Kèsang morolok angen ratug tutunggulan. Dipayuneun urang arab nganggo seragam mencrong bari ngajagaan. Bandara Jeddah nu kedahna nyecep tiis ku AC, teu karaos sakedik-kedik acan. Alat hideung nu jiga kohkol mèbèr ngurilingan awak. ‘Tiit…. tiit… tiit” disada deui tarik pisan dina gagaduhan. Ieu nu ka opat kalina.
Petugas bandara katingali badami, rarayna kerung tur waspada. Koper nu dicandak dibukaan. “Milari naon atuh?” Gerentes dina hatè. Aya petugas nyaketan, ku basa isarat miwarang nuturkeun ka sapalih, ruangan interogasi. Dilebet ruangan aya duaan petugas istri.
“Ibu terang teu upami nyumputkeun narkoba dina gagaduhan teras tèh langsung di vonis hukum mati di arab mah” Soanten penerjemah halimpu. Beuki geumpeur, titingalian ranyay. Tapi da teu rumasa. “Naon narkoba tèh?”
“Punten badè ditingal heula, sok singsatkeun“
Baragadal dibuka, penerjemah sareng petugas kèom. Ningali panitih badag genep siki aya tilu nu tai hiangan. Dianggo ngagentos risleting lancingan jeans nu tadi subuh ngadadak reksak. Cag. (AKW).
PADANG, akwnulis.id. Pukul 01.00 dini hari rasa kantuk mulai menyerang tapi harus tetap terjaga dan berkemas memasukan perlengkapan ke dalam koper kabin dan tas ransel. Karena kalau terpejam dan tertidur biasanya lama dan akan berakibat fatal khusus untuk dini hari ini. Karena jika terlambat saja bergerak untuk berangkat, akibatnya akan tertinggal dari petualangan hebat. Membersamai pak KDM dan timnya bertolak ke provinsi Sumatera Barat dalam rangka memberi dukungan dan bantuan bagi saudara kita yang ditimpa musibah bencana longsor dan banjir bandang.
Tepat pukul 02.00 wib pamitan kepada istri yang terganggu tidurnya tapi menjadi kewajiban suami untuk selalu menyampaikan aktifitas tugas meskipun sering mendadak dan tak kenal waktu. Penulis meyakini bahwa doa istri sangat penting untuk kelancaran tugas dan tentu bernilai keberkahan. Berangkaaat, kendaraan bergegas membelah tol Cipularang – Tol Cikampek – Tol Kota – Tol Bandara Soetta dan pukul 04.32 tiba di parkiran bandara dan mencari tempat parkir dalam gedung sekaligus mushola terdekat. Ternyata semesta mendukung, kami berputar naik hingga lantai 4 dan selain mendapati toilet yang bersih ternyata ada bangunan mesjid yang representatif, Alhamdulillah. Bisa shalat shubuh berjamaah dan tak lupa basuh muka dan sikat gigi. Mandi nanti aja sekalian di padang ya… hiiy jorok.
Mesjid AlFatih Terminal 3 Bandara Soetta.
Terlelap sesaat di jok kendaraan dan jam 06.30 bergabung dengan rombongan di terminal 3 bandara soekarno – hatta bersiap menunggu pesawat garuda yang akan mengantarkan penerbangan ke Bandara Internasional Minangkabau di Sumatera Barat.
Singkat cerita penerbangan berjalan lancar dan sesuai dengan jadwal yang tertera di tiket pesawat. Rombongan bergerak menuju hotel yang sudah dipersiapkan, cek in lalu masuk kamar untuk segera mandi, berganti pakaian, shalat jama qashar mumpung dapat fasilitas musafir. Lalu bergerak ke lobi hotel untuk langsung berkegiatan bersama pak KDM dan tim.
Kirain mau ada briefing atau meeting, baru bergerak. Ternyata pak KDM turun ke lobi langsung menuju kendaraan yang disiapkan dan intruksi untuk langsung menuju daerah pasaraya untuk berbelanja.
“Belanja?” “Iya belanja keperluan bantuan bagi korban bencana”
Lokasi yang dituju adalah daerah pasaraya kota Padang, kami semua bergegas mengikuti dan inilah keseruan siang hari ini. Pak KDM bergerak cepat keluar masuk lorong pasar dan menemukan toko sembako. Langsung borong sembako, biskuit, beras, minyak, gula dan berbagai kebutuhan pokok lainnya. Dibelakangnya tim sibuk berbagi tugas, ada yang pegang kuitansi bermeterai, ada yang mencatat, ada kameramen dan videografer yang mendokumentasikan kegiatan serta yang lebih sibuk yang membawa koper berisi uang tunai. Seru suasananya karena bercampur dengan antusiasme warga di lokasi yang kaget dan senang melihat langsung pak KDM. Momen selpi dan photo bersama KDM menjadi incaran, petugas pengamanan sibuk dengan segala gayanya. Tenang, terukur tapi tetap santun.
Belanja di Pasaraya Kota Padang.
Terlihat Tim I yakni TIJIBON (Tim penjinak bon) harus bergerak cepat mengumpulkan faktur dan bon yang harus dipertanggungjawabkan. Lalu kembali mengejar pak KDM yang sudah beralih ke toko pakaian dalam untuk memborong celana dalam pria dan wanita, kaos anak, tikar hingga handuk dan berbagai kebutuhan pampers, pembalut dan banyak lagi.
Tim II yakni TIPUTSI (Tim Peliput Dokumentasi) tak kalah sibuknya mengabadikan momen berharga yang penuh keseruan serta banjir keringat karena ternyata suhu cukup menggerahkan apalagi ditambah lari kesana kemari mengikuti langkah cepat bapak aing.
Tim III yakni TIWALIT (Tim Pengawal Duit) tetap bertugas profesional dan waspada untuk menghadapi berbagai kemungkinan. Kondisi lapangan relatif terkendali karena dikawal marinir TNI AL, Satpol PP dan BPBD.
Setelah tuntas berbelanja, semua rombongan bergerak meninggalkan area pasaraya dan menuju rumah makan karena adzan magrib akan segera berkumandang. Sekaligus berbuka puasa di rumah makan, karena memang pak KDM berpuasa. Tapi agak sulit menemukan rumah makan padang di Kota Padang, yang ada hanya rumah makan saja tapi sajian menunya memang sajian makanan padang. Atuh saja aja ih.
Sambil rombongan makan malam, pihak restoran berjibaku menyiapkan ribuan pesanan nasi bungkus padang yang akan dibawa malam ini ke shelter pengungsian korban bencana yang berlokasi di Kota Padang tepatnya di Kecamatan Pauah dan beberapa wilayah lainnya.
Lalu rombongan bergerak dan sempat tertinggal oleh rombongan pak KDM, maka inisiatif naik mobil yang ada saja tetapi dengan tujuan yang sama. Lokasi pengungsian berada di bangunan sekolah dasar dan Kehadiran pak KDM serta tim dapat memberikan sececah harapan dan motivasi bahwa kita semua bersaudara dan harus peduli meskipun tentu berbeda provinsi. Setelah itu dilanjutkan ke titik lokasi bencana untuk melihat langsung kondisi lapangan. Sekitar 15 menit perjalanan kita melihat di kanan kiri rumah penduduk yang rusak dan sisa rumput serta pohon besar yang masih bergelimpangan.
Pak KDM turun ke Lokasi Bencana.
Pak KDM turun ke lokasi bencana di Kecamatan Pauah ini dan kami membersamai. Dalam temaram malam serta dibantu oleh sinar dari lampu senter terlihat pemandangan menyedihkan dimana terlihat satu kampung hilang dan berubah menjadi sungai yang cukup dalam. Lalu yang asalnya sungai berubah menjadi daratan lumpur dan pepohonan yang masih beresiko karena tanahnya masih ada pergerakan. Isak tangis warga yang saudaranya hilang, rumahnya musnah serta akses terbatas menjadi perhatian pak KDM dan tim serta pak Sekda Kota Padang yang juga membersamai.
Nasi bungkus disebar dan pak KDM mengusulkan pembangunan rumah pengganti. Tentu diperlukan dukungan administrasi yang harus berproses secara utuh dan komprehensif karena menjadi kerjasama pemerintah provinsi, kabupaten kota dan pihak swasta. Hingga waktu menunjukan pukul 22.30 wib barulah rombongan bergerak kembali ke hotel untuk beristirahat dan mempersiapkan agenda kegiatan esok hari yakni mengirimkan bantuan ke Sibolangit Sumatera utara dan Langsa di Provinsi Aceh menggunakan pesawat kecil milik maskapai penerbangan Susi Air.
Selamat beristirahat kawan, besok pagi kita bersua untuk acara selanjutnya. Wassalam (AKW) (Padang, 041225)
2 tahun tak terasa akhirnya kembali bersua dengannya.
BANTEN. akwnulis.com. Perjalanan pagi ini menjadi terasa begitu bermakna dikala ingatan melayang kembali dengan sebuah kalimat pertanyaan sederhana, “Kapan ya terakhir kali ke Bandara Soekarno Hatta?” Maka memori mencari menelusuri relung ingatan dibantu oleh berbagai bukti catatan dan dokumentasi video yang menjadi pegangan keshahihah sebuah perjalanan kehidupan dan klaim tentang kapan terakhir kaki disertai raga ini menginjakan kaki di bandara internasional ini sekaligus terakhir terbang ke kota mana.
Memang jejak digital tidak bisa dibantah, kebetulan suka menuliskan sesuatu sekaligus mendokumentasikan aktifitas dan upload di channel youtube milik pribadi. Ternyata ditemukan catatan dan video bahwa terakhir menginjakan kaki di Bandara Soekarno Hatta ini adalah medio pertengahan akhir bulan oktober 2023, “Wow 2 tahun lalu.”
Ternyata perjalanan dan penerbangan terakhir 2 tahun lalu via bandara ini adalah penerbangan pulang pergi ke Kota Medan Provinsi Sumatera Utara dalam rangka rapat dinas tentang Rapat Koordinasi Inspektorat dan pada saat melaksanakan tugas di tempat lama, atau instansi yang terdahulu yakni Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat.
Memang bukan catatan tugas dinasnya tetapi mengusung tema tentang NGOPi atau menikmati kopi di suatu lokasi yang dikunjungi sekaligus menyicipi kuliner lokal yang ada.
Jadi dari dokumentasi yang ada didapatkan fakta bahwa terakhir kali ke bandara ini adalah medio oktober 2023 dan menggunakan pesawat superjet air dengan tujuan Bandara Kualanamu Medan.
Maka sah sudah klaim bahwa setelah 2 tahun lalu, baru menginjakkan kaki lagi di Bandara ini. Nah pertanyaan selanjutnya adalah, “Mau kemana?” , “Sama Siapa?” dan “Acara apa?”
Jawabannya ada di tulisan selanjutnya ya.. ditunggu. Wassalam (AKW).
MAJALENGKA, akwnulis.com. Menikmati liukan warna pastel nan lembut yang menaburi motif megamendung menjadi pertanda bahwa raga ini sedang berada di bandara kebanggaan jawa barat. Apalagi disaat kepala menengadah melihat ke atapnya maka terlihat motif bulu burung merak raksasa yang nyata yang hadir sebagai pembeda.
Itulah salah satu pemandangan yang terpampang, menyambut kehadiran calon penumpang pesawat di bandara internasional jawa barat atau lebih dikenal dengan sebutan Bandara Kertajati, karena memang dibangun di kawasan kecamatan kertajati kabupaten majalengka.
Sebuah kebanggaan menyeruak, rasa senang dan syukur hadir bercampur aduk. Meskipun bukan siapa – siapa, tetapi raga ini bolehlah mengaku pernah bersentuhan dengan beberapa momentum jatuh bangunnya bandar udara ini.
TMC Coffee & Things / Dokpri.
Apalagi sekarang melihat pemandangannya dan suasana ini begitu menyenangkan. Konter tiket menyambut kehadiran para calon penumpang yang akan bergerak dan diterbangkan ke berbagai tujuan di pulau – pulau nusantara. Apalagi dengan gencarnya promosi multi pihak dengan tagar #betterkertajati semakin yakin bahwa bandara ini akan maju dan berjaya.
“Akang sedang ngapain di bandara?”
Sebuah pertanyaan sederhana yang perlu dijawab dengan paripurna. Mau menjawab karena akan segera cek in lalu boarding disalah satu pesawat, padahal enggak. Mau bilang cuma jalan – jalan di sekitar bandara, kayaknya orang juga nggak percaya. Tapi itulah drama dunia, terkadang dengan satu pertanyaan sederhana mengingatkan kita akan makna hakiki perjalanan manusia di dunia.
Coffee & Me / Dokpri.
Sudah jelas khan berada di bandara, nenteng tas koper dan di saku sebelah kiri tersembul kertas putih agak tebal dengan ciri ujung kanannya adalah logo maskapai penerbangan. Jelas itu sob. Tetapi tentu dengan dibaluti adat pasundan yang lemah lembut dan penuh kesantunan. Maka jawaban senyuman seimbanglah yang hadir dan anggukan kepala perlahan menandakan persetujuan atas pertanyaan tadi.
Tapi selain fungsi bandara sebagai tempat naik dan turun atau turun dan naik pesawat tentu ada hal penting yang harus dituliskan disini. Kodenya TMC Coffee & Things.
“Pasti urusan kopi lagi ya kang?”
Betul sekali tentu berkaitan dengan sikopihitam kohitala (kopi hitam tanpa gula) menjadi hal utama dalam website pribadi ini. Meskipun tentu kebanggaan terhadap bandara kertajati ini tetap utama. Maka bertemu dengan tempat ngopi yang asyik di dalam bandara kertajati adalah kesenangan tersendiri. Lokasi berada di sebelah kiri ujung dekat ke toilet dan mushola bandara di area keberangkatan. Jadi bisa didatangi sebelum cek in atau setelah cek in untuk mendapatkan tiket.
Cafelate BIJB / Dokpri.
Otomatis non penumpangpun bisa akses guys, tenang saja. Nama cafenya itu tadi yang disebut diatas yakni TMC Coffee & Things. Maka cara terbaik adalah datangi dan pesanlah kohitala (kopi hitam tanpa gula) sesuai menu yang ada.
Maka sajian menu yang pertama sebagai pengganti manual brew V60 adalah colddriftnya dari cafe ini. Rasa dinginnya begitu nikmat menenangkan hati yang sedikit panas karena suatu sebab.
Lalu sajian kedua adalah cafelate bergambar dedaunan yang berusaha keras dibuat oleh sang barista tapi akhirnya tetap saja gambar daun yang hadir sebagai penerus rasa.
Cold drip TMC Coffee / Dokpri.
Setelah 2 sajian kopi ini dinikmati, maka perlahan tapi tergesa menuju arah petunjuk selanjutnya. Ada 3 pilihan, pertama menuju toilet karena kebelet lalu kedua adalah bergegas ke pintu area boarding dan ketiga balik kanan menuju gerbang keluar dan pergi dengan kesedihan hati.
Kalau pembaca mau pilih yang mana?.. silahkan tulis di kolom komentar ya. Wassalam(AKW).
DENPASAR, akwnulis.com. Senyum sumringah begitu mengembang pada saat Boeing 733 mendarat mulus di landasan Bandara I Gusti Ngurahrai Denpasar Bali. Hentakan yang lembut dan nyaris tak terasa mempertemukan kembali raga dengan bumi setelah 2 jam membelah awan dan menyusuri rute di ketinggian 30.000 kaki diatas permukaan laut. Alhamdulillahirobbil alamin.
Sambil berjalan menyusuri lorong kedatangan dan mengambil koper pink di bagasi maka segera keluar bandara dan langsung mlipir ke kiri bandara untuk menuju hotel yang memang berada di area bandara. Ada bayangan besar, pengen berenang di sekitar bandara. Kayaknya bentar lagi bisa terlaksana.
Proses check in yang cepat karena sudah bayar pia aflikasi eh via aplikasi mempercepat raga ini untuk bercengkerama dengan segarnya air kolam renang yang sudah menantikan kehadiranku dibalik kaca besar di seberang luar. Tapi tetep nggak bisa langsung nyebur, wajib masuk ke kamar dulu. Simpan koper dan mempersiapkan baju renang lengkap dengan kacamata renang yang setia menemani dalam hampir semua keberangkatan.
Seber khan? / Dokpri.
Ternyata rencana tak seiring harapan dari kenyataan kawan. Baru saja masuk kamar, langsung tetes hujan begitu lebatnya jatuh ke bumi. Hati ini jadi ragu, apakah jadi berenang atau tidak. Galau deh. Padahal sebenernya ya nyebur aja khan sama-sama basah. Basah dengan air kolam renang dan sekaligus hujan – hujanan.
Pertimbangan lain muncul mengingat batasan rasa lelah yang memforsir diri dalam minggu – minggu ini, khawatir tumbang juga. Udah terasa memang badan mulai hangat memanas atau sesekali mendingin tanpa sebab.
Demi memuaskan hasrat kekolamrenangan maka diputuskan saja menggunakan celana renang tapi berbalut celana panjang dan kaos kerah. Jadi jika tidak dimulai renangnya bisa lannut beredar sejenak untuk kembali ke kamar yang sudah menanti direbahi.
Kolam renang dibalik kaca / Dokpri.
Benar saja, setiba dibalik kaca terlihat kolam renang yang sepi dan hujan lebat begitu kuat dengan angin kencang yang menderu. Tatapan tajam melihat menara kontrol bandara terlihat selemparan batu, tapi apa daya tak berani mempertaruhkan raga jika akhirnya malah tepar dan tak bisa menikmati perjalanan di pulau dewata ini.
Dengan berat hati dan mengendalikan gejolak keinginrenanganku ini, maka hanya bisa memotret suasana kolam renang dan siluet tetesan air hujan di beningnya kaca. Raga mundur perlahan dan berbelok arah menuju coffeeshop saja. Mencari seruput kopi yang mungkin bisa menenangkan gejolak ini dan kembali berdamai dengan keadaan dan menyusun ulang rencana tindak ke depan.
Semangat kawan, sruput dan bergeraklah. Goodby sementara swimming pool, Wassalam (AKW).
Alhamdulillah, bersua kembali dengan udara eh bandar udara.
Bersiap terbang / Dokpri.
JAKARTA, akwnulis.com. Ketika kaki perlahan menjejak di area keberangkatan bandara cengkareng atau soekarno hatta ini, ada perasaan yang bercampur baur. Rasa senang karena akan kembali terbang dengan pesawat begitu menguat. Namun terselip rasa hawatir jikalau tidak lolos metal detektor dan harus bulak balik diskusi dengan petugas bahwa titanium yang terpasang di kaki kiri adalah bagian dari penyembuhan tulang yang patah. Juga hadir sejumput sedih jika mengingat beberapa tahun lalu praktis tidak bisa kemana-mana dengan alasan keselamatan akibat ancaman virus covid19.
Terasa seperti kembali menjadi orang baru yang akan naik pesawat dan exited bingit pas masuk bandara. Terasa ada kebahagiaan tersendiri disaat proses tiket otomatis dengan bermodal kode booking, lalu antri untuk menitipkan bagasi hingga bergerak untuk pemeriksaan selanjutnya menuju keberangkatan pesawat.
Antrian Bagasi / Dokpri.
Pas memasuki pemeriksaan detektor logam, jantung sedikit kencang berdenyut. Khawatir urusan logam di kaki kiri menjadi hambatan. Ternyata pertanyaan signifikan sang petugas adalah,
“Minta data vaksin ke3 di aplikasi peduli lindungi”
Maka segera smartphone disodorkan, dilihat sekilas, cocokkan dengan data. Tring. Selesai. Tiket dicetak dan berada di tangan, “Woooi, jadi terbang!” Sebuah teriakan dalam hati.
Menuju Gate keberangkatan / Dokpri.
Selangkah demi selangkah mendekati metal detektor, arloji dan ikat pinggang sudah ditanggalkan, kecuali harga diri tetap dipertahankan. Semuanya Disimpan di kotak plastik kecil untuk masuk pemeriksaan. Setelah itu berdiri antri menuju metal detektor pemeriksaan diri.
Selangkah Dua langkah Lewati metal detektor. Sepi.
Jadi penasaran, balik lagi deh dan mengulangi gerakan tadi. Satu langkah dua langkah memasuki metal detektor. Sepi juga, Alhamdulillah. Ternyata titanium yang tertanam di kaki kiri tidak menjadi masalah. Hayu bergerak.
Baru gate 16, Cemungut / Dokpri.
Tiket di tangan coba dibaca, penerbangan ini di Gate 21. Ternyata Gate 21 di Terminal 3 itu sungguh terasa jauh tapi dekat. Jauh karena kondisi kaki kiri yang tidak boleh dulu beringsut dengan cepat dan cekatan sehingga menjadi ‘andalemi’ dan bergerak perlahan tapi pasti. Untung saja check innya lebih awal sehingga waktu menuju boarding masih cukup lama. Nah terasa dekat karena semangat memulai kembali petualangan tugas baru dengan menggunakan pesawat, jadi pengen cepet cepet hehehehe.
Garbarata pengantar setia / Dokpri.
Akhirnya seiring pemeriksaan terakhir dengan memperlihatkan KTP dan tiket, langkah pasti menuju garbarata yang menjadi penghubung area bandara dengan pesawat Airbus A230 untuk mengantarkan raga meninggalkan pulau jawa. Selamat terbang kembali diriku. Wassalam(AKW).
BANDUNG, akwnulis.com. Membuat konsep surat yang akan ditandatangani pimpinan adalah hal biasa, tinggal di konsep lalu ketik atau ngonsepnya di komputer dan segera di print….. lalu masuk tahapan pemarafan yang mengandung unsur aliran kepercayaan.
“Woahh aliran kepercayaan?”
Jangan kaget, maksudnya adalah proses pemarafan dari level pejabat struktural terendah hingga akhirnya pejabat yang berhak tanda tangan itu melalui proses parafisasi…. nah terkadang terjadi proses aliran kepercayaan… jadi nggak banyak dibaca lagi oleh pejabat yang memaraf karena ‘percaya‘ dengan paraf yang sudah ada…. padahal yang maraf sebelumnya juga nggak tuntas bacanya hehehehehe….. nggak ketang, ini mah dongeng di kantor lain ahaay.
Kembali ke cerita awal tentang pembuatan surat ini, maka terkadang dihadapkan kepada kejadian yang tidak biasa, yaitu pas setelah semua paraf lengkap dan tidak menggunakan prinsip aliran kepercayaan…. pimpinan yang akan tanda tangan sudah tidak ditempat karena harus pergi ke luar kota dengan segera.
Tidak ada pilihan lain…. kejaaaar.
Kebetulan pimpinan akan menggunakan pesawat dari bandara husein, maka ngebutlah kami membawa surat yang akan ditandatangani ini dengan menggunakan motor agar menghemat waktu karena siang hari sering terjadi kemacetan di berbagai titik di kota bandung…. lets go.
Alhamdulillah, pimpinan baik hati menanti kedatangan kami dan surat-surat dapat ditandatangani semuanya tanpa tersisa.
Nah… selesai menandatangani, sebelum kembali ke kantor, mata tajam ini melihat sesuatu yang menarik…. ada kedai kopi di area bandara yang menarik hati.
Tanpa basa basi, segera masuk, dan memilih menu yang tersaji…. woaah asyik pilihan menunya tidak hanya menggunakan mesin, tetapi manual brew v60 juga ada, alhamdulillah.
Maka pesanlah kopi arabica gayo wine yang menjadi bintang utamanya ditemani secangkir capucinno untuk rekanku yang sudah berjuang membonceng kami demi alasan mengejar waktu… padahal waktu tetap aja bergerak dan tetap 24 jam sehari.
Sajian gayo wine di cangkir putih begitu menggugah selera dengan keharuman khasnya… srupuut…. segerrr… aciditynya menyapa rongga mulut dipadu dengan body medium serta after taste citrun yang sedukit ninggal di pangkal lidah….
Photo : sang baristi beraksi / dokpri.
Begitupun panas airnya 86° celcius dengan komposisi yang tepat antara biji kopi dan air dirasa cukup memuaskan dahaga kopi yang beberapa hari ini terampas oleh kesibukan tak berujung.
Pelayannya ada 2 orang dan keduanya perempuan, salah satunya sang baristi yang meracik sajian tadi.. lupa namanya.
Bagi yang beredar di area bandara husein bisa menjambangi tempat ini klo mau ngopi, berlokasi di sebelah kiri dari pintu kedatangan internasional, namanya cafe Gayo Arabica.
Ternyata, mengejar tandatangan pimpinan tuntas dan bonusnya bisa ngopi kohitala berkualitas disini, Alhamdulillah. Wassalam(AKW).
JAKARTA, akwnulis.com. Kesempatan pertama dan tidak disengaja bertemu dengan kopi varian baru, namanya KOPI TAHLIL.
Awalnya agak mengernyitkan dahi karena berarti kopi ini berkaitan erat dengan prosesi seseorang yang meninggal dunia… tapi jadi penasaran asal muasal namanya dan yang lebih mantabs adalah rasanya, gimana yaaa….
Nggak pake mikir lama, langsung pesan Kopi Tahlil, dan dipesan tanpa gula tanpa susu…. tinggal menunggu. Hanya saja ini adalah saat makan siang, sekalian saja mencari menu yang tepat dengan kebutuhan. Menunya harus ada karbohidratnya, protein dan jelas sayurannya.
Photo : Nasi Megono / Dokpri.
Setelah mengelilingi daftar menu, ternyata yang ada sayurnya… nyaris tidak ada. Kecuali ……. menu ‘Nasi Megono‘ katanya sih nasi dan diatasnya nanti ditaburi tumis sayuran mirip gudeg gitu… oke deh. lumayan, meskipun bukan sayuran segar….. ada kandungan sayurannya.
Untuk proteinnya cukup dengan pesan telur dadar aja. Cukup tuh, lagian harganya agak lumayan karena rumah makan ini terletak area Bandara, tepatnya di Bandara Halim Perdana Kusumah Jakarta.
***
Hadir pertama dihadapan mata adalah sajian kopi dengan cangkir putih bermotif ayam jago yang gagah.. jadi inget coklat merk Jago di masa kecil dan juga mangkok tukang baso…. legend inih.
Harum kopinya semerbak mewangi dan tak perlu lama langsung membaca Basmallah….. “Bismillahirrohmannirrohiim“…. dan sruputtt perdana…. sruuppp….
Hmmm, ada rasa hangat melewati lidah menuju kerongkongan, bukan hanya rasa pahitnya kopi robusta tetapi ada unsur lain yang beda, yaitu jahe dan sereh…. hangat dan nikmat.
“Enak juga guys”
Photo : Sajian Telur dadar / dokpri.
Sambil sruput kedua, ketiga dan seterusnya hadir juga sajian nasi megono, nasi putih biasa dengan topping seperti sayur nangka muda atau urab ya??…. dan sepiring telur dadar, semua kompak menggunakan piring putih bergambar ayam jago yang gagah….. kongkorongoook.
Segera Nasi Megononya dicoba….
Ternyata ada rasa asing yang bikin lidah berdansa, selain daun nangka dan rempah yang ada, juga unsur kecombrang dengan rasa menyengatnya menambah semangat di siang yang panas ini. Bagi sebagian orang yang tidak suka rasa kecombrang yang cukup khas dan tajam… ya jangan maksain.
Tapi bagi diriku yang hanya punya 2 pilihan dalam sajian makanan, yaitu ‘Enak‘ dan ‘Enak bingiit’, rasa kecombrang ini membahagiakan… suweer…. am… am… nyam nyam.
Nah tentang asal muasal nama kopi tahlil ternyata berasal dari acara tahlilan yang digelar pasca meninggalnya seseorang yang beragama islam di daerah Pekalongan Jawa Tengah dan sekitarnya (Mohon koreksi kawan-kawanku di Jateng).
Kopi ini hadir dan disuguhkan kepada para peserta, panitia, tamu dan pihak-pihak yang hadir dalam acara tahlilan yang sering hingga larut atau menyebrang malam, sehingga selain kafein yang bikin melek, susu plus jahe dan sereh yang hangat menjaga badan serta menyegarkan, klop bingit tuh.
Sruput lagi ahh…. mumpung masih ada.
Akhirnya gelas cangkir ayam jago dan piring-piring ayam jago dipamiti dengan berat hati karena jadwal pesawat sudah menanti. Hatur nuhun, Wassalam(AKW).
***
Lokasi : RM Warung OPEK, Area Bandara Halim Perdana Kusumah, Jakarta. Kopi Tahlil 22rb Nasi Megono 25rb
MAJALENGKA, akwnulis.com. Kabut tipis menemani hadirnya kenangan, semerbak harum kopi yang telah terekstraksi memberi spirit baru dalam menjalani hari, hari yang begitu padat dengan agenda bejibun hingga malam menuju larut.
Yup, perjalanan pagi hari dari bandung menuju bandara kertajati dan menghasilkan beberapa tulisan yang (semoga) ada manfaat bagi siapapun yang memang perlu, terkait dengan fasilitas – fasilitas umum bandara dari kacamata seorang penumpang, diantaranya :
eh kembali ke depan meja ini…. Kopinya keburu dingin klo ngetik terus… padahal setelah beres ngopay musti balik lagi ke bandara kertajati untuk melihat suasana bandara di malam hari.
Photo : Sajian V60 Arabica Naganingrum / dokpri.
Sebelum itu, maka mari kita nikmati sajian Barista Majalengka, tepatnya di cafe apik yang beralamat di jalan Satari 239 Majalengka. Bean yang dipilih adalah Kopi Arabica Naganingrum dan Kopi Sugihwangi, … namanya keren-keren khan?..
Untuk masalah rasa hanya satu, dicoba.. dicoba.. dicoba. Maka Diki sang barista segera beraksi, menggrinder bean naganingrum lalu memproses ekstraksi manual brew dengan perbandingan 14gr bean dengan 200ml air panas 86° celcius…. currrr…. clak clak clak.
Nggak berapa lama sudah tersaji di meja, di sebuah cafe yang hommy, agak sempit duk dek sih…. tapi menambah keakraban karena pageye-geye…. Kebetulan juga cafenya penuh dan ramai, termasuk lengkingan suara parau sang pengamen jalanan yang tiba-tiba hadir di dekat meja kami…
“Ayyyyaaahhhh…. dalam hening sepiii kuriiiiindu…… 🎶🎼🎵dst”
Photo : Akses Bandara yang terang / dokpri.
Sajian kopi V60 naganingrumnya beraroma harum, bodynya medium dengan acidity low after tastenya kurang berasa di bibir… eh di lidah… ada sedikit tamarind, tapi selarik saja… lumayan menemani malam yang dingin dan mengembalikan mood sebelum bertugas eh memantau kembali kondisi bandara kertajati.
Sajian kopi tetep aja disruput tandas, karena sari-sari kopinya masih ada. Tak lupa berbincang dulu sebelum pamit dengan sang barista, nambah saudara dan jaringan sesama penikmat kopi, siapa tahu besok lusa bisa kembali dan bersua lagi.
***
Sebelum beranjak pergi, tiba-tiba berkelebat di fikiran sebuah Undang-Undang. UU 10 Tahun 2008 Tentang Perbankan.
“Lho kok jauh pikirannya, dari Bandara trus kopi sekarang bank?”
“Suka-suka aku, kepala kepala aku, ya bebaas moo mikir apa aja”
Diskusi tidak berlanjut, tetapi produktifitas berfikir harus terus dan tentunya dituliskan di layar smartphone menggunakan keyboard virtual… ta daaaa……
Kaitannya adalah……….. Bandara perlu pendanaan yang sangat besar, baik dari perencanaan, pembangunan hingga pengoperasian dan pemeliharaannya, dimana sumber pembiayaannya tentu salah satunya berasal dari perbankan atau kita kenal dengan sebutan bank.
Bank menurut UU 10/2008 pasal 1 ayat 2 adalah sebuah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lain dengan tujuan untuk meningkatkan taraf hidup orang banyak.
Tuh khan dari sisi pengertian mah bertujuan mulia lho, terus pengertian Bank menurut Pedoman Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) nomor 31 maka bank adalah suatu lembaga yang berperan sebagai perantara keuangan antara pihak-pihak yang memiliki kelebihan dana dan pihak-pihak yang memerlukan dana, serta sebagai lembaga yang berfungsi memperlancar lalulintas pembayaran.
Tah lumayan khan nambah pengetahuan, “Trus apa hubungannya dengan kopi?”….
“Kopi berfungsi memberi semangat untuk mempelajari hubungan bandara dengan bank!!! 🤣🤣🤣”
“Ah teu pararuguh kamuh mah”
Heu heu heu heu……
Ih nggak percaya, sok aja coba. Menikmati kopi bikin mood lebih baik dan bisa mikir lebih banyak, cobain ayooo….
Kami berangkat kembali, dari arah kota Majalengka menuju Bandara Kertajati (lagi) disaat waktu menunjukan pukul 21.45 Wib. Semangaat. Hatur nuhun(AKW).
Cerita lagi tentang fasilitas Bandara Kertajati.. monggo.
Photo : Sisi kanan lt 3 bandara / dokpri.
KERTAJATI, akwnulis.com. Sambil nunggu masuk ke pesawat, biasanya laper pengen makan minum dan ngemil atau boring pengen ngisi dengan berbagai aktifitas……
Pertama, urusan ngemil atau makan minum, sebelah mana yach?….
Di lantai 3 Bandara Kertajati ini adalah area keberangkatan penumpang, baik calon penumpang penerbangan domestik juga penerbangan dengan rute internasional. Setelah tuntas melakukan check in maka dilanjut ke ruang boarding di lantai 2 jadi turun pake tangga atau elevator, lift juga ada tetapi diprioritaskan untuk para lanjut usia, bumil ataupun yang berkursi roda.
Trus balik lagi urusan mamin, “Di lantai 3 ada counter makanan minuman?”
Photo : Vending machine / pic by Tim.
Kondisi real kemarin memang masih sepi, tetapi dari pihak BIJB menjelaskan bahwa beberapa spot di lantai 3 ini diperuntukkan bagi para pengusaha makanan minuman menampilkan stand atau toko mereka. Sekarang masih proses negoisasi, karena terkait terhadap kepastian perpindahan penerbangan dari bandara Kertajati.
Photo : Dinding bandara bermotif mega mendung / pic by tim.
Di lantai 3 dan 2 sudah ada beberapa Vending machine (mesin jual otomatis) yang menjual minuman baik softdrink ataupun susu. Rame dicoba-coba sama kami dan memang berfungsi dengan baik. Di lantai 3 terletak di tengah-tengah dekat tempat check in penerbangan domestik dan di dekat tempat pemeriksaan penumpang sebelum turun ke boarding room di lantai 2.
Di lantai juga ada vending machine serta beberapa counter makanan minuman yang sedang finishing.
Photo : Salah satu resto / pic by tim.
Untuk lantai 1 paling bawah, sudah banyak tersedia pilihan makanan minuman, dari model cafe resto dan juga pujasera, sudah beroperasi dan bisa dinikmati aneka sajian makanan minumannya. Cekidot.
Photo : food corner / pic by tim.
Trus beberapa minimarket sudah beroperasi, jadi jangan khawatir snek menyenek dan minuman ringan mah, tinggal tuker aja pake duit hehehehe.
Kedua, Pabukon. Nah yang belum familiar dengan istilah pabukon, maka pasti tahu dengan istilah perpustakaan. Perpustakaan di BIJB ini dapat ditemukan dengan mudah karena penempatannya yang strategis. Tepat posisinya lurus dari pas pintu masuk bagi penumpang domestik….. lurusss sampe mentok. Perpustakaannya simple tapi keren, selain koleksi buku-buku phisik juga buku digital, cuman pas kemarin kesitu nggak ada petugasnya jadi nggak bisa tanya-tanya lebih jauh…. yang pasti puas aja membaca.. membaca sebagian bukunya dan membaca situasi hehehehehe.
Photo : Pabukon lt 3 / dokpri.
Insyaalloh entar buku-ku juga bakal ikutan mejeng di pabukon ini yang sudah banyak buku-buku yang disajikannya. Buku novel Belahan Jiwa dan kumpulan 101 fiksimini sunda. Baru 2 buku yang dihasilkan… lumayan khaan, warisan buat anak incu dan dunia.. ahaay.
Photo : Kids zone / pic by tim.
Ketiga, Kids area. Nah yang ini ada di lantai 2, di area boarding room. Ada moncong pesawat, ayunan, tempat bermain dengan dekorasi ceria dunia anak. Terñyata bapak-bapak juga demen, mungkin masa kecilnya memang begitu menyenangkan, jadi diulang lagi bermain-main disini.
Photo : Smoking room / pic by Tim.
Keempat, Smoking room. Ini juga menjadi salah satu spot hiburan bagi para penghasil kuntung.. eh perokok. Sebuah siksaan berada di area bandara yang memang dilarang keras merokok. Di lantai 2 dekat boarding room sudah ada ruangan merokok (smoking area) tetapi akan dioperasikan oleh pihak ketiga yang akan mengelola lounge di bandara ini. Jadi jangan khawatir para pe-ngudud, cuman mungkin perlu nambah modal dikit buat masuk ke lounge room.
Kelima, Quiet room. Nah ini adalah ruangan buat menyepi lho. Buat menenangkan diri dari hiruk pikuk bandara. Tapi hati-hati ketiduran saking nikmatnya menyepi. Dilengkapi dengan bejibun colokan buat ngecas samrtphonemu plus ada 2 set kursi pijat besar yang bisa memanjakan kamu… eh kami yang sedang (acting) jadi penumpang lho.
Keenam, IG spot. Maksudnya sudut-sudut atau tempat di bandara kertajati ini yang insagramable, itu tuh yang cocok bingit buat ambil photo, trus eksis di medsos masing-masing, trus mendulang like, jempol dan komen yang bejibun…. terasa bahagia… euh bahagia semu sih. Tapi itulah yang mayoritas dirasakan oleh para penikmat medsos saat ini.
Photo : Dome daun jati / dokpri
Spotnya banyak pisan, apalagi ditambah dengan selera seni dan photografi yang baik maka hasilnya akan amazing deh. Tapi klo boleh saran di hasil photonya jangan kebanyakan wajah yach…. (meskipun susah klo photo selpi mah)…. sekedar saran saja itu mah.
Photo di pinggir kaca berlatar pemandangan menghijau diluar bisa menjadi pilihan, ataupun pose dibawah dome-dome yang tersebar di lantai tiga dengan atapnya berbentuk daun jati yang ngarangkadak dan merunduk berwarna putih bersih dan bisa juga di dinding warna warni dengan tema batik mega mendung, keren pisan da.
Photo : Boarding room / dokpri.
Trus atap bandara yang berupa corak bulu merak akan begitu mempesona dikala mengambil gambar dari sudut yang tepat. Selanjutnya tentu pemandangan naik turun pesawat dann badan pesawat yang sedang parkir menjadi objek photo yang menarik. Penasaran?…. segera kesini guys.
Fasilitas lainnya bisa dilihat di artikel terdahulu, klik aja Fasilitas Bandara Kertajati 1)… atau tunggu ulasan selanjutnyaa….
Photo : Spot photo Cirebonan / dokpri.
Selamat berhari minggu kawan, berkumpul dengan keluarga tercinta merajut asa dan kebersamaan, sebelum besok kembali berkutat dengan rutinitas kerjaan yang (seolah) tiada habisnya. Wassalam(AKW).