TMC Coffee & Things BIJB

Nyari kopi di bandara Kertajati.

MAJALENGKA, akwnulis.com. Menikmati liukan warna pastel nan lembut yang menaburi motif megamendung menjadi pertanda bahwa raga ini sedang berada di bandara kebanggaan jawa barat. Apalagi disaat kepala menengadah melihat ke atapnya maka terlihat motif bulu burung merak raksasa yang nyata yang hadir sebagai pembeda.

Itulah salah satu pemandangan yang terpampang, menyambut kehadiran calon penumpang pesawat di bandara internasional jawa barat atau lebih dikenal dengan sebutan Bandara Kertajati, karena memang dibangun di kawasan kecamatan kertajati kabupaten majalengka.

Sebuah kebanggaan menyeruak, rasa senang dan syukur hadir bercampur aduk. Meskipun bukan siapa – siapa, tetapi raga ini bolehlah mengaku pernah bersentuhan dengan beberapa momentum jatuh bangunnya bandar udara ini.



Apalagi sekarang melihat pemandangannya dan suasana ini begitu menyenangkan. Konter tiket menyambut kehadiran para calon penumpang yang akan bergerak dan diterbangkan ke berbagai tujuan di pulau – pulau nusantara. Apalagi dengan gencarnya promosi multi pihak dengan tagar #betterkertajati semakin yakin bahwa bandara ini akan maju dan berjaya.

“Akang sedang ngapain di bandara?”

Sebuah pertanyaan sederhana yang perlu dijawab dengan paripurna. Mau menjawab karena akan segera cek in lalu boarding disalah satu pesawat, padahal enggak. Mau bilang cuma jalan – jalan di sekitar bandara, kayaknya orang juga nggak percaya. Tapi itulah drama dunia, terkadang dengan satu pertanyaan sederhana mengingatkan kita akan makna hakiki perjalanan manusia di dunia.


Sudah jelas khan berada di bandara, nenteng tas koper dan di saku sebelah kiri tersembul kertas putih agak tebal dengan ciri ujung kanannya adalah logo maskapai penerbangan. Jelas itu sob. Tetapi tentu dengan dibaluti adat pasundan yang lemah lembut dan penuh kesantunan. Maka jawaban senyuman seimbanglah yang hadir dan anggukan kepala perlahan menandakan persetujuan atas pertanyaan tadi.

Tapi selain fungsi bandara sebagai tempat naik dan turun atau turun dan naik pesawat tentu ada hal penting yang harus dituliskan disini. Kodenya TMC Coffee & Things.

“Pasti urusan kopi lagi ya kang?”

Betul sekali tentu berkaitan dengan sikopihitam kohitala (kopi hitam tanpa gula) menjadi hal utama dalam website pribadi ini. Meskipun tentu kebanggaan terhadap bandara kertajati ini tetap utama. Maka bertemu dengan tempat ngopi yang asyik di dalam bandara kertajati adalah kesenangan tersendiri. Lokasi berada di sebelah kiri ujung dekat ke toilet dan mushola bandara di area keberangkatan. Jadi bisa didatangi sebelum cek in atau setelah cek in untuk mendapatkan tiket.



Otomatis non penumpangpun bisa akses guys, tenang saja. Nama cafenya itu tadi yang disebut diatas yakni TMC Coffee & Things. Maka cara terbaik adalah datangi dan pesanlah kohitala (kopi hitam tanpa gula) sesuai menu yang ada.

Maka sajian menu yang pertama sebagai pengganti manual brew V60 adalah colddriftnya dari cafe ini. Rasa dinginnya begitu nikmat menenangkan hati yang sedikit panas karena suatu sebab.

Lalu sajian kedua adalah cafelate bergambar dedaunan yang berusaha keras dibuat oleh sang barista tapi akhirnya tetap saja gambar daun yang hadir sebagai penerus rasa.



Setelah 2 sajian kopi ini dinikmati, maka perlahan tapi tergesa menuju arah petunjuk selanjutnya. Ada 3 pilihan, pertama menuju toilet karena kebelet lalu kedua adalah bergegas ke pintu area boarding dan ketiga balik kanan menuju gerbang keluar dan pergi dengan kesedihan hati.

Kalau pembaca mau pilih yang mana?.. silahkan tulis di kolom komentar ya. Wassalam (AKW).

NGOPI ATAU TIDAK?

Ngopi dan tidak ngopi, menyisakan rasa dan keihlasan

CIMAHI, akwnulis.com. Semangat tinggi menuju kantor dan selalu berusaha berfikir optimis karena itulah modal dasar kita sebagai pelayan masyarakat yang tentunya akan dijalani bukan 1 atau 2 tahun tetapi puluhan tahun, ya minimal 30 tahun menjadi abdi masyarakat. Dimana salah satunya adalah yang memberi motivasi itu adalah seduhan kopi manual di pagi hari dari biji kopi aranica honey dari cisurupan garut yang menggugah selera dengan keharuman hakiki.

Kok tahu sih harumnya yang hakiki?”

Tentu mengetahui dengan gamblang karena dua hari yang lalu sudah membuka bungkus kopinya dan merasakan keharuman biji kopinya. Apalagi pada saat di giling, keharuman semakin menyeruak dan selera sruput kopi semakin menggila, aslina mang.

Sayangnya prosesi penyeduhannya gagal karena di dera oleh agenda kegiatan yang bertubi – tubi dan malah berlapis seakan raga ini sebaiknya dikloning saja sehingga bisa hadir di dua tempat berbeda dalam waktu yang sama. Akhirnya pilihannya sederhana, salah satu dikorbankan untuk tidak dihadiri atau pontang – panting di dua agenda tentu dilengkapi drama nafas tersengal dan dada terasa berat karena naik turun tangga adalah jalan tercepat.

Maka pagi ini setiba di area kantor, langsung parkir sepeda motor lalu bersegera menuju ruang kerja. Eh lupa, helm dicopot dulu atuh, baru bergegas kembali. Dengan semangat tinggi menuju ruang kerja dan melewatinya karena target utama ruangannya di belakang sana yakni dapur bersama.

Tapi, itulah kehidupan. Sebuah harapan besar dengan optimisme yang nyata terpaksa berhadapan dengan keadaan yang berbeda. Biji kopinya ada, air panaanya sudah siap, bejana kaca dan kertas filter manual brew V60 juga bersiaga. Hanya saja corong V60nya tidak berjumpa, tidak ada batang hidungnya.

Kemanakah gerangan dikau, corong v60ku?”

Mata dan tangan bekerjasama mencari – cari corong V60 ini tetapi nihil kawan. Akhirnya terpaksa mencoba melakukan penyeduhan kopi tanpa menggunakan corong. Tentu ujung – ujung kertas filternya berusaha dipegang serta oleh jari jemari yang sudah tidak sabar menikmati keharuman kopi ini.

Air panas yang sudah berada di teko stainless kecil dan kopi arabica bubuk sudah siap untuk bersentuhan. Maka pelan – pelan air dituangkan dengan tangan kanan dan tangan kiri seluruh jemarinya memegang pinggir kertas filter V60. Seduhan pertama masih aman dan biji kopi hasil gilingan bertemu dengan air panas menghasilkan hubungan ekstraksi yang saling menguntungkan.

Pada seduhan kedualah ujian kesabaran terjadi. Air panas yang mengenai kukit jemari tangan kiri secara reflek membuat jemari melepaskan cengkeramannya pada kertas filter V60. Akibatnya kertas filter, bubuk kopi dan air sisa yang sedang berekstraksi jatuh ke dasar bejana kaca yang seharusnya menjadi penampungan akhir kohitala.

Sesaat termenung menatap kegagalan menyeduh kopi manual kali ini. Ketidakhadiran corong V60 menjadi kendala utama. Meskipun perlahan mencoba dipaksakan ternyata tanpa kehadirannya hasil akhirnya gagal total. Sebuah pemaknaan dari langkah kehidupan, dimana satu unsur tidak ada, harus dipikirkan dulu untuk mencari penggantinya sesuai SOP yang ada. Jangan paksakan karena akan berakhir dengan kegagalan.

Selamat tidak sruput kopi dulu kali ini kawan, belajar bersabar karena ternyata agenda kegiatan harian telah menyeringai dan mengintai. Tidak ada pilihan lain, ikhlaskan kegagalan dan bersiap hadapi tugas dan kenyataan. Wassalam (AKW).

Catatan :
Biji kopinya Arabica Natural Aceng Cisurupan Garut.

BEDA 1 HURUF, BERESIKO.

beda satu huruf ternyata berakibat fatal.

CIGANJENG, akwnulis.com.  Semilir angin siang yang hangat dan memberi raga cepat hadirkan keringat tidak mengurangi semangat untuk menuangkan kata menjadi kalimat yang bisa menjadi penguat. Apalagi ternyata ide menulis dihadirkan dari buah pembicaraan dengan seorang kawan, cerita sehari-hari yang bisa dibuat sebuah cerita singkat yang memiliki arti.

Kali ini ide cerita hadir dari perbincangan dengan rekan kerja sekaligus pegawai senior di kantor yang memiliki banyak pengalaman dalam kehidupan. Salah satunya adalah diskusi tentang sebuah kejadian yang dialami bersama pimpinannya di masa lalu.

Ide ceritanya ditangkap dan coba ditulis ulang atau reka cerita tentu dengan kemasan yang berbeda dan genre bahasa sunda sebagai bagian dari cara penulis melestarikan bahasa ibunda. Maka jadilah fulisan ini. Secara ritual pribadi, tulisan ini masuk dalam frame fiksimini basa sunda atau fbs. Jadi setelah tuntas menulis dibawah 150 kata, langsung di publish di grup tertutup FB. Maka dinamika komentar dan like menjadi penanda respon semuanya. Tapi di grup ini pure bahasa sunda. Lalu untuk di publish di blog pribadi ini, perlu ditambah kata – kata dan cerita latar belakangnya.

Inilah ceritanya :

# MIHEULAAN #

Kijang pasagi bulao kolot nyemprung meulah patalimarga di wewengkon parungpanjang. Uing nyekel setir, di gigireun dunungan diuk ngilu nempokeun mobil jeung motor nu piligenti diliwatan, panonna meuni awas.

Uing mimitina teu jero teuing nincak gas tèh, sabab bisi dunungan bendu. Maklum kakara nyupiran dunungan ka luar dayeuh, biasana ukur sakuliwek lembur. Ngaroris sawah atawa nganteur ka hèleran.

Tapi geus sababaraha kali, dunungan ngagorowok, “Piheulaan Jang, bes!” Mimitina mah palaur, tapi asa dibere sumanget, gas didedetkeun. Miheulaan ti kènca atawa katuhu, dunungan seuseurian.

Teu kaop jalan rada lempeng, dihareup aya treuk kontèner gè, pasti ngagorowok, “Bes!!… bes!!”

Langsung pindah gigi, gas ditincak, setir rada ka katuhu. Cuusss, kijang nyemprung di katuhu. Lèok deui ka kènca, asup jalur. Gas deui.

Bes!!”
Langsung miheulaan ti katuhu, cus.

Bes!!”
Miheulaan deui, dunungan seuserian bungah.

Bes!!” Rikat miheulaan.

“Beus.. beus.. beus!! Dunungan ngagorowok, uing ngagas.

Jebrèd!!.. poèk.

***

Cerita pendek atau super pendek ini berjumlah 147 kata, jika tidak percaya silahkan hitung saja. Ada beberapa respon terkait tulisan ini adalah anggapan bahwa merupakan tulisan yang belum tuntas alias bersambung.  Padahal itulah titik keindahan dan gaya menulis fiksimini yang disetting sedemikian rupa sehingga di akhir cerita bisa memberikan persepsi makna berbeda.

Inti dari cerita ini adalah model komunikasi sederhana yang secara tulisan hampir sama alias mirip padahal maknanya berbeda. Yaitu kata ‘bes‘ dan ‘beus‘ mari kita cermati.

Kata pertama, bes. Itu mengandung arti perintah atau saran untuk bergerak lebih cepat untuk menyalip kendaraan yang ada di depan, tentu dengan perhitungan yang tepat. Biasanya kombinasi antara keahlian dan nekat hehehehe.

Kata kedua, beus. Itu artinya bis, kendaraan besar yang bisa mengangkut banyak penumpang dengan ukuran bis besar atau bis 3/4. Karena kemiripan sebutan itulah sehingga cerita fiksimini sunda tadi hadir.

Akhir cerita ada kata kunci, yaitu ‘jebrèd‘ dan ‘poèk‘ yang artinya berarti terjadi peristiwa benturan dan pandangan gelap dari pengemudi yang sekaligus pencerita. Apakah benturan dengan bis atau benturan dengan tebing untuk menghindari tabrakan dan bisa juga kendaraan berbenturan dengan pohon, itu adalah persepsi dalam sebuah cerita.

Hikmahnya adalah berhati-hatilah diperjalanan. Awali bepergian dengan membaca doa agar selamat di perjalanan hingga tujuan dan kembali ke rumah semula. Saat mengemudi kendalikan emosi dan tetap patuhi rambu – rambu lalu lintas. Selamat beredar kawan, Happy weekend, Wassalam (AKW).

NANGTUNG – fbs

Nuju kitu teh kieu…

FIKMIN # NANGTUNG #

Sabot leungeun katuhu napel dina tarang, panon mencrong lempeng ka hareup. Dina jero saku kènca, saku nu hareup hapè ngageter, sigana aya nu nelepon.

Tegak grak!” Sora komandan upacara nitah nurunkeun posisi hormat. Leungeun turun kana posisi nangtung istirahat.

Geus kitu, ngalèngkah saetik ka hareup ngadeukeutan mic. Rèk biantara dina raraga upacara. Mimitina bubuka jeung puji syukur ka Gusti nu murbeng alam.

Pas asup kana tèma upacara, hapè dina calana ngageter deui. Atuh konsèntrasi ruksak, sabab geterna hapè tèh meuni pas pisan kana tarang baga. Mimitina biasa ngan lila-lila asa ngeunaheun, aya nu hudang.

Ngomong geus pabeulit, antara gètèk jeung ngabahas integritas. Tapi kudu ditahan nepika upacarana lekasan. Samenit asa sataun, kèsang nyurulung tandaning bingung.

Bèrès upacara gura – giru balik kanan, perwira upacara nyambut baru laporan. Uing ngajawab hormatna tuluy rurusuhan ngalèos ka jero kantor. Di jamban kantor karèk bisa nenangkeun manèh, sanajan nu ieu mah nangtung kènéh. (AKW).

NULIS LAGI, JANGAN KALAH OLEH KESIBUKAN.

Sibuk? itu biasa.
menulis? harus bisa…

CIMAHI, akwnulis.com. Dilihat dari hasil tulisanku dalam  2 minggu belakangan ini terlihat kemerosotan alias jumlah tulisan menurun yang diposting di blog atau website pribadi ini. “Apakah bisa diartikan dengan produktifitas menurun?”

Jawabannya jelas IYA, kalau melihat dari sisi hasil tulisan sederhana, ringan dan terkadang kocak atau malah sedikit menakutkan karena mengangkat cerita urban legend yang sebagian besar memang penulis alami. Seperti tulisan tentang RUMAH DINAS dan WASTAFEL.

Tapi setelah ditelusuri dengan jadwal tugas dan pekerjaan yang menjadi kewajiban harian sebagai pelayanan masyarakat, fungsi kordinasi dengan berbagai pihak serta mengikuti aneka rapat, dirasa tidak ada yang berubah kok. Tapi sebentar, ada rasa penasaran yang ingin melihat kembali aktifitas kegiatan harian dalam 1 – 2 minggu ke belakang.

Ternyata ada 2 hal yang mungkin membelokkan semangat menulis dan upload tulisan di websiteku itu adalah penugasan pelatihan online dengan model pembelajaran mandiri dan keasyikan juga ‘ngoprek’ media sosial satu lagi yang ternyata mengasyikkan juga karena ada tantangan dari setiap tingkatannya.

Pertama penugasan diklatnya memang berbeda dan lebih canggih, ya seperti diklat – diklat kekinian yang menggunakan pola modul online dan berbagai prasyarat spesifik sebelum kita bisa masuk dalam pelatihan tersebut. Termasuk harus upload sertifikat kelulusan diklat dasarnya untuk bisa mengikuti diklat lanjutan ini. Perkenalan, pretest serta pembelajaran wajib dihadirkan via online dan video youtube terbatas yang harus ditonton tuntas tanpa bisa dipercepat. Lalu di beberapa segmen youtube tersebut diselipkan kuis yang harus dijawab dengan benar untuk melanjutkan menonton youtube pembelajaran tersebut.

Ditambah dengan setiap sesinya ada kertas kerja yang harus dikerjakan dan diupload serta kuis yang harus mendapat nilai 100, baru bisa next level. Sementara tugas sehari-hari di kantorpun bejibun. Ya karena pembelajaran online sehingga bisa dilaksanakan di kantor. Ternyata cukup menantang bin pabeulit, akhirnya ya pekerjaan rutin dulu dilaksanakan sehingga diklatnya keteteran dan melanjutkan pembelajaran di rumah di malam hari, wuih sungguh menantang sekaligus menguras energi untuk menulis di http://www.akwnulis.com kesayangan ini.

Kedua yang menjadi tantangan kesibukan dalam 1 – 2 minggu ini adalah mulai akrab dengan mbak META di platform FBpro atau facebook pro yang juga menantang karena banyak tugas yang harus dikerjakan untuk naik level ke jenjang selanjutnya. Seru juga bisa nambah teman – teman di seantero jagad, harus upload reels secara terukur dan mengusung originalitas. Jadi yang penasaran dengan Akun FBpro diriku, bisa masuk ke laman facebook dan search saja ‘andriekw’, insyaalloh segera ketemu. Sebagai pengalaman baru bermedia sosial tersebut ada 3 kata atau kalimat yang begitu populer yaitu Amanah, R to R dan polbek.

Maka minggu ini berusaha kembali menyeimbangkan diri dalam sisi produktifitas pribadi. Kalau urusan urusan pekerjaan tidak usah dibahas, jelas itu target dan kewajibannya. Kalau urusan religiusitas, tidak perlu juga dimunculkan sudah ayat berapa kita mengaji hari ini. Tapi terkait tentang menulis dan membuat konten di media sosial memang perlu kembali diseimbangkan.

Apalagi sudah muncul beberapa pertanyaan terkait tentang tema kopi yang dianggap agak berbeda dengan beberapa postingan belakangan ini yang random diluar kopi. Tenang saja kawan, ada hal teknis yang secara kebetulan membuat kejarangan menikmati Kopi hitam tanpa gula manual brew V60 karena dalam 1 minggu terakhir stok kertas filter v60nya habis dan sekarang masih menunggu kiriman dari pembelanjaan online.

Selamat beraktifitas di hari minggu ini, jangan lupa maksimalkan waktu bersama keluarga karena esok hari kesibukan pekerjaan sehari-hari akan menyergap kita kembali. Wassalam (AKW).

GENDONG ANAK

Gendonglah selagi mau.

CIMAHI, akwnulis.com. Setelah shalat shubuh dan mandi pagi, ada ritual harian yang besok lusa akan menjadi kenangan. “Apa sih rutinitas itu?” Sebuah aktifitas sederhana kok, hanya menggendong anak kesayangan untuk berpindah dari kamar sebelah ke kamar kami untuk persiapan mandi pagi.

Cara gendongnyapun khusus seperti menggendong bayi meskipun sekarang sudah hampir berumur 8 tahun tepatnya 7 tahun 8 bulan. Otomatis butuh hati – hati karena sang anak sudah bukan bayi lagi, sudah besar dan berat. Timbangan badannya yang terakhir adalah 42,5 kilogram. Cukup lumayan untuk olahraga angkat beban setiap pagi di hari kerja.

Ih udah besar ade, bangun sendiri atuh”
“Kasian ayahnya berat tuh, ntar pinggangnya sakit”
“Manja banget sih, segede gitu masih gendong bayi – bayi”

Banyak komentar berseliweran, tapi anaknya cuek bebek dan menanggapi dengan senyuman plus kedua mata merem lagi, nikmat pisan.

Pagi inipun kembali menunggu digendong ayah dengan gaya bayinya, padahal sudah bangun sebenernya disaat adzan shubuh tadi berkumandang.

Satu hal yang dirasakan dan dimaknai oleh penulis adalah sebuah ungkapan sederhana. Ungkapannya adalah mumpung anaknya masih mau dan suka digendong ayahnya. Karena waktu akan bergerak dengan ritmenya dan tak terasa akan hadir momen bahwa anak perempuan kesayangan ini tidak mau lagi digendong gaya bayi yang rutin dilakukan setiap pagi.

Urusan berat badannya terus meningkat sih tidak masalah selama raga ini masih kuat mengangkat atau membopongnya untuk berpindah kamar dan bersiap untuk mandi pagi lalu shalat shubuh. Ikhtiar sederhana dari seorang laki-laki yang menjadi ayah kali ini semoga memjadi bagian tak terpisahkan dalam mengantarkan anak perempuan ini menjalani, menikmati dan mensyukuri kehidupan dunia dalam kesalehahannya serta memiliki bekal lengkap dalam menghadapi akheratnya, nanti.

Selamat pagi, eh selamat malam untuk semua pembaca. Jangan lupakan bahwa hal – hal sederhana dalam keseharian kita itu senantiasa berbalut makna. Wassalam (AKW).

DIBATURAN – fbs

Tulisan ringan berbahasa sunda, nggak ngerti ya DM atau japri..

CIBEBER, akwnulis.com. Seiring waktu bergerak menapaki sabtu malam, ternyata dalam 2 minggu ini ada sedikit perbedaan dalam hasil karya sederhana berupa tulisan dan sejumput makna. Terlihat bahwa tulisan yang hadir rutin adalah sebait pantun harian dilengkapi ilustrasi gambar yang mungkin relevan serta ditampilkan di media sosial dalam bentuk postingan reels baik di facebook juga di instagram.

Sementara sebuah janji menggunakan bahasa ibunda yaitu bahasa sunda dalam menuangkan ide dan cerita agak terhenti dalam dua minggu ini. Maka dalam semarak malam minggu ini jemari kembali menari dan berusaha hadirkan cerita singkat 150 kata berbahasa sunda yang lebih dikenal dengan FBS, fiksimini basa sunda.

Inilah ceritanya….

***

FIKMIN # DIBATURAN #

Asa bayeungyang di jero tènda tèh, lalaunan Jang guru Didin kaluar. Leuleumpangan mapay tènda barudak nu geus jarempling, sora kèrèk wè patembalan. Jugana carapèeun geus acara jurit malam.

Nempo ka posko pembina, katingali Guru Dadang keur uplek ngobrol. Tapi rèk ngadeukeutan tèh asa wegah. Mending ngadaweung sorangan bari nempo sungapan Ciawitali nu caina umpal – umpalan.

Pak guru punten diwagel” Sora Jang Dodi mahasiswa magang nu ngiluan perjusami ieu ngagareuwahkeun. “Aya naon Dod?”

Saèna bapak ènggal ka tènda, margi palih kènca bapak aya nu nyarengan” Dodi ngaharèwos, bari ngodeuan tong ningali ka kènca. Tapi kalah ka panasaran, lieuk ka kènca, gebeg. Aya pocong sadua-dua, nyèrèngèh.

Guru Didin tibuburanjat muru ka tonggoh, kana tènda pembina. Bari babacaan sabisa-bisa.

Sup ka tènda pembina, kaciri aya dua urang geus ngaguher. Guru Didin reugreug aya batur. Lalaunan ngagolèr gigireunna. Pas nempo beungeut nu keur kèrek, geuning Jang Dodi jeung babaturanna. “Ari tadi saha?”

***

Seperti biasa jika para pembaca tidak atau kurang paham maknanya karena berbahasa daerah, ataupun memang agak bingung dengan jalan cerita yang singkat ini maka jangan ragu tanyakan saja di kolom komentar atau japri via WA plus DM di Instagram, insyaalloh dilayani dengan segera. Tentu dengan catatan, pertanyaan atau pesan yang relevan.

Selamat bermalam minggu ya, baik yang semarak bersama keluarga tercinta ataupun sendiri menikmati denting waktu yang tak pernah berhenti. Wassalam (AKW).

KOPI OBAT AWET MUDA???

Catatanku tentang mencoba gaul dengan filter medsos.

BANDUNG, akwnulis.com. Beberapa hari yang lalu disaat membuka akun tiktok dan berselancar menikmati postingan random di tiktok ada salah satu postingan yang ramai dan menggunakan filter video yang mengubah wajah menjadi jauh lebih tua. Mungkin sudah lama filter ini ada, tetapi ide ketertarikan untuk menggunakannya itu baru hadir di kepala.

Keseruannya itu karena mayoritas yang menggunakan dan memposting video singkat plus age filter ini menggunakan konsep teatrikal. Maka ramai sekali penggunaan filter age atau umur menua ini termasuk berbagai momentum sedih bagi seseorang yang tidak bisa bersua dengan mendiang orang tuanya karena telah meninggal semasa mereka kecil.

Nah trend terbaru filter umur ini lebih kepada seru – seruan dengan tema hampir senada yaitu video wajah sedang beraktifitas tapi lupa nyalain filter umurnya, maka terpampanglah wajah keriput tua. Lalu hadir ekspresi kaget panik bin reuwas dan segera pijit layar smartphonenya agar kembali ke wajah sebenarnya yang kinclong menginclong bak habis perawatan wajah.  Maka akhirnya tertawalah atau minimal senyum dikulum melihat tingkah orang – orang dalam video yang tersaji.

Karena sebenarnya yang menggunakan posting ini menampilkan sebagai seseorang yang sudah tua dan asyik video selpi lalu kaget karena age filternya lupa di nyalakan. Nah setelah dinyalakan maka wajahnya berubah mulus dan muda.

Padahal sebenarnya wajah aslinya berada di posisi tengah – tengah. Artinya sang pengguna filter video ini wajahnya sudah dewasa tetapi belum masuk lansia yang penuh keriput dan wajah tua atapun pada saat filter di klik jadi mulus, segar dan muda tapi diantara posisi itu. Maka tujuan utama ikut – ikutan menggunakan filter ini lebih kepada hiburan saja dengan tetap memegang teguh tema pribadi tentang seputar kopi.

Pengambilan videonya juga berulangkali gagal dan kurang pas videonya, tapi karena penasaran ya dicoba terus hingga akhirnya video super aingkat 17 detik ini tercipta. Tidak lupa di share di media sosial pribadi baik tiktok, facebook, instagram dan akun youtube @andriekw. Semuanya digunakan untuk menampilkan hasil karyaku hehehehehe.

Tapi sebelumnya tetap serius meracik dan seduh kopi denvan manual brew V60 dengan biji kopinya Arabica puntang honey. Setelah siap di gelas kaca kecilku, maka cating dimulai…

Take video… action !!

Tidak lupa pada saat share link video di youtube ini ditambah dengan pesan menggoda dan buat penasaran, ‘NGOPI BIKIN AWET MUDA, nggak percaya?.. niih linknya KLIK SAJA.

Tapi tentu harus bersiap – siap menjawab komentar dan juga pertanyaan dari para kolega yang akan beragam memberikan tanggapannya. Satu hal yang pasti adalah kopi tidak membuat kita awet muda, tetapi kopi bisa menjaga suasana hati kita tetap ceria untuk mensyukuri kehidupan yang penuh makna. Wassalam (AKW).

PANTUN HARIAN M3 Okt 2023

Kumpulan Pantun AKW di minggu ke 3 Bulan Oktober 2023.

CIMAHI. akwnulis.com. Sebuah kata dirangkaian beberapa ternyata bisa sedikit mewakili rasa yang sedang dijalani. Genre pantun menjadi pilihan kali ini, pantun sederhana. Namun jika setiap hari dibuat dalam format PANTUN HARIAN ternyata seminggu berlalu, lumayan juga minimal ada 7 buah pantun yang dihadirkan.

SENIN 161023

Menenun kain memakai kawat
Kawat berpegas nampak mengkilat

Hari senin penuh semangat
Awali tugas dengan niat yang kuat

SELASA – 171023

Makan laksa di pasar baru
Ada desahan semanis madu

Hari selasa penuh haru
Karena sebuah perpisahan yang sendu

RABU – 181023

Ibu – ibu mengangkat sapu
Sapu dilempar nyangkut di dagu

Hari rabu semangat menggebu
Tuntaskan tugas secara terpadu

KAMIS – 191023

Masak tumis sambil menangis
Rawit diramu makin meringis

Hari kamis begitu manis
Seperti kamu yang ceriwis dan humoris

JUMAT – 201023

Mang Mamat mengirim surat
Surat dibuka isinya undangan rapat

Bekerja semangat di hari jumat
Tuntaskan tugas secara cermat

SABTU – 211023

Ambil batu pake tangan
Batu dilempar nyangkut di dahan

Hari sabtu bentrok undangan
Akhirnya salah satu jadi pilihan

MINGGU – 221023

Beli Sagu dan sekarung beras
Beras ditanak dibungkus kertas

Hari minggu tetap bertugas
Jalani semua dengan Ikhlas

***

Beli sagu dan sekotak mentega
Campur tepung dan Semangkok gula

Hari minggu bersama keluarga
Nikmati kebersamaan yang nyata

***

Itulah kumpulan pantun harianku di minggu ke 3 Bulan Oktober 2023. Wassalam (AKW).

KULINER ACEH DI MEDAN

Menikmati Kuliner Khas Aceh tapi di Kota Medan. Kopi Aceh & Mie Aceh.

MEDAN, akwnulis.com. Segelas kopi hitam sudah hadir di hadapan, ditemani kepulan asapnya yang menggugah selera menandakan bahwa pilihan kopi panas seduh ini memang benar – benar panas. Jadi jangan terburu – burulah untuk meminumnya. Karena ketidaksabaran bisa  berakibat rongga mulut terkelupas atau bahasa sundanya momod, kalau nggak salah.

Jadi tarik nafaslah sejenak sambil melihat situasi yang ada. Jangan terlalu fokus pada satu hal saja, atau sajian kopinya saja. Tetapi banyak detail lain yang harus kita tafakuri dan disyukuri. Coba dongakkan kepala, lihat berkeliling. Bisa juga berdiri dan berjalan mondar mandir untuk melihat suasana sekitarnya yang dipastikan memiliki cerita. Cobalah….

Pertama tentu kopinya sesuai pesanan adalah Kopi Aceh, maka sudah jelas masuk ke restoran atau kedainyapun yang jelas – jelas ada acehnya. Meskipun tidak sempat bertanya banyak sama pelayannnya tetapi dari pernak pernik, daftar menu hingga peralatan membuat kopinya, jelas Aceh banget. Dikuatkan oleh Bang Angga Rujak yang menemani perngopian kali ini serta Teh Otit yang sangat bersemangat dalam perjalanan kuliner dimanapun beredar.

Kedua tentu selain asal muasal biji kopinya adalah cara pembuatannya yang menggunakan selarik kain panjang sebagai saringan dan dilakukan berulang – ulang tanpa tumpah padahal cairan kopinya terbang kesana kemari dalam prosesnya. Sehingga akhirnya dituangkan di gelas menjadi sajian kopi panas tanpa ampas yanv sudah hadir di mejaku ini.

Memang saking terpesonanya sehingga lupa tak bertanya tentang kehadiran gula. Akibatnya gula sudah tercampur meskipun sebagian masih tersisa di dasar gelas. Ya sudahlah, ini kita pandang sebagai keberagaman kuliner indonesia yang merupakan perekat persaudaraan melalui jalur gastronomi nusantara.

Lalu dari sisi tempatpun menjadi unik, karena antara nama kopi dan lokasi berbeda meskipun di peta sih berbatasan tapi kalau naik kereta (sebutan bagi sepeda motor di kota medan) maka perlu waktu 12 jam 22 menit dengan jarak 567 kilometer untuk tiba di Banda Aceh. Maka berbahagialah bisa menikmati Kopi Aceh di Kota Medan ini, Alhamdulillahirobbil alamin.

Dimensi lain yang harus disyukuri adalah siapa yang menemani ngopi. Itu juga menarik karena bisa menjadi jalinan cerita lainnya. Seperti kali ini, secara kebetulan di kereta bandara berjumpa dengan Teh Otit yang ratu kuliner dinas luar maka jadwal segera disusun untuk kulineran tanpa mengganggu agenda meeting yang sudah terjadwalkan. Ditambah dengan GPS atau Gunakan Penduduk Sekitar yakni pemandu lokal asli medan Bang Angga Rujak, seorang pedagang rujak keliling yang alih profesi menjadi pemandu kuliner sekaligus guru yang berpengalaman dalam mendulang uang di media sosial. Sehingga diskusi sambil ngopi kali ini begitu berarti.


Selanjutnya adalah siapa baristanya, kalau sempat didekati, diajak bicara dan minta ijin divideo. Tapi kalau memang super sibuk, ya sudab kita perhatikan saja dari jauh teknik – teknik pembuatan minumannya sehingga bahan tulisan tetap terjaga untuk menangkap momen terbaiknya.

Oh iya, jika punya waktu luang. Dokumentasikan sekeliling reatoran atau cafe atau kedai yang sedang kita datangi. Ambil photo dan video secukupnya, jangan lupa jika ternyata ada beberapa orang yang akan tervideo oleh kamera kita, tidak ada salahnya mohon ijin dan permisi.

Selamat malam bapak dan ibu, apakah berkenan jika saya dokumentasikan dan besok lusa menjadi konten di media sosial kami.?

Maka jawaban selama ini adalah anggukan dan tanda setuju. Apalagi bagi pihak rumah makan atau cafe yang bersangkutan, bisa membantu memarketingkan tanpa perlu biaya tambahan. Bagi tamu yang terekam videopun seiring perkembangan jaman tentu meng-iya-kan dan biasanya akan bertanya media sosial apa yang digunakan. Tentu jawaban singkatnya adalah youtube, tiktok, facebook dan twitter. Lalu bertukar alamat medsos, rekam dan akhirnya kembali ke rutinitas masing – masing.

Terakhir adalah rasa, ini juga sangat penting karena sugestisitas dan rasa personal sangat tinggi. Jadi jangan terpengaruh dengan pendapat orang tetapi yakinkan keberfungsian lidah dan mulut kita, itulah yang dituangkan dalam tulisan. Seperti saat ini, sruputan perdana disambut rasa kopi yang kuat tanpa ada acidity berarti biji kopinya cenderung robusta. Hanya saja tidak bisa eksplore lebih lanjut karena ada gula diantara kita. Jadi tarik nafaslah sejenak dan nikmati banyak hal dari suasana meminum kopi aceh kali ini.

Sebagai penutup kuliner malam ini, sajian mie aceh versi kota medan ini melengkapi kekenyangan ini. Sehingga disaat dilanjutkan untuk hadir pada acara Rakornas Pengawasan tidak ada lagi suara perut yang kelaparan dan bisa serius mengikuti rangkaian kegiatan. Selamat malam, selamat bertugas. Wassalam (AKW).