KBB, akwnulis.com. Bahan yang diseduhnya bukan bahan yang mahal, terkadang malah hanya serpihan-serpihan. Sehingga di tempat asalnya disebut minuman sampah atau wedang uwuh, karena bahan yang disajikan seolah sisa-sisa atau sampah….itu hanya tampilan awal saja.
Padahal ini adalah minuman herbal kearifan lokal yang memiliki daya guna manfaat yang ajib buat tubuh juga menenangkan pikiran bagi peminumnya lho…. khasiat jamu tradisional hadir disini.
Bahannya biasanya terdiri dari rimpang jahe, serutan kayu secang, kayu manis, cengkeh, daun pala, batang sereh dan juga daun jeruk plus gula batu.
Jadi lengkap sudah manfaatnya baik yang sederhana sebagai penghangat tubuh, juga mengandung banyak anti oksidan…. malah bisa sebagai menu diet ketat… tiap laper minum ini, dijamin cepat mengurus xixixi….
Nah… tulisan singkat nggak penting ini ngemodal 10ribu dan dapet sajian segelas wedang uwuh yang ciamik, berpadu padan merah merekah dengan nyala api bersumbu minyak dan bunga segar, hadirlah sebuah adegan elegan yang layak ditampilkan.
Jangan lupa setelah memotretnya, upload dan….. maka tiba saatnya raga menikmati dengan menyeruputnya sekuat tenaga….. srupuuuuut… srupuuut…. suegeerr… hangaat. Hatur nuhun, Wassalam(AKW).
***
LOKASI : Cafe Hawu Kebon, Jl. Kolmas No. 305 Kertawangi Kec. Cisarua KBB 40551
CIREBON, akwnulis.com. Memeras otak dan mencurahkan perhatian dalam suatu forum pertemuan harus didukung oleh phisik yang prima dan suasana hati yang nyaman. Meskipun kenyataannya sering tidak sesuai, ada kalanya hati nyaman dan siap berfikir… eh tapi phisik lelah… jadi ajah lemot nggak bisa mikir.
Begitupun sebaliknya, disaat raga bugar sebugar-bugarnya tetapi hati sedang rapuh maka beresiko emosional atau baper (bawa perasaan) menghadapi perdebatan yang terkadang hadir dalam suasana tegang dan saling menyerang atau bertahan (dengan kata-kata yaa… bukan dengan jurus beladiri)… jikalau harus bersilat, cukuplah lidah yang bersilat… namanya silat lidah hehehe.
“Trus gimana klo situasinya lagi baperan atau pusing dengan tekanan kerjaan sementara meeting tetap harus dilaksanakan?”
Ini butuh treatment tertentu, ada penyeimbang dan pendamai perasaan yaitu dengan rehat sejenak dan tarik nafas panjang sambil sedikit memejamkan mata dan mengingat Allah Subhanawataala…. jangan lupa, cari tempat rehat yang nyaman dan tenang… seperti kali ini.
Tempatnya luas, pemandangan yang tersaji adalah kerlap kerlip lampu kota udang cirebon serta pilihan menu makanan dan minuman yang bervariasi.
Karena judulnya rehat jadi tidak memilih makanan berat, cukup kudapan dan minuman yang cenderung sehat. Maka jatuhlah pilihan kepada sajian teh poci panas dan kelapa muda yang menjadi simbol dan nama restoran ini yaitu Kelapa manis.
Kudapannya terlihat tidak mengenyangkan yaitu stik tape, ternyata sajian segitu memang tidak mengenyangkan tetapi menenangkan.
Photo : Kelapa muda di Klapa manis / dokpri.
Urusan rasa dari minuman dan makanan yang disajikan cukup memuaskan, karena memang untuk makanan dan minuman hanya ada dua pilihan dari lidah ini, rasa enak dan enak bangeeet hehehe đđđ.
Nyam… nyam.. nyam, mulut mengunyah sambil berbincang dengan teman-teman seperjalanan, menapaki menit demi menit rehat, memberi kesegaran baru yang berguna untuk menyeimbangkan rasa dan konsentrasi bekerja.
Semangaaaat, begitulah sebuah dinamika bekerja, Wassalam(AKW).
***
Lokasi : RM Klapa Manis, Jl. Gronggong, Patapan Kec. Beber Kabupaten Cirebon Jawa barat.
KARAWANG, akwnulis.com. Senja hampir tiba disaat mata terpana karena di seberang kanan jalan ada sesuatu yang menarik yaitu tulisan ‘BREW ME‘….seduhlah aku dan kau kan nikmat, gitu katanyaaah…. langsung rem dan puter arah dech… ciiiiit….
Cafenya masih baru bangettt… coffeeshopnya baru 3 hari, hihihi…. tapi kalau cafenya udah 3 bulanan lebih katanya….. hayuuu mari dicoba.
Peralatan sajian manualnya lengkap, dari mulai rockpresso, corong V60, vietnam drip, dan kertas filter serta tentu… beannnya….
Ternyata yang ada terdapat 3 pilihan bean, gayo takengon, solok dan gununghalu…. ihhh ketemu disiniiih…. langsung pilih gununghalu untuk beannya…. lanjuuut.
Photo : Sang barista Mr Bong beraksi / dokpri.
Sang Barista Anthony Bong meracik dengan serius, komposisi 1 : 15 menjadi pilihannya dan panasnya 87° celcius menghadirkan sajian ciamik harum nan menggoda.
Body strongnya hadir menyegarkan suasana, memberi semangat baru setelah lelah berkutat seharian dengan angka dan barisan kata. Aciditynya eh keasamannya mencubit bibir adalah khasnya arabica gununghalu menerbangkan angan mudik ke kampung halaman serta rasa berry sebagai aftertaste menemani kenikmatan sruput kohitala sore ini… yummmy.
Metode 4-6nya Tetsu Katsuya, Juara Dunia Brewing 2016 dari jepang digunakan oleh Bong Sang Barista sehingga tersaji sajian ciamik seperti ini.
Pengalaman berharga di negeri Karawang ini semakin melengkapi cerita kopi eh ngopi di berbagai tempat (terutama) di jawa barat.
Photo : Dimsum & jasmine tea / dokpri
Menu lainnya banyak juga, tetapi karena targetnya adalah ngopi manual brew V60 maka sajian kopi arabica gununghalu ini sudah cukup…. apalagi ditambah dengan sajian dimsum dan jasmin tea… makiiin lengkap sudaaah.
Selamat ngopay kawan, dan selamat sore di hari ini, Wassalam(AKW).
***
Lokasi : Cafe BREW ME Galuh mas Citywalk Blok B no.19 Karawang, Jawa barat.
BANDUNG, akwnulis.com. Membuat konsep surat yang akan ditandatangani pimpinan adalah hal biasa, tinggal di konsep lalu ketik atau ngonsepnya di komputer dan segera di print….. lalu masuk tahapan pemarafan yang mengandung unsur aliran kepercayaan.
“Woahh aliran kepercayaan?”
Jangan kaget, maksudnya adalah proses pemarafan dari level pejabat struktural terendah hingga akhirnya pejabat yang berhak tanda tangan itu melalui proses parafisasi…. nah terkadang terjadi proses aliran kepercayaan… jadi nggak banyak dibaca lagi oleh pejabat yang memaraf karena ‘percaya‘ dengan paraf yang sudah ada…. padahal yang maraf sebelumnya juga nggak tuntas bacanya hehehehehe….. nggak ketang, ini mah dongeng di kantor lain ahaay.
Kembali ke cerita awal tentang pembuatan surat ini, maka terkadang dihadapkan kepada kejadian yang tidak biasa, yaitu pas setelah semua paraf lengkap dan tidak menggunakan prinsip aliran kepercayaan…. pimpinan yang akan tanda tangan sudah tidak ditempat karena harus pergi ke luar kota dengan segera.
Tidak ada pilihan lain…. kejaaaar.
Kebetulan pimpinan akan menggunakan pesawat dari bandara husein, maka ngebutlah kami membawa surat yang akan ditandatangani ini dengan menggunakan motor agar menghemat waktu karena siang hari sering terjadi kemacetan di berbagai titik di kota bandung…. lets go.
Alhamdulillah, pimpinan baik hati menanti kedatangan kami dan surat-surat dapat ditandatangani semuanya tanpa tersisa.
Nah… selesai menandatangani, sebelum kembali ke kantor, mata tajam ini melihat sesuatu yang menarik…. ada kedai kopi di area bandara yang menarik hati.
Tanpa basa basi, segera masuk, dan memilih menu yang tersaji…. woaah asyik pilihan menunya tidak hanya menggunakan mesin, tetapi manual brew v60 juga ada, alhamdulillah.
Maka pesanlah kopi arabica gayo wine yang menjadi bintang utamanya ditemani secangkir capucinno untuk rekanku yang sudah berjuang membonceng kami demi alasan mengejar waktu… padahal waktu tetap aja bergerak dan tetap 24 jam sehari.
Sajian gayo wine di cangkir putih begitu menggugah selera dengan keharuman khasnya… srupuut…. segerrr… aciditynya menyapa rongga mulut dipadu dengan body medium serta after taste citrun yang sedukit ninggal di pangkal lidah….
Photo : sang baristi beraksi / dokpri.
Begitupun panas airnya 86° celcius dengan komposisi yang tepat antara biji kopi dan air dirasa cukup memuaskan dahaga kopi yang beberapa hari ini terampas oleh kesibukan tak berujung.
Pelayannya ada 2 orang dan keduanya perempuan, salah satunya sang baristi yang meracik sajian tadi.. lupa namanya.
Bagi yang beredar di area bandara husein bisa menjambangi tempat ini klo mau ngopi, berlokasi di sebelah kiri dari pintu kedatangan internasional, namanya cafe Gayo Arabica.
Ternyata, mengejar tandatangan pimpinan tuntas dan bonusnya bisa ngopi kohitala berkualitas disini, Alhamdulillah. Wassalam(AKW).
BANDUNG, akwnulis.com. Agenda padat di hari jumat memang menyita konsentrasi dan harus bermental kuat, apalagi terjadi perubahan jadwal mendadak karena pimpinan harus mendampingi gubernur di acara lain, maka jadilah ‘sopir tembak‘, tetapi justru dari suasana sedikit tertekan inilah bisa hadirkan sebait dua bait pantun ‘agak maksa‘ sementara di siang hari acara lebih relax, dan inilah hasilnya :
A. Agenda 1, Rapat kordinasi sinergitas BUMD dg BUMN (PT PPA) menghasilkan pantun :
1. Dari garut ke nangkasuni
Bawa dorokdok harum kulit domba
Para direktur dan dirut BUMD hadir disini.
Rumuskan banyak hal termasuk forum, untuk kemajuan bersama
***
2. Ke Cikapayang memungut hati Hati yg terbuka dan yang benar2 bersih
Demikian rapat kordinasi hari ini
Atas kehadirannya, kami ucapkan terima kasih
***
B. Agenda 2, Rapat biro sekaligus lepas sambut pejabat struktural dan staf yang beralih tugas, maka ini pantunnya :
Ingin berenang di kantor sangkuriang Tapi ternyata tidak ada kolam renang
Yang pergi senang, yang datang riang
Merangkai prestasi kerja di masa depan gemilang
***
Terima kasih, have a nice weekend guys. Wassalam(AKW).
KOREA, akwnulis.com. Sebuah perjalanan kehidupan masih terbentang memanjang, sebuah keharusan bagi manusia untuk terus maju dan jalani tahapan demi tahapan seiring arus waktu yang tak mau menoleh kemasa lalu.
“Bolehkah duduk sejenak?”
Pertanyaan singkat yang akan hadirkan jawaban dengan berbagai perspektif.
Pertama, Sebuah jawaban yang akan melarang melakukan itu. Tetapi untuk terus bergerak dan bergerak karena kehidupan yang dianggap terbentang luas itu adalah juga diyakini sangat singkat. Sehingga duduk sejenak bisa berakibat terlepasnya momentum kesempatan sukses yang diraih sebagai fondasi kehidupan. Pokoknya manfaatkan seluruh waktu untuk bergerak, bersiap, bekerja tanpa jeda untuk meraih sukses di waktu yang terus mendera.
Kedua, Ada juga yang mendukung dengan duduk sejenak dan mungkin lebih lama. Dilanjutkan kongkow bersama kawan sambil menyecap minuman kesukaan yang penuh citarasa. Bertabur cerita absurd dan tawa bersama, menghentikan sang waktu sehingga duduk-duduk sejenak menjadi lebih dari sehari…. tapi tidak mengapa yang penting bahagia.
Ketiga, dari dimensi ini tentu menjawab bahwa berhenti duduk sejenak dalam rangkaian perjalanan panjang adalah sebuah hal yang wajar dan perlu dilakukan. Karena sebuah perjalanan butuh rehat untuk menyeimbangkan adrenalin pengejaran tahapan kesuksesan dengan ketenangan bathin, meskipun hanya menghela nafas sesaat sambil duduk dibawah pohon rindang keemasan… hmmmmm.. Alhamdulillah.
Tidak semua orang bisa rehat sejenak dikala meniti derasnya gelombang waktu, atau ada juga yang terjebak dalam pusaran kemalasan sehingga tak bisa (tak mau) beranjak dan terus berkutat dengan waktu yang stagnan. Maka keseimbangan itu penting kawan…
Satu lagi yang paling penting adalah rehat batin yang merupakan kewajiban Umat manusia kepada Tuhannya. Aku muslim dan kewajiban bersujud rutin dengan rumus wajib pada waktu tertentu 5x sehari dengan aturan waktu tertentu.
Sebuah kewajiban hakiki agar perjalanan hidup lahir dan batin meraih sukses bukan hanya di masa depan, tetapi sukses penuh berkah dalam setiap fase kehidupan, duia & akherat.
Duduklah sejenak, bertafakur atas perjalan hidup yang sudah dilalui dan persiapan untuk tahap selanjutnya. Jangan lupa jika waktunya telah tiba, bersegera ambil wudhu dan bersujud dalam shalat kita.
Mari bersyukur sambil mengingat perjalanan kehidupan di 2019 dan bersiap menyongsong penuh Optimisme di 2020 dengan peningkatan kualitas dan kapasitas diri terutama nilai ibadah sebagai hamba Illahi. Wassalam(AKW).
BANDUNG, akwnulis.com. Terkadang sebuah ungkapan yang hadir bertentangan dengan referensi di otak yang menguasai segala kosakata, tapi itulah indahnya bahasa yang tertuang dalam kucuran kata serta air terjun kalimat yang deras membasuh dahaga kekeringan asa. Selanjutnya mengalir membentuk aliran sungai cerita dan bermuara menjadi kumpulan buku cetak ataupun e-book serta mengisi relung arsip keniscayaan yang tidak hanya hadir secara kasat mata di hadapan dunia tetapi tersembunyi pada labirin cloud computing yang sementara disebut sebagai unlimited space…. besok lusa pasti ada batasnya karena itu buatan manusia, percayalah.
Maka jangan bingung membaca kalimat ini : .…Coklat itu antara kopi dan meja….,
jangan memaksa berfikir bahwa coklat itu adalah minuman coklat panas yang tersaji di cangkir saja, tetapi coklat juga adalah warna yang bisa menjadi bagian terpisah dari cairan penuh rasa… meskipun ada juga cairan coklat yang ternyata bukan coklat, seperti cikolomberan (air kotor di selokan – bhs sunda).
Coba lihat lagi photo diatas, warna meja dan warna permukaan kopinya juga coklat… eh bener khan?
Jadi kalimat tadi bisa menjadi relevan…. oke guys?..
Klo masih belum paham, santuy aja. pemahaman nggak serta merta, ada tahapan proses kok. Selamat bersenin pagi ceria, Cemunguuuut. Wassalam(AKW).
SUKABUMI, akwnulis.com. Pergerakan raga dikawal jiwa terus berlanjut meniti waktu yang tersisa. Jikalau kemarin adalah kota Garut yang menjadi pusat pergerakan, kali ini bergeser cukup melambung menuju kota sukabumi.
Selamat tinggal Kopi Harmoni& Kopi Luwak Banyu Alam, sekarang ternyata bersua dengan kopi Arabica Wine Java Preanger…. pasti kopi ciwidey, puntang, malabar atau manglayang… diantara itu dech. (Maklum lagi males tanya-tanya….)
Lalu tidak sengaja bertemu dengan pemilik cafenya dan berbincang sesaat tentang kopi di jawa barat.
Sambil menanti pesanan yaitu Kopi manual Arabica wine dan pisang bakar, maka laptop dibentangkan dan bahan rapat kembali dibaca….. awww pusingg, kembali bersua dengan sang angka yang senang sekali menari-nari di hadapanku dengan kepastian yang sulit dibantahkan.
Tak ada pilihan lain, baca dan bacalah. Urusan paham dan tidak, itu adalah hasil selanjutnya. Tetapi selama kita punya niat dan kemauan maka sang angka akan menjadi sobat setia sekaligus senjata untuk membongkar sajian konsep yang disusun berdasarkan tema besar ‘business as usual’.
“Silahkan Om, pisang bakar dan kopinya”
Alhamdulillah, sajian kopi hitam tanpa gula arabica wine ditemani roti bakar yang dipasang di nampan ijo ditambah topping coklat yang dibuat bergaris-garis memberi pesan kehangatan dan kenikmatan kali ini.
Sruputan pertama hasilkan sensasi rasa sesuai dengan biji kopi yang dipilih, acidity tinggi dan body medium cenderung high serta aftertaste berry yang cukup ninggal di pangkal lidah… dilanjutkan dengan cemilan pisang bakar yang sedikit tapi bikin penasaran dengan rasa panas hangat menggoda di dukung manisnya selarik topping coklat penyemarak suasana.
Sruputan selanjutnya tentu semakin menenangkan rasa, tak lupa mata tetap membuka halaman excel yang berisi angka-angka, semuanya bersinergi memberikan pemahaman baru tentang makna sebuah rencana.
Selamat menjajagi kehidupan yang penuh makna, Wassalam(AKW).
***
Lokasi : Ka Pe Ge Pe Jl. Siliwangi No.73 Kota Sukabumi WA 085219770221
GARUT, akwnulis.com. Setelah sesi kemarin dan hari ini adalah pembahasan angka-angka untuk masa depan, ternyata tugas selanjutnya sudah hadir membentang.
Jika sebelumnya berada di Hotel Harmoni Cipanas Garut dan bersua dengan Kopi Harmoni, maka sekarang bergeser menuju ruang Rapat di Banyu Alam Resort….. bersiap membahas angka-angka masa depan lagi…. adwaaaaww… cemunguutz eaaa.
“Apakah ada mood booster si hitam manis disinih?” (Maksudnya kopi yaa… jangan salah arti).
Mari kita lihat saja….
Setelah pamitan dengan wajah dan nada suara seriuss…. kami segera cussss….. next meeting location.
Nggak nyampe 5 menit udah tiba di lokasi meeting, dekat kolam yang diatasnya terdapat saung-saung villa penginapan.
Serasa dejavu, 4 tahun lalu pernah disini, meeting juga tetapi lembaga berbeda dengan pembahasan intensif tentang remunerasinya pengurus…. sementara sekarang adalah membahas rencana kerja satu tahun ke depan saja… tentu dengan lembaga yang berbeda pula.
Nah… disinilah bersua dengan penawaran tentang sajian ‘kopi luwak’ dengan banderol harga 35ribu saja per cangkir.
Langsung saja dipesan, dengan harapan bisa merasakan nikmatnya sajian kopi spesial.
Nggak pake lama datanglah secangkir kopi, bonnya dan lengkap dengan bungkus kopi yang sudah terbuka…. ya khan isinya udah diseduh.
“Tapi kok dibungkus sachet gini ya?” sebuah tanya menyeruak di dada, dan dikala menjadi sebuah kata, jawaban pelayannya adalah, “Memang sudah di bungkus perpaket Om”
Ya sudah, agak sanksi sih…. tapi moo gimana lagi.
Sebelum disruput sudah menjadi SOP untuk diposekan dulu… dan korban kali ini rekan kerjaku Mr H menjadi sukarelawan untuk berphoto memegang cangkir kopi luwak banyu alam dengan latar belakang banner kopi luwak… jepret!!.
Lalu baru sruput….
Hei rasanya standar, ada sih sedikit aciditynya tetapi tidak signifikan, body medium dengan aftertaste yang lempeng dan tidak muncul rasa berry atau khas kopi luwaknya… tapi yaa lumayanlah dibanding kopi sachet warungan.
Beres nyruput kopi luwak, langsung masuk ruang rapat dan memulai pembahasan angka dengan ketat. Semua semangat serta berkutat dalam coretan angka yang mendekati akurat, juga sesekali terlihat pengurus menyeka keringat padahal AC terpasang di dinding dengan kuat.
Ngopay dan sedikit bersantay… sebelum kembali berjibaku dengan segala macam kerjaan.
Photo : Ngopay & Nonton Ngojay / dokpri.
GARUT, akwnulis.com. Pembahasan angka-angka prediksi tahun depan terus bergulir hingga tadi malam. Tak kalah dengan waktu yang semakin larut, pembahasan terus berlanjut. Terkadang hadir sebuah tanya, “Ngapain siih sampe.malem-malem begini bahas kerjaan?”
Tiada jawaban yang lugas, karena semuanya hadir dalam momentum yang pas. Tugas harus tuntas dalam waktu yang terbatas, jadi…. lanjuttt di gasss…..
Meskipun kekuatan phisik dan otak ada batasnya, …. jadi ada saatnya harus rehat sejenak menarik nafas dalam tenang tanpa ditekan oleh beban tugas yang ternyata tak pernah ada habisnya…. ya begitu resiko bekerja bro…. berbahagialah, diluar sana banyak orang yang memdambakan posisi kita, tapi mereka tidak bisa… jadi mari kita bekerja bersungguh-sungguh meskipun tidak lupa sedikit rilex adalah keharusann juga.
“Caranya?”
Aku sih gampang, keluar ruang rapat, menuju coffeeshop dan pesanlah sajian kopi hitam tanpa gula (kohitala)…. lalu cari spot skitar coffeeshop. Bisa nongkrong di bar atau di meja yang tersedia. Tapi pilihan kali ini berbeda, ngopinya dipinggir kolam renang yang diclaim airnya hangat… yaa hangat-hangat aiir kuku dech.
Jadilah rehat yang berkualitas, lumayan bisa mengurangi beban otak yang dibanjiri variasi angka realita dan forecasting setahun kedepan. Kopi yang dibuat dengan tubrukan perlahan ini adalah arabica garut (ceunah kata pelayannya)… lumayan acidity khas garutnya hadir…. srupuuuut.
Setelah itu beranjak menuju kamar dan menyempatkan mandi sebelum rebahan hingga tertidur hingga hari pagi.
Photo : Ngopi & Meeting / dokpri.
Esok hari diawali sarapan dan basa-basi, maka dimulailah meeting finalisasi. Pertemuan tertinggi bagi lembaga ini, mengusung tema optimis realistis maka angka yang disajikan naik turun tipis-tipis. Tidak lupa kopi arabica wine papandayan mendampingi dalam cangkir putih bersih berseri.
Selamat berdiskusi angka prediksi dengan berbagai asumsi, yang pasti akhirnya semua harus diputuskan dalam bentuk legalisasi. Wassalam(AKW).