Sarapan 3 menu.

Biar hati galau, makanan tetap disikat tuntas.

Photo : Sarapan 3 menu.

JAKARTA akwnulis.com. Kesabaran berbuah berkah, itulah perjalanan kehidupan yang senantiasa berganti arah, karena yang abadi itu adalah perubahan.

Tidak ada manusia yang bisa menolak perubahan, terutama kaum hawa yang sibuk membelanjakan uangnya untuk atas nama serum anti aging dan sebangsanya juga perawatan dengan berbagai metode yang ada. Hati-hati jangan sampai terjebak terhadap perangkap takdir, takdir itu untuk dijalani, disyukuri dan ditafakuri bukan dilawan dengan sekuat tenaga dan dompet yang berisi.

Perawatan tubuh dan wajah tidak masalah selama niat awalnya adalah menjaga dan memperindah ciptaan Allah. Bukan hanya kaum hawa, para lelaki metroseksual juga melakukannya. Tidak ada yang salah, tapi terpenting adalah luruskan niat pada arah yang sesungguhnya.

Kembali ke cerita sabar yang sudah tertuang di curhat onlenku yaitu
MENANTI JANJI,maka sambil menunggu kepastian mari gunakan waktu yang ada untuk kebaikan, niscaya sabar dan berkah akan selalu berdampingan.

dan…. pagi ini sambil hati deg-degan maka dicoba dilarikan perhatian penuh kekhawatiran yang sudah bertahan 20 jam ini ke arah sajian sarapan yang telah terhidang di hadapan.

Trio breakfast telah hadir menghibur diri untuk mengurangi ketegangan. Disebut trio karena memang ada 3, yaitu bubur ayam + salad + secangkir kopi yang masih panas…. yummmy.

Photo : Secangkir kopi & panggilan diri / dokpri.

Fabiayyi Ala irobbikuma tukadziban... wajib bersyukur setiap waktu guys. Jangankan makanan enak seperti ini, tarikan nafas yang normal karena hadirnya oksigen yang melimpah ruah ini adalah sebagian kecil rahmat dan rejeki dari Allah Swt.

Pertama di makan perlahan bubur ayam dengan menggunakan aliran ‘bubur diaduk‘ dilanjutkan dengan salad lengkap dengan thousand islandnya dan ditutup dengan sajian kopi hotel yang panas mengepul… nikmaat.

Kopi hotel sebagai penutup ritual sarapan pagi ini dan menjadi penghibur penting bagi hati yang masih eh sedang galau karena menunggu kepastian. Selamat Sarapan kawan, Wassalam (AKW).

Menanti Janji

Belajar jurus ‘Menyepi dalam Keramaian’.

Photo : Suasana malam di Jakarta / dokpri.

JAKARTA, akwnulis.com. Menanti bukan berarti tanpa arti, tetapi bernilai tentang makna kesabaran yang hakiki. Apalagi jika sudah dilakukan ikhtiar tiada henti, maka menanti adalah sebuah seni, seni merenungi perjalanan diri dalam takdir yang sudah pasti.

“Bukankah hidup inipun adalah menanti?.. menanti antrian sambil memupuk amal sebagai bekal hidup yang sebenarnya di akherat nanti”

Terdiam sejenak dan hening menghampiri… maaf bukan pak Hening tetapi suasana tenang yang mendamaikan hati dalam sepi.

“Memang disitu sepi?”

Pertanyaan kepo yang ada benarnya, boro-boro sepi karena banyak orang yang sedang mengantri dan berbicara dengan bahasa masing-masing, termasuk dengan bahasa hati.

Patut dijelaskan disini bahwa makna sepi ini adalah persepsi. Karena sepi kali ini adalah sebuah pengejawantahan jurus masa silam yaitu ‘sepi dalam keramaian’ atau bertapa dalam keramaian…

“Bisa gitu?”

“Susah tahu, karena menurut pengertian KBBI bahwa bertapa itu adalah mengasingkan diri dari keramaian dunia dengan menahan hawa nafsu (makan, minum, tidur, birahi) untuk mencari ketenangan batin.”

Jadi yang dilakukan sekarang adalah ‘bertapa 4.0‘. Berusaha mengasingkan diri dari dunia sekitar, dunia sendiri dan fokus serta konsentrasi sehingga seakan hanya ada diri ini ditemani gadget kesayangan dan….. tetep inget urusan duniawi… tidak lupa sambil ngetik ide-ide yang dituangkan di dalam blog pribadi, sambil jangan lupa satu telinga diaktifkan, siapa tahu ada panggilan dari petugas yang sedari pagi melayani para pengantri.

“Ohhh main HP, pasti bakalan cuek yah sama dunia sekitar heuheuheu… gaya lo pake istilah -bertapa 4.0- huhuy”

“Hahahaha… 😀😁😀😁😀”

Perlahan-lahan hening kembali.

***

Mister akawenulisdotcom, ditunggu di loket 212!”

“Wuih langsung namanya dipanggil, kereen”

“Keren atuh da akuh yang mengarang dan menulisnya!”

“Ah sialan, kirain beneran”

Panggilan itulah yang mengakhiri penantian selama 2 hari ini. Sehingga dari terang berganti malam, dilanjutkan dari gulita diganti siang nan ceria… dan akhirnya semuanya tuntas pada waktunya.

Photo : Di Jakarta siang menjelang / dokpri.

Jadi nikmatilah penantian dengan tetap berbaik sangka. Menit dan jam yang seakan terasa lama adalah misteri dunia, karena sebenarnya semua sama bahwa 1 jam adalah 60 menit saja. Tetapi emosi dan rasa bisa membuat waktu begitu lama atau bisa juga begitu cepat melewati hari-hari kita.

Selamat berkarya meskipun penantian mendera, jangan biarkan raga dan jiwa terjebak antrian dunia, tapi bebaskan dalam kreasi imaginasi yang tiada batas nan pasti.

Wassalam, Jakarta awal nopember. (AKW).

MURAK KATRESNA – fbs

Hiji kasempetan nu teu tiasa dikantunkeun…

Sampulurna awak dibarung ku seungit nu ngadalingding. Tingborélak matak soca manteng teu tiasa ngiceup da anjeucleu dina kongkolak.

Lalaunan dicepeng, geuning anteng, janten rada wantun. Kulit panangan paantel sareng nu ngabolékak, muringkak, atoh teu aya papadana. ramo-ramo mapay, samentawis pangambung tos teu kiat ku kabita ngambeu seungit nu ngahudangkeun rasa.

Supados adil tur walatra, sateuacan langkung jero ramo mapay dugi kana mamarasna, nu cureuleuk téh ditimbang heula, margi kedah leres hampang abotna dina enggoning nguar katresna maheutkeun jangji pasini nu ngagalura dina dada.

Saatos sadayana sapagodos, teu seueur saur, waktosna pikeun meupeuskeun katugenah. Carana nyaéta teras ditinyuh ku cai suci nu ngagolak. Ngawitan sakeclak dua keclak, salajengna kempel janten ngawujud hiji gurilap.

Endahna dunya diwakilan ku anjeuna, sanaos poék tapi legit dina rasana. Teu kedah peryogi mamanis, kumargi dina pait peuheurna ieu kanyataan, saleresna aya amisna prinsip-prinsip kahirupan. Wilujeng nyuruput kopi lur, cag. (AKW).

***

Emosi & Gayo Wine.

Macet bangkitkan esmozi, tapi semua kembali hepi karena kopi… mangga di cobi.

Photo : Kopi masih dibungkus / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Selamat pagi kawan, selamat beraktifitas di awal minggu ini.

Keluar dari rumah langsung disergap kemacetan, tepat di mulut gerbang komplek perumahan yang bersentuhan dengan jalan raya. Terlihat wajah-wajah menegang di balik helm dan kaca mobil kendaraan padahal waktu baru menyentuh pukul 06.00 wib.

Terlihat semua konsentrasi dan fokus kepada tujuan masing-masing. Terkadang tak peduli dengan kepentingan orang lain, tak mau mengalah dan saling mendahulukan… eh mendahului.

Macet tak terhidarkan karena merupakan gabungan antara peningkatan volume kendaraan di kalikan sikap ketidakdisiplinan maka menghasilkan kesemrawutan tingkat dewa.

Disinilah pengendalian diri dan esmozi (basa emosi) mulai diuji, maka…. mari kita ikuti ujian alami hari ini.

Tidak ada pilihan lain, kecuali jalani saja tanpa banyak terpancing emosi karena itu semua tiada guna.

Alihkan perhatian kita dari kemacetan dan kesemrawutan yang mendera, pikirkan hal-hal yang menyenangkan dan meng-enak-an. Sesuatu yang akan menyambut kita di kantor pada pagi hari yang penuh harapan.

Kirain seseorang, sesuatu itu maksudnya apa?.. berkas?.. emang menyenangkan??”

Pertanyaan yang penuh kepenasaran, tinggal ditanggapi santai dan….. setibanya di kantor, peralatan peraang siapkaan….

SIApp!!!!

Photo : Sajian V60 Arabica Gayo Wine / dokpri.

Air panas dinyalain, kertas filter V60 dan timbangan serta termometer dan tentu primadonanya adalah bean kopinya… pilihannya jatuh kepada :

Arabica Gayo Wine…..oleh-oleh bos Jamkrida Jabar yang beberapa waktu lalu beredar ke Aceh.

Pas bungkusnya dibuka… langsung menyeruak keharuman yang tajam mempesona…. segarnyaaa.

Grinder bergerak menghancurkan perasaan emosi eh biji kopi sehingga hancur luruh berserpih dan siap mengekstraksi diri dengan komposisi 1 : 10…. jangan lupa timbang duluu…..

Currr….. ah keharuman menyambut pagi dikala perlahan tapi pasti ekstraksi sedang terjadi, menghilangkan sisa beban hadapi kemacetan tadi, berganti hepi dan semangat pagi.

Akhirnya….. sajian V60 manual brew tersaji dan hadirkan sensasi rasa yang luar biasa. Body strong dan acidity full memenuhi rongga mulut serta memberi sensasi ninggal maksimal… begitupun aftertaste berynya kerasa bangeet…..

Srupuuut…. selamat menjalani minggu ini. Hatur nuhun, Wassalam (AKW).

Pagi bersama Mandheling-Lintong.

Menyeruput pagi sambil memandangi kopi…

KBB, akwnulis.com. Menyeruput sajian kopi panas hasil ekstraksi pada proses manual brew dengan v60 di pagi hari, adalah sebuah momen yang harus senantiasa disyukuri.

Dikala banyak orang masih misuh-misuh dan kesulitan menemukan kenikmatan kohitala karena rasa pahit dan asam yang mengguncang indera perasa, diri ini diberi kemudahan menikmatinya dan bisa merasakan sensasi rasa yang beraneka rupa. Alhamdulillahirobbil Alamin.

Sajian kopi Mandheling-Lintong ini memberikan rasa hangat cengkeh yang menggoda, tidak hanya selarik tapi 2-3 larik, menyegarkan kawan. Aroma herbalnya menjadi kental dan tentunya sejumput keasaman berry masih hadir menemani.

Sambil tidak lupa memperhatikan kehijauan pepohonan yang berkontribusi tinggi dalam menciptakan keindahan dan kesegaran pagi ini… srupuut… happy wiken kawanku, Wassalam (AKW).

CANGKEUL – fbs

Edisi menulis singkat berbahasa daerah dulu…

Fikmin # Cangkeul #

Bincurang ngeluk nangkeup harigu, bitis tungkul bari mapay jalur urat varisés. Paduduaan teu lemek teu nyarék. Pabeulit jeung pikiran séwang-sewangan, samutut bin baketut.

Geuning padeukeut lain hartina sapamadegan, tapi bisa waé tojaiyah béda kahayang bénten tujuan.

Bitis luis teu jadi jaminan bakal ngabalad jeung bincurang. Bitis gomplok ukur jadi panyumputan kutu kuar jeung babaturan.

Sanajan dina mangsana kudu leumpang, bitis jeung bincurang kapaksa layeut pakaléng-kaléng. Tapi beungeut teu bisa disumput salindung, haseum alah batan kopi ucing.

Sanajan kitu, ari mangsana rohmat Illahi geus datang ngajorag bumi, cunduk waktu nu geus tangtu teu loba carita duanana jempé, bari mimiti imut sanajan rada karijut.

Teu pira, pédah bincurang jeung bitis sarua ujug-ujug nandangan panyakit cangkeul nu teu bisa dicageurkeun saharita, jigana panyakit lével déwa, antukna daék teu daék kudu silih pencétan bari mimiti muka carita.

Babarengan maca jangjawokan du’a. Biwir samutut leungit saharita, diganti séréngéh baham mersihkeun dosa. Tungtungna dipungkas silih balédog carita, nu dilimpudan ku niat silih hampura, cag. (AKW).

Siang – Malam.

Diskusi terus dijalani, abadikan photo juga harus dilakoni dari siang hingga malam.

Photo : Suasana siang di Kuningan – Jakarta / dokpri.

JAKARTA, akwnulis.com. Sebetulnya nggak sengaja juga bisa mengambil posisi gambar ini, karena posisi meetingnya sebetulnya di gedung eh.. di ruangan yang tidak langsung berbatasan langsung dengan dinding atau kaca luar.

Trus kok bisa ngambil spot photo ini?”

“Konsepnya adalah luckyshot, photo keberuntungan lho”

“Ah kamu mah urusannya beruntung terus!”

Memang begitu kok, termasuk tidur dan bangun pagi, selalu hadir oksigen yang bisa kita hirup dengan sepuasnya dan gratis lagi, bukankah itu keberuntungan?… begitupun bisa ambil photo tadi

Tetapi pas ke toilet pria, ternyata dinding kacanya menyajikan kesempatan berbeda untuk mengabadikan indahnya lanscape kota tanpa banyak filter ataupun aplikasi photo yang bikin manjaaaa, tapi hasilkan photo apa adanya

Anggukan kepala menandakan persetujuan dari diskusi singkat kita. selanjutnya kembali terlarut dalam bahasan meeting yang penting kalau dilihat dari sudut pandang garis miring.

Diskusi terkadang hangat menyengat tapi sesekali bertahan dengan pendapat penting hingga tak bergeming. Itulah indahnya diskusi, berusaha menyamakan frekuensi meskipun masing-masing punya persepsi dan tendensi.

Photo : Suasana malam di kuningan jakarta / dokpri.

Photo kedua diambil dari titik yang sama, ujung kanan kamar mandi pria. Kota Jakarta bertabur gemerlap lampu serta terangnya lampu kendaraan yang sedang bercumbu dengan kemacetan.

Itulah sepenggal kisah kehidupan yang terekam oleh kecanggihan alat dan keisengan memposisikan sudut pengambilan gambar dari siang hingga tiba sang malam.

…..dan langkah selanjutnya adalah membewarakan kepada dunia luar via medsos pribadi yang sudah sesak dengan postingan meskipun minim like apalagi komenan….

“Santai bro, kita khan bukan selebgram”

Itulah cakap terakhir di lantai 12A The H Tower di bilangan Kuningan Jakarta. Karena selanjutnya harus turun membumi dan bergegas memacu kendaraan dalam perjalanan panjang, untuk kembali menemui anak istri yang menanti dengan segala keikhlasan hati. Selamat menikmati malam ini, Wassalam (AKW).

Spadaa Koffie.

Hunting Kopi lagiii…. Spadaaaa

Photo : Dinding pink Spadaa Koffie / dokpri.

BANDUNG,akwnulis.com. Tembok warna pink menyambut kedatangan raga ini dengan sedikit tulisan di sudut kanan. Cukup mengecoh bagi yang baru pertama kali datang, karena kamuflase yang gokil sehingga tingkat kenyasaran yang cukup tinggi.

Diriku sih aman karena sudah tahu, tetapi ketiga rekan yang datang belakangan malah mengetuk pintu kantor PO Bus Kramat jati yang memang tepat berada didepan mata hehehehe… bingung mereka, kok kedai kopinya mirip kantor, padahal itu memang kantor.

Padahal, tinggal menyelinap dibalik tembok pink maka langsung memasuki area cafe kopi yang unik dan nyaman ini.. namanya Spadaa Koffie, berlokasi di Jl. Ternate No.5 Kota Bandung.

“Oalaah keyword ternate itu jalan ternate di Kota Bandung toh, kirain lagi di Malukuuu….”

“Hehehehehe, mainnya masih lokalan, belum antar pulau kawan 🤣😀😀🤣”

Suasana kafe nan unik dan simpel tetapi peraturannya jelas, –No Smoking-, cocok banget buat diriku yang tidak merokok.

Photo : Pesan & bayar disini / dokpri.

Langsung pilih menu kopinya dan yang pertama adalah sajian kopi dengan metode manual brew jatuh pilihan pada Kopi Toba Clove Garden ditemani dengan menu makanan beratnya yaitu Mushroom slider pilihanku dan Bacon pilihan kawan-kawan.

Photo : Mushroom Slider / dokpri.

Jangan khawatir dengan bacon yang mengarah ke daging babi, karena yang dimaksud adalah beef bacon. Meskipun….. awalnya bikin ragu kawan-kawan. Membuat suasana dilematis pas sajian bacon itu hadir, dilema antara pengen segera makan tapi takut nggak halal… sementara mau nanya ke pelayannya nggak enak.

Akhirnya mainin sendok sambil wajah bingung berpandang-pandangan.

Supaya kebekuan dan kebingungan ini tuntas, langsung aja teriak, “Neng, ini baconnya halal?

Langsung dijawab neng Aya sang Baristi, “Halal Om, itu mah beef bacon alias daging sapi”

Ketiga wajah kawanku langsung girang dan hap…. lalu ditangkap.. eh dimakann… karena ternyata sudah pada lapar sangaat… nyam nyam nyam.

Photo : Javanese Coffee Kerinci Banira / dokpri.

Sebagai penutup, diriku memesan Javanese Coffee dengan pilihan beannya Kerinci Banira…. suegerrr tenan.

Selamat ngopay dan makan berat di sini kawan dan dimanapun kawan berada.. sruput.. nyam nyam. Wassalam (AKW).

Toba Clove Garden Coffee

Menikmati Kopi Toba Clove Garden.

BANDUNG, akwnulis.com. Ini dia Toba clove garden coffee, disajikan dengan metode fisixti (V60) dan dibuat oleh sang baristi disini.

“Disini dimana?”

“Ya disini…!!!”

Supaya penasaran, moo cerita rasanya dulu ya guys.

Rasa kopi yang dihasilkan dari 18gr bean yang dihancurkan oleh grinder lalu berpadu dengan air panas bersuhu 90° celcius menggunakan komposisi 1:10 adalah sebuah rasa khas yang nikmat.

Dengan ekstraksi yang tepat maka kandungan unsur dalam bean bisa dieksplorasi relatif sempurna.

Bodynya medium dan acidity medium high, dengan after tastenya muncul rasa buah berry serta selarik rasa manis alami plus dark coklat.

Awalnya klo liat namanya kayaknya ada rasa cengkeh, “Clove itu cengkeh khan?”

Nggak ada yang jawab, semua membisu karena disibukkan dengan urusan masing-masing. Ya sudah lah…. sruput dulu…

“Hmmm…. segar, tidak terlalu pahit, bisa dinikmati untuk penikmat kohitala pemula…”

Nah urusan lokasi bagi yang penasaran, keywordnya sih ‘ternate‘… tapi cerita lengkapnya bisa klik DISINI.

Met penasaran guys, Wassalam (AKW).

Menjadi (seperti) Setrikaan

Bolak balik dan pulang pergi, jalani – hepi – beres sesuai target yang disepakati.

BANDUNG, akwnulis.com. Sebuah analogi seolah menjadi kesepakatan dari semua insani, padahal tanpa perjanjian dan kesepahaman, berjalan begitu saja dan mayoritas atau malah semua orang setuju dan menggunakan istilah ini dengan sadar tanpa paksaan dan diluar tekanan.
“Istilah apa brow?”

“Istilah klo bolak balik di dua tempat dan dilakukan dengan durasi yang sering, maka disebut –seperti setrikaan‘-“

“Emangnya lo bolak – balik kemana hari ini?”

“Ah cuman Gesat-Pakuan-Gesat-Pakuan-Gesat… euh, kayaknya ke Pakuan lagii”

“Ih kayak Setrikaan… ups” Keceplosan…… dia merona wajahnya. Tapi jadi manis.. awwwww.

Nyambung dari cerita ‘Tugas & Kopi’, itu adalah sepenggal proses diantara bolak baliknya raga ini mengawal sebuah map yang berisi tinta dan didalamnya berdesakan kalimat yang terdiri dari barisan kata, yang mungkin suatu saat mengguncang dunia…. (lebaaay nyaa….).

Photo : Sarapan Salad 8M berlatar Gdsate / dokpri.

Yang pasti, mari jalani menjadi setrikaan di hari ini dengan ikhlas dan ceria. Pekerjaan dan tugas adalah sebuah perjalanan kehidupan yang harus diselesaikan sesuai kemampuan dan kewenangan kita. Tetapi sambil menjalaninya, perlu juga sedikit bergaya menyimpan dokumen di dunia maya atau bisa juga mengabadikan momen gambar dalam file poto dan…. di upload juga di IG plus medsos lainnya.

Selain sebagai laporan online ke pimpinan dan teman-teman, juga media ekspresi diri ditengah kesibukan yang tiada henti.

Pagi hari berjamaah dan mengaji, ditutup dengan menikmati sajian salad 8 macam serta soto panas yang ngangeni.

Pagi hari secangkir kopi di ruang tunggu pimpinan, dilanjutkan dengan secangkir americano sambil menunggu dan melanjutkan tahapan pemarafan kalimat yang saling melengkapi.

Kembali ke gedung sate lanjut ke gedung pakuan, eh gedung sate lagi dan gedung pakuan lagi….. ngaso dulu ahh dan berpose sejenak di kursi tamu pendopo.

Sebelum mentari menghilang di ufuk barat, maka mengabadikan sebuah hotel di depan gedung pakuan berpadu dengan kerimbunan dedaunan, membingkai sebuah gambar yang (mungkin) suatu saat menjadi kenangan.

Photo : Halaman depan Gd Pakuan / dokpri.

Selamat menikmati menjadi setrikaan kawan, Wassalam (AKW).