KOK TONG – Kopi Hitam & Kucing Hitam

Hitam itu ada 2 yaitu kucing dan kopi.

CIMAHI, akwnulis.com. Hari minggu sore kali ini menjadi spesial karena bisa ngariung bersama anak semata wayang juga beberapa ponakan yang bertempat di halaman belakang. Gelak tawa dan kejar-kejaran adalah kenyataan, dilengkapi dengan teriakan khas dari sang nenek yang khawatir salah satu cucunya terpeleset.

Udaaah jangan lari – lari”

Tapi mana ada yang mendengar, semua senang dengan kebersamaan dan aksi kejar – kejaran sambil berteriak riang.

Disinilah peran kopi menjadi penting untuk mengendalikan keributan ini.

Maksudnya gimana?”

Jadi begini caranya, bawa sebungkus besar kopi merk KOK TONG dan perlengkapannya. Kertas filter V60 dan corong pink kesayangan, bejana kaca dan gelas kecil dua model serta tidak lupa air panasnya…. eh belum air panas belakangan, khan ini tangannya cuma 2 atuh.

Nah anak – anak curinghak…. eh apa ya bahasa indonesianya.. kaget dan waspada serta perhatian… walah kok jadi panjang?..

Jadi lari-larinya berhenti dan semua berkumpul mengelilingi peralatan kopi yang sudah ready di meja.

Hayu kita bikin kopiiii” Seru anak kesayangan.

Maka orkestra dadakan segera tercipta, anak kesayangan sibuk meyiapkan corong V60 dan kertas filternya, ponakan yang paling besar menata gelas dan ponakan satu lagi yang dari tadi nggak mau diem begitu serius memegang bungkus kopi merk KOK TONG.

Ayo kita bikin kopiiii……” teriak si kecil sambil memaksa kakaknya menuangkan bubuk kopi ke corong yang sudah dilapisi kertas filter.

Eits jangan dulu, ini kameranya belum siap” teriakan kembali menggema dari ponakan lainnya yang ambil tugas jadi videographer. Sang ponakan tertua jadi aktornya, sok jago minum kopi hitam tanpa gula… ternyata nyicip dikit langsung senyum pengecut eh kecut.

Keseruan semakin lengkap dengan hadirnya bleki si kucing hitam. Ikutan jadi artisnya, karena warna hitamnya matching dengan hitamnya kopi yang tersaji.

Oh ya, kopi merk KOK TONG ini adalah kopi unggulan yang sudah terkenal berasal dari Pematangsiantar – sumatera utara. Rasanya nikmat dengan metode seduh manual V60 tanpa gramasi dan diseduh langsung oleh air panas yang  dituangkan dari gelas ukur supaya praktis.

Rasanya enak dan unik lho, ada sedikit rasa manis yang menyapa ujung pengecap rasa. Hmmm…. pahit yang begitu manis.

Maka permainan kejar-kejaran berubah menjadi tim solid yang bekerjasama membuat konten video dengan tema ‘kopi hitam dan kucing hitam’, tentu untuk finishing diserahkan kembali…. dan anak serta ponakan kembali main kejar-kejaran.

Inilah hasil videonya dan di upload di channel youtube yang berjudul : Kopi Hitam & Kucing Hitam.

Terima kasih sudah membaca cerita anak ponakan dan kopi hitam, juga jangan lupa tonton video youtubenya. Wassalam (AKW).

Menikmati LEMCOFF

Mencoba menikmati segarnya kopi

CIMAHI, akwnulis.com. Udara siang yang panas teralihkan oleh buaian sang angin yang menyusur lembut menerpa badan ringkih ini.

Ih jangan bilang badan ringkih, kamu khan sehat”

Iya bener juga, menggunakan tongkat penyangga bukan berarti ringkih dan lemah, tetapi sebuah proses kesabaran dalam meraih kesembuhan seperti sediakala.

Channel youtube : MENIKMATI LEMCOFF

Kamu teh sakit apa?” Banyak rekan bertanya setelah melihat keadaan ini. Penulis awalnya termangu, kenapa pada nggak tahu ya. Padahal rutin di broadcast berbagai tulisan yang menjelaskan musibah yang terjadi hingga harus diiperasi dalam bentuk cerita dan gambar rontgent yang ada.

Jawabannya seragam dan sederhana, “Oh kirain dongen fiksi rekayasa, hampura nya.. sing enggal damang”

Terima kasih atas doa dan dukungannya, serta terima kasih juga atas persepsinya tentang ‘tukang nulis cerita fiksinya’ … sebuah kehormatan dan… bikin penasaran, “Pada baca tulisanku atau hanya baca captionnya saja?”

Terserah aja ah….

Siang ini selain angin berhembus penuh rasa persahabatan ditambah dengan sajian kopi dingin yang agak berbeda dari biasanya. Ada rasa yang menggelitik untuk mencoba kopi yang dicampur dengan lemon versi barista di Cafe Otutu  sekaligus nemenin sopir yang sedang menunggu mobil dicuci steam oleh para pegawai pencucian.

Keterangan : Cafe otutu itu cafe cozy di wilayah cimahi selatan sekaligus tempat cuci mobil yang buka pagi-pagi, jam 07.00 wib sudah siaga. Meskipun cafenya baru jam 10an bukanya.

Maka pesanlah satu menu kopi yang kayaknya menyegarkan  namanya lemcoff. Kayak nama menu di negara eropa. Supaya nggak penasaran maka dibuntutilah sang pelayan hingga bersua ke meja barista. Lalu minta ijin untuk dokumentasi agar menghilangkan rasa kepo berlebihan ini.

Nah ternyata bukan manual brew tetapi menggunakan mesin pembuat kopi dan diawali dengan prosesi untuk menghasilkan espresso….

sok atuh lanjutkan.

Lalu sang barista balik badan dan menggabungkan dengan bahan lain, alah teu katingali… geser kanan dan geser kiri… ohhh ternyata ditambah lemon dan es batu yang dituangkan dalam gelas perak untuk jugling, lalu dikocok kocokk.. dikocok kocok sambil tangan barista ke atas dan kebawah, mirip joget euy… tarik mang… semongko.

Dituangkanlah di bejana kaca dan terlihat selain sajian kopi ada busa coklat diatasnya, kayaknya seger tuh… dan pasti dingiiin… karena terlihat juga kawanan es batu berbentuk persegi kecil hadir juga di dalam bejana kaca.

Silahkan kakak, ini lemcoffnya”

Makasih, lemcoff itu singkatan ya?”

Iya kakak, itu singkatan dari lemon dan coffee..”

Agak mengernyit dahi ini karena kalau gitu lemonnya harus banyak dan sisanya kopi, ini mah cocoknya cofflem…. eh tapi ya terserah yang kasih nama ketang… yang penting kita coba rasanya.

Tuangkan dulu di gelas, ucap basmallah…. baru srupuuut…

Suegerrrr…… eh tapi kok manis ya?.. kerasa banget ada unsur sirupnya…. langsung manggil sang barista, “Kang ini pake sirup ya?”

Iya kak, kenapa kurang manis?”

Ga papa, tapi sekarang order lagi ya. Tanpa sirup”

Barista mengangguk tapi wajahnya terlihat bingung. Ternyata memang standarnya menggunakan sirup gula.

Tapi perbedaan ini tidak menjadi masalah, bergula atau tidak ternyata bisa menghadirkan sajian lemcoff yang segar menggugah selera. Tinggal pilih saja mau ditambah rasa manis atau tidak.

Penulis memilih tidak, karena memang sudah manis dari sononya hehehehehe.

Selamat weekend kawan, jangan lupa ngopi dan memaknai hari. Wassalam (AKW).

Citra – Medsos – Kopi.

Secuil citra dalam menjaga konsistensi diri, jadinya ngopi.

CIMAHI, akwnulis.com. Sebuah kekuatan rasa akan hadir dengan kerjasama apik dari aneka kata yang terserak berbeda. Dirajut dengan perlahan dan hadirkan kalimat yang mengikat niat. Meskipun bisa hadir sebuah dampak untuk menggiring sidang pembaca mengkristalkan persepsi tentang keseharian seseorang.  Apalagi dilengkapi dengan sajian video via youtube, reel-instagram dan tiktok, maka kristalisasi aktivitas begitu mengemuka.

Padahal….

Apa yang dilihat di medsos dan atau ditulisan blog tersebut hanya sebagian kecil saja serpihan fragmen kehidupan yang secara sadar ditampilkan demi alasan tertentu. Tentu kalau mayoritas adalah berpegang pada nilai eksistensi dengan indikatornya ramainya jempol serta komentar serta akhirnya viral… dan terkenal.

Tetapi ada juga yang ikut-ikutan karena dianggap tidak gaul jika nggak meramaikan jagad medsos, tapi ternyata setelah dapet respon dari netizen… malah keterusan serta ternyata rasanya menyenangkan.

Meskipun secara pribadi, memang sekarang sudah tidak bisa mengelak dengan perkembangan jaman yang begitu cepat. Termasuk eksistensi di media sosial yang akhirya tetap ikut posting di medsos, tentu dengan filterisasi pribadi yang ketat.

Nah kalau blog pribadi ini, diihtiarkan istiqomah bin konsisten, tulis apapun temanya meskipun tema utamanya adalah Ngopay dan Ngojay serta Mantay alias Seputar Kopi, kolam renang dan mereguk vitamin-Sea di pantai.

Juga sekarang sedang menggiatkan upload di akun youtube dan mencoba mendaki untuk memenuhi target minimal monetisasi, jadi jangan bosan dukung dengan like, share, subscribe dan juga komen yaaa…. akunnya ini ya : @andrie kw.

Termasuk cerita kisah nyata tentang musibah patah kaki dan operasinya, berurutan diposting dan ternyata banyak pembaca yang menilai ini cerita fiksi bin rekaan saja hehehe…. maklum karena seringnya menulis cerita fiksi bin rekaan saja.

Maka bagi para penikmat tulisanku ini, semoga tetap berkenan meluangkan waktu untuk membaca dan menikmati untaian kata yang mungkin miliki makna atau minimal silaturahmi virtual tetap terjaga.

Sebagai penutup, maka kita tampilkan photo sajian kopi arabica halu poek banana yang di seduh dengan bejana dan gelas kaca senada. Urusan rasa dan pengalamannya serta tempatnya nanti ditulisan pada postingan selanjutnya. Selamat malam semua, Wassalam (AKW).

Novel Bedebah

Ternyata memang bedebah..

CIMAHI, akwnulis.com. Suara bertubi dari celotehan mulut mendera rasa yang tak biasa, melengkapi panasnya suhu udara hari ini.  Tetapi itulah indahnya di dunia, selalu ada tantangan dari setiap tahapan kehidupan.

Maka kegiatan menulis di blog ini adalah sebuah obat pengurai tekanan dan memberi sejumput kedamaian dalam keseharian yang terus berjalan.

Selain menulis tentu saja membaca novel adalah sebuah kebahagiaan, jikalau membaca situasi adalah keseharian maka membaca novel perlu waktu dan tempat yang tepat hingga tuntas sampai jilid akhir.

Kali ini mencoba membaca Novel karya Tere Liye yang berjudul ‘Bedebah Di Ujung Tanduk’, sebuah novel seru yang mengenalkan diri terhadap wawasan level dunia dengan istilah ‘Shadow Economy

Maka begitu lembaran novel terbuka, langsung masuk dalam dunia ‘lain’ yang penuh dinamika. Bagaimana sebuah koneksi antar benua serta tata hubungan ekonomi global yang hanya diatur oleh sekelompok orang yang ambisius dan sangat pintar.

Disinilah peran Thomas menjadi pembuka dan mengalirlah cerita penuh kejutan lintas benua plus perkelahian yang lengkap baik tangan kosong baku hantam hingga pertempuran helikopter di udara khatmandu yang di sopirin… eh serasa mobil, maksudnya di piloti oleh seorang ninja wanita berdarah jepang.

Banyak lagi karakter lainnya serta berbagai strategi pertempuran yang ternyata tipis batas antara sportif dengan licik juga idealis ataupun oportunis.

Yang pasti, kepentingan untuk mencengkeram dunia terutama di jalur sutra adalah kekuatan lama yang sudah ratusan tahun berjaya, meskipun akhirnya harus meredup seiring siklus hidup dan akhirnya menjadi bab penutup.

Udah ah gitu aja, yang pasti kembali bisa menikmati sebuah novel adalah rejeki bagi diri ini yang mulai sibuk (lagi) dengan dunia nyata meski kruk penyangga tetap menemani dengan setia. Wassalam (AKW).

Kopi Karatina Kenya di HALOKa.

Menikmati sajian kopi manual brew di Kota Kembang.

BANDUNG, akwnulis.com. Disaat sesi makan siang, maka berhamburanlah berbagai jenis orang dan profesi untuk beredar dalam rangka mencari sesuatu untuk mengganjal perut dan dahaga yang mungkin ditahan selepas sarapan pagi tadi.

Ada juga yang belum sarapan pagi demi alasan pengiritan dan takut kesiangan tiba di kantor. Jadi cuma setangkup roti isi telor ceplok saja untuk sedikit mengganjal perut.

Walah itu bukan sarapan?”…

Bukan atuh, sarapan mah harus nasi”

Sebuah jawaban pasti dari USA (urang sunda asli) heu heu heu, jadi sarapan dan makan siang atau malam itu harus nasi atau sangu, makanya ada istilah…. SANGUAN.

Padahal sarapan mah bebas yang penting ada unsur karbohidrat dan protein plus sayuran, tapi kalau nggak sempet yaa…. makan siangnya yang dibanyakin menu sayuran. “Setuju khan?”

Setuju pisan, nggak usah nasi juga gapapa. Bisa diganti lemper, bubur, kupat, buras, lontong dan sebagainya…. nah disini penulis terdiam, karena yang disebut barusan adalah berbahan dasar sama dengan nasi hehehehe.

Udah ah bahas sarapannya, sekarang kembali ke tujuan penulisan, yaitu bahas si kopi hitam kesayangan.

Maka bergeraklah raga menuju jalan Veteran di Kota Bandung untuk menikmati kopi asli kohitala dengan metode manual brew V60 sekaligus makan siang.

Nama tempatnya HALO KA, sebuah nama yang ramah dan familiar maka jangan ragu membuka pintu cafe menuju ruang dalam dimana sang barista dan pelayan serta koki menanti.

Setelah basa basi sebentar, sang barista bernama Bisma memulai pembuatan sajian manual brew V60 dengan pilihan beannya adalah arabica karatina kenya.

Tring….. proses lengkapnya bisa dinikmati di channel youtubeku : MENIKMATI KOPI DI HALOKa.

Setelah disruput dengan nikmatnya, terasa menghilangkan segera dahaga perkopianku. Bodynya medium saja dan after taste standar tanpa ada sejumpul rasa ninggal. Sementara after tastenya ada rasa selarik manis dan juga asam dari lemon yang memberi pengalaman kesegaran kali ini.

Menu cemilannya juga banyak dan menu makanan beratnya juga spesial, malah ada paket makanan yang nggak berat di kantong. Ntar deh ditulisnya, mau nyruput duluu….. slruppp. Alhamdulillah.

Met weekend kawan, Wassalam (AKW)

***

Kafe Haloka, Jl. Veteran No.7 Kebon Pisang, Kec. Sumur Bandung Kota Bandung.

JEMPOLKU & SABAR

Cerita dari sang Jempol yang sedang ngalalakon.

BANCOR, akwnulis.com. Sederet kalimat tanya memecahkan keheningan yang melingkupi suasana malam yang temaram.

Mengapa beberapa hari ini begitu malas menggerakkan jemari diatas tuts keyboard virtual di smartphone ini untuk -menulis- seperti biasa?”

Sebuah tanya menggema dalam dada, padahal jikalau dilihat banyak momentum yang menarik untuk ditulis, dicatat dan akhirnya menjadi sebuah produk tulisan.

Mengapa?”

Maka perlahan tapi pasti mulailah introspeksi dari hulu ke hilir… eh dari hulu ke suku*) yang ternyata banyak sekali alasan yang hadir dengan berbagai kelengkapannya. Seperti rasa cape karena ternyata raga belum stabil dalam masa pemulihan ini, sehingga berbaring sejenak tanpa ngapa-ngapain lebih penting dibanding menulis, daripada berakibat pada hadirnya rasa sakit di kaki kiri pasca operasi sebulan lalu.

Atau bisa saja dengan hadirnya kerjaan yang bejibun sehingga tak sempat waktu untuk sekedar menulis meskipun hanya satu mini paragraf… udah mah satu paragraf dan mini lagi… berarti hanya terdiri dari beberapa kata saja.

Namun jangan salah kawan, beberapa kata ternyata bisa menjadi wakil dari hadirnya sebuah rasa, misalnya ‘I miss u’, hanya 3 kata dan singkat, tapi ternyata bermakna begitu mendalam sangat….. atau ‘Terserah saja’, ini 2 kata sakti yang memiliki beraneka makna tergantung siapa yang berucap, dimana berkatanya dan bersama siapa dia berkata itu.

Nah… supaya lebih praktis mini paragraf ini diperas kembali, menjadi hilang vokal dan konsonan berganti gambar kecil emoticon yang mewakili kegundahan jiwa. Ini lebih praktis lagi, meskipun hati-hati bisa salah klik jadi menampilkan emoticon yang aneh-aneh atau tidak pas dengan apa yang akan disampaikan.

Disinilah peran sang jempol begitu besar dan di posisi strategis, meskipun dibayang-bayangi oleh ‘typo’ akibat jempolnya gemoy atau tinggi ke samping hehehehehe.

Maka latihlah jempol kita tidak hanya bisa menari di keyboard virtual saja tetapi juga rutin berolahraga ringan seperti ngupil, korek kuping ataupun bermain hahayaman atau paciwit-ciwit lutung dan jikalau level advance ya gunakan untuk panco. Untuk aktifitas yang lebih menghasilkan maka bisa ditingkatkan dengan ngurek belut di pinggir sawah atau kolam juga menangkap ikan dengan tangan kosong, maka jari jemari akan terasah lincah.

Ada lagi kalau nggak mau basah – basahan mah, belajar nangkap cicak, ular atau nyamuk dan lalat dengan tangan kosong…. wah ini mah butuh konsentrasi, kelihaian dan kecepatan serta akurasi tertinggi plus ke-tidakgeuleuh-an memegang cicak yang geunyal tapi unyu-unyu serta teman – teman lainnya.

Nangkap cicak pake jempol?”

Iya atuh, jempol dan 4 jari lainnya. Sebuah pertanyaan yang aneh pisan, padahal tinggal gunakan logika dilengkapi imajinasi maka akan hadirlah sensasi. Karena nggak mungkin jempol bekerja sendiri tanpa sinergi dengan keempat jari lainnya, “betul khaaan?…..”

Sementara jika bergeser ke arah bawah dan bersua dengan jempol kaki, maka kembali tersadar bahwa pasca operasi patah ruas tulang telapak kaki perlu penuh sabar dan fokus dalam menjalani penyembuhan.

Khusus jempol kaki juga menjadi strategis karena ternyata perlu treatment khusus dan penuh kehati-hatian untuk menyentuhnya, apalagi memotong kuku jempol kaki… ngurunyud penuh sensasi.

Sesi terapi dengan pemanasan oleh lampu infra red dan sesi getar – getar dijalani semakin menguatkan telapak kaki dan jempol serta semua jari jemari….. terrrrrr… terrrrr.

Maka cara terbaik adalah bersabarlah dan ikuti sesi terapi dengan sepenuh hati dan jangan lupa prokes ketat dikala memasuki rumah sakit karena omicron terus menggila.

Selamat malam dan selamat memegang jempol masing-masing. Wassalam (AKW).

***

Catatan : Ternyata cara terbaik agar kembali menulis adalah…. menulislah apapun itu.

*) kepala ke kaki.

Hari Bahasa Ibu Internasional.

BANDUNG, akwnulis.com. Peringatan hari bahasa ibu internasional telah dilaksanakan oleh berbagai pihak yang telah ditetapkan pada tanggal 21 februari dimana tahun ini berada di posisi hari senin. Beberapa event dan acara telah dilaksanakan termasuk kampanye di media offline dan media online dalam bentuk iklan cetak, media luar ruang dan twibbon di media online.

Untuk di jawa barat sendiri khususnya di priangan, gaung peringatan bahasa ibu internasional ini ditangkap menjadi momentum dalam penguatan dan pelestarian bahasa daerah yaitu bahasa sunda. Sehingga berbagai kegiatan telah berproses dari bulan – bulan lalu dan acara puncaknya digelar di tanggal 21 februari 2022.

Diantaranya kegiatan yang dilaksanakan dan tentunya penulis hadir secara online karena keterbatasan phisik pasca operasi, namun aura kebersamaan untuk menjaga momentum ini begitu kentara.

Rangkaian acara yang berproses nyata dan tertata hingga akhirnya bisa menggugah rasa untuk menguatkan kecintaan kita terhadap bahasa ibu dan selanjutnya merawat agar lestari seperti nilai kasih sayang ibu kepada anak – anaknya yang tiada batasnya.

Bahasa ibu itu apa?” Sebuah pertanyaan singkat namun penuh esensi hadir memenuhi kepala. Maka sejumlah cara dilakukan untuk merangkum pengertianya dalam satu kalimat nyata.

Setelah mencoba mendengarkan paparan dari youtub,… ya searching dulu atuh.. juga tulisan – tulisan di google.. maka dapat disimpulkan bahwa bahasa ibu adalah bahasa yang hadir pertama kali pada saat kita lahir ke dunia.

Jadi tinggal diinget-inget aja, pas lahir…. bahasa apa yang hadir dan akan berpengaruh juga dimana kita dilahirkan.

Meskipun kalau dimana kita dilahirkan, pasti mayoritas akan jawab di rumah sakit dan tempat praktek bidan hehehehehe….

Kembali ke tanggal 21 februari ini berarti idealnya semua bahasa ibu mari kita gairahkan dengan berbagai cara yang elegan. Kalau yang resmi melalui jalur seminar, webinar, talkshow, konferensi dan sebagainya. Juga lomba-lomba pelestarian bahasa daerah dengan dilengkapi aneka hadiah.

Atau… minimal ikutan kampanye di media sosial pribadi melalui twibbon dan photo dilengkapi caption… lalu sebarkaaan.

Ah jadi kangen ibu…

Eggplant Salad & Me

Menikmati makanan ‘sehat’ dan ‘kenyang’, betulkah?

BANDUNG, akwnulis.com. Satu bulan sudah belajar memaknai kata sabar dan ketidakberdayaan sebagai mahluk tuhan yang begitu rapuh dan lemah, diawali dengan kata tijalikeuh*) dan takdir.

*)tijalikeuh adalah bahasa sunda yang artinya : keseleo atau kejiklek atau misalah… eh bahasa sunda lagi deh, yach pokoknya itu dech.

Tantangan selain harus belajar sabar adalah menghadapi peningkatan tonase alias BB yang ternyata kembali bertengger di angka kuintal guys.. 100 bulet buleet pisan… malah beranjak menjadi dalmation (101) dan terus meningkat… alamak, padahal porsi makan sudah dikurangi dan dibanyakin kopi…..

Eh tapi karena kondisi kaki belum boleh menapak sebelah dan full menggunakan tongkat kruk, otomatis olahraga suangaat kurang… jadi ketidakseimbangan ini berakibat nambah bebeb… eh bebe berat badan.

Nah, cara yang paling efektif adalah asupan makanan harus diperketat. Maka dimulailah… eh sebenernya udah lama tapi sering tergoda.. yakni nasinya kurangi… cukup 3 sendok makan.. bukan sendok tembok… atau ganti asupannya oleh karbohidrat lainnya less rice.. gitu ceunah.

Urusan per-salad-an sudah menjadi rutinitas dan hari ini saladnya spesial karena ditemani eggplants alias terong goreng bungkus panir, nama kerennya adalah ‘eggplant salad’ yang datang via mamang grab dan didukung pembayaran via opo…. eh ovo guys..

Ovonya siapa?….. itu cerita berbeda.

Nah bersiaplaaah.. menikmati sajian salad spesial kali ini.

Dikala membuka bungkusnya yang pertama terlihat adalah sayuran berbentuk daun dan potongan tomat cherry….. yummmy.. lalu ada bungkusan kecil berisi butiran keju hancur, daging asap dipotong segi empat kecil-kecil, potongan roti ukuran dadu 7 buah dan dibungkus terpisah ada kayak gorengan gitu… ternyata isinya terong goreng alias eggplant dan sebungkus dressing khas sejiwa… ditambah lagi sekantung plastik eggbenedict alias telor ceplok enyoy keneh.. seperempat mateng cuy…. wow… agak gimana gituuu…

Udah deh… buka dan gabung semua diakhiri dengan dressing yang mengucur diatas sajian… tadaaa… “Asa beda sama di cafenya?”

Pasti beda, lha wong ini piring seadanya dan disajikan di meja kerja, ya inilah hasilnya mari kita syukuri. Karena jangan dilihat hanya dari penampilannya (jika disajikan di cafe) tapi lihat dari hadirnya makanan ini adalah ijin Allah SWT. Meskipun sedang sakit, tak bisa kemana-mana sudah 30 hari, tetapi rejeki menikmati makanan terus mengalir, Alhamdulillah.

Bagaimana dengan kopinya?”…

Wah next tulisan ya, karena sekarang pergerakan terbatas oleh kruk penyangga sehingga belum leluasa menyeduh manual brew kohitala sendiri, maafkan.

Bagaimana rasanya Eggplant salad?”

Tentu sebuah rasa juga adalah keberkahan karena tidak setiap orang diberi nikmat indera perasa dan juga indera perasaan 🙂 ..

Dan…. rasanya enak pisan, dressingnya pas dengan rasa asin gurih sedikit manis dan ada asamnya. Eggplannya renyah juga lengkap dengan rasa segar daun salad dan daun apa ini teh lupa…. kriuk kriuk kress… nyam nyam…

Lumayan latihan mulut mengunyah dan melumat daun hingga bergerak lancar sampai ke lambung….  wareg.. sesaat hihihihi.

Selamat menikmati keberkahan masih diberi rasa dan perasaan oleh Tuhan, Have a nice weekend kawan. Wassalam (AKW).

ARABICA SUNDA GULALI

Sruput dulu Arabica Sunda Gulali…

BANDUNG, aknulis.com.  Gerakan uap panas diatas gelas kaca menebarkan keharuman yang melengkapi kenikmatan kali ini. Secara kasat mata liukannya begitu menggoda, apalagi cairan coklat bening kehitaman yang berada di gelas kaca, penuh rasa.

Lalu ternyata pilihan biji sebagai sumber kenikmatannya adalah Arabica Sunda Gulali, tentu hasil kurasi dan penyeduhan sepenuh hati sang baristi eh barista, lengkap sudah kenikmatan kali ini.

Maka segeralah jemari lentik neng barista menakar bean arabica sunda gulali 15 gram. Segera di grinder ukuran 3 untuk hasilkan serpihan kasar yang cocok untuk manual brew kali ini. Lalu setelah kertas filter V60 dibilas dengan air panas maka giliran serpihan bean bertemu dengan semangat di panas air yang hadir melalui ujung teko gooseneck hingga maksimal 220 ml pada suhu 96° celcius.

Perlahan tapi pasti, tetesan seduhan kopi memenuhi bejana kaca dengan segala keharuman yang menggoda. Setelah prosesi ini tuntas, maka cairan kenikmatan berpindah ke gelas kaca dan perlahan tapi pasti dipersembahkan bagi raga yang menunggu penuh dahaga.

Srupuut….. wuenaak pisan. Segar dan menenangkan. Body medium memberi kesan leluasa dilengkapi acidity menengah yang tidak perlu ninggal di ujung lidah. Sementara after tastenya hadir selarik citrun dan rasa manis sesaat versi frutty dilengkapi rasa sepet tamarind….. ya itu deh yang bisa ditangkap oleh lidah ini.

Vers Youtubenya juga sudah tayang, monggo di klik ARABICA SUNDA GULALI – akwchannel.

Selamat ngopay bray.. Wassalam (AKW).

****

Lokasi ngopay :
Kopi Anjis, Jl. Bengawan No.34 Cihapit Kota Bandung

Kopi : bean arabica sunda gulali.

KARASA – fbs

Yuk ah urang ngararaoskeun…

FIKMIN # KARASA #

Tungtungna ngajaran sarè di rumah sakit jalaran rèk opèrasi suku kènca. Sakamar duaan jeung bapa bapa tengah tuwuh. Teuing gering naon, ngan kareungeu mah utah waè mun nginum atawa barang dahar.

Hahalang ukur hordeng, atuh sagala laku lampahna ècès pisan, karunya. Jigana kèrèsèk geus beak opat losin, da unggal usik utah.

Nyedek ka peuting, katingali beuki ripuh. Bèl meus meus dipencèt, perawat bulak balik. Nu tungtungna tengah peuting rèk dipasang katèter jeung sondè.

Geus tong loba humarurung, ayeuna rèk dipasang katèter mèh teu riweuh ka jamban” sora jikanna bedas.

Embung ah, sieun nyeri”

Teu nyeri, siga disunatan” ceuk Jikanna, salakina unggeuk.

Perawat datang rèk masang katèter, “Mangga pa, ulah geumpeur”

Kuring ngilu muringis, asa nyeri jeung linu dina mamarasna.

Jol gorowok tèh si bapa, “Adaww geloo nyerii, teu jiga disunatan ieu maaahh, asup kana liangnaaaa…”

Kuring leuleus, ngèsang jeung nahan kanyeri. Karasa nyèrèsèt jeung peurih. Cirambay. (AKW).