Rosemary Coffee.

Menikmati siang bersama rosemary coffee..

Photo : Rosemary & coffee / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Semilir angin siang hari memberikan sejumput kesegaran yang membelai jiwa sehingga lebih tenang dari rasa was was tentang beraneka masalah kehidupan.

Ragapun menggeliat senang karena pegal dan lelah bisa hilang sekejap jikalau jiwa yang galau kembali riang.

Tetapi, bagaimana caranya?”

Sebuah tanya yang bisa dijawab dengan berbagai ihtiar cara dan usaha, karena masing-masing individu berbeda.

Aku mah dengan kopi juga sudah lumayan bisa menghibur lara dan duka…. awwww… leeebaay.

Kali ini sebuah sajian kopi dengan pola seduh air dingin yaitu cold brew yang ditampilkan bersama pohon rosemary yang punya kegunaan mengusir nyamuk lho guys… tapi bukan berarti pohonnya dipegang dan dipake buat ngobrak ngabrik nyamuk yaaa.. ciat ciat gaya pendekar silat. Dipastikan nyamuk bubar dari tempatnya dan menghindari jangkauan pukulan kita, sambil tertawa-tawa melihat kita sibuk sendiri.

Tapi pohon ini mengeluarkan aroma yang tidak enak buat nyamuk sehingga si nyamuk menghindarinya… malah pengen memastikan lho, pengen nangkep nyamuk dan langsung ditanya, “Gimana baunya sekitar pohon rosemary ini?

Tapi belum ada nyamuk yang bisa jawab, karena rata-rata sudah nempel ditangan dengan keadaan sudah tiada nyawa… kacian hik hiks hiks…..

Ah udah ah, nah kembali ke kopinya… ini nggak pake nyeduh lagi karena sebenernya ngabisin stok, yaitu CBC coffee, cold brew cikalapa kopiiii….. yang penasaran, bisa klik tulisan daku terdahulu, COLD BREW KALAPA.

Sebuah sajian kopi dingin tanpa gula tetapi terasa manis menyegarkan karena dibuat dari perpaduan bubuk kopi arabica dengan air kelapa muda segar yang terpilih…. ahaay terpilih, kayak kepala daerah aja….

Kebetulan stok satu lagi setelah dikirim dari kolega di subang beberapa waktu lalu.

Mantabs nggak kawan?…”

Menyeruput kopi dingin di udara siang yang panas sambil terlindungi dari nyamuk-nyamuk kebun yang haus darah maniezkuuuh….. itulah suasana yang menyenangkan kali ini. Sebuah sajian kopi memang selalu memberi sejuta arti.

Begitupun bagi raga ini, bikin seger dan menjalani hari dengan hepi. Bagi jiwa, menulis tentang kopi menjadi penyeimbang dari gejolak aneka keinginan yang datang berganti tiada henti. Have a nice weekend guys, Wassalam (AKW).

***

Catatan :

Jangan tertipu dengan judul, karena terkadang sering kita men-judge sebuah artikel hanya karena judulnya yang dianggap tidak sesuai dengan isi.

Biarkan judul menjadi penghibur bagi dahaga baca untuk sajian artikel yang pendek tapi miliki aneka makna.

Macet pagi & Avocado Coffee.

Cerita macet dan kopi bray…

Photo : Avocado Coffee at Kedai Kopi Kamu / dokpri.

CIMAHI, akwnulis.com. Keluar rumah di jumat pagi, suasana segar menanti. Meluncurlah dengan riang hati menuju tempat bekerja yang menampung raga serta pikiran setiap hari… insyaalloh bisa tiba disana lebih pagi.

Ternyata… baru saja keluar komplek perumahan…. Kendaraan di jalan terlihat diam… alamaaaak maceet… dari depan komplek perumahan… wadduh…..

Berfikir sejenak…..

Bener macettt euy.

Ya sudah mau apa dikata, eh mau dikata apa… macet ya macet, lha wong mobil ini nggak bisa tiba-tiba buka atap… nyalain baling-baling bambu dan.. wuuuutz… terbang dengan sekejap menuju kantor, meninggalkan para pengguna jalan yang bengong melihat kejadian ini… ngayal loo.

Eitt…. justru ini kesempatan menulis, udah hampir semingguan agak tersendat menulis karena kompilasi antara kemalasan dan hoream plus dibalut ke sok-sibukan.

*Jangan lupa, sebelum menulis pasang rem tangan dulu dan perseneleng netral ya bro*

Mulaii…..

Dihadapanku sudah hadir segelas tinggi sajian kopi yang ‘katanya‘ jadi andalan di tempat ini. Meskipun bukan kohitala tapi patut dicoba karena memang tanpa gula tapi ditambah alpukat karena ini memang avocado coffee ceunah…

Coba ah… srupuuuut… seger, lembut dan rasa kopinya masih terasa… Lumayaaan.

Eh tapi kok kerasa lembut dan kayak ada jellynya?…

Sebagai penghilang rasa penasaran, segera beranjak dari meja dan bergerak ke tempat kassa dimana beberapa pelayannya lagi ngumpul disana.

“Kang, avocado coffeenya pake susu ya?”

“Iya kakak, sedikit susu juga ada jelly, supaya surprise pas di sruput”

“Makasih kang”

Ada rasa galau dan senang berkecamuk di jiwa. Pembuat galaunya itu pelanggaran prinsip kohitala (kopihitamtanpagula) yang ternyata disajian yang disruput in ada unsur lain yaitu susu, alpuket dan.. jelly…. masuk pelanggaran sedang nich.

Tapi senangnya adalah mencoba varian lain sajian kopi dengan rasa unik dan tanpa gula tetapi alpuketnya yang lembuut…. eh ternyata ada peran susu disituh…. ya sudah sruput aja, jangan sering-sering tapi yaaa..

Alhamdulillah sebuah momen kemacetan di pagi hari bisa memberi kesempatan menulis kembali. Meskipun dituntaskan beberapa waktu lalu setelah terlepas dari rutinitas pekerjaan yang terus mendera. Selamat menuju wiken kawan, Wassalam (AKW).

***
Lokasi :
Kedai KOPI KAMU
Jl. Tamansari No. 66 Lb.Siliwangi, Coblong Kota Bandung.

Kopi Luwak Cikole.

Menikmati sajian kopi unik alami dari Cikole Lembang Jawa Barat.

LEMBANG, akwnulis.com. Bilboard besar di jalur jalan sebelah kiri Cikole Lembang memang sangat mencolok, tetapi kesempatan untuk bisa datang harus punya waktu khusus dan kesempatan nan elok sehingga akhirnya bisa berbelok.

Belok kemana kang?”

“Belok ke kiri kalau dari arah bandung, kalau dari arah subang yaa belok kiri dech”

Adduh Gubrak!!!

Maksudnya mau belok ke mana?”

“Iyaa ke kiri beloknya klo dari arah bandung…. “😁😁😁😁😁😀😀😀…”

Maafkan kawan, ternyata bercanda itu obat lho, obat stres tetapi dengan syarat tidak bercanda berlebihan.

Beloknya ke arah Kopi Luwak Cikole, yang bilboardnya besar dengan petunjuk arah berwarna mencolok tea geuning.

Ohh…. mau ngopaay, ih kerjaannya ngopay muluu… apa nggak bosen.?”

“Hehehehe, boro-boro bosen, justru sangat banyak kesempatan ngopay di sekitar kita yang belum tersruputi, tapi kesempatan waktu dan dananya yang terkadang tidak pas. Dananya ada eh waktunya nggak sempet, begitupun sebaliknya pas waktunya nggak sempet ehh dananya ada… tetep nggak bisa. Malah pernah beberapa kali, dananya tersedia dan waktunya ada…. eh kedai kopinya tutup, pas lihat jam… jam 02.00 dini hari, Pantesaaaan….”

Udah ah bercandanya. Jadi sekarang kesempatannya hadir, bisa berbelok menuju tempat dimana kopi luwak diproduksi dan tentu bisa dinikmati yang tersaji dengan secangkir kopi alami…. lets go bro.

Photo : Secangkir Kopi Luwak Cikole / dokpri.

Dari arah bandung yang jadi patokan adalah komplek perkantoran UPTD dan sekaligus Rumah Sakit Hewan Provinsi Jawa Barat… ini letaknya di sebelah kanan… nah sekitar 200-300 meter dari situ (maaf kemarin nggak sempet diukur akurat).. sebrang sebelah kiri ada bilboard besar bertuliskan ‘Kopi Luwak Cikole’ dan kita bisa langsung ikuti arah jalan belok kiri masuk ke jalan desa. Jangan khawatir tersesat karena petunjuk jalan selanjutnya cukup jelas sehingga relatif mudah mengarahkan stir dan moncong mobil atau motor menuju TKP. Yang lebih simpel yaa pake google map or waze, tapi klo abis batere hapenya ya… kembali ke rumus tadi, petunjuk manual.

Tiba di lokasi kopi luwak cikole sebenernya sudah menjelang sore sehingga waktu yang terbatas ini harua dimanfaatkan sebaik-baiknya. Suasana cafenya cozy adem dan nuansa coklat kayu-kayu menenangkan rasa dan terlihat nyaman sebagai tempat rehat sejenak dari rutinitas duniawi.

Sebelum masuk ada juga kios merchandise tentang kopi luwak lembang ini dari mulai gantungan kunci, cangkir juga kaos-kaos. Tapi karena tujuan utamanya adalah menikmati kopi spesial maka langsung menemui petugas pelayan dan tanya sana sini.

Ternyata langsung ditawarin berkeliling dulu sambil menjelaskan tentang proses produksi dan sekaligus kehadiran para luwak, binatang unik penghasil eh… pengpermentasi alami biji kopi berkualitas.

Lingkungan yang bersih, SOP yang jelas serta keterangan-keterangan yang penting khususnya terkait perikebinatangan terpampang di tembok dilengkapi dengan kata lisan dari petugas yang mendampingi… edukasi singkat yang bermakna… tentang perikebinatangan penangkaran luwak ini ntar lagi nulisnya yaaa…. sekarang moo bahas kopi duluu…

Setelah puas dengan tur singkat dan bersua dengan beberapa luwak (dikandangnya), giliran tujuan utama yang harus segera dihadirkan. Pesanlah 2 cangkir kopi luwak dengan metode tubruk sana tubruk sini… eh metode manual tubruk… tubruknya pelan-pelan yaa… takut terjatuh, apalagi hati ini sedang rapuh… ahaaay uuh.

Photo : Suasana kafe kopi luwak cikole / Dokpri.

Aturan mainnya adalah seduh manual tubruk dengan air mendidik… eh mendidih, bisa di refill air panasnya hingga 3x…. menarik juga tuh, dengan harga per sachet yang jadi secangkir kopi luwak cikole adalah 50ribu rupiah.

Sambil menunggu kopi tubruk luwak cikolenya hadir, shalat asyar dulu di musholanya yang cukup luas dan bersih juga nyempetin melewati peralatan roasting dan grinder-grinder di sebelah kiri kedai ini.

Tuntas shalat kembali ke meja…. saatnya menikmati kopi yang telah hadir di hadapan dengan kepulan asap tipis yang manis. 2 sachet gula pasir tentu disingkirkan karena akan mempengaruhi citarasa kohitala yang akan dinikmati.

Bismillah….. sruputttt…. hmmm harumnya kopi arabica menyentuh perasa indera penciuman, ada suasana alami yang hadir dengan keunikan tersendiri…. asli nikmat (ini baru permulaan)….

Selanjutnya… setelah cairan kopi hangat panas ini masuk ke mulut dan menari bersama lidah maka terasa body medium dengan acidity high yang unik, asemnya gimanaa gitcuu…. serta after tastenya ada sejumput citrun dengan aroma rumput… berpadu dengan keharuman kopi arabica yang terjaga sampai kopinya tandas menyisakan ampas kopinya…

Karena ada fasilitas refill air panas, langsung minta lagi…. currrr… diamkan dulu biarkan berekstraksi tanpa tekanan dari sana-sini.

Sore yang menyenangkan, meskipun gerimis mulai turun tetapi suasana tetap segar tanpa terganggu nuansa sendu.

Sruputtt…. hasil refill kedua diminum… ada tersisa acidity meskipun menjadi medium cenderung low. Body kopinya jadi mirip teh dan aftertastenya sudah hilang, meskipun aroma kopinya masih ada tersisa.

Srupuut… glek glek…

Refill lagi neng”
“Mangga Amang”…

Photo : Ini klaim manfaat dari Kopi Luwak Cikole / dokpri.

Currr…… air panas ketiga mencoba bercengkerama dengan sisa kopi luwak cikole yang sudah pasrah menyerah didasar cangkir….. kasian.

Hasilnya sesuai perkiraan, jadi seperti teh yang cawerang atau watery…. hambar, sehambar pasangan jadian yang ternyata hanya lamunan karena kenyataannya hanya sebuah kisah cinta yang bertepuk sebelah tangan…. naon siih? 😀😀.

Jadi, kembali ke sajian awal, cangkir pertama…. itulah nikmatnya kopi luwak cikole dengan metode tubruk manual hadirkan rasa alami yang unik dan tentu memiliki sensasi rasa berbeda… yummy.

Selamat sore, selamat menikmati sisa wikennya. Jangan lupa nikmati kopi tanpa gula tanpa susu tanpa banyak pikiran pokoknya mah.

Yakinlah bahwa kopi itu pahit dan… manis itu…….Kamuuuu.

Wassalam (AKW).

***

Lokasi :
Kopi Luwak Cikole.
Jl. Nyalindung No.9 Cikole Lembang Kab. Bandung Barat Jawa Barat.

Melewati Gelap.

Gelap itu adalah….

DUNIA, akwnulis.com. Perjalanan itu tidak selamanya terang kawan, ada kalanya harus tahu bahwa ada kegelapan yang mendampingi. Siang benderangpun tidak bisa egois dengan segala kekuatannya tapi harus cuti dari status benderang karena digantikan perannya oleh sang gulita malam.

Begitulah silih berganti, teratur dan saling bergiliran tanpa perlu rasa cemburu ataupun prasangka berlebihan, karena ini ketetapan Tuhan.

Nah, jadi jangan takut dengan gelap. Karena tanpa gelap, kita tidak akan faham nyamannya dikala terang.

Jikalau gelap datang, yakinilah bahwa ini berkah dan saat berbagi secercah cahaya dengan siapapun. Dampingi bintang yang bertabur cahaya dikala gelap malam, juga rembulan indah yang mempesona meskipun jauh jarak tiada hingga.

Hingga esok sang mentari kembali hadir menerangi bumi, memberi kesempatan kepada kita untuk berbagi dan mengabdi serta selalu mensyukuri nikmat Illahi. Wassalam (AKW).

***

Lokasi Photo : Terowongan Karang Kates II.

Libur & Syukur.

Mari berlibur dan bersyukurr…

Photo : Libur & Syukur / dokpri.

DUNIA, akwnulis.com. Menikmati kesegaran pagi sambil bercengkerama dengan suasana berbeda itu bisa membuat jiwa tenang dan hati lebih adem tertata. Begitupun dengan urusan pekerjaan rutin, sementara ‘lupakan‘ atau pura-pura dilupakan hehehehe…
karena super susah, apalagi jaman sekarang yang disupport dengan berbagai aplikasi canggih… jarak jauh tidak masalah yang penting ada jaringan internet dan smartphone yang senantiasa menyala.

Jadi, bijaklah membagi hati dan pikiran, membagi porsi liburan serta urusan rutinitas kantoran. Karena saling berhubungan erat, liburan butuh dana dan dana hadir karena bekerja. Bekerjapun butuh rehat liburan, jangan sampai terjebak rutinitas tiada akhir. Liburnya juga musti dengan keluarga, karena keseimbangan sejati kehidupan dunia salah satunya adalah keseimbangan antara hubungan pekerjaan dengan hubungan keluarga. Jangan tanya proporsinya karena masing-masing berbeda, tanya saja, “Rutin liburan tiap tahun sama keluarga nggak?”...

Photo : Mentari bersiap sembunyi / dokpri.

Liburan bukan berarti harus jauh dan berbudget besar, tetapi yang minimalispun bisa seperti berkemah di kebun sekitar rumah bersama keluarga akan menjadi pengalaman indah.

“Wahhh rumah dan halamannya luas dong, bisa dipake tempat berkemah”

“Alhamdulillah itu doa, maksudnya cari perkemahan dekat rumah hehehehe”

***

Kembali ke topik kesegaran pagi, maka dimanapun liburan usahakan kurangi leyeh-leyeh atau tidur di kamar hotel. Meskipun raga lelah, tetapi kesempatan eksplorasi sekitar area hotel atau penginapan bisa menghasilkan momen penting dan menggugah rasa tasyakurbinnikmah atas kesempatan rejeki yang ada.

Paling gampang adalah cek fasilitas hotel dari mulai jogging track, taman, kids corner, toko souvenir, kolam renang, tempat gym, rooftop, mushola, toilet umum dan tangga darurat.

Wuih kayak tugas bodyguard ya”…

Ih bukan, itu adalah tahapan identifikasi spot photo yang mungkin masuk kategori intagramable dan facebookable. Klo sekiranya udah ada titik-titiknya maka diesplorasilah pada saat yang tepat.

Sebagai contoh adalah jangan sampai salah waktu, mau ambil photo sunrise tapi bada ashar…. yaaa nggak ada donk, kecuali piknik liburannya ke pantai, maka sore hari adalah saat tepat untuk abadikan sang mentari yang berlabuh di pangkuan malam… itulah sunset.

Photo : Mengintip mentari dibalik pucuk pagi / dokpri.

Selamat berburu gambar liburan yang menyenangkan hati, jangan tertekan jikalau unggahan photo hasil liburan kita ternyata tidak atau kurang diapresiasi dalam bentuk like dan jempol ataupun komentar di medsos kita, lha wong kita mah bukan artis atau influenser…. eh bener ya nulisnya?… kita mah cuman sebutir debu diantara kecamuk badai informasi yang memenuhi ruang sosial di dunia maya kita.

Jadi photo dan video momen liburan adalah penting, tetapi yang paling penting memaknai bahwa kesempatan memotret dan memvideo pengalaman momen liburan bersama keluarga adalah atas ijin kuasa Allah SWT. Urusan viral dan tidak di medsos, itu mah anggap hiburan semata saja.

Posting dan biarkan, sesekali buka jikalau ada yang komentar, selanjutnya… biarkan mengalir dalam ritme kehidupan.

Selamat menikmati dan memaknai liburan bersama keluarga tersayang, Wassalam (AKW).

KopiGula JTP3

Menikmati kopigula tanpa gula di JTP3.

MALANG, akwnulis.com. Ternyata disamping kedai KopiGan berdampingan juga kedai kopi yang bernama KopiGula, wah bisa sekalian dicoba nich…

Menilik namanya jangan-jangan bertentangan dengan prinsip kohitala karena harus pake gula, jadi penasaran. Tanya dulu ah, “Mas, klo order kopi disini harus pake gula semua?”

Enggak kakak, itu brand kami saja. Gula disajikan terpisah”

Ohh… tenang sudah, berarti bisa berlanjut ke tahap berikutnya, Pemesanan.

Pilihan kopinya cuma 1, blended kopi ala KopiGula. Ya sudah kita coba saja… eh ternyata penyeduhannya dengan manual brew V60… asyik juga tuh… jadi penasaran pengen segera coba rasanya.

Sabar menunggu.

Proses manual brew dengan V60 memang perlu waktu, baik dari persiapan hingga proses penetesan…. tapi itulah nikmatnya, karena sebuah proses tidak akan menghianati hasil.

Jreng….. penyajiannya unik kawan. kopinya disajikan dengan menggunakan cangkir kaleng dan tidak sendirian lho.. tetapi ditemani oleh secangkir…. eh segelas air putih dan menggunakan tatakan besar dari kayu.. mirip talenan buat motong-motong bahan masakan 😁😁.

Standar penyajiannya ada gula di botol kecil, tapi dipisahkanlah karena takut tergoda mencampurnya, padahalkan jelas diri ini sudah manieez… Awww.

Srupuut….. Panas nikmaat… hasil seduhan manualnya merupakan gabungan robusta dan arabica. Ada selarik acidity hadir meskipun mayoritas body robusta yang mendominasi. Aftertastenya flat, tapi secara umum rasanya sedikit variatif dibanding yang beannya 100% robusta.

Lokasinya masih di area masuk komplek Jatim Park 3 dan berdampingan dengan kedai KopiGan. Jadi bisa menjadi alternatif tempat ngopay sekali berhenti dapet ngopay kohitala di 2 tempat. Wassalam (AKW).

Kopi Arabica Malabar Honey di Prigen.

Menikmati arabica malabar honey ditemani binatang liar pemberani.

Photo : Di luar cafe, Zebra dan banteng lagi diskusi / dokpri.

PASURUAN, akwnulis.com. Lengkingan zebra berpadu dengan suara jerapah dan banteng memberi nuansa hewani sore ini. Mereka begitu akrab dan dekat seakan tanpa sekat. Padahal hijab itu wajib menjadi pembatas karena kehidupan harus diatur dengan garis yang jelas agar tidak terjadi pelanggaran dan berakhir kepada kerugian.

Senja masih bertahan untuk tidak segera berlabuh dibalik megahnya Gunung Agung dikala pertemuan dengan deretan biji kopi pilihan sedang berlangsung.

Bean yang tersaji memang terbatas, tetapi pilihan bean arabica malabar honey adalah pilihan tepat. Mencoba bean yang sudah biasa dinikmati di bandung atau di rumah dengan kesempatan saat ini dimana beannya jauh mengembara lintas provinsi di ujung timur pulau jawa. “Apakah rasanya akan berbeda?”

Cara terbaik adalah segera pesan, tunggu dan coba. “Simpel kan?

Posisi cafenya di sebelah kiri pintu masuk lobby hotel, agak sedikit tersembunyi sehingga nyaman untuk duduk dan bersantai sambil memandang zebra, burung unta dan jerapah berkeliaran.

Sang barista, Mas Dewa langsung beraksi meracik 20gr bean arabica honey dengan grinder dulu baru dilanjutkan prosesi manual brew V60 menggunakan air panas bertemperatur 85° celcius….. siiips.

Sambil menunggu, menikmati suasana alam di sekitar cafe ini memberi rasa berbeda. Betapa kedekatan dengan alam disetting saling melengkapi dengan lanskap bangunan yang berfungsi sebagai hotel resort dengan berbagai kelengkapannnya.

Akhirnya sebotol server kohitala manual brew V60 Arabica Malabar honey tersaji… tak sabar untuk segera menikmati.

Sruput….. hmmm

Photo : Sajian V60 Arabica Malabar Honey / dokpri.

Rasa khas arabica java preanger hadir di lidah dan rongga mulut, acidity medium high dengan aftertaste jeruk lemon plus sedikit berry. Body medium memanjakan hati eh lidah yang kembali merasakan rasa arabica khas jabar di tanah pasuruan ini. Alhamdulillah.

Semilir angin sore di kaki gunung Agung mengantarkan petualangan menikmati wisata rasa kopi asli tanpa gula untuk kembali bertasyakur dan bersyukur atas semua karunia nikmat dari Allah Subhanahu wataala. Selamat menjalani dan menikmati nikmat kesempatan dan nikmat rasa yang hadir di berbagai suasana. Wassalam (AKW).

***

Lokasi :
Cafe Marula – Baobab Safari Resort
Prigen Pasuruan – Jawa Timur.

Duduk Sejenak.

Sebuah perjalanan panjang & duduk sejenak.

KOREA, akwnulis.com. Sebuah perjalanan kehidupan masih terbentang memanjang, sebuah keharusan bagi manusia untuk terus maju dan jalani tahapan demi tahapan seiring arus waktu yang tak mau menoleh kemasa lalu.

“Bolehkah duduk sejenak?”

Pertanyaan singkat yang akan hadirkan jawaban dengan berbagai perspektif.

Pertama, Sebuah jawaban yang akan melarang melakukan itu. Tetapi untuk terus bergerak dan bergerak karena kehidupan yang dianggap terbentang luas itu adalah juga diyakini sangat singkat. Sehingga duduk sejenak bisa berakibat terlepasnya momentum kesempatan sukses yang diraih sebagai fondasi kehidupan. Pokoknya manfaatkan seluruh waktu untuk bergerak, bersiap, bekerja tanpa jeda untuk meraih sukses di waktu yang terus mendera.

Kedua, Ada juga yang mendukung dengan duduk sejenak dan mungkin lebih lama. Dilanjutkan kongkow bersama kawan sambil menyecap minuman kesukaan yang penuh citarasa. Bertabur cerita absurd dan tawa bersama, menghentikan sang waktu sehingga duduk-duduk sejenak menjadi lebih dari sehari…. tapi tidak mengapa yang penting bahagia.

Ketiga, dari dimensi ini tentu menjawab bahwa berhenti duduk sejenak dalam rangkaian perjalanan panjang adalah sebuah hal yang wajar dan perlu dilakukan. Karena sebuah perjalanan butuh rehat untuk menyeimbangkan adrenalin pengejaran tahapan kesuksesan dengan ketenangan bathin, meskipun hanya menghela nafas sesaat sambil duduk dibawah pohon rindang keemasan… hmmmmm.. Alhamdulillah.

Tidak semua orang bisa rehat sejenak dikala meniti derasnya gelombang waktu, atau ada juga yang terjebak dalam pusaran kemalasan sehingga tak bisa (tak mau) beranjak dan terus berkutat dengan waktu yang stagnan. Maka keseimbangan itu penting kawan…

Satu lagi yang paling penting adalah rehat batin yang merupakan kewajiban Umat manusia kepada Tuhannya. Aku muslim dan kewajiban bersujud rutin dengan rumus wajib pada waktu tertentu 5x sehari dengan aturan waktu tertentu.

Sebuah kewajiban hakiki agar perjalanan hidup lahir dan batin meraih sukses bukan hanya di masa depan, tetapi sukses penuh berkah dalam setiap fase kehidupan, duia & akherat.

Duduklah sejenak, bertafakur atas perjalan hidup yang sudah dilalui dan persiapan untuk tahap selanjutnya. Jangan lupa jika waktunya telah tiba, bersegera ambil wudhu dan bersujud dalam shalat kita.

Mari bersyukur sambil mengingat perjalanan kehidupan di 2019 dan bersiap menyongsong penuh Optimisme di 2020 dengan peningkatan kualitas dan kapasitas diri terutama nilai ibadah sebagai hamba Illahi. Wassalam (AKW).

Kopi & Kawan Sejati.

Kopi dan Udud, apakah kawan sejati?

CIREBON, akwnulis.com. Sebuah persahabatan dan pertemanan memiliki kadar kekentalan variatif, banyak faktor yang melingkupi. Kawan menjadi lawan, musuh menjadi sekutu bukanlah hal yang baku. Tetapi pertemanan abadi juga bukan hal yang tidak pasti, malah inilah yang harus dijaga dengan sepenuh hati.

“Ngomongin apa sih kamu?.. lagi kecewa ya?”

“Nggak brow, aku mah lagi fine fine aja”

Sebuah jawaban singkat sambil menyusun puzzle kehidupan yang diwakili oleh sebungkus rokok dan panekernya, sebungkus kopi arabica cawene garut, kunci mobil plus remote dan sebuah tanda no smoking sekaligus penanda tempat dimana semua barang ini berada (pada saat diphoto maksudnya).

Dari photo tersebut adalah sebuah frame persahabatan yang kental antara kopi dan rokok atau disebut juga Udud (b. sunda). Betapa akrabnya kopi dan udud ini, dimana ada segelas udud maka akan hadir sebatang kopi… eh tibalik… yaa gitu deh maksudnya.

Betapa nikmatnya nyruput kopi sambil merokok… itulah gambaran umum yang terjadi.

Padahal tidak semua kopi berteman dengan udud. Kopi dinikmati sendiri dan tentu tanpa hadirnya rokok alias udud.

Bisa gitu?”

“Bisa pisan 😀😀😀 ”

Jadi yang tertarik menikmati kopi tidak perlu khawatir jadi musti merokok. Kopi dan rokok bukan sahabat sejati, tetapi kopi dan rokok sesekali bersua untuk silaturahmi, khususnya seperti yang tertera di photo awal tulisan ini.

Maka kembali kepada rumus kawan, berkawanlah biasa tanpa perlu berlebihan, apalagi terlalu menggantungkan harapan kepada mahluk yang fana… bersiaplah kecewa.

Selamat menambah kawan dalam setiap momentum yang ada, kawan sejati yang akrab di dunia tetapi juga merajut pahala untuk bekal di akherat sana. Wassalam (AKW).

***

Lokasi : Hotel Patra Cirebon.