Ngopay Ngojay di Ohana Bali

Ngopay Ngojay di Ohana Kuta.

Photo : Kolam renang anak & dewasa di Ohana Hotel / dokpri.

KUTA, akwnulis.com. Mendarat di Bandara Ngurai Rai, trus meluncur menuju hotel adalah hal yang lumrah, tetapi yang bikin degdegan adalah memilih hotelnya begitu mendadak dan pertimbangan utamanya adalah budget, budget dan budget… baru tentang lokasi dan kenyamanan.

Awalnya memang dikala jari jemari menjelajahi aplikasi perjalanan online untuk menemukan berbagai hotel murah di sekitar Kuta Bali, tetapi tentu tidak hanya murah tetapi juga memiliki standar kenyamanan. Jadi dalam waktu yang terbatas, melototin pilihan photo-photo hotel dengan harga pas di kantong.

“Lha.. nggak dibayarin kantor mas?”

“Sttt…. jangan ribut, ini mah non-Budget”

“Ooh… xixixixi….”

Jadi petualanganpun harus di jalani, meskipun cukup pede karena dilihat dari photo-photo dan cek lokasi via gugelmep memang masih di sekitar area Kuta meskipun bukan di jalan utama…. nah lo.

***

Jam 23.58 wita, kaki menjejak di lantai hotel disambut senyuman satpam dan resepsionis. Alhamdulillah hotelnya lumayan, meskipun jauh dari area pantai (klo jalan kaki) tetapi lebih tenang karena tidak mudah tergoda oleh hiruk pikuk keramaian seperti di sekitar kuta-legian-dan sekitarnya.

Photo : Kamar di lt.3 / dokpri.

Dengan harga 350Ribuan/malam udah dapet kamar hotel yang cukup bersih dan tenang, Bed yang besar juga ada kursi luarnya di mini balkon….. tapi lorong menuju kamarnya agak sempit, jadi mirip masuk ke lorong kamar kost-kosan hehehehe….. atau mungkin lantai ini aja kali….. jadi gampang akses ke kamar.

Over all untuk ruangan dan kelengkapannya cukup baik dengan kamar mandi yang memadai.

Yang menarik adalah terdapat juga kolam renang di lantai dasar, cukup buat bermain-main dengan sang buah hati (klo ikut maksudnya)… yang memang sudah dari sonohnya anak kecil mah seneng main air. Karena sekarang sendirian, ya sudah… tidur aja segera.. eh mandi dulu deh, baru tidurrr…

Nama hotelnya adalah Ohana Hotel Kuta, liat di traveloka lebih megah dari kenyataannnya tapi ya memang iklan harus begitu… ditampilkan semenarik mungkin dengan sudut photo dan pencahayaan yang memberi hasil lebih wah… yaaa mirip kamera jahat yang bikin wajah bercorak menjadi lembut tanpa jejak… kenyataannya juga lumayan, dengan budget terbatas dapat hotel yang bisa memberikan kenyamanan, menghilangkan penat dan mengembalikan kesegaran untuk menyongsong kerjaan yang nggak kelar-kelar.

Masuk kamar, lalu mandi, sholat, nyalain tivi… dan tivi nonton diriku… alias dotonton tivi…. yaaa karena diriku yang langsung terlelap, ternyata jam dinding di kamar sudah menunjukan waktu yang melewati tengah malam.

Photo : Nikmati Kopi Hotel / dokpri.

Esok harinya turun ke lantai 1, Sarapan pagi lumayan variatif, tapi karena hanya buah potong yang boleh dimakan di pagi hari, maka potongan semangka dan melon menemani makan pagi kali ini, sambil memperhatikan anak kecil dan kakaknya yang bersiap bermain air di kolam renang (Kolam renangnya di tengah-tengah dan untuk akses ke ruang makan akan melewati pinggir kanan kiri kolam renang).

Tak lupa secangkir kopi hotel dinikmati sambil mereka-reka rencana dan mempersiapkan diri untuk bertugas hari ini, cemunguuutz…

Jebur….

“Brrrr dingiiiin!” Celoteh sang kakak, diikuti adiknya meloncat ke tengah kolam untuk bercengkerama dengan air kolam renang di pagi ceria. Mereka tertawa dan duniapun penuh dengan canda. Selamat menjalani hari di pulau bali. Wassalam (AKW).

Viet Black Coffee

Minum kopi di tempat berbeda.

Photo : Viet Black Coffee / dokpri.

JAKARTA, akwnulis.com. Sensasi mencoba sesuatu yang berbeda itu bisa diartikan mendapatkan pengalaman baru, karena sudut pandang suatu momen tergantung dari mana kita melihatnya. Meskipun mungkin sudah tahu tentang barang itu, tetapi dengan lokasi yang berbeda akan lain juga suasana yang didapatkannya atau sebuah rasa yang dihadirkan.

Itulah yang terjadi sore ini, memasuki basement Plaza Indonesia Jakarta, berkeliling mencari kedai kopi hingga akhirnya menjatuhkan pilihan pada sebuah restoran yang berornamen asia, yaitu restoran Namnam, sebuah restoran vietnam.

Photo : dilihat dari luar / dokpri.

Restoran ini berbasis di Singapura, dan membuka cabang di Jakarta dan Bali…. “Lha kok promosi?…”

“Yo wis, monggo gugling aja yang pengen tahu resto ini”

“Kenapa memilih tempat ini?”

Jawaban yang muncul sederhana, hanya ingin tahu dengan sajian kopi vietnam yang dibuat dengan metode vietnam drip.

“Halah kagak aneh itu mah, udah banyak yang pake”

Nah itulah pokok bahasan ini, merasakan sebuah sajian kopi dengan cara seduh yang sudah lumrah pake vietnam drip tapi tempatnya beda, sebuah tempat yang disetting suasana vietnam banget sehingga mungkin bisa menghasilkan rasa berbeda.

Photo : Kopi & salad / dokpri.

Sajian kopinya bernama CÀ PHê DEN ( Viet black coffee) dengan harga 35 ribu, bentuknya yaa…. sajian kopi dengan vietnam drip.

Rasa yang dihasilkan memiliki kecenderungan body strong atau bold dan tanpa acidity karena memang basisnya adalah kopi robusta. Tetapi tetap gula yang disajikan tidak akan disentuh, karena sudah istiqomah dengan Kotala, kopi tanpa gula.

Dilengkapi oleh sajian salad yang bernama GÓI BUÓI TOM THIT, berisi Pomelo salad, prawn, chicken, assorted crackers alias kurupuk udang…. ternyata miliki rasa nano-nano, rasa manis dari jeruk.bali yang segar bergabung segarnya udang dan sejumput daging ayam ditambah dengan olive oil dan cuka, hasilkan rasa rujak seafood yang agak asing di lidah…. segar meski agak membingungkan..

Tapi tenaaaang kawan…

Photo : Suasana Restoran Namnam / dokpri.

Masalah rasa jangan khawatir, reseptor otak menerima sinyal kesyukuran, menghasilkan warna rasa di dalam kepala dan mengkristal menjadi rasa segar diantara kepahit-asam-manisan yang merata.

Ditopang oleh suasana resto vietnam yang detail lengkap dengan lampion merahnya, maka sruputan kotala yang tersaji berhasil memberikan aneka makna. Menambah rasa syukur terhadap tambahan pengalaman yang begitu berharga. Sruputtt… nikmaat, Wassalam (AKW).

Coffee BellStone

Kirain apaan Coffee BellStone.. ternyata.. enak.

Photo : Sajian Coffee BellStone / dokpri.

DAGO, akwnulis.com. Menjalani hari dengan sejumput keceriaan berbalut rasa syukur atas nikmat kehidupan menghasilan kedamaian dalam perjalanan dan tidak terengah dalam melangkah.

Begitulah sebuah realita dilakoni dengan sukacita, karena semua rencana hanya reka pikir manusia, padahal sebetulnya sudah ada blueprint-Nya yang tak bisa ditolak kecuali dengan khusuknya doa.

Dua paragraf yang coba ditulis dengan sepenuh hati dan segenap jari… eh dua jempol, khan ngetiknya di layar smartphone. Mengalirkan kata menjadi jahitan kalimat yang mungkin enak dibaca tapi tidak bisa dimakan…. nyam nyam.

Mulai nggak bener nulisnya nich… ayo minum kopi dulu….

Langsung terbangg…… cusssss…

Menuju Jl. Ir. H. Juanda Bandung atau lebih dikenal jalan dago, patokannya setelah Sekolah Darul Hikam trus ada kantor Bappeda Provinsi Jabar… masih naik terus ke atas.. sebelah kiri ada plang Sam’s Strawberry Corner. Masuk aja ke area tersebut, belok kiri, parkirannya lumayan cukup beberapa mobil.

Kopinya dimana?…. iya kalem,…. jadi klo bawa mobil or motor parkir dulu ya, soalnya ribet klo dibawa ke dalam

“Nggak percaya?…… Coba saja”

Masuk ke restorannya, terusin aja ke belakang, karena di area belakang lebih luas dan disanalah sang Koboy Tjipelah meracik kopinya.

***

Photo : Kang Saepul, Barista Kopi Koboy Tjipelah / dokpri.

Kopi yang disajikan oleh Kang Saeful Barista, adalah coffee Bellstone… keren khan?… padahal itu kopi batu lonceng dari pegunungan manglayang. Diracik dengan filter V60 dalam komposisi 1 : 12, temperatur air 92° celcius menghasilkan sajian kopi yang harum dengan acidity dan body medium, after tastenya ada sedikit rasa berry dan selarik rasa asin… “Rada aneh yeuh, jangan-jangan pake garam”….

Setelah dikonfirmasi dengan sang barista, memang katanya agak unik dengan kemunculan rasa asin ini, noted. Overall, rasanya nikmat dan bisa menambah kesegaran fikir dan ketajaman rasa dalam menjalani kenyataan dunia.

Penasaran dengan Tjipelah, itu ejaan lama, dibacanya ‘Cipelah‘… selain googling juga bertanya kembali pada sang barista dan ternyata itu adalah nama daerah penghasil di Bandung selatan tepatnya di daerah Rancabali…. oowh…. jadi penasaran dengan rasa kopi Tjipelahnya. Tapi supaya tidak terjadi tabrakan rasa, sekarang nikmati dulu Coffee bellstone-nya dulu….. srupuuut…. hmmm…. srupuuuut… nikmat…

Oh Iya, makasih Pak Boss DR atas traktirannya.

Tulisan selanjutnya tentang Nikmatnya Kopi Tjipelah, tunggu yach.

Kembali jemari eh kedua ibu jari menari diatas layar smartphone, menuliskan sejumlah kata yang selalu mengandung makna, sambil tak lupa menyukuri semua detik perjalanan hidup ini. Wassalam (AKW).

Kopi Korpri.

Ngopay sambil berseragam..

Photo : Sajian kopi Gununghalu berlatar seragam korpri / dokpri.

CIMAHI, akwnulis.com. Selamat jam seginih saudaraku pembaca blog ini, jangan merasa terganggu dengan kiriman link ini. Dijamin Ori tanpa Hoax… heuheuheu, dan sesuai tuntunan agama, maka ‘Iqra‘ atau bacalah…. Klo moo komen… itu lebih bagus, semoga nambah pahala.. Amiin.

Jangan terjebak dengan judul serta gambar dan langsung berpersepsi berbeda, maksud judul disinipun bukan mengkotak-kotakkan kopi menjadi milik ASN/PNS yang berseragam korpri di tanggal 17 setiap bulan ataupun tanggal lain yang menjadi hari besar nasional. Tapi momen kebetulan dikala memasuki sebuah cafe, berniat meng-kopay, ternyata banyak juga para pegawai berseragam korpri yang datang ke kafe ini karena baru saja bubar dari acara yang dihadiri Gubernur Jabar, Kang Emil.

Ceritanya….Gubernur Jabar dalam pengarahannya kepada pada Pejabat Eselon II dan III atau sekarang lebih panjang sebutannya yaitu Pejabat Jabatan Tinggi Pratama dan Pejabat Admintrator di lingkungan Pemprov Jabar menekankan bahwa :

Pertama, Jabatan itu sementara, jadi harus siap berpindah, bermutasi… eh bukan mutan ya.. tapi berpindah ke jabatan lain dengan berbagai instrumen penilaian yang ada… atau malah lepas jabatan karena sesuatu hal.

Kedua, Penilaian bagi ASN (aparatur sipil negara) ditentukan berdasarkan 3K, yaitu Kualifikasi, Kompetensi, dan Kinerja.

Ketiga, ASN yang diharapkan adalah memegang 3 hal penting yaitu Integritas, Melayani dengan hati dan Profesionalisme.

Photo : ASN lagi antri pesen kopi / dokpri.

Penekanan yang lebih penting adalah bagaimana seluruh ASN di Jawa barat bisa mengawal dan mewujudkan janji kampanye Gubernur-Wagub Jabar periode 2018-2023 dalam bentuk kegiatan kongkrit implementatif (…….tentu tetap harus berpegang pada regulasi)…. Jangan sampai.. awalnya desainnya kuda… eh di akhir jadi Kuya (kura-kura).. jauh bangeet khaan?..😜😜😜

Halah eung jadi serius beginih… tapi itulah beberapa penekanan dari pak bos, Kang Emil… yuk ah ngopay dulu
.. srupuuuut… sruputtttt.. eh srupuuuttt… puttt.

Kok tahu siih tentang arahan gubernur, nguping yach?”

Sebuah pertanyaan yang tidak usah dijawab ah, senyumin ajaaa….

Srupuuut…..

Sajian kopi arabica Gununghalu dengan manual brew v60 rasa lengkap after taste berry-nya… nikmat penuh sensasi, body mediumnya membuat familiar di lidah… nikmaat. Perbandingan 1:15 dan panas 90° celcius (kata sang barista), cukup berhasil mengekstraksi bean gununghalu ini sehingga tersaji rasa khas kopi arabica java preanger…. yummy.

Gitu ceritanya kopi korpri hari ini, oh iya lokasi ngopaynya di dekat tempat acara yaitu di Kabuci 372 Coffee, Jl. Kolonel Masturi, Cimahi Utara Kota Cimahi. Wassalam (AKW).

Kopi Lungo Pwkt.

Bersua dengan kopi Lungo di Purwakerto… eh purwakarta Jawa barat.. srupuut.

Photo : Lungo Coffee Cangkir pink & pelayan yang tiba2 lewat / dokpri.

PURWAKARTA, akwnulis.com. Bergerak pergi membawa raga, menyusuri jalinan kisah yang selalu bersekutu dengan waktu yang tak pernah menoleh sedetikpun terhadap apa yang sudah dilalui… dan jangan lupa jikalau waktu, kesempatan dan dompet bisa kompromi, maka mampirlah di kedai kopi atau cafe kopi.

“Trus ngapain?”

“Ya pesen aja kopi dan makanan, trus nikmati”

“Aku mah nggak suka kopi!!!”

Ah aku terdiam sesaat lalu tersenyum dan lebih bersyukur, karena bisa menikmati seduhan kopi tanpa gula adalah salah satu karunia kenikmatan dari Allah Swt, apalagi tidak semua orang bisa menikmatinya.

“Ya sudah jangan dipaksain brow, ini khan cuman saran”

“Okey”

***

Photo : Cafe Kakota Purwakarta / dokpri.

Perjalanan menapaki hari memberi sempat munculkan harap. Seolah menjadi sebuah doa yang bersambut, maka kedai kopi atau cafe kopi bisa ditemukan tanpa perlu bersusah payah bertanya ke sana kemari.

Kebetulan sekarang kedai kopi sudah ramai bertebaran di seantero kota, jadi mudah mencarinya.

Hari inipun dikala beredar di Kota Purwakarta, maka tuntaskan dulu segala asa, selesaikan tugas yang diemban tanpa tersisa, baru sebelum pulang mampirlah di sebuah cafe yang menyajikan menu kotala, kopi tanpa gula.

Photo : Kopi Lungo gelas ke-2 / dokpri.

Memang bukan kopi saring manual brew, tapi tak apa, sambil membuka laptop menyelesaikan laporan tugas hingga tuntas.

Duduk manis di kursi yang nyaman, dilayani neneng cantik ramah, buka menu dan dicari halaman kopi….. eh ada Kopi Lungo…

Jikalau artinya berdasarkan bahasa jawa maka artinya adalah ‘pergi‘ atau bepergian, bertualang.. travelling kali yach?, berarti cocok pisan untuk dinikmati bagi penikmat kopi yang senang pergi-pergi eh bepergian kesanah kemarih… meskipun masih kota-kota lokalan dan regional saja plus sesekali lintas pulau.

Back to Lungo Coffee…. pertanyaan tentang arti lungo tidak dijawab tuntas oleh sang pelayan, bingung juga kali dapet pertanyaan yang aneh. Tapi kelihatan langsung diskusi dengan manajernya dan… terlihat mengernyitkan dahi… 😜😜… ya sudahlah.

Di daftar menu, kopi lungo itu penamaan untuk double espresso + ekstraksi espresso…. ya anggap saja kepahitgetirannya 2,5X espressso…. “Kebayang khan pahit nikmatnya?”

Yang pasti sajiannya memuaskan lidah dari sisi body kopi yang very strong dan tebal, serta jelas ninggal di bawah lidah tetapi less acidity apalagi taste-berry.. itu tidak ada sama sekali… yang pasti ini sajian kopi pahit sepahit-pahitnya…

“Nikmat kah?”…

Tentu tetap nikmat dan penuh berkah, mencerahkan fikir menenangkan otak yang seharian berkutat dengan probabilitas angka dimana menjadi target di akhir desember nanti.

Aww…..

Sruputt…. ngetiiik… tik tuk tik tuk.. mikir… ngetik lagi… srupuut… gitu aja bolak balik sambil sesekali melihat suasana cafe Kakota yang di datangi tamu yang berganti-ganti.

Lanjuut….

Itulah sekelumit kepahitan nikmat alias kenikmatan pahit di salah satu cafe di kota Purwakarta Jawa Barat, dengan harga sajian 18 ribu per cangkir, maka pesan 2xpun masih cukup di dompet plus bisa traktir beberapa kawan, diawali oleh cangkir pink dan kedua bercangkir hitam, isinya tetap… secangkir kopi pahit nan nikmattt. Selamat menjalani hidup, kawan. Wassalam (AKW).

***

Lokasi :
Cafe Kakota, Jl. Jenderal Sudirman, Pasar Jumat, Nagri Tengah, Purwakarta, Purwakarta Regency, West Java 41114

Lelah & Kopi.

Jikalau lelah mendera…. makanlah, eh ngopaylahh…

Photo : Sajian kopi tenangkan hati / dokpri.

CIMAHI, akwnulis.com. Terkadang rasa lelah tiba-tiba datang mendera, menghantam pertahanan raga terakhir sehingga tinggal menunggu waktu untuk ambruk dan musnah. Tapi tentu itu adalah kemungkinan terakhir, masih banyak cara mengelola lelah, mengendalikan tekanan yang merupakan bagian dari kehidupan.

“Trus musti gimana sob, lagi kondisi tertekan?”

“Widdih kok jadi nanya serius sihh…. lo tau nggak, badan gue melar kayak gini karena penuh tekanan tauuu….”

“Ngawur ah, itu sih gara-gara lu makannya over aja dan klo liat elu makan, emang kayak yang enak sih”

Hahahaha…. kami berdua tertawa sambil memasukan potongan pizza terakhir ke mulut masing-masing.

Photo : Pemandangan di halaman cafe / dokpri.

“Udah habis pizza besar 2 nampan ini, aku besok mau diet, sueeer”

Berdua berjanji mulai diet, menurunkan berat badan…. mulai hari itu.

***

Esok hari tiba, dan berjanji berjumpa sambil membahas rencana diet yang akan dilakukan, tempatnya di Tukang Mie kocok cokor, esok harinya di tempat coto makasar dann…. seterusnya.

Alhamdulillah… pembahasan diet berjalan berbulan-bulan dan selalu ditempat makan yang enak dan enaak sekali… akhirnya mereka mem-bulat berdua hihihihi.

***

Kembali kepada tekanan hidup termasuk rasa lelah, yang paling prinsip adalah memaknai tekanan itu bukan sebagai beban, tetapi merupakan tantangan yang harus dihadapi.

Sehingga yang muncul adalah pemikiran tentang strategi menghadapinya.

Photo : Neng Wini / dokpri.

Karena jika tiada strategi yang disiapkan, maka bersiaplah menerima kenyataan dan deraan kelelahan yang akan membuat tubuh tidak kuat lagi menahannya hingga akhirnya ambruk, sakit dan menderita.

Photo : Suasana Cafe Meloh / dokpri.

Supaya memikirkan strategi menghadapi tekanan ini lebih mantul (mantaps betul), maka se-teko server bening berisi seduhan kopi tanpa gula yang membantu memberi semangat, membuka pikiran sekaligus menenangkan jiwa sehingga kembali bersemangat dalam menjalani kehidupan yang indah dan berharga.

Wilujeng ngopay bray. Wassalam (AKW).

Catatan :
Jika penasaran, posisi tempat ngopay tersebut dimana, klik aja Kopi Meloh Cisarua.

Ngopay di Meloh Cafe.

Ngopi Arabica Cikuray & Papandayan di kaki Burangrang

Photo : Sajian manual brew V60 Arabica Papandayan / dokpri.

PASIRHALANG, akwnulis.com. Menemukan tempat ngopi yang asyik ternyata tidak sulit, semenjak memutuskan menjadi Kotala-lover*), maka informasi tentang tempat ngopi seolah datang sendiri. Bisa rekendasi teman, iklan di IG, atau obrolan pribadi.

Begitupun hari ini, bisa menikmati kopi v60 arabica papandayan dan arabica cikurai dengan memandang awan tipis bermain di gunung burangrang.

Nama tempatnya ‘Meloh Cafe & Tent’, sebuah tempat menginap dengan suasana alami menggunakan tenda tetapi dengan berbagai fasilitas sekelas hotel berbintang, yang dikenal dengan istilah ‘glamping‘, glamorous camping.

Tempat bersantai yang menenangkan. Bisa mengembalikan mood dan semangat dalam menjalani kehidupan atau juga menjadi terapi jiwa jikalau galau sedang menyerang.

Photo : Latar belakang gunung burangrang / dokpri.

Sajian pertama adalah arabica papandayan dan sajian kedua arabica cikurai, menggunakan manual brew filter V60 dengan komposisi kopi dan air yang… pake feeling..🤠🤠🤠.

Pas ditanya rumus perbandingan, Neng Wini sang penyeduh menjawab bahwa komposisi airnya seteko kecil dengan 3 sendok makan kopi bubuk… trus panas airnya sampai mendidih ajaaa…. gampang khan?

Tapi itulah misteri kopi, terkadang menyeduh dengan presisi baik komposisi ataupun gramasi dan juga temperatur air panas yang tersaji… eh hasilnya biasa saja, nggak nendang sesuai harapan hati.

Ternyata, seduhan neng Wini dengan feelingnya bisa juga menghasilkan sajian rasa kopi asli tanpa gula yang memang karakter aciditynya medium dengan aftertaste fruitty, meskipun dari sisi body (rasa pahitnya), kopi papandayan lebih strong dan tebal dibandingkan kopi arabica cikuray.

Srupput….. hmmmm… nikmaat.

Photo : Sajian V60 kopi arabica papandayan / dokpri.

Oh ya, tempat ini tidak hanya untuk ngopi, tetatpi aneka makanan minuman juga tersedia dan jikalau yang pengen menginap maka terdapat beberapa tenda bersama dilemgkapi toilet di dalam ataupun yang tenda biasa dengan toilet terpisah serta fasilitas tenda besar yang juga bisa digunakan untuk pertemuan termasuk sebuah banguna mushola alami dari bambu yang bisa digunakan shalat sambil merasakan desau dan semilir angin penuh kesegaran.

Photo : Mushola di Meloh Cafe / dokpri.

Lokasinya berada di daerah Pasir Halang, Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Akses dari arah Kota Cimahi melalui jalan kolonel masturi menuju arah utara ataupun dari daerah padalarang melewati jalan Ciloa KBB.

Udah dulu ah ceritanya, sayang nich kopinya cepet dingin…. selamat ngopay, Wassalam (AKW).

*)Kotala-lover : pecinta-kopi tanpa gula.

Swimming pool near Kuta Beach

Menikmati kesegaran kolam renang di hari terakhir..

Photo : Kelapa Pool / dokpri.

KUTA, akwnulis.com. Perjalanan ke pulau dewata PP melalui bandara baru kertajati KJT tentu memberikan nuansa berbeda, masing-masing individu akan mendapatkan pengalaman berbeda tergantung dari sudut pandang dan nilai prinsip hidup yang diamininya.

Terus terang, butuh waktu lebih lama untuk tiba di bandara kertajati sebelum terbang, begitupun dikala pulang, diperlukan 2,5 jam perjalanan lagi hingga akhirnya tiba di rumah bersua dengan keluarga jika dibandingkan dengan penerbangan melalui bandara husein sastranegara…

Tetapi jangan salah kawan, banyak hal baru yang ditemukan, dirasakan, dimaknai dan akhirnya disyukuri maka perjalanan penerbangan inipun memiliki banyak arti penuh nilai-nilai hakiki.

Tapi…. sekarang nggak bahas dulu itu, biarkan semua berjalan dan proses perpindahan penerbangan via bandara Kertajati ini berjalan (semi) alami.

Malam ini ingin menulis tentang sepenggal perjalanan kemarin, setelah ngopay di beberapa tempat di pulai dewata, diawali dengan sruputan domba kopi, dilanjutkan kopi black eye eh panon hideung di Ubud sekaligus bercengkerama dengan luwak asli di Balistar coffee, hingga menikmati kopi seduh praktis dengan pilihan kopi luwak dan kopi peaberry lanang… maka pasangan ngopaynya manaaa?…

Tagline ngopay tak lengkap tanpa ngojay… maka inilah ceritanya, cekidot….

Photo : Garis biru di tengah Kelapa pool / dokpri.

Pertama adalah Swimming pool dengan nama Kelapa pool, tersembunyi di halaman belakang hotel, dengan airnya yang biru memggemaskan, bentuk kolam yang tidak kaku serta dilengkapi jembatan kayu plus tempat bersantai di pinggir kolam. Kedalamannya juga disesuaikan dengan kebutuhan bersantai para penginap, dimulai dari ukuran kedalaman 40 cm untuk anak, lalu 1,15 meter untuk kolam dewasa dan di paling tengah kedalaman 1,5 meter ditandai dengan garis biru gelap yang memanjang membelah kolam renang.

Beberapa kamar hotel yang pool acces, bisa langsung buka pintu dan.memghambur ke kelapa pool, tapi tentu harga kamarnya mihil… nggak nyampe… ini juga kebeneran aja diajakin nginep disini…. malem sebelumnya di hotel lain yang berbeda.. tapi ada juga kolam renangnya.

***

Lalu…..

Kopi RenBis BUMD

Sensasi minum kopi praktis sambil bikin sesuatu….

Photo : Kopi & Topi / dokpri.

KUTA, akwnulis.com. Menjelang malam, suasana di sepanjang jalan Kuta Bali tetap semarak, hilir mudik manusia dengan segala passion dan keinginannya, menjadikan malam yang ramai dengan celoteh serta dentuman musik yang menggetarkan hati.
Tetapi karena tugas negara harus tuntas dikeesokan hari serta kekuatan raga ada batasnya, maka diputuskan memisahkan diri dari semarak malam dan kembali ke tempat menginap untuk bergumul dengan laptop kesayangan dan mencumbui aplikasi microsoft office untuk menghasilkan sesuatu yang berguna.

Tetapi sebelum tiba di hotel, menyempatkan diri mampir di Toko oleh-oleh Khrisna di dekat bandara I Gusti Ngurahrai yang memang buka 24 jam…… Belanjaaa…….

Nggak ding…..

Photo : Isinya 2 bks kopi luwak & 2 bks lanang peaberry / dokpri.

Cuman nyari kopi asli yang penyajiannya praktis buat menemani kerja malam depan laptop malam ini.

Berkeliling menyusuri rak-rak besar di Toko Khrisna pas midnight guys… tetep rame banyak orang… hingga akhirnya menemukan pilihan kopi yang memang praktis dalam penyajiannya.

Sekotak kopi ini harganya Rp 52ribu, isinya 4 buah bungkusan, 2 buah kopi luwak dan 2 buah kopi lanang peaberry yang dibuat oleh Bali Iswara….. ditambah sebuah topi pelindung panas juga buat sedikit bergaya dikala beredar di pulau dewata.

***

Di kamar hotel 2320, kopi praktis ini dieksekusi. Tinggal buka, trus khan ada telinganya kanan kiri. tempat aja di dinding gelas, buka bungkusnya… tingggal currrrr…. perlahan tapi pasti, air panasnya mengekstraksi…. meneteslah cairan kopi yang harum dan penuh misteri.

Hmmmm….. bikin semangat nich.

Sang mata ternyata tetap segar padahal jam hampir mendekati pukul 01.00 dini hari….. maka diisi dengan kutrat kotret dan membuat power point tentang Rencana Bisnis BUMD berdasarkan pasal yang ada dalam Pmdn 118/18….. ketikkkk…. ketik.

Rencana bisnis adalah rincian kegiatan (BUMD) dalam jangka waktu 5 tahun yang selanjutnya di break down dengan RKA, yaitu rencana kerja dan anggaran pertahun.

Photo : Beberapa slide presentasi renbis rka / dokpri.

Permendagri 11/2018 ini merupakan turunan dari PP 54/2017 yang memberikan pegangan pasti dalam menyusun arah kebijakan BUMD sehingga singkron dengan perencanaan daerah dan berproses secara bertahap dengan pelibatan seluruh elemen terkait (stakeholders) baik internal maupun eksternal.

Maka bergabunglah ilustrasi gambar kopi dan pasal – pasal di Permendagri ini dalam bentuk power point yang mungkin berguna untuk siapapun yang memerlukan..
monggo sedooot….

Selamat menikmati kopi dan mempelajari presentasi tentang rencana bisnis ini…. ketik ketik.. sruputttt. Wassalam (AKW).

***

Catatan :
Buat yang moo download sabar dulu ya, plug in nya lagi diinstal dulu. Jadi sekarang liat capturenya dulu aja yaa… Maaf.

Wild Luwak Coffee.

Bercengkerama dengan Luwak sambil nikmati Wild Luwak Coffee di sini….

Photo : Senyum Ayu Baristi dan se cup Wild luwak coffee / dokpri.

UBUD, akwnulis.com. Berjalan diantara para penjual kerajinan di pasar Ubud Gianyar Bali bikin betah dan panas terikpun seolah bukan halangan. berbagai produk kriya, bermacam kerajinan menghadirkan pilihan yang sangat beragam.

Tetapi karena bukan itu fokusnya, maka hanya sebatas cuci mata dan nengok kanan kiri saja, sementara ibu-ibu dengan kemampuan alamiahnya pasti akan memilah memilih dan akhirnya menjinjing hasil pilihan terbaiknya untuk menjadi souvenir seseorang.

Setelah lurus dan hampir mencapai ujung pasar kerajinan Ubud ini, akhirnya sepasang mata tajam dengan moncong berkumis menyambut dengan senyum liarnya.. interesting.

Bulu halus hitam menutupi seluruh raga yang begitu lincah dan gemulai, mengajak lebih masuk ke dalam sebuah kedai yang dominan hiasan bali.

Photo : Cafe Bali Star di Ubud Gianyar Bali / dokpri.

Tiba di dalam disambut lebih akrab oleh para baristi Kafe Bali Star dengan senyuman tulusnya dan menawarkan berbagai varian kopi asli yang menggugah selera, klo nggak salah namanya Ayu.

Berhubung sang moncong berkumis sudah menguntit terus dari belakang, tak ada salahnya mencoba bercengkerama lebih akrab meskipun bebas dari kepentingan.

Perlahan tapi pasti kulitku bersentuhan dengan telapak kaki eh tangan mungil yang lembut tapi penuh tenaga untuk mencengkeram… awww… Sang Luwak tetrsenyum sambil nengok ke kanan dan ke kiri, “You kenapa?, sakit tangannya?”

“Nggak Wak (maksudnya luwak), cuman geli-geli gimana gitu”

Sang Luwak tersenyum penuh arti, lalu bergerak menaiki pundak, leher dan kepala… aduh calutak pisan (Nggak sopan), tapi mungkin inilah dampak dari sok akrab….. jadi aja nggak mau lepas, susah mau berpisah… ada chemistry kayaknya…

Photo : Senyum penuh kegetiran / pic by NN.

Sambil sang Luwak masih bertengger, pilihan kopi yang akan dinikmati tanpa gula semakin menarik.Di cafe Black Eye sudah menikmati manual brew V60 arabica kintamani, maka di Cafe Bali Star ini harus mencoba yang paling spesial… yaitu ‘Kopi Luwak Liar’.

“Apaan tuh?”

Kopi luwak liar adalah kopi yang langka karena tidak ditanam dan tidak dibudidayakan, begitupun luwaknya bukan luwak yang berada di kandang atau di penangkaran, tetapi luwak liar yang berada di hutan…..

Tadinya memang tidak tertarik dengan kopi luwak, karena selain terbayang binatang luwaknya yang terkungkung jeruji kandang dan mungkin jadi sedih karena keterkekangan, juga dari sisi harga memang bisa di nilai selangit.

Tapi disini, rasa penasaran adalah sebuah modal untuk mencoba sajian kopi yang berbeda, biji kopi yang berasal dari hutan dan di fermentasi oleh pencernaan luwak liar, maka bisa menghasilkan rasa spesial khas bin unik.

“Ini jenis kopinya arabica atau robusta?”

“Nggak tau om, saya beredar di hutan terus ada pohon kopi siap makan, ya makan dech…… trus entar…… procot….. legaaa” gitu Sang Luwak yang makin menggelendot manja, meskipun gigi tajamnya mulai iseng gigitin jari, meskipun gigitannya penuh kasih sayang…. tapi jari jemari penuh dengan air liur luwak itu… sesuatu bingiiiit……

Tisu basaah… mana tisu basaaah!!!..

***

Sajian kopi luwak liar diproses oleh (neng) Ayu sang baristi, dengan panas air 80° celcius menggunakan perbandingan 18 gram diadu dengan 230ml air….. “gimana rasanya yaaa?”

Asli bikin penasaran….

Nunggu dulu sambil mengamati proses manual brewnya, tangan sang baristi cekatan mengolah proses mengawal sebuah cerita tentang prosesi kopi yang bisa memberi arti dan jalinan cerita yang terkadang tidak untuk dimengerti, tetapi melekat di hati.

Tak berselang beberapa menit…..

“Silahkan Mas”

“Makasiiih”, Secangkir cup kertas disorongkan ke muka, dengan cekatan segera di terima. Di cafe ini, kopinya tidak disajikan dengan bejana saji dan gelas kaca tetapi cukup dengan cup kertas di tambah stiker bertuliskan ‘Wild luwak Coffee’…. Srupuuuut…..

Woaah rasanya agak asing… enakkkkk ….. Bodynya low, acidity medium tetapi aftertastenya muncul rasa manis alami yang agak sulit di definisikan… dan ternyata inilah khasnya kopi luwak liar…. ada rasa manis alami yang selarik muncul tetapi dengan rasa khas alami…. eddddun euy.

Menurut Ayu baristi, kopi luwak penangkaran menghasilkan rasa asam (acidity) yang tebal dan ninggal, tetapi minim rasa manis seperti kopi luwak liar ini…. sayangnya tidak keburu menikmati kopi luwak penangkaran karena agenda perjalanan ada yang harus dituntaskan.

Akhirnya harus berpisah dengan si monyong lucu yang menggemaskan, seekor luwak yang sudah agak jinak, meskipun wajahnya tetap memperlihatkan pandangan tegas dan berbahaya.

dahhh luwak..
dah baristi…. dadaah semuaa… muaach… good bye.

Untuk harga per cup eh persajian agak lupa karena ada yang nraktir hehehe… makasih mas DK & kang IR… jangan bosan yaaa.

Akhirnya kembali melewati kembali pasar kerajinan dengan membawa sebuah kenangan, pernah bercengkerama dengan Sang Luwak sekaligus menikmati sajian kopi luwak liar, Wassalam (AKW).

***

Lokasi :
Cafe Bali Star
Jl. Karna, Pasar Kriya Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali.