SELEBGRAM & KOPI

Pagi dapat presentasi dari selebgram dilanjutkan ngopi bersama seduhan sendiri.

CIBABAT, akwnulis.com. Disaat berpasang mata memandang takjub kepada pembicara maka kecenderungan akan memahami materi lebih besar. Karena konsentrasi terpusat kepada siapa yang ada dihadapan mata. Itulah yang terjadi pada sesi peningkatan kemampuan teman – teman dinas sosial provinsi jawa barat yakni pertemuan khusus pegawai dengan tema ‘How to Improve a public speaking for employee’ yang disampaikan oleh saudari Iestri Kusumah, S.Psi, CBC.

Dengan pengalaman jam terbang sebagai selebgram yang memiliki 35,8 ribu follower dan juga pendiri @psytalkingindonesia serta bejibun aktifitas lainnya tentu memberikan aura motivasi tersendiri bagi para pegawai dinsos jabar untuk kembali belajar berbicara di depan umum dengan percaya diri dan terarah. Secara modal pribadi, para pekerja sosial dan penyuluh sosial serta para pejabat struktural dan fungsional lainnya ada yang sudah terbiasa berdiri dan berbicara di depan umum. Ada juga yang masih tergagap jika harus tampil didepan umum meskipun sebetulnya yang hadir adalah teman – teman sendiri.

Keseruan dalam acara ini semakin meningkat karena interaksi dan latihan berbicara secara langsung menjadi tantangan tersendiri. Ternyata antusiasmenya bertahan hingga akhir sesi. Alhamdulillah.

Selanjutnya berbicara antusiasme, maka penulispun sama. Fokus dan memberikan perhatian yang sama. Tetapi tentu harus disandingkan dengan hadirnya kohitala, kopi hitam tanpa gula. Hanya saja tidak enak ke teman – teman yang lain kalau ternyata ngopinya sendirian di ruang rapat besar, padahal banyak mata yang akan memandang.

Kumaha atuh?”

Berfikir cepat memutar otak, agar terjadi keseimbangan rasa. Antara antusiasme belajar dan menyeruput kopi racikan sendiri. Maka cara terbaik tentu tuntaskan satu persatu. Mari kita ikuti wejangan eh paparan materi dari pembicara cantik kita kali ini sekaligus belajar kembali bagaimana memantaskan diri untuk berbicara ‘sempurna‘ dihadapan banyak orang khalayak ramai.

Akhirnya sampai sesi ini berakhir, seluruh peserta antusias dan menerima materi yang diberikan dengan ikhlas. Semoga bisa menambah wawsan keilmuan dan menguatkan kepercayaan diri masing-masing.

Lalu ngopinya kapan?”

Setelah acaranya tuntas, segera kembali ke ruangan kerja. Ternyata ada tamu kehormatan, bapak sekretaris Bappeda sudah menunggu dan tujuannya sederhana, ingin silaturahmi sambil minum kopi bersama. Tanpa banyak basa – basi maka diksi selamat datang diabaikan tetapi tangan sederhana ini segera beraksi mempersiapkan peralatan untuk prosesi penyeduhan kopi secara manual.

Bejana kopi dipasang dengan corong V60 dan tak lupa kertas filter. Sementara air panas sudah berproses untuk mencapai derajat diatas 92 celcius. Lalu takaran gramasi 26 gram dengan asumsi untuk dinikmati sekaligus 2 porsi sehingga tidak bolak balik menyesuh kembali.

Kopi yang dipilih adalah arabica wine dari tonas coffee tentu menjadi jaminan keharuman dan kenikmatan juga aftertaste yang teruji tak perlu diragukan lagi. Tunggu ya.

Akhirnya setelah berproses dan penyeduhan manual dilakukan maka saat yang dinanti telah tiba. Menyeruput kopi bersama dengan pak sekretaris bappeda di ruang kerjaku. Melengkapi momen hari ini yang diawali dengan presentasi selebram yang menggugah hati dilanjutkan kehadiran sesama ‘ulis‘ untuk berdiskusi sambil menikmati sajian kopi racikan eh seduhan sendiri. Alhamdulillahirobbil alamin. Selamat menikmati hari dan mensyukuri semua momentum kehidupan ini. Wassalam (AKW).

SAKURJAYA – PANGANDARAN

Bekerja di hari libur sambil luangkan waktu ngopi dan nulis. Sruput dan kotret.

SAKURJAYA, akwnulis.com.  Sengatan matahari cukup terik menjangkau kulit tubuh ini, tetapi semangat untuk melihat perkembangan proyek pembangunan tidak surut. Karena sebuah kewajiban harus ditunaikan dan monitoring serta evaluasi adalah judul wajib yang harus dijalani.

Tetapi tentu dikala rehat sejenak dan berteduh di sebuah rumah yang menjadi basecamp pekerja dan personil pengawasan sekaligus kantor darurat untuk pertemuan atau rapat terbatas maka sedikit menghela nafas karena ada dua buah kipas angin yang mengolah sang bayu bisa mengalir deras menerpa wajah memberi sejumput kesegaran plus mengurangi cucuran keringat yang sejak tadi tak tertahankan.

Setelah menyeka keringat di dahi dan wajah yang begitu aktif mengucur, inilah saatnya ‘me time‘ sambil duduk bersandar dipojokan menggunakan kursi darurat yang dibuat untuk kepentingan rapat di lapangan.

Menarilah jemari diatas keyboard virtual smartphone kesayangan. Menuangkan beberapa kata menjadi kalimat sederhana tapi sarat makna. Sebuah cerita singkat tentang pengalaman khusus di pantai pangandaran ba’da magrib. Tentunya sebagai penguatan literasi bahasa sunda, penulisannya menggunakan bahasa sunda sederhana dengan genre bahasa sunda yang cenderung halus untuk memberi karakter suasana yang diciptakan sebagai kejadian nyata. Meskipun tentunya tulisan ini adalah sebuah fiksi reka saja tapi ide dasarnya memang sebuah kisah nyata.

Sebagai penguat semangat dalam bekerja di lapangan kali ini, tentu tidak lupa membawa si hitam tanpa gula yakni kohitala. Manual brew V60 arabica halu banana yang diseduh di rumah telah berubah menjadi pilihan minuman bersama yang menghangatkan suasana. Beberapa rekan menikmatinya hingga ‘peureum beunta‘ (merem melek) karena berusaha menikmati padahal jelas rasa pahitnya begitu kuat mengunci lidah tetapi setelah itu ada kesegaran dan kehangatan yang menyebar ke seluruh tubuh.

Selamat ngopay eh minum kopi kawan, juga selamat bekerja dan berjuang untuk keseharian kita khususnya jangan lupa membaca kotretan singkat berbahasa sunda ini yang mungkin bisa memberikan penghiburan tersendiri.

Inilah ceritanya :

***

FIKMIN # DI BASISIR #

Pangersa, dihaturan, kadieu geura” Soanten leuleuy tapi ècès dina cepil katuhu. Luak lieuk teu aya nu calik atanapi caket ngadegna, aya oge rada anggang tapi da nuju ngawangkong sèwang – sèwangan.

Ieu dipayun, kadieu geura” soanten leuleuy aya deui sasarengan sareng jigrahna lambak payuneun. Siga nu ngagupay supados nyaketan. Lalaunan ngadeg tina korsi di sisi basisir, sampèan ngalèngkah nincak pasir nu karaos haneut meueusan.

Ditelek – telek, brèh di payuneun aya nu ngadeg. Dedeganna mah wanoja namung teu jelas. Rurusuhan dicaketan. Salèngkah dua lèngkah, pangambung ngangseu seuseungitan, matak ratug kana jajantung tapi beuki kabita nyaketan asalna sora.

Beuki caket, geuning nu nyauran teh wanoja geulis rancunit pikabitaeun. Imutna ngagelenyu nganggè karèmbong semu konèng.

Salengkah deui badè dugi payuneun nu sampulur konèng umyang.

Duk!!

Mastaka pengker asa aya nu ngagebug. Poèk.

***

Lalaunan soca beunta, geuning nuju diriung di tengah tajug.

Alhamdulillah Jang, kasalametkeun dina waktosna.”

***

Itulah tulisan singkatnya. Bagi yang sudah ngopi jangan lupa bersyukur atas kemudahan ngopinya. Untuk yang sudah membeca eh membaca tapi tidak mengerti maksudnya silahkan acungkan tangan dan bertanya kepada kami atau tetangga sekitar, minimal sambil bersilaturahmi hehehehe.

Have a nice wekeend with your family, meskipun kami sekarang tetap bertugas dan monitoring tapi nanti sore bisa kembali ke rumah dan bergabung dengan keluarga tercinta. Wassalam (AKW).

TMC Coffee & Things BIJB

Nyari kopi di bandara Kertajati.

MAJALENGKA, akwnulis.com. Menikmati liukan warna pastel nan lembut yang menaburi motif megamendung menjadi pertanda bahwa raga ini sedang berada di bandara kebanggaan jawa barat. Apalagi disaat kepala menengadah melihat ke atapnya maka terlihat motif bulu burung merak raksasa yang nyata yang hadir sebagai pembeda.

Itulah salah satu pemandangan yang terpampang, menyambut kehadiran calon penumpang pesawat di bandara internasional jawa barat atau lebih dikenal dengan sebutan Bandara Kertajati, karena memang dibangun di kawasan kecamatan kertajati kabupaten majalengka.

Sebuah kebanggaan menyeruak, rasa senang dan syukur hadir bercampur aduk. Meskipun bukan siapa – siapa, tetapi raga ini bolehlah mengaku pernah bersentuhan dengan beberapa momentum jatuh bangunnya bandar udara ini.



Apalagi sekarang melihat pemandangannya dan suasana ini begitu menyenangkan. Konter tiket menyambut kehadiran para calon penumpang yang akan bergerak dan diterbangkan ke berbagai tujuan di pulau – pulau nusantara. Apalagi dengan gencarnya promosi multi pihak dengan tagar #betterkertajati semakin yakin bahwa bandara ini akan maju dan berjaya.

“Akang sedang ngapain di bandara?”

Sebuah pertanyaan sederhana yang perlu dijawab dengan paripurna. Mau menjawab karena akan segera cek in lalu boarding disalah satu pesawat, padahal enggak. Mau bilang cuma jalan – jalan di sekitar bandara, kayaknya orang juga nggak percaya. Tapi itulah drama dunia, terkadang dengan satu pertanyaan sederhana mengingatkan kita akan makna hakiki perjalanan manusia di dunia.


Sudah jelas khan berada di bandara, nenteng tas koper dan di saku sebelah kiri tersembul kertas putih agak tebal dengan ciri ujung kanannya adalah logo maskapai penerbangan. Jelas itu sob. Tetapi tentu dengan dibaluti adat pasundan yang lemah lembut dan penuh kesantunan. Maka jawaban senyuman seimbanglah yang hadir dan anggukan kepala perlahan menandakan persetujuan atas pertanyaan tadi.

Tapi selain fungsi bandara sebagai tempat naik dan turun atau turun dan naik pesawat tentu ada hal penting yang harus dituliskan disini. Kodenya TMC Coffee & Things.

“Pasti urusan kopi lagi ya kang?”

Betul sekali tentu berkaitan dengan sikopihitam kohitala (kopi hitam tanpa gula) menjadi hal utama dalam website pribadi ini. Meskipun tentu kebanggaan terhadap bandara kertajati ini tetap utama. Maka bertemu dengan tempat ngopi yang asyik di dalam bandara kertajati adalah kesenangan tersendiri. Lokasi berada di sebelah kiri ujung dekat ke toilet dan mushola bandara di area keberangkatan. Jadi bisa didatangi sebelum cek in atau setelah cek in untuk mendapatkan tiket.



Otomatis non penumpangpun bisa akses guys, tenang saja. Nama cafenya itu tadi yang disebut diatas yakni TMC Coffee & Things. Maka cara terbaik adalah datangi dan pesanlah kohitala (kopi hitam tanpa gula) sesuai menu yang ada.

Maka sajian menu yang pertama sebagai pengganti manual brew V60 adalah colddriftnya dari cafe ini. Rasa dinginnya begitu nikmat menenangkan hati yang sedikit panas karena suatu sebab.

Lalu sajian kedua adalah cafelate bergambar dedaunan yang berusaha keras dibuat oleh sang barista tapi akhirnya tetap saja gambar daun yang hadir sebagai penerus rasa.



Setelah 2 sajian kopi ini dinikmati, maka perlahan tapi tergesa menuju arah petunjuk selanjutnya. Ada 3 pilihan, pertama menuju toilet karena kebelet lalu kedua adalah bergegas ke pintu area boarding dan ketiga balik kanan menuju gerbang keluar dan pergi dengan kesedihan hati.

Kalau pembaca mau pilih yang mana?.. silahkan tulis di kolom komentar ya. Wassalam (AKW).

NGOPI ATAU TIDAK?

Ngopi dan tidak ngopi, menyisakan rasa dan keihlasan

CIMAHI, akwnulis.com. Semangat tinggi menuju kantor dan selalu berusaha berfikir optimis karena itulah modal dasar kita sebagai pelayan masyarakat yang tentunya akan dijalani bukan 1 atau 2 tahun tetapi puluhan tahun, ya minimal 30 tahun menjadi abdi masyarakat. Dimana salah satunya adalah yang memberi motivasi itu adalah seduhan kopi manual di pagi hari dari biji kopi aranica honey dari cisurupan garut yang menggugah selera dengan keharuman hakiki.

Kok tahu sih harumnya yang hakiki?”

Tentu mengetahui dengan gamblang karena dua hari yang lalu sudah membuka bungkus kopinya dan merasakan keharuman biji kopinya. Apalagi pada saat di giling, keharuman semakin menyeruak dan selera sruput kopi semakin menggila, aslina mang.

Sayangnya prosesi penyeduhannya gagal karena di dera oleh agenda kegiatan yang bertubi – tubi dan malah berlapis seakan raga ini sebaiknya dikloning saja sehingga bisa hadir di dua tempat berbeda dalam waktu yang sama. Akhirnya pilihannya sederhana, salah satu dikorbankan untuk tidak dihadiri atau pontang – panting di dua agenda tentu dilengkapi drama nafas tersengal dan dada terasa berat karena naik turun tangga adalah jalan tercepat.

Maka pagi ini setiba di area kantor, langsung parkir sepeda motor lalu bersegera menuju ruang kerja. Eh lupa, helm dicopot dulu atuh, baru bergegas kembali. Dengan semangat tinggi menuju ruang kerja dan melewatinya karena target utama ruangannya di belakang sana yakni dapur bersama.

Tapi, itulah kehidupan. Sebuah harapan besar dengan optimisme yang nyata terpaksa berhadapan dengan keadaan yang berbeda. Biji kopinya ada, air panaanya sudah siap, bejana kaca dan kertas filter manual brew V60 juga bersiaga. Hanya saja corong V60nya tidak berjumpa, tidak ada batang hidungnya.

Kemanakah gerangan dikau, corong v60ku?”

Mata dan tangan bekerjasama mencari – cari corong V60 ini tetapi nihil kawan. Akhirnya terpaksa mencoba melakukan penyeduhan kopi tanpa menggunakan corong. Tentu ujung – ujung kertas filternya berusaha dipegang serta oleh jari jemari yang sudah tidak sabar menikmati keharuman kopi ini.

Air panas yang sudah berada di teko stainless kecil dan kopi arabica bubuk sudah siap untuk bersentuhan. Maka pelan – pelan air dituangkan dengan tangan kanan dan tangan kiri seluruh jemarinya memegang pinggir kertas filter V60. Seduhan pertama masih aman dan biji kopi hasil gilingan bertemu dengan air panas menghasilkan hubungan ekstraksi yang saling menguntungkan.

Pada seduhan kedualah ujian kesabaran terjadi. Air panas yang mengenai kukit jemari tangan kiri secara reflek membuat jemari melepaskan cengkeramannya pada kertas filter V60. Akibatnya kertas filter, bubuk kopi dan air sisa yang sedang berekstraksi jatuh ke dasar bejana kaca yang seharusnya menjadi penampungan akhir kohitala.

Sesaat termenung menatap kegagalan menyeduh kopi manual kali ini. Ketidakhadiran corong V60 menjadi kendala utama. Meskipun perlahan mencoba dipaksakan ternyata tanpa kehadirannya hasil akhirnya gagal total. Sebuah pemaknaan dari langkah kehidupan, dimana satu unsur tidak ada, harus dipikirkan dulu untuk mencari penggantinya sesuai SOP yang ada. Jangan paksakan karena akan berakhir dengan kegagalan.

Selamat tidak sruput kopi dulu kali ini kawan, belajar bersabar karena ternyata agenda kegiatan harian telah menyeringai dan mengintai. Tidak ada pilihan lain, ikhlaskan kegagalan dan bersiap hadapi tugas dan kenyataan. Wassalam (AKW).

Catatan :
Biji kopinya Arabica Natural Aceng Cisurupan Garut.

NULIS LAGI, JANGAN KALAH OLEH KESIBUKAN.

Sibuk? itu biasa.
menulis? harus bisa…

CIMAHI, akwnulis.com. Dilihat dari hasil tulisanku dalam  2 minggu belakangan ini terlihat kemerosotan alias jumlah tulisan menurun yang diposting di blog atau website pribadi ini. “Apakah bisa diartikan dengan produktifitas menurun?”

Jawabannya jelas IYA, kalau melihat dari sisi hasil tulisan sederhana, ringan dan terkadang kocak atau malah sedikit menakutkan karena mengangkat cerita urban legend yang sebagian besar memang penulis alami. Seperti tulisan tentang RUMAH DINAS dan WASTAFEL.

Tapi setelah ditelusuri dengan jadwal tugas dan pekerjaan yang menjadi kewajiban harian sebagai pelayanan masyarakat, fungsi kordinasi dengan berbagai pihak serta mengikuti aneka rapat, dirasa tidak ada yang berubah kok. Tapi sebentar, ada rasa penasaran yang ingin melihat kembali aktifitas kegiatan harian dalam 1 – 2 minggu ke belakang.

Ternyata ada 2 hal yang mungkin membelokkan semangat menulis dan upload tulisan di websiteku itu adalah penugasan pelatihan online dengan model pembelajaran mandiri dan keasyikan juga ‘ngoprek’ media sosial satu lagi yang ternyata mengasyikkan juga karena ada tantangan dari setiap tingkatannya.

Pertama penugasan diklatnya memang berbeda dan lebih canggih, ya seperti diklat – diklat kekinian yang menggunakan pola modul online dan berbagai prasyarat spesifik sebelum kita bisa masuk dalam pelatihan tersebut. Termasuk harus upload sertifikat kelulusan diklat dasarnya untuk bisa mengikuti diklat lanjutan ini. Perkenalan, pretest serta pembelajaran wajib dihadirkan via online dan video youtube terbatas yang harus ditonton tuntas tanpa bisa dipercepat. Lalu di beberapa segmen youtube tersebut diselipkan kuis yang harus dijawab dengan benar untuk melanjutkan menonton youtube pembelajaran tersebut.

Ditambah dengan setiap sesinya ada kertas kerja yang harus dikerjakan dan diupload serta kuis yang harus mendapat nilai 100, baru bisa next level. Sementara tugas sehari-hari di kantorpun bejibun. Ya karena pembelajaran online sehingga bisa dilaksanakan di kantor. Ternyata cukup menantang bin pabeulit, akhirnya ya pekerjaan rutin dulu dilaksanakan sehingga diklatnya keteteran dan melanjutkan pembelajaran di rumah di malam hari, wuih sungguh menantang sekaligus menguras energi untuk menulis di http://www.akwnulis.com kesayangan ini.

Kedua yang menjadi tantangan kesibukan dalam 1 – 2 minggu ini adalah mulai akrab dengan mbak META di platform FBpro atau facebook pro yang juga menantang karena banyak tugas yang harus dikerjakan untuk naik level ke jenjang selanjutnya. Seru juga bisa nambah teman – teman di seantero jagad, harus upload reels secara terukur dan mengusung originalitas. Jadi yang penasaran dengan Akun FBpro diriku, bisa masuk ke laman facebook dan search saja ‘andriekw’, insyaalloh segera ketemu. Sebagai pengalaman baru bermedia sosial tersebut ada 3 kata atau kalimat yang begitu populer yaitu Amanah, R to R dan polbek.

Maka minggu ini berusaha kembali menyeimbangkan diri dalam sisi produktifitas pribadi. Kalau urusan urusan pekerjaan tidak usah dibahas, jelas itu target dan kewajibannya. Kalau urusan religiusitas, tidak perlu juga dimunculkan sudah ayat berapa kita mengaji hari ini. Tapi terkait tentang menulis dan membuat konten di media sosial memang perlu kembali diseimbangkan.

Apalagi sudah muncul beberapa pertanyaan terkait tentang tema kopi yang dianggap agak berbeda dengan beberapa postingan belakangan ini yang random diluar kopi. Tenang saja kawan, ada hal teknis yang secara kebetulan membuat kejarangan menikmati Kopi hitam tanpa gula manual brew V60 karena dalam 1 minggu terakhir stok kertas filter v60nya habis dan sekarang masih menunggu kiriman dari pembelanjaan online.

Selamat beraktifitas di hari minggu ini, jangan lupa maksimalkan waktu bersama keluarga karena esok hari kesibukan pekerjaan sehari-hari akan menyergap kita kembali. Wassalam (AKW).

KOPI OBAT AWET MUDA???

Catatanku tentang mencoba gaul dengan filter medsos.

BANDUNG, akwnulis.com. Beberapa hari yang lalu disaat membuka akun tiktok dan berselancar menikmati postingan random di tiktok ada salah satu postingan yang ramai dan menggunakan filter video yang mengubah wajah menjadi jauh lebih tua. Mungkin sudah lama filter ini ada, tetapi ide ketertarikan untuk menggunakannya itu baru hadir di kepala.

Keseruannya itu karena mayoritas yang menggunakan dan memposting video singkat plus age filter ini menggunakan konsep teatrikal. Maka ramai sekali penggunaan filter age atau umur menua ini termasuk berbagai momentum sedih bagi seseorang yang tidak bisa bersua dengan mendiang orang tuanya karena telah meninggal semasa mereka kecil.

Nah trend terbaru filter umur ini lebih kepada seru – seruan dengan tema hampir senada yaitu video wajah sedang beraktifitas tapi lupa nyalain filter umurnya, maka terpampanglah wajah keriput tua. Lalu hadir ekspresi kaget panik bin reuwas dan segera pijit layar smartphonenya agar kembali ke wajah sebenarnya yang kinclong menginclong bak habis perawatan wajah.  Maka akhirnya tertawalah atau minimal senyum dikulum melihat tingkah orang – orang dalam video yang tersaji.

Karena sebenarnya yang menggunakan posting ini menampilkan sebagai seseorang yang sudah tua dan asyik video selpi lalu kaget karena age filternya lupa di nyalakan. Nah setelah dinyalakan maka wajahnya berubah mulus dan muda.

Padahal sebenarnya wajah aslinya berada di posisi tengah – tengah. Artinya sang pengguna filter video ini wajahnya sudah dewasa tetapi belum masuk lansia yang penuh keriput dan wajah tua atapun pada saat filter di klik jadi mulus, segar dan muda tapi diantara posisi itu. Maka tujuan utama ikut – ikutan menggunakan filter ini lebih kepada hiburan saja dengan tetap memegang teguh tema pribadi tentang seputar kopi.

Pengambilan videonya juga berulangkali gagal dan kurang pas videonya, tapi karena penasaran ya dicoba terus hingga akhirnya video super aingkat 17 detik ini tercipta. Tidak lupa di share di media sosial pribadi baik tiktok, facebook, instagram dan akun youtube @andriekw. Semuanya digunakan untuk menampilkan hasil karyaku hehehehehe.

Tapi sebelumnya tetap serius meracik dan seduh kopi denvan manual brew V60 dengan biji kopinya Arabica puntang honey. Setelah siap di gelas kaca kecilku, maka cating dimulai…

Take video… action !!

Tidak lupa pada saat share link video di youtube ini ditambah dengan pesan menggoda dan buat penasaran, ‘NGOPI BIKIN AWET MUDA, nggak percaya?.. niih linknya KLIK SAJA.

Tapi tentu harus bersiap – siap menjawab komentar dan juga pertanyaan dari para kolega yang akan beragam memberikan tanggapannya. Satu hal yang pasti adalah kopi tidak membuat kita awet muda, tetapi kopi bisa menjaga suasana hati kita tetap ceria untuk mensyukuri kehidupan yang penuh makna. Wassalam (AKW).

LOKASI NGOPI & MIE ACEH DI MEDAN

Ini info cafenya ya…

BANDUNG. akwnulis.com. Sebuah hasil karya sederhana tentu memerlukan interaksi dari penikmat produk ini. Jika postingan di media sosial direspon dengan komentar yang berisi dukungan, hujatan ataupun dibagikan lanjutan maka klarifikasi atau respon tentu bisa dengan tulisan ucapan terima kasih ataupun emoticon yang bisa mewakili suasana kebathinan kita.

Begitupun dari tulisan sederhanaku dan juga postingan di youtube, tiktok, instagram dan beberapa minggu ini adalah facebook. Untuk produk diluar tulisan sih cenderungnya adalah komentar saja yang harus direspon, kecuali jika warningnya adalah urusan copyright, tidak ada ampun harus takedown saja daripada menimbulkan permasalahan di kemudian hari.

Sementara untuk tulisan yang dimuat di websiteku ini respon yang ada masih terbatas dan mayoritas adalah jempol atau like dan beberapa komentar dukungan saja. Kecuali tadi pagi, ternyata ada pesan whatsapps yang masuk dan merespon tulisanku kemarin yaitu KULINER ACEH DI MEDAN.

Pesannya adalah ingin kejelasan dari tulisan itu dengan mengacu kepada rumus 5W1H tapi pada pilihan Where- nya saja. Dimana tempat ngopi acehnya, apa nama (what) cafenya dan bagaimana (How) suasananya. Karena ternyata beliau adalah orang medan yang merantau bersekolah serta bertugas di Jawa Barat. Pantas saja penasaran.

Maka demi transparansi dan konsekuensi dari sebuah produk tulisan yang sudah dibuat, tulisan inilah sebagai jawabannya. Sebagai disclaimernya, penulis nggak di-endorse sama Cafe ini, tapi tidak masalah karena mempromosikan cafe yang memiliki menu makanan dan minuman nusantara ini.

Nama cafenya adalah SULTHAN COFFEE yang terletak di Jalan Amaliun No.26 Kota Matsum IV Kecamatan Medan Area Kota Medan Provinsi Sumatera Utara Kodepos 20211. Kami datang ke lokasi malam hari sekitar pukul 19.00 wib dan tidak terlalu lama karena mengejar acara pembukaan Rakornas di tempat yang berbeda.

Terkait dengan suasana cafe Sulthan coffee ini  cukup nyaman dengan hamparan meja kursi dan bisa di setting memanjang untuk kongkow dalam jumlah banyak ataupun per meja saja. Lalu ada juga di lantai atas, tentu harus mrnaiki tangga dulu lalu betsua dengan meja kursi bernuansa warna orange serta dilengkapi beberapa kipas angin yang berputar kencang untuk melawan hawa panas yang cukup menantang.

Diriku memilih posisi duduk dilantai atas karena leluasa menikmati suasana dan pemandangan dari sang barista dan koki yang begitu sigap membuat sajian makanan dan minuman. Menu bervariasi tapi tidak sempat baca rinci karena waktu yang terbatas, yang penting mencoba kopi aceh dan mie aceh.

Lalu bagi perokok semua posisi aman, karena kanan kiri langsung dengan alam terbuka sehingga bisa menyulut dan menikmati rokoknya di berbagai lokasi. Tinggal kepeduliannya saja manakala ada pengunjung lain yang tidak merokok, tentu diharapkan tepo salironya.

Oke itu saja penjelasan singkatnya ya, semoga bermanfaat. Wassalam (AKW).

KULINER ACEH DI MEDAN

Menikmati Kuliner Khas Aceh tapi di Kota Medan. Kopi Aceh & Mie Aceh.

MEDAN, akwnulis.com. Segelas kopi hitam sudah hadir di hadapan, ditemani kepulan asapnya yang menggugah selera menandakan bahwa pilihan kopi panas seduh ini memang benar – benar panas. Jadi jangan terburu – burulah untuk meminumnya. Karena ketidaksabaran bisa  berakibat rongga mulut terkelupas atau bahasa sundanya momod, kalau nggak salah.

Jadi tarik nafaslah sejenak sambil melihat situasi yang ada. Jangan terlalu fokus pada satu hal saja, atau sajian kopinya saja. Tetapi banyak detail lain yang harus kita tafakuri dan disyukuri. Coba dongakkan kepala, lihat berkeliling. Bisa juga berdiri dan berjalan mondar mandir untuk melihat suasana sekitarnya yang dipastikan memiliki cerita. Cobalah….

Pertama tentu kopinya sesuai pesanan adalah Kopi Aceh, maka sudah jelas masuk ke restoran atau kedainyapun yang jelas – jelas ada acehnya. Meskipun tidak sempat bertanya banyak sama pelayannnya tetapi dari pernak pernik, daftar menu hingga peralatan membuat kopinya, jelas Aceh banget. Dikuatkan oleh Bang Angga Rujak yang menemani perngopian kali ini serta Teh Otit yang sangat bersemangat dalam perjalanan kuliner dimanapun beredar.

Kedua tentu selain asal muasal biji kopinya adalah cara pembuatannya yang menggunakan selarik kain panjang sebagai saringan dan dilakukan berulang – ulang tanpa tumpah padahal cairan kopinya terbang kesana kemari dalam prosesnya. Sehingga akhirnya dituangkan di gelas menjadi sajian kopi panas tanpa ampas yanv sudah hadir di mejaku ini.

Memang saking terpesonanya sehingga lupa tak bertanya tentang kehadiran gula. Akibatnya gula sudah tercampur meskipun sebagian masih tersisa di dasar gelas. Ya sudahlah, ini kita pandang sebagai keberagaman kuliner indonesia yang merupakan perekat persaudaraan melalui jalur gastronomi nusantara.

Lalu dari sisi tempatpun menjadi unik, karena antara nama kopi dan lokasi berbeda meskipun di peta sih berbatasan tapi kalau naik kereta (sebutan bagi sepeda motor di kota medan) maka perlu waktu 12 jam 22 menit dengan jarak 567 kilometer untuk tiba di Banda Aceh. Maka berbahagialah bisa menikmati Kopi Aceh di Kota Medan ini, Alhamdulillahirobbil alamin.

Dimensi lain yang harus disyukuri adalah siapa yang menemani ngopi. Itu juga menarik karena bisa menjadi jalinan cerita lainnya. Seperti kali ini, secara kebetulan di kereta bandara berjumpa dengan Teh Otit yang ratu kuliner dinas luar maka jadwal segera disusun untuk kulineran tanpa mengganggu agenda meeting yang sudah terjadwalkan. Ditambah dengan GPS atau Gunakan Penduduk Sekitar yakni pemandu lokal asli medan Bang Angga Rujak, seorang pedagang rujak keliling yang alih profesi menjadi pemandu kuliner sekaligus guru yang berpengalaman dalam mendulang uang di media sosial. Sehingga diskusi sambil ngopi kali ini begitu berarti.


Selanjutnya adalah siapa baristanya, kalau sempat didekati, diajak bicara dan minta ijin divideo. Tapi kalau memang super sibuk, ya sudab kita perhatikan saja dari jauh teknik – teknik pembuatan minumannya sehingga bahan tulisan tetap terjaga untuk menangkap momen terbaiknya.

Oh iya, jika punya waktu luang. Dokumentasikan sekeliling reatoran atau cafe atau kedai yang sedang kita datangi. Ambil photo dan video secukupnya, jangan lupa jika ternyata ada beberapa orang yang akan tervideo oleh kamera kita, tidak ada salahnya mohon ijin dan permisi.

Selamat malam bapak dan ibu, apakah berkenan jika saya dokumentasikan dan besok lusa menjadi konten di media sosial kami.?

Maka jawaban selama ini adalah anggukan dan tanda setuju. Apalagi bagi pihak rumah makan atau cafe yang bersangkutan, bisa membantu memarketingkan tanpa perlu biaya tambahan. Bagi tamu yang terekam videopun seiring perkembangan jaman tentu meng-iya-kan dan biasanya akan bertanya media sosial apa yang digunakan. Tentu jawaban singkatnya adalah youtube, tiktok, facebook dan twitter. Lalu bertukar alamat medsos, rekam dan akhirnya kembali ke rutinitas masing – masing.

Terakhir adalah rasa, ini juga sangat penting karena sugestisitas dan rasa personal sangat tinggi. Jadi jangan terpengaruh dengan pendapat orang tetapi yakinkan keberfungsian lidah dan mulut kita, itulah yang dituangkan dalam tulisan. Seperti saat ini, sruputan perdana disambut rasa kopi yang kuat tanpa ada acidity berarti biji kopinya cenderung robusta. Hanya saja tidak bisa eksplore lebih lanjut karena ada gula diantara kita. Jadi tarik nafaslah sejenak dan nikmati banyak hal dari suasana meminum kopi aceh kali ini.

Sebagai penutup kuliner malam ini, sajian mie aceh versi kota medan ini melengkapi kekenyangan ini. Sehingga disaat dilanjutkan untuk hadir pada acara Rakornas Pengawasan tidak ada lagi suara perut yang kelaparan dan bisa serius mengikuti rangkaian kegiatan. Selamat malam, selamat bertugas. Wassalam (AKW).

GALAU DI TOL.

Penerbangan perdana penuh drama.

BANDARA SOEKARNO HATTA, akwnulis.com. Pengalaman perdana mencoba kembali menaiki pesawat terbang di tugas unit kerja yang baru penuh dinamika dan berbalut drama.

Serius baru naik pesawat?”

Eh nggak percaya, memang baru sekarang menaiki lagi pesawat. Maksudnya akan naik pesawat.. eh sedang naik pesawat. Karena tulisan ini dibuat di dalam kabin pesawat dimulai sesaat sebelum

Perjalanan dari bandung yang diperkirakan 2,5 jam saja ternyata melampaui perkiraan. Diawali dengan kemacetan parah di pintu tol yang menghubungkan ruas tol cipularang dengan ruas tol cikampek di daerah jatiasih karena adanya kecelakaan di KM52. Info kecelakaannya di twitter pewarta online dengan penjelasan ada truk bermuatan keramik yang terjungkal.

Maka drama rasa pegal karena mobil bukan sekedar tersendat tetapi lebih sering terdiam karena begitu parahnya kemacetan. Kekhawatiran kedua muncul terkait dengan jadwal pesawat yang sudah tuntas tiketnya dibeli sesuai perkiraan jamnya. Tetapi tentu dengan kondisi kemacetan parah sepert ini akan mengubah kondisi yang ada. Maka cara terbaik tentu berdoa serta berikhtiar untuk memperhatikan kepastian waktu sehingga perlu melihat kembali jadwal penerbangan lainnya. Antisipasi jika tidak kekejar jadwal penerbangan dan menguatkan hati agar tidak bersedih ditinggalkan terbang oleh pesawat yang dipesan.

Tapi ketegangan tidak perlu memuncak dan jadi galau, cukup tarik nafas panjang dan membuka tas perlengkapan. Ambil tumbler kesayangan berbalut bambu karya ‘Virageawi’ lalu keluarkan juga gelas kaca kecil sebagai pendukungnya. Maka bersiap dikeluarkan isi cairan hitam kohitala (kopi hitam tanpa gula) yang sudah dipersiapkan sejak tadi pagi di rumah. Lengkap dengan gelas kecil kaca juga gelas kecil plastik, jikalau ada rekan atau kenalan baru yang berkenan ngopi bersama. Sruputtt.


Hanya saja, kondisi kenyataan sulit kompromi. Perhitungan waktu dengan kondisi kemacetan yang tidak bisa kompromi cukup membuat sedikit tegang. Keputusan sementara adalah mempersiapkan otot kaki dan harus konsentrasi karena estimasi keberangkatan pesawat dan rencana waktu tiba versi google map hanya selisih 15 menit saja. Berarti waktu tersebut harus cukup untuk check in, lalu naik lantai 2 untuk cek infra red dan akhirnya menuju pesawat. Wah gambling cuy.

Ternyata benar sesuai informasi berita bahwa ada kecelakaan di sekitar KM52, karena setelah melewati KM52 perjalanan relatif lancar dan kendaraan yang ditumpangi segera berlari di tol layang Syech Al Zayed sepanjang 38 kilometer. Perhitungan menuju bandara kembali berbunga, kemungkinan ketinggalan pesawat mengecil.

Tapi…. ternyata keluar tol layang dan memasuki tol tanjung priuk kembali perjalanan tersendat dan terhenti kembali. Uhuk uhuk… sedih. Google map segera di refresh dan mencoba mengestimasi waktu tempuh hingga ke bandara. Olala… setelah direfresh dan menghitung rute terbaru ternyata kemacetan padah kedua ini cukup panjang dan secara hitung – hitungan kasar, akan ketinggalan pesawat lebih dari 20 menit.

Maka keputusannya adalah mencoba komunikasi dengan pihak maskapai penerbangan atau membeli tiket lagi.

Bagaimana kelanjutannya?… nantikan kelanjutannya dan jangan lupa pantengin saja tulisan – tulisanku di blog ini, http://www.akwnulis.com.

***

DI LANGIT, akwnulis.com. Mari kita lanjutkan kisah ketegangan dalam perjalanan kali ini, perjalanan perdana untuk bertugas lintas pulau dan menggunakan penerbangan pesawat dari Bandar udara Soekarno Hatta menuju Bandar udara Kualanamu Medan Sumatera Utara.

Otak berputar cepat untuk kalkulasi berbagai kemungkinan yang akan terjadi. Termasuk perhitungan terburuk jika akhirnya harus ikhlas ditinggal kekasih eh salah.. eh salah, ditinggal pesawat. Secara hitungan kasar, ada spare waktu 10 menit sebelum penjadwalan penerbangan ini. Bismillah we ah. Prung, cussss…. mobil bergerak lincah karena kemacetan telah terurai, optimisme muncul namun tetap harus waspada dan dikuatkan berdoa.

Dihadapan mata akhirnya terlihat gate tol keluar menuju bandara, ada rasa campur aduk dalam dada. Rasa was was tertinggal pesawat bercampur dengan rasa tegang karena harus segera berlari untuk cetak tiket dan sebagainya. Mobil yang mengantar akhirnya belok kiri menuju terminal I Bandara Soekarno Hatta, hati semakin berdetak ke cang seolah bersiap menghadapi sesuatu yang besar. Adrenalin terpacu dan nafas perlahan tapi pasri jadi memburu.

Waktu semakin mepet dan perhitungannya ada 13 menit saja untuk masuk ke bandara. Cekiit, mobil berhenti, ucapkan terima kasih kepada sopir dan kawan, lalu menvhambur dan berlari keluar. Bergerak menuju pintu masuk penumpang.

Tapi… ada sesuatu yang menarik di papan pengumuman. ‘Penerbangan Super Jet Air dengan nomor penerbangan IU 942 tujuan Kualanamu, DIBATALKAN

Wookah, Yes!!!” Sedikit meloncat karena merasa senang tentu denganwajah sumringah. Baru kali ini dapat jadwal penerbangan yang dicancel, yapi merasa senang, aneh yach.

Nafas tersengal dan ketegangan relafif berkurang lalu bergerak maju dengan mantap menuju petugas yang akan memeriksa tiket penerbangan kita.

“Silahkan masuk pak, check innya di dalam’ Suara petugas ramah. Maka raga bergerak menuju antrian para calon penumpang yang akan registerasi dan cetak boarding pass. Antriannya tidak terlalu panjang, cukup memberi waktu untuk perlahan menghela nafas panjang. Menenangkan detak jantung yang bertalu – talu untuk kembali normal dan tenang.

Ternyata drama menuju pesawat belum berakhir, setibanya di counter petugas dan mengetahui diri ini adalah salah satu calon penumpang pesawat yang mereka cancel jadwalnyasendiri tanpa pemberitahuan. Pefugas berujar, “Maaf bapak, sebaiknya bapak ke counter 24 dan 25 dulu untuk konfirmasi perubahan jadwal ini.

Lha piye toh, yang cancel situh, kok yang repot saya?”

Tapi ya sudah mungkin ini takdirnya, tidak ada pilihan lain selain bergerak keluar barisan dan menuju petugas di counter tersebut yaitu counter help desk super jet air. Setelah bertemu petugas di counter yang dituju, diawali dengan ucapan permohonan maaf yang tulus lalu di proses sehingga bisa bergabung dengan penerbangam selanjutnya dan akan terbang pada pukul 13.45 Wib.

Kembali antri di counter awal untuk boarding pass dan menikmati detik demi detik antrian samapi dengan tiket penumpang keluar. Waktu yang tersedia digunakan untuk ishoma dan membwrikan aproval pada surat – surat masuk secara elektronik dan unformasi kedinasan lainnnya.

Ternyata, drama masih berlanjut. Penerbangan tersebut dicancel dan ditunda kembali. Euleuh – euleuh karunya teuing si Ujang. Ada beberapa wajah calon penumpang yang terlihat kesal. Tapi apa mau dikata, itulah kenyataannya. Jalani, syukuri dan nikmati saja.

Maka berjalan – jalan saja di koridor ruang tunggu antara A3 dan A1 penerbangan domestik ini. Sambil sesekali merekam video untuk channel youtubeku @andriekw. Lalu teringat bahwa kopi dalam tumbler masih tersedia. Ya sudah cari kursi di sudut yang agak sepi dan segera beraksi. Keluarkan kopinya dan gelas kaca, tuangkan. Video dulu baru sruput nikmati dan itupun di video juga. Srupuut.

Setelah 20 menit berlalu, akhirnya panggilan masuk ke pesawat telah tiba. Maka kami berbondong – bondong menuju pesawat Super Jet Air ini untuk menduduki kursi masing – masing penumpang sesuai nomor kursi yang tertera di tiket masing – masing.

Apakah ada drama lagi?”

Sebuah pertanyaan penting yang akan dijawab oleh tulisan selanjutnya di blog ini. Bagaimana mau menuliskan kisahnya hingga turun di Bandar udara Kualanamu Medan. Khan sekarang masih di pesawat dan menunggu sang pilot mendaratkannya. Tunggu ya. Wassalam (AKW).

KOPI GUNUNGHALU HONEY ANAEROB

Kembali menikmati Kohitala… Srupuut.

CIMAHI, akwnulis.com. Bodinya begitu lembut menyentuh mulut, sementara acidity mediumnya menemani malam sabtu ini menjadi lebih segar. After tastenya jelas tegas rasa berry mendominasi, ditambah dengan manisnya gula merah alami yang menyentuh hati.

Kopi arabica gununghalu honey anaerob yang hadir pagi ini begitu menyenangkan. Memberi kembali sensasi aneka rasa dari sebuah sajian kohitala. Kopi hitam tanpa gula. Menggunakan metode seduh manual V60 sederhana, dengan takaran kira-kira 15 sd 17 gram dan menggunakan air panas dari dispenser saja karena sudah tak sabar ingin meneguk rasanya. Alhamdulillah sesuai ekspektasi dan harapan.

Makasih pak Kabid PPUP Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat yang memberikan kesempatan untuk menikmati beraneka biji kopi dan sekaligus dibawa pulang untuk diseduh sendiri di kala suasana hati sedang sepi. Nuhun juga Teh Rini Mayasari, silaturahminya ikut tersambung dengan pergerakan biji kopi arabica gununghalu honey anaerob ini. Srupuuut… eh belum, berdoa dulu atuh. Karena rasa syukur itu adalah kewajiban, termasuk rasa syukur spesial diberi sama Allah kesempatan untuk bisa menikmati sajian kopi hitam tanpa gula yang memiliki aneka rasa. Tidak semua orang lho bisa merasakan nikmatnya. Cenderung akan bilang, “Kopinya pahit ih” atau “Kok asem ya kopinya?” dan berbagai komentar lainnya.

Padahal dibalik kepahitan kopi tersimpan rahasian besar rasa jika kopinya memang bibit yang baik, diolah dengan baik hingga akhirnya diroasting dan diseduh dengan baik hingga hadir untuk bersua dengan indera perasa kita dalam tema ngopi suruput bray gaskeuun…

Kembali ke sajian kopi yang sudah hadir di depan mata, maka perlahan tapi pasti di sruput saja, biarkan cairannya bergerak bebas di mukut dan menyentuh lidah termasuk bagian belakangnya. Tahan sedikit baru biarkan meluncur menuju lambung via tenggorokan untuk proses berikutnya.

Happy weekend kawan, Wassalam (AKW).