Mencoba menikmati ketegangan karena ketidaktahuan.
Ruang tunggu VIP Studio 7 TVRI Jakarta / dokpri
JAKARTA, akwnulis.com. Berusaha datang lebih awal dari penjadwalan adalah sebuah cara untuk mendisiplinkan diri sekaligus juga menghargai pihak pengundang agar tidak banyak menunggu. Sekarang raga ini sudah duduk dan terdiam sambil menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya. Pada saat tadi memasuki area TVRI pusat di Jakarta ada rasa berbeda, sebuah deg degan di denyut jantung terasa meningkat apalagi tugas yang diemban kali ini agak berbeda.
Diawali dari kontak pesan dari seorang kolega dilanjutkan dengan sepucuk surat undangan resmi menyebut nama ini untuk hadir mewakili pada sebuah acara taping video yang berkaitan dengan peran fungsi dinas sosial dihubungkan dengan momentum hikmah di bulan ramadhan.
Awalnya sih oke oke saja, tetapi setelah pihak TVRI pusat menghubungi dan ternyata akan taping dengan seorang ustad yang merupakan perwira di angkatan udara republik indonesia serta sudah belasan tahun atau puluhan tahun mengasuh acara ceramah di TVRI nasional, makin dagdigduglah hati ini. Apalagi dalam kontak via telepon, beliau menyampaikan tentang rencana taping video ini berkaitan dengan tema di bulan ramadhan. Walah langsung tertekan nich, mencoba mengingat kembali kapan terakhir menyampaikan kultum.. itu tuh kuliah atau ceramah tujuh menit. Itu sudah lama sekali, beberapa tahun lalu. Disampaikan setelah menjadi imam shalat dhuhur dan kultumnyapun dengn bercucuran keringat.
Tapi…
Ada hal menarik yang menjadi catatan disini, yaitu dari makna tantangan dan kesempatan. Diri ini meyakini bahwa semua hal, segala memontum kehidupan ini tidak tiba-tiba atau tidak disengaja. Tetapi semua sudah ada skenario dan catatan langitnya. Hanya saja manusia diberi batas untuk tidak mengetahuinya. Jadi mari kita jalani kedagdigdugan ini serta kejutan – kejutan selanjutnya.
Sofa krem setia menemani / Dokpri.
Sepiring roti dihadapanpun seolah tidak bisa.membangkitkan selera padagal tadi sudah dipersilakan oleh perwakilan pengelola. Baru berani menikmati sebotol kecil air mineral untuk menenangkan gejolak rasa yang tidak menentu.
Sebagai antisipasi tentu bahan bacaan dilengkapi. Salah satunya dari para kepala bidang yang memberikan data dalam bentuk paparan terkait dengan kondisi masalah sosial yang ada.
Tapi ternyata suasananya berbeda, betapa sulitnya menyimpan angka dan data di dalam kepala. Seolah mental alias terlempar… karena denyut jantung tidak teratur dan masih menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Menitan di smartphone sudah menunjukan pukul 14.55 wib jika sesuai jadwal yang sudah direncanakan. Sementara perut mulai keroncongan karena tadi makan siang tanggung, sepiring caesar salad dan segelas latte sudah masuk duluan. Eh ternyata sekarang baru terasa ada terselip rasa lapar. Ya sudah roti di piring, coba dinikmati. “Ditampi pak suguhannya.”
Nggak ada yang menjawab, tapi minimal secara lisan sudah diijabkan dan setelah dibuka plastiknya maka berpindahlah roti ini ke dalam perutku. Alhamdulillah perut agak tersenyum karena ada yang bisa sedikit mengganjalnya.
CIBABAT, akwnulis.com. Senin pagi tadi begitu berat untuk menjalaninya. Tapi bagaimanapun juga komitmen harus dijaga dan kehadiran tepat waktu di tempat kerja adalah salah satunya. Kedisiplinan adalah kata yang harus dijaga, dipedomani dan tentu dilaksanakan sebaik-baiknya. Jadi lawanlah kemalasan sekuat tenaga dan hadirlah tepat waktu dengan senyum ceria.
Ternyata kelamaan liburan berakibat menumpuknya kemalasan dan dilegitimasi oleh kelelahan karena long weekend ini digunakan untuk memforsir raga meskipun tidak pergi kemana-mana. Cukup di rumah saja bersama keluarga tercinta dan jikalau sedikit beredarpun hanya sekitar komplek perumahan saja. Ada keengganan untuk beredar ke pusat kota karena melihat titik – titik kemacetan yang nyata. Jadi diam di rumah atau beredar tipis – tipis saja yang menjadi pilihannya.
Jadi kegiatan rumahan saja yang dilakukan dari mulai nonton televisi, rebahan sambil nonton, makan sambil nonton, eh ada juga yang berkeringatnya yaitu jalan pagi 7.234 langkah namun kalorinya langsung tertutupi oleh sajian indomie rebus telor keju yang begitu menggoda. Oh ya ada juga aktifitas mencuci baju menggunakan mesin cuci portabel mini yang buat anak kost merk MITO, ternyata hanya cukup 6 – 7 potong pakaian saja. Ya sudah sisanya di gusrek manual saja, mengingatkan kembali masa lalu dikala masih sendiri dan segalanya harus dilalukan sendiri. Tak lupa bercanda bersama anak dan istri, sambil jalan kaki atau sekedar berebut remote tivi karena ternyata beda kepala beda selera.
Nah ada satu lagi aktifitas ‘me time’ yang dilakukan sendirian setelah hampir tengah malam. “Sedikit mencurigakan yach?”
Tenang kawan, ini adalah adaptasi terhadap kemajuan jaman. Yaitu iseng – iseng mengikuti live tiktokshop yang mulai heboh dengan diskon adalah menjelang tengah malam. Berbagai barang dijual dengan diskon yang lumayan, mulai dari smartphone, tab, mic karaoke hingga pakaian. Pakaian ini dari mulai jaket, kemeja, kaos, celana, kaos dalam, celana dalam hingga rompi dan aneka aksesoris pendukungnya.
Nah kebetulan celana dalam dan kaos dalam sudah menipis, maka opsi iseng belanjapun membuncah. Akhirnya nongkrongin tuh live tiktokshop yang ternyata penjualnya ada artis, selebgram hingga pedagang biasa yang super super jago bercakap, pintar pidato sehingga menguatkan rada ketertarikan kita. Disini kendali diri menjadi pegangannya. Caranya gampang, isi uang digitalnya seminim mungkin, diriku mah 200ribu aja isi di shopeepay atau di ovo. Titik.
Capture penawaran live shopping / dokpri.
Ternyata efektif kawan, bisa menekan jiwa belanja kita yang meronta-ronta dan akhirnya membuat kita fokus kepada skala prioritasnya untuk memilih barang yang akan kita beli secara online. Percayalah, cara ini mujarab.
Maka hunting keperluan, eh nggak terlalu perlu juga, eh tapi perlu ya. Ya udah dipantengin saja. Ternyata banyak pilihan barang yang dijual online secara live dengan harga di 100ribu saja. Berarti cukup dengan, “Bang pinjem seratus” ... itu sudah dapat barang – barang keperluan. Salah satunya tadi urusan pakaian, jikalau celana panjang chino dapat 1 buah, maka celana pendek ada yang menawarkan 5 buah / 100ribu untuk ukuran biasa dan 3 buah untuk ukuran jumbo… wah seru.
Untuk merk tentu dengan harga seratus ribu agak membuat ragu, tapi kenapa tidak kita coba. Para penjual live ini terus nyrocos bicara dan menjadikan tengah malam ini ramai. Serta yang menarik adalah barang – barang yang dijual variatif, tetapi pengakuan sang penjual rata – rata mengklaim harga jauh lebih murah untuk pakaian ini karena buatan dalam negeri atau UMKM. Ini menarik, berarti jika membeli, membantu juga kembali tumbuh subur usaha garmen lokal asli indonesia.
Maka terlarutlah dalam keramaian pasar virtual live dan mulai memastikan menggamati dan mendengarkan ocehan para penjual yang begitu semangat di tengah malam meskipun matanya terlihat memerah karena menahan kantuk yang tidak terelakkan.
Kohitala Arabica puntang wine / dokpri.
Diri ini relatif stabil karena sambil menonton pasar virtual live ini juga ditemani segelas kohitala, kopi hitam tanpa gula. Jadi sebelum berjibaku dengan live shopping ini mempersiapkan dulu peralatan perangnya. Yakni biji kopi arabica puntang wine lalu digiling dan diseduh manual dengan filter V60 yang akhirnya hadir segelas kopi hitam yang harum dan menenangkan.
Srupuut….
Lanjut yaa…
Akhirnya dengan bermodal 200 ribu saja. Sudah bisa membeli 10 buah celana dalam boxer dan 6 buah kaos polos. Lalu proses pembayaran via dompet digital dan berproses hingga pengiriman serta akhirnya pamet tiba di tempat dengan dibungkus ketat plastik bubble wrap.
Nah ternyata, benar sekali bahwa produk yang dipilih itu adalah produk lokal. Serta terlihat bahwa kecenderungannya adalah urang bandung atau urang sunda yang humoris. Ini buktinya :
Boxer NUKIEU / dokpri.
Celana dalam boxer dengan bahan yang lumayan kuat dan tebal serta dengan merk terkenal NUKIEU atau dalam bahasa sunda artinya adalah ‘YANG INI‘.
Maka langsung coba dipakai celana boxernya dan pas diperlihatkan kepada istri tercinta bukan hanya tawanya yang terbahak membahana tapi setuju dengan makna tulisannya. Hidup produk UMKM dan hidup NuKIEU.
Itulah cerita hari pertama masuk kantor setelah 4 hari long weekend yang penuh dinamika. Selamat pagi dan selamat beraktifitas. Wassalam (AKW).
Adzan isya nembè lekasan, katawis dunungan kaluar ti rohangan disarengan ku opat jalmi, rupina sèmah dunungan ngadon uih sasarengan. Teu seueur saur, kuring ogè nyarengan lungsur ka lantey hiji. Muru kana mobil nu tos sayagi di buruan kantor.
Tapi geuning saatos nyaketan mobil tèh henteu langsung lebet. Tapi uplek deui ngawangkong kaditu kadieu. Simkuring mah tangtos ngiringan wè gogonjakan, sanaos saleresna mah nahan kahoyong. Hoyong kahampangan mung pameng ka dunungan.
Antukna mah ditahan – tahan wè, bari babacaan dina jero hatè, “Ya Allah, Ènggal atuh dunungan tèh lebet kana mobilna”
Lima menit sapuluh menit mah kiat, tapi saatos lebet satengah jam. Palangkakan asa cangkeul, nahan papang nu teu kaampeuh deui. Raray pupuringisan tapi dalah dikumaha dunungan masih ngawangkong akey-akeyan.
Menit ka opat genep mah bobol ogè, pas aya nu ngabarakatak. Uing gè ngiringan ngagakgak, “Hahahahahaha….”
Geleser aya nu haneut kana pingping. Pas melong tamu payuneun. Geuning sami gumujeng bari jaremblong. (AKW).
Tulisan tentang momentum Rapim dilengkapi keceriaan, chicken dance serta histori tentang persahabatan abadi.
Kang Agung Fatwa Beraksi / Dokhumdinsos
CIMAHI, akwnulis.com. Rapat pimpinan adalah sebuah rutinitas yang menjadi hal biasa dalam suatu organisasi. Rapat pimpinan menjadi sarana silaturahmi, komunikasi, sekaligus evaluasi dan program kegiatan termasuk membahas isu terkini yang perlu segera dilakukan penyelesaian atau rencana tindaklanjut yang terukur dan terperinci. Secara level tentu nama rapim ini berbagai strata, hanya untuk tulisan ini adalah di level dinas sosial. Maka yang memimpin tentu ibu Kepala dinas dan pesertanya para kepala bidang, kepala UPTD, Kasubag TU sekaligus para pejabat fungsional madya dan muda.
Tapi kali ini rapim atau rapat pimpinan ini menjadi istimewa karena selain arahan dari kepala dinas dan evaluasi rutin dari masing – masing kepala UPTD dan Kepala Bidang juga ada hal berbeda. Yakni ada sesi spesial yang membolehkan seluruh peserta yang hadir bisa tertawa bersama, berdiri dan saling tersenyum malah ada juga sesi paciwit-ciwit lutung.
“Apa itu yang dimaksud paciwit-ciwit lutung?”
Paciwit – ciwit sama ibu Kadis / Dokhumdinsos
Itu adalah aktifitas minimal 2 orang dimana posisi tangan yang satu posisi mencubit dan satu lagi dengan tangan terbuka. Diatur oleh sebuah aba-aba dengan kode kata yang sudah disepakati maka disaat kode kata diucapkan maka segera tangkap tangan temannya sekaligua menghindari sergapan tangkapan teman di tangan yang berlawanan.
“Terbayang nggak?” “Nggak!”
Ya sudahlah kalau sulit memahaminya tapi yang pasti penulis mencoba mendeskripsikannya dalam jalinan kata-kata. Semoga bisa dibayangkan sebagai kegiatan sebenarnya. Ada hal yang lebih penting adalah esensi dari acara tersebut adalah sesi ice breaking dari seorang motivator muda terkemuka sebelum masuk ke sesi presentasi dengan tema ‘The Winning Team’.
Semua ceria / Dokhumdinsos
“Siapakah motivatornya?”
Tentu saudara atau akang atau bapak Agung Fatwa STAR Training & Consulting yang sudah malang melintang di panggung motivasi dalam kurun waktu 10 atau 11 tahun ini, “Eh atau lebih ya?”
Sebuah tanda tanya besar ini menggerakkan raga ini untuk mencari bukti tentang kepastian seberapa kenal penulis dengan sosok muda berbakat namun bersahaja ini.
Ayo bergembira / Dokhumdinsos
Maka sembari bersiap melakukan prosesi pribadi yaitu melakukan penyeduhan kopi manual dengan peralatan bejana kaca, corong V60 plus kertas filter dan aur panas. Sementara biji yang akan dieksekusi adalah kopi arabica gunung pangrango dari Seribu Kopi roastery cimahi jenis fullwash process. Otak berputar memunguti kenangan termasuk berusaha mengingat sebuah buku keren karya kang Agung fatwa yang berjudul ‘BREAKING THE HABITS dengan konsep GREATnya (Goal – Realistis – Empati – Antusias dan Total). Sebuah buku motivasi dari seorang sahabat serta dibuktikan dengan bubuhan tanda tangannya tentu tidak lupa dengan jargon ‘Salam GREAT’ tertanggal 22 September 2015.
Kopi & Breaking the Habits / Dokpri.
Maka prosesi menikmati kopi kali ini sekaligus membaca kembali sekilas buku keren ini sambil memproses penyeduhan manual kopi arabica dengan biji kopi hasil meroaster Seribu Kopi Cimahi yaitu biji kopi Arabica Gunung Pangrango. Prosesnya tetap dengan menggunakan manual brew V60, perbandingan 1 : 15 dan panas air untuk menyeduhnya 92 derajat celcius serta putar kanan untuk cucuran air dari teko leher angsanya.
Hasilnya tentu sajian kohitala (kopi hitam tanpa gula) yang harus, panas dan menenangkan. Sruputan perdana memberikan sensasi rada dengan body yang cenderung bold serta acidity medium. Aftertastenya muncul selarik rasa berry kacang tanah tapi memang karena fullwash, bodynya cukup mendominasi.
Sruput dulu kawan, biarkan cairan kopi pemberi kedamaian rasa ini menari di mulut ditemani liukan lidah hingga selanjutnya meluncur menuju lambung dan menghangatkan seluruh raga tanpa kecuali.
Tanggal 22 September 2015 / Dokpri.
Kembali ke suasana Rapim Dinas sosial Provinsi Jawa barat yang semakin gaduh dan bervariasi apalagi pada sesi motivasi ini. Setelah bergerak bersama, berdiri dan menari tarian bebek eh ayam klasik yang ritmenya semakin cepat juga bagaimana konsentrasi pendengaran dan penglihatan masing-masing menjadi sumber keceriaan. Maka sesi materipun dibawakan dengab piawai oleh Kang Agung Fatwa meskipun dengan waktu singkat tetapi poin – poin pentingnya tersampaikan.
Semoga tidak tereduksi oleh penyakit yang terkadang hadir dari sebuah pertemuan yaitu BARHo (bubar poho / bubar rapat semua lupa) hehehehe…. tapi bisa melekat dan terpatri sehingga kami, kita para peserta yang hadir yang notabene memegang amanah jabatan masing – masing dapat memahami, meresapi dan bersama-sama untuk berkolabor-Aksi dalam pelaksanaan kegiatan san program Dinsos Jabar 2024.
Tari ayam klasik / Dokhumdinsos
Terdapat 6 langkah yang disyaratkan untuk meraih kesuksesan bersama dengan tajuk The Winning Team by Agung Fatwa yaitu : 1. Kepemimpinan yang kuat dan pendukung yang berkualitas (Strong Leader & Folllowership) 2. Tujuan bersama 3. Zero Ego & Up Potensi 4. Rencana, Tindakan & Evaluasi 5. Berani ambil Resiko untuk Kemajuan Tim 6. 100% Terlibat semua (Collabor – Aksi)
Itulah sebuah sesi motivasi yang lengkap berkaitan dengan diri penulis ini. Karena ada histori, ada kopi, ada presentasi dan akhirnya adalah peningkatan pemahaman diri secara pribadi dan bersama-sama bahwa maju bersama akan menghasilkan pancaran sinar kinerja yang lebih cemerlang dibandingkan maju per unit kerja saja. Salam Cemerlang Salam Raharja, Wassalam(AKW).
Bekerja di hari libur sambil luangkan waktu ngopi dan nulis. Sruput dan kotret.
Kerja kerja yuuk / Doktur
SAKURJAYA, akwnulis.com. Sengatan matahari cukup terik menjangkau kulit tubuh ini, tetapi semangat untuk melihat perkembangan proyek pembangunan tidak surut. Karena sebuah kewajiban harus ditunaikan dan monitoring serta evaluasi adalah judul wajib yang harus dijalani.
Tetapi tentu dikala rehat sejenak dan berteduh di sebuah rumah yang menjadi basecamp pekerja dan personil pengawasan sekaligus kantor darurat untuk pertemuan atau rapat terbatas maka sedikit menghela nafas karena ada dua buah kipas angin yang mengolah sang bayu bisa mengalir deras menerpa wajah memberi sejumput kesegaran plus mengurangi cucuran keringat yang sejak tadi tak tertahankan.
Setelah menyeka keringat di dahi dan wajah yang begitu aktif mengucur, inilah saatnya ‘me time‘ sambil duduk bersandar dipojokan menggunakan kursi darurat yang dibuat untuk kepentingan rapat di lapangan.
Tuangkan Kopi dulu / Dokpri.
Menarilah jemari diatas keyboard virtual smartphone kesayangan. Menuangkan beberapa kata menjadi kalimat sederhana tapi sarat makna. Sebuah cerita singkat tentang pengalaman khusus di pantai pangandaran ba’da magrib. Tentunya sebagai penguatan literasi bahasa sunda, penulisannya menggunakan bahasa sunda sederhana dengan genre bahasa sunda yang cenderung halus untuk memberi karakter suasana yang diciptakan sebagai kejadian nyata. Meskipun tentunya tulisan ini adalah sebuah fiksi reka saja tapi ide dasarnya memang sebuah kisah nyata.
Sebagai penguat semangat dalam bekerja di lapangan kali ini, tentu tidak lupa membawa si hitam tanpa gula yakni kohitala. Manual brew V60 arabica halu banana yang diseduh di rumah telah berubah menjadi pilihan minuman bersama yang menghangatkan suasana. Beberapa rekan menikmatinya hingga ‘peureum beunta‘ (merem melek) karena berusaha menikmati padahal jelas rasa pahitnya begitu kuat mengunci lidah tetapi setelah itu ada kesegaran dan kehangatan yang menyebar ke seluruh tubuh.
Sruput Kohitala yuk / Dokpri.
Selamat ngopay eh minum kopi kawan, juga selamat bekerja dan berjuang untuk keseharian kita khususnya jangan lupa membaca kotretan singkat berbahasa sunda ini yang mungkin bisa memberikan penghiburan tersendiri.
Inilah ceritanya :
***
Bada magrib di pinggir pantai pangandaran / Dokpri.
FIKMIN # DI BASISIR #
“Pangersa, dihaturan, kadieu geura” Soanten leuleuy tapi ècès dina cepil katuhu. Luak lieuk teu aya nu calik atanapi caket ngadegna, aya oge rada anggang tapi da nuju ngawangkong sèwang – sèwangan.
“Ieu dipayun, kadieu geura” soanten leuleuy aya deui sasarengan sareng jigrahna lambak payuneun. Siga nu ngagupay supados nyaketan. Lalaunan ngadeg tina korsi di sisi basisir, sampèan ngalèngkah nincak pasir nu karaos haneut meueusan.
Ditelek – telek, brèh di payuneun aya nu ngadeg. Dedeganna mah wanoja namung teu jelas. Rurusuhan dicaketan. Salèngkah dua lèngkah, pangambung ngangseu seuseungitan, matak ratug kana jajantung tapi beuki kabita nyaketan asalna sora.
Beuki caket, geuning nu nyauran teh wanoja geulis rancunit pikabitaeun. Imutna ngagelenyu nganggè karèmbong semu konèng.
Salengkah deui badè dugi payuneun nu sampulur konèng umyang.
Duk!!
Mastaka pengker asa aya nu ngagebug. Poèk.
***
Lalaunan soca beunta, geuning nuju diriung di tengah tajug.
“Alhamdulillah Jang, kasalametkeun dina waktosna.”
Bayangan di pinggir pantai / Dokpri.
***
Itulah tulisan singkatnya. Bagi yang sudah ngopi jangan lupa bersyukur atas kemudahan ngopinya. Untuk yang sudah membeca eh membaca tapi tidak mengerti maksudnya silahkan acungkan tangan dan bertanya kepada kami atau tetangga sekitar, minimal sambil bersilaturahmi hehehehe.
Have a nice wekeend with your family, meskipun kami sekarang tetap bertugas dan monitoring tapi nanti sore bisa kembali ke rumah dan bergabung dengan keluarga tercinta. Wassalam(AKW).
BANDUNG, akwnulis.com. Selamat pagi dan semoga hari sabtu ini menjadi penyeimbang aktifitas rutin senin – jumat yang berkutat dengan rutinitas sehingga sekarang saatnya rehat sejenak.
“Nggak bisa bro, ini lagi otewe menuju tempat acara, begitupun esok hari”
Sebuah ungkapan jujur sekaligus curhat bagi golongan pegawai yang ternyata masuk kategori TKW alias tenaga kerja weekend kawan.
Sebenernya anda tidak sendirian, banyak juga yang bernasib sama. Termasuk yang sedang menulis postingan inj, karena menulisnyapun dalam posisi perjalanan menuju sebuah acara yang bertema JABAR ANTENG dengan lokasinya di Gedung Merdeka di jalan Asia Afrika Kota Bandung.
Jadi saya ulangi, SELAMAT PAGI bagi yang di rumah rehat bersama keluarga tercinta juga SELAMAT PAGi bagi kita yang masih bekerja di sabtu ceria ini….. horeeee.
Catatan kali ini hanya ingin berbagi tentang sebuah persepsi keberuntungan. Penulis menganut prinsip bahwa KEBERUNTUNGAN adalah Bertemunya KESIAPAN dengan KESEMPATAN. Maka sebagai pribadi berusaha untuk mempersiapkan diri saja, tentu dengan mengukur potensi diri. Manakala kesempatan itu datang, kejarlah dan raihlah tentu dengan kompetisi yang adil dan beritikad baik.
Sambutan Pj. Gubernur Jabar / Dokpri.
Tetapi dalam kesempatan yang lain, penulis juga melewatkan beberapa kesempatan karena berbagai pertimbangan logis. Sehingga tidak bisa ikut berkontestansi dalam sebuah momentum. Tidak usah sedih atau galau, itulah pilihan.
Ada hal yang menarik adalah mengenai persepsi, yaitu pandangan dan pendapat orang kepada kita. Ini menjadi sebuah catatan penting karena ternyata perlu mental kuat untuk menghadapinya. Persepsi lingkungan sekitar, kawan dan kolega serta mitra, saudara dan keluarga hingga saudara dadakan di dunia medsos yang terbuka memiliki kekuatan nyata untuk mempengaruhi kita.
Disini perlu menerapakan ilmunya Mark Manson di buku The Subtle Art of Not Giving A F*ck. Biarkan saja semua persepsi berkeliaran dan membentuk alibi ataupun berita sensasi, karena yang berhak menentukan kehidupan kita lebih baik atau baik – baik saja adalah diri kita sendiri. Jikalau galau dan bingung, curhatlah kepada Tuhan Semesta Alam, begitupun di saat bahagia diberikan segala kemudahan, tetap Allah sebagai penguasa takdir. Ini yang sering kita lupa.
Momentum 3 besar Quiz Games / Dokpri.
Nah kembali ke persepsi keberuntungan tadi, beberapa hari yang lalu penulis dianggap beruntung oleh sebagian besar hadirin karena bisa ikut berkontestansi dalam games di sebuah acara yang diselenggarakan secara online yaitu menggunakan Quizizz.com. Mungkin pembaca selain itu ada juga yang suka ikut games online Kahoot.it di sela-sela acara seminar, lokakarya, capacity building dan sebagainya.
Padahal penulis berpendapat bahwa ini lebih kepada hiburan dan kesenangan saja. Tapi bagi yang penasaran dengan games online seperti ini, ada beberapa tipsnya : 1. Pastikan smartphonenya bersignal bagus, saran sih jangan gunakan wifi di acara, nanti rebutan sama yang lain sehingga koneksi terbatas. 2. Selama acara berlangsung relatif konsentrasi mendengarkan para narasumber juga mengingat – ingat kata kunci dari slide yang dipaparkan. 3. Pada saat kuis atau games berlangsung, konsentrasi penuh dan telinga buka lebar – lebar, mata tertuju pada layar smartphone dan jemari siap dengan sigap memijit pilihan yang ada, biasanya warna warni pilihannya. 4. Tidak perlu takut salah, pastikan memilih daripada dianggap pilihan salah karena sesi waktu menjawabnya habis. 5. Itu aja sih, setelahnya kita lihat hasil pemeringkatannya.
Pernah gagal juga / Dokpri.
Jikalau ternyata lolos menjadi pemenang, jangan berfikir selalu yang pertama atau terbaik. Minimal masuk urutan 3 atau 4 saja. Jadi ikuti permainannnya dengan ceria dan hasil akhir tidak perlu dipikirkan. Kalau masuk tinggal bersyukur, jika tidak ya sudah. Nanti berkontestansi lagi pada kesempatan lainnya. Lagian kalah jiga bukan segalanya. Lalu jika menang, segera berucap syukur kepada Allah SWT dan tidak perlu lakukan selebrasi berlebihan, biasa saja.
Maka kembali ke alinea awal, persepsi itu tidak harus ditakuti tetapi dikendalikan dengan potensi dan kekuatan percaya diri. Selamat hari sabtu kawan. Selamat bekerja atau selamat rehat bersama keluarga. Wassalam(AKW).
CIMAHI, akwnulis.com. Dilihat dari hasil tulisanku dalam 2 minggu belakangan ini terlihat kemerosotan alias jumlah tulisan menurun yang diposting di blog atau website pribadi ini. “Apakah bisa diartikan dengan produktifitas menurun?”
Jawabannya jelas IYA, kalau melihat dari sisi hasil tulisan sederhana, ringan dan terkadang kocak atau malah sedikit menakutkan karena mengangkat cerita urban legend yang sebagian besar memang penulis alami. Seperti tulisan tentang RUMAH DINAS dan WASTAFEL.
Tapi setelah ditelusuri dengan jadwal tugas dan pekerjaan yang menjadi kewajiban harian sebagai pelayanan masyarakat, fungsi kordinasi dengan berbagai pihak serta mengikuti aneka rapat, dirasa tidak ada yang berubah kok. Tapi sebentar, ada rasa penasaran yang ingin melihat kembali aktifitas kegiatan harian dalam 1 – 2 minggu ke belakang.
Tulisan tentang Rumah Dinas / Dokpri.
Ternyata ada 2 hal yang mungkin membelokkan semangat menulis dan upload tulisan di websiteku itu adalah penugasan pelatihan online dengan model pembelajaran mandiri dan keasyikan juga ‘ngoprek’ media sosial satu lagi yang ternyata mengasyikkan juga karena ada tantangan dari setiap tingkatannya.
Pertama penugasan diklatnya memang berbeda dan lebih canggih, ya seperti diklat – diklat kekinian yang menggunakan pola modul online dan berbagai prasyarat spesifik sebelum kita bisa masuk dalam pelatihan tersebut. Termasuk harus upload sertifikat kelulusan diklat dasarnya untuk bisa mengikuti diklat lanjutan ini. Perkenalan, pretest serta pembelajaran wajib dihadirkan via online dan video youtube terbatas yang harus ditonton tuntas tanpa bisa dipercepat. Lalu di beberapa segmen youtube tersebut diselipkan kuis yang harus dijawab dengan benar untuk melanjutkan menonton youtube pembelajaran tersebut.
Diklat online di kantor / Dokpri.
Ditambah dengan setiap sesinya ada kertas kerja yang harus dikerjakan dan diupload serta kuis yang harus mendapat nilai 100, baru bisa next level. Sementara tugas sehari-hari di kantorpun bejibun. Ya karena pembelajaran online sehingga bisa dilaksanakan di kantor. Ternyata cukup menantang bin pabeulit, akhirnya ya pekerjaan rutin dulu dilaksanakan sehingga diklatnya keteteran dan melanjutkan pembelajaran di rumah di malam hari, wuih sungguh menantang sekaligus menguras energi untuk menulis di http://www.akwnulis.com kesayangan ini.
Kedua yang menjadi tantangan kesibukan dalam 1 – 2 minggu ini adalah mulai akrab dengan mbak META di platform FBpro atau facebook pro yang juga menantang karena banyak tugas yang harus dikerjakan untuk naik level ke jenjang selanjutnya. Seru juga bisa nambah teman – teman di seantero jagad, harus upload reels secara terukur dan mengusung originalitas. Jadi yang penasaran dengan Akun FBpro diriku, bisa masuk ke laman facebook dan search saja ‘andriekw’, insyaalloh segera ketemu. Sebagai pengalaman baru bermedia sosial tersebut ada 3 kata atau kalimat yang begitu populer yaitu Amanah, R to R dan polbek.
Facebook Pro andriekw
Maka minggu ini berusaha kembali menyeimbangkan diri dalam sisi produktifitas pribadi. Kalau urusan urusan pekerjaan tidak usah dibahas, jelas itu target dan kewajibannya. Kalau urusan religiusitas, tidak perlu juga dimunculkan sudah ayat berapa kita mengaji hari ini. Tapi terkait tentang menulis dan membuat konten di media sosial memang perlu kembali diseimbangkan.
Apalagi sudah muncul beberapa pertanyaan terkait tentang tema kopi yang dianggap agak berbeda dengan beberapa postingan belakangan ini yang random diluar kopi. Tenang saja kawan, ada hal teknis yang secara kebetulan membuat kejarangan menikmati Kopi hitam tanpa gula manual brew V60 karena dalam 1 minggu terakhir stok kertas filter v60nya habis dan sekarang masih menunggu kiriman dari pembelanjaan online.
Selamat beraktifitas di hari minggu ini, jangan lupa maksimalkan waktu bersama keluarga karena esok hari kesibukan pekerjaan sehari-hari akan menyergap kita kembali. Wassalam(AKW).
BANDARA SOEKARNO HATTA, akwnulis.com. Pengalaman perdana mencoba kembali menaiki pesawat terbang di tugas unit kerja yang baru penuh dinamika dan berbalut drama.
“Serius baru naik pesawat?”
Eh nggak percaya, memang baru sekarang menaiki lagi pesawat. Maksudnya akan naik pesawat.. eh sedang naik pesawat. Karena tulisan ini dibuat di dalam kabin pesawat dimulai sesaat sebelum
Perjalanan dari bandung yang diperkirakan 2,5 jam saja ternyata melampaui perkiraan. Diawali dengan kemacetan parah di pintu tol yang menghubungkan ruas tol cipularang dengan ruas tol cikampek di daerah jatiasih karena adanya kecelakaan di KM52. Info kecelakaannya di twitter pewarta online dengan penjelasan ada truk bermuatan keramik yang terjungkal.
Maka drama rasa pegal karena mobil bukan sekedar tersendat tetapi lebih sering terdiam karena begitu parahnya kemacetan. Kekhawatiran kedua muncul terkait dengan jadwal pesawat yang sudah tuntas tiketnya dibeli sesuai perkiraan jamnya. Tetapi tentu dengan kondisi kemacetan parah sepert ini akan mengubah kondisi yang ada. Maka cara terbaik tentu berdoa serta berikhtiar untuk memperhatikan kepastian waktu sehingga perlu melihat kembali jadwal penerbangan lainnya. Antisipasi jika tidak kekejar jadwal penerbangan dan menguatkan hati agar tidak bersedih ditinggalkan terbang oleh pesawat yang dipesan.
Tapi ketegangan tidak perlu memuncak dan jadi galau, cukup tarik nafas panjang dan membuka tas perlengkapan. Ambil tumbler kesayangan berbalut bambu karya ‘Virageawi’ lalu keluarkan juga gelas kaca kecil sebagai pendukungnya. Maka bersiap dikeluarkan isi cairan hitam kohitala (kopi hitam tanpa gula) yang sudah dipersiapkan sejak tadi pagi di rumah. Lengkap dengan gelas kecil kaca juga gelas kecil plastik, jikalau ada rekan atau kenalan baru yang berkenan ngopi bersama. Sruputtt.
Hanya saja, kondisi kenyataan sulit kompromi. Perhitungan waktu dengan kondisi kemacetan yang tidak bisa kompromi cukup membuat sedikit tegang. Keputusan sementara adalah mempersiapkan otot kaki dan harus konsentrasi karena estimasi keberangkatan pesawat dan rencana waktu tiba versi google map hanya selisih 15 menit saja. Berarti waktu tersebut harus cukup untuk check in, lalu naik lantai 2 untuk cek infra red dan akhirnya menuju pesawat. Wah gambling cuy.
Ngopi sambil macet / Dokpri.
Ternyata benar sesuai informasi berita bahwa ada kecelakaan di sekitar KM52, karena setelah melewati KM52 perjalanan relatif lancar dan kendaraan yang ditumpangi segera berlari di tol layang Syech Al Zayed sepanjang 38 kilometer. Perhitungan menuju bandara kembali berbunga, kemungkinan ketinggalan pesawat mengecil.
Tapi…. ternyata keluar tol layang dan memasuki tol tanjung priuk kembali perjalanan tersendat dan terhenti kembali. Uhuk uhuk… sedih. Google map segera di refresh dan mencoba mengestimasi waktu tempuh hingga ke bandara. Olala… setelah direfresh dan menghitung rute terbaru ternyata kemacetan padah kedua ini cukup panjang dan secara hitung – hitungan kasar, akan ketinggalan pesawat lebih dari 20 menit.
Maka keputusannya adalah mencoba komunikasi dengan pihak maskapai penerbangan atau membeli tiket lagi.
Bagaimana kelanjutannya?… nantikan kelanjutannya dan jangan lupa pantengin saja tulisan – tulisanku di blog ini, http://www.akwnulis.com.
***
DI LANGIT, akwnulis.com. Mari kita lanjutkan kisah ketegangan dalam perjalanan kali ini, perjalanan perdana untuk bertugas lintas pulau dan menggunakan penerbangan pesawat dari Bandar udara Soekarno Hatta menuju Bandar udara Kualanamu Medan Sumatera Utara.
Otak berputar cepat untuk kalkulasi berbagai kemungkinan yang akan terjadi. Termasuk perhitungan terburuk jika akhirnya harus ikhlas ditinggal kekasih eh salah.. eh salah, ditinggal pesawat. Secara hitungan kasar, ada spare waktu 10 menit sebelum penjadwalan penerbangan ini. Bismillah we ah. Prung, cussss…. mobil bergerak lincah karena kemacetan telah terurai, optimisme muncul namun tetap harus waspada dan dikuatkan berdoa.
Dihadapan mata akhirnya terlihat gate tol keluar menuju bandara, ada rasa campur aduk dalam dada. Rasa was was tertinggal pesawat bercampur dengan rasa tegang karena harus segera berlari untuk cetak tiket dan sebagainya. Mobil yang mengantar akhirnya belok kiri menuju terminal I Bandara Soekarno Hatta, hati semakin berdetak ke cang seolah bersiap menghadapi sesuatu yang besar. Adrenalin terpacu dan nafas perlahan tapi pasri jadi memburu.
Waktu semakin mepet dan perhitungannya ada 13 menit saja untuk masuk ke bandara. Cekiit, mobil berhenti, ucapkan terima kasih kepada sopir dan kawan, lalu menvhambur dan berlari keluar. Bergerak menuju pintu masuk penumpang.
Tapi… ada sesuatu yang menarik di papan pengumuman. ‘Penerbangan Super Jet Air dengan nomor penerbangan IU 942 tujuan Kualanamu, DIBATALKAN‘
“Wookah, Yes!!!” Sedikit meloncat karena merasa senang tentu denganwajah sumringah. Baru kali ini dapat jadwal penerbangan yang dicancel, yapi merasa senang, aneh yach.
Nafas tersengal dan ketegangan relafif berkurang lalu bergerak maju dengan mantap menuju petugas yang akan memeriksa tiket penerbangan kita.
“Silahkan masuk pak, check innya di dalam’ Suara petugas ramah. Maka raga bergerak menuju antrian para calon penumpang yang akan registerasi dan cetak boarding pass. Antriannya tidak terlalu panjang, cukup memberi waktu untuk perlahan menghela nafas panjang. Menenangkan detak jantung yang bertalu – talu untuk kembali normal dan tenang.
Ternyata drama menuju pesawat belum berakhir, setibanya di counter petugas dan mengetahui diri ini adalah salah satu calon penumpang pesawat yang mereka cancel jadwalnyasendiri tanpa pemberitahuan. Pefugas berujar, “Maaf bapak, sebaiknya bapak ke counter 24 dan 25 dulu untuk konfirmasi perubahan jadwal ini.
“Lha piye toh, yang cancel situh, kok yang repot saya?”
Bersiap terbang / Dokpri.
Tapi ya sudah mungkin ini takdirnya, tidak ada pilihan lain selain bergerak keluar barisan dan menuju petugas di counter tersebut yaitu counter help desk super jet air. Setelah bertemu petugas di counter yang dituju, diawali dengan ucapan permohonan maaf yang tulus lalu di proses sehingga bisa bergabung dengan penerbangam selanjutnya dan akan terbang pada pukul 13.45 Wib.
Kembali antri di counter awal untuk boarding pass dan menikmati detik demi detik antrian samapi dengan tiket penumpang keluar. Waktu yang tersedia digunakan untuk ishoma dan membwrikan aproval pada surat – surat masuk secara elektronik dan unformasi kedinasan lainnnya.
Ternyata, drama masih berlanjut. Penerbangan tersebut dicancel dan ditunda kembali. Euleuh – euleuh karunya teuing si Ujang. Ada beberapa wajah calon penumpang yang terlihat kesal. Tapi apa mau dikata, itulah kenyataannya. Jalani, syukuri dan nikmati saja.
Maka berjalan – jalan saja di koridor ruang tunggu antara A3 dan A1 penerbangan domestik ini. Sambil sesekali merekam video untuk channel youtubeku @andriekw. Lalu teringat bahwa kopi dalam tumbler masih tersedia. Ya sudah cari kursi di sudut yang agak sepi dan segera beraksi. Keluarkan kopinya dan gelas kaca, tuangkan. Video dulu baru sruput nikmati dan itupun di video juga. Srupuut.
Setelah 20 menit berlalu, akhirnya panggilan masuk ke pesawat telah tiba. Maka kami berbondong – bondong menuju pesawat Super Jet Air ini untuk menduduki kursi masing – masing penumpang sesuai nomor kursi yang tertera di tiket masing – masing.
“Apakah ada drama lagi?”
Sebuah pertanyaan penting yang akan dijawab oleh tulisan selanjutnya di blog ini. Bagaimana mau menuliskan kisahnya hingga turun di Bandar udara Kualanamu Medan. Khan sekarang masih di pesawat dan menunggu sang pilot mendaratkannya. Tunggu ya. Wassalam(AKW).
CIMAHI, akwnulis.com. Terkadang menulis sesuatu itu terhenti karena sebuah sebab atau malah lebih sering terhenti tanpa sebab. Seolah begitu buntu ide yang ada di kepala untuk dituangkan menjadi lanjutan kalimat yang penuh dengan kata bermakna. Begitupun saat ini, sesaat terdiam sambil memandangi segelas kopi yang tersaji dingin karena sebuah bola es batu menemaninya di gelas kaca.
Maka sesuai dengan protap atau prosedur tetap yang dimiliki, lakukan sesuatu agar penulisan ini terus melaju. Sebagaimana trik yang pernah disampaikan kepada teman – teman di beberapa pertemuan yang lalu. Cara terbaik diriku jika buntu dalam menulis adalah tuliskan kebuntuan itu karena apa, siapa, mengapa dan bagaimana.
Sebagai penguat motivasi maka lihatlah di kanan bawah sedikit di blog kita ada penanggalan yang menjadi penanda apakah kita menulis atau tidak. Di bulan september yang lalu ada 10 tulisan yang tersaji. Tentu tulisan random yang tertuang dalam berbagai kondisi, yang pasti ada cerita kopi dan cerita berbahasa sunda dalam format fiksimini. Ditambah beberapa cerita urban legend yang cukup meninggikan bulu kuduk meskipun berusaha diceritakan dengan suasana biasa. Tapi kembali kepada para pembaca tentang rasa penasaran, takut atau biasa saja.
Sementara lihat kalender bulan oktober masih sangat minim tulisan, inilah saatnya melengkapinya dengan rangkaian kata yang hadir dari tarian jemari khususnya kedua jempol ini. Tring… maka tulislah semuanya dan menjadi tulisan.
Sementara muncul alasan tentang ketertundaan menulis di minggu ini karena lebih berkonsentrasi dengan tugas – tugas yang bejibun eh begitu menumpuk ditambah dengan lebih menikmati ‘memancing‘ perhatian netizen youtube agar menjadi subsriber baru melalui tayangan under 60 detik di video short yang ternyata dengan algoritmanya menjadi suasana seperti memancing ikan di kolam deras. Ada waktu – waktu tertentu yang bisa mendulang penonton dan nambah pengikut, tapi disaat yang berbeda ternyata zonk. Mengasyikan juga kawan. Belajar ikhlas dengan dimensi yang berbeda, manakala perkiraan keberhasilan ternyata berbanding terbalik dengan hasil.
Namun tentu kembali kepada kita, itu adalah hiburan semata sebagai penyeimbang saja dalam rutinitas kehidupan sehari-hari. Selamat menikmati dan mensyukuri hari – hari kita. Wassalam(AKW).
KBB, akwnulis.com. Segelas plastik cairan hitam telah hadir dihadapan, lengkap dengan kepulan asap putih sebagai hasil pertemuan air panas mendidih dengan bubuk kopi andalan. Rasa panas menyeruak di dalam tenda komando ini, tetapi dengan hadirnya kohitala gelatik ini suasana ‘hareudang‘ menjadi ceria.
“Singkatan apalagi KOHITALA GELATIK?”
Oh itu, singkatan dari Kopi Hitam Tanpa Gula dengan Gelas Plastik. Sebuah sajian kopi darurat yang hadir di dalam trnda dapur umum yang menjadi pendukungan terhadap penanganan kondisi bencana yang terjadi di lapangan, yaitu kebakaran di tempat pembuangan sampah Sarimukti Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat.
Para relawan Tagana KBB yang juga merupakan Tagana Jabar berjibaku membantu pendukungan kegiatan ini dengan mendirikan dapur umum dengan tenda dari Dinsos Jabar serta membuat dan menguplai makanan minuman bagi petugas yang bekerja dengan jumalh 1.500 pak setiap kali makan dibawah koordinasi BPBD & Dinsos KBB selama 14 hari sampai dengan tgl 11 September 2023. Selanjutnya peran dapur umum diampu oleh BPBD provinsi seiring penetapan tanggap darurat di level provinsi untuk penanganan selanjutnya.
Sisa sisanya / Dokpri.
Kembali ke tema kopi, sudah jelas bahwa uniknya si kohitala ini adalah bukan hanya berbicara tentang rasa saja tapi banyak dimensi yang bisa kita gali dan menjadi bahan literasi. Pertama bisa dilihat dari sisi bahan baku atau bijinya, kedua bagaimana penyajiannya, ketiga siapa yang menyajikannya, keempat dimana kita menikmatinya dan kelima yang juga krusial adalah dengan siapa menikmatinya… ups agak sensitif nich hehehehe.
Maka tulisan singkat kali ini adalah masuk ke dalam poin keempat yaitu dimana kita menikmatinya. Karena dengan Kohitala Gelatik ini untuk poin pertama sudah jelas bahwa bahannya adalah kopi sachet tetapi dipilih yang tanpa gula. Poin keduanya sudah jelas penyajiannya minimalis dengan gelas plastik. Tentu ini patut disyukuri, gimana kalau disajikannya tanpa gelas? Langsung air panas ditumpahkan ke telapak tangan, atuh berabe gan.
Poin ketiga siapa yang menyajikannya, sudah pasti petugas tagana yang begitu mahir membuat aneka masakan menghadirkan makanan dan minuman yang enak lho, ngvak kalah sama rasa dan kelezatan makanan di rumah makan. Maka dilanjutkan poin keempat, ini yang menjadi titik tolak, dimana kopi ini di nikmati. Tentu berada di dalam tenda yang menjadi bagian dari dapur umum dinsos – tagana. Sebuah suasana berbeda dibandingkan ngopi di cafe. Tapi jangan salah kawan, kenikmatan sruputan, kenikmatan rasa kebersamaan dan senda gurau ala orang lapangan memberi nilai tersendiri yang tidak bisa diukur dengan angka.
Penyajinya gagah / Dokpri.
Bagaimana suasana lelah membuat masakan dan minuman, kericuhan pada saat jam makan, deadline makanan dan minuman tersaji dan terbungkus sempurna untuk segera disebar kepada petugas di lapangan yang berjibaku dengan hadirnya titik api yang baru agar mereka tidak kehausan dan kelaparan adalah cerita kebersamaan yang saling menguatkan ditemani sruputan kohitala gelatik sehingga harus minta tambah dua kali.
Maka kembali dalam tulisan ini, jangan takut untuk memulai menulis. Tulislah, alirkanlah rasa yang tersimpan dan simpanan yang terasa sehingga berbuah kata dan kalimat hingga akhirnya sebagian memori kita tersimpan dalam server berbeda yaitu sebuah tulisan indah yang sarat makna.
Sruput dulu gan, kohitala gelatik kedua.
Sruput dulu gan / Dokpri.
Lalu jika sudah tuntas menulis, sebarkanlah kepada dunia melalui media sosial kita, atau media sosial dimana kita bekerja. Banyak cara agar tulisan kita hadir di dunia maya. Bisa blog pribadi baik gratisan atau berbayar. Bisa juga mengikuti komunitas dan kolom netizen di beberapa media nasional ternama. Tapi ingat beberapa aturan mungkin berbeda, ya pelajari saja dan ikutu ‘role of the gamenya’.
Baiklah selamat memikmati pagi hari yang agak sendu ini, tapi mungkin nanti berganti ceria karena mentari sudah mulai naik di ufuk timur sana. Wassalam(AKW).