MENGHITAM DI KUROKOFFEE.

Menikmati kopi dan suasana hitam bersama kesayangan.

BANDUNG BARAT, akwnulis.com. Meluangkan waktu dari segala rutinitas untuk sekedar menarik nafas adalah sebuah cara yang cukup bernas untuk mengembalikan semangat bekerja agar semakin tangkas. Karena memang hanya sekedar tarikan nafas, maka tidak perlu butuh waktu lama apalagi berhari-hari, tapi gunakan waktu istirahat makan siang untuk sekedar refresh dengan memilih tempat dan suasana yang bisa memberi nuansa ‘mini healing’ yang tentunya tidak harus mahal tetapi terjangkau.

Pasti kamu cari tempat ngopi ya?, terus sruput pelan-pelan, diphoto lalu mulai menulis dan link tulisannya di broadcast ke nomor WA yang ada di hape kamu ya?”

Waaah…. pertanyaan yang tepat dengan sasaran dan membuktikan bahwa branding diri mulai mengena pada sasaran. Tiada pilihan lain selain anggukan dan senyum terbaik yang diberikan. Lagian kalau bicara tentang kopi, diri ini hanya sejumput debu dari begitu banyak penyuka, pecinta dan pemburu kopi yang sebenarnya. Bukan juga seorang ahli kopi yang memahami secara detail dari mulai hulu sampai hilir. Tapi hanya seorang pecinta kopi yang tentunya sesuai dengan tema mencintai dengan ketulusan memang tanpa syarat.

Jadi kehadiran kopi hitam tanpa gula, tidak harus dicintai karena sebuah rasa yang bisa didapati oleh lidah sang indera perasa tetapi juga keharumannya, suasana tempat ngopinya, cara penyajiannya, interaksi dari barista dan pelayanannya, harga sajian kopinya, cara pembayarannya dengan hanya uang cash atau bisa gesek dan atau QRIS serta yang lebih bernlai adalah bersama siapa ngopinya… ini penting kawan.

Lalu setelah dinikmati maka pendokumentasian adalah langkah selanjutnya. Sehingga cerita mencintai kopi ini menggema dan tercatat serta menjejak dalam format digital agar bisa belama-lama tercatat pada semesta. Nah tentang pengiriman link kepada kontak WA yang tercantum di hape, memiliki makna silaturahmi dan pengecekan. Apakah nomor ini masih aktif atau berganti, atau juga memang disetting blokir untuk fitur broadcast all. Sekaligus memberitahukan bahwa nomor WA andriekw tidak berganti dan dipertahankan lebih dari 10 tahun menemani kesibukan sehari-hari.

Kopi kali ini bernuansa hitam, eh memang kopi tanpa gula pasti hitam kawan. Ya untuk kopi manual brew V60 lebih ke arah warna coklat bening menggemaskan, tapi kopi tubruk, epresso, dopio, americano dan long black jelas miliki warna hitam meskipun tidak pekat tetapi terkadang mengkilat.

Bener lho nuansanya hitam tidak hanya sajian kopi tapi warna tembok tempat ngopinya juga hitam, termasuk meja kursi dan ornamen lainnya. Kalau wajah baristanya sih nggak hitam, tetap normal dengan sawo matang hehehe. Settingan lampunyapun dibuat temaram sehingga membuat suasana yang tenang, sunyi dan hitam.

Eta keukeuh hitam…

Nah kalau pilihan kopinya tentu sesuai harapan, sajian kohitala manual brew V60 hot telah terhidang dengan baik. Pilihan beannya adalah Koishikawa Chaya dengan notesnya adalah blackcurrent, jasmine dan orange. Rasanya menyegarkan dengan body dan acidity medium melengkapi momentum sruputan yang mendekati sempurna.

Ditambah dengan rekomendasi baristanya yang memiliki kopi dingin dengan rasa lemon yang juga dingin menyegarkan, namanya lemonade cold brew. Disimpan di botol coklat dengan tutup kertas kuning juga label dengan warna menyolok. Rasanya nikmat pisan, meskipun rasa manisnya perlu diwaspadai, kayak manisnya kamu ih jadi pengen lagi.

Srupuut guys….. kopi panas V60nya dan kopi dingin lemonade cold brew berpadu serasi menyempurnakan suasana hitam yang penuh kenikmatan. Apalagi dihadapan ada bidadari cantik yang menawan, lengkap sudah. Alhamdulillah. Wassalam (AKW).

***

KUROKOFFEE – Ruko Pancawarna No. 12 KBP.

Swimming Pool Hotel Ciputra Jakarta.

Kembali menikmati kolam berenang.

JAKARTA, akwnulis.com. Sebuah pemandangan yang meneduhkan sekaligus mengundang raga untuk bercengkerama adalah birunya kolam renang yang berada di lantai 7 Hotel Ciputra Jakarta. Tapi apa daya jadwal rakor begitu tegas mengatur sesi hingga terdapat sesi malam yang secara konsisten dihadiri lengkap oleh para peserta. Itulah makna konsistensi dari semua pihak yang tergabung dalam agenda pembahasan tentang rencana aksi destinasi pariwisata.

Tepat pukul 21.30 wib acara hari pertama usai, namun disaat akan mencoba kolam renang ternyata sudah tutup. Pasca pandemi covid19 penggunaan kolam renang dibatasi, hingga hari ini. Ah jadi teringat masa – masa sebelum pandemi melanda. Bisa menikmati bercengkerama dengan air segar di kolam renang hotel pada malam hari. Nuansa berbeda dengan kerlap kerlip lampu kolam renang yang begitu menyenangkan. Jejak digitalnya bisa dilihat pada tulisanku beberapa tahun yang lalu yaitu BERENANG DI MERLYNN PARK HOTEL (2018).

Akhirnya diputuskan untuk menuju kamar saja di lantai 16 yang sudah disediakan panitia. Keluar dari lift langsung belok kanan dan agak sedikit ada rasa berbeda. Tapi kemungkinan besar ini sugesti saja dari cerita istri yang katanya ada sesuatu yang tertangkap kamera pada saat teman-temannya bertugas di sore hari. Tambah lagi jadi teringat peristiwa di sebuah hotel yang nun jauh disana harus berbagi room dengan ‘sesuatu’ yang cukup menguras adrenalin, ini catatannya BERBAGI KAMAR MANDI. Tapi itu adalah sugesti, bertawakallah kepada Allah dan yakinkan bahwa kita manusia adalah mahluk yang mulia.

Tempel kunci elektronik di kamar nomor 16xx dan sebelum memasukan di kotak power maka ucapan salam “Assalamualaikum Wr Wbr” menggema di depan pintu. Lalu bergerak ke dalam dan tak perlu lama langsung buka tas punggung dan menyiapkan baju ganti setelah nanti mandi air hangat di kamar mandi hotel ini.

Setelah kesegaran didapatkan, shalat wajib dituntaskan maka membuka laptop untuk mengecek surat masuk dan keluar adalah juga keharusan. Meskipun akhirnya menuju peraduan namun sebelumnya tidak lupa mengabadikan sekeping suasana ibukota di malam hari yang bertabur cahaya.

Tidur aja.. zzzzz

Esok hari keinginan untuk mencoba aktifitas renang ini kembali menggebu. Maka melihat sesi acara diawali pukul 08.00 wib. Ada celah waktu untuk digunakan menikmati ksegaran pagi. Maka bergegaslah keluar kamar menuju parkiran untuk mengecek perlengkapan. Biasanya di mobil sudah tersedia alias nyetok celana renang lengkap dengan kacamatanya.

Tapiii…. ternyata setelah mengaduk-aduk bagasi mobil, celana renang dan kacamata tidak bersua termasuk tas khususnya. Berarti memang takdir tuhan belum bisa menikmati suasana berenang kali ini. Ya sudah tidak usah dipaksakan, tetapi sebagai pelipur kecewa maka raga tetap bergerak ke lantai 7 untuk merasakan suasana kolam renang secara langsung.

Kolam renang di Hotel Ciputra ini berada di lantai 7 dan terdiri dari 2 kolam renang. Satu kolam untuk anak dan satu lagi berbentuk setengah oval untuk dewasa dengan kedalamannya variasi dari 1,25 meter sampai 1,75 meter. Jadi bagi yang belum mahir banget berenang harus hati-hati, apalagi tinggi badan dibawah 170 cm, pas coba berdiri disini berarti harus bersiap tahan nafas dan jangan panik ya. Apalagi memang tidak ada penjaga khusus kolam renang. Minimal ajak teman untuk saling menjaga sehingga dapat menikmati kolam renang dengan terjaga keselamatan.

Setelah puas photo dan sejumput video akhirnya diputuskan meninggalkan area kolam renang dan memaksa melupakan untuk rencana berenang kali ini. Tapi minimal sudah survey dan mungkin besok lusa atau kapan – kapan bisa dilaksanakan.

Apalagi jadwal breakfast sudah mulai di restoran. Maka keputusan akhirnya adalah kembali kepada acara rakor di hari ke-2 tentu dengan full stamina. Semangaaat. Wassalam (AKW).

Merenungi Kohitala.

Menikmati Kopi tanpa menghabiskan.

JAKARTA, akwnulis.com. Secangkir kopi hitam terdiam dihadapan, menunggu apa yang akan terjadi sebagai sebuah kelanjutan. Secangkir kopi biasa yang hadir karena sebuah acara, rapat kerja yang ternyata memiliki makna tentang arti suatu tahapan pembangunan yang perlu banyak hal dibicarakan.

Ada rasa bersalah karena kehadiran secangkir ini bisa berakhir sia-sia. Tadinya ingin menolak untuk tidak disajikan. Namun pelayan hotel sudah langsung membagi – bagi snack dan kopi atau teh di meja peserta. Semoga sajian kopuli ini  bukan hanya menjadi pemanis meja belaka tanpa memberikan kenangan rasa yang menjadi pembeda. Begitulah jika kehidupan ini dicoba dimaknai secara detail tahapan prosesnya. Karena jika tidak meyakini awalnya seperti apa, biji kopinya jenis apa, proses roastingnya bagaimana, menyeduhnya manual atau dengan mesin kopinya bagaimana hingga siapa baristanya, maka rasa galau yang akan hadir di sekitar amigdala.

Bukan sekali dua kali, pasca menikmati sajian kopi yang tidak tahu asal usulnya, maka perut atau tepatnya lambung  berkreasi… eh bereaksi dan memberikan rasa tidak nyaman berkepanjangan. Ya tidak bisa menyalahkan perut juga tetapi sebuah kebiasaan yang telah membentuknya.

Kembali termenung menatap secangki kopi hitam yang disajikan tanpa gula sesuai permintaan. Ragu melekat dan kembali terdiam sambil konsentrasi membagi indera dengan berusaha mendengarkan para narasumber yang terlihat kompeten di bidangnya masing-masing.

Perlahan cangkirnya diangkat dan di dekatkan ke bibir, lalu sruput dikit untuk mencoba bagaimana rasa dan kelanjutannya. Mudah ditebak, ini akan berakibat jika dilanjutkan. Maafkan atas ketidaktuntasan menghabiskan kopi sajian rapat kali ini.

Tapi jangan khawatir, kehadiranmu hai secangkir kopi hitam tanpa gula tetap memiliki nilai dan makna. Sebuah jepretan kamera smartphone ini bosa mrnjadi abadi, apalagi dipadupadankan dengan refleksi pantulan atau bayangan lampu hias hotel yang luxury memberi kesan mewah dengan nuansa keemasannya.

Hikmah yang didapat adalah selalu berusaha melihat sisi baik dan sisi hikmah dari semua keadaan, berbagai kejadian yang menjadi kenyataan. Pasti memiliki sesuatu yang menjaga kita untuk senantiasa bersyukur dan belajar bagahia eh bahagia.

Selamat sore semua, mari kita sedikit menghela nafas dalam istirahat sore. Sebelum nanti malam berjibaku kembali dalam meeting yang perlu konsentrasi serta kebersamaan. Wassalam (AKW).

DATA, Kopi & WFA

Presentasi dan materi diakhiri dengan FWA sambil sruput Kopi.

PASTEUR, akwnulis.com. Suasana rapat dengan model U bisa langsung membuat suasana menjadi beku dan kaku terjebak oleh suasana formal rapat yang lengkap dengan pernak pernik formalitas. Apalagi didukung penuh oleh hembusan air conditioner ruangan yang melenakan, maka rasa kantuk begitu mudah hadir dan segera mengaburkan pandangan berganti mimpi sesaat yang memang bernilai nikmat.

Itulah saat menantang bagi diri ini yang harus memberikan materi pada saat jam rawan dimana para peserta sudah makan siang dan kelihatan wajah – wajah kenyang. Maka cara terbaik adalah berusaha menghadirkan interaksi dan sedikit humor agar kantuk peserta hilang dan bisa antusias menerima materi yang akan disajikan.

Maka segera dikeluarkanlah aneka kemampuan termasuk posisi raga pun diubah. Tidak lagi duduk di depan meja penyaji materi tetapi segera bergerak turun dari podium dan berdiri setara dengan para peserta sekaligus mata dipicingkan untuk melihat peserta mana yang terkantuk-kantuk atau malah diam tetapi mata tertutup dan menikmati mimpi siang di sejuknya ruangan meeting hotel ini.

Ngapain milih yang ngantuk-ngantuk?”

Pertanyaan sederhana tapi efektif menyegarkan suasana. Caranya adalah dekati peserta yang sedang terkantuk-kantuk dan berikan mic yang ada, lalu berikan pertanyaan. Dijamin akan terjaga dan hilang rasa kantuknya berganti wajah tegang dan kebingungan atas apa yang sedang terjadi. Kalau nggak percaya, silahkan coba.

Maka mengalirlah rangkaian kata dan kilasan slide presentasi dilengkapi tawa canda dan tegur sapa dengan sebuah tema yaitu REKOKOM (regulasi, komunikasi dan komitmen) tentang pentingnya data yang dihasilkan sekaligus cara mendapatkan data tersebut.

Lalu setelah tugas menyampaikan materi usai, dilanjutkan dengan tugas lain yang harus konsentrasi sertai tidak terbuai. Meskipun raga sebetulnya sudah mulai lunglai. Maka cara terbaik adalah pindah suasana meskipun masih berada di satu area, ditambah dengan sajian kopi hitam tanpa gula, tapi sedikit foam susu sehingga cappucino yang datang merk Ily segera mengubah suasana.

Sruputan pertama menjadi utama untuk mengembalikan stamina. Alat kerja langsung digelar, laptop, tablet, smartphone dan sisa-sisa kertas yang harus dilihat satu persatu karena masing-masing menjadi unik dengan tulisan tangan yang berbeda-beda.

Apalagi momentum kali ini begitu cocok dengan tema tulisan selama ini yaitu NGOPAY & NGOJAY. Karena lokasi kerja kali ini berdekatan dengan kolam renang yang bisa digunakan ‘ngojay‘ serta dihadapan sudah hadir kopi untuk ‘ngopay‘. Alhamdulillah.

Sruputan berpadupadan dengan baca tulisan tangan dan pemandangan kolam renang, sebuah momentum FWA (flexible working arrangement) yang menyenangkan. Pekerjaan tuntas sambil memunggu rangkaian kegiatan di lantai atas yang berharap hadir pada saat penutupan. Itulah sepenggal kisah tentang presentasi, materi, kolam renang dan kopi. Wassalam (AKW).

***

Lokasi : Hotel Holiday Inn – Pasteur Bandung.

Cinta diantara Buku & Kopi.

Cerita cinta dan perpisahan menjadi nikmat karena berteman dengan kopi dan harapan.

BANDUNG, akwnulis.com. Sebuah perjalanan kehidupan tentu berbeda dari setiap orang, maka ceritakanlah versi masing-masing agar menjadi lintasan sejarah meskipun mungkin hanya selarik baris yang hampir transparan. Ceritanya tentu tertuang dalam tulisan, photo atau video pendek dengan catatan senada. Usahakan jangan dilisankan saja, karena lisan hanya terngiang dan mungkin hilang. Tapi tulisan, photo dan video relatif umurnya lebih lama akan menghiasi kehidupan ini.

Jadi tidak usah risau melihat orang begitu rajin mengekspose aktifitas dirinya secara harian atau malah per jam dan ‘update‘ dimana sedang apa bareng siapa, minimal di whatsapps status lalu dilanjutkan di media sosial dengan berbagai ‘caption‘.

Ada caption ‘Coba tebak dimana ini?’ atau ‘Alhamdulillah sampai juga’ dan berbagai caption lainnya. Itulah bentuk eksistensi diri yang (mungkin) berharap ada reaksi. Atau bisa juga memang ingin nulis caption seperti itu tanpa peduli pendapat orang dalam bentuk komentar atau sekedar jempol yang kecil sekalipun.

Begitupun raga ini bergerak mengikuti alur kehidupan tentu didukung oleh jiwa yang optimis dan harus semangat dalam menapaki kehidupan. Maka tugas pekerjaan dan aneka pergerakan kemari kesana eh kesana kemari ataupun tetap stay di kantor di area bandung dan sekitarnya harus dijalani dengan rasa syukur dan ceria. Meskipun masalah atau beban selalu ada, itu adalah ciri kehidupan. Tinggal bagaimana kita menyikapi dalam menghadapinya.

Sebagai penyeimbang dari berbagai tugas yang perlu stamina serta bejibun urusan yang seolah tidak berhenti, perlu ada ‘mini healing’ yang cocok untuk diri ini. Nggak terlalu sulit, hanya perlu kontak GPS (gunakan penguasa sekitar) dan kebetulan terlewati dan tanyakan informasi serta rekomendasi tempat ngopi. Jika ada beberapa alternatif maka perhitungkan dengan estimasi jarak dan waktu serta arah yang tepat dengan pergerakan menuju kembali ke kantor sehingga jam kerja tetap efektif. Maka waktu yang pas adalah di saat jeda istirahat siang sekitar jam 12.00 sampai 13.00 wib.

Pilihan lain tentunya diluar jam kerja, bisa sore hingga malam atau di hari sabtu minggu. Meskipun susah juga karena ternyata tugas yang ada terus menguntit dan waktu untuk bersua dengan keluarga tetap menjadi prioritas. Jadi pinter – pinter liat momen ya guys.

Tapi jikalau sambil beredar ternyata sulit juga menyempatkan waktu. Cara terpraktis adalah di tempat kerja saja, menikmati kopi sambil tersenyum simpul membaca sebuah buku yang sarat makna dengan kemasan kertas per halamannya mewah semewah isinya.

Mau tahu judul bukunya?”
“Mauuuu….” Jawaban beragam dari teman – teman sekantor yang reflex menjawab meskipun tidak semua paham yang dipertanyakan. Jangan – jangan karena kasian ya?.. Wallahu alam.

Judulnya adalah ‘Ada Nama Yang Abadi di Hati Tapi Tak Bisa Dinikahi’ buah karya brilian dari Kang Maman Suherman, seorang tokoh media, penulis, kreator dan berbagai sebutan yang memang layak disematkan. Buku ini hadir melalui perantara sahabat lama, Neng Feby – bos Raka FM, Hatur nuhun pisan. Maafkan baru sekarang bisa dibuka, dibaca dan dinikmati. Oh ya dan ini bukan satu-satunya buku dari Feby, ada 3 buku lagi yang antri untuk segera dinikmati, sekali lagi terima kasih hatur nuhun.

Isi bukunya jenaka meskipun sebagian mengulas tentang perpisahan. Tapi tema utamanya adalah tentang cinta yang begitu syuliit dilupakan, karena rehan baiiiik…. eh salah, karena cinta itu adalah anugerah Tuhan yang penuh cara untuk melukiskan dan tiada hingga kata yang bisa diucapkan.

Sebagai penyempurna maka kehadiran sesloki kopi adalah hal yang wajib. Kopi yang di manual brew V60 kali ini adalah kopi arabica halu ‘strawberry waffle’ dan langsung digrinder sesuai kepentingan dan keinginan.

Srupuuut…. nikmat sambil tersenyum simpul membaca jalinan kata yang ternyata begitu mengena. Seperti ‘Puncak tertinggi mencintai = KEIKHLASAN dan kehampaan tanpa batas pengharapan = ABADI MENCINTAI…. uwoooow jlebb bingiit cyiin.

Berpadu dengan body kopi yang medium bold, acidity medium high serta aftertastenya lebih ke lemon dan dark coklat plus bulet rasanya atau pulen. Meskipun rasa strawberry wafflenya nggak dapet, tapi kenikmatan rasa kopi arabicanya tetap berkarakter dan penuh warna. Sruput lagi ah…

Alhamdulillah, akhirnya sore hadir menjelang magrib dan raga ini harus bergerak meninggalkan tempat kerja untuk bercengkerama dengan kepadatan lalulintas di wilayah jembatan layang paspati hingga pintu tol pasteur demi kembali bersama keluarga.

Tapi… baru saja menapaki flyover paspati, handphone berdering…

*** to be continue ya…

Ternyata musti balik ke kantor… Semangaaat. Wassalam (AKW).

KE KANTOR CARI UANG atau… ?

Ternyata ke kantor itu mencari…. kerjaan hehehe.

CIMAHI, akwnulis.com. Hari minggu adalah saanya ‘me time‘ dan ‘family time‘. Caranya sederhana kok, cari aktifitas murah meriah, atau cari aktifitas ekonomis dinamis terukur yaitu jalan kaki pagi-pagi tapi jangan bawa duit ataupun dompet. Dijamin bisa berolahraga ringan sesuai target yaitu 6 ribu langkah saja. Insyaalloh tidak akan terpengaruh oleh lapak yang jualan karena tidak bawa dompet dan uang cash, kalaupun mau pake QRIS akan berabe karena rata-rata masih cash. Maka nilai ekonomis dan efisien akan terjadi, sesekali atuh memeditti eh mengoretti*) diri sendiri.

*)memeditti / mengoretti : pelit pada diri sendiri (bhs sunda maksa)

Soalnya kalau bawa duit cash akan merusak program jalan kaki ini. Tidak terjadi defisit kalori malah sebaliknya surplus kalori masuk ke dalam tubuh. Jalan kaki hanya menghasilkan pembakaran 400 sampai 500 kalori, tapi ngebaso dan kari sapi ditambah segelas besar es kopi susu itu menghasilkan 3 x lipatnya. Alamak menggendats dong.

Nah, selain itu hari libur juga adalah saatnya menulis. Seperti biasa tulisan singkat berbahasa sunda dengan maksimal 150 kata sudah menjadi satu pesan cerita. Tentang temanya nanti kita bahas di paragraf terakhir bagi yang kesulitan mengartikan bahasa sunda, monggo silahkan…..

FIKMIN # MILARI #

Murangkalih nu pangalitna yuswa 4 taun kènging pakanci ti sakola. Asa janten buah simalakama. Dikantun di bumi nyalira palaur, ari dicandak berabè.

Saatos sawengi jeput badanten sareng carogè, dicandak putusan, Si bungsu samentawis ngiring ka tempat damelna carogè.

Shubuh kènèh murangkalih tos gugah, netepan teras ibak nyalira. Sarapan teras angkat sareng bapana.

Pasosonten si bungsu uih, katingal rarayna alum, teu jiga ènjing – ènjing nu jigrah tur lincah.

Kunaon nèng, manyun waè?”

Teu aya walèran, ngadon ngagidig ka enggon. Nangkuban dina kasur. Bapana ngawaler, “Tadi meuni isin di kantor, mèja nu rèrèncangan ogè meja ibu bos diawut-awut, saurna milari artos”

Uing ngagebeg, naha murangkalih janten kitu. Kedah ditalèk ieu mah, “Nèng naha tadi ngabongkaran mèja Abi ogè mèja bosna Abi?”

Si bungsu bari ingsreuk-ingsreukan nyarios, “Mung bantos Abi milari artos, pan upami biasana Abi nyarios ka kantor tèh milari artos, tapi tadi teu mendak, kalahka Ènèng diseuseulan.”

****

Itulah kumpulan kata menjadi satu cerita dengan judul MENCARI (milari). Tema yang diusung sebetulnya dimulai dari ide sederhana yang muncul dari celotehan lucu anak semata wayang.

Intinya adalah tingkah anak kecil balita yang libur sekolah di PAUD dan ‘terpaksa‘ ikut ayahnya bekerja karena tidak bisa ditinggal di rumah, sebab ibunya juga bekerja di tempat berbeda.

Alhasil di kantor ayahnya, si balita berulah dengan membongkar meja kerja ayahnya, rekan kerja ayahnya juga bos ayahnya dengan tujuan mencari uang.

Setelah diklarifikasi ternyata semua diawali dari pernyataan ayahnya setiap mau pergi kerja yaitu : “Ayah berangkat dulu kerja ya, mau cari uang buat ade kecil”

Maka si balita insisiatif bantu ayahnya cari uang di kantor ayah, meskipun ternyata begitu syuliiit (lupakan reihan…) karena memang itu adalah sebuah ungkapan bukan arti cari uang sebenarnya di laci meja kerja.

Jadi hikmahnya, hati-hati memberi pernyataan kepada anak kita supaya bisa dimaknai dengan sejelas-jelasnya. Beda pemahaman antara anak dan remaja atau orang dewasa. Jadi mulai sekarang sampaikan bahwa pergi ke kantor itu bukan mencari uang tapi mencari kerjaan hehehehe.

Selamat weekend AKWfriend, Wassalam (AKW).

***

SATIDI – fbs

Niat baik bersua dengan kenyataan…

CIMAHI, akwnulis.com. Minggu siang bercengkerama bersama anak adalah sebuah momentum yang tak akan terulang. Maka manfaatkan sebaik-baiknya. Jika hari kemarin terpaksa bersama ibunya ikut ayahnya bekerja di kerimbunan hutan ciwidey, lalu kedinginan dan masuk angin karena ketahanan tubuh yang berbeda. Maka hari minggu ini menagih untuk sekedar kongkow dekat rumah sambil ngopi berdua.

Ternyata setelah makanan dan minuman tersaja, anak kesayangan malah sibuk dengan gadgetnya dan memainkan game Sakura School Simulator dengan asyiknya. Langsung ayahnya switch mode ke pilihan ‘soft me time’ alias menyesuaikan diri dengan gadget dan membuat sebuah cerita fiksi singkat berbahasa sunda yang idenya hadir secara tiba-tiba. Tapi ujung mata tetap memperhatijan gerak gerik dan aktifitas anak kesayangan.

Inilah tulisannya…

FIKMIN # SATIDI #

Hiungna motor RX king meulah jalan ciroyom kadèngè halimpu sabab dina cangkèng aya leungeun bèbènè nu pageuh nyekelan. Genep bulan teu panggih, ayeuna karèk bisa ka dayeuh deui.
Kusabab hayang mèrè surprise, ngahaja teu dibèjaan rèk dahar dimana. Teu nyangka ceunah boga kabogoh tèh meuni nyaah tur ngartos.

Nuhun Ayang, impènan Enèng ngawujud, tiasa tuang di restoran ieu”

Soanten nu hipu ngagugah kalbu, tapi teu loba carita. Asup na panto tuluy mayar heula sabab restoranna modèl ‘all you can eat’ atanapi SATIDI (sadayana tiasa dituang).

Pagawè restoran nyayogikeun sagala rupa dina mèja. Kompor mini diluhurna panci kuah tomyam oge hiji deui loyang kanggè babakaran. Hurang, daging lauk jeung daging sapi ipis langsung dipasak, kitu ogè sagala rupa satè, omelèt, sushi, sangu gorèng, beef teriyaki jeung sajabana. Rampus sèèp ku duaan.

Hanjakal nge-datè tèh gorèng tungtungna. Nèng Asih ngaborolo utah uger dina wastafel. Uing kapaksa ngodok liang wastafel sabab ngeuyeumbeu pikagilaeun.

***

Itulah sejumput cerita fiksi super pendek berbahasa sunda atau fiksimini bada sunda (fbs) dengan tema adaptasi dan rasa tanggungjawab seorang kekasih kepada orang yang disayanginya. Meskipun harus bertindak dan berkorban dalam melaksanakannya Selamat menikmati waktu tersisa dari weekend minggu ini, Semangaaat. Wassalam (AKW).

BEGÈR – fbs

Yuk ah nulis lagi…

CIMAHI, akwnulis.com. Sebuah ide terkadang tidak sejalan dengan kesenggangan waktu. Tapi sebuah ide yang hadir lalu diolah menjadi rangkaian kata maka akan hadir sebuah cerita. Meskipun singkat tapi ada maknanya, juga bagi pembaca tidak perlu meluangkan waktu lama, cukup 5 tarikan nafas saja. Dengan catatan yang memahami bahasa sunda, kalau yang masih roaming ya bisa bernafas sepuasnya hehehe.

Ide ini mengambil tema masa sekolah smp di kampung halaman disaat pertama kali melihat guru olahraga yang baru dan berpakaian olahraga yang serba pas. Maka reaksi anak ingusan menjadi beragam. Inilah salah satunya. Selamat menikmati.

FIKMIN # BEGÈR #

Adma olohok basa ningali guru anyar karèk turun tina avanza, aya burinyay nu teu biasa. Jajangungna ratug teu puguh rasa, dibarung ku panasaran hayang ningali deui ningali deui. Bu Susana leumpang andalemi muru rohang guru, dituturkeun ku panon Adma nu hèsè ngiceup deui.

Adma di kelas gulinggasahan, meus meus ningali kaluar jandèla, jiga nu jauh panineungan. Guru nerangkeun ukur pajangan, sabab lelembutanna aya diluar jeung guru olahraga nu anyar.

Sanès bolèkak nu matak eureun rènghap, tapi bulu bitis nu jadi inggis. Ngagurilap nyaangan soca, masihan rasa nu teu biasa. Kitu peta basa Rahwana teu dihaja ningali bitis Dewi Sinta. Ogè Maharajasa waktos ngawitan micinta Kèn dèdès dina carita babad tanah jawa.

Geus tong loba malaweung, èta susut heula lèho‘, Oji babaturan sabangku ngabèjaan. Teu dijawab tapi leungeun langsung nyusut irung, enya geuning loba meunangna.

Di lapang hareupeun kelas, Bu Susana kaciri sumanget ngalatih barudak kelas salapan. Meuni geulis kacida. (AKW).

***

Terbang, Kopi & Bahagia.

Menikmati kopi sambil terbang adalah bentuk bersyukur, setuju nggak?

CIMAHI, akwnulis.com. Berkeliling ke berbagai tempat dengan alasan tugas adalah sebuah kenyataan. Meskipun terkadang datangnya perintah begitu mendadak. Tidak masalah, karena itulah salah satu resiko pekerjaan dan amanah yang diemban. Jalani saya guys.
Bulan september yang lalu menjadi saksi, betapa perputaran diri ini lumayan aktif. Termasuk pengalaman naik pesawat pertama (lagi) setelah 2 tahun terdiam akibat pandemi covid19 berkecamuk. Tidak terlalu jauh cukup Jakarta – Makassar PP dan Bandung – Yogja PP.

Itu sih baru 2 kali bro, sombong amat, saya sebulan bisa 10 kali penerbangan, nggak pernah ditulis dan di publish!!”

Tiba-tiba sebuah celoteh menyambar dan langsung menohok diri. “Wow, something wrong?” Sesaat terdiam sambil mencoba berfikir jernih. Kenapa ada yang sewot ya?.. padahal ini kan hanya pernyataan pribadi dan di medsos pribadi juga. Tapi kenapa sebuah reaksi begitu tajam menghujam.

Trus mikir juga, jangan jangan banyak juga yang tidak nyaman dengan pernyataan itu karena boro-boro terbang pake pesawat, lha wong keluar kota juga nggak pernah. Disinilah diri ini merasa serba salah. Tapi tentunya perlu dilengkapi disini bahwa bisa naik pesawat lagi adalah sebuah berkah rejeki dan kesempatan dari Illahi untuk menjadi Ibroh dan miliki nilai abadi tentang pemaknaan hidup yang sementara ini.

Maka sebagai bentuk rasa syukur itu adalah menggunakan kesempatan selama di pesawat untuk tetap terjaga. Tidak terpengaruh oleh penumpang kanan kiri yang langsung memejamkan mata sesaat pesawat bergerak di runway untuk tinggal landas. Mungkin bukan ingin tidur, tetapi berusaha memejamkan mata agar proses take off ini tidak terlalu terasa. Sementara diri ini sibuk dengan persiapan gelas kecil dan dokumentasi.

Yup, gelas kaca kecil untuk nanti menuangkan segelas kopi hitam tanpa gula dan dinikmati dengan sruputan perlahan dikala pesawat sedang bergerak diantara awan putih yang berarak begitu indah. “Bukankah ini bentuk rasa syukur atas nikmat-Nya?”

Ternyata, nilai bahagia dan bentuk syukur manusia itu berbeda-beda. Penulis berusaha besyukur dengan meanfaatkan waktu selama penerbangan dengan membuat konten dalam bentuk potongan video dan photo tentang kopi di pesawat termasuk adegan sruputan kopinya karena untuk menepis pendapat ‘No pic Hoax’ dan aktifitas ini membuat bahagia.

Tapi.. disamping kanan dua orang ibu-ibu telah terlelap dalam buaian mimpi dan itulah bahagia buat mereka karena mungkin saja telah berjibakù dengan beban tugas serta kesibukan di daratan, inilah saat yang tepat untuk beristirahat tanpa gangguan. Ada juga yang sibuk dengan gadgetnya dan menonton film-film yang telah di download sebelumnya tentu lengkap dengan headset kekinian.

Sementara di kursi samping lorong, terlihat seorang ibu yang pucat dan tegang dalam menjalani penerbangan ini. Terlihat begitu tersisa eh tersiksa.

Disini perlu disadari bahwa mencari bahagia adalah berbeda setiap orang, meskipun secara umum akan setuju jika kita selalu bersyukur dengan segala keadaan maka kebahagiaan akan datang. Jadi kita sepakat untuk jangan lupa selalu bersyukur dan memanfaatkan weekend ini bersama keluarga meskipun ternyata tuntutan tugas terus mendera. Happy weekend kawan, Wassalam. (AKW).

Jangan malas menulis (KOPI).

Semangat yuk merangkai kata, lawan kemalasan.

GARUT, akwnulis.com. Minggu ini terasa tantangan berat untuk ‘sekedar‘ menulis di blog kesayanganku. Biasanya 3 hingga 4 tulisan singkat nan sederhana bisa dihasilkan. Tentunya bukan tulisan yang bisa masuk standar media tapi hanya sekedar tulisan singkat pemuas dahaga dan pengalih perhatian dari segala kesibukan yang ada. Bisa juga pengganti ‘me time’ yang tetap perlu dilestarikan. Jika dahulu adalah momotoran, atau traveling ke alam bebas, juga nongkrong olangan sambil menikmati sajian kulineran. Maka sekarang diutamakan dengan keluarga, karena kebersamaan ini yang menjadi nilai penting bagi perjalanan kehidupan sekarang dan yang akan datang.

Evaluasi singkatpun berkutat di kepala dan jika kesibukan serta rutinitas menjadi kambing hitam ketidakmenulisan minggu ini, kayaknya kurang pas karena ada produk pribadi lainnya yang tetap bisa dibuat, yaitu posting di channel youtubeku @andriekw. Postingnyapun lumayan 8 menit lebih.

Kayaknya ini yang menjadi penyebabnya, membuat video aktifitas ngopay dan ngojay lalu posting di channel youtube kayaknya yang buat menulis agak terhenti. Perlahan terdiam dan merunut aktifitas harian belakangan ini.

Ternyata faktor pertama lebih signifikan, yaitu kesibukan kerja ditambah dengan perjalanan tugas dinas yang ternyata memforsir pisik dan mental guys. Maksudnya adalah, selama ini aktifitas bisa dilakukan diperjalanan baik di mobil atau pesawat dalam kondisi normal, sementara minggu lalu perjalanan ke Singajaya Garut selatan begitu menegangkan dan memualkan sehingga pusing di belakang kepala begitu lama hinggap dan tak hilang-hilang. Apalagi staf pendamping yang begitu merana karena pergi ke tempat acara harus tertunda karena muntah-muntah hingga semua sisa-sisa lambung tak tersisa. Ternyata sepulang acarapun harus kembali jongkok pinggir jalan untuk muntah parah yang kedua, tak kuat menghadapi ombak banyu dari goyangan mobil double kabin menurun naiki jalan berkelak kelok di daerah Singajaya tepatnya di Desa Cigintung.

Untungnya sebelum tiba di Singajaya masih bisa ngopi cantik di cafe Dongeng Tberace Cisurupan, lalu pulang nonton wayang adalah menikmati Sop panas dini hari di daerah Cikajang. Bisa sedikit mengurangi kepusingan apalagi ditambah diskusi ringan dengan anak muda penuh semangat yang mengelola kios kopi tentu dengan sajian manual brew V60 yang nikmat dan penuh kehangatan.

Hingga akhirnya diputuskan bermalam di salah satu villa di daerah Cipanas Garut untuk menjaga stamina dan kondisi memang sudah lelah baik penumpang, pendamping dan pengemudi.

Faktor kedua adalah kemalasan, dengan justifikasi rasa lelah dan terbatas waktu maka kesempatan buat tulisan menjadi tertahan. Inilah yang tersulit dalam menjalani kehidupan, karena musuh terbesarmu adalah dirimu sendiri.

Tapi sebagai pembelaan diri, minimal dengan segala keabsenan menulis di minggu ini. Tetap ada ada produk pribadi yang dihasilkan yaitu 9 menit video singkat yang diupload di channel youtube pribadi. Meskipun mayoritas tema dan ceritanya adalah tentang kopi dan ngopi. Tetapi sesekali urusan pekerjaan hadir melengkapi postingan videonya. Yup sesekali saja kariweuhan ditampilkan, karena ini media sosial pribadi, klo mau lengkap ya tinggal lihat media sosial resmi milik dinas.

Begitulah goresan kata kali ini, setelah tertunda beberapa kali karena berbagai faktor tadi. Paling penting adalah menjaga konsistensi bahwa smartphone yang dimiliki memiliki fungsi produksi. Selamat pagi dan mari bersyukur sambil merangkai asa di hari ini. Wassalam (AKW).