Menikmati Kopi Arabika Organik Gayo dari Kawan lama.
Photo : Kopi kiriman yang siap disruput / dokpri.
BANDUNG, akwnulis.com. Di kala mentari mulai berani menampakkan diri, sinarnya mengantar kehadiran raga ini di kantor tempat kerja terkeceh (buat aku mah terkeceh pokoknya.. jangan protes).
Pas kaki baru saja menjejak tangga di teras kantor, terdengar suara tegas bapak satpam, “Selamat pagi pa, ini ada paket buat bapak” “Woah paket apa?” “Nggak tau pak” “Oke, terima kasih yaaa”
Penasaran juga, dilihat nama dan alamat tujuannya bener ke diriku. Pengirimnya tertulis ‘Mr Hendri-Riau’.
Ohhh…. Pak Hendri, karib lama yang satu tahun lalu harus kembali ke Riau setelah bersama-sama bekerja di Gedung Sate selama istrinya tugas belajar di Bandung.
***
Sret!!… tajamnya mata gunting membuka perlahan bungkus paket. Bungkus berwarna perak menyembul dan terlihat tulisannya.. coffee.
Alhamdulillahirobbil alamin, ternyata dikirim kopi organik aceh gayo, hatur nuhun pisan pak Hendri.
Nggak pake tunggu menunggu, peralatan sudah ready kok. Ketel listrik dinyalakan, kertas filter V60 dipasang pada corongnya, timbangan digital sudah standbye dan teko kaca leher angsa lengkap dengan termometer sudah nggak sabar pengen nganter air panas bercumbu dengan bubuk kopi organik aceh gayo jenis arabika.
***
Prosesi seduh manual berjalan sempurna, ekstraksi bergerak sesuai rencana. Komposisi 1 : 15 dengan panas air 91° celcius menghasilkan tetesan cairan kopi asli yang tak mungkin ingkar dari janji rasa sejati.
Photo : Sebagian peralatan ‘perang’ / dokpri.
Aroma harum, bodinya dan aciditynya medium sementara untuk taste-nya ada selarik rasa buah-buahan tapi tidak spesifik. Yang menarik adalah diakhir rasa, atau pas tandas di telan melewati tengggorokan, terasa ada sisa rasa manis segar, “Mungkin karena kopi organik ya?”
Yang pasti mah, kembali bersyukur kepada Allah SWT yang dengan kuasanya menggerakkan hati pak Hendri sehingga mengirimkan bubuk kopi nikmat jauh-jauh di seberang lautan hingga tiba di hadapan, sekali lagi, Alhamdulillahirobbil alamiin.
Akhirnya prosesi seduh kopi arabica organik gayo tuntas, membawa rasa nikmat kopi organik disertai kenangan manis bersama pak Hendri. Terutama, pas disopirin sama beliau di daerah Bungbulang – Pakenjeng Garut Selatan, tetap ngebut padahal jalanan begitu berkabut.
Photo : Perahu Nelayan bersandar di Pantai Barat Pangandaran / dokpri.
Perjalanan selama 6,5 jam membelah malam dari Bandung hingga Pangandaran dijalani bersama tim kecil ditemani rintik hujan yang semakin deras mengguyur bumi.
Tepat jam 02.00 Wib dini hari memasuki gerbang kawasan wisata pangandaran, salah satu kawasan pariwisata terbaik di Jawa Barat dengan pantai yang indah, area cagar alam olahraga air dan tentunya kawasan pantai yang unik dimana bisa menikmati sunrise dan sunset di satu kawasan yang sama, tinggal jalan kaki antara pantai timur dan pantai barat.
Tiba di Mess Dinas SDA Jabar, segera bersih-bersih, wudhu dan shalat isya. Lalu merebahkan diri dan terlelap.
***
Shubuh terbangun oleh derasnya air hujan yang jatuh ke atap mess. Mengurungkan niat untuk segera beranjak dan mengejar sunrise, boro-boro bisa lihat sang mentari terbit, lha wong hujan gueedee banget... jadi ya akhirnya siap-siap saja di kamar untuk mengikuti aktifitas dinas hari ini di wilayah selatan jawa barat.
Kegiatan pagi ini diawali dengan peninjauan lapangan ke kawasan pengembangan PT PMB yang merupakan badan usaha pengusul untuk Kawasan Ekonomi Khusus di Pangandaran pada sektor pariwisata. Peninjauan ini di awali dengan photo bersama para tamu yang dinanti sejak pagi, yaitu Bapak Arief Yahya Menteri Pariwisata, Pak Ridwan Kamil Gubernur Jawa Barat, Pa Jeje Bupati Pangandaran serta para tamu undangan khususnya para pemegang saham konsorsium PT PMB ini, bapak Sudarmono cs.
“Lho kok jadi laporan formal?” “Ya gpp atuh, satu kali nulis buat blog sekaligus bahan laporan” “Bener juga”
“Tapi gaya bahasanya beda?” “Udah nggak usah berdebat, nulis aja dulu. Ntar udah kelar baru lanjut berantemnya”
…. terdiam, dan nulis lagi.
***
Kunci sukses pariwisata kata pak Menpar ada 3 lho guys, “Mau tahu?” “Ya iya dooong”
Photo : Pertemuan dengan Menpar & Gubernur Jabar / dokpri.
Pertama adalah komitmen kuat dari pemerintah, baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten. Semua harus berkomitmen sesuai kewenangan dan kemampuannya dalam berbagai sektor terutama kebijakan tentang kemudahan perijinan serta arah perencanaan pembangunan daerah, disebut dengan CEOcommitment.
Kedua adalah kebersamaan atau bergotong royong bahu membahu dalam mewujudkan cita-cita bersama.
Ketiga adalah adanya atraksi kelas dunia, sehingga menjadi daya tarik wisatawan dan dengan peningkatan wisatawan maka sektor pariwisata semakin menggelora. Terkait dengan kelas dunia maka bisa juga diusahakan daerah pariwisata ini memiliki sertifikasi kelas dunia seperti sertifikat Geopark di Ciletuh Kabupaten Sukabumi.
Trus ada lanjutannya, ada 3A yang merupakan unsur penting tentang pariwisata ini yaitu : Atraksi, Amenitas dan Aksesibilitas.
Nah, bicara KEK, ini adalah sebuah langkah strategis yang menjadi terobosan dalam percepatan pembangunan ekonomi masyarakat dengan lokomotifnya sektor pariwisata. Memudahkan guyuran APBN juga akses investasi internasional.
Udah gitu ditimpali oleh Pa Gubernur dengan komitmen dan konsentrasinya untuk memoles Jabar dengan ilustrasi sebagai ‘Batu Akik’ yang potensial menjadi semakin berkilau dengan menjadikan pariwisata pariwisata sebagai sektor utama pembangunan ekonomi di Jawa Barat.
Dalam 5 tahun ke depan akan hadir 27 destinasi wisata di Jawa barat, bantuan keuangan 40 Milyar per kab/kota untuk pembangunan infrastruktur dan penataan objek wisata serta berbagai pembangunan infrastruktur.
Khusus di Pangandaran, rencana reaktivasi jalur kereta api Bandung – Pangandaran sedang berproses, pengusulan perpanjangan runway Bandara Nusawiru sekaligus peningkatan status menjadi bandara internasional, serta pembangunan jalan tol Gedebage – Cilacap
Serta upaya menggolkan Pangandaran sebagai Kawasan Ekonomi Khusus dengan segala kemudahan dan kekhususannya merupakan tugas bersama sehingga diharapkan menjadi pengungkit 3-5× lipat pertumbuhan ekonomi di Pangandaran dibanding saat ini.
Khusus untuk Pemkab Pangandaran, bantuan keuangan dari provinsi 2x 40 M yang diperuntukan juga untuk penataan pantai barat dan pantai timur berkelas dunia seperti Waikiki beach Hawai. Rencananya juga pak Bupati Pangandaran akan diberangkatkan ke Hawai…
“Asyiik mantai di LN”
“Huss”
Duh nulis serius terus, pegel juga.
Tapi yang pasti presentasi dari PT PMB selaku badan usaha pengusul KEK Pangandaran dalam acara ini mendapat apresiasi dari pak Menteri Pariwisata, Gubernur Jabar dan Bupati Pangandaran.
Dalam kesempatan ini pula Pak Menteri Pariwisata dan Gubernur Jawa Barat bahwa di triwulan I TA 2019 akan hadir 2 KEK di Jawa Barat yaitu di Cikidang Kabupaten Sukabumi dan Pangandaran.
Semoga tindaklanjut acara ini bisa bersinergi dalam akselerasi positif dan memperjuangkan status sebagai Kawasan Ekonomi Khusus di Tahun 2019.
***
Disaat akan beranjak pulang, ternyata kendaraan dinas yang dipakai mogok nggak mau distarter.
Aya aya wae.
Ya sudah, manggil montir, tungguin,…. beres, bayar dan akhirnya…. sambil menuju arah pulang, tak lupa mengabadikan momen sebuah perahu di pinggir pantai. Khan serasa nggak lengkap klo acara di sekitar pantai tapi nggak nginjek sedikitpun atau menghirup udara laut yang bikin pengalaman hidup lebih lama terpaut. Hatur nuhun.(AKW).
CIMAHI UTARA, akwnulis.com. “Pahitnya Kopi bisa mengurangi atau menutupi pahit getirnya kehidupan” Sebuah quote yang pernah diupload di IG dan FB ternyata menuai berbagai pendapat. Ada yang setuju, ada yang menentang dan ada juga yang setengah-setengah. Seolah menentang padahal dalam hati meng-iya-kan.
Eh ada juga yang comment lebay alias berlebihan.
“Trus?…. gimana donk?”
Jejak digital sudah tersimpan disaat kita mengirim tulisan, gambar, video di media sosial, sekaligus tanggungjawab sebagai pengirim menjadi melekat.. wadduh.
Eits tapi tenang dulu, daripada pusing mikirin postingan quote yang udah menjadi milik publik, sekarang mah introspeksi aja trus lebih berhati-hati dalam memposting dan meng-upload sesuatu.
***
Sebagai jawaban postingan pribadi tadi di alinea pertama. Segera dibuktikan saja dengan menyinggahi Cafe Kupu-kupu di jalan raya Kolmas Cimahi Utara yang menyediakan aneka menu makanan minuman dan tentunya kopi seduh manual yang menjadi favoritku, metode V70…. eh kelebihan, maksudnya V60.
“Kang, pesen V60 ya. Eh beannya apa?”
Pertanyaan singkat sama pelayan cafe, tapi sang pelayan terlihat bingung. “Maaf mas, saya masih training, saya tanya ke belakang dulu yaa” “Oke”
Tak berapa lama, “Kopinya pake kopi dari Lembang” “Oke kang, peseen!!” “Baik Mas”
Photo : Sajian Kopi Lembang RH dg V60 / dokpri
Percakapan singkat yang mengandung kejujuran. Pelayan yang masih magang dan belum tahu tentang menu kopi V60 dengan sopan minta maaf dan segera bertanya ke petugas lain. Bagus. Soalnya pernah mampir di suatu kafe, pelayannya nggak ngerti menu kopi tapi sotoy, jadi illfeel. Ini mah bagus, jujur dan sopan.
***
Kopi Lembang Red Honey produk dari @homesteadcoffeebdg tersaji apik pada gelas server dan gelas kaca kecil, tak lupa bean yang terbungkusnya ikut dimejengin sesaat di meja, memanjangkan tatapan mata dan semilir angin di Cimahi utara, betul-betul melupakan pahit getirnya kehidupan… ahaaay.
Photo : gelas terakhir / dokpri
Bodynya medium menyegarkan, aromanya harum dengan acidity khas arabica priangan yang medium high serta taste fruittynya begitu menggoda lidah untuk terus menyeruputnya hingga tandas.
Ternyata, kopi tanpa gula Lembang red honey tanpa gula ini tidak pahit lho, begitupun kehidupan, selama kita senantiasa bersyukur dan bersabar maka perjalanan hidup ini senantiasa diliputi ketenangan dan kebahagiaan. Wilujeng ngopi lur. Wassalam (AKW).
Hari-hari belakangan ini ada kegundahan tersendiri, terkait bentuk tubuh yang kembali tak jelas bentuknya. Korelasi sangat jelas dengan terjadi peningkatan berat badan yang begitu signifikan…. dan dalam waktu relatif singkat.
Masalah utama sudah bisa dipetakan, pangkal pokok sumber kejadianpun mudah dipahami, yaitu ‘melawan diri sendiri.’
“Maksutnyaah?”
Melawan diri sendiri adalah bahasa retorika supaya lebay dikit, padahal sebenarnya adalah bagaimana mengendalikan diri sehingga bisa menjalani kehidupan sesuai koridor ideal yang menjadi nilai luhur budaya bangsa,… “ihh apalagi seeh?”
“Jadi ini tulisan moo ngebahas apaaa?”
“Jangan emosi guys, ini lagi berusaha mengendalikan diri sehingga tulisannya bisa fokus antara ide di otak dengan rasa di hati lalu tersalur ke tangan dan dieksekusi oleh dua jempol yang setia menjepit smarphone serta bergerak lincah di keyboard virtual.”
Jadi, yang dimaksud disini adalah signifikansi peningkatan berat badan… sekarang sudah 102 kg hiks hiks hiks…..
***
Nah disinilah letak dilematisnya, disatu sisi keinginan makan makanan beraneka rupa terus menggebu tapi disisi lain pengen langsing sicpack… terjadi benturan dahsyat yang….
Ini dia kopi yang butuh rasa dan energi untuk menunggu.
PEKANBARU, akwnulis.com. Menjejakkan kaki di landasan bandar udara Sultan Syarief Kasim II Pekanbaru terasa begitu melegakan, ada rasa berbeda dibandingkan turun dari pesawat untuk perjalanan-perjalanan sebelumnya. segera mengabari ke istri tercinta yang full waswas pasca terhempasnya pesawat Lion Air JT 610 di Perairan Tanjung Karawang Jawa Barat.
Terasa bahwa sebuah tragedi tidak ingin dialami, meskipun tulisan takdir bukan untuk dihindari. Semoga keluarga dan kerabat para penumpang JT 019 diberikan kesabaran, ketabahan dan ketawakalan, Aamin.
***
Berbicara kesabaran, ternyata di Tanah Lancang Kuning ini bersua dengan sajian kopi yang bernama ‘Kopi Kesabaran’ lho.
“Woaah apa itu?” “Sabar masbro, ini lagi perjalanan dulu dari Bandara menuju tempat menginap yang dituju yaitu Hotel Dafam Pekanbaru.”
Ngeeeng…. kendaraan carteran melaju kencang sepanjang jalan Sudirman Kota Pekanbaru.
***
Photo bersama GM Dafam Hotel Pekanbaru & Guide.
20 menit kemudian tiba di pelataran hotel Dafam dan disambut keakraban petugas yang penuh antusias melayani kami. Disinilah bersua dengan Kopi Kesabaran.
Rasa penasaran menyeruak mengalahkan lelah perjalanan, segera beranjak menuju lantai mezanine Dafam hotel mengikuti langkah sang GM hotel, pak Masturi.
Setelah memasuki lantai mezanine, terlihat cafe simpel yang menampilkan display kopi, … horayyy nggak usah jauh jauh cari kopi keluar hotel.
Photo : Sajian Kopi Kesabaran / dokpri.
Setelah duduk, datanglah kopi kesabaran yang dinanti… ternyata kopi arabika sidikalang yang disajikan menggunakan vietnam drip. Dan ternyata harus sabar menunggu setetes demi setetes sebelum bisa menikmati rasa kopi alami.
“Ohhh gitu tho asal muasal dinamakan ‘Kopi Kesabaran’, ide marketing yang cerdas sehingga bikin penasaran.”
Baik penikmat maniak ataupun penyuka kopi bergula pasti ingin nyoba.
Kalau bicara rasa, tentu nikmat karena disajikan biji kopi berkualitas, hanya saja musti sabar nungguin tetesan vietnam dripnya. Selamat mencoba jikalau beredar di Kota Pekanbaru, Wassalam (AKW).
Senin pagi menjelang disambut kemacetan dimulai dari pintu gerbang perumahan, rrruar biasa. Padahal waktu tepat menunjukan pukul 05.46 wib.
Kelihatannya hampir semua orang yang beraktifitas pagi ini memiliki pemikiran yang sama dengan kepentingan berbeda-beda, “Berangkat pagi-pagi supaya nggak kena macet”
Jadinya, sebuah janjian hakiki yang tidak terkomunikasi satu sama lain, berkumpullah pada beberapa titik jalan tertentu yang memang menyempit karena ada aktifitas.
Pertama, jalan keluar kantung-kantung perumahan dimana bersua antara para penghuni komplek perumahan dengan para pejuang pagi.
Kedua, pasar pagi. Tanpa perlu dijelaskan, semua paham kenapa pasar pagi jadi lokasi macet di pagi hari. Pasar agak tumpah ke jalan, orang-orang banyak berhenti dari kendaraan, ya sudah bottle neck.
Ketiga, jalanan depan sekolah. Sabar ya, para pengantar anak-anak tercinta ataupun siswa-siswi itu sendiri mulau masuk sekolah.
Keempat, perempatan atau bunderan yang menjadi titik pertemuan gelombang pemberangkat pagi dari berbagai lokasi, bersatu di bunderan atau bersilangan di perempatan. Ini mah momen dimana kesabaran dan keberanian dipertaruhkan. Sabar terus nggak dikasih jalan, nyuruduk maksa sok berani juga berbahaya, jadi fleksibilitas dan waspada yang menjadi kunci utama.
Kelima, depan pom bensin. Disinipun harus bersabar karena ternyata banyak para pejuang pagi yang musti minum bahan bakar dulu karena kendaraannya haus. Jelas keluar masuk bikin tersendat.
Keenam, perilaku. Nah ini PR kita semua. Bagaimana perilaku berkendara yang sopan, teratur serta berperikendaraanan. Kita tahan sikap slonong boy, grasa grusu, emosional, klakson terus dipijit, apalagi meludahi orang saking sebelnya pas pake helm full face…. atuh lamokot olangan.
Ketujuh, paras cantik. Ternyata inipun menimbulkan kemacetan pagi ini. Paras cantik di angkot dengan duduk paling belakang, sehingga jelas terlihat dari luar. Dua orang pejuang pagi bermotor, terjungkal karena kurang konsentrasi.
“Lho kenapa?”
Ternyata disaat angkot melaju, kedua pemotor ini yang kemungkinan jomlo atau memang seneng lihat yang bening-bening terpana melihat bidadari di angkot. Disaat angkot berhenti karena akan menaikkan penumpang lain, kedua pemotor ini bukan injak rem. Tapi ngeloyor sambil wajah terus melekat ke kaca belakang angkot.
Jedduk!!!
Keduanya nambrak bemper belakang angkot dan terjungkal. Sementara angkot ngeloyor jalan tanpa cidera, kedua pemotor ini terjatuh dengan 2 rasa sakit, sakit kebentur juga sakit karena malu.
Akibatnya kemacetan mengular karena tertahan 2 motor yang terjungkal bersilangan ditambah pemotor lainnya pada berhenti untuk ngambil photo kejadian plus selpi, lalu segera diunggah di medsos masing-masing.
Keenam, ....monggo dilanjut…
***
Ah siluet pagi memang menyajikan bermacam tafsir imaji, tapi kembali kesabaran diuji agar bisa menjalani hari penuh arti. Wassalam (AKW).
Rangkaian asa penuh suka duka selama 4 bulan yang penuh makna dalam genre pantun sederhana
Abege seksi jualan panci
Dibeli selusin langsung berhenti Ungkapan ini bukan puisi Tetapi aneka kumpulan cirahan hati
Tali terkait dibalut semen
Mengikat kawan semakin erat Wawancara skype dan seleksi online Pembuka jalan menjadi peserta Diklat
Wajah kusam dioles arang
Lari ke warung membeli koran Pengumuman kelulusan adalah kenyataan Kampus Kiarapayung awali pembelajaran
Gunung Manglayang indah sekali
Udaranya segar nyaman di daki
Kami datang dari Jabar, Jogja dan Bali
Luaskan wawasan dalam koridor reformasi birokrasi
Layar berkibar di bukit ini
Tautan jemari merengkuh hati Juga 7 kab/kota di Jabar adalah kami Jalin silaturahmi serta persaudaraan hakiki
Buah coklat berdaun mini
Campur ketumbar hindari basi Kami peserta diklat Reform Leader Academy Siap belajar, berinovasi dalam kerangka kolaborasi
Masak ikan kembung tanpa gula
Dicampur garam dan sayur selada Wujudkan whole of government secara nyata Di tempat kerja juga nanti ke seantero nusantara
Anak sapi makan jerami
Kambing sehat, berlari kesana kemari Bonus demografi tantangan kami Hasil diklat ini, harus menjadi solusi
Ke perkemahan jalan kaki bersama
Peluh menetes hati terbuka Millenial menjadi fokus utama Tema diskusi, hasilkan solusi nyata
Ikan bersirip di dalam samudera
Berenang meliuk pamerkan gaya Policy brief & policy paper kami susun bersama Buah fikir kami, sumbangsih bagi negara
Pergi ke hutan mencari kakak tua
Hindari lumpur dapatkan cucakrawa Kami kampanye ke seantero kota Ditambah survey online di seluruh indonesia
Kopi robusta dicampur arabika
Diseduh air mendidih tanpa gula Hasilkan konsep dan rekomendasi bersama Beri kemudahan millenial untuk berusaha
Photo : Ketua Kelas menerima piagam penghargaan Kelas dari Ketua LAN RI / dokpri.
Pa Sigit adalah ketua kelas kami
Sosoknya riang, seksi meski terkadang menyendiri Ruang riung adalah RBN kami Memberi ruang & aktivasi millenial sejati
Arabika puntang dicampur kopi Aroma
Hasilkan rasa membumi penuh pesona Gedhong rembulan Sibangbara bergema RBI Jogja, Kabupaten Sukabumi & KBB bersama
Kopi Kintamani enak rasanya Kopi Kiwari, harum penuh asa Viral Sukabumi & Loka Yowana Kriya RBI Kota Sukabumi & Bali pulau dewata
Kumpulan kaleng isinya kopi juga
Tidak hambar dengan rasa luar biasa Gudang gandeng, switch in dan Rumah Moeda Dari Jabar, Bandung-Cimahi, Bogor dan Purwakarta
Photo : Ketua LAN RI dengan produk Kopi Kiwari dari pengusaha millenial di Jabar / dokpri.
Menyeduh kopi gunakan teko leher angsa
Hasilkan kejutan rasa yang tak akan terlupa Konsep ini sudah sampai kepada negara Di KSP melalui ibu Deputi III
Aura Kasih menari di pinggir kali
Ikan terpana, buaya terdiam sambil mengintip Terima kasih LAN RI atas kesempatan ini Membimbing kami menjadi kreatif, profesional, inovatif yang Kolaboratif.
Menenun batik bergambar singa
Goreskan canting, ikuti rasa nurani
Hatur nuhun Bapak Kepala LAN dan Pak Kapus PKP2A I beserta jajarannya Kami bangga menjadi alumni diklat di kampus ini.
Photo : Coach kami, Pak Desi F sedang beraksi / dokpri.
Makan sirih dicampur busa
Sedikit nasi diatas baja Makasih kami untuk coach yang luar biasa Pa Desi & Pa Yonathan yang bersahaja
Mawar berduri basahi raga
Mawar mewangi tidak semua Awal juli kita bersua Awal nopember ini akhirnya berpisah jua
Kopi Pangauban berbentuk biji
Di grinder kasar untuk Vsixty Maafkan semua perilaku kami Jikalau ada yang tidak berkenan di hati
Photo : Diplomasi kopi / dokpri.
Kopi pahit disajikan pagi
Kopi Luwak cocok siang dan malam hari Kami pamit bukan sekedar pergi Tetapi melangkah pasti, mengubah Negeri.
Disaat banyak pihak berlomba menunjukan kemampuan dan keahlian, disitu terlihat juga yang masih terdiam dan gagap dengan perubahan. Padahal selama hidup perubahan itu adalah keniscayaan, atau boleh disebut perubahan itu adalah kehidupan itu sendiri.
Tetapi ada juga yang terlihat tenang meskipun hati kecilnya bergejolak ingin menapaki perubahan dengan segala tantangannya. Hanya secara perhitungan memang perlu strategi yang tepat agar tidak menjadi korban kekonyolan ditengah perputaran turbulensi kepentingan.
Apa yang harus dilakukan?..
Pertama adalah kenali diri
“Maksut lo, salaman tangan kanan ama tangan kiri trus senyum sendiri?”
“Ahay jangan sewot dulu kawan, baca dulu tulisan selanjutnya” senyum manisku memberi ruang berfikir sesaat dan mengurangi tensi emosional sang penanya yang begitu agresif dengan segala kekuranglebihannya.
Kenali diri tentu bicara komprehensif, disini yang paling sederhana adalah mengukur potensi diri serta ketahanan mental selama ini dalam hadapi aneka persoalan yang terjadi baik urusan gawean juga kehidupan pribadi. Itu dua sisi yang harus memiliki keseimbangan dan kesetimbangan. Bukan berarti harus 50 : 50 tetapi ada sisi flexibilitas disini, monggo terserah masing-masing ngitung persennya.
Kedua, pelajari seksama pokok penentu perubahan itu.
Apakah karena pimpinan baru dengan kebijakannya yang mengharuskan perubahan dan percepatan yang menuntut responsifitas tinggi, atau karena mertua baru (ini khusus yang baru nikah atau nikah lagi), perlu penyesuaian mental dan hati sehingga kondusifitas dunia perkawinan terjaga sempurna. Atau bisa juga karena perpindahan tempat tugas karena sebuah seremonial mutasi, ini juga berdampak serius jika tidak disikapi arif bijaksana.
“Nggak percaya?, monggo coba aja”
Ketiga adalah jual diri. Jangan dulu berfikiran negatif dengan istilah jual diri, ini memiliki makna menunjukan potensi diri sesuai dengan pangsa pasar yang memang memerlukan kemampuan ‘khusus‘ kita. Klo kemampuan kita diukur rata-rata air dan sulit meningkat, ya tinggal ditambah dengan kemampuan soft skillnya sehingga memberi kenyamanan dan kedamaian bagi pihak yang menjadi pokok terjadinya perubahan.
Keempat, lakukan dan segera berubah.
Yang pasti mari senantiasa berubah, lha wong Ksatria Baja Hitam aja selalu ‘BERUBAH‘. “Masa kita enggak?”
***
Salam perubahan, sambil tak lupa menikmati seduhan manual kopi lanang EL’s hasil racikan Kang Fajar sang Barista Stocklot. Wassalam(AKW).
Photo Ibu Deputi III KSP, Bp Deputi LAN RI serta Bp Kapus PKP2A I LAN RI / pic by Tri Arya rlaxiv
Jakarta, akwnulis.com. Closing statement pertemuan RLA XIV, Deputi LAN RI, Kapus PKP2A I dengan Ibu Deputi III Kantor Sekretariat Presiden di Gd Bina graha Jakarta, Selasa tanggal 6 Nopember 2018, monggo :
Berburu kaset bilingual Isinya bahasa juga jalinan cinta
Mengantar konsep untuk millenial kepada negara melalui ibu Deputi III
Photo : Pemaparan peserta Diklat RLAXIV di Ruang Utama Bina Graha / pic by Tri Arya rlaxiv
Cenderawasih makan mentega Bersama rusa meraih juara
Ini sumbangsih kami untuk negara
Demi indonesia maju sejahtera
Ke pasar ikan meramu kasih
Cukup sekian terima kasih.
Sanur, akwnulis.com. Kecipak air memanjakan pendengaran yang terus terpapar oleh kompleksitas pekerjaan serta berbagai rutintas kehidupan. Bukan suara air sembarangan, karena ini merupakan perpaduan dari suara alami air di pinggir pantai yang mewujud dalam bentuk debur ombak menyentuh karang. Beberapa meter dari suara alami itu, gemericik air menjadi deburan penuh keriangan yang terjadi di kolam renang…. Yups kolam renang pinggir pantai, sungguh menyenangkan.
“Dimana itu mas?”
“Ih kepo”
“Jangan pelit info donk mas, plis plis” suara berharap dengan memelas, meruntuhkan benteng pertahanan keengganan. Munculnya trenyuh berpadu senang karena sudah bikin penasaran seseorang, padahal informasinya juga bukan hal baru. Tetapi itulah kehidupan, sebuah cerita akan berbeda makna apabila disajikan dengan dasar pengalaman dan diramu penuh cinta untuk hasilkan catatan abadi bagi diri, juga mungkin bisa berguna bagi orang lain suatu hari nanti.
‘Oke, balik lagi ke cerita yaa’
“Tempatnya di Pantai Sanur Bali yaa”
“Oh di Bali, ih kamu jalan-jalan melulu, kapan kerjanya?” pertanyaan nyinyir dari seorang kawan yang merupakan kombinasi antara rasa iri dan ‘kabita’(kepengen) langsung bikin makin semangat untuk bercerita lebih banyak. Bukan untuk bikin makin iri tetapi membuka wawasan bahwa di sela-sela bekerja, bisa juga meluangkan sedikit waktu untuk mengintip tempat wisata dan jangan lupa menjadi bahan cerita.
Photo kapal berlabuh di Pantai Sanur / dokpri.
Lha wong klo ngobrol kerjaan, ya sami mawon, gitu-gitu aja. Tinggal bagaimana mengkemas dan memaknai semua gerakan kehidupan menjadi jalinan kalimat penuh makna.
“Kembali ke urusan air di sanur ya guys!”
***
Sebelum sesi pertemuan malam hari, maka jalan sore di pantai menjadi menu wajib. Pantai Sanur yang berpasir putih memiliki daya tarik untuk segera dinikmati. Secara kebetulan penginapan dan acara pertemuan bertempat di Grand Inna Sanur Hotel yang miliki akses langsung ke pantai Sanur. Jadi lebih efektif dan efisien.
Photo pantai sanur sebelum pasang / dokpri.
Pantai Sanur memiliki panjang pantai cukup panjang… “Ih nggak jelas!’ itu pasti respon netizen. Tetapi itulah kenyataannya, pertama melalui jalur search via mang gugel ada yang nyebut panjangnya + 3 km, ada juga yang 9 km, entahlah… lagian penulis pas nyoba jalan, lumayan panjang juga, tetapi menyenangkan, suasana segar nan bersih, klo panas sih udah pasti tetapi dengan semilir angin pantai yang terus mengelus perasaan maka rasa senangnya yang lebih dominan.
Pantainya pun terasa landai karena ada barrier batu karang yang menjadi pelindung dari ganasnya ombak lautan. Sehingga kami bisa bergerak agak ke tengah laut, sekitar 100 meter dari bibir pantai dengan kedalaman air laut hanya mencapai betis.
Photo : mencoba terbang hindari air pasang / mr. Ronni pic.
Beningnya air hampir saja melenakan kami yang terus bergerak ke tengah lautan, sebuah teriakan mengingatkan,
“Awas air pasangg!!”
“Astagfirullahal adzim, lari Mang!!” suaraku berbaur dengan gerakan cepat dari rekan-rekan.
Terengah dan tersengal terasa melegakan setelah sampai di bibir pantai berpasir, meskipun harus merelakan dompet ikut basah karena terendam sedalam pusar.
Smartphone aman karena dipegang dengan tangan dan mengacung menggapai langit.
Alhamdulillahirobil alamin, hampir saja musti berenang di air asin hehehe, padahal niatnya cuma moo berpose di pantai dengan tinggi air sebatas betis, ternyata datangnya air pasang nggak terdeteksi terhalang keceriaan dalam kebersamaan.
***
Esok hari menjadi menu wajib untuk mengabadikan hadirnya sang mentari disaat mulai menyinari bumi, inilah hasilnya :
Photo Sunrise di Pantai Sanur / dokpri.
Semburat keemasan menyapa permukaan air laut di Pantai Sanur, memberi nuansa gairah yang membangkitkan keinginan untuk bahagia. Siluet nyiur melambai memberi harapan bahwa kehidupan adalah perjalanan panjang.
“Info kolam renangnya gimana?”
“Sabarr, tunggu tulisan berikutnya yaa” Hatur nuhun. (AKW).