JARGON 2026 : CIKUR

2025 penuh dinamika, 2026 menantang.

SODONG,  http://www.akwnulis.id. Sebuah jargon adalah kata atau kalimat singkat yang berupa arti secara harfiah ataupun menjadi singkatan dari jalinan kata yang memiliki makna. Tentu konteksnya seiring dengan kondisi yang ada dan diramu menjadi kata yang bersahaja, mudah diingat dan memberi daya ungkit kebanggaan serta rasa memiliki dalam keluarga meskipun sebetulnya dibangun pada pilar tugas kedinasan. Namun semangatnya adalah berdinas bisa dimana saja tetapi silaturahmi adalah abadi.

Di tugas pekerjaaan yang diawali medio Oktober – Desember 2024 lalu berlanjut Januari 2025 memiliki tantangan baru yang cukup komprehensif. Satu sisi mendapat tugas jabatan baru disisi lain ada tugas tambahan sebagai pelaksana tugas di instansi yang berbeda. Tapi itupun tidak sendiri, pak Kabag TUpun sama, tugasnya double malah triple dengan unit kerja tugas yang berbeda.

Maka waktu itu jargonnya adalah NGAJEGANG, sebuah kata dalam bahasa sunda yang memiliki arti dua kaki terbuka dan masing – masing menginjak lantai atau pijakan yang berbeda atau berjauhan. Lalu singkatan dari kata ini adalah NGARIUNG AJEG SAGALA BIDANG (Kumpul bersama dengan kokoh di segala bidang). Jadi merupakan doa dan motivasi terhadap kami, meskipun banyak penugasan yang penting bisa kokoh kompak dan hasilnya optimal.

Dalam kurun waktu 2025 jargon NGAJEGANGlah yang membersamai pergerakan kami dalam melaksanakan tugas fungsi, melengkapi dengan kreatifitas dan inovasi meskipun sederhana tapi itu adalah buah fikir yang nyata. Bahu membahu antara ketua tim dan anggota, para pejabat fungsional bekerjasama dan secara struktur di lembagakan dengan apik tanpa banyak drama.

Memasuki akhir tahun 2025 suasana berbeda, kami sudah tidak NGAJEGANG lagi. Tetapi fokus akselerasi tugas di bidang kami, urusan Kesejahteraan rakyat tetap terjaga. Serta bersiap menyongsong tantangan baru di tahun 2026.

Tahun 2026 semangat besarnya adalah tetap berkarya dalam suasana efisiensi karena satu sisi potensi anggaran provinsi jawa barat berkurang 2,48 Triliun dari Transfer Keuangan Daerah sementara target pembangunan infrasruktur harus diwujudkan. Maka disinilah suasana adaptasi terasa. Bagaimana menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Maka kebijakan yang ada adalah mengurangi atau merasionalisasi angka – angka anggaran dalam program kegiatan diluar infrastruktur  dengan tetap menjaga kondusifitas para pegawai melalui kebijakan bahwa gaji dan tunjangan posisi aman tidak ada pengurangan alias dipertahankan.

Disinilah makna bersyukur hadir, karena tidak semua pegawai di pemerintah daerah mendapatkan kepastian ini. Sebuah kepastian angka gaji dan tunjangan yang menjadi hajat hidup serta sandaran utama dalam keseharian. Begituoun secara ajaran agama bahwa bersyukur itu bentuk dari kualitas keimanan seseorang.

Dari sinilah hadir jargon baru untuk 2026 yaitu ADAPTASI & BERSYUKUR. Mari kita menyesuaikan dengan nuansa dan keadaan efisiensi anggaran dan selalu bersyukur karena tunjangan dan gaji tetap dipertahankan oleh kebijakan gubernur KDM ini. Agar jargon ini lebih mudah diingat maka disingkat menjadi SIKUR.

SIKUR.. sikur... sikur.

Sebuah kata yang mudah diingat tapi sulit mencari padanan arti. Maka disinilah kreatifitas tentang kata ditantang untuk berkreasi lagi. Setelah berfikir keras, eh nggak keras juga tapi berfikir dan tentu berdoa ke Allah Subhana wataala maka perlu sedikit polesan yang mudah diingat dalam satu kata tetapi satu kata tersebut memiliki makna. Jadilah singkatan ini adalah CIKUR (adaptasci & bersyukur)… “hehehe terkesan maksa nggak?”

Ya gpp namanya juga usaha, usaha yang baik demi memudahkan mengingat dan menikmati makna philosophi di dalamnya. Cikur adalah bahasa sunda yang merupakan nama salah satu bumbu masakan yang memiliki aneka khasiat rempah. Dalam bahas indonesia cikur ini adalah Kencur atau bahasa latinnya Kaempferia galanga, rempah – rempah yang memiliki aneka khasiat serta merupakan salah satu bumbu masak yang populer.

Jadi aman khan?… bismillahirrohmaniirohim.

Jargon untuk tahun 2026 adalah CIKUR yang berarti adaptachi dan bersyukur. Awas jangan diplesetkan jadi adaptaci dan bercukur, sangat jauh artinya kawan.

Selamat memaknai tahun 2026 dengan senantiasa menyesuaikan dari berbagai perubahan yang ada sekaligus tetap bersyukur dalam segala hal. SELAMAT PAGI, salam CIKUR.

Wassalam (AKW).

Giat Akhir Tahun 2025

Aneka kegiatan menutup tahun 2025

CIMAHI, http://www.aknulis.com. Minggu terakhir bulan desember 2025 sudah di depan mata maka terdapat beberapa rutinitas kegiatan yang harus dipersiapkan sekaligus antisipasi tugas khusus atau tugas mendadak yang bisa hadir tiba – tiba dan tentu harus dilaksanakan. Itulah dinamika tugas birokrasi di era bapak Aing KDM yang semakin seru, dinamis berkecepatan tinggi.

Rangkaian kegiatan di minggu terakhir diawali dengan Penyerahan Kadeudeuh bagi Kafilah STQ Jabar, Pengumuman tentang UMP jabar dan membersamai Gubernur dan Forkompimda Jabar dalam rangka kunjungan ke Gereja Katedral Bandung dan Polrestabes Bandung di malam natal (24/12) hingga mendekati dini hari. Musyawarah Wilayah DPW Persis Jabar di Tasikmalaya (25/12),

Dilanjutkan pada hari sabtu (27/12) bergerak ke daerah Cikarang Bekasi dalam rangka mewakili Gubernur untuk memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi acara musyawarah wilayah Jaringan Sekolah Islam terpadu (JSIT) Jawa barat ke 6 dan siang menjelang sabtu sore bergerak ke Mesjid Raya Aljabbar di Gedebage dalam rangka memberi materi dan sharing session bersama para Khatib dengan tema perspektif pemerintah di era saat ini.

Senin (29/12) diawali kegiatan apel pagi terakhir di tahun 2025, lalu diskusi internal dan rapat persiapan lintas biro dan opd terkait tentang persiapan pelaksanaan kegiatan doa bersama lintas agama di malam pergantian tahun. Laporan kepada atasan terdekat, bapak Asisten pemkesra di ruangannya lalu briefing dengan staf di lingkup biro.

Tanggal 30 desember 2025 agenda kegiatan cukup padat, diawali dari exit meeting tim inspektorat yang melakukan pemeriksaan di Biro, Rapat evaluasi pembangunan & peresmian Gedung pusat Kebudayaan oleh Gubernur diakhiri dengan kegiatan malam hari di gedung sasana budaya ganesha ITB yakni pementasan Drama Musikal Rahvayana ‘Kala Cinta di Jabar’ yang dirangkaikan dengan penyerahan berbagai anugerah level provinsi jawa barat. Piket harian di bale pananggeuhan adalah rutinitas harian juga berbagai tugas lain seperti penyusunan modul KKN, Pembahasan alih kelola RSUD Sentot Patrol, pemantauan arus kendaraan libur nataru & kompensasi bagi angkutan umum serta monev bagi penerima hibah di daerah Bogor. Hingga hampir dini hari baru tiba di rumah.

Esok harinya adalah hari terakhir di tahun 2025 yakni 31 desember 2025. Kegiatan tetap bejibun tapi tentu harus dijalani dengan semangat dan ceria. Diawali dengan kegiatan silaturahmi ke kantor Baznas Provinsi Jawa Barat di jalan Soekarno Hatta Bandung lalu menuju mesjid raya Aljabbar di Gedebage untuk menghadiri acara Milad ke 3 MRAJ yang dilaksanakan oleh DKM baru dibawah kepemimpinan Ketua Umumnya Bapak KH Dr. Tata Sukayat, M.Si menghadirkan rangkaian penceramah mubaligh dan para qori yang secara pararel memberikan pencerahan kepada puluhan ribu peserta yang hadir.

Acara belum berakhir di Mesjid raya Aljabbar tetapi harus berpamitan untuk pulang mendahului karena harus segera bergerak ke Gedung sate dalam rangka pelaksanaan acara malam harinya yaitu DOA LINTAS AGAMA AKHIR TAHUN yang melihatkan berbagai instansi serta tentu lintas pemuka agama. Harus di cek persiapan akhirnya agar pelaksanaanya bisa optimal.

Maka tiba di gedung sate sore hari langsung cek ricek on the spot di lokasi pelaksanaan Doa bersama lintas agama dan dipastikan semuanya sudah lengkap. Alhamdulillah. Tapi baru beberapa saat menghela nafas mendapatkan informasi bahwa acara harus tepat waktu yakni jam 19.00 wib karena bapak Sekda yang mewakili pak Gubernur pada pukul 20.15 wib harus bergabung dengan Kapolda Jabar dan jajarannya untuk monitoring dan patroli pengamanan tahun baru.

Maka segera dikerahkan teman – teman semua di lingkup biro juga tentunya dari protokoler biro adpim untuk menginfokan kepada para tamu undangan agar 30 menit sebelum acara sudah bisa bergabung di aula barat gedung sate yang sekarang memiliki nama baru yaitu Bale Gemah Ripah. Termasuk yang krusial adalah kepastian kehadiran tepat waktu dari para pemuka agama yang akan menyampaikan doa dari masing – masing agama.

Detik dan menit berlalu, tepat pukul 19.00 wib tamu undangan sudah hadir sekitar 65 persen, sementara pak Sekda sudah menuju lokasi. Kami laporkan dan dinyatakan acara secara umum sudah siap. Maka acara dimulai pukul 19.15 wib dengan berbagai rangkaian kegiatan sesingkat mungkin. Meskipun sambutan pak Sekda memang lengkap dan panjang tetapi hikmahnya adalah memberi waktu bagi salah satu pemuka agama yang terjebak macet dapat hadir tepat disaat acara pembacaan doa dimulai.

Ceramah singkat KH Asep Anom dari Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat dan akhirnya acara puncak adalah doa lintas agama yang diawali oleh KH Dr. Tata Sukayat, M.si dan dilanjutkan oleh Bapak Toni Rudiyanto dari Konghucu, Bapak I. Gusti Made Arya dari Hindu, Paulus Wijono dari Katolik, Bapak Frederecus Iman Guna dari Kristen, dan Bapak Sartiman dari Budha. Video lengkapnya dapat dilihat di DOA LINTAS AGAMA PERGANTIAN TAHUN 2025/2026.

Selamat tinggal 2025
Mari songsong optimisme dan semangat baru di 2026.

Wassalam (AKW).

BEGADANG bersiap ke PADANG

Tahan ngantuk agar tidak tertinggal rombongan.

PADANG, akwnulis.id. Pukul 01.00 dini hari rasa kantuk mulai menyerang tapi harus tetap terjaga dan berkemas memasukan perlengkapan ke dalam koper kabin dan tas ransel. Karena kalau terpejam dan tertidur biasanya lama dan akan berakibat fatal khusus untuk dini hari ini. Karena jika terlambat saja bergerak untuk berangkat, akibatnya akan tertinggal dari petualangan hebat. Membersamai pak KDM dan timnya bertolak ke provinsi Sumatera Barat dalam rangka memberi dukungan dan bantuan bagi saudara kita yang ditimpa musibah bencana longsor dan banjir bandang.

Tepat pukul 02.00 wib pamitan kepada istri yang terganggu tidurnya tapi menjadi kewajiban suami untuk selalu menyampaikan aktifitas tugas meskipun sering mendadak dan tak kenal waktu. Penulis meyakini bahwa doa istri sangat penting untuk kelancaran tugas dan tentu bernilai keberkahan. Berangkaaat, kendaraan bergegas membelah tol Cipularang – Tol Cikampek – Tol Kota – Tol Bandara Soetta dan pukul 04.32 tiba di parkiran bandara dan mencari tempat parkir dalam gedung sekaligus mushola terdekat. Ternyata semesta mendukung, kami berputar naik hingga lantai 4 dan selain mendapati toilet yang bersih ternyata ada bangunan mesjid yang representatif, Alhamdulillah. Bisa shalat shubuh berjamaah dan tak lupa basuh muka dan sikat gigi. Mandi nanti aja sekalian di padang ya… hiiy jorok.

Terlelap sesaat di jok kendaraan dan jam 06.30 bergabung dengan rombongan di terminal 3 bandara soekarno – hatta bersiap menunggu pesawat garuda yang akan mengantarkan penerbangan ke Bandara Internasional Minangkabau di Sumatera Barat.

Singkat cerita penerbangan berjalan lancar dan sesuai dengan jadwal yang tertera di tiket pesawat. Rombongan bergerak menuju hotel yang sudah dipersiapkan, cek in lalu masuk kamar untuk segera mandi, berganti pakaian, shalat jama qashar mumpung dapat fasilitas musafir. Lalu bergerak ke lobi hotel untuk langsung berkegiatan bersama pak KDM dan tim.

Kirain mau ada briefing atau meeting, baru bergerak. Ternyata pak KDM turun ke lobi langsung menuju kendaraan yang disiapkan dan intruksi untuk langsung menuju daerah pasaraya untuk berbelanja.

Belanja?”
“Iya belanja keperluan bantuan bagi korban bencana”


Lokasi yang dituju adalah daerah pasaraya kota Padang, kami semua bergegas mengikuti dan inilah keseruan siang hari ini. Pak KDM bergerak cepat keluar masuk lorong pasar dan menemukan toko sembako. Langsung borong sembako, biskuit, beras, minyak, gula dan berbagai kebutuhan pokok lainnya. Dibelakangnya tim sibuk berbagi tugas, ada yang pegang kuitansi bermeterai, ada yang mencatat, ada kameramen dan videografer yang mendokumentasikan kegiatan serta yang lebih sibuk yang membawa koper berisi uang tunai. Seru suasananya karena bercampur dengan antusiasme warga di lokasi yang kaget dan senang melihat langsung pak KDM. Momen selpi dan photo bersama KDM menjadi incaran, petugas pengamanan sibuk dengan segala gayanya. Tenang, terukur tapi tetap santun.

Terlihat Tim I yakni TIJIBON (Tim penjinak bon) harus bergerak cepat mengumpulkan faktur dan bon yang harus dipertanggungjawabkan. Lalu kembali mengejar pak KDM yang sudah beralih ke toko pakaian dalam untuk memborong celana dalam pria dan wanita, kaos anak, tikar hingga handuk dan berbagai kebutuhan pampers, pembalut dan banyak lagi.

Tim II yakni TIPUTSI (Tim Peliput Dokumentasi) tak kalah sibuknya mengabadikan momen berharga yang penuh keseruan serta banjir keringat karena ternyata suhu cukup menggerahkan apalagi ditambah lari kesana kemari mengikuti langkah cepat bapak aing.

Tim III yakni TIWALIT (Tim Pengawal Duit) tetap bertugas profesional dan waspada untuk menghadapi berbagai kemungkinan.  Kondisi lapangan relatif terkendali karena dikawal marinir TNI AL, Satpol PP dan BPBD.

Setelah tuntas berbelanja, semua rombongan bergerak meninggalkan area pasaraya dan menuju rumah makan karena adzan magrib akan segera berkumandang. Sekaligus berbuka puasa di rumah makan, karena memang pak KDM berpuasa. Tapi agak sulit menemukan rumah makan padang di Kota Padang, yang ada hanya rumah makan saja tapi sajian menunya memang sajian makanan padang. Atuh saja aja ih.

Sambil rombongan makan malam, pihak restoran berjibaku menyiapkan ribuan pesanan nasi bungkus padang yang akan dibawa malam ini ke shelter pengungsian korban bencana yang berlokasi di Kota Padang tepatnya di Kecamatan Pauah dan beberapa wilayah lainnya.

Lalu rombongan bergerak dan sempat tertinggal oleh rombongan pak KDM, maka inisiatif naik mobil yang ada saja tetapi dengan tujuan yang sama. Lokasi pengungsian berada di bangunan sekolah dasar dan Kehadiran pak KDM serta tim dapat memberikan sececah harapan dan motivasi bahwa kita semua bersaudara dan harus peduli meskipun tentu berbeda provinsi. Setelah itu dilanjutkan ke titik lokasi bencana untuk melihat langsung kondisi lapangan. Sekitar 15 menit perjalanan kita melihat di kanan kiri rumah penduduk yang rusak dan sisa rumput serta pohon besar yang masih bergelimpangan.

Pak KDM turun ke lokasi bencana di Kecamatan Pauah ini dan kami membersamai. Dalam temaram malam serta dibantu oleh sinar dari lampu senter terlihat pemandangan menyedihkan dimana terlihat satu kampung hilang dan berubah menjadi sungai yang cukup dalam. Lalu yang asalnya sungai berubah menjadi daratan lumpur dan pepohonan yang masih beresiko karena tanahnya masih ada pergerakan. Isak tangis warga yang saudaranya hilang, rumahnya musnah serta akses terbatas menjadi perhatian pak KDM dan tim serta pak Sekda Kota Padang yang juga membersamai.

Nasi bungkus disebar dan pak KDM mengusulkan pembangunan rumah pengganti. Tentu diperlukan dukungan administrasi yang harus berproses secara utuh dan komprehensif karena menjadi kerjasama pemerintah provinsi, kabupaten kota dan pihak swasta. Hingga waktu menunjukan pukul 22.30 wib barulah rombongan bergerak kembali ke hotel untuk beristirahat dan mempersiapkan agenda kegiatan esok hari yakni mengirimkan bantuan ke Sibolangit Sumatera utara dan Langsa di Provinsi Aceh menggunakan pesawat kecil milik maskapai penerbangan Susi Air.

Selamat beristirahat kawan, besok pagi kita bersua untuk acara selanjutnya. Wassalam (AKW)  (Padang, 041225)

ORASI di UNSIKA

Wakili pak KDM di UNSIKA Karawang

KARAWANG, akwnulis.id. Rabu dini hari penugasan via disposisi dalam grup whatsapps membuat raga terjaga. Sesaat mengumpulkan konsentrasi dan membaca penugasan dengan hati – hati ternyata kembali ditugaskan mewakili untuk menyampaiikan sambutan atau orasi di Kanpus UNIKA (Universitas Singaperbangsa) di Kabupaten Karawang sebuah kabupaten di jawa barat wilayah pantau utara atau pantura.

Waktu persiapan sangat terbatas karena acara di karawang dimulai pukul 09.00 wib berarti estimasi keberangkatan bersama tim adalah paling lambat 06.30 wib. Maka berjibakulah sebelum adzan shubuh berkumandang, koordinasi dengan kawan – kawan terkait kehadiran sekaligus yang krusial adalah penyiapan bahan paparan yang nanti akan disampaikan. Apalagi dalam even ini trmanya terkait inovasi teknologi, sementara divisi atau area kami adalah ranah koordinasi dan fasilitasi.

Tapi tidak mengapa, markicob mari kita coba”

Tepat pukul 06.30 kami berempat berangkat dari Cimahi, tentu teman – teman lebih pagi lagi berangkat keluar rumah masing – masing karena semuanya beda wilayah. Dena di daerah buahbatu, Sofyan di daerah dago dan pak ajat di bilangan cimahi utara sementara posisi kita di cimahi selatan. Semuga butuh perjuangan dan keikhlasan.

Diperjalanan kami berbincang dan membahas tentang perbaikan bahan paparan. Tak lupa di rest area KM62 Tol Cikampek rehat sejenak sekaligus me-charge mobil Ioniq di tempat fast charging 220 volt. Cepet banget, cukup 20 menit ngecas sudah terpenuhi dari 50% jadi 99%, lets go kita lanjutkan perjalanan.

Tak perlu lama tiba di kampus Universitas Singaperbangsa di Kabupaten Karawang. Diterima sebentar di ruang rektorat oleh pak rektor beserta jajaran dan langsung menuju gedung berbeda yakni aula besar untuk kegiatan seminar dimaksud. Maka mulailah berbasa basi dilanjutkan menyampaikan materi pembahasan yang tidak jauh dari Visi misi Nasional dan tentu provinsi jawa barat baik dalam rentang waktu 5 tahun dan juga 20 tahun tentang rencana pembangunan jangka panjang. Tidak lupa nilai – nilai kasundaan disampaikan sebagai bahan perenungan seperti konsepsi pembangunan karakter Pancawaluya dan tahapan kehidupan dalam Pancaniti. Paparan lengkap bisa disaksikan di channel youtubeku tinggal klik saja SEMINAR UNSIKA MEWAKILI KDM.

Tuntas penyampaian materi terbitlah diskusi dan setelah semuanya usai maka diakhiri dengan peninjauan stand yang memamerkan berbagai hal hasil karya yang didasari kreatifitas dan inovasi.

Selesai tugas dari karawang dilanjutkan perjalanan menuju ke rumah kediaman pak Gubernur KDM di Lembur Pakuan Kabupaten Subang untuk mengikuti acara selanjutnya yakni pertemuan Wakil Menteri Haji & Umroh RI beserta Kakanwil HU Jabar beserta jajaran yang akan berjumpa dengan gubernur serta para bupati walikota. Semangaaat. Tobe continue. (AKW).

(Catatan 4 Des 2025).

KDM : AYAT Ngawujud Ka ADAB

Catatan Singkat Pidato KDM di Ma’had AlJauhari

GARUT, http://www.akwnulis.id. Sebuah kesempatan berharga bisa hadir langsung di sebuah acara yang dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat KDM serta mendengarkan pidatonya yang unik khas namun sarat makna. Kesempatan itu hadir pada saat mendengarkan sesi sambutan KDM yang lebih cocok disebut ceramah pada acara Maulid Nabi dan Milad Ma’had Pondok Pesangren Al Jauhari di Kecamatan Karang Tengah Kabupaten Garut (24/11).

Sebuah kata kunci dari KDM ada di bait terakhir dalam rangkaian kalimat penuh rasa hasil olah rasa yakni : “Ayat Ngawujud ka adab“. Sebuah penggalan kalimat yang sangat relevan dengan pola atau model pengajaran dan pendidikan di dunia pesantren dimana konsep MENGAJI bukan sekedar membaca dan menghafal Alquran semata namun lebih dalam dari itu.

MENGAJI adalah sebuah kata yang komplek dengan pemaknaan multi dimensi. Mengaji bukan sekedar aktifitas harian santri yang secara terjadwal membuka kitab dan Alquran. Membacanya, memahami artinya, menguasai mahroznya, menghafal semua juznya adalah sebuah keharusan sebagai bekal kualifikasi seoramg santri yang besok lusa akan terjun ke tengah – tengah masyarakat.

Tetapi ada aktifitas MENGAJI  yang tidak kalah penting dan membangun karakter,  menguatkan niat serta memjadikan mental tahan banting plus penuh kemandirian yakni :
– bagaimana aktifitas membersihkan pondok, rumah kiai dilaksanakam dengan sukarela dan penuh keikhlasan.
– bagaimana akfifitas mencuci baju milik sendiri dan juga ditawarkan kepada guru, kiai manakala ada pakaian kotor untuk dibantu dicucikan.
– bagaimana aktifitas memasak bersama adalah bagian dari belajar ikhlas dan itulah mengaji yang sebenarnya.
Serta banyak lagi aktifitas lainnya yang justru itu adalah makna dari mengaji yang sebenarnya. Sementara tantangan mondok saat ini situasi ‘mengaji’ tadi telah tergantikan oleh hadirnya CLEANING SERVICE, LOUNDRY& CATERING. Padahal kemandirian, keuletan dan keikhlasan itu harus dilatih seirimg pembelajaran membaca dan menghafal serta memaknai semua kitab serta tentu Kitab Suci Alquran.

LAILAHA ILLALLAH…” Makna Illah itu adalah NETRAL atau tidak berpihak. Teu bisa diraba, teu bisa ditempo, teu bisa diangseu ngan bisa di rasa. Saha nu bisa ngarasa?.. nu boga RUMASA.

Hirup ukur sasampeuran, awak ukur sasampaian, sariring-riring dumadi sarèngkak saparipolah sadaya kersaning Gusti.

Dalam hal ini kalimat tersebut dimaknai tentang keikhlasan diri dalam menghambakan seluruhnya kepada Allah Subhana Wataala serta secara wujud nyata yang sederhana adalah KEPASRAHAN.

***

Sebelum mencoba menuliskan kembali rangkaian kalimat yang diucapkan KDM, jari jemari terdiam karena agak sulit menulis kata perkatanya. Untung saja saat ini ada rekaman digital dalam bentuk video di platform youtube KDM. Maka segera didengarkan meskipun harus diulang – ulang pemutarannya karena begitu cepat pelafalannya. Dalam channel youtubenya pak KDM sekaligus memberikan klarifikasi kepada khalayak karena ada salah satu TV swasta yang menyiarkan video di maksud dan menyebut sebagai MANTRA.

KDM menyampaikan. “Ini bukan kalimat mantra, tetapi rangkaian kata yang hadir dari olah rasa dan dituangkan dalam kalimat berirama”

Penulis mencoba menuliskan ulang sebagai berikut :

Bumi manjing ka langitna
Ti langit seah hujanna
Lembur subur kota bagja
Masjid jeung diri ngahiji
Elmu geus aya na semu
Harta geus ngawujud harti
Nyanding pamingpin ka rakyat
Pandita ajeg wiwaha
Pitutur ngawujud subur
Ayat ngawujud ka adab.

***

Kalimat terakhir ini yang menjadi tema bagaimana ayat – ayat dalam Alquran, poin – poin dalam berbagai kitab dapat diwujudkan dalam ADAB, tercermin dari perilaku sopan santun santri yang berada di dalam lingkungan pesantren, tata hubungan antar santri, santri dengan guru ustad sekaligus santri dengan Kiai dan keluargnya serta diimplementasikan dalam interaksi di luar pesantren untuk bertetangga, bersyiar dan bersilaturahmi.

Itulah satu sisi tema yang mampu ditangkap oleh kami, seorang penulis pemula yang mencoba menangkap fenomena khususnya gaya kepemimpinan KDM yang dianggap unik penuh dinamika.

Wilujeng Milangkala Ma’had Al Jauhari langkung nanjeur, oge wabilkhusus kahatur Assoc Profesor KH Dr Jujun Junaedi Pimpinan Ma’had Aljauhari salawasna damang sehat sabihara – bihari.  Cag. Wassalam (AKW).

#kdm #ngaji #milangkala #garut

Akhirnya ke Bandara Soetta lagi.

2 tahun tak terasa akhirnya kembali bersua dengannya.

BANTEN. akwnulis.com. Perjalanan pagi ini menjadi terasa begitu bermakna dikala ingatan melayang kembali dengan sebuah kalimat pertanyaan sederhana, “Kapan ya terakhir kali ke Bandara Soekarno Hatta?”
Maka memori mencari menelusuri relung ingatan dibantu oleh berbagai bukti catatan dan dokumentasi video yang menjadi pegangan keshahihah sebuah perjalanan kehidupan dan klaim tentang kapan terakhir kaki disertai raga ini menginjakan kaki di bandara internasional ini sekaligus terakhir terbang ke kota mana.

Memang jejak digital tidak bisa dibantah, kebetulan suka menuliskan sesuatu sekaligus mendokumentasikan aktifitas dan upload di channel youtube milik pribadi.  Ternyata ditemukan catatan dan video bahwa terakhir menginjakan kaki di Bandara Soekarno Hatta ini adalah medio pertengahan akhir bulan oktober 2023, “Wow 2 tahun lalu.”

Ternyata perjalanan dan penerbangan terakhir 2 tahun lalu via bandara ini adalah penerbangan pulang pergi ke Kota Medan Provinsi Sumatera Utara dalam rangka rapat dinas tentang Rapat Koordinasi Inspektorat dan pada saat melaksanakan tugas di tempat lama, atau instansi yang terdahulu yakni Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat.

Memang bukan catatan tugas dinasnya tetapi mengusung tema tentang NGOPi atau menikmati kopi di suatu lokasi yang dikunjungi sekaligus menyicipi kuliner lokal yang ada.

Inilah eviden yang bisa dikumpulkan, antara lain :
1. Catatan perjalananku berada di Kota Medan dalam rangka Kuliner Aceh di sela – sela penugasan yakni LOKASI NGOPI & MIE ACEH DI MEDAN – akwnulis https://share.google/QByNh0fmwcPt87Go1 dan KULINER ACEH DI MEDAN – akwnulis https://share.google/jMeR0IO17QpGlhTpD


2. Dari channel youtube @andriekw ditemukan KOPI HITAM TANPA GULA OBATI GALAU KARENA DELAY. dan CARA GRATIS DARI TERMINAL I BANDARA SOETTA KE STASIYN BANDARA & KE TERMINAL 3.

Jadi dari dokumentasi yang ada didapatkan fakta bahwa terakhir kali ke bandara ini adalah medio oktober 2023 dan menggunakan pesawat superjet air dengan tujuan Bandara Kualanamu Medan.

Maka sah sudah klaim bahwa setelah 2 tahun lalu, baru menginjakkan kaki lagi di Bandara ini. Nah pertanyaan selanjutnya adalah, “Mau kemana?” , “Sama Siapa?” dan “Acara apa?”

Jawabannya ada di tulisan selanjutnya ya.. ditunggu. Wassalam (AKW).

FENOMENA DI JALAN TOL

Beredar di jalan tol dan menemukan sesuatu.

PADALEUNYI, akwnulis.id. Minggu – minggu ini begitu akrab dengan yang namanya jalan tol. Terutama ruas jalan tol padalarang – cileunyi, ruas tol cisumdawu dan ruas tol jakarta cikampek karena begitu bejibun penugasan yang harus dihadiri diberbagai daerah di jawa barat dan jakarta. Mulai dari bolak balik ke Indramayu dengan islamic centernya, ke Sukabumi dengan mesjid raudatul irfannya. Ke garut rapat kerja pusdai jabar dan ke purwakarta dalam berbagai tugas yang ada. Plus UI depok dengan pertemuannya.

Tentu orang lain akan melihat dengan perspektif masing – masing. Ada yang memandang dengan kagum serta timbul keinginan ingin seperti kita yang selalu beredar kesana kemari, atau malah iri karena punya kesempatan ini?…  ah tidak usah dipikirkan, jalani saja. Ada juga yang memandang biasa karena memang tugasnya mengharuskan berkeliling di daerah provinsi jawa barat.

Yang pasti secara pribadi, penulis menikmati dan mensyukuri semua penugasan ini dan berusaha dikerjakan dengan sebaik-baiknya. Serta ada satu hal yang dilakukan seperti sepele bin sederhana. Tetapi melengkapi tentang bagaimana memaknai perjalanan kehidupan ini.

Bagaimana caranya?”
“Gampang kok, tinggal perhatikan sekeliling. Ambil photo dan atau video lalu buat caption yang santai dan jujur apa adanya”

Ada lagi pertanyaan, “Seperti apa contohnya om?”

Ini ada 2 contoh momen – momen di jalan tol yang bisa dicapture dan dituliskan atau dihadirkan pada dimensi media sosial yang kebetulan hadir di depan mata dan bisa dengan segera diambil photo juga videonya.

1. PERAHU DIATAS TRONTON
Pertama adalah momen dijalan tol melihat perahu nelayan yang nongkrong diatas bagasi tronton. Secara kebetulan sudah ada di depan kami, maka segera diambil gambar dan jangan lupa disave di arsip online sekaligus dipamerkan yakni posting di medsos pribadi. Mau di facebook, instagram dan tiktok itu terserah saja. Yang pasti arsip photo online ini sudah tersebar dan menjadi milik dunia.

Makna sederhana yang didapat adalah ini momen langka karena biasanya perahu nelayan ini ada di pantai dan di laut sedang membersamai nelayan mencari ikan. Mungkin sedang dalam perbaikan sehingga harus diangkut ke kota menuju ‘dokter perahu’ karena ada penyakit atau masalah yang harus disembuhkan. Atau mungkin gabutnya sang perahu sehingga ingin jalan – jalan ke kota dalam rangka ‘hiling‘ dan melihat suasana berbeda, entahlah.

Itu adalah capture momen yang pertama.

2. MOBIL KONTROVERSI
Momen kedua yang bisa diabadikan adalah sebuah peristiwa kontroversi disaat dari arah kiri ada mobil hitam yang berkelebat cepat menyalip langsung berada di depan. Awalnya ada sedikit emosi yang tersulut untuk mengejar dan menyalipnya, tetapi setelah disadari bahwa itulah suasana di jalanan, ya sudah biarkan saja. Toh bedanya hanya 2 – 3 menit saja. Lagian belum tentu menuju arah yang sama, kenapa harus dipermasalahkan.

Tapi rasa penasaran masih ada dan dilihat bahwa mobil hitam tersebut adalah bermerk Honda karena terlihat jelas H-nya. Tetapi pas membaca nomor polisi, disinilah hadir kontroversi, karena nomor polisi khususnya angka huruf akhrnya bukan HND tetapi BMW. Jelas sekali itu jenis mobil yang berbeda. Maka atas nama kontroversi tersebut, dikejarlah mobil hitam honda jenis HRV ini untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas.

Maafkan nopolnya ditulis disini ya, D 1902 BMW. Jelaskan kontroversinya. Jadi inget ada sebuah cerita pengendara motor Honda dicegat polisi karena jaketnya SuZuki, tapi pengendara tersebut tak kalah gertak kepada petugas polisi tersebut karena kontroversi juga, “Apa kontroversinya?”

Bapak petugas tidak sesuai, pakaian polisi ternyata balpoinnya merk PILOT!!”

***

Itulah 2 fenomena eh keadaan di jalan tol yang bisa didokunentasikan dan dikomentari. Sehingga perjalanan ke sana kemari via ruas – ruas jalan tol ini tidak hanya dijalani dengan mengantuk, mengobrol atau diam tanpa kata. Tetapi bisa mendapatkan pengalaman berbeda yang bisa diabadikan.

Kalau bicara ideal, di jalan tol bisa dilakukan berbagai aktifitas pekerjaan dari mulai meeting online via zoom, memeriksa surat dan mendisposisi surat serta koreksi online melalui aplikasi kantor. Tetapi disaat mobil bergerak lincah karena dikejar waktu yang mepet, maka bukan surat – surat yang tuntas dikerjakan tetapi pusing yang menjalar dan akhirnya bisa juga malah muntah. Nggak mau khan turun dari kendaraan untuk sebuah acara tetapi ternyata pusing, letih dengan wajah pucat pasi memutih.

Maka pilihannya adalah lihat sekeliling, abadikan hal – hal yang bisa kita lihat. Narasikan dan bagikan di media sosial. Selamat beraktifitas dan beredar kawan. Wassalam (AKW).

REUWAS BERJAMAAH fbs

Alhamdulillah, bisa menulis kembali meskipun REUWAS.

SODONG, akwnulis.id. Alhamdulillahirobbil alamin bisa menulis kembali dengan cepat berdasarkan sebuah ide yang hadir begitu sekejap. Diawali dari diskusi pagi bersama kawan – kawan satu divisi ternyata hadir sebuah pengalaman pribadi yang menjadi esensi tulisan ini. Tapi karena sudah lama juga tidak menukis dengan. Ahasa sunda, maka dituangkanlah dengan menggunakan bahasa sunda akrab (loma) yakni dengan bahasa pembicaraan sehari-hari.

Bagi yang belum dan tidak paham dengan bahasa sunda, tinggal acungkan tangan atau DM (direct message) saja di akun media sosialku ya. Bu Enung makasih atas idenya dan ijin untuk menulis menjadi sebuah cerita. Selamat menikmati.

FIKMIN # REUWAS BERJAMAAH #

Awak asa harampang tur ngeunaheun, panon bèngras culang cileung ningali jalma karumpul di jero masjid. “Aya naon nya?”
Dihareupeun aya layon dirariung, ngan teu pati jèntrè sabab kahalangan. Lalaunan ngadeukeutan hayang ècès saha nu tilar dunya tèh.

Ngahaja leumpang nguriling, teu lila anjog hareupeun layon nu dibungkus boèh sapuratina. Beungeutna acan katingali, teu apal saha – sahana.

Tapi hareupeun layon aya lanceuk jeung adi urang keur nyegruk ceurik jeung jikanna. Kabeneran leungeunna ngarongkong ka layon rèk muka lawon nu nutupan beungeut layon. Uing panasaran ngadeukeutan, bari ngaharewos, “Aa saha nu ngantunkeun?”

Tapi lanceuk tèh harè – harè. Pas lawon nu nutupan raray dibuka. Gebeg tèh, naha beungeut uing?.. leng langsung kapiuhan, ngadadak poèk mongklèng.

Pas muka panon deui, keur ngagolèr ngan asa dibakutet. Ugal ugil hayang diuk, hareupeun kaciri beungeut lanceuk jeung adi – adi nu sepa. Nu ngariung lalumpatan, reuwas berjamaah. Marbot lumpat muru mik masjid, “Assalamualaikuuuum.. Enung teu janten maoot!!!.”

***

Terima kasih sudah berkenan membaca celotehanku di pagi hari ini. Ayo tetap semangat menjalani hari – hari. Ada pantun yang bisa juga mewakili, cekidot :

Sambil lari Makan ketupat
Hati – hati keselek nanti nangis

Mari semakin semangat
Menjalani Hari Kamis.

WassalamualaikumWrWbr. (AKW).

DIRGAHAYU RI KE – 80 Beda rasanya.

Berbaju adat nusantara, siapa takut?

GASIBU, akwnulis.id. Upacara HUT RI ke 80 Tahun 2025 ini memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan peringatan HUT RI di tahun – tahun sebelumnya. Bukan tata upacara yang akan dibahas disini ataupun kegiatan pra upacara yang dilaksanakan di Gedung Pakuan, tetapi pengalaman pribadi yang berbeda.

Apa sih bedanya?”

Kalem bro, khan ini sambil nulis, jempolnya cuma dua dan harus berlomba menuliskan aneka kata hingga akhirnya mewujud menjadi kalimat kalimat yang memiliki makna. Apalagi di bulan – bulan terakhir ini aktifitas menulis di blogku terhambat oleh kemalasan diri yang dibalut dengan alasan kesibukan pekerjaan dan pribadi sehinga ‘teu kaburu nulis – nulis acan’ (tidak sempat menulis karena kesibukan).

Padahal tantangan terbesar dalam menulis adalah konsistensi. Secara berkelanjutan tetap menuangkan ide dan gagasan ataupun pengalaman serta berbagai hal yang dilihat dan dirasakan sehingga tertuang dalam tulisan, itulah warisan pribadi yang hakiki. Maka paksakanlah meskipun tidak ada sanksinya. Yakinkan jadi target harian yang dapat dituntaskan dalam kondisi apapun. Karena mencari alasan pembenaran untuk tidak menulis mah gampang pisan, aslina.

Tantangan terbesar tahun ini adalah tugas masing – masing untuk menggunakan baju adat nusantara bersama pasangan, istri atau suami. Kami mendapatkan tugas untuk menggunakan baju adat Bugis Sulawesi Selatan. Tentu diharapkan originalitas dari penugasan busana nusantara inilah yang menjadi titik beratnya. Tentu secara ke DWP-an tidak hanya penugasan baju nusantara mana yang dipakai tetapi juga informasi beberapa tempat penyewaan baju adat nusantara di sekita Bandung Raya.

Kebetulan istri berteman juga dengan orang bugis sulawesi selatan di tempat kerjanya sehingga diskusi tentang aneka baju adat bugispun bisa mendaparkan gambaran yang lebih lengkap. Hasil berburu kawan – kawan kami ke berbagai tempat penyewaan didapati pakaian yang berwarna hijau terang dengan full aksesoris keemasan termasuk topi lengkap bagi pria dan siger atau mahkota khas untuk perempuan. Di kemudian waktu kami baru tahu bahwa busana ini adalah baju adat pengantin bugis yang memang gemerlap dan mewah. Ya sudah, Bismillah.. kami akan pakai sesuai kemampuan.

Maka di hari H, tanggal 17 agustus 2025 yang bertepatan dengan hari minggu, kami nyubuh rebun – rebun menuju gedung sate untuk melakukan persiapan pemakaian pakaian adat bugis ini sekaligus yang penting juga adalah memakai make up untuk istriku harus spesial, sepadan dengan pakaian adat pengantin bugis yang gemerlap. Maka prosesi per make up-an dimulai. Jengjreng.

Setelah melewati masa per make up-an, akhirnya sayapun memulai menggunakan baju pengantin adat bugis yang berwarna hijau terang disertai berbagai aksesoria yang gemerlap bak emas berlian. Jadi bukan hanya pakaian wanitanya saja yang banyak ornamennya, tapi busana priapun tidak mau kalah, ramai juga. Mulai dari gelang besar di kedua pergelangan tangan, selempang, kalung berliontin besar gambar burung, topi yang memiliki bendol seperti bendo jawa namun berada di depan lengkap dengan kanan kirinya gantungan yang bersuara krincing – krincing.

Busana perempuan jelas jagonya dimulai dari pemasangan siger yang cukup berat, gelang, kalung panjang kuning keemasan hingga kain panjang berbordir benang kuning keemasan dengan ukuran besar sehingga dengan kain tersebut bisa berjalan sambil secara tak sengaja membersihkan debu di lantai.

Maka setelah semua siap, dengan langkah mantap bergerak menuju tempat upacara bendera di lapangan Gasibu depan gedung sate. DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE 80. Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju. Wassalam (AKW).

HATI2 DG KEINDAHAN

Berhati-hati itu penting.

CIMAHI, akwnulis.com. Keluar rumah pagi ini langsung disergap dengan hawa dingin yang menyelusup dibalik baju dan mencengkeram kulit hingga terasa hadir di tulang. Tapi raga dipaksakan untuk bergerak menuju mesjid di dekat rumah untuk shalat shubuh berjamaah. Bismillah..

Pulang dari mesjid suasana masih sedikit gelap, sehingga pas akan memasuki pagar rumah tidak terlalu ‘aware’ dengan lingkungan sekitar. Tidak ada yang spesial di sekitar lingkungan rumah. Padahal ada sebuah rupa yang hadir tanpa kata tetapi masih terlindung oleh gelapnya cahaya.

Dikala akan berangkat bekerjalah semuanya menjadi terang dan sebuah bentuk keindahan hadir dihadapan mata. Sebuah bunga cantik yang berada di atas selokan depan rumah, seolah tersenyum merekah menyambut pagi yang memang indah. Kombinasi warna hijau putih, garis coklat dan ungu biru yang menentramkan rasa.

Bunga apakah itu?”

Sebuah tanya menyeruak dalam dada, tanpa banyak bertanya keluarkan saja smartphone kesayangan dan lakukan jepretan terbaik agar keindahannya dapat diabadikan dalam bingkai photo digital serta diyakini tersimpan lebih lama lagi.

Neomarica Northiana, sebuah nama yang asing hadir di pagi ini atas bantuan google lens. Sebuah aplikasi google yang bisa mengidentifikasi informasi berasal dari gambar atau photo yang ada. Bunga ini memiliki sebutan lain yaitu Walking Iris atau North’s false flag. Dalam bahasa indonesia disebut juga bunga airis biru putih.

Bunga ini berasal dari brazil dan minim perawatan sehingga sangat mudah untuk ditanam atau berkembang. Hanya saja ‘ceunah’ meskipun terlihat begitu indah tetapi beracun bagi manusia dan hewan peliharaan seperti anjing dan kucing. Jika tertelan maka bisa menyebabkan mual muntah dan diare.


Wuih ternyata satu bunga ini di pagi hari memiliki aneka makna yang penuh dinamika. Pertama tentu dengan rasa syukur untuk selalu memperhatikan hal – hal sederhana ini bisa menemukan keindahan daei sebuah bunga yang merekah diatas selokan depan rumah dengan batang dan akarnya berada di halaman rumah tetangga tetapi menjulur keluar pagar yang ada.

Kedua, harus hati – hati dan waspada dikala bersua dengan sesuatu yang indah. Bunga ini mengajarkan bahwa dibalik keindahan dan keanggunannya tersimpan racun yang bisa membuat manusia dan hewan peliharaan mual muntan dan diare. Jadi dalam kehidupan jangan mudah terlena dengan kecantikan kegantengan ataupun keindahan yang ada. Cukup dilihat dan disyukuri sebagai ciptaan Tuhan yang sempurna. Titik. Jangan berharap memiliki karena khawatir akan menjadi racun kehidupan dan diare bathin disertai luka tak berdarah.

Maka cukup dengan satu jepretan photo saja, lalu beranjak pergi menuju tempat kerja dengan catatan penting adalah hati – hati jika melihat keindahan. Have a nice day, Wassalam (AKW).