BEGADANG bersiap ke PADANG

Tahan ngantuk agar tidak tertinggal rombongan.

PADANG, akwnulis.id. Pukul 01.00 dini hari rasa kantuk mulai menyerang tapi harus tetap terjaga dan berkemas memasukan perlengkapan ke dalam koper kabin dan tas ransel. Karena kalau terpejam dan tertidur biasanya lama dan akan berakibat fatal khusus untuk dini hari ini. Karena jika terlambat saja bergerak untuk berangkat, akibatnya akan tertinggal dari petualangan hebat. Membersamai pak KDM dan timnya bertolak ke provinsi Sumatera Barat dalam rangka memberi dukungan dan bantuan bagi saudara kita yang ditimpa musibah bencana longsor dan banjir bandang.

Tepat pukul 02.00 wib pamitan kepada istri yang terganggu tidurnya tapi menjadi kewajiban suami untuk selalu menyampaikan aktifitas tugas meskipun sering mendadak dan tak kenal waktu. Penulis meyakini bahwa doa istri sangat penting untuk kelancaran tugas dan tentu bernilai keberkahan. Berangkaaat, kendaraan bergegas membelah tol Cipularang – Tol Cikampek – Tol Kota – Tol Bandara Soetta dan pukul 04.32 tiba di parkiran bandara dan mencari tempat parkir dalam gedung sekaligus mushola terdekat. Ternyata semesta mendukung, kami berputar naik hingga lantai 4 dan selain mendapati toilet yang bersih ternyata ada bangunan mesjid yang representatif, Alhamdulillah. Bisa shalat shubuh berjamaah dan tak lupa basuh muka dan sikat gigi. Mandi nanti aja sekalian di padang ya… hiiy jorok.

Terlelap sesaat di jok kendaraan dan jam 06.30 bergabung dengan rombongan di terminal 3 bandara soekarno – hatta bersiap menunggu pesawat garuda yang akan mengantarkan penerbangan ke Bandara Internasional Minangkabau di Sumatera Barat.

Singkat cerita penerbangan berjalan lancar dan sesuai dengan jadwal yang tertera di tiket pesawat. Rombongan bergerak menuju hotel yang sudah dipersiapkan, cek in lalu masuk kamar untuk segera mandi, berganti pakaian, shalat jama qashar mumpung dapat fasilitas musafir. Lalu bergerak ke lobi hotel untuk langsung berkegiatan bersama pak KDM dan tim.

Kirain mau ada briefing atau meeting, baru bergerak. Ternyata pak KDM turun ke lobi langsung menuju kendaraan yang disiapkan dan intruksi untuk langsung menuju daerah pasaraya untuk berbelanja.

Belanja?”
“Iya belanja keperluan bantuan bagi korban bencana”


Lokasi yang dituju adalah daerah pasaraya kota Padang, kami semua bergegas mengikuti dan inilah keseruan siang hari ini. Pak KDM bergerak cepat keluar masuk lorong pasar dan menemukan toko sembako. Langsung borong sembako, biskuit, beras, minyak, gula dan berbagai kebutuhan pokok lainnya. Dibelakangnya tim sibuk berbagi tugas, ada yang pegang kuitansi bermeterai, ada yang mencatat, ada kameramen dan videografer yang mendokumentasikan kegiatan serta yang lebih sibuk yang membawa koper berisi uang tunai. Seru suasananya karena bercampur dengan antusiasme warga di lokasi yang kaget dan senang melihat langsung pak KDM. Momen selpi dan photo bersama KDM menjadi incaran, petugas pengamanan sibuk dengan segala gayanya. Tenang, terukur tapi tetap santun.

Terlihat Tim I yakni TIJIBON (Tim penjinak bon) harus bergerak cepat mengumpulkan faktur dan bon yang harus dipertanggungjawabkan. Lalu kembali mengejar pak KDM yang sudah beralih ke toko pakaian dalam untuk memborong celana dalam pria dan wanita, kaos anak, tikar hingga handuk dan berbagai kebutuhan pampers, pembalut dan banyak lagi.

Tim II yakni TIPUTSI (Tim Peliput Dokumentasi) tak kalah sibuknya mengabadikan momen berharga yang penuh keseruan serta banjir keringat karena ternyata suhu cukup menggerahkan apalagi ditambah lari kesana kemari mengikuti langkah cepat bapak aing.

Tim III yakni TIWALIT (Tim Pengawal Duit) tetap bertugas profesional dan waspada untuk menghadapi berbagai kemungkinan.  Kondisi lapangan relatif terkendali karena dikawal marinir TNI AL, Satpol PP dan BPBD.

Setelah tuntas berbelanja, semua rombongan bergerak meninggalkan area pasaraya dan menuju rumah makan karena adzan magrib akan segera berkumandang. Sekaligus berbuka puasa di rumah makan, karena memang pak KDM berpuasa. Tapi agak sulit menemukan rumah makan padang di Kota Padang, yang ada hanya rumah makan saja tapi sajian menunya memang sajian makanan padang. Atuh saja aja ih.

Sambil rombongan makan malam, pihak restoran berjibaku menyiapkan ribuan pesanan nasi bungkus padang yang akan dibawa malam ini ke shelter pengungsian korban bencana yang berlokasi di Kota Padang tepatnya di Kecamatan Pauah dan beberapa wilayah lainnya.

Lalu rombongan bergerak dan sempat tertinggal oleh rombongan pak KDM, maka inisiatif naik mobil yang ada saja tetapi dengan tujuan yang sama. Lokasi pengungsian berada di bangunan sekolah dasar dan Kehadiran pak KDM serta tim dapat memberikan sececah harapan dan motivasi bahwa kita semua bersaudara dan harus peduli meskipun tentu berbeda provinsi. Setelah itu dilanjutkan ke titik lokasi bencana untuk melihat langsung kondisi lapangan. Sekitar 15 menit perjalanan kita melihat di kanan kiri rumah penduduk yang rusak dan sisa rumput serta pohon besar yang masih bergelimpangan.

Pak KDM turun ke lokasi bencana di Kecamatan Pauah ini dan kami membersamai. Dalam temaram malam serta dibantu oleh sinar dari lampu senter terlihat pemandangan menyedihkan dimana terlihat satu kampung hilang dan berubah menjadi sungai yang cukup dalam. Lalu yang asalnya sungai berubah menjadi daratan lumpur dan pepohonan yang masih beresiko karena tanahnya masih ada pergerakan. Isak tangis warga yang saudaranya hilang, rumahnya musnah serta akses terbatas menjadi perhatian pak KDM dan tim serta pak Sekda Kota Padang yang juga membersamai.

Nasi bungkus disebar dan pak KDM mengusulkan pembangunan rumah pengganti. Tentu diperlukan dukungan administrasi yang harus berproses secara utuh dan komprehensif karena menjadi kerjasama pemerintah provinsi, kabupaten kota dan pihak swasta. Hingga waktu menunjukan pukul 22.30 wib barulah rombongan bergerak kembali ke hotel untuk beristirahat dan mempersiapkan agenda kegiatan esok hari yakni mengirimkan bantuan ke Sibolangit Sumatera utara dan Langsa di Provinsi Aceh menggunakan pesawat kecil milik maskapai penerbangan Susi Air.

Selamat beristirahat kawan, besok pagi kita bersua untuk acara selanjutnya. Wassalam (AKW)  (Padang, 041225)

Rapat HAJI di Lembur Pakuan.

Sulaturahmi Wamenhaj dg KDM & Bupati Walikota se Jabar

SUBANG, Akwnulis.id. Tuntas berkegiatan di Kabupaten Karawang dilanjutkan dengan menghadiri agenda pertemuan di rumah pribadi pak Gubernur Jawa Barat di Lembur Pakuan Kabupaten Subang (03/12). Perjalanan lebih praktis karena dari tol Cikampek tinggal lurus dan berlanjut dengan tol Cipali hingga keluar di pintu tol Kalijati. Baru dilanjutkan jalur jalan non tol dengan variasi pemadangan antara suasana pertokoan di kalijati, gerbang ke Lanud Kalijati, kebun, hutan jati dan perumahan penduduk.

Tiba di lembur pakuan, bergegas menuju mushala karena adzan magrib sudah menggema. Apalagi secara jadwal kegiatan akan dimulai sekitar pukul 19.00 wib. Jangan terlambat ke tempat pertemuan atuh.

Para bupati dan walikota mulai berdatangan, ada juga yang diwakili oleh sekretaris daerahnya dan atau asisten pemkesra kabupaten kota. Hingga tepat pukul 19.12 wib rombongan Wakil Menteri Haji dan Umroh beserta para eselon I tiba di halaman depan dan disambut untuk diarahkan ke lokasi pertemuan. Tak lupa Kepala Kanwil Kementerian Haji & Umroh provinsi Jawa Barat bapak Boy hadir juga membersamai.

Sebagai bagian dari peserta pertemuan tersebut merasa bersyukur karena bisa mengikuti rapat ini. Tentu ini rapat strategis karena melibatkan langsung para kepala daerah sebagai pemegang mandat dan pengambilan keputusan. Penulis membersamai pak Asisten Pemkesra Setda Provinsi Jawa Barat yang ditugaskan hadir pada pertemuan ini.

Ternyata pak Wamen DR Dahnial Anzar Simanjuntak memboyong para eselon I mulai dari para Dirjen dan Staf ahli memteri juga kepala Biro Umum, humas dan Inspektorat Jenderal. Dengan pembahasan yang krusial yakni rencana penyelenggaraan Ibadah Haji tahun 2026 dengan berbagai dinamikanya.

Pembahasan pertama terkait kuota daftar tunggu haji seluruh indonesia adalah 5.457.648 orang dan Wamen menyoroti tentang perbendaan waktu antrean baik tingkat provinsi dan tingkat kabupaten kota dalam provinsi. Maka dengan skema yang akan diterapkan ini jadwal tunggu ibadah haji di seluruh indonesia adalah sama yakni 24,6 tahun.

Acuannya berdasarkan regulasi perundang-undangan dengan titik berat perhitungannya berdasarkan jumlah antrean. Ada dampak besar bagi jawa barat adalah penurunan jumlah kuota yang menukik begitu signifikan dengan pengurangan 9 ribu jemaah menjadi 29 ribu jemaah haji untuk keberangkatan 2026, dibandingkan 2025 sebanyak 38 ribu orang. Maka banyak kota kabupaten yang begitu anjlok jumlah jemaah haji yang akan berangkatnya.

Disinilah peran penting pertemuan ini karena penataan pengelolaan penyelenggaraan haji ini berdampak kepada ketidakpuasan calon jemaah haji yang diyakini akan berangkat ternyata kenyataannya belum maka para bupati walikota beserta jajarannya diharapkan menjadi peredam dan menyampaikan informasi secara terbuka agar memberi pemahaman yang sama di seluruh lapisan masyarakatnya.

Beberapa bupati walikota dan perwakilannya menyampaikan pendapat khususnya tentang kecilnya kuota haji yang didapat namun dengan penjelasan dari WamenHaj ini berusaha dipahami dan tentu dijadikan pedoman dan menyampaikan informasi lanjutannya. Tentu secara mayoritas para bupati walikota akan mendukung tentang kebijakan ini.

Tepat pukul 22.00 wib pertemuan berakhir dan perlahan tapi pasti para tamu undangan undur diri termasuk diriku yang harus segera kembali ke bandung dengan misi yang agak menegangkan.

“Kok menegangkan?”

Mau nggak menegangkan gimana, karena berdasarkan informasi sore tadi harus mengikuti agenda Gubernur Jabar ke Sumatera barat dan Aceh dalam rangka penyerahan bantuan kemanusian korban bencana di 3 provinsi. Sementara istri di rumah belum diberi tahu akan berangkat.

“Kapan berangkatnya?”

Itu dia, harus malam ini atau nanti kamis dini hari karena diharapkan jam 06.00 wib sudah berkumpul di bandara soekarno hatta dengan penerbangan pesawat Garuda pukul 07.25 wib.

Maka bergegas kembali ke bandung dan tiba pukul 00.25 wib. Kebetulan istri terbangun dan dijelaskanlah tentang rencana penugasan tersebut. Istri awalnya kaget, tetapi karena disini adalah resiko tugas dan jabatan maka kalimat penenangnya adalah, “Hati – hati diperjalan, kegiatannya lancar dan bisa kembali ke keluarga secepatnya”

Alhamdulillah, langsung siapkan koper dan mengisinya dengan pakaian dan berbagai peralatan yang diperlukan. Tepat pukul 02.00 wib kami berangkat ke Jakarta tepatnya terminal 3 Bandara Soekarno hatta. (Tbc – AKW).

ORASI di UNSIKA

Wakili pak KDM di UNSIKA Karawang

KARAWANG, akwnulis.id. Rabu dini hari penugasan via disposisi dalam grup whatsapps membuat raga terjaga. Sesaat mengumpulkan konsentrasi dan membaca penugasan dengan hati – hati ternyata kembali ditugaskan mewakili untuk menyampaiikan sambutan atau orasi di Kanpus UNIKA (Universitas Singaperbangsa) di Kabupaten Karawang sebuah kabupaten di jawa barat wilayah pantau utara atau pantura.

Waktu persiapan sangat terbatas karena acara di karawang dimulai pukul 09.00 wib berarti estimasi keberangkatan bersama tim adalah paling lambat 06.30 wib. Maka berjibakulah sebelum adzan shubuh berkumandang, koordinasi dengan kawan – kawan terkait kehadiran sekaligus yang krusial adalah penyiapan bahan paparan yang nanti akan disampaikan. Apalagi dalam even ini trmanya terkait inovasi teknologi, sementara divisi atau area kami adalah ranah koordinasi dan fasilitasi.

Tapi tidak mengapa, markicob mari kita coba”

Tepat pukul 06.30 kami berempat berangkat dari Cimahi, tentu teman – teman lebih pagi lagi berangkat keluar rumah masing – masing karena semuanya beda wilayah. Dena di daerah buahbatu, Sofyan di daerah dago dan pak ajat di bilangan cimahi utara sementara posisi kita di cimahi selatan. Semuga butuh perjuangan dan keikhlasan.

Diperjalanan kami berbincang dan membahas tentang perbaikan bahan paparan. Tak lupa di rest area KM62 Tol Cikampek rehat sejenak sekaligus me-charge mobil Ioniq di tempat fast charging 220 volt. Cepet banget, cukup 20 menit ngecas sudah terpenuhi dari 50% jadi 99%, lets go kita lanjutkan perjalanan.

Tak perlu lama tiba di kampus Universitas Singaperbangsa di Kabupaten Karawang. Diterima sebentar di ruang rektorat oleh pak rektor beserta jajaran dan langsung menuju gedung berbeda yakni aula besar untuk kegiatan seminar dimaksud. Maka mulailah berbasa basi dilanjutkan menyampaikan materi pembahasan yang tidak jauh dari Visi misi Nasional dan tentu provinsi jawa barat baik dalam rentang waktu 5 tahun dan juga 20 tahun tentang rencana pembangunan jangka panjang. Tidak lupa nilai – nilai kasundaan disampaikan sebagai bahan perenungan seperti konsepsi pembangunan karakter Pancawaluya dan tahapan kehidupan dalam Pancaniti. Paparan lengkap bisa disaksikan di channel youtubeku tinggal klik saja SEMINAR UNSIKA MEWAKILI KDM.

Tuntas penyampaian materi terbitlah diskusi dan setelah semuanya usai maka diakhiri dengan peninjauan stand yang memamerkan berbagai hal hasil karya yang didasari kreatifitas dan inovasi.

Selesai tugas dari karawang dilanjutkan perjalanan menuju ke rumah kediaman pak Gubernur KDM di Lembur Pakuan Kabupaten Subang untuk mengikuti acara selanjutnya yakni pertemuan Wakil Menteri Haji & Umroh RI beserta Kakanwil HU Jabar beserta jajaran yang akan berjumpa dengan gubernur serta para bupati walikota. Semangaaat. Tobe continue. (AKW).

(Catatan 4 Des 2025).

KDM : AYAT Ngawujud Ka ADAB

Catatan Singkat Pidato KDM di Ma’had AlJauhari

GARUT, http://www.akwnulis.id. Sebuah kesempatan berharga bisa hadir langsung di sebuah acara yang dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat KDM serta mendengarkan pidatonya yang unik khas namun sarat makna. Kesempatan itu hadir pada saat mendengarkan sesi sambutan KDM yang lebih cocok disebut ceramah pada acara Maulid Nabi dan Milad Ma’had Pondok Pesangren Al Jauhari di Kecamatan Karang Tengah Kabupaten Garut (24/11).

Sebuah kata kunci dari KDM ada di bait terakhir dalam rangkaian kalimat penuh rasa hasil olah rasa yakni : “Ayat Ngawujud ka adab“. Sebuah penggalan kalimat yang sangat relevan dengan pola atau model pengajaran dan pendidikan di dunia pesantren dimana konsep MENGAJI bukan sekedar membaca dan menghafal Alquran semata namun lebih dalam dari itu.

MENGAJI adalah sebuah kata yang komplek dengan pemaknaan multi dimensi. Mengaji bukan sekedar aktifitas harian santri yang secara terjadwal membuka kitab dan Alquran. Membacanya, memahami artinya, menguasai mahroznya, menghafal semua juznya adalah sebuah keharusan sebagai bekal kualifikasi seoramg santri yang besok lusa akan terjun ke tengah – tengah masyarakat.

Tetapi ada aktifitas MENGAJI  yang tidak kalah penting dan membangun karakter,  menguatkan niat serta memjadikan mental tahan banting plus penuh kemandirian yakni :
– bagaimana aktifitas membersihkan pondok, rumah kiai dilaksanakam dengan sukarela dan penuh keikhlasan.
– bagaimana akfifitas mencuci baju milik sendiri dan juga ditawarkan kepada guru, kiai manakala ada pakaian kotor untuk dibantu dicucikan.
– bagaimana aktifitas memasak bersama adalah bagian dari belajar ikhlas dan itulah mengaji yang sebenarnya.
Serta banyak lagi aktifitas lainnya yang justru itu adalah makna dari mengaji yang sebenarnya. Sementara tantangan mondok saat ini situasi ‘mengaji’ tadi telah tergantikan oleh hadirnya CLEANING SERVICE, LOUNDRY& CATERING. Padahal kemandirian, keuletan dan keikhlasan itu harus dilatih seirimg pembelajaran membaca dan menghafal serta memaknai semua kitab serta tentu Kitab Suci Alquran.

LAILAHA ILLALLAH…” Makna Illah itu adalah NETRAL atau tidak berpihak. Teu bisa diraba, teu bisa ditempo, teu bisa diangseu ngan bisa di rasa. Saha nu bisa ngarasa?.. nu boga RUMASA.

Hirup ukur sasampeuran, awak ukur sasampaian, sariring-riring dumadi sarèngkak saparipolah sadaya kersaning Gusti.

Dalam hal ini kalimat tersebut dimaknai tentang keikhlasan diri dalam menghambakan seluruhnya kepada Allah Subhana Wataala serta secara wujud nyata yang sederhana adalah KEPASRAHAN.

***

Sebelum mencoba menuliskan kembali rangkaian kalimat yang diucapkan KDM, jari jemari terdiam karena agak sulit menulis kata perkatanya. Untung saja saat ini ada rekaman digital dalam bentuk video di platform youtube KDM. Maka segera didengarkan meskipun harus diulang – ulang pemutarannya karena begitu cepat pelafalannya. Dalam channel youtubenya pak KDM sekaligus memberikan klarifikasi kepada khalayak karena ada salah satu TV swasta yang menyiarkan video di maksud dan menyebut sebagai MANTRA.

KDM menyampaikan. “Ini bukan kalimat mantra, tetapi rangkaian kata yang hadir dari olah rasa dan dituangkan dalam kalimat berirama”

Penulis mencoba menuliskan ulang sebagai berikut :

Bumi manjing ka langitna
Ti langit seah hujanna
Lembur subur kota bagja
Masjid jeung diri ngahiji
Elmu geus aya na semu
Harta geus ngawujud harti
Nyanding pamingpin ka rakyat
Pandita ajeg wiwaha
Pitutur ngawujud subur
Ayat ngawujud ka adab.

***

Kalimat terakhir ini yang menjadi tema bagaimana ayat – ayat dalam Alquran, poin – poin dalam berbagai kitab dapat diwujudkan dalam ADAB, tercermin dari perilaku sopan santun santri yang berada di dalam lingkungan pesantren, tata hubungan antar santri, santri dengan guru ustad sekaligus santri dengan Kiai dan keluargnya serta diimplementasikan dalam interaksi di luar pesantren untuk bertetangga, bersyiar dan bersilaturahmi.

Itulah satu sisi tema yang mampu ditangkap oleh kami, seorang penulis pemula yang mencoba menangkap fenomena khususnya gaya kepemimpinan KDM yang dianggap unik penuh dinamika.

Wilujeng Milangkala Ma’had Al Jauhari langkung nanjeur, oge wabilkhusus kahatur Assoc Profesor KH Dr Jujun Junaedi Pimpinan Ma’had Aljauhari salawasna damang sehat sabihara – bihari.  Cag. Wassalam (AKW).

#kdm #ngaji #milangkala #garut