KONSISTENSI NGOPI & DUREN

Menulislah dan lawan kemalasan.

CIBABAT, akwnulis.com. Sebuah kata ini yang menggelorakan kembali semangat untuk menulis dan menyapa kembali para pembaca blogku karena dalam awal tahun 2024 ini agak terasa menurun semangat kemenulisanku ini. Maka mencoba berkontemplasi dan melakukan kaji diri khusus dalam dunia kemenulisanku ini.

Jika beralasan dengan segala kesibukan, tentu situasional karena kesibukan yang terjadi adalah siklus naik turun dan malah menambah ide untuk menuangkan dalam aneka kata dan sejumlah kalimat. Berarti alasan ini kurang berdasar.

Jika berbicara kehabisan ide, ini juga terasa kurang tepat karena untuk ide menulis selalu muncul dan tentu dengan beragam tema. Hanya saja kesempatan menuangkan dalam kata – katanya sedikit terkendala.

Berarti kembali dihayati bahwa problemnya adalah kembali ke diri ini. Sebuah perilaku sederhana yang mungkin menjadi penghambatnya yaitu rasa malas. Yup itu dia. Dengan bejibun aktifitas maka kelelahan ini menjadi legitimasi untuk jeda sesaat dalam menulis padahal kembali kepada semangat awal bahwa tulislah dan tulislah lalu publikasikan, biarkan dunia yang menanggapi atau mungkin menghakimi.

Ada satu lagi godaan atau bisa juga hambatan adalah rasa bosan dengan tema yang ditulis dimana hanya seputar KOHITALA ( Kopi hitam tanpa gula). “Wajar khan jikalau kebosanan itu hadir menerpa?”

Maka muncul ide bahwa sekarang beralih tema atau alternatif penulisan tema. Dari tema asal Ngopay dan Ngojay akan coba di geser menjadi temanya Ngeduren keren. Mulailah mencari referensi tentang beraneka duren yang ada. Dimulai dari durian monthong, durian bawor, durian sinapeul, durian super tembaga, durian musang king. Walah lihat gambar – gambarnya jadi ngiler. Apalagi disambut dengan kesaktian algoritma media sosial, maka bermunculanlah gambar dan video tentang duren di beranda medis sosialku seperti di Instagram, Tiktok, youtube hingga facebook.

Tapi ada 2 pertimbangan mendasar dengan ide baru tema penulisan ini. Pertama pertimbangan kesehatan phisik dimana penulisan selama ini didasari oleh pengalaman pribadi untuk mencicipi secara langsung baru menulis sesuai apa yang dirasakan dan suasana yang terjadi serta siapa yang menemani. Berarti harus sering makan duren aneka jenis, resiko obesitas karena begitu nikmatnya buah duren ini sehingga sulit berhenti mengunyah akan menjadi resiko kesehatan. Juga tentu bisa meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh.

Pertimbangan kedua adalah pertimbangan kesehatan dompet. Karena harga buah duren yang premium jelas cukup mahal. Sementara tentu sebuah tulisan hadir karena pengalaman lidah mencicipi langsung citarasanya.

Maka dari pertimbangan itu, tema baru ini dipending dan disimpan saja. Menjadi tema pendukung yang akan hadir sesekali dalam kerangka randomisasi.

Jadi kembali ke paragraf awal, bahwa konsistensi dalam menulis menjadi kunci meskipun temanya beragam atau randomisasi tapi sebuah keunggulan dalam konsisten menulis ini yang harus dikuatkan, dijaga, dipelihara dan ditingkatkan seiring waktu yang terus berjalan.

Seperti tulisan ini, disusun dan ditulis tentang kondisi kemalasan menulis yang mendera. Tetapi semangat kemalasan itu diubah dengan menuangkannya menceritakannya kembali sehingga satu paragraf terbentuk, 2 paragraf terbentuk dan akhirnya sebuah tulisan utuh bisa kembali lagi hadir dengan pemaknaan yang khusus yaitu hadapi kemalasan dengan sedikit pemaksaan. Jadi bagi yang merasa kesulitan dalam menulis sesuatu, tuliskan saja kesulitan itu dalam bahasa masing – masing. Niscaya anda akhirnya bisa memiliki sebuah tulisan.

Terima kasih kawan yang sudah mengingatkan kembali tentang semangat konsistensi. Sebuah semangat muncul kembali dari perbincangan santai di sela – sela kegiatan taping podcast di studio AJIB (ASN Jabar Ikut Bicara) di kantor Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Barat jalan Ternate Kota Bandung juga sowan ke beberapa rekan pejabat adminstrator di BKD Jabar ini. Sehingga tema random yang selama ini dituliskan bisa bergerak kembali.

Tentunya kurang afdol jika tulisan ini tidak menyenggol cerita tentang secangkir kopi atau sebotol kopi panas hasil seduhan manual yang sedang dinikmati. Apalagi tema utama dalam randomnya cerita adalah tentang kohitala. Inilah cerita singkat tentang menikmati perkopiannya.

Kopi yang ada dihadapan juga cukup menyenangkan karena terdapat 2 gelas. Sajian pertama adalah kopi manual brew dengan filter V60 tetapi dibuat dingin atau disebut javanese dan satu lagi adalah kopi hitam tanpa gula juga dengan basic espresso yang digabung dengan air kelapa plua lemon serta es batu.menghasilkan sajian ‘CocoLemonCoffee‘ yang menyegarkan. Dilengkapi background kemesraan 2 insan muda yang sedang bercengkerama penuh rasa cinta, jigana mah hehehehe.

Selamat menikmati hari ini, jangan lupa maknai hari dengan tulisan – tulisanmu, tulisan kita dan tulisan kami. Wassalam (AKW).

MENIT KE46 – fbs

Akhirnya ngageleser…

FIKMIN # MENIT KA 46 #

Adzan isya nembè lekasan, katawis dunungan kaluar ti rohangan disarengan ku opat jalmi, rupina sèmah dunungan ngadon uih sasarengan. Teu seueur saur, kuring ogè nyarengan lungsur ka lantey hiji. Muru kana mobil nu tos sayagi di buruan kantor.

Tapi geuning saatos nyaketan mobil tèh henteu langsung lebet. Tapi uplek deui ngawangkong kaditu kadieu. Simkuring mah tangtos ngiringan wè gogonjakan, sanaos saleresna mah nahan kahoyong. Hoyong kahampangan mung pameng ka dunungan.

Antukna mah ditahan – tahan wè, bari babacaan dina jero hatè, “Ya Allah, Ènggal atuh dunungan tèh lebet kana mobilna”

Lima menit sapuluh menit mah kiat, tapi saatos lebet satengah jam. Palangkakan asa cangkeul, nahan papang nu teu kaampeuh deui. Raray pupuringisan tapi dalah dikumaha dunungan masih ngawangkong akey-akeyan.

Menit ka opat genep mah bobol ogè, pas aya nu ngabarakatak. Uing gè ngiringan ngagakgak, “Hahahahahaha….”

Geleser aya nu haneut kana pingping. Pas melong tamu payuneun. Geuning sami gumujeng bari jaremblong. (AKW).

NGADUNGKUK – fbs

FIKMIN # NGADUNGKUK #

Nembè 2 dinten satutasna diistrènan, nyalikan rohangan kalayan aya jamban dilebet. Asa reueus, ma’lum biasana buar biur numpak motor butut marios BOP, ayeuna mah di kantor.

Pas lebet ka jamban badè kahampangan, ngadungkup taeun teu acan dibanjur. Kapaksa manjuran heula. Padamel nu nyepeng konci rohangan dikempelkeun, ditakon. Koncina disungkeun sadayana.

Dinten ènjingna muka konci rohangan, calik dina mèja bari ngaroris serat nu lebet. Teu lami hoyong kahampangan, ngabujeng ka jamban.

Pas muka panto jamban, nincak kalebet. Olohok ningal taeun parantos ngadungkuk deui. “Astagfirullloh, saha nu miceun deui di dieu?” Ngagorowok nyalira. Sadayana padamel dikempelkeun deui, teu aya nu rumaos. Bingung.

Pasosonten nembè aya waleranna. Sabot nuju ngadisposisi serat, aya nu ngolèbat. Teras panto jamban muka nyalira. Simkuring ngagorowok,
Mangga badè nganggo jamban mah, ulah hilap dibanjur”

Kadangu deui cai ngocor ti jamban. Teras jempling. Sajorèlat aya nu ngageleber, hideung. Ti harita teu aya deui nu ngadungkuk di jamban. (AKW).

BUKU BERSAMA DI AWAL 2024

Buku antologi perdana di 2024.

CIBABAT, akwnulis.com. Awal tahun 2024 penuh dengan dinamika tugas yang perlu ekstra tenaga dan konsentrasi. Meskipun tentu bukan bekerja sendiri tetapi bersama-sama pasukan yang gercep, ada hal penting yang harus dijaga adalah stamina diri. Maka menghadapi tugas dalam penanggulangan berbagai bencana yang muncul dimalam tahun baru dengan gempa sumedang, dilanjutkan angin puting beliung di Indramayu, banjir bandang di Cisalak subang juga bencana longsor di purwakarta, ada juga banjir cimahi hingga banjir bandang di kota bandung tepatnya di braga berlanjut jebolnya sungai di dayeuhkolot. Juga beberapa bencana longsor dan banjir lainnya.

Memang tidak di semua momen penanggulangan bencana bisa hadir secara langsung. Tetapi fungsi koordinasi dan komunikasi serta pelaporan harus terus berjalan dengan cepat dan tepat. Disinilah ada kekhawatiran raga ini ambruk alias tumbang karena kelelahan sehingga larinya adalah menjaga stamina dengan makan minum sebanyak-banyaknya agar tetap sehat dan kuat plus vitamin. Akibatnya berat badan merangkak naik menyentuh angka nomor cantik yaitu 11.11 alias 111,1 kilogram. Semoga bisa turun kembali seiring waktu yang terus berlalu.

Dalam tulisan kali ini ada satu hal yang ingin dibagi kepada para pembaca yaitu sebuah aktifitas penyeimbang dari rutinitas tugas yang mendera setiap hari atau lebih tepatnya disebut ‘me time‘. Pasti tiap bapack bapack akan berbeda, ada yang penyeimbangnya dengan memancing, kumpul di gardu ronda sambil main gapleh, atau nongkrong di kafe bersama bapack bapack tetangga. Bisa juga sing a song ataupun bersepeda bersama hingga motor trail atau mungkin motor besar. Serta banyak lagi aktifitas lain yang menjadi sisi lain masing – masing tapi berfungsi sebagai penyeimbang dalam perjalanan kehidupan.

Bagi diri ini kebetulan ada aktifitas penyeimbang yang tidak harus dengan aktifitas tadi. Cukup menulis sesuatu, tambah gambar ilustrasi pribadi dengan canva dan upload di website/blog pribadi www.akwnulis.com …. tadaaa… seimbang seimbang hehehehe.

Ada satu aktifitas lagi, link tulisannya tidak lupa dishare ke kontak whatsapps, tentu kontak teman, kolega dan mitra yang sudah kenal.

Lalu ada tantangan lain adalah mewujudkan tulisan itu dalam bentuk phisik buku. Maka cara tercepat jalan ninjanya adalah mengikuti pembuatan buku keroyokan yang disebut dengan buku antologi. Tentunya dengan beberapa tahapan coaching cara penulisan, bagaimana menentujan tema hingga self editing untuk memudahkan penggabungan dalam pembuatan buku keroyokan ini.

Ada juga bonusnya dalam menulis bersama ini yaitu selain bukunya ber-ISBN juga mendapatkan nilai angka kredit 36 JP. Meskipun saat ini belum bisa dikonversi sebagai nilai kinerja, tapi bisa dianggap tabungan nilai untuk esok lusa sebagai calon fungsional utama. Insyaalloh.

Judul bukunya adalah SIMFONIA YANG TERKENANG, berisi tentang berbagai cerita pribadi. Masing – masing menuangkan pengalaman tak terlupakannya dalam jalinan kata dan digabungkan dalam sebuah buku dengan sampul buku yang ceria. Inilah kumpulan cerita sekaligus buku kami yang hadir perdana di awal tahun 2024 yang penuh tantangan dan optimisme.

Jadi mari berkarya dan menyeimbangkan kehidupan ini sekaligus ada bukti phisik yang akan menjadi cerita bagi anak cucu kita.

Itu saja celoteh malam ini, karena konsentrasi harus beralih kepada tugas utama yang kembali bersentuhan dengan urusan logistik penanggulangan bencana dan juga permasalahan sosial lainnya. Selamat malam kawan, Wassalam (AKW).

KOPI DARURAT DI SUMEDANG 010124

SUMEDANG, akwnulis.com.  Gerakan tiba – tiba dari pintu kamar dan lampu gantung menjadi penanda sesuatu terjadi. Memang hanya beberapa detik saja, tapi insting segera bekerja untuk mempersiapkan berbagai kemungkinannya. Cara pertama adalah mengecek di media sosial baik twitter dan youtube short atau reels.

Scroll.. tring.

Tanpa perlu waktu lama pesan whatsaps langsung ramai dengan satu kata, gempa. Maka cara terbaik adalah mengecek informasi melalui jalur resmi dan memiliki kewenangan yaitu BMKG. Ternyata benar saja sebuah gempa baru saja terjadi, gempa berskala 4,8 richter dengan pusat gempa di daratan tepatnya di daerah kota sumedang. Ternyata bukan gempa yang pertama dalam rangkaian malam tahun baru 2023 ini tetapi getaran ketiga dan memporak-porandakan sejumlah bangunan di kota sumedang sekaligus menimbulkan kepanikan di RSUD Sumedang sehingga masyarakat yang dirawat berhamburan keluar beserta keluarganya dengan kepanikan luar biasa.

Maka sudah jelas, raga ini harus siaga dan segera berkordinasi dengan Ibu Kabid KeBencanaan eh Ibu Kabid Linjamsos (perlindungan dan penjaminan sosial) dengan core tugas standar pelayanan minimalnya adalah urusan reapon cepat kebencanaan. Pasukan siaga bencana segera beraksi, kordinasi terus berjalan, bufferstock di gudang logistik diangkut ke dalam truk sambil terus memantau kondisi eksiting di lapangan. Tidak lupa pendukungan administratif seperti daftar barang, berita acara setah terima barang hingga mock up untuk simbolis penyerahan barang dari.pimpinan kita kepada perwakilan masyarakat terdampak.

Disaat suara petasan dan teriakan sukacita pergantian tahun 2023 menjadi 2024, pada waktu yang sama koordinasi persiapan keberangkatan dan pemindahan bufferstock ke atas truk juga berlangsung. Tapi tentu bagi kawan – kawan di bidang Linjamsos situasi ini sudah biasa. Karena bencana memang bisa hadir tidak terduga.

Setelah semua persiapan tuntas, maka perjalanan dimulai pukul 05.15 wib tanggal 01 Januari 2024 dari Kantor Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat dengan rangkaian kendaraan 1 truk sarat muatan dan 2 buah mobil rescue. Lets Go, Fiamanillah.

Perjalanan dirasakan cukup singkat ke arah kota sumedang karena akses tol Cisumdawu yang sudah terkoneksi dengan tol Padaleunyi. Tetapi tetap saja tidak beia tergesa – gesa karena truk yang mengangkut bantuan ini harus dibatasi kecepatannya di tol. Khawatir jika dipaksa ngebut nanti muatan bisa berantakan di jalan. Maka berjalanlah kami agak perlahan sehingga beberapa kesempatan di dahului oleh kendaraan dinas yang lain dengan tujuan yang sama. Titik lokasi bencana gempa yang memiliki dampak signifikan diantaranya RSUD Sumedang dan area di Babakan Hurip Sumedang Utara.

Maka tanggal 01 Januari 2024 ini menjadi pembuka tahun yang penuh perjuangan dan rasa trenyuh kemanusiaan karena tentu terbayang bahwa di malam tahun bari tadi malam di saat sebagian orang di belahan dunia inibsedang bergembira menuju peralihan penanggalan. Ternyata di Sumedang, teriakan panik, bingung dan ketakutan mendadak menyergap warga sumedang. Maka tanpa perlu basa-basi mari membantu sesuai kemampuan, kewenangan dan keterbatasan.

Kami baru hadir secara phisik pagi ini, ada relawan bencana di Bidang sosial yang sudah eksis terlebih dahulu. Segera terjun ke lapangan dan assesment dampak kebencanaan yaitu kawan – kawan TAGANA (Taruna Siaga Bencana). Mereka segera bergerak cepat dan melaporkan update data secara real time dan pelaporan secara berjenjang. Secara jumlah di jawa barat terdapat lebih dari 1.500an orang yang tersebar di 27 kabupaten dan kota. Selain itu tentu dibawah koordinasi BPBDpun ada relawan yang memiliki tugas untuk bersama-sama dalam penanganan bencana. Karena secara kewenangan, BPBDlah sebagai koordinator utama. Kami di dinsos sebagai pendukungan sekaligus pengelolaan pengungsian.

Prosesi peninjauan di area RSUD dilaksanakan dipimpin bapak Pejabat Gubernur Jawa Barat didampingi Bapak Penjabat Bupati Sumedang dan Kalakhar BPBD Jabar, Kadinkes Jabar, Sekdinsos Jabar & Kabid Linjamsos serta pejabat – pejabat di Pemkab sumedang dari mulai Pejabat sekda Sumedang, Kalakhar BPBD, Kadinsos Sumedang dan banyak… pokoknya banyak Peje (Pj) sekarang mah. Tapi yang terpenting adalah peran fungsi pemerintahan tetap berjalan sesuai dengan aturan.

Dilanjutkan dengan melihat langsung di titik pengungsian bagi masyarakat yang terdampak parah yaitu di babakan hurip. Data awal disebutkan terdapat 381 KK terdampak, 1.150 jiwa dan terdapat 11 orang luka ringan. Maka di titik ini kami mendampingi bapak Pj Gubernur Jabar melakukan peninjauan sekaligus memberikan bantuan logistik secara simbolis kepada bapak Pj Bupati Sumedang dan bapak RW setempat senilai Rp. 216.382.000,- dengan perincian Rp. 64.072.000,- APBD Provinsi Jawa Barat dan Rp. 152.310.000,- dari APBN PKSBA Kemensos RI. Bantuan logistik berupa permakanan, sandang, dan peralatan di tempat penampungan pengungsian.

Setelah itu diteruskan dengan mendampingi bapak Pj Gubernur jabar dengan menyapa warga – warga terdampak dan meninjau rumah yang pondasinya rusak parah dan beresiko roboh sewaktu – waktu.

Itulah cerita awal tahun 2014 tepat di hari senin tanggal 01 Januari 2024. Disaat banyak khalayak ramai masih beredar dalam nuansa liburan tahun baru tanggal merah. Maka di lapangan sudah banyak para petugas yang berjibaku tanpa terpaku terhadap kalender merah atau biru.

Sebagai penutup tulisan ini, ijinkan kami tetap mencantumkan cerita tentang kohitala (kopi hitam tanpa gula) meskipun jelas dalam kondisi darurat. Maka kopi yang hadir tetap kopi hitam meskipun berasal dari sachetan dan dimungkinkan sudah manis karena gulanya berada dalam satu kesatuan. Ternyata disini juga kami menemukan bahwa kopi tubruk panas bisa dinikmati dengan mencelupkan kerupuk ke gelas kopi lalu dinikmati. Bagi yang tidak percaya, silahkan coba. Tapi kami yakin ini dilakukan oleh kawan – kawan bidang linjamsos yang begadang semalaman untuk mempersiapkan pengangkutan barang hingga saat ngopipun belum tidur barang sesaat. Jadi wajah minum kopinya agak aneh hehehehehe.

Selamat menjalani awal tahun ini dengan segala dinamika dan tantangannya. Jangan khawatir karena bukan hanya kita yang memiliki optimisme dan niat baik, tetapi banyak pihak yang juga sejalan dengan kita. Selamat Tahun Baru 2024. Wassalam (AKW).

RAPIM, MOTIVASI & KOPI

Tulisan tentang momentum Rapim dilengkapi keceriaan, chicken dance serta histori tentang persahabatan abadi.

CIMAHI, akwnulis.com. Rapat pimpinan adalah sebuah rutinitas yang menjadi hal biasa dalam suatu organisasi. Rapat pimpinan menjadi sarana silaturahmi, komunikasi, sekaligus evaluasi dan program kegiatan termasuk membahas isu terkini yang perlu segera dilakukan penyelesaian atau rencana tindaklanjut yang terukur dan terperinci. Secara level tentu nama rapim ini berbagai strata, hanya untuk tulisan ini adalah di level dinas sosial. Maka yang memimpin tentu ibu Kepala dinas dan pesertanya para kepala bidang, kepala UPTD, Kasubag TU sekaligus para pejabat fungsional madya dan muda.

Tapi kali ini rapim atau rapat pimpinan ini menjadi istimewa karena selain arahan dari kepala dinas dan evaluasi rutin dari masing – masing kepala UPTD dan Kepala Bidang juga ada hal berbeda. Yakni ada sesi spesial yang membolehkan seluruh peserta yang hadir bisa tertawa bersama, berdiri dan saling tersenyum malah ada juga sesi paciwit-ciwit lutung.

Apa itu yang dimaksud paciwit-ciwit lutung?”

Itu adalah aktifitas minimal 2 orang dimana posisi tangan yang satu posisi mencubit dan satu lagi dengan tangan terbuka. Diatur oleh sebuah aba-aba dengan kode kata yang sudah disepakati maka disaat kode kata diucapkan maka segera tangkap tangan temannya sekaligua menghindari sergapan tangkapan teman di tangan yang berlawanan.

Terbayang nggak?”
“Nggak!”

Ya sudahlah kalau sulit memahaminya tapi yang pasti penulis mencoba mendeskripsikannya dalam jalinan kata-kata. Semoga bisa dibayangkan sebagai kegiatan sebenarnya. Ada hal yang lebih penting adalah esensi dari acara tersebut adalah sesi ice breaking dari seorang motivator muda terkemuka sebelum masuk ke sesi presentasi dengan tema ‘The Winning Team’.

Siapakah motivatornya?”

Tentu saudara atau akang atau bapak Agung Fatwa STAR Training & Consulting yang sudah malang melintang di panggung motivasi dalam kurun waktu 10 atau 11 tahun ini, “Eh atau lebih ya?”

Sebuah tanda tanya besar ini menggerakkan raga ini untuk mencari bukti tentang kepastian seberapa kenal penulis dengan sosok muda berbakat namun bersahaja ini.

Maka sembari bersiap melakukan prosesi pribadi yaitu melakukan penyeduhan kopi manual dengan peralatan bejana kaca, corong V60 plus kertas filter dan aur panas. Sementara biji yang akan dieksekusi adalah kopi arabica gunung pangrango  dari Seribu Kopi roastery cimahi jenis fullwash process. Otak berputar memunguti kenangan termasuk berusaha mengingat sebuah buku keren karya kang Agung fatwa yang berjudul ‘BREAKING THE HABITS dengan konsep GREATnya (Goal – Realistis – Empati – Antusias dan Total). Sebuah buku motivasi dari seorang sahabat serta dibuktikan dengan bubuhan tanda tangannya tentu tidak lupa dengan jargon ‘Salam GREAT’ tertanggal 22 September 2015.

Maka prosesi menikmati kopi kali ini sekaligus membaca kembali sekilas buku keren ini sambil memproses penyeduhan manual kopi arabica dengan biji kopi hasil meroaster Seribu Kopi Cimahi yaitu biji kopi Arabica Gunung Pangrango. Prosesnya tetap dengan menggunakan manual brew V60, perbandingan 1 : 15 dan panas air untuk menyeduhnya 92 derajat celcius serta putar kanan untuk cucuran air dari teko leher angsanya.

Hasilnya tentu sajian kohitala (kopi hitam tanpa gula) yang harus, panas dan menenangkan. Sruputan perdana memberikan sensasi rada dengan body yang cenderung bold serta acidity medium. Aftertastenya muncul selarik rasa berry kacang tanah tapi memang karena fullwash, bodynya cukup mendominasi.

Sruput dulu kawan, biarkan cairan kopi pemberi kedamaian rasa ini menari di mulut ditemani liukan lidah hingga selanjutnya meluncur menuju lambung dan menghangatkan seluruh raga tanpa kecuali.

Kembali ke suasana Rapim Dinas sosial Provinsi Jawa barat yang semakin gaduh dan bervariasi apalagi pada sesi motivasi ini. Setelah bergerak bersama, berdiri dan menari tarian bebek eh ayam klasik yang ritmenya semakin cepat juga bagaimana konsentrasi pendengaran dan penglihatan masing-masing menjadi sumber keceriaan. Maka sesi materipun dibawakan dengab piawai oleh Kang Agung Fatwa meskipun dengan waktu singkat tetapi poin – poin pentingnya tersampaikan.

Semoga tidak tereduksi oleh penyakit yang terkadang hadir dari sebuah pertemuan yaitu BARHo (bubar poho / bubar rapat semua lupa) hehehehe…. tapi bisa melekat dan terpatri sehingga kami, kita para peserta yang hadir yang notabene memegang amanah jabatan masing – masing dapat memahami, meresapi dan bersama-sama untuk berkolabor-Aksi dalam pelaksanaan kegiatan san program Dinsos Jabar 2024.

Terdapat 6 langkah yang disyaratkan untuk meraih kesuksesan bersama dengan tajuk
The Winning Team by Agung Fatwa yaitu :
1. Kepemimpinan yang kuat dan pendukung yang berkualitas (Strong Leader & Folllowership)
2. Tujuan bersama
3. Zero Ego & Up Potensi
4. Rencana, Tindakan & Evaluasi
5. Berani ambil Resiko untuk Kemajuan Tim
6. 100% Terlibat semua (Collabor – Aksi)

Itulah sebuah sesi motivasi yang lengkap berkaitan dengan diri penulis ini. Karena ada histori, ada kopi, ada presentasi dan akhirnya adalah peningkatan pemahaman diri secara pribadi dan bersama-sama bahwa maju bersama akan menghasilkan pancaran sinar kinerja yang lebih cemerlang dibandingkan maju per unit kerja saja. Salam Cemerlang Salam Raharja, Wassalam (AKW).

SELEBGRAM & KOPI

Pagi dapat presentasi dari selebgram dilanjutkan ngopi bersama seduhan sendiri.

CIBABAT, akwnulis.com. Disaat berpasang mata memandang takjub kepada pembicara maka kecenderungan akan memahami materi lebih besar. Karena konsentrasi terpusat kepada siapa yang ada dihadapan mata. Itulah yang terjadi pada sesi peningkatan kemampuan teman – teman dinas sosial provinsi jawa barat yakni pertemuan khusus pegawai dengan tema ‘How to Improve a public speaking for employee’ yang disampaikan oleh saudari Iestri Kusumah, S.Psi, CBC.

Dengan pengalaman jam terbang sebagai selebgram yang memiliki 35,8 ribu follower dan juga pendiri @psytalkingindonesia serta bejibun aktifitas lainnya tentu memberikan aura motivasi tersendiri bagi para pegawai dinsos jabar untuk kembali belajar berbicara di depan umum dengan percaya diri dan terarah. Secara modal pribadi, para pekerja sosial dan penyuluh sosial serta para pejabat struktural dan fungsional lainnya ada yang sudah terbiasa berdiri dan berbicara di depan umum. Ada juga yang masih tergagap jika harus tampil didepan umum meskipun sebetulnya yang hadir adalah teman – teman sendiri.

Keseruan dalam acara ini semakin meningkat karena interaksi dan latihan berbicara secara langsung menjadi tantangan tersendiri. Ternyata antusiasmenya bertahan hingga akhir sesi. Alhamdulillah.

Selanjutnya berbicara antusiasme, maka penulispun sama. Fokus dan memberikan perhatian yang sama. Tetapi tentu harus disandingkan dengan hadirnya kohitala, kopi hitam tanpa gula. Hanya saja tidak enak ke teman – teman yang lain kalau ternyata ngopinya sendirian di ruang rapat besar, padahal banyak mata yang akan memandang.

Kumaha atuh?”

Berfikir cepat memutar otak, agar terjadi keseimbangan rasa. Antara antusiasme belajar dan menyeruput kopi racikan sendiri. Maka cara terbaik tentu tuntaskan satu persatu. Mari kita ikuti wejangan eh paparan materi dari pembicara cantik kita kali ini sekaligus belajar kembali bagaimana memantaskan diri untuk berbicara ‘sempurna‘ dihadapan banyak orang khalayak ramai.

Akhirnya sampai sesi ini berakhir, seluruh peserta antusias dan menerima materi yang diberikan dengan ikhlas. Semoga bisa menambah wawsan keilmuan dan menguatkan kepercayaan diri masing-masing.

Lalu ngopinya kapan?”

Setelah acaranya tuntas, segera kembali ke ruangan kerja. Ternyata ada tamu kehormatan, bapak sekretaris Bappeda sudah menunggu dan tujuannya sederhana, ingin silaturahmi sambil minum kopi bersama. Tanpa banyak basa – basi maka diksi selamat datang diabaikan tetapi tangan sederhana ini segera beraksi mempersiapkan peralatan untuk prosesi penyeduhan kopi secara manual.

Bejana kopi dipasang dengan corong V60 dan tak lupa kertas filter. Sementara air panas sudah berproses untuk mencapai derajat diatas 92 celcius. Lalu takaran gramasi 26 gram dengan asumsi untuk dinikmati sekaligus 2 porsi sehingga tidak bolak balik menyesuh kembali.

Kopi yang dipilih adalah arabica wine dari tonas coffee tentu menjadi jaminan keharuman dan kenikmatan juga aftertaste yang teruji tak perlu diragukan lagi. Tunggu ya.

Akhirnya setelah berproses dan penyeduhan manual dilakukan maka saat yang dinanti telah tiba. Menyeruput kopi bersama dengan pak sekretaris bappeda di ruang kerjaku. Melengkapi momen hari ini yang diawali dengan presentasi selebram yang menggugah hati dilanjutkan kehadiran sesama ‘ulis‘ untuk berdiskusi sambil menikmati sajian kopi racikan eh seduhan sendiri. Alhamdulillahirobbil alamin. Selamat menikmati hari dan mensyukuri semua momentum kehidupan ini. Wassalam (AKW).

Diskusi Pagi (Langit)

Curhat simpel di awal tahun.

CIMAHI, akwnulis.com. Sebuah pagi terdiam sendiri sambil berusaha menata wajah agar tidak terlihat berbeda. Itu dilakukan semata – mata menghormati langit yang sedang bicara. Berkata-kata dengan lantang tentang sebuah larangan dan keinginan yang terkesan sebuah diskusi padahal menjadi pemaksaan pendapat bahwa itu adalah yang terbaik.

Langit begitu berapi-api dengan pendapatnya, keluh kesahnya hingga berbagai kemungkinan resiko yang akan dan mungkin terjadi sehingga sepanjang malam tadi tidak tertidur sama sekali karena memikirkan hal ini sembari menghitung galaksi yang dinyatakan dengan ketidakterhinggaan. Pagi tetap terdiam, menatap lawan bicara tanpa sepatah kata. Tapi mimik wajahnya berusaha normal seolah pembicaraan ini adalah hal yang biasa.

Setelah membahas tentang ketidaknyamanan raga maka dilanjutkan langit bercerita tentang beban hidup, juga kesepiannya karena mentari dan rembulan tidak pernah mau istirahat sejenak dan bersanding menemani. Mereka sibuk dengan rutinitasnya silih berganti dengan ritme dan siklus yang menurut langit begitu membosankan dan tak punya variasi.

Sementara ada bintang yang selama ini setia menemani langit, berpijar dan berpendar tanpa banyak pencitraan malah dianggap sebagai masalah. Karena bintang dinilai tidak cakap, tidak mau mengerti luasnya langit, tidak bisa paham bahwa jika rasi bintang itu ada rumusnya, tidak bisa mengerti dengan janji andromeda juga tidak serius dalam menangani lubang hitam kefanaan.

Pagi sedikit bergeming dan menggetarkan raganya, sedikit memberi respon akan paparan langit yang begitu panjang. Bumipun ikut merespon dengan sedikit bergerak, akibatnya seismograf mencatat dan menciptakan suasana tanggap darurat.

Pagi akhirnya berdiskusi dengan diri sendiri. Berharap bahwa sebetulnya urusan langit ini tidaklah serumit paparan yang panjang dan saling berkait. Kuncinya sederhana yakni belajar ikhlas dan belajar menerima.

Andaikan langit belajar paham bahwa mentari dan bulan melakukan rutinitas tersebut adalah bagi kebaikan seluruh alam. Maka tidak ada kesepian itu. Andaikan langit mau menerima kekurangan bintang maka harmoni kedekatan akan terbangun sempurna. Hapuskan kekakuan dan mulut ketus karena sesuatu hal, tetapi tebarkan senyuman dan berikan kebebasan agar bintang berkreasi, bersinar tanpa khawatir di rasi bintang mana bersemayam. Bintang sudah cukup tua untuk memahami semuanya. Tahu posisi meskipun tidak harus sesuai harapan langit yang senantiasa menanti.

Satu lagi untuk langit, turunkan ego dan membaurlah. Meskipun langit selamanya diatas menurut pandangan bumi tapi kenyataannya sesekali turun dan merasakan aura bintang adalah obat mujarab untuk memusnahkan keangkuhan.


Akhirnya pembicaraan ini terhenti karena pagi harus bersiap menyambut siang yang akan hadir seiring waktu yang mengantar di perjalanan. Sementara langit tetap terdiam dalam kesendirian. Semoga langit paham tentang diskusi pagi meskipun hanya dalam hati. (AKW)

CIMAHI, 02 Januari 2024.

SAKURJAYA – PANGANDARAN

Bekerja di hari libur sambil luangkan waktu ngopi dan nulis. Sruput dan kotret.

SAKURJAYA, akwnulis.com.  Sengatan matahari cukup terik menjangkau kulit tubuh ini, tetapi semangat untuk melihat perkembangan proyek pembangunan tidak surut. Karena sebuah kewajiban harus ditunaikan dan monitoring serta evaluasi adalah judul wajib yang harus dijalani.

Tetapi tentu dikala rehat sejenak dan berteduh di sebuah rumah yang menjadi basecamp pekerja dan personil pengawasan sekaligus kantor darurat untuk pertemuan atau rapat terbatas maka sedikit menghela nafas karena ada dua buah kipas angin yang mengolah sang bayu bisa mengalir deras menerpa wajah memberi sejumput kesegaran plus mengurangi cucuran keringat yang sejak tadi tak tertahankan.

Setelah menyeka keringat di dahi dan wajah yang begitu aktif mengucur, inilah saatnya ‘me time‘ sambil duduk bersandar dipojokan menggunakan kursi darurat yang dibuat untuk kepentingan rapat di lapangan.

Menarilah jemari diatas keyboard virtual smartphone kesayangan. Menuangkan beberapa kata menjadi kalimat sederhana tapi sarat makna. Sebuah cerita singkat tentang pengalaman khusus di pantai pangandaran ba’da magrib. Tentunya sebagai penguatan literasi bahasa sunda, penulisannya menggunakan bahasa sunda sederhana dengan genre bahasa sunda yang cenderung halus untuk memberi karakter suasana yang diciptakan sebagai kejadian nyata. Meskipun tentunya tulisan ini adalah sebuah fiksi reka saja tapi ide dasarnya memang sebuah kisah nyata.

Sebagai penguat semangat dalam bekerja di lapangan kali ini, tentu tidak lupa membawa si hitam tanpa gula yakni kohitala. Manual brew V60 arabica halu banana yang diseduh di rumah telah berubah menjadi pilihan minuman bersama yang menghangatkan suasana. Beberapa rekan menikmatinya hingga ‘peureum beunta‘ (merem melek) karena berusaha menikmati padahal jelas rasa pahitnya begitu kuat mengunci lidah tetapi setelah itu ada kesegaran dan kehangatan yang menyebar ke seluruh tubuh.

Selamat ngopay eh minum kopi kawan, juga selamat bekerja dan berjuang untuk keseharian kita khususnya jangan lupa membaca kotretan singkat berbahasa sunda ini yang mungkin bisa memberikan penghiburan tersendiri.

Inilah ceritanya :

***

FIKMIN # DI BASISIR #

Pangersa, dihaturan, kadieu geura” Soanten leuleuy tapi ècès dina cepil katuhu. Luak lieuk teu aya nu calik atanapi caket ngadegna, aya oge rada anggang tapi da nuju ngawangkong sèwang – sèwangan.

Ieu dipayun, kadieu geura” soanten leuleuy aya deui sasarengan sareng jigrahna lambak payuneun. Siga nu ngagupay supados nyaketan. Lalaunan ngadeg tina korsi di sisi basisir, sampèan ngalèngkah nincak pasir nu karaos haneut meueusan.

Ditelek – telek, brèh di payuneun aya nu ngadeg. Dedeganna mah wanoja namung teu jelas. Rurusuhan dicaketan. Salèngkah dua lèngkah, pangambung ngangseu seuseungitan, matak ratug kana jajantung tapi beuki kabita nyaketan asalna sora.

Beuki caket, geuning nu nyauran teh wanoja geulis rancunit pikabitaeun. Imutna ngagelenyu nganggè karèmbong semu konèng.

Salengkah deui badè dugi payuneun nu sampulur konèng umyang.

Duk!!

Mastaka pengker asa aya nu ngagebug. Poèk.

***

Lalaunan soca beunta, geuning nuju diriung di tengah tajug.

Alhamdulillah Jang, kasalametkeun dina waktosna.”

***

Itulah tulisan singkatnya. Bagi yang sudah ngopi jangan lupa bersyukur atas kemudahan ngopinya. Untuk yang sudah membeca eh membaca tapi tidak mengerti maksudnya silahkan acungkan tangan dan bertanya kepada kami atau tetangga sekitar, minimal sambil bersilaturahmi hehehehe.

Have a nice wekeend with your family, meskipun kami sekarang tetap bertugas dan monitoring tapi nanti sore bisa kembali ke rumah dan bergabung dengan keluarga tercinta. Wassalam (AKW).

TMC Coffee & Things BIJB

Nyari kopi di bandara Kertajati.

MAJALENGKA, akwnulis.com. Menikmati liukan warna pastel nan lembut yang menaburi motif megamendung menjadi pertanda bahwa raga ini sedang berada di bandara kebanggaan jawa barat. Apalagi disaat kepala menengadah melihat ke atapnya maka terlihat motif bulu burung merak raksasa yang nyata yang hadir sebagai pembeda.

Itulah salah satu pemandangan yang terpampang, menyambut kehadiran calon penumpang pesawat di bandara internasional jawa barat atau lebih dikenal dengan sebutan Bandara Kertajati, karena memang dibangun di kawasan kecamatan kertajati kabupaten majalengka.

Sebuah kebanggaan menyeruak, rasa senang dan syukur hadir bercampur aduk. Meskipun bukan siapa – siapa, tetapi raga ini bolehlah mengaku pernah bersentuhan dengan beberapa momentum jatuh bangunnya bandar udara ini.



Apalagi sekarang melihat pemandangannya dan suasana ini begitu menyenangkan. Konter tiket menyambut kehadiran para calon penumpang yang akan bergerak dan diterbangkan ke berbagai tujuan di pulau – pulau nusantara. Apalagi dengan gencarnya promosi multi pihak dengan tagar #betterkertajati semakin yakin bahwa bandara ini akan maju dan berjaya.

“Akang sedang ngapain di bandara?”

Sebuah pertanyaan sederhana yang perlu dijawab dengan paripurna. Mau menjawab karena akan segera cek in lalu boarding disalah satu pesawat, padahal enggak. Mau bilang cuma jalan – jalan di sekitar bandara, kayaknya orang juga nggak percaya. Tapi itulah drama dunia, terkadang dengan satu pertanyaan sederhana mengingatkan kita akan makna hakiki perjalanan manusia di dunia.


Sudah jelas khan berada di bandara, nenteng tas koper dan di saku sebelah kiri tersembul kertas putih agak tebal dengan ciri ujung kanannya adalah logo maskapai penerbangan. Jelas itu sob. Tetapi tentu dengan dibaluti adat pasundan yang lemah lembut dan penuh kesantunan. Maka jawaban senyuman seimbanglah yang hadir dan anggukan kepala perlahan menandakan persetujuan atas pertanyaan tadi.

Tapi selain fungsi bandara sebagai tempat naik dan turun atau turun dan naik pesawat tentu ada hal penting yang harus dituliskan disini. Kodenya TMC Coffee & Things.

“Pasti urusan kopi lagi ya kang?”

Betul sekali tentu berkaitan dengan sikopihitam kohitala (kopi hitam tanpa gula) menjadi hal utama dalam website pribadi ini. Meskipun tentu kebanggaan terhadap bandara kertajati ini tetap utama. Maka bertemu dengan tempat ngopi yang asyik di dalam bandara kertajati adalah kesenangan tersendiri. Lokasi berada di sebelah kiri ujung dekat ke toilet dan mushola bandara di area keberangkatan. Jadi bisa didatangi sebelum cek in atau setelah cek in untuk mendapatkan tiket.



Otomatis non penumpangpun bisa akses guys, tenang saja. Nama cafenya itu tadi yang disebut diatas yakni TMC Coffee & Things. Maka cara terbaik adalah datangi dan pesanlah kohitala (kopi hitam tanpa gula) sesuai menu yang ada.

Maka sajian menu yang pertama sebagai pengganti manual brew V60 adalah colddriftnya dari cafe ini. Rasa dinginnya begitu nikmat menenangkan hati yang sedikit panas karena suatu sebab.

Lalu sajian kedua adalah cafelate bergambar dedaunan yang berusaha keras dibuat oleh sang barista tapi akhirnya tetap saja gambar daun yang hadir sebagai penerus rasa.



Setelah 2 sajian kopi ini dinikmati, maka perlahan tapi tergesa menuju arah petunjuk selanjutnya. Ada 3 pilihan, pertama menuju toilet karena kebelet lalu kedua adalah bergegas ke pintu area boarding dan ketiga balik kanan menuju gerbang keluar dan pergi dengan kesedihan hati.

Kalau pembaca mau pilih yang mana?.. silahkan tulis di kolom komentar ya. Wassalam (AKW).