Giat Akhir Tahun 2025

Aneka kegiatan menutup tahun 2025

CIMAHI, http://www.aknulis.com. Minggu terakhir bulan desember 2025 sudah di depan mata maka terdapat beberapa rutinitas kegiatan yang harus dipersiapkan sekaligus antisipasi tugas khusus atau tugas mendadak yang bisa hadir tiba – tiba dan tentu harus dilaksanakan. Itulah dinamika tugas birokrasi di era bapak Aing KDM yang semakin seru, dinamis berkecepatan tinggi.

Rangkaian kegiatan di minggu terakhir diawali dengan Penyerahan Kadeudeuh bagi Kafilah STQ Jabar, Pengumuman tentang UMP jabar dan membersamai Gubernur dan Forkompimda Jabar dalam rangka kunjungan ke Gereja Katedral Bandung dan Polrestabes Bandung di malam natal (24/12) hingga mendekati dini hari. Musyawarah Wilayah DPW Persis Jabar di Tasikmalaya (25/12),

Dilanjutkan pada hari sabtu (27/12) bergerak ke daerah Cikarang Bekasi dalam rangka mewakili Gubernur untuk memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi acara musyawarah wilayah Jaringan Sekolah Islam terpadu (JSIT) Jawa barat ke 6 dan siang menjelang sabtu sore bergerak ke Mesjid Raya Aljabbar di Gedebage dalam rangka memberi materi dan sharing session bersama para Khatib dengan tema perspektif pemerintah di era saat ini.

Senin (29/12) diawali kegiatan apel pagi terakhir di tahun 2025, lalu diskusi internal dan rapat persiapan lintas biro dan opd terkait tentang persiapan pelaksanaan kegiatan doa bersama lintas agama di malam pergantian tahun. Laporan kepada atasan terdekat, bapak Asisten pemkesra di ruangannya lalu briefing dengan staf di lingkup biro.

Tanggal 30 desember 2025 agenda kegiatan cukup padat, diawali dari exit meeting tim inspektorat yang melakukan pemeriksaan di Biro, Rapat evaluasi pembangunan & peresmian Gedung pusat Kebudayaan oleh Gubernur diakhiri dengan kegiatan malam hari di gedung sasana budaya ganesha ITB yakni pementasan Drama Musikal Rahvayana ‘Kala Cinta di Jabar’ yang dirangkaikan dengan penyerahan berbagai anugerah level provinsi jawa barat. Piket harian di bale pananggeuhan adalah rutinitas harian juga berbagai tugas lain seperti penyusunan modul KKN, Pembahasan alih kelola RSUD Sentot Patrol, pemantauan arus kendaraan libur nataru & kompensasi bagi angkutan umum serta monev bagi penerima hibah di daerah Bogor. Hingga hampir dini hari baru tiba di rumah.

Esok harinya adalah hari terakhir di tahun 2025 yakni 31 desember 2025. Kegiatan tetap bejibun tapi tentu harus dijalani dengan semangat dan ceria. Diawali dengan kegiatan silaturahmi ke kantor Baznas Provinsi Jawa Barat di jalan Soekarno Hatta Bandung lalu menuju mesjid raya Aljabbar di Gedebage untuk menghadiri acara Milad ke 3 MRAJ yang dilaksanakan oleh DKM baru dibawah kepemimpinan Ketua Umumnya Bapak KH Dr. Tata Sukayat, M.Si menghadirkan rangkaian penceramah mubaligh dan para qori yang secara pararel memberikan pencerahan kepada puluhan ribu peserta yang hadir.

Acara belum berakhir di Mesjid raya Aljabbar tetapi harus berpamitan untuk pulang mendahului karena harus segera bergerak ke Gedung sate dalam rangka pelaksanaan acara malam harinya yaitu DOA LINTAS AGAMA AKHIR TAHUN yang melihatkan berbagai instansi serta tentu lintas pemuka agama. Harus di cek persiapan akhirnya agar pelaksanaanya bisa optimal.

Maka tiba di gedung sate sore hari langsung cek ricek on the spot di lokasi pelaksanaan Doa bersama lintas agama dan dipastikan semuanya sudah lengkap. Alhamdulillah. Tapi baru beberapa saat menghela nafas mendapatkan informasi bahwa acara harus tepat waktu yakni jam 19.00 wib karena bapak Sekda yang mewakili pak Gubernur pada pukul 20.15 wib harus bergabung dengan Kapolda Jabar dan jajarannya untuk monitoring dan patroli pengamanan tahun baru.

Maka segera dikerahkan teman – teman semua di lingkup biro juga tentunya dari protokoler biro adpim untuk menginfokan kepada para tamu undangan agar 30 menit sebelum acara sudah bisa bergabung di aula barat gedung sate yang sekarang memiliki nama baru yaitu Bale Gemah Ripah. Termasuk yang krusial adalah kepastian kehadiran tepat waktu dari para pemuka agama yang akan menyampaikan doa dari masing – masing agama.

Detik dan menit berlalu, tepat pukul 19.00 wib tamu undangan sudah hadir sekitar 65 persen, sementara pak Sekda sudah menuju lokasi. Kami laporkan dan dinyatakan acara secara umum sudah siap. Maka acara dimulai pukul 19.15 wib dengan berbagai rangkaian kegiatan sesingkat mungkin. Meskipun sambutan pak Sekda memang lengkap dan panjang tetapi hikmahnya adalah memberi waktu bagi salah satu pemuka agama yang terjebak macet dapat hadir tepat disaat acara pembacaan doa dimulai.

Ceramah singkat KH Asep Anom dari Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat dan akhirnya acara puncak adalah doa lintas agama yang diawali oleh KH Dr. Tata Sukayat, M.si dan dilanjutkan oleh Bapak Toni Rudiyanto dari Konghucu, Bapak I. Gusti Made Arya dari Hindu, Paulus Wijono dari Katolik, Bapak Frederecus Iman Guna dari Kristen, dan Bapak Sartiman dari Budha. Video lengkapnya dapat dilihat di DOA LINTAS AGAMA PERGANTIAN TAHUN 2025/2026.

Selamat tinggal 2025
Mari songsong optimisme dan semangat baru di 2026.

Wassalam (AKW).

IMUT anjeun – refbs

Mugi caang baranang salawasna..

CIMAHI, Akwnulis.id. Tak sengaja berselancar di media sosial pribadi dan menemukan sebuah catatan sederhana 10 tahun lalu. Tulisan singkat berbahasa sunda.

Diserat nganggè basa sunda, pondok waè seratanna nanging tiasa ngabudalkeun rasa nu aya dina manah basa harita.

Haturan….

# Imut anjeun #

Hapunten ulah janten bendu, wiréhna kaayaanna tos kieu, moal kapuluk, ngalelebar artos, hawatos” soanten halimpu doktér rancunit téh karaos neumbrag kana jajantung, ngaheumbat angen meupeuskeun harepan nu mucuk eurih salami nyarengan dina ambulan. Asa teungteuingeun. Tapi nguping halimpu ogé soméahna dokter, lalaunan mulungan rénghap.

Ngaroncé kawantun negerkeun pangacian bari pok, “Teu sawios néng dokter, ieu mah ihtiar pribados. Mugi-mugi aja mu’zizat, keun perkawis rejeki mah parantos aya nu ngatur.” Dokter unggeuk perawat tatan-tatan, plong karaosna. Réngsé nawis serat pertanggelwaleran kulawarga, anjeun dicandak ka tempat anu merenah. Pasosonten nu alum lalaunan béngras. Anjeun imut sanaos mung dina implengan.

Enjingna anjeun gugah sanaos pinuh alat nu nyiksa raga, masihan amanat pikeun ngajagi ibu rama. Dokter ngiring dumareuda da étanganna mah moal tiasa sanaos mung saukur beunta. Imut anjeun ngiatkeun rasa, ngobrol sagala rupi bari teu weléh gumujeng ngadongéngkeun dunya. Ayat kursi janten bubuka, lailahaillallah panganteurna. Anjeun mulang ka Mantenna.

***

Bismillahirrohmanirrohim.
Allohummagfirlaha Warhamha Waafihi Wa’ fuanha.

Wasaalamualaikum Wr Wbr.

MENULIS DIATAS LANGIT

Menulis itu bahagia, apalagi menulisnya di atas awan

LAUT JAWA, akwnulis.com. Perjalanan menjelajahi udara dengan pesawat Airbus A320 ini menjadi pengalaman perdana pasca covid19 melanda dunia, maka ekspresi berbagai rasa sudah terangkung dalam tulisan sebelumnya yaitu  AKHIRNYA TERBANG LAGI.

Mengapa perjalanan dengan pesawat menjadi menyenangkan buatku?”

Tentu saja menyenangkan karena ada kesempatan untuk berkonsentrasi membuat tulisan tentang berbagai hal, meskipun tetap frame utamanya adalah tema NGOPAY & NGOJAY, yaitu sekitar cerita kopi, ngopi dan ngopi serta hal hal yang terkait dengan ngojay (berenang). Bisa berenang di kolam renang, pinggir pantai, sungai, kolam ikan ataupun di bathtube hehehe… bukan berenang ini mah tapi berendam.

Tentu full doa, karena harapan keselamatan menjadi utama. Agar bisa kembali ke rumah dan bersua bersama keluarga tercinta. Momentum take off dan landing jangan dijadikan momen menulis, tapi saat kontemplasi tentang betapa tidak berdayanya kita, manusia tanpa campur tangan Allah yang maha kuasa. Artinya kuatkan doa dan niat bahwa perjalanan ini adalah bagian dari ibroh sambil memaknai kekuasaan Illahi.

Nah kalau pramugari sudah mulai hilir mudik di koridor, saatnya menulis di note smartphone. Eh jangan lupa dari sebelum take off, mode airplane sudah on dan sementara terputus dengan dunia luar. Langsung menulis ya jangan bobo, kalau mau bobo mah di rumah aja heuheuheu. Kecuali bobo eh tidur memejamkan mata ini adalah teknik mengusir ketakutan karena pobia ketinggian, karena jelas ini tinggi sekali yakni 35 ribu kaki diatas permukaan laut, tepatnya laut Jawa.

Maka mulailah menulis, satu kata dua kata hingga akhirnya hasilkan kalimat berbuah karya. Tapi ingat, jangan dulu di upload di blog http://www.akwnulis.com dulu, karena hal ini perlu koneksi internet yang otomatis menyalakan akses jaringan telepon seluler dan berpotensi mengganggu jalur komunikasi penerbangan.

Menulis apa?”

Nah ini sih diserahkan kembali kepada jempol dan kata hati. Apa yang terasa itulah yang menjadi buah kata. Jangan berfikir ideal, biarkan saja mengalir tanpa banyak berfikir bahwa ini layak atau tidak layak. Menulis dan menulislah.

Saking asyiknya menulis tidak memperhatikan ibu yang disebelah kiri kursi wajahnya putih bukan karena perawatan, tapi ternyata stres karena takut ketinggian jadinya pucat pasi. Konsentrasi menulis sedikit terganggu karena suara safety belt ibu itu yang ngak bisa terkunci terus.

Trek, trek… terlihat ibu itu panik. Pas diperhatikan wah posisinya salah. Maka sambil menengok ditegurlah perlahan, “Maaf bu, itu posisinya terbalik”

Ibu itu mendongak, lalu mengikuti intruksi dan ‘trek‘ safetybeltnya terpasang sempurna. Ibu wajah putih pucat itu perlahan memerah.

Terima kasih ya dik”
Sama-sama bu”

Sebelum menulis dilanjutkan ternyata pramugari lewat di lorong penumpang sambil menawarkan berbagai sajian makanan dan snack serta minuman. Langsung pesan, “Kopi hitam tanpa gula satu ya mbak”
“Oke pak, 15 ribu”

Tring….. tak sampai satu menit, secangkir kopi sudah tersaji. Menemani perjalanan terbang perdana ini. Ngomong- ngomong terbang perdana dan bersejarah, maka ingatan bergerak di 4 tahun silam, inilah catatannya HISTORICAL FLIGHT KERTAJATI.

Melengkapi sajian kopi dan cara menikmatinya, dari saku jasket dikeluarjan gelas pyrex mini kesayangan. Lalu dari cangkir kertas perlahan tapi pasti dituangkanlah cairan coklat ke gelas kaca. “Eh kok nggak hitam ya cairannya?”

Coba dinikmati, srupuut… oalah ternyata kopi dan krimer tapi tanpa gula. Ya sudahlah lanjutkan saja srhputannya. Kepikiran mau komplen, eh tapi ini kan di pesawat. Ya sudah segini juga lumayan. Kalau mau minum kohitala manual brew V60 dan hangat, ya bekel sendiri atuh. Jadi ingat penerbangan tahun 2019, itu sengaja bawa kopi hangat dan dinikmati dipesawat ini tulisannya Ngopi HALU DI LANGIT.

Ya begitu dulu ya tulisannya, jadi sekali lagi kalau naik pesawat jangan lupa berdoa dan manfaatkan waktu tanpa koneksi dunia ini dengan menulis bagi yang suka nulis. Kalau yang suka tidur ya bobo, yang suka makan ya ngunyah aja terus tapi jangan lupa tawarin penumpang kanan dan kirinya siapa tahu laper juga hehehehe. Karena tentu saja kesenangan masing-masing orang itu berbeda.

Selamat beraktifitas dari hari kamis ceria. Wassalam. (AKW).

Doa setelah Shalat Witir.

Dzikir & doa setelah shalat witir.

Artinya :

Ya ALLAH, kami mohon kepada-Mu Iman yang Tetap, Hati yang Khusu, Keyakinan yang Benar, Ilmu yg Bermanfaat, Amal yang Baik, Agama yang Lurus, Rejeki yang Baik, Kemaafan & Keselamatan, Kesehatan yang Sempurna, Mensyukuri atas Kesehatan yg Diberikan dan merasa Cukup Terkaya atas Manusia yg Lain.

Ya ALLAH Tuhan kami, semoga engkau terima Shalat kami, Puasa kami, Berdiri – Ruku dan Sujud kami, Khusyu & Rendah hati kami, dan Sempurnakan Kekurangan kami, Ya ALLAH Tuhan kami yang Maha Pengasih.

Ya ALLAH limpahkanlah kesejahteraan kepada Junjunan kami Nabi Muhammad, keluarganya, dan semua sahabatnya. Segala puji bagi ALLAH penguasa seluruh alam.

(S&Dz Peruri,175-176)

Doa Setelah Dhuha

Doa setelah shalat Dhuha.

Allahumma innadh-dhuhaa a dhuhaa uka wal-bahaa a bahaa uka wal-jamala jamaaluka walquwwata quwwatuka wal-qudrata qudratuka wal-ishmata ishmatuka.

Allohumma in kaana rizqii fis-samaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil-ardhi fa akhrijhu, wa in kaana mu’assiran fa yassirhu, wa in kan haraaman fa thahirhu, wa in kaana baa’iida fa qarribhu, bi haqqi dhuhaa ika wabahaa’ika wa jamaalika wa quwwaatika wa qudratika aatinii maa ataita ‘ibadakash-shaalihina.

***

Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha itu dhuha-Mu, dan keelokan itu keelokan-Mu, keindahan itu keindahan-Mu, kekuatan itu kekuatan-Mu, kekuasaan itu kekuasaan-Mu.

Ya Allah, jika rejekiku masih diatas langit maka turunkanlah, jika didalam bumi maka keluarkanlah dan jika sulit mudahkanlah dan jika haram maka sucikanlah, dan jika jauh maka dekatkanlah, dengan hak waktu dhuha-Mu, keelokan-Mu, keindahan-Mu dan kekuasaan-Mu. Limpahkanlah kepadaku segala apa yang telah engkau berikan kepada hambaMu yang shaleh.

***

Sumber :
MAJMU SYARIF
Penerbit ERAJAYA Grafindo Bandung.

Shalat Tahajjud

Shalat Tahajud : Niat-Shalawat-Doa-Istigfar

Niat :
USHALLII SUNNATAT TAHAJUDDI RAK’ATAINI LILLAHI TA’ALA
Saya berniat shalat sunnat Tahajjud dua raka’at karena Allah Ta’ala.

Rakaat I : AlFatihah + Al Insyiroh
Rakaat II : AlFatihah + Al Ikhlas

Bacaan setelah salam :
A. Hadiah para nabi
ILLA HADHRATIN NABIYYIL MUSTHAFAA RASUULILLAH SAW. AlFatihah 1X

B. Al Ikhlas 3X, Al Falaq, AnNass, Ayat Kursi.

C. Dzikir

D. Shalawat :
1) Shalawat Nur 7X
Allahumma shalli’alaa nuuril anwar, wasirril asrar watiryaa qil aghyaar wamiftaahi baabilyasaar. Sayyidina Muhammadinil mukhtaar, waaalihil athhaar wa ashaabihim akhyaar ‘adada ni’amullaahi wa ifdhaalih.
(Ya Allah limpahkanlah shalawat atas cahaya diantara cahaya, rahasia diantara rahasia, penawar duka dan pembuka pintu kemudahan, Sayyidina Muhammad, Manusia pilihan, juga kepada keluarganya yang suci dan sahabatnya yang baik, sebanyak jumlah kenikmatan Allah dan Karunia-Nya.)

2) Shalawat Tibbil Qulub 3X
ALLAHUMMA SHALLI ‘ALAA SAYYIDINA MUHAMMADIN TIBBIL QULUUB, WA DAWAA-IHAA, WA’AAFIAT ABDAANWASUIFAA-IHAA, WA NUURIL ABSHAAR WA DHIAA-IHA WA’ALAA AALIHII WA SHAHBIHI WA SALLIM.
(Ya Allah, Semoga Engkau menambah Rahmat bagi Junjunan kami Nabi Muhammad SAW, dokter hati dan obatnya serta obat unt3uk badan, dan menyembuhkannya, dan cahaya mata dengan penglihatannya. Semoga Engkau memberikan juga rahmat bagi keluarganya dan bagi para sahabatnya dan semoga Allah menambah berkah dan keselamatan.)

3) Shalawat Darajah 3X
ALLAAHUMMA YAA DAA-IMAL FADHLI ‘ALAL BARIYYAH, YAA BAASITHAL YADAINI BIL’ATHIYYAH, YAA SHAAHIBAL MAWAAHIBIS SANIYYAH, SHALLI ALAA SAYYIDINNAA MUHAMMADIN KHAIRIL WARAA SAJIYYAH, WAGFIRLANAA YAADZAL’ ULAA FII HAADZIHIL’ ASYIYYAH.
(Ya Allah yang melestarikan kesejahteraan atas semua mahluk, yang melapangkan anugerah dan yang memiliki pemberian yang baik, curahkan kesejahteraan atas penghulu kami Nabi Muhammad SAW dengan sebaik-baik kenangan. Dan ampuniLah dosa kami wahai Allah yang mempunyai kesejahteraan dalam kehidupan ini.)

DOA TAHAJJUD 1X
ALLAHUMMA LAKALHAMDU ANTA QAYYIMUS SAMAAWAATI WAL ARDHI WAMAN FIIHINNA, WALAKAL HAMDU ANTA MALIKUS SAMAAWAATI WAL ARDHI WAMAN FIIHINNA, WALAKAL HAMDU ANTA NUURUS SAMAAWAATI WAL ARDHI WAMAN FIIHINNA WALAKAL BAMDU ANTAL HAQQU, WA WA’DUKA HAQQUN, WA QAULUKA HAQQUN, WALIQOO UKA HAQQUN, WALJANNATU HAQQUN, WAN NAARU HAQQUN WAS SAA’ATU HAQQUN, WANNABIYYUUNA HAQQUN, WA MUHAMMADUN SAW HAQQUN,
ALLAHUMMA LAKA ASLAMTU WAALAIKA TAWAKKALTU, WABUKA AAMANTU, WAILAIKA ANABTU, WABIKA KAASHAMTU, WAILAIKA HAAKAMTU, WA MAA ASRORTU, WA MAA A’LANTU, WA MAA ANTA A’LAMU BIHII, ANTAL MUQODDIMU WA ANTAL MU-AKH KHIRU LAA ILAA HA ILLA ANTA WALAA ILAAHA GHOIRUKA WALAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAH.
(Ya Allah bagiMu segala puji, Engkaulah penegak langit dan bumi dan alam semesta serta segala isinya. BagiMu lah segala puji, engkaulah raja penguasa langit dan bumi. BagiMu lah segala puji, pemancar cahaya langit dan bumi. BagiMu lah segala puji, EngkauLah yang haq (benar-benar ada), dan janjiMu adalah haq dan firmanMu adalah haq, dan perjumpaanMu adalah haq, dan surga adalah haq, dan neraka adalah haq, dan saat hari kiamat itu adalah haq, dan nabi-nabi itu haq dan Nabi Muhammad SAW itu haq.
Ya Allah, kepadaMu lah kami berserah diri (bertawakal), dan kepadaMu kami beriman, kepada Engkau jualah kami kembali, dan kepadaMu lah kami rindu, dan kepada Engkau kami berhukum.
Ampunilah kami atas kesalahan ya g sudah kami lakukan dan yang sebelumnya, baik yang kami sembunyikan maupun yang kami nyatakan. Engkaulah Tuhan yang terdahulu dan Tuhan yang terakhir. Tiada Tuhan melainkan Engkau ya Allah yang menguasai seluruh alam. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.)

ISTIGFAR
ASTAGHFIRULLAAHAL AZHIIM WA ATUUBU ILAIH. ALLAAHUMMA ANTA ROBBII LAA ILAAHA ILLAA ANTA KHALAQTANII WA ALA’ABDUKA, WA ANA ALAA AHDIKA, WA WA’DIKAMAATATHA’TU A’UUDZUBIKA MIN SYARRIMAA SHANA’TU ABUU-U LAKA BINI’MATIKA’ ALAYYA, WA ABUU-U BIDZAMBII FAGHFIRLII FA INNAHUU LAA YAGHFIRUDZ-DZUNUUBA ILLAA ANTA.
(Aku mohon ampun kepada Allah yang maha agung, dan aku bertaubat kepada-Nya.
Ya Allah Engkaulah Tuhan kami, tiada Tuhan melainkan Engkau yang telah menciptakanku…

Catatan : Diketik ulang di Smartphone dari Buku Shalat & Dzikir , Penyusun H.Subagdja Prawata, Penerbit Perum Percetakan Negara RI, Cetakan ke 12 Juni 2012.