Diary Coffee 3

Catatan puisi ke-3 ku tentang Kerja-Kopi-Kerja.

Bolak balik order dopio
Juga tak lupa single espresso
Sambil diklat atau pas ngaso
Ngopi teruss hilangkan nelongso

Ikuti diklat modernisasi pengadaan
Jadi tantangan ditengah kesibukan
Ternyata penuh perjuangan untuk paham
Apalagi yang digunakan bukan bahasa awam

Untungnya mesin kopi setia menemani
Espresso dan dopio segera tersaji
Black coffeepun standby menanti
Diklatpun jadi penuh arti

Makasih LKPP dan MCAI
PWC membagi ilmu hakiki
Meski terkadang kernyitkan dahi
Karena bahasa asing jadi pengantar hampir tiap sesi

Berlari ke Hotel Horison ruang burangrang
Forum OPD bidang ESDM berkumandang
Nikmati kopi sambil berdendang
Kopi hitam enak dipandang

Disaat harus bergerak ke Kertajati
Mampir sesaat di rest area Cipali
Cobain Espresso-KFC se-sloki
Ngecash agar semangat kembali.

***
Beranjak menuju ibukota
Tugas lain membawa kesana
Berjibaku tentang sanitasi sebagai pokja
Agar jabar sehat terus berjaya

Senyum berseri di KA Priority
Membawa sebotol cold brew sejati
Kiwari farmer sajikan janji
Manglayang Karlina yang bikin pasti

Tiba di Gambir mencari kopi
Temukan pilihan di sudut kiri
Dunkin black coffee adem sendiri
Nikmati rasa tak perlu sensasi

Di Arya duta tugu tani
Cold brew kembali beraksi
Bersanding dengan espresso satu sloki
Tak takut dengan apa yang terjadi

Belum tuntas hilangkan resah
Karena ternyata harus berpindah
Akhirnya ke meja ini hijrah
Bersama kolam renang yang basah

Kembali ke ruang rapat, Kopi hitam ala panitia tersaji
Rasa sederhana tapi nambah lagi
Semua harus disyukuri
Barulah berkah menanti.

Minggu I-II Maret 2018 (AKW).

KOM 2018 & Gerbong baru.

Cerita singkat Lokakarya Kick off Meeting Program PPSP Nasional 2018

Bukan hanya alasan kemacetan saja jikalau pergi rapat atau acara lain ke Jakarta menggunakan transportasi Kereta api tetapi banyak benefit dan hikmah lain yang bisa didapatkan. Percaya khan?

Pertama bisa beristirahat apalagi buat yang tukang molor, cocok bingit, kedua menambah silaturahmi dengan berkenalan ke penumpang samping kanan kiri. Ketiga bisa menulis blog, ini mah buat yang seneng aja. Tapi sekarang tuh jamannya diary online, dari pada ngirim or broadcast tulisan orang lain mendingan share link blog sendiri. Karena tulisan orang lain bisa saja hoax, wajib tabayyun dulu (cek and ricek).

Keempat, bisa ngecash smartphone juga karena semua kelas gerbong dijamin masing-masung dapet colokan. Serta terakhir, bebas macet.

Apalagi klo dapetnya KA Gerbong Priority dijamin perjalanan lebih nyaman dan menyenangkan. KA Gerbong Priority apa itu?.. klik aja DISiNI.

***

Photo : Peserta teraktif sedang berbicara / dokpri.

Dari Stasiun Gambir ke Lokasi acara Lokakarya Kick off Meeting (KOM) Program PPSP Nasional 2018 di Hotel Aryaduta Tugu Tani bisa sambil olahraga jalan kaki. Keluar area stasiun gambir dan naik Jembatan Penyebrangan, turun dan berjalan sekitar 800 meter, belok kiri bangunan ke empat adalah lokasi lokakarya. Bisa sedikit olahraga sambil bekerja.

Tiba di tempat acara tepat waktu, isi absensi, dan diberi goodybag berisi bahan-bahan rapat trus cari meja dech. Ternyata Pokja Sanitasi Jabar hadir cukup lengkap, Setda-Bappeda-DisPerkim-Satker PSPLP. Alhamdulillah.

Nah… dengerin ceramah dan baca bahan sambil guyam gayem snack coffee break.…. gini ceritanya, Hingga akhir 2017 terdapat 485 kabupaten/kota di 34 provinsi yang telah memiliki dokumen Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota sebagai portofolio pembangunan sanitasi daerah, yang perlu didorong implementasinya meliputi 3 aspek penting yaitu : Regulasi, Kelembagaan dan Pendanaan. Tentu saja fokus implementasinya adalah untuk mencapai amanat RPJMN 2015-2019 yaitu pencapaian akses universal untuk sanitasi.

Maka rapat eh lokakarya dua hari ini dilaksanakan oleh Pokja Pembangunan Perumahan, Permukiman, Air minum, sanitasi (PPAS) Nasional melalui pengelola harian Program PPSP (Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman) mengundang seluruh pokja Sanitasi/AMPL provinsi seluruh indonesia. Wadduh jadi banyak singkatan geneeeh, tapi tetep kudu hafal dan paham, akhirnya masuk ruangan lokakarya lagi hingga hari kedua.

Ada juga istilah EHRA dan NAWASIS, tah panjangna Enviroment Health Risk Assesment dan National Water and Sanitation Information Services. Semuanya di atur oleh PMU (Program Management Unit).

Jadi beraneka singkatan itu belum seberapa karena masih ada ratusan singkatan lain yang harus dibaca, dibaca, diresapi dan dipahami.

***

Beberapa pemateri memberikan informasi, harapan dan berbagai tindak kreatif serta semangat pembaharuan yang bisa diduplikasi serta sedikit penyesuaian dengan budaya lokal.

Yang pasti beberapa materi yang perlu dipahami lebih jauh adalah ada regulasi dalam bentuk
Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 845/9287/SJ Tentang Pengelolaan Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman Tahun 2015-2019 di daerah yang di tandatangani pak Cahyo Kumolo tanggal 19 Desember 2017.

Poin penting tugas pemerintah provinsi untuk bidang sanitasi melalui Pokja AMPL/Sanitasi adalah KA3FS2.

Mau tau KA3FS2? Klik aja DISINI.

Trus yang moo dapetin materi-materi paparan tinggal unduh aja di ppsp.nawasis.info guys, cekidot.

***

2 haripun terlewati, tiba saatnya untuk pulang sambil memendam kerinduan. Anak cantik dan ibunya menanti disana.

Lagi-lagi Kereta Api menjadi pilihan, Argo Parahyangan Gerbong tambahan didapet via Traveloka. Ternyata itu rangkaian gerbong baru dengan tampilan joknya senyaman sofa dengan warna biru dan putih yang ceria sekaligus menentramkan.
Tepat pukul 17.02 wib bertolak dari Stasiun Gambir menuju arah Bandung, Cimahi kota tujuan. Wassalam. (AKW).

Peran Provinsi dlm Pembangunan Sanitasi

Peran Provinsi dalam pembangunan Sanitasi berdasarkan Surat Edaran Mendagri terbaru

Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 845/9287/SJ Tentang Pengelolaan Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman Tahun 2015-2019 di Daerah tanggal 19 Desember 2017 menjadi pedoman terbaru dalam pembangunan sanitasi di daerah.

Poin penting tugas pemerintah provinsi untuk bidang sanitasi melalui Pokja AMPL/Sanitasi adalah :

Pertama, Koordinasi yaitu mengkoordinasikan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan pengendalian dan evaluasi program dan kegiatan PPSP provinsi dan kabupaten/kota.

Kedua, Advokasi yaitu meningkatkan kesadaran, kepedulian, komitmen dan kemampuan berbagai pemangku kepentingan sanitasi di seluruh wilayah provinsi untuk turut serta dalam pembangunan sanitasi.

Ketiga, Advisory yaitu memberikan input strategis bagi pengembangan kebijakan, program dan kegiatan yang dibutuhkan Gubernur dan DPRD dan pokja AMPL/ Sanitasi atau pokja lainnya yang membidangi sanitasi kabupaten/kota dalam rangka meningkatkan kinerja pembangunan sanitasi.

Keempat, Fasilitasi yaitu membantu gubernur dalam perumusan kebijakan, pemberian bimbingan, arahan, pendidikan dan pelatihan terkait program PPSP baik kepada perangkat daerah provinsi maupun kabupaten/kota agar pelaksanaan program dapat mencapai target yang ditetapkan.

Kelima, Supervisi yaitu membantu Gubernur melakukan kegiatan pengawalan, pemantauan dan evaluasi untuk memastikan dan menilai pelaksanaan program serta kegiatan PPSP sesuai tujuan, sasaran, jadwal dan rencana daya serap anggaran yang telah ditetapkan sehingga apabila terjadi penyimpangan dapat segera melakukan tindakan korektif.

Keenam, Singkronisasi yaitu membantu Gubernur dalam menyelaraskan perencanaan dan penganggaran serta pelaksanaan, pengendalian dan evaluasi program dan kegiatan PPSP antar dan antara kabupaten/kota dalam provinsi sesuai dengan tujuan dalam sasaran yang ditetapkan pemerintah.

Dimensi Religiusitas vs PEE

Power of Emak-emak dan materi kultum ba’da shubuh di Mesjid Almuttaqien Gedung Sate.

Assalamualaikum Wr Wbr.

Cerita aah….

Photo : Dini hari di Bandung utara / Dokpri.

Dini hari sudah ngebut di balik kemudi, padahal waktu masih sangat luang, jam digital di dashboard masih di 03.45 wib. Tapi entahlah kenapa energi tersalur ke kaki begitu kuat dan otak mendukung dengan ucapan, “Meungpeung jalan lowong, tancaap boss!!!”

Pas belokan ke arah tol, ibu-ibu naek motor nggak pake rihting (baca : lighting), Cekiitt… mobil ngerem mendadak dan hampir hidung mobil memyentuhnya. Power of Emak-emak berlaku. Mobil terdiam sambil terengah dan menarik nafas lega karena tidak ada kejadian yang tidak diharapkan.

Ema itupun seyum dan lempeng aja melawan arus.. heu heu heu. Tapi jadi mengingatkan sama emakku sendiri, istriku dan anak perempuanku. Bahwa jangan egois dengan ngebut di jalanan yang lengang karena anak istri dan emak berharap keselamatan bagiku.

Sisa perjalanan menuju Mesjid Almuttaqien Gedung Sate bergerak normal dengan kecepatan sedang, ditemani dinginnya udara pagi yang terasa menyeliputi hati.

***

Shalat Shubuh berjamaah di Mesjid AlMuttaqien terasa syahdu penuh kekeluargaan, dilanjut dengan ceramah oleh Ustad DR. Aam Amirudin yang mengupas tentang Religiusitas atau Keberagamaan.

Dengan penyampaian yang jelas dan ringkas, terasa materi mengalir dan bisa lebih mudah dipahami oleh para hadirin yang sadar dan tidak ketiduran, bahwa terdapat 4 dimensi dalam Religiusitas, yaitu :

Pertama, The Involvement of Idealism.
Kedua, Ritual Involvement
Ketiga, Intellectual Involvement
Keempat, Involvement of Consequences.

Pertama, The Involvement of Idealisme adalah berkaitan dengan Keyakinan, meyakini sesuatu yang sulit atau malah tidak bisa dibuktikan secara empirik atau juga berarti diluar logiko-hipotetiko-verifikatif. Terus dari mana muncul keyakinan tersebut?.. hal itu melalui pendekatan Authority, yaitu mengutip ayat suci yang diyakini. Apa itu?.. adalah wahyu Illahi Alquranul Karim dan hadits Nabi Muhammad SAW.

Sebagai contoh apakah umat muslim yakin bahwa kehidupan di alam barzah itu ada?… tidak bisa dibuktikan secara empirik tetapi seluruh umat islam meyakini itu ada.

Kedua, Ritual Involvement. Dalam kerangka religiusitas terdapat dua keterlibatan ritual yaitu Ritual vertikal (Hablumminallah) dan Ritual Horizontal (Hablum Minannas). Nah Ritual Horizontal terbagi menjadi dua yaitu urusan dengan manusia dan urusan dengan alam.

Disini berbicara tentang komitmen dan disiplin serta berbagai tatacara ritual yang sudah jelas pada Alqur’an dan hadits. Termasuk yang menarik adalah Tata cara sholat, Sholat adalah Ritual vertikal yang diawali Takbir yang jelas urusannya dengan Allah SWT tetapi pada saat akhir sholat ditutup dengan salam yang jelas mendoakan kanan kiri kita yang jelas-jelas urusan sosial hablum minannnas.

Ketiga, Intellectual Involvement. Religiusitas harus didasari dengan pemahaman secara komprehensif. Karena tanpa pemahaman maka religiusitas dipertanyakan. Cara untuk paham adalah Fa’lan (pelajari), ayat Alqur’an pertama yang diturunkan adalah Iqro (bacalah).. bismirobbikalladzi kholaq…., jadi untuk meraih pemahaman perlu literasi dan ini memerlukan usaha terus menerus dalam jangka waktu yang panjang.

Contoh : seabad lalu rakyat jepang tidak suka makan ikan, tetapi sekarang mereka menjadi negara yang rakyatnya mengkonsumsi ikat terbanyak di dunia. Hal ini bisa dilakukan dengan edukasi literasi terus menerus.

Keempat adalah Involvement of Consequences. Yaitu adanya konsekuensi yang harus dihadapi dalam melakukan religiusitas, dimana tidak semua pihak akan senang dengan apa yang sedang dan sudah kita lakukan sesuai tuntunan ibadah dan muamalah dalam islam.

Kisah Lukmanulhakim pada Alquran dikala lukman dan anaknya membawa keledai menghadirkan pendapat dan anggapan yang berbeda dari beberapa kelompok orang. Begitupun disaat kita berperilaku jujur, belum tentu semua pihak menyukainya.

Dari keempat dimensi tadi maka semuanya harus dilakukan secara istiqomah atau konsisten sehingga menghasilkan religiusitas yang optimal.

***

Usai Ceramah shubuh bergegas menuju kantor dan masih memikirkan tentang 4 dimensi religiusitas versus power of Emak-emak. Yang pasti dicoba untuk selalu membaca termasuk membaca situasi, plus nggak boleh nyetir sembarangan, harus ingat PEE (Power of Emak-Emak).

Wassalam, Gedung Sate 120318 (AKW).

ÉsKaPé

Saripati Sosialisasi SKP 2018, semoga bisa menambah pemahaman dan kurangi kebingungan.

Assalamualaikum Wr Wbr, Selamat wayah kieu….

Photo : Ilustrasi kesibukan ASN Pemprov Jabar dalam salah satu rapat di Gd Sate/ Dokpri.

Jangan terjebak dengan judul guys. Ini bukan jenis minuman dingin dengan bahan dasar es, tapi sebuah aplikasi unik hasil karya pemikiran dan kontemplasi anak manusia yang di inisiasi oleh Badan Kepegawaian Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Sebuah langkah maju untuk menjembatani regulasi yang terbit yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011 Tentang Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil. Dimana merevolusi tata cara penilaian kinerja PNs versi DP3 yang harus terus naik setiap tahunnya. Dengan regulasi ini secara garis besar terdapat 2 hal besar yang berubah, pertama dari sisi format dan kedua dari sisi mindset.

Format penilaian terbagi menjadi 60% Sasaran Kinerja Pegawai termasuk Tugas Tambahan dan Kreatifitas lalu 40%nya adalah perilaku kerja diantaranya absensi kehadiran apel pagi, Pengajian dan shubuh bersama (khusus pejabat struktural) dari sisi kriteria Disiplin, kriteria Kerjasama, Kriteria Kepemimpinan, Kriteria Orientasi Pelayanan, Kriteria Integritas dan Kriteria Komitmen.

Penjabaran PP 46/2011 adalah Peraturan Kepala BKN No. 1 Tahun 2013 yang ditindaklanjuti oleh Gubernur Jabar dengan menerbitkan Peraturan Gubernur Jabar mengatur hal serupa…

Mengapa si Eskapé menjadi sangat penting?.. penting bingit untuk PNS atau ASN Pemprov Jabar dan ASN lainnya karena berhubungan sangat erat dengan tunjangan daerah yang diterima di luar gaji. Hitungan SKP ini yang menjadi dasar perhitungan berapa tunjangan daerah yang diterima, atau yang dikenal dengan TPP, Tunjangan Perbaikan Penghasilan.. brarti penghasilan belum baik ya hehehehe. Tapi istilah lain disebut dengan Tukin atau tunjangan kinerja.

Nah…. klo sadar tentang hajat hidup pribadi maka adanya aplikasi SKP online ini adalah tools bagi pada ASN Pemprov Jabar untuk melaporkan kinerjanya sesuai dengan konsep selp.. eh self assesment, alias isi dan nilai kinerja sendiri oleh diri sendiri, ajuin ke atasan. Klo ACC atasan maka meluncur otomatis ke Admin di Badan Kepegawaian Daerah untuk di verifikasi dan di proses hingga keluaranya adalah rekap per orang ya ng disampaikan ke BPKAD terkait persiapan pencairan tunjangan. Gampang Khan?…..

Ngomong-ngomong ACC, tau nggak singKatannya?….

Kami mah taunya klo di kertas disposisi atawa memo dunungan/bos ditulisnya ‘Acc‘ berarti oke dan setuju, pasti hepi tuh bawaannya. Tapi dari penerawangan ilmu cocokologi regional wilayah priangan, maka ACC itu singkatan dari ‘Aing Cepakatt Cepakaaat!!”

Hampura maksa lur….

Sebenernya itu terjemahan dari bahasa belanda dan bahasa inggris. Bahasa belandanya ‘accord‘ atau akur atau sepakat, dan bahasa inggris dari kata ‘Accepted‘ yang artinya diterima. Versi bahasa latin juga ada, yaitu dari kata “accedere‘ yang berarti juga menyetujui*).

Kembali ke cerita awal tentang aplikasi SKP, maka nasehat buat diri sendiri dan saudara saudari ASN Pemprov Jabar :

Yuk mulai sekarang belajar melaporkan secara rutin sesuai jadwal yang tertera di Website dan yang lebih penting adalah melaporkan sendiri, sekali lagi MELAPORKAN SENDIRI terutama pejabat struktural ya punya kewajiban menilai bawahannya. Untuk sekarang, dua waktu pengisian SKp via onlen yang wajib di ketahui dan dipedomani, yakni :
1. Tgl 1 – 10 jadwal pengisian SKP Online.
2. Tgl 1 -12 jadwal penilaian atasan

Jadwal selanjutnya proses, ada jg mekanisme banding dan keberatan serta revisi hingga akhirnya tuntas sesuai harapan.

Mengapa menjadi penting untuk mengisi olangan?

Karena dengan pola SKP ini kita secara objektif dapat melakukan pelaporan aktivitas kita apa adanya.

Karena secara objektif dapat menilai kinerja anak buah dari berbagai sisi, baik berupa prestasi kerja juga perilakunya, seperti disiplin, kepemimpinan untuk kaderisasi, dedikasi, integritas yang dapat dituangkan secara angka serta berakibat langsung terhadap nominal tunjangan yang akan diterima. Akan dapat dibedakan mana staf yang rajin dan mana yang malas, mana yang berjiwa kepemimpinan dan mana yang jiwa bawahan wae.

Serta sebagai pejabat struktural bisa menolak ajuan pelaporan online jika dirasa tidak sesuai dengan kenyataan. Otomatis anak buah harus memperbaiki ajuan tersebut.

Karena satu hal yang prinsip, bahwa bekerja itu bagian dari ibadah kita. Termasuk melaporkan kinerja pribadi plus menilai bawahan secara objektif. Sehingga tunjangan yang kita terima setiap bulan adalah rejeki yang penuh keberkahan. Amiiin Yaa Robbal Alamiin.

Buat yang pengen tau aplikasi pelaporan kinerja secara online atau yang mudah lupa tinggal ketik aja skp.jabarprov.go.id dan ikuti petunjuknya.

Cara masuknya tinggal ketik NIP dan password kita, klik… beres dech.

Gampang atau susah?

Itu kembali ke niat kita, jikalau mau belajar dan mau mengikuti petunjuk, sangat mudah menggunakan aplikasi SKP ini hanya saja perlu punya modem internet khusus supaya tidak terganggu pada saat input data.

Udah ah, gitu dulu ya. Selamat beristirahat. Wassalam. (AKW).

*)gustaafkusno dlm kompasiana.com

Coffee KPBU sesi 1

Segelas Espresso dan segelas lagi Dopio, balikin mood dan semangat lageee… Go pengadaan BUP KPBU hari ke1.

Datang agak sedikit terlambat untuk mengikuti diklat di hari pertama bukan karena malas atau sengaja telat, tapi musti hadir di acara rapat yang lain. Yakni Sosialisasi tentang SKP Online 2018, kenapa ini penting? Karena berurusan dengan hajat hidup dan kinerja bulanan… penasaran?.. Klik aja Sosialiasi SKP Online 2018.

Sekarang moo ngobrolin dulu diklat atawa pelatihan tentang Pengadaan dalam proyek KPBU.

Terus terang aja, pas dateng ke tempat pelatihan langsung dengerin fasilitatornya nyeritain bla-bla-bla.. tentang pengadaan KPBU… loading brow… melongo bingung tapi tetep kobe (kontrol beungeut) kayak yang ngarti hahay.

Setelah perlahan mengumpulkan pangacian.. eh konsetrasi, sambil buka-buka bahan yang ada di meja.. tapi kok beda ya?… clingak clinguk larak lirik… ternyata itu handout sesi satu, sementara yang dibahas udah masuk sesi II…. pantesaaaan. Kebayang nggak?.. udah mah bingung, baca bahannya beda… makin gelaaaap dech.

Untungnya sekarang jaman canggih, selama nggak fakir kuota atau wifi connected… amann, tinggal manfaatkan jempol menari di keyboard smartphone… cari regulasinya… nggak pake menit, dalam itungan detik segera muncul peraturannya yakni Peraturana Kepala LKPP No.19 Tahun 2015 Tentang Tata cara Pelaksanaan Pengadaan Badan Usaha Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha Dalam Penyediaan Infrastruktur.

Jreng….. tebel euy. Tapi musti dipelajari, khan pengen pinter.

Ya udah baca-baca dech, tulisan mini di layar smartphonepun dibaca pelan-pelan sambil dengerin fasilitator yang pembahasannya sudah masuk ke materi teknis.

Ternyata pantesan loli alias loading lila, karena otak ini masih mencoba mempelajari solicited dan unsolicited yang merupakan tahapan persiapan KPBU, sementara pelatihan sekarang sudah masuk ke sesi tahapan transaksi KPBU… ampyun dech.

Tapi jangan berpikir dulu transaksi itu seperti dagang eh jual beli yang berarti sudah nego-nego harga, tapi transaksi itu adalah tahapan kedua dalam KPBU yang merupakan rangkaian kegiatan Pengadaan Badan Usaha Pelaksana, penandatanganan perjanjian KPBU, dan pemenuhan pembiayaan Penyediaan Infrastruktur oleh Badan Usaha Pelaksana (Ps1.5).

Nah klo yang ada di pikiran tadi baru Tahapan awal yaitu tahapan persiapan KPBU, merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/Direksi BUMN/Direksi BUMD selaku PJPK yang menghasilkan antara lain Pra Studi Kelayakan, Rencana Dukungan Pemerintah dan/atau Jaminan Pemerintah, Penetapan Tata Cara pengembalian investasi dan Pengadaan Tanah untuk KPBU (Ps1.4).

Mulek we tah….

Untungnya kepusingan itu terobati oleh… sajian kopi yang berkelas. Memang bukan manual brew, tetapi dengan tampilan mesin yang relatif meyakinkan dengan pilihan untuk black coffeenya ada espresso, dopio dan offcourse black coffee.… alhamdulillah ngembaliin mood nich.

Sebenernya si mesin juga bisa bikin latte dan cappuchino tapi khan beda aliran… jadi bolak balik espresso dan dopio udah kerasa keren banget. Enak dan gratisss…. Thx LKPP & MCAI.

Ya udah itu dulu ya pren. Ntar dilanjut, Sekarang moo dengerin materi dulu tentang Prakualifikasi Pengadaan KPBU. Ciaoooo.

Crown Hotel Bandung, 060318. (AKW).

BIJB Ngajomantara.

*diajar deui nyerat sajak sunda.

Hariring peuting ngaguligah dina rasa
Ngaronghéap teu numbu rupa
Hiji ngimpi hayang jadi nyata
Miboga karya keur kamajuan tanah sunda.

Tanah pasundan nu urang saréréa
Aya bagja ogé waspada
Sagala nyampak pinuh mangpaat
Tapi aya sakolébat nu tacan kebat

Gunem catur teu matak ibur
Macangkrama nangtukeun pola
Ngadu élmu ngumbar jajatén
Ngawangun bandara kudu bisa

Sanés ukur mung cicaheum leuwipanjang
Tapi wangunan wedel nu langkung pirang-pirang
Pikeun patalimarga warga sa dunya
Bari numpak kapal udara

Bandara Husein tos heurin usik
Nusawiru nembé ngarintis
Kukituna…
Para inohong laju ngawangkong
Kotrat kotrét badami neang bongbolong

Dikawitan ku Gupernur Bapak Dani Setiawan
Dugika danget ayeuna, 2 periodé bapa Ahmad Heryawan
Impénan sajorélat deui janten kanyataan
Bandara agreng nu bakal mitembeyan

Kertajati ngajadi bukti
Majaléngka ngaréka mangsa
Ciayumajakuning sajatina ngadalingding
Jawa barat beuki ngaronjat

NKRI mingkin ngajadi
Patalimarga lancar antar nagara
Tanah sunda lain ukur carita
Tapi jadi jugjugan saalam dunya

Munggah haji teu tebih deui
Kantun ngajugjug ka kertajati
Muru mekah madinah di tanah suci
Neang pahala oge rido ti Gusti nu maha suci.

Écagkeun kabutuh séwang-séwangan
Silih suluran silih rojong
Ngamumulé jiwa gotong royong
Supados ngawujud naon nu dipikahoyong

Hayu urang silih rojong
Sareundeuk saigel sabobot sapihanéan
Pikeun ngawujudkeun Bandara kareueus urang saréréa.

Ihtiar ukur saréat
Urang saréréa tangtos tihothat
Tapi takdir dina panàngan Allah nu Maha Kuat
Sumerah diri ka gusti unggal ngarénghap

Hatur nuhun Yaa Allah nu Maha Suci
Mugi ieu pamaksadan tiasa ngajadi Hatur nuhun kasadaya pinisepuh
Ogé para pajabat nu tawisanna masih ampuh

Hatur nuhun anu kasuhun
Hampura bilih aya kecap nu bala
Laku lampah kirang merenah
Ogé panampian nu kirang tumaninah

Pung…. ngapung ngajomantara
Ngabelesat maratan dunya
Ngalayang mapay kahayang
Mawa bagja jeung kareueus urang sunda

Boga bandara internasional kartajati
Nu jadi bukti cinta sajati
Ti Pamarentah keur rahayat ieu nagri
Pemprov Jabar mugi walagri.

‘Pung…
Pung geura ngapung
BIJB ngajomantara..
Pungggg…..’

*Hurip BIJB….* (AKW).

Moal jalir kana jangji
Insyaalloh sinareng ridho Gusti
BIJB ngapung sasih mei*)

*)Tambihan ti Teh Anita.

Pertolongan tak terduga.

Suntuk dan kecewa itu manusiawi, ikhtiar tiada henti yang menjadi nilai hakiki dan Doa sebagai senjata utama.

Terik mentari membakar bumi di siang yang penuh janji. Beberapa kali harus bolak balik melewati lapangan upacara yang sekaligus halaman kantor tempat berkarya dan mengabdi. Berjalan cepat kesana kemari demi menghadiri dua acara rapat ditambah satu sesi diskusi.

Photo : Peserta Nego yang tak sampai kata sepakat /Dokpri.

Hingga akhirnya bel jam istirahat berdentang, memberi secuil harap untuk rehat sejenak dari kesibukan yang telah diawali sejak pagi tadi. Belum lagi hati masih sedikit sakit eh… dongkol, karena di komplen oleh bos besar di acara rapat kedua karena dianggap tidak kompeten dalam melakukan negosiasi… sial bingit… mimpi naon tadi malem.

Untungnya support dan aneka candaan dari bos lain bisa meredam luka ini… ahiw segitunya… bukan luka sih.. cuman baret baret tapi perih pas kena air…..ternyata di komplen di forum rapat itu nyesek bangeet. Terasa hati mengeras tapi nelangsa, ingin meneteskan air mata takut disebut cengeng padahal… hanya mau membasuh bola mata yang terlalu lama dipakai melihat rentetan dosa… hahaw mellow.

“Nggak bisa nego lo..”

Nggak bakat jadi negoisator kamu..”

Ah terngiang kembali teriakan dan omelan yang menyasar mental memukul perasaan. Bangkitkan gusar hadapkan kegamangan.

Sedih?…. pasti.

Kecewa?… iyaa.

Trus lu mau gitu terus?…. euh ya enggak lah.

Diskusi sengit di dalam rongga otak membangkitkan semangat. Memberi secercah harapan dan sekuah keinginan, ingin bisa nego sama pihak lain

Pengen bisa menyampaikan tujuan dan ajakan kepada pihak lain tanpa terasa menggurui apalagi memerintah, ow gampang-gampang susah.

Moo nyari buku ke Gramedia atau Togamas udah nggak bakalan sempet, googling macet karena wifi di kantor internetnya lagi ‘under maintenance’ akhirnya pasrah saja dengan kenyataan. Sementara satu negosiasi lagi harus dihadapi sore ini.

Waktu terus berlalu seiring nafas memburu. Sementara diri ini semakin galau karena makin dicari eh makin susah tuh teori negosiasi ditemukan. Akhirnya kembali kepada kepasrahan kehadirat Illahi Robbi, Allah Azza Wazalla. Tengadah tangan meminta berpadu dengan wajah tertunduk, berusaha khusyuk berdoa.

*****

Ternyata takdir kehidupan sulit ditebak, hingga tamu datang, aku masih kelu khawatir salah ngomong salah ucap sehingga nego-negonya merugikan pihakku atau malah tidak bernego alias batal. Duuh… gimana nich….. itu lamunan yang makin menekan rasa ini.

Tiba-tiba ada yang nyolek pinggangku, “Pak kenapa wajahnya kusut banget, nggak seperti biasanya?” Kakek tua tukang taman di kantor menyapa… tumben.
Berceritalah dengan lancar, masalah besar yang dihadapi dan akan segera tiba beberapa menit lagi.

Kakek tua tersenyum, “Gampang itu mah pak, kebetulan kemarin baru mudik dari Cianjur. Ini aja digayem (dikunyah) sambil baca Alfatihah. Insyaalloh pertemuan sore ini lancar.” Sebuah komentar ajaib dari sang tukang beberesih taman yang selama ini jarang ngobrol. Paling cuman menegur sambil berbagi senyum. Tangannya menyodorkan 5 butir manisan buah.

“Hatur nuhun Ki” Tak banyak bertanya karena waktu udah mepet. Segera 5 butirnya masukin mulut hingga bejubel. Dikunyah tergesa-gesa, terasa manis dan sedikit rasa asam yang menyegarkan. Tidak lupa baca Alfatihah sesuai anjuran kakek tua tadi.

Amazing….. Pertemuan sore itu berhasil gemilang. Negosiasi lancar, pihak tamu merasa nyaman dan bos besarpun tertawa lebar mendengar hasil dari kesepakatan.

***

Adzan magrib berkumandang sesaat raga ini masuk kembali ke ruang kerja. Tidak ada suasana lelah karena berganti riang dan satu map berkas kesepakatan. Case closed.. alhamdulillah.

Photo : Manisan buah Lobi-lobi yang menyegarkan / dokpri.

Penasaran dengan manisan buah yang diberikan si Aki. Segera search di jagad maya, tak sulit menemukan buah ajaib penggugah semangat negoisasi, yaitu buah Flacourtia Inermis atau disebut juga Batoko plum… dan nama gampangnya adalah buah Lobi-lobi… heuheuheu.

Disclaimer : ini hanya tulisan fiksi ya gan. Tapi bener loh, manisan lobi-lobi cocok pisan dinikmati sebelum nego dengan pihak lain. Dijamin lobi-lobinya lebih lancar. Wassalam. (Akw).

Tubruk hingga Tosca Coffee

Disaat rasa pusing melanda di perjalanan, kopi pahit adalah obat mujarab. Dari tubruk hingga manual brew bikin harimu jauh dari kelabu.

Pagi gerimis di stasiun Cimahi tidak menciutkan nyali untuk tetap melangkah pergi. Masuk ke gerbong ekonomi Argo Parahyangan yang akan mengantarkan diri memenuhi janji untuk bersua dengan seseorang di seberang depan Taman Suropati dan satu lagi di bilangan Epicentrum Jakarta.

Sesaat kemudian sang ular besi bergerak dengan gemeretak dan desisan panjangnya. Meliuk dan bergerak cepat melahap rel yang mulai menanjak selepas daerah padalarang. Setelah duduk tenang di kursi penumpang, mencoba pejamkan mata sebentar saja. Sayang, mata tak mau terpejam karena diganggu beraneka pikiran yang terlintas di kepala tanpa jelas tujuannya.

Yang pertama pasti kangen sama si kecil yang tadi masih terlelap pada saat ayahnya harus berangkat dan juga ibunya. Meskipun sudah coba dibangunkan dari mimpinya tapi si kecil hanya memicingkan sedikit mata belo-nya, trus bobo lagi. Ya sudah ditinggal dengan bisikan lembut di telinga mungilnya, “Assalamualaikum.. ayah berangkat dulu.”

Kedua, so pasti urusan kerjaan. Meski pasukan ada beberapa yang ‘jaga warung’ , tapi tetep aja direction jarak jauh berlaku, jangan sampai melenceng dari rencana.

Ketiga, misi keberangkatan ke ibukota menjadi penting karena akan berkonsultasi tentang sesuatu yang strategis dan menjadi konsentrasi kebijakan baik pusat dan daerah terkait pembiayaan infrastruktur.

Wuih serius pisaan…..

Soalnya makin bingung baca regulasi, ya udah tanya sana sini terutama lembaga yang nerbitin regulasi itu. Tapi sorry sobat, konten konsultasinya nggak dibahas disini yaa… Ntar dibuat di laporan resmi dengan sebutan ‘Telaahan staf’ …. disini dibahas pusingnya aja hehehehe.

Cara terbaik mengurangi atau menghilangkan keruwetan di dalam kepala ini nggak terlalu rumit. Tinggal mau bergerak… eh berdiri dulu, trus jalan melewati koridor tengah dari 2 gerbong penumpang hingga tiba di kompartemen makan minum.

Melangkah sambil agak goyang-goyang jaga keseimbangan hingga akhirnya 2 gerbong terlewati. Ahaa…. kompartemen makan pas kosong, bisa duduk dengan nyaman dan order ‘Obat penghilang keruwetan’ yaitu…. segelas kopi pahit, titik.

Ya meskipun dapetnya kopi hitam tubruk tanpa gula, cukuplah untuk sesaat menenangkan jiwa mendamaikan pikiran sambil mencecap cairan hitam panas dengan penuh kenikmatan… Alhamdulillah.

Tiba di Gambir disambut sapa sopan supir Grab yang langsung standbye di pintu selatan. Tanpa basa basi membawa kami menuju tempat konsultasi yang pertama.

Seiring detik terus berdetak, 2 tempat konsultasipun sudah dijabanin. Bersua dengan teman-teman baru yang langsung akrab serta memberikan motivasi dan solusi serta berbagi kreasi agar kita terus bekerja dan lakukan aksi. Pertemuan pertama di sekitaran Taman Suropati berjalan lancar, begitupun pertemuan selanjutnya di bilangan Epicentrum penuh keakraban. Meskipun sebelum sampai lokasi ada sedikit salah belok hingga grabnya terdiam karena tiba-tiba mentok di daerah Imperium. Maklum kurang konsentrasi, mustinya Epicentrum eh salah jadi Imperium.

Tuntas berkonsultasi, kembali ke Gambir untuk nebeng lagi sama sang Argo Parahyangan agar bisa berkumpul kembali dengan keluarga tercinta di rumah yang penuh warna dan drama.

Di stasiun Gambirlah bisa bersua dengan Reza dan Richard sang Barista muda dan Iman di Cafe Tosca. Cafe simpel yang memberi sajian membahana, pilihan lengkap bagi pecinta black coffee ataupun coffee artnya dengan liukan ganas lukisan rasa diatas permukaan mocachino dan cappucino. Peralatan manual brew mulai dari Hario V60, Kalita hingga aeropress hingga mesin kopi yang standbye untuk sajikan espreso dan dopio…. Yummy dech.

Tanpa membuang waktu, Reza segera memproses manual brew Kalita dengan Ethiopia bean. Sebuah proses yang menarik, seperti yang mengada-ngada pake kertas filter segala, 28 gram menjadi panglima begitupun grinder di level 4 menjadi nyata. Suhu 90 derajat celsius mewakili kesempurnaan rasa berpadu dengan teknik blooming dan brewing yang penuh akurasi maka tersaji segelas ramuan hitam penuh sensasi. Itulah sensasi proses manual brew yang penuh misteri serta beraneka makna… lebaay dech.

Seruput pertama di coba oleh sang Barista sebelum siap disajikan kepada sang Penikmat. Alasannya sederhana, “Khawatir rasa tidak sesuai asa ataupun kalau beracun maka sang Barista yang akan terkapar pertama.”

……Ah bisa ajah. Yang penting adalah segera sajikan manual brew Ethiopia versi kalitanya… aromanya sudah menyambar ujung hidung dan disaat perlahan dikumur dan diteguk maka rasa body mediumnya dapet dan low aciditynya plus sedikit sweet memberi kesan lapang dan nikmat.

Hanya 3x teguk, tandas sudah sajian pertama. Yang selanjutnya dijajal adalah bean Tolu Batak. Tetap dengan teknik manual brew kalita yang disajikan apik oleh sang Barista Tosca Cafe. Mau tau rasanya?… lebih nendang bro. Bodynya strong dipadu acidity medium, aroma jelas berikan suguhan keharuman yang mendamaikan.

Sruput… jleb…

Srupuut… mmmmmm… Yummy

Nikmat dan nikmat pisaaan..

Tapi ternyata pesta kecil ini harus bubar karena sang Argo Parahyangan tak mau kompromi dengan keterlambatan. Siapa yang telat ya ditinggal. Segera bayar sesuai sajian kenikmatan dan …..

“Kereta Argo Parahyangan jurusan Bandung telah tersedia di jalur dua…!!”

Kembali panggilan membahana, membuat kaki mempercepat langkah dan pamitan kepada sang Barista yang sebenernya sudah siap-siap di depan mesin kopinya untuk wujudkan double espresso andalannya.

Ciao… selamat bertemu di lain waktu. Wassalam. (Akw).

Godaan Homudako

Godaan jumat pagi menjadi dilema antara tugas dan hepi-hepi hura.

“Satu…”
“Dua…”
“Tigaaa…”

E.. e.. eee Bang Jono.. kenapa kau nggak pulang pulang”…

Teriakan instruktur berpadu serasi dengan celoteh Saskia gotik, berbalut dengan musik cep-acep-acep yang menggugah semangat peserta aerobik pagi ini. Gerakan badan atraktif dan terkadang liuk kanan liuk kiri memaksa keringat untuk segera melewati pori dan mengucur deras.

‘…Apa salah dan dosaku sayang?…’
…. Cep…. acep… acep.

“Ini terakhir… cara tuk dapatkan kamu.. jika ini gagal khan kuracuni diriku..” Suara Nella Kharisma dengan Jaran goyangnya makin memanaskan pagi di halaman kantor yang luas ini.

Ingin segera merobek batik dan celana kain yang mengungkung badan ini. Mengganti dengan stelan baju olahraga plus sepatu, berlari lalu bergabung dengan mereka. Turut bergoyang ikuti irama.
…jumat pagi ceria.

Lanjut lengkingan ‘Sayang’-Via Valen makin mengukuhkan niat untuk segera berubah adibusana dan ber-geol bersama.

Tapi….

Eit… tapi nanti dulu. Otak memperingatkan raga dengan susah payah agar terbebas dari hipnotis musik yang tersalur dari soundsystem yang menggetarkan seantero area gedung sate.

“Ingat kawan, jangan tergoda dengan rayuan maut Homudako (house music dangdut koplo) itu. Target nota dinas dan telaahan staf yang kemarin dibahas harus tersaji segera!!!”

Raga terdiam tangan terkulai, cemberut sambil memandang otak yang tetap siaga dengan ceramah selanjutnya, ragapun mengalah. Duduk, nyalain laptop, mainin mouse dan buka ‘File Explorer‘. Nggak usah rumit nyari-nyari karena di ‘recent document’ masih terpampang gawean yang pake nama ‘draft telaahan staf.’

“Namanya juga telaahan staf, maka staflah yang buat” Sebuah bisikan halus melunakkan hati yang masih terbelah karena musik aerobic yang menggemaskan ini.

Sekarang giliran Ayu Tingting dan Cita Citata yang menggoda lewat suara, tapi sekarang agak tenang dan rayuan mereka disalurkan ke jari jemari ini agar terus menulis di keyboard laptop meskipun pinggul tetap tak tahan untuk ikut bergoyang.

Tapi otakpun berbaik hati untuk membantu berfikir dan menelurkan kata demi kata sehingga terjalinlah kalimat formal yang bisa menjadi bahan pimpinan untuk mengambil keputusan.

Akhirnya setelah berdamai dengan kenyataan, berbekal ikhlas nggak ikut bergoyang karena deadline bikin telaahan staf terasa pikiran lebih adem dan nggak bete lagi. “Semoga minggu depan bisa ikutan bergoyang.”

Diiringi ‘Surat Cinta Untuk Strala’-Virgoun dan Dia-nya Anji pada sesi pendinginan, berarti tak lama lagi aerobik akan berakhir . Jemari inipun sibuk sedang finalisasi tugas dinas ini, agar segera di print untuk segera disuguhkan dan dinikmati ke bapak bos.

Ternyata berdamai dengan kenyataan itu menyenangkan.

“Hanya saja kok di pikiran terus berkumandang Homudaku..???.”

Wasaalam. (Akw).