak coffee / dokpri.

UBUD, akwnulis.com. Berjalan diantara para penjual kerajinan di pasar Ubud Gianyar Bali bikin betah dan panas terikpun seolah bukan halangan. berbagai produk kriya, bermacam kerajinan menghadirkan pilihan yang sangat beragam.

Tetapi karena bukan itu fokusnya, maka hanya sebatas cuci mata dan nengok kanan kiri saja, sementara ibu-ibu dengan kemampuan alamiahnya pasti akan memilah memilih dan akhirnya menjinjing hasil pilihan terbaiknya untuk menjadi souvenir seseorang.

Setelah lurus dan hampir mencapai ujung pasar kerajinan Ubud ini, akhirnya sepasang mata tajam dengan moncong berkumis menyambut dengan senyum liarnya.. interesting.

Bulu halus hitam menutupi seluruh raga yang begitu lincah dan gemulai, mengajak lebih masuk ke dalam sebuah kedai yang dominan hiasan bali.

Photo : Cafe Bali Star di Ubud Gianyar Bali / dokpri.

Tiba di dalam disambut lebih akrab oleh para baristi Kafe Bali Star dengan senyuman tulusnya dan menawarkan berbagai varian kopi asli yang menggugah selera, klo nggak salah namanya Ayu.

Berhubung sang moncong berkumis sudah menguntit terus dari belakang, tak ada salahnya mencoba bercengkerama lebih akrab meskipun bebas dari kepentingan.

Perlahan tapi pasti kulitku bersentuhan dengan telapak kaki eh tangan mungil yang lembut tapi penuh tenaga untuk mencengkeram… awww… Sang Luwak tetrsenyum sambil nengok ke kanan dan ke kiri, “You kenapa?, sakit tangannya?”

“Nggak Wak (maksudnya luwak), cuman geli-geli gimana gitu”

Sang Luwak tersenyum penuh arti, lalu bergerak menaiki pundak, leher dan kepala… aduh calutak pisan (Nggak sopan), tapi mungkin inilah dampak dari sok akrab….. jadi aja nggak mau lepas, susah mau berpisah… ada chemistry kayaknya…

Photo : Senyum penuh kegetiran / pic by NN.

Sambil sang Luwak masih bertengger, pilihan kopi yang akan dinikmati tanpa gula semakin menarik.Di cafe Black Eye sudah menikmati manual brew V60 arabica kintamani, maka di Cafe Bali Star ini harus mencoba yang paling spesial… yaitu ‘Kopi Luwak Liar’.

“Apaan tuh?”

Kopi luwak liar adalah kopi yang langka karena tidak ditanam dan tidak dibudidayakan, begitupun luwaknya bukan luwak yang berada di kandang atau di penangkaran, tetapi luwak liar yang berada di hutan…..

Tadinya memang tidak tertarik dengan kopi luwak, karena selain terbayang binatang luwaknya yang terkungkung jeruji kandang dan mungkin jadi sedih karena keterkekangan, juga dari sisi harga memang bisa di nilai selangit.

Tapi disini, rasa penasaran adalah sebuah modal untuk mencoba sajian kopi yang berbeda, biji kopi yang berasal dari hutan dan di fermentasi oleh pencernaan luwak liar, maka bisa menghasilkan rasa spesial khas bin unik.

“Ini jenis kopinya arabica atau robusta?”

“Nggak tau om, saya beredar di hutan terus ada pohon kopi siap makan, ya makan dech…… trus entar…… procot….. legaaa” gitu Sang Luwak yang makin menggelendot manja, meskipun gigi tajamnya mulai iseng gigitin jari, meskipun gigitannya penuh kasih sayang…. tapi jari jemari penuh dengan air liur luwak itu… sesuatu bingiiiit……

Tisu basaah… mana tisu basaaah!!!..

***

Sajian kopi luwak liar diproses oleh (neng) Ayu sang baristi, dengan panas air 80° celcius menggunakan perbandingan 18 gram diadu dengan 230ml air….. “gimana rasanya yaaa?”

Asli bikin penasaran….

Nunggu dulu sambil mengamati proses manual brewnya, tangan sang baristi cekatan mengolah proses mengawal sebuah cerita tentang prosesi kopi yang bisa memberi arti dan jalinan cerita yang terkadang tidak untuk dimengerti, tetapi melekat di hati.

Tak berselang beberapa menit…..

“Silahkan Mas”

“Makasiiih”, Secangkir cup kertas disorongkan ke muka, dengan cekatan segera di terima. Di cafe ini, kopinya tidak disajikan dengan bejana saji dan gelas kaca tetapi cukup dengan cup kertas di tambah stiker bertuliskan ‘Wild luwak Coffee’…. Srupuuuut…..

Woaah rasanya agak asing… enakkkkk ….. Bodynya low, acidity medium tetapi aftertastenya muncul rasa manis alami yang agak sulit di definisikan… dan ternyata inilah khasnya kopi luwak liar…. ada rasa manis alami yang selarik muncul tetapi dengan rasa khas alami…. eddddun euy.

Menurut Ayu baristi, kopi luwak penangkaran menghasilkan rasa asam (acidity) yang tebal dan ninggal, tetapi minim rasa manis seperti kopi luwak liar ini…. sayangnya tidak keburu menikmati kopi luwak penangkaran karena agenda perjalanan ada yang harus dituntaskan.

Akhirnya harus berpisah dengan si monyong lucu yang menggemaskan, seekor luwak yang sudah agak jinak, meskipun wajahnya tetap memperlihatkan pandangan tegas dan berbahaya.

dahhh luwak..
dah baristi…. dadaah semuaa… muaach… good bye.

Untuk harga per cup eh persajian agak lupa karena ada yang nraktir hehehe… makasih mas DK & kang IR… jangan bosan yaaa.

Akhirnya kembali melewati kembali pasar kerajinan dengan membawa sebuah kenangan, pernah bercengkerama dengan Sang Luwak sekaligus menikmati sajian kopi luwak liar, Wassalam (AKW).

***

Lokasi :
Cafe Bali Star
Jl. Karna, Pasar Kriya Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali.

Main air di Citumang

Main air di Citumang yang ternyata dalam lho….

Photo : Jernihnya air sungai Citumang / dokpri.

CITUMANG, akwnulis.com. Adzan shubuh di aplikasi smartphone membangunkan raga menenangkan jiwa. Segera beranjak wudhu meskipun rasa dingin mendera. Tadinya mau membuka gordeng dan membiarkan mata bisa memandang keindahan alam di HAU Citumang ecolodge ini…. ternyata masih gelaap. Apalagi posisi jendela dinding kontainer ini lebar dan besar sehingga jikalau gordeng dibuka dan suasana terang benderang dalam kamar kontainer maka malah jadi aquarium jikalau dilihat dari luar.

“Emang kamu nginep dimana?”

Monggo baca Nginep di Hutan Citumang, Pangandaran… atau cerita sebelumya yaitu Sunset di Batukaras.

Photo : Jalan menuju Kontainer & glamping / dokpri.

Tepat pukul 06.00 wib baru berani menjejakkan kaki keluar dari kamar kontainer, dengan stelan celana pendek dan sandal gunung karena akan mengeksplorasi alam yang begitu dekaaat dan pasti menantang.

“Sedekat apa?”

Dekat banget kawan, keluar kontainer, turun tangga.. langsung bersua dengan sungai Citumang yang airnya jerniiih bingiiit…. perlahan memasukan kaki ke dalam air bening dingin menyegarkan….

Photo : Sungai Citumang dg variasi kedalaman sd 4-5 meter / dokpri.

Oh iya lupa… diambilin rompi pelampung, fasilitas gratis dari HAU Citumang ecolodge, plus 2 perahu kano warna pink dan biru lengkap dengan dayungnya…. jadi pelampung wajib di pakai karena kedalaman sungainya sangat variatif…. dari mulai semata kaki hingga 10-15 meteran, atau lebih yach?… soalnya nggak berani ngukur kedalamannya.

Photo : Tempat bersantai di sekitar kontainer kamar / dokpri.

Perlahan tapi pasti badan mulai terendam dan…. 10 meter bergerak, kaki sudah tidak bisa menapak ke dasar sungai…. dilihat bahwa kedalaman sungai sekitar 2 hingga 3 meteran, dasar sungai bisa dilihat karena begitu jernihnya air yang mengalir ini.

Agak menegangkan tetapi tetap tenang karena banyak kawan-kawan. Bergerak lagi, air sungai mendangkal dan terdapat sebuah bendungan yang membentuk kolam buatan berkedalaman 1,5 meter. Serasa mandi berenang di kolam renanggg…..

Photo : Berpose di bendungan / dokpri.

Didepannya adalah tanggul bendungan yang diperkirakan 20 meteran tingginya. Dibalik tanggul bendungan itulah aliran sungai berwarna hijau seolah terdiam padahal menyisakan kedalaman yang cukup bikin menegangkan… dalem banget bro dan masih suasana hutan yang tenang tapi bisa menghanyutkan atau malah menenggelamkan.

Oh ya, bendungan ini juga berfungsi menjadi irigasi, mengatur aliran air untuk fungsi pengairan. Nah selokan pengairannya itu bisa digunakan untuk papalidan… palid = hanyut, euh maksudnya body rafting... tapi jangan sendirian.. khawatir ketiduran dan hanyut sendirian, apalagi terhanyut dalam kenangan para mantan….. beraat bingit kawann.

Photo : bersiap loncat ke saluran irigasi / dokpri.

Jadi bareng-bareng kawan, dijamin rame ramai, penuh canda dan gelak tawa serta menghasilkan pengalaman tak terlupakan…..

Jadi tidak ada pilihan lain, buat yang penasaran. Datanglah ke Pangandaran, selain sensasi bermain air di pantai juga bisa menikmati sensasi adrenalin dengan air tawar yang dingin menyegarkan dan dijamin jadi pengalaman tak terlupakan. Wassalam (AKW).

Rapat di Hutan Citumang

Rapatnya di pinggir hutan, nyampe malem lagi.

Photo : Ruang makan pinggir tebing sungai di sulap jadi ruang rapat / dokpri.

CITUMANG, akwnulis.com. Malam semakin larut tetapi diskusi terus berlanjut. Adu argumen berpegang regulasi bersama dengan data yang dibalut narasi, menjadikan perdebatan malam ini padat berisi.

Judulnyapun pake istilah LB.. luarbiasa karena ini adalah RUPS-LB, selain regulasi yang menyebut LB atau dalam UU 40/2007 disebut RUPS lainnya maka cocok bingit dengan suasana rapat malam yang luar biasa…

“Emangnya seluarbiasa apaan gan?”

Pertama, Rapatnya malam-malam. Bukan sengaja ingin malam hari, agendanya dari jam 14.00 wib, tetapi ternyata poin bahasannya begitu banyak dan perlu pembahasan yang cukup mendalam, maka ba’da magrib masih dilanjutkan dengan semangat kebersamaan.

Photo : Suasana sebagian peserta rapat / dokpri.

Kedua, Rapatnya di hutan, ruang rapat outdoor berbatasan langsung dengan sungai dan pepohonan besar yang begitu alami, menyegarkan tetapi semakin malam, terasa angin bertiup makin dingin dan kencang… awwww.

Ketiga, Meskipun rapat di hutan, peserta rapat datang dari berbagai penjuru angin dengan beragam kendaraan. Ada yang bermobil dan bermotor roda 2, dari bandung, tasik, ciamis dan sekitarnya.

Keempat, Fasilitas nginepnya yang ajibb… di dalam kontainer lho… di tengah hutan. Pepohonan besar melingkupi jajaran kontainer… yang disulap jadi kamar lengkap dengan tempat tidur dan kamar mandi bersih wc duduk serta shower air panas…

“Udah ah segitu dulu…. luar biasa nggak?”

“Iya bener… sensasionaaal, dimana itu teh tempatnya?”

Photo : Indolor adalah obat kedinginan di kala rapat berlangsung / dokpri.

Namanya HAU Citumang Ecolodge, sebuah kawasan wisata alami dengan model glamour camping (glamping)… menyatu dengan alam bebas tetapi tetep didukung fasilitas menginap yang memadai. Selain kontainer yang disulap menjadi lamar hotel terdapat juga lokasi glamping yang cocok buat bareng-bareng keluarga…. .1 bangunan kontainer bisa diisi hingga 10 orang dengan tidur di lantai beralaskan kasur empuk tentunya dan toilet memadai.

Tulisan tentang tempat glamping di Bandung utara, klik aja disini, Ber-Glamping di Trizara.

Berlokasi di pinggir sungai Citumang Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran, sekitar 30 menit perjalanan dari pantai wisata pangandaran.

Lokasi tepatnya mah… gampang sekarang, googling aja guys. Ribet amat tanya-tanya. Pasang aplikasi gugelmep, ikutin petunjuk. Meskipun harus hati-hati jikalau perjalanan malam hari, pengalaman peserta rapat yang harus memutar jauh karena salah satu akses jalannya terhambat oleh proyek pengecoran jembatan… terpaksa musti muter-muter masuk hutan dalam keheningan yang (katanya) mencekam.

Yang pernah body rafting atau tubing pasti udah tau namanya Citumang, tetapi nginep di kontainer pinggir sungainya (mungkin) belum pernah kesampaian….

***

Rapat tuntas menjelang tengah malam, hasilkan kesepakatan yang menjadi ikhtiar kemajuan bagi lembaga juga para pemilik modal demi menjadi bagian penting akses kemudahan keuangan bagi masyarakat sekitar. Wassalam (AKW).

Mesjid & Pendopo Cianjur

Menjejak di rumahMu dilanjutkan berdiskusi tentang sesuatu.

Photo : Interior mesjid agung Cianjur / dokpri.

CIANJUR, akwnulis.com Perjalanan pagi memberi nuansa kesegaran, juga cenderung masih lengang melewati rute Padalarang Rajamandala.

Mau kemana kawan?”

“Beredar donk, masa kalah sama dodol. Dodol aja piknik”

“Ah basiii!!!, dodol sekarang nggak hanya piknik, tapi sudah bersinergi dengan coklat dan berubah sebutan menjadi chocodot.”

“Iya maaf, aku mau ke Cianjur”

“Gitu donk, jawab gitu aja susah”

Nggak ada sanggahan lagi selain sunggingan senyum penuh arti yang menemani pagi hari ini.

***

Tanpa banyak rintangan, perjalanan Ke Cianjur berjalan lancar hingga tiba di sisi bangunan bersejarah yaitu mesjid agung Cianjur. Dalam waktu yang singkat sebelum meeting berlangsung, sujud munajat menjadi cara mujarab untuk meraih ketenangan dan mengumpulkan keberanian karena segala tampilan dalam kehidupan, segala kemampuan berdiplomasi harus atas ijin Allah sang Maha Pencipta.

Photo : Mesjid agung Cianjur / dokpri.

Ornamen mesjid agung mensiratkan keagungan, ketenangan dan kedamaian. 2 rakaat menjadi nikmat, membuat tenang rasa dan raga untuk menjalani kehidupan di dunia fana serta (semoga) menjadi bekal nanti di akherat sana.

Tak lupa dari luarpun, mencoba mengabadikan sisi mesjid dengan sudut ala-ala, yang penting bangunan mesjid dan menara dapat masuk dalam satu frame gambar kamera.

Tuntas dari situ, segera bergerak menuju pendopo, rumah dinas bupati yang anggun dan penuh nilai ornamen bangunan kerajaan masa lalu, disitulah sebuah acara akan terlaksana.

Photo : Kereta kencana / dokpri.

Tetapi sebelum memasuki pendopo, ada 2 kereta kencana yang terparkir eh berada di samping kanan depan pendopo dilindungi bangunan beratap joglo. Yang menarik adalah ukiran di depan kereta tersebut adalah replika kepala binatang yang dibuat dengan presisi dan kelembutan.

Photo : Ruang pendopo Bupati Cianjur / dokpri.

Tiba di pendopo disambut dengan semangat kebersamaan, kehangatan yang mensiratkan kekeluargaan menjadi pembuka diskusi tentang bagaimana bersinergi. Diawali dari saling memahami, saling menghargai dan memposisikan diri dalam satu kesatuan gerak demi tercapainya maksud dan tujuan bersama.

Sinergi bukan hanya sebatas retorika janji, tetapi sekecil apapun harus ada langkah implementasi. Wassalam (AKW).

Kopi Promosi, Mutasi & menanti.

Prosesi Pelantikan Jabatan, Rotasi dan Promosi ditambah Ngopi… ajiib pisan.

Photo : Coffee La Granada / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Ucapan selamat memang akan memberikan semangat, untuk segera bekerja dengan baik sesuai dengan amanat. Tetapi ternyata ada juga ucapan selamat yang diterima dengan terperanjat, seolah tidak siap dengan sebuah tugas yang hebat, tapii…. semoga itu hanya sesaat, dan selanjutnya langsung bekerja dengan giat… Semoga.

Perubahan dalam hidup adalah keniscayaan, sehingga pilihannya sederhana, hadapi, terima dengan lapang hati segala amanah yang menghampiri, jalani, nikmati dan syukuri.

Termasuk perubahan kedudukan atau perpindahan karena jabatan akibat sebuah prosesi mutasi, baik itu rotasi apalagi promosi, tiada jalan lain selain hadapi dan jalani.

Selamat kepada Akang Teteh Kakak Adik dan Kolega semuanya yang menjadi bagian penting dalam prosesi pelantikan kali ini, terutama yang berubah, meningkat atau bergeser jabatannya, itulah jalan hidupnya… perubahan ini dibuktikan dengan tulisan dalam surat keputusan dan dimulai dengan upacara akbar dengan baju kebesaran (Bukan kegedean tapi baju PSH,.. itu tuh baju jastong alias jas sepotong yang sering dipake sama para guru pengajar SD SMP SMA… inget nggak?)

Bagi yang belum ikutan berprosesi mutasi, kalem saja, semua ada saatnya. Jangan terjebak dengan anggapan mahluk, bahwa tidak atau belum promosi karena tidak mampu, tapi yakini bahwa keberhasilan bisa juga berupa keberuntungan, keberuntungan ini bukan sembarang keberuntungan karena keberuntungan disini adalah ‘Berjumpanya kesiapan dengan kesempatan.’

Mungkin belum ikutan karena masih harus terus ‘sharpen the saw’ dan ‘Seek first to understand, than to be understood’…..

…..hingga saatnya tiba, why not?…. itulah sekelumit cerita kehidupan.

“Trus kopi apa yang cocok dengan momen ini?”

“Emmmmh… bentaar… bentaar!!”

Bisa coba nikmati Kopi La Granada di Toby’s Estate Coffee & roastery Pascal23 yang miliki body yang soft dan flavour black tea & lemon plus fig yang asalnya dari Quindio Columbia, kayaknya bisa sedikit menenangkan hati dari rasa galau atau ketidakjelasan rasa karena dimutasi ke tempat yang terasa belum berkenan di hati (Padahal khan jabatan nggak bisa milih)

Photo : Coffee geulis dan teteh manies / dokpri

Jadi inget arahan bos di masa lalu, “Jabatan itu P3G!!”
“Artinya bos?”
“Prestasi Prestasi Prestasi…. dan akhirnya Ghoib”
“Ohh….”melongo weeh.

Kopi selanjutnya yang bisa bikin ceria adalah Arabica Ciwidey yang disajikan di Cafe MOKKA Pascal23 Hypersquare Bandung. Insyaalloh bikin ceria, pasca mutasi apalagi promosi. Coba aja perhatikan sajian kopinya…. sajian kopinya nikmat dengan body medium dan low acidity, after tastenya menenangkan dengan rasa fruitty dan tamarind serta selarik cocoa serta backgroundnyapun bisa menambah semangat, apagi jikalau sang background sambil tersenyum….. ahaaay.

Ah sudah ah… sekali lagi selamat menempati amanah jabatan baru, baik bergeser apalagi naik level, perlu kemampuan untuk adaptasi dan bersabar menghadapi proses perubahan. Jadilah pejabat yang amanah, serta bersama-sama bahu membahu mewujudkan ‘jajulaba de inoko’..

“Waw, apa itu Jajulaba de Inoko???”

Mau tau?… itu singkatanku yaitu Jabar Juara Lahir bathin dengan Inovasi dan Kolaborasi….

Selamat ngopi, wilujeng rotasi dan promosi ataupun yang setia menanti. Wassalam (AKW).