Like Earth Coffee.

Sebuah makna berbeda tetapi jadi inget aja.

SUKABUMI, akwnulis.com. Sebuah nama dalam dunia usaha miliki pengaruh yang dahsyat. Karena dengan nama yang ‘mudah diingat’ alias susah lupa, maka akan melekat di alam bawah sadar meskipun miliki arti yang mungkin biasa, atau disebutnya ‘nama yang menjual‘.

Meskipun kebanyakan menghadirkan padanan kata dalam bahasa aing… eh bahasa asing.

Dalam dunia property kita akan jumpa dengan nama perumahan atau apartemen dengan nama ‘River side’ padahal memang posisinya sisi walungan (sungai), ada juga perumahan ‘Chicken hill‘ dan setelah ditelusuri adalah daerah ‘pasir hayam’…. atau kalau nama cafe yang pernah dikunjungi adalah cafe ‘domba jalu‘ yang diubah dengan bahasa prancis menjadi ‘eugene the goat‘… kereeen khan?

Nah…. nama cafe ini lebih beda lagi.

Photo : Cafe Like Earth Coffee / dokpri.

Namanya Like Earth Coffee, keren nggak?… sepintas langsung diartikan dengan bahasa inggris ke bahasa, maka artinya ‘Seperti bumi’…..

Bener nggak?….. ternyata SALAH.. tetot!!! bukan itu maksudnyaaaaa….

Cafe Like Earth ini mohon diartikan terpisah, gitu kata Yendra sang barista-nya.

Jadi, Like = Suka dan Earth = bumi, lalu disatukan… jadi Sukabumi… oalaaaaah gitu tho artinyaaa…. Ampyuuun.

Tapi efek yang diharepinnya dapet lho guys, dengan arti yang maksa ternyata malah inget terus padahal penterjemahan bahasanya berbeda makna tapi jadi setuju bahwa ‘like earth’ itu adalah ‘sukabumi’… wkwkwkwwk 😽😽😽😽

***

Photo : Arabica Halo Cibeber / dokpri.

Tapi kepenasaran dan kebingungan ini terobati oleh tangan dingin Yendra, racikan manual brew V60nya dengan bean yellow honey Arabica Halu Cibeber menghasilkan sajian ciamik yang menggoda lidah.

Komposisi 1: 12nya dan panas air 88Β° celciusnya memunculkan aftertaste orange mandarin dan pahitnya pisang, meskipun hanya selarik lalu dan lewati indera perasa barang sekejap.

Body dan aciditynya strong bingit… cocok buat kaum kohitala (kopi hitam tanpa gula).

Sruput dulu aah, jangan lupa ‘Like Earth Coffee‘ klo beredar di sukabumi. Wassalam (AKW).

***

Melanggar Prinsip Kohitala.

Menyesal tiada sudah, jadi nikmati aja.

Photo : Leaf latte art at Ambrogio / dokpri.

JAKARTA, akwnulis.com. Pergerakan meniti takdir kehidupan termasuk memegang satu prinsip seerat mungkin, ada saatnya harus berkompromi. Meskipun awalnya berat hati karena sebuah prinsip adalah sesuatu nilai yang harus dipertahankan dan diperjuangkan sebaik-baiknya. Ternyata kehidupan itu dinamis, kompromi dan negoisasi adalah warna yang harus dipilih serta bisa berubah menjadi warna lain dikalau dicampur dalam takaran dan komposisi tertentu.

“Memang prinsip apa yang kamu langgar?”

😭😭😭😭….

“Lha nangis… jawab donk”

“Jadi, prinsip kotala musti dilanggar 😭😭😭”

“Maksudnya?”

“Iyaa sudah hampir 2 tahun ajeg dengan kotala alias kopi hitam tanpa gula, tapi sekarang agak terganggu… oleh susu… eh foam susu”

“Oalaah Tak kirain apaa mas”

Photo : Cappucino Doubletree / dokpri.

Diskusi yang nggak penting terus bergulir, membahas suatu prinsip yang mungkin bukan hal penting bagi orang lain.

Jadi… pelanggaran prinsip ini adalah jikalau selama ini bertahan dengan kotala atau spesifiknya ‘Kohitala(kopi hitam tanpa gula)… sekarang agak bergeser dengan campuran foam susu…

Hal ini terjadi karena berbagai faktor, pertama efek teknis beberapa kali mampir di cafe, ternyata alat manual brewnya nggak ada jadi beralih ke mesin kopi yang pilihannya adalah espresso, dopio, americano dan longblack.

Kedua, masih urusan teknis, grindernya ketinggalan sehingga musti balik ke mesin kopi seperti pasal 1, pilihannya terbatas.

Photo : Rabbit-pucino at Warung Garut / dokpri.

Ketiga, godaan dari barista latte art yang mampu menghasilkan aneka gambar di permukaan kopi dengan beraneka rupa. Dari gambar standar leaf, goose dan love hingga gambar lain yang lebih menantang seperti gambar kelinci dan binatang lainnya.

Keempat, rasanya juga berbeda, enaknya beda, meskipun tetap tanpa gula, jadi pilihannya bisa caffelatte ataupun cappucino…. jangan lupa tanpa gula.

Kelima, hidup memang butuh variasi, begitupun prinsip ngopi tapi yang harus dihindari adalah manisnya gula yang mungkin ngangeni.

Keenam, … apa yaach?…

Udah ah, gitu aja dulu, yuk ngopay yuuk. Wassalam (AKW).

Semedi di Jacuzzi.

Mendamaikan hati menenangkan rasa…

Photo : Whirlpool The Clove Hotel / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Biru itu bangkitkan rindu, segarmu mengundang syahdu. Pagi yang dingin ternyata tak sedingin hatimu, karena pemanas rasa sudah bekerja, menghasilkan kehangatan yang sekilas tak kentara.

Jalaran kehangatan mengalir di dalam kolam jacuzzi, berteman gelembung dan angin pagi, terasa menenangkan hati, tapi ingat.. hanya kolam jacuzzi…

Lho kok?…

Karena kolam anak dan dewasanya masih menggunakan air mentah bin dingin kawan… Ya iya laaah, masa musti dididihkan dulu, harus berapa lama daya serta listrik serta biaya menjalankannya…. ngehayal ih.

Tapi jangan salah kawan, hati yang dingin lebih sulit untuk dihangatkan, kecuali ada momentum yang dibalut suasana keakraban serta niat tulus dan usaha yang dianggap mengagumkan.

“Emangnya siapa yang hatinya dingin kawan?”

Photo : Segarnya kolam dewasa/ dokpri.

Sebuah pertanyaan yang memerahkan pipi menyempitkan dada, karena mengingatkan kepada ketidakberdayaan. Justru hadirnya raga di kolam renang ini adalah usaha untuk melupakan dinginnya hati seseorang.

“Hahahaha….. bawa kompor aja mang, insyaalloh segera menghangat dan bisa sambil bikin masakan”

Tawa berderai mendampingi raga yang mulai menunggangi dinginnya air kolam renang dewasa ini. Dinginnya air yang menusuk pori, menghasilkan reaksi penolakan dengan panas tubuh… ada kompromi disana sehingga yang hadir adalah rasa segar dan sepucuk ulam hangat kedamaian.

Kolam renang dengan kedalaman 1,5 meter ini cukup leluasa jika dinikmati sendiri, tetapi kalau sudah hadir manusia dewasa lebih dari 6 orang dan tentunya berenang… akan terasa kolan renangnya sempit, apalagi kalau nggak kenal… kayaknya sih moo kenalan dulu hihihihi.

Tuntas menggerakkan badan di kolam renang berair dingin, segera bergeser ke ujung kiri, kolam jacuzzi.. whirlpool.

Oh iya klo merunut sejarah, jacuzzi itu nama produsen di Amrik yang memproduksi whirlpool, jadi aja secara umum nyebut jacuzzi, padahal itu mah merk hehehehe…

Lanjut yaa…..

Gelembung kehangatan menyambut dengan pijitan mesra meskipun tanpa perasaan, tapi itu dirasa cukup untuk bisa membantu menikmati kebahagiaan sesaat di pagi ini… hmmmm.

Pejaman mata membuka ruang semesta, mengumpulkan kedamaian yang menyehatkan jiwa. Rasa melayang menyeruak disekujur raga, sensasi relaksasi menghasilkan suasasi anti sensi, inilah kebahagian sesaat yang bisa dinikmati.

Selamat berhari minggu kawan, mari syukuri sepercik kebahagiaan dalam hidup ini, meskipun sesaat tetapi itu penuh manfaat. Wassalam (AKW).

***

Lokasi :
Clove Garden Hotel Bandung
Jl. Awiligar Dago Pakar II Bandung Utara Jawa Barat.

Kopi Karirot.

Wiken sama Kopi Karirot.

Photo : Kopi Karirot pake V60 / dokpri.

GARUT, akwnulis.com. Memandangi bungkus hitam kopi yang datang tiba-tiba karena sebuah silaturahmi, itu adalah rejeki. Kopi arabica khas garut dengan profile yang kata ownernya ‘nendang‘ bingit rasanya.

Tidak banyak tanya bagaimana rasanya, tetapi keyakinan kuat bahwa sebuah rasa akan tercipta dari bahan yang berkualitas luar biasa, proses penyeduhan yang sempurna juga sebuah rasa yakin sang penyeduhnya.. boleh disebut barista?..

Barista non sertifikasi hehehe.. alias babaristaan.

Ternyata…. baru buka bungkusnya saja, harum semerbak luar biasa, menyambar indera penciuman dan indera perasaan hingga tak sabar segera menyeruputnya. Komposisi 1 : 12 dan panas 89Β° celcius dengan manual brew v60 menghasilkan sebuah sajian kopi yang ngangenin baik rasa, aroma dan after tastenya.

Paduan tebalnya body dengan acidity (keasaman) tinggi serta after taste yang full berry dan tamarind bikin ‘ninggal‘ di lidah bawah cukup lama…. ah kepahitan yang manies, juga keasaman java preanger khas garut bikin terlena. Kopi ‘Karirot’ ini 100% asli garut dari Gunung Papandayan…

Photo : Kopi Karirot with Gundam / dokpri.

Karirot dalam bahasa indonesia agak susah cari padanan artinya, tetapi klo pakai bahasa sunda maka artinya adalah ‘tinggal minum‘ atau ‘tinggal nyurupuut’ …. jadi langsung enaaak (itu klo dibikinin baristi eh barista, klo bikin sendiri, yaa musti menkmati prosesnya dulu…. )

Srupuuut….

Nikmat pisan, hari ini semakin warna warni, bersama keluarga juga ditemani sajian kopi hasil menyeduh sendiri. Hatur nuhun kopinya Kang YG, ajibb pisan, juga tidak lupa sponsornya Mr DH, jangan bosen yaaa. Happy weekend to All, Wassalam (AKW).

***

Manisku

Manis itu tergantung…

Photo : 3 gelas es teh Excelso Paragon / dokpri.

JAKARTA, akwnulis.com. Rasa manis yang dihadirkan oleh gula cair dipadu es batu yang menari seksi melengkapi rayuan kesegaran siang ini, semua hadir dalam gelas kaca penuh cinta, bukan hanya satu gelas… malah sampai gelas ke tiga 🀣🀣🀣.

Tapi, manis gula sudah lama tak pernah dicoba. Bukan alasan penyakit atau banyak gaya, tetapi ternyata sudah mendapat pencerahan bahwa manis itu bukan hanya dari gula, tetapi berasal dari wajah yang bersahaja… ahaaaay.

“Pesan apa kakak?” Pertanyaan lembut sang pelayan none excelso memberi tambahan rasa manis yang berbeda. Tapi itu memang sudah tugasnya, ya…. tinggal pesan menunya dan tunggu kehadirannya.

Seiring detik berlalu, dentang hati juga melaju, bergerak ritmik sesuai SOP, mengikuti alur yang sudah begitu teratur.

Photo : Espresso Excelso / dokpri.

Maka, tanpa berlama-lama secangkir espresso menjadi pilihan utama ditemani segelas latte sebagai penyempurna. Suatu kombinasi tepat untuk memperlancar suasana dalam membahas masa depan lembaga.

Diskusi bergulir dengan tema penjaminan, tepatnya penjaminan kredit. Jikalau suami harus menjamin anak dan istri selamat dunia akhirat secara bersama-sama hingga akhirnya berkumpul bersama di surga, maka penjaminan kredit adalah juga bagian ‘public service obligation’ dari pemerintah khususnya dalam pemberdayaan pembiayaan UKM dan usaha mikro sehingga mampu berusaha lebih baik dengan status ‘bankable‘.

Diskusi berlanjut diselingi teh dan kopi yang disruput, opini dan pemahaman untuk menterjemahkan aturan bisa saja berbeda, tetapi dengan diskusi bersama maka bisa saling memaknai dan memahami duduk persoalan yang terjadi. Selamat menjalani hari. Wassalam (AKW).

Sepi & Kopi.

Ternyata sepi berkawan kopi…

Photo : Kopi & sepi / dokpri.

JAKARTA, akwnulis.com. Dibalik gemerlap cahaya dan berjajar beratus kursi, ternyata ada kesepian yang menggerogoti kemapanan fikiran diri. Padahal aku tidak suka sendiri untuk kali ini.

Jajaran kursi coklat memandang sesaat lalu kembali mereka bergunjing dengan sesama kursi lainnya. Sementara diriku tetap terdiam seribu bahasa tanpa bisa melakukan pembelaan terhadap dinamika semesta.

Membiarkan diri menjadi bulan-bulanan sepi, bukan untuk beranjak mati. Karena ternyata sepi sendiripun adalah peluang untuk menata hati. Menata diri dan bukan meratapi, mengumpulkan serpihan janji menjadi bentuk yang dimaui meskipun tetap tak kan utuh seperti harapan pertama kali.

Dibalik kesendirian, aku bisa memaknai hari ini, membaca pemahaman orang lain tanpa perlu menghakimi, sekaligus menyelami kesalahan-kesalahan diri yang sudah dilakoni di lalu hari.

Photo : Sepasang gedung yang beda sendiri / dokpri.

Ternyata sendiri itu bukan berarti sepi, tapi sendiripun bisa terjadi meskipun banyak pihak mengepung diri. Hanya saja karena beda sendiri, akhirnya menjulang tinggi tapi praktis tiada teman setia yang menemani.

Selamat menafakuri hari dan belajar menyepi dalam keramaian abadi. Wassalam (AKW).

Diskusi di Serantau Coffee.

Diskusi sambil ngopi, meskipun tempatnya berganti.

Photo : Sajian manual brew v60 / dokpri.

Bandung, akwnulis.com. Terkadang ketidaksengajaan menghasilkan pengalaman baru. Begitupun hari ini, mencoba bersua di satu tempat yang dikira bakalan menyenangkan, berdiskusi sambil menyeruput kopi, ternyata….

Mencoba berjalan kaki dari kantor ke tempat rencana diskusi memakan waktu 19 menit saja, lumayan gerakkan badan… ehh ternyata… cafe-nya masih tutup… sebuah tanda ‘close‘ tergantung didepan pintunya.. nyeseek deh.

Segera kabari kawan yang hampir tiba juga di lokasi, ‘tempat bersua berubaah’, langsung mata dan telinga pasang lebar-lebar mencari informasi tempat terdekat dengan dua syarat minimal, ada kopi manual dan tempat diskusi…. tadaaa

Photo : Suasana Serantau Coffee / dokpri.

Hanya berjarak 200 meter kaki melangkah, eh ada cafe coffee, langsung menyeberang jalan dan memasuki lokasi cafe… senangnya berjumpa dengan grinder, mesin espresso manual dan beraneka bean coffee yang memanjakan hati.

Kawan diskusi segera diberi informasi, tak berapa lama datang tanpa basa-basi. Mencari tempat duduk yang presisi… hayu mulai diskusi, eh jangan lupa pesen dulu kopiiii.

Kopi manual brew V60 menjadi sajian hakiki, beannya lupa, yang pasti ini arabica karena kombinasi acidity medium dan body low-med serta ada after tastenya memberi perbedaan cita dan rasa.

Diskusi berlangsung seru, karena ternyata terdapat informasi yang belum berpadu. Tetapi seiring waktu, kesamaan frequensi pemahaman menghasilkan padu serasi informasi yang saling melengkapi, untuk bersama-sama membangun, mengawasi dan menjaga lembaga agar semakin bagus dan menjadi juara. Merdeka!!!…

Oh iya, nama cafenya Serantau Coffee, beralamat di Jl. Lombok No.19 Bandung.

Selamat menjalani hari, berdiskusi, susun strategi dan hasilkan solusi sambil jangan lupa menyruput kopi. Wassalam (AKW).

Pamenta Budak – fbs

Kanyaah kolot tur kamajuan jaman.

Photo : Ilustrasi / dokpri.

NongtorΓ©ng kΓ©nΓ©h soanten Ua ajengan, “Cing atuh Jang, ari Γ©rΓ©k diajar ngaji tΓ©h sing balΓ©g, lain kalah ka jugar kawas kuda leupas ti gedogan!!!”

Uing tungkul bari unggut-unggutan rumasa, lalaunan rada cengkat saeutik nempokeun beungeut hanjakal, “Hapunten abdi Ua.”

“Heug di hampura ku Ua, sing bageur hidep tΓ©h”

Uing tungkul carinakdak.

***

Kaluar ti masigit, rurusuhan muru ka kobong. Buntelan kampuh dina luhureun palupuh dibuka, bray caang. Panon katuhu dideukeutkeun kana kamera leutik, layarna langsung caang, akses katampi.

MakΓ© curuk ditoΓ©l-toΓ©l, aya lampu leutik nyorot kana palupuh, hiji gambar panto. Teu diengkΓ©keun deui, gajleng kana Γ©ta panto, tulakna dibuka.

Brak!!!

“Aduuh Abah ngareureuwas, geuning aya di kamar, ti tatadi mimilarian” Si bungsu nyarios bari rΓ©nghap ranjug.

“Hapunten kasΓ©p, tadi abah nyandak ieu, nu dipundut ku salira”

“Hatur nuhun pisan Abah” Si Bungsu ajrag-ajragan bari ngeukeuweuk kitab sapinah urut. Atoh amarwatasuta, Γ©ta pisan kahayangna.

***

Fbs : Fiksimini basa sunda, sebuah genre penulisan cerita fiksi singkat, maksimal 150 kata dan sudah membangun sebuah cerita.

Ngopay & Ngojay-ku.

Tak terasa nulis ngopay dan ngojay udah 2 tahunan.. sruputt.. gejebur.

Photo : Ngopay & Ngojay / dokpri.

CIMAHI, akwnulis.com. Sebuah keserasian adalah keindahan dan presisi memberi catatan ketelitian tersendiri. Meskipun atas nama seni, sebuah posisi yang tidak beraturan bisa menghasilkan keindahan. Bisa juga pola-pola yang bertabrakan baik warna ataupun bentuk akan menghasilkan aneka persepsi yang didasari dari pendapat dan opini pribadi bergabung dengan pengalaman hidup yang pernah dijalani, bahasa simpelnya adalah seni abstrak, ceunah, atau absurd… eh atau kontenporer… mohon koreksi klo salah gan.πŸ™πŸ™πŸ™.

Tapi…. secara umum, keserasian πŸ“š menjadi adalah sesuatu hal yang mudah dinikmati tanpa perlu berfikir panjang atau mengira-ngira apa sih yang ditampilkan atau tentang gambaran apa yang sedang dihadirkan.

“Bener nggak?”

Photo : Ini Ngopay Kotala V60 / dokpri.

Jawabannya akan variatif, meskipun feeling sih… klo di survey, kecenderungan khalayak akan sepakat dengan keserasian nan presisi yang menghadirkan keindahan.. ayoo… setuju atuuuh.

Begitupun dengan blog ini, akwnulis.com yang tak terasa sudah 2 tahun lebih hadir menjadi media curhat onlen pribadiku sekaligus ajang silaturahmi via share link rutin ke kontak-kontak WA yang ada… maaf klo ngeganggu yaaa.

Photo : Ini Ngojay / dokpri.

Beragam tanggapan yang hadir dalam kata ataupun emoticon dan juga tanpa respon apapun… tidak masalah, yang penting semangat berbagi informasi baik tetap terjaga dengan tema mengerucut tentang ‘Ngopay & Ngojay’ atau minum kopi dan berenang… meskipun cerita tentang kopi masih mendominasi, tapi renang dan kolam renangpun selalu hadir sesekali…πŸŠβ€β™‚οΈπŸŠβ€β™€οΈπŸŠβ€β™‚οΈ

Maka, gambar di awal blog ini mewakili sebuah persepsi, mewakili keserasian tema ‘ngopay & ngojay‘ sekaligus berusaha meng-capture keindahan alam Cipanas garut dalam kesegaran pagi, kebeningan kolam renang dan kenikmatan secangkir kopi hitam.

Photo : Ngopay Olangan Kopi Lanang / dokpri.

Meskipun sebenarnya agak sulit juga kalau minum kopi β˜•β˜•β˜• sambil berenang, karena yang diminum pasti lebih banyak air kolam renangnya atuh hehehe… jadi bisa juga minum kopi di pinggir kolam renang sambil menikmati kopi dan pemandangan yang berenang.. woiiiiiiii……. ups salah lagiii…

Yang paling aman adalah menikmati kopi tanpa gula🍡🍡 dengan seduhan manual dan kopinya spesialty dilanjutkan dengan menceburi eh menceburkan diri di kolam renang, apalagi jikalau kolan renangnya air hangat…. nikmat pisan, lalu jangan lupa dihadirkan dalam jalinan kata dan kalimat yang mungkin bisa memberikan manfaat, minimal bisa dibaca dengan cepat dan ada informasi penting yang didapat.

Selamat menjalani sisa wiken bersama keluarga sebelum esok hari kembali berjibaku dengan tugas-tugas masing-masing yang tak pernah ada habisnya…πŸ’‘πŸ’‘πŸ’‘ Alhamdulillahirobbil alamiin. Wassalam (AKW).

Kuliner Sate Lilit.

Hindari shalatthree dengan kuliner bali.

Photo : Sate lilit dan kawan-kawannya / dokpri.

UBUD, akwnulis.com. Dikala perut sudah sulit berkompromi, maka sang otak akan terganggu oleh ketegangan usus-usus besar yang sudah haus dengan asupan makanan. Sering muncul sikap demonstrasi dari sang usus yang disulut oleh cemberutnya lambung yang memproduksi keasaman. Kerongkongan dengan gaya peristaltiknya sudah tidak bisa berbuat banyak, tinggal pasrah menghadapi situasi yang tidak menentu.

Begitupun dengan diriku, perut melilit harus dihindari, karena jika lewat waktunya makan maka akan terkena syndroma syalatthree. Gejalanya kepala mulai pusing dan agak sedikit telat dipake mikir, mudah tersinggung, lemes lalu muncul keringat dingin dan perut terasa kembung tak beraturan… atau dalam istilah bahasa sunda syalatthtree disebut juga dengan ‘salatri‘.

Photo : Nama Rumah makannya / dokpri.

Maka obat paling mujarab bukan dibawa ke dokter atau ke rumah sakit terdekat, tetapi bawalah ke rumah makan dan yang cepat dalam pelayanan serta penyajuannya. Agar bisa melakukan pertolongan pertama pada salatri, yaitu ‘segera makannnnn’,… makaaan dan makanannnnnnn…

Ini dia situasi dilematis yang sedang dihadapi, satu sisi takut salatri tapi kegiatan padat dan pilihan makanan serta tempatnya juga agak asing.

Bingung khan?…

Tenang… tenaang… nggak pake galau, googling aja, cari makanan yang pasti cucok, enak dan cheffaaat..

Keyword ‘sate lilit’ langsung menghadirkan berbagai pilihan, dan yang recomended adalah ‘Sate lilit di Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku’….. klik ‘direction‘ dan arah tujuan dalam kehidupan menjadi lebih jelas, khususnya menu makan siang khas bali.

Photo : Aneka gorengan dan keringan / dokpri.

Rumah makan Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku di daerah Kedewatan Ubud ini dari depan terlihat seperti warung biasa meskipun jelas ornamen ukiran bali tetap hadir sebagai pembeda.

Parkiranpun butuh perjuangan karena agak sulit dan terbatas di pinggir jalan.

Begitu kita masuk maka disambut meja kursi biasa rumah makan dan didepan kita terlihat pilihan beraneka menu makanan terutama goreng kulit euh aneka kulit yang diolah menjadi makanan ringan nan renyah.

Lalu kami diarahkan pelayanannya melewati itu, agak mlipir ke arah belakangnya… dann… ternyata di belakangnya luas bangeet…. ada bangunan2 tembok selerti joglo berornamen bali yang bisa digunakan makan lesehan bersama-sama mulai dari 6 orang sampai yang besar sekitar 15 orang… wuaaah serasa di rumah suasananya…

Photo : Akses masuk ke arah dalam / dokpri.

Segera pesan sate lilit dan kawan-kawannya serta teh tawar dingin untuk menghapus rasa dahaga di siang terik yang begitu ceria.

***

Sajian makanannya enak banget, rasa rempah-rempah khas balinya meresap dan menyeruak di lidah serta berpesta di mulut, menghapuskan lapar menjauhkan diri dari gejala Shalattthree hehehehe… nambah lagi ah.. am.

Kuliner bali yang mengenyangkan sekaligus memberi nuansa tempat yang damai meskipun agak butuh perjuangan untuk mencari parkiran. Selamat berusaha dan beredar di dunia fana ini kawan, Wassalam (AKW).

***

Alamat :
RM Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku,
Jl. Raya Kedewatan No. 18, Kecamatan Kedewatan, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali.