Old Coffee Soreang.

Suasana panas, mening ngopay dulu biar cekas.

Photo : Arabica gambung honey V60 / dokpri.

SOREANG, akwnulis.com. Setelah beberapa waktu tidak menampilkan tulisan tentang kopi, tibalah saatnya untuk kembali menikmati suasana sambil menyeruput sajian kopi kohitala.

Kali ini kopi yang dihidangkan adalah kopi arabica gambung dengan metode honey process. Sang Barista Andri, memainkan komposisi 1 : 10 dengan gramasinya 18gr bean dipertemukan perlahan tapi pasti dengan air panas 85° celcius.

Photo : Ornamen cafe sebelum masuk / dokpri.

Hasilnya sebuah sajian apik dengan botol server dan gelas kecil. Nggak pake basa-basi langsung disruput aja sendiri… rasanya ada manis-manisnyaa gitu.. manis gula merah berpadu dengan acidity medium berry-berry an juga body yang cenderang bersahabat, nggak memberi suasana ninggal yang dahsyat.

Ornamen dari mulai luar, lalu masuk ke dalam cafe maka berserakanlah barang-barang masa lalu, ada televisi yang berada diatas lemari jadul, sepeda yang tergantung di dinding dan Lampu Petromak memberikan suasana masa lalu yang kental dan memiliki karakter kesederhanaan.

Photo : Suasana Cafe / dokpri.

Oh iya nama kafenya cocok banget, yaitu old Caffee Soreang, berlokasi di seberang pintu masuk ke kantor samsat eh Kantor pusat pelayanan Bapenda Jabar wilayah soreang, yakni jalan Jl. Gading Tutuka I No. 68 Soreang.

Selamat ngopay kawan-kawan, apalagi siang panas terik gini… maka javanese arabica atau es kopi yang akan memberi sensasi kesegaran tiada tara. Wassalam (AKW).

***

Menjadi (seperti) Setrikaan

Bolak balik dan pulang pergi, jalani – hepi – beres sesuai target yang disepakati.

BANDUNG, akwnulis.com. Sebuah analogi seolah menjadi kesepakatan dari semua insani, padahal tanpa perjanjian dan kesepahaman, berjalan begitu saja dan mayoritas atau malah semua orang setuju dan menggunakan istilah ini dengan sadar tanpa paksaan dan diluar tekanan.
“Istilah apa brow?”

“Istilah klo bolak balik di dua tempat dan dilakukan dengan durasi yang sering, maka disebut –seperti setrikaan‘-“

“Emangnya lo bolak – balik kemana hari ini?”

“Ah cuman Gesat-Pakuan-Gesat-Pakuan-Gesat… euh, kayaknya ke Pakuan lagii”

“Ih kayak Setrikaan… ups” Keceplosan…… dia merona wajahnya. Tapi jadi manis.. awwwww.

Nyambung dari cerita ‘Tugas & Kopi’, itu adalah sepenggal proses diantara bolak baliknya raga ini mengawal sebuah map yang berisi tinta dan didalamnya berdesakan kalimat yang terdiri dari barisan kata, yang mungkin suatu saat mengguncang dunia…. (lebaaay nyaa….).

Photo : Sarapan Salad 8M berlatar Gdsate / dokpri.

Yang pasti, mari jalani menjadi setrikaan di hari ini dengan ikhlas dan ceria. Pekerjaan dan tugas adalah sebuah perjalanan kehidupan yang harus diselesaikan sesuai kemampuan dan kewenangan kita. Tetapi sambil menjalaninya, perlu juga sedikit bergaya menyimpan dokumen di dunia maya atau bisa juga mengabadikan momen gambar dalam file poto dan…. di upload juga di IG plus medsos lainnya.

Selain sebagai laporan online ke pimpinan dan teman-teman, juga media ekspresi diri ditengah kesibukan yang tiada henti.

Pagi hari berjamaah dan mengaji, ditutup dengan menikmati sajian salad 8 macam serta soto panas yang ngangeni.

Pagi hari secangkir kopi di ruang tunggu pimpinan, dilanjutkan dengan secangkir americano sambil menunggu dan melanjutkan tahapan pemarafan kalimat yang saling melengkapi.

Kembali ke gedung sate lanjut ke gedung pakuan, eh gedung sate lagi dan gedung pakuan lagi….. ngaso dulu ahh dan berpose sejenak di kursi tamu pendopo.

Sebelum mentari menghilang di ufuk barat, maka mengabadikan sebuah hotel di depan gedung pakuan berpadu dengan kerimbunan dedaunan, membingkai sebuah gambar yang (mungkin) suatu saat menjadi kenangan.

Photo : Halaman depan Gd Pakuan / dokpri.

Selamat menikmati menjadi setrikaan kawan, Wassalam (AKW).

Salad 8M+1

Nikmati salad 8M+1

Photo : Salad 8M+1 / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Ini hanya cerita receh tentang makanan yang tidak aneh. Tapi ingin menulisnya karena ingin menulisnya dan sekaligus ingin maksa bikin kepanjangan singkatan yang memang maksain menulisnya….

Dinamai Salad 8M+1, karena terdiri dari 8 unsur + 1 mayoneise.

8 unsur itu terdiri dari :

1. Mentimun, mencintai meski tidak murni.
2. Bit, bikin inget terus.
3. Jagung manis, jangan menyinggung masa romantis.
4. Wortel, ditowor karena gatel.
5. Tomat cerri, tolong hormati cerita cinta penuh misteri.
6. Brokoli, bro kok cuma sekali?.
7. Buncis, pake sabun biar nécis.
8. Selada, semangat ngelaba selalu ada.

Itulah tulisan receh nggak pentingku kali ini, nuhun kesemuahnya..

Supaya rasanya pesta di mulut, maka sausnya adalah mayoneisse (mantan ayou dan masih kennéés) serta thousand island (thou tau kesannya ingin nangis dan melupakan).

Inilah tulisan nggak penting plus singkatan-singkatan absurd yang lekat dengan pemaksaan… jangan jadi bete, anggaplah ini suasana kekinian, dimana hal receh remeh temeh berpotensi viral. Sementara tulisan serius ternyata teronggok sedih diujung penantian. Selamat Wiken kawan (AKW).

Tugas tuntas & Kopi berkelas.

Tugas tuntaskan, kopi habiskan..

Photo : Kopi berkelas di Gdsate / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Bergegas menuju lantai 2 tempat kerja bos adalah rutinitas yang harus dijalani. Resiko anak buah ini namanya, jadi jalani saja. Menenteng beberapa berkas di map sambil bergerak cepat meniti tangga yang mengantarkan ke lantai atas gedung sate ini.

“Jangan bahas kerjaan ah, tulisan di blog ini khan tulisan ringan diluar kerjaan”

“Jangan komplain dulu kawan, ini cuma pengantar cerita kok”

“Ohh.. Oke lanjut kalau begitu”

Sambil sedikit terengah akhirnya sampai di depan ruang kerja bapak bos. Berhenti sejenak dan menghela nafas, baru bergerak maju mengetuk pintu.

Pintu terbuka dan beberapa staf menyambut dengan ceria.

“Bapak ada?”

“Ada, …Tunggu sebentar pak, silahkan duduk dulu, Bapak masih menerima tamu”

Saat menunggu inilah yang menyenangkan, penawaran secangkir kopi tentu disambut dengan rasa suka hati.

dan… yang disajikannya bukan kopi sachet…. tapi kopi berkelas.

Pas sudah ada dihadapan, dicoba disruput… ada rasa yang kenal, rasa yang pernah ada, memenuhi relung lidah dan rongga mulut. Acidity yang maksimal dan ninggal di rongga mulut plus body pahit yang tahan banting serta aftertaste berry yang kuat…. mirip Arabica wine…

Alhamdulillah… sruput lagi.. Nikmaaat…

Sebelum pamit dari ruangan bos dan menenteng surat yang sudah di sign oleh beliau, sengaja mampir ke ruang stafnya untuk berterima kasih atas keakraban dan sajian kohitala berkelasnya, “Pak nuhun, kopinya ajib pisan, kopi apa?”

“Puntang Wine Pak”

Pantesaan…. Raos. Sekali lagi terima kasih dan hatur nuhun. Besok-besok bawa surat-surat lagi ah kesini. Wassalam (AKW).

Americano vs Matchalatte

Cerita sangat singkat ngopi hari ini.

Photo : Americano Agro Jabar / Dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Perkopian hari ini diawali oleh sajian Americano persembahan PT Agro Jabar yang lagi ikutan Pameran di Hotel Hilton Bandung dan ditutup oleh sajian Matchalatte tanpa gula.

Photo : Matchalatte / dokpri.

Selamat Mengopay Kawanku. (AKW)

Bengras Kopi Soréang.

Beredar di Ibukota Kab Bandung, bikin béngrasss….

Photo : Blék Kopi dingin menyegarkan / dokpri.

SOREANG, akwnulis.com. Di jalan Gading Tutuka pertemuan ini bermula, berbincang santai tanpa sekat usia. Momen ini bisa dirasa karena memiliki satu tujuan sama, yaitu menikmati suanasa.. eh suasana sambil nyruput kopi panas tanpa gula.

Kedai kopi yang sederhana dengan udara terbuka.mengundang sesama coffee lover untuk berhenti dan mencoba. Meskipun sajiannya hanya berbasis kopi pangalengan jenis robusta, tetapi atmosfer kesederhanaannya memberi rasa nyaman berbeda. Begitupun harganya, bersahabat dengan dompet kita.

Esspresso 9 ribu rupiah dan blek kopi (black coffee ice) 10 ribu rupiah, jadi dengan 20 ribu sudah mendapatkan 2 sajian kopi tanpa gula… asyik khan?…

Photo : Espresso Manual / dokpri.

oh iya prosesnya manual menggunakan rockpresso sehingga espressonya agak sedikit kasar, tetapi tentu untuk rasanya akan tetap khas robusta, datar dan pahit nikmat, meskipun tidak sepahit di tinggal nikah mantan (mengutip kata-kata anak muda pengunjung yang duduk meriung).

Nama kedai kopinya adalah Bengras kopi, yang berasal dari bahasa sunda. Béngras itu artinya segar dan jelas, atau cénghar…. ih bahasa sunda lagi… cénghar itu…. ya segaar… jagjag waringkas.

Photo : Bercengkerama di Béngras Kopi Soréang / dokpri.

Nggak percaya?”... silahkan coba. Saya sih yakin bakal Béngras karena kopi robusta dengan tingkat kafein tinggi bakalan memberi efek segar dan tahan ngantuk… karena itu memang pembawaannya, cuma hati-hati jangan kebanyakan… bisa bikin dada bergetar lebih kencang… seperti kalau lihat kamuuuh…. awwwww.

Udah ah, selamat menikmati pahitnya kenyataan sambil menyeruput sajian kopi di Bengras kopi. Insyaalloh pahitnya kenyataan akan tereduksi oleh pahitnya sajian kopi robusta tanpa gula. Wassalam (AKW).

***

Maksi dori & Peppermint tea.

Cari kopi jadinya maksi.

Photo : Sajian Jhon Dori Almo at Square resto / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Datang ke Hotel Novotel ini dalam rangka ‘sesuatu‘ pastinya, ada maksud dan ada tujuan. Biarkanlah latar belakang hadirnya raga ini menjadi misteri, tetapi hasil kehadirannya siapa tahu bisa menjadi referensi.

Investigasi pertama tentu bicara ‘ngojay‘ maka sasarannya adalah kolam renang dan kalaupun dimungkinkan tema kedua adalah ‘ngopay‘ atau minum kopi tanpa gula (kohitala)…..

Ternyata…. kolam renang yang tersedia di Novotel Hotel jalan Cihampelas Bandung ini hanya untuk penghuni eh penginap saja, tidak bisa diakses diluar tamu… ya sudah nggak jadi deh.

Photo : Pepermint tea / dokpri.

Tapi, karena panggilan alam sudah berbunyi yaitu suara perut kukurubukan*).. lapeer, maka opsinya bergeser menjadi mencari menu makan siang dan di lantai 1 dekat lobby hotel ini tersedia Square Resto, bergegaslah kaki kesitu dengan harapan ada makanan berat sekaligus kopi.

Setelah duduk di kursi yang tersedia, memilih menu dan memutuskan memesan ‘Jhon Dory Almo‘ ditemani Peppermint tea.

“Kok nggak pesen kopi?”

“Lagi pengen kopi manual brew, ternyata nggak ada, adanya sajian kopi dengan mesin kopi… “

Nah… sambil menunggu sajian makanan dan teh datang, berjalan-jalan di sekitar restoran juga ke arah luar melewati pintu kaca… ternyata… dipinggir kirinya dibalik rimbunnya pepohonan, disitulah kolam renang berada… cekidot.

Photo : Kolam renang Hotel Novotel jl Cihampelas Bdg / dokpri.

Wajar saja kolam renangnya hanya untuk tamu, karena ukurannya terbatas, klo umum juga bisa akses..malah jadi penuh orang dan susah berenang.

Tapi klo nginep, berenang disini ….. yaa lumayan buat sambil ngasuh anak juga olahraga menyegarkan bagi badan dan fikiran.

Kembali ke sajian makanan yang dipesan, akhirnya datang sajian ikan dori dengan nasi bumbu hijau dengan porsi mungil (memang request minta nasi sedikit) serta sayuran rebus plus bumbunya berbalut keju….. dan minumannya adalah peppermint tea yang seduh sendiri….. juga air panasnya bisa refill… lumayaaan.

Yummy…..

Harganya yach standar hotel, jadi sesekali aja… klo tiap maksi kayak gini… gajinya pasti 12 koma…
maksudnya tanggal 12 udah koma hehehehehe. Harga Jhon dory almonya 45ribu dan pepermint tea nya 45ribu, itu semua belum termasuk pajaknya.

Udah ah ntar aja ngitung dengan pajaknya….

Yuk ah.. mamam dulu… bismillah. (AKW).

***

Kukurubukan = Suara perut keroncongan.

Caffogato Ngopdul.

Kopi aja berpasangan, kamu gimana?

BANDUNG, akwnulis.com. Malam minggu adalah malam yang tepat untuk sedikit relax dan menarik nafas sejenak setelah senin-sabtu berjibaku dengan tugas dan perintah yang datang bergelombang tanpa ragu.

Hang out bersama keluarga menjadi pilihan utama, khususnya bersama anak istri jalan bersama.

“Kemana?”

Yang pasti jangan lupa sempatkan ngopi meskipun waktu yang ada hanya sedikit lagi.

Kebetulan mampir di cafe Ngopdul dan bersua dengan sajian kopi yang berpasangan, sehingga unrecommend untuk yang jomblo… ups maaff…

Photo : Caffogato / dokpri.

….namanya Caffogato yang merupakan perkawinan silang antara caffelatte dan afogato. Disajikan di wadah berbeda tapi hadir bersama-sama, begitupun meja-meja sekitarnya, para pengunjung adalah mayoritas pasangan anak muda yang sedang pedekate, first date, atau merajut hubungan yang tertunda hingga yang hampir berpisah karena ada penghianatan penuh keluh kesah. Juga 2 meja, pasangan keluarga bersama 2 anak dan orangtuanya…. sungguh bahagia.

Jadi ternyata sajian kopipun berpasangan, apalagi kamu…. baiklah para jomblowan dan jomblowati, jangan patah semangat.

Jodoh di tangan Tuhan, tapi…. kalau kamu tidak berjuang meraihnya… maka selamanya di tangan Tuhan. heuheuheu… cemunguutz… eaaaa.

Sruput dulu…… slurp…. yummmy. Selamat bermalam minggu, bersama pasangan yang sah. Wassalam (AKW).

Salad di AlMuttaqien

Salad & Shalat dulu yuuuk .. eh shalat dulu baru me-nyalad.

Photo : Salad AlMuttaqien / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Pagi ini salah satu tagline blogku bisa hadir bersama-sama di satu tempat lho… ihiy pamer… Klo tagline ‘ngopay & ngojay‘ kayaknya udah bosan yaaa….

Nah pagi ini tagline kedua, ‘Salad & Shalat‘ bisa hadir bersama. Beneran lho…. tapi bukan berarti shalat sambil makan salad, ébat dan batal atuuuh.

Maksudnya ditempat yang sama bisa shalat berjamaah dilanjutkan menikmati salad yang telah tersedia.

Dimanakah tempatnya?”

“Mau tahu atau mau tahu bingiiitzz??

***

Yups Saladnya eh shalatnya jelas di mesjid AlMuttaqien Area Gedung Sate, Shalat shubuh berjamaah dilanjutkan pengajian rutin setiap hari jumat yang dianjurkan (atau diwajibkan) bagi para pejabat struktural.. nah klo staf pelaksana mah sunnah berarti.. 😁😁

Giliran saladnya, ini berjumpa di lantai dua mesjid yang merupakan sajian untuk para pejabat eselon II termasuk Pak Kiai sebagai penceramah.

Lha kamu kok berani-beraninya ikutan makan di situ?

Selow masbro.…. berhubung banyak kegiatan di luar kota sehingga banyak para pejabat eselon II berhalangan hadir sehingga atas inisiatif panitia penyelenggara…. diajaklah kami-kami yang kebetulan hadir dalam shalat dan pengajian jumat pagi ini….. gituuuh.

Photo : Salad berlatar Gesat / dokpri.

Alhamdulillah, sarapan dengan salad sayuran 7 rupa dengan latar belakang gedung sate yang megah, am.. am…. nyam nyam.

Potongan bit, tomat cherri, brokoli, wortel, daun selada, jagung manis, buncis dan mentimun…. wuiih 8 macem lho… bergiliran masuk mulut menuju persemayaman di lambung kehidupan.

“Karbohidratnya manna sama protein?”

Yach lupa moto, tadi nyicip tom yam berisi potongan daging untuk support protein. Jikalau mencari karbohidrat, maka sejumput mie goreng tadi sudah lewati lidah dan diolah dengan sumringah. Alhamdulillah (AKW).

Rakutak kopi di ARMOR.

Sruput rakutak nggak bikin otak berontak..

Photo : Sajian Arabica Rakutak by V60 / dokpri.

CIMAHI, akwnulis.com. Kehadiran cafe atau resto atau kedai yang mengusung salah satu pilihan menu Kopi hitam tanpa gula (kohitala) semakin banyak hadir di tempat yang kebetulan menjadi tempat beredar atau perlintasan karena suatu urusan.

Tentu kafe inipun tidak melulu menghadirkan kohitala, tetapi bejibun menu yang hadirkan berbagai pilihan yang menyisir berbagai kalangan khususnya millenial dan para pihak yang masih semangat millenial padahal…. sudah masuk generasi kolonial hehehehe.

Jadi mampir kesinipun dituntun oleh jalan takdir, karena pas lagi menanjak di jalan raya kolonel masturi Cimahi utara… eh memasuki wilayah Kabupaten Bandung Barat, ada plang cafe baru dan sudah jelas pasti ada sajian kopi-nya, pasti da.

Photo : Sebelum masuk / dokpri.

Jadi nggak menggunakan banyak pertimbangan, langsung kurangi kecepatan pasang sein gupay (pake tangan melambai-lambai).. sein kiri maksudnya dan beloklah pada halaman parkir yang begitu luas…. menyenangkan. Apalagi pas lihat jam di handphone, masih ada waktu sekitar 45 menit sebelum tiba waktu janjian.

Aihh janjian sama siapa Kakak?”

“Ups… jangan ribut ah, kepo aja kaww…”

***

Nama Cafenya ARMOR KOPI, buat yang sering ngopay di sekita kota bandung diyakini sudah tahu lokasi cafe yang berada di daerah jalan Bukit Pakar Utara Ciburial dan juga di jalan sersan bajuri Cihideung arah lembang. Nah sekarang hadir juga di daerah kolmas cimahi utara dan inilah ternyata tempatnya.

Photo : Barista sedang beraksi / dokpri.

Masuk ke cafenya suasana homy begitu terasa, nuansa gudang besar masa lalu langsung berubah karena telah disulap menjadi cafe yang go green, penuh dengan tumbuhan dan udara segar bandung utara serta menggunakan desain warna warni cerah yang memanjakan mata, maka pilihan ngopi kali ini semakin bermakna.

Kopi yang dipilih kali ini adalah jenis kopi arabica yang berasal dari Gunung Rakutak Cianjur sehingga dinamai Kopi arabica rakutak. Dilanjutkan oleh sajian kopi dingin Javanesse Gununghalu honey yang semakin melengkapi kenikmatan kohitala kali ini.

Photo : Salah satu sudut Armor Coffee / dokpri.

Tadinya ingin menulis tentang profile rasanya, tapi inget ada yang komplen, katanya cuman ngabibita saja (cerita doang hingga bikin pembaca kepengen, tapi nggak pernah ngajakin ngopi…😀😀😀)… jadi biarkan masuk ke ranah misteri dan membuat penasaran saja, meskipun saya simpulkan bahwa sajian kohitalanya banyak pilihan, barista-nya jagoan, salah satunya Kang Umay dan suasana cafenya luas – segar – menyenangkan.

Srupuuut… sueeger. Wassalam (AKW).