Mexican Tuna Salad

Saatnya makan siang yang diawali drama.

BANDUNG, akwnulis.com. Bergerak selaras niat, berperilaku seukur mampu. Begitupun dengan gerakan aktifitas hari ini. Bergerak kesana kemari untuk menyelesaikan tugas yang menjadi tanggung jawab.

Hingga tak terasa jam makan siangpun datang, eh malah hampir terlewati. Segera berlari meniti hari, menelusuri ubin granit abu-abu yang merubah menjadi papan penunjuk arah menuju tempat yang sudah sedari tadi menjadi tujuan maksi.

Tiba-tiba, smartphone bergetar.. Terrrr.. terrrr… terrr

“Hallo”
“Maaf pa, dipanggil ibu bos”
“Baik”

Singkat dan jelas, buyarlah rencana jalan kaki menuju tempat makan hari ini. Meskipun tetap bersyukur karena belum jauh melangkah menuju keluar area kantor, tapi…… sedikit masgyul itu manusiawi.

“Agenda jalan kaki 30 menit terganggu” celoteh hati yang masih belajar menerima kenyataan. Sang kaki membawa raga, kembali ke area kantor, menuju ruang kerja bos. Terima takdir jadi ASN, terima seluruhnya atau tolak seluruhnya.

“Apa seeeh?, nggak ikhlas yaa dipanggil bos pas mau makan di jam istirahat” suara ngenyé dalam diri hanya ditimpali dengan senyuman, sebuah senyum simpul penuh arti.

Ternyata.. tugasnya harus diselesaikan segera. Pupus sudah harapan jalan kaki dan menikmati makan siang yang penuh arti. Berganti dengan layar komputer yang terus melotot tanpa rasa, mengerjakan semua instruksi yang disampaikan via keyboard yang berkolaborasi dengan mouse, lengkaaap sudaah.

Alhamdulillah-nya sekarang jamannya banyak kemudahan. Meskipun raga tidak bisa pergi, tetapi pesan makanan siang bisa via delivery.

Tring!!!

Hanya bermodal jempol pijit-pijit layar smartphone…. maksi segera datang, eh jangan lupa siapkan duit untuk membayarnya… tapi.. tenaang. Uang virtual masih ada saldonya…

Sserrr… transaksi tuntas tinggal nunggu makanan datang dikirim babang ojeg online yang tidak saling kenal tapi terhubung sekarang karena sebuah aplikasi kemajuan jaman.

***

Akhirnya makan siang datang, sajian salad tuna beraneka dedaunan di packing dengan kotak plastik transparan memperlihatkan kesegaran.

Segera tutupnya dibuka….. hmmmmmm menyeruak kesegaraan. Daun selada, tuna wijen bakar, irisan alpukat, irisan jicama…..

Apa itu? Segera googling…. ternyata jicama itu bengkuang,

Lanjut lagi ….. ada irisan mentimun, jagung bumbu lada, tomat ceri, kol merah, seledri, tortilla stick dengan saus Meksiko yang secara keseluruhan menyajikan ‘Mexican Tuna Salad’…. yummmy.

Bismillah… nyam.. nyam.. nyaam.

Rasa saus mexico-nya yang agak hangat tetapi pas melumuri semua bahan sayuran dan buah sehingga tersaji rasa segar berkualitas. Sebagai proteinnya, irisan tuna menambahkannya. Tidak lupa irisan alpukat memberi nuansa berbeda… lumayan kenyang juga. Tidak lupa tortillanya begitu pas dipadu dengan semua bahan yang ada.

Nyam.. nyam…nyam.

Akhirnya tugas tuntas dan bisa juga maksi berkualitas tanpa perlu meninggalkan meja kerja dan aneka coretan di kertas. Met makan siang kawan, Wassalam (AKW).

***

Kopi Mundur

Ternyata bisa juga bergerak mundur untuk mencapai tujuan, sambil ngopi.

Photo : Kopi tahukah kamu?/dokpri

JAKARTA, akwnulis.com. Mentari masih malu-malu menampakan diri disaat kejadian ini diawali. Kisah nyata yang ternyata berbuah hikmah.

“Mau tahu?”

“Mauuuu!!”

“Ternyata dengan duduk dan bergerak mundur, bisa sampai juga ke tujuan”

“Ah seriusan?… nggak pusing tuh?”

“Agak siih, tapi takdir sudah memilih kami”

“Kerennn, kok bisa sih?”

“Gampang kok caranya, tinggal beli tiket kereta kelas ekonomi jurusan bandung – jakarta”

“Ahh kirain teh apa”

Tapi betul kok, duduk di kursi kereta api kelas ekonomi memang terbagi menjadi dua arah, 1abcd sd 11abcd akan berhadapan dengan 12abcd sd 20abcd, jadi 11 dan 12 berhadap-hadapan. Nah klo yang kebagian arah maju menyongsong tujuan sih fine fine aja.

Yang berabe adalah posisi berlawanan, sehingga mundur teratur tapi menuju tujuan. Jadi istilahnya ‘Terus mundur untuk mencapai tujuan’ heu heu heu.

Untungnya nggak sendirian yang mundur tapi maju ini, minimal satu gerbong ada 4×11 : 44 orang , belum gerbong ekonomi lainnya, klo ada 4 gerbong ekonomi berarti ada kawan 175 orang.. jadi yaa… nikmati.. jalani sambil munduriii.. hihihi.

Untuk yang pertama kali mungkin akan ada sedikit pusing dan bingung, dislokasi.. eh itumah tulang keseleo ya.. disposisi… eh misposisi yaa?…. terserah deh… tapi karena ini perjalanan ke sekian kali… yaa nikmati saja, yang penting bisa tiba di jakarta tepat waktu dan bebas macet.

Photo : Black coffee ResKa / dokpri

Naah… supaya kemunduran menuju tujuan ini terasa menyenangkan maka pesanlah kopi dari petugas restoKA yang akan datang melewati kita membawa dorongan makanan minuman dengan harga khusus… maksudnya khusus di kereta.

Pilihan makanan minumannya bervariasi, tapi bagi diriku cukup dengan satu cup kopi hitam panas tanpa gula…. haruuum dan nikmaaat.

Jikalau sang petugas memberi 2 sachet gula, tolaklah dengan tegas. Karena itu artinya sang petugas tidak meyakini bahwa kita ini ‘sudah maniss‘… kopi hitam tanpa gula adalah segalanya… “ihh mulai lebaay dech”

Saran penting, jangan langsung disruput tuh kopinya. Karena air panasnya bener-bener panas, ntar malah mulut dan tenggorokan terluka. Jadi diamkanlah beberapa saat sambil tetap menikmati ‘kemunduran’ yang nyata ini.

Meskipun mundur, pemandangan diluar tetap bisa dinikmati. Tapi semua dengan cepat terlihat, menjauh dan berganti… begitulah kehidupan. Sekilas menghijau, berganti dengan tanah merah, persawahan atau gelap memekat karena memasuki terowongan.

Ah sudahlah, sekarang saatnya menikmati kopi hitam ala KA Argo Parahyangan. Srupuut…. hmmmm.. nikmat. Body tebal dan getir menyambut, acidity praktis nggak ada, tastenya flat… ya begitulah. Tapi tetap aroma kopinya ada, dipastikan ini dasarnya kopi robusta.

Sruputt…. nikmat. Terasa perjalanan kemunduran ini lebih bermakna, hingga akhirnya 3 jam sudah bermundur bersama dan tiba di stasiun Gambir tepat waktunya.

Jadi ternyata bergerak mundur itu bukan kemunduran, tapi bergerak mundur demi mencapai tujuaaan. Udah ah nglanturnya. Wassalam (AKW).

Kolam Renang Umum Sangkan Hurip

Alternatif wisata berenang di Kuningan dengan harga terjangkau.

Photo : Katak mancur di kolam anak / dokpri

KUNINGAN, akwnulis.com. ini info mungkin dianggap ‘ngabejaan bulu tuur’ alias ngasih tahu sesuatu yang diketahui umum, tapi nggak apa-apa, siapa tahu ada yang belum tahu dan pengen tahu sambil makan tahu nggak berhenti mencari tahu tentang informasi ini, supaya jadi tahu.

Cekidot buat yang lagi beredar di Kuningan Jawa barat, dengan bermodal awal 30ribu rupiah, maka bisa menikmati kesegaran kolam renang air panas sekaligus kolam renang air dingin di Sangkan Hurip Kuningan. Klo dipostingan sebelumnya Kolam renang Grage Sangkan, maka ada kewajiban nginep. Nah klo ini fasilitas yang bisa juga diakses masyarakat umum.

Lokasinya disamping Hotel Grage Sangkan Kuningan.

Photo : Kolam renang dewasa / dokpri

Tinggal masuk, bayar di loket, maka langsung disambut beberapa patung kodok hitam besar yang nggak pernah pegel, mangap mulutnya sambil nyemburin kesegaran air ke kolam anak. Lalu ada juga kolam renang air dingin untuk dewasa dengan kedalaman mulai 1,5 meter – 1,6 meter hingga 1,7 meter yang bercirikan bentangan garis berbandul putih di permukaan air.

Nah disampingnya ada kolam lagi yang airnya panas, air panas alami dari gunung Ciremai Kuningan. Bisa buat berendam bareng-bareng keluarga atau bersama kawan sambil menikmati suasana tenang penuh kedamaian. Fasilitas loker dan shower juga ada. Trus sewa handuk dan kacamata renang juga ada.. eh kacamata renang dan celana renang mah musti beli dech…. intinya klo datang nggak bawa perlengkapan juga bisa menikmati fasilitas kolam renang yang air panas dan air dingin… yaa nambah modal dikit beli celana renang.

Photo : Kolam air panasnya / dokpri

Gitu sekelumit info yang mungkin ada yang butuh.

Nah di lokasi inipun ada penawaran terkait acara camping bersama keluarga, lokasinya ada di belakang kolam renang. Sekarang mah ngetrend disebut glamping (glamour camping), alias kemping atau kemah mewah…. namanya paket Camping ground, ada paket Katumbiri 215ribu/pak trus paket Hanjuang 315ribu/pak …… dan paket Keluarga cemara 1jutaan dengan fasilitas menginap 1 malam di tenda kapasitas 4 orang, matras, sleeping bag, makan pagi, makan malam, jagung bakar, apu unggun, dan tiket masuk kolam renang.

Photo : Kotak perlengkapan renang / dokpri

“Lho kok jadi info kemping mewah?”

“Ya gpp ah, khan masih nyambung sama kolam renang”

“Ohh gituu… yoo wis”

Selamat berenang sambil berkemah, trus berendam air panas alami klo pas lagi beredar di Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Wassalam (AKW).

Salmon Pasta Salad (SalpSa)

Jalan kaki lanjut makan pagi eh maksi. yummy.

Photo : Sajian Salmon Pasta Salad / dokpri

BANDUNG, akwnulis.com. Berjalan kaki di jumat pagi menjadi rutinitas utama, meskipun tetap harus menyesuaikan dengan tugas yang ada. Target jalan 30 menit harianpun tetap diupayakan, meskipun tentu kendala malas bergandengan dengan aneka tugas membatasi gerakan kaki yang senantiasa kepengen bebas.

Jumat pagi inipun ternyata tidak terlaksana sempurna, karena hingga mentari mulai meninggi, raga ini masih berkutat di ruang kerja menyelesaikan tugas dadakan yang datang tiba-tiba (ya iya atuh datang tiba-tiba, khan tugas dadakan…. iyaa bener jugaa 🙂

Jam 10.01 wib baru bisa keluar ruang kerja dengan stelan masih training dan sepatu olahraga kesayangan, black terrex. Maka tidak menyia-nyiakan kesempatan, segera menghambur keluar area gedung sate dan menapaki jalan banda, belok kiri jalan martadinata… lurussss…. lewati 2 perempatan hingga akhirnya belok kiri ke jalan Cihapit. Lurus lagi hingga ada persimpangan yang deket Bank, lurus lagi menuju area Pet Park, jalan Cilaki.

Sambil terengah dan keringat mengucur, sampai juga ke tujuan.

“Nyari apa seeeh?”

“Iniiiiih” telunjuk mengarah ke cafe simple yang menyajikan menu makanan sehat dan bahagia serta tentu dengan harga yang ‘Lumayan‘.

***

Sajian kali ini adalah ‘Salmon Pasta Salad’

Icip-icip rasanya enak lho, pasta yang dibuat sendiri dengan warna warni yang lucu. Daun horenzo yang hijau lebar, potongan daging ikan salmon, tumis tomat ceri, paprika, jamur di karamel dengan saus italy.

Nggak pake lama, langsung disantap diawali Bismillah. Rasa pastanya enak gurih dan mengenyangkan. Ditambah segarnya horenzo dan paprika serta tumis tomat ceri. Untuk asupan protein maka daging ikan salmon itu adalah jawabannya. Saus italy-nya juga enak dan enak weeeh….

Alhamdulillah tandas.

Mengingat jadwal jumatan yang sudah dekat serta pertimbangan ketinggian matahari akan tepat di ubun-ubun. Maka niat berjalan kaki ke kantor harus diurungkan, apalagi perut penuh dan waktu mepet, jangan sampai shalat jumat telat.

Pleasee jemppuutt!!!

Wassalam (AKW).

Obat Penenang – Kopluprégar

Ketenangan hadir melalui obat yang tepat.

Photo : Sajian Koplupregar lengkap dengan peralatan/ dokpri

JATINANGOR, akwnulis.com. Dinginnya malam di Kamar 103 Kampus Kiarapayung begitu kejam menghujami kulit tipis kami. Sesekali angin menyelusup, menyapa dengan seringainya menyusuri kuduk yang kerap meremang.

Untung saja obat penawarnya ada, beberapa bungkus obat penenang tradisional dengan peralatan lengkap satu kontainer plastik. Dibawa khusus untuk menghadapi situasi seperti ini.

“Obat penenang?, hati-hati ah, jangan sembarang bawa obat begitu. Nanti diciduk petugas”

“Udah selow aja kata Wahyu juga (maksudnya lagu Selow yang dinyanyiin Wahyu), cuman segini doang” sambil mengeluarkannya dari dalam kontainer.

Wahhh… ini mah banyak sekali, ah bahaya ini mah.. bahaya” suara parau kawanku yang phobia dengan penangkapan. Tangannya tak henti meremas bungkus alumunium voil.

“Baca atuh bungkusnyaaa…. ini bukan tablet isinya bro, isinya bijiiiii…. biji kopiiii”

“Biji kopi?… tadi katanya obat penenang?”

“Iya penenang hati yang sedang galaw karena rasa dingin dan kegamangan.. ahaaay”

“Sialaaan”

Segera berlari menghindari kejaran kawan yang kalap karena nggak terima dengan kejadian ini.

Makanya jangan phobia berlebihan.

***

Setelah peralatan lengkap di meja, prosesi dimulai. Pasang kertas filter dicorong V60, timbang biji kopi dan digrinder dengan ukuran suka-suka, goyang-goyang 2-6. Siapkan air panas dengan termos pemanas.. josss.

Sang waktu menjadi saksi dikala air panas membasahi dulu kertas filter, serpihan biji masuk saringan, proses blooming bikin harum ruangan yang sebelumnya diawali oleh aroma biji kopi Luwak Garut yang terpecah oleh keperkasaan mesin grinder.

92° celcius sebuah angka yang tepat untuk menyeduh biji kopi spesial dari salah satu tokoh di garut, nuhun pak haji Aam… currr, puter-puter.

Tes.. tes… obat penenang menetes di bejana kaca transparan.. horee.. horeeee…

Aroma khas arabica menyeruak menjadi penenang pertama, diikuti dengan acidity maksimal khas kopi luwak (jangan sambil bayangin kopi yang keluar dari ‘anu’ luwak yaaa….. ), body kopinya medium dan dari keseluruhannya nikmat maksudddnyaaah.

Photo : para pemburu ketenangan / dokpri.

By the way, anyway…. obat penenang itu bernama Kopi Luwak Premium Garut (Koplupregar) versi spesial yang diproduksi oleh CV Dwi putra laksana….

Srupuuut.. srupput, gelas-gelas mini menyambut kehadiran obat penenang suasana ini secepat kilat, sehingga 50gr kopi yang berubah jadi cairan hitam coklatpun tandas dalam waktu singkat.

“Alhamdulillah, udah pada tenang semuanya,……”

“Iyaaaaaaa.. tenang dan senang”

Dinginnya malam sekarang menjadi sahabat, karena dipererat kebersamaan yang berbalut ketenangan. Canda dan tawa serta cerita Bali, Bogor dan Sukabumi serta Cimahi menguatkan kembali chemistry yang telah terjalin kuat di kaki Gunung Manglayang ini. Wassalam (AKW).

Karedok Modern- TBS

Menikmati sajian karedok modern, cekidot.

BANDUNG, akwnulis.com. Menyapa waktu dengan setutur mau, menjalani kehidupan dunia penuh asa, suka dan duka dan suka lagi ah.
Setelah begitu seringnya menulis dengan tema kopi tanpa gula (ge er kamu, baru nulis segitu aja merasa sok sering!!!)

“Upps maafkan, tiada maksud sombong dan takabur. Maafkan sekali lagi”

Segera dijawab dengan segala kerendahan diri, tapi jadi pertanyaan hakiki, “Seberapa banyak tulisanku disini tentang kopi?… atau jangan-jangan udah banyak….. dan siapa tahu ada sponsor yang menyokong ide ini sehingga mewujud menjadi sebuah buku dengan judul -Coffee & Me- , ahaay”

Udah ah jangan nghayal mulu.. sekarang nulis lagi. Nulis yang selain kopi.

Pilihan terbaik adalah tentu tulisan yang udah ada hasil photonya. Khan tulisan dan photonya original dari tanganku.

Ini dia….

***

Tangan sedikit bergetar sambil menunggu datangnya pesanan makanan. Sebuah kombinasi antara rasa lapar dan telat makan kayaknya….

Siang ini memutuskan mencoba menu lain setelah rutin menikmati gado-gado dan karedok.

Dan pilihannya adalah Karedok modern euy, yaitu Salad… Thai beef salad (TBS). Isinya variatif, yang pasti daunnya ada lettuce, lolorosa, romain dan daun mint (klo dulu di kampung disebutnya daun keresmen), juga ada potongan tomat cherry yang ukurannya kecil dengan rasa manis tapi asam, irisan mentimun, bawang bombay, cabe dan juga sereh serta dengan dressingnya (Colekannya atau adukannya?… kayak moo bangun rumah, semen sama pasir tambah air secukupnya) dan untuk kelengkapan proteinnya terdapat irisan daging sapi panggang serta pita chips, roti gandum kering yang tipis dengan bentuk runcing sehingga ditata di nampan kayu… tralaaaala… sajian makanannya kayak mahkota.

Bicara rasa, aku sih pilihannya enak dan enak sekali hihihi. Yang pasti rasanya segar dan variatif bikin lidah berjoged.

By teh way, untuk adukan eh dressing… yang standarnya thai dressing itu cenderung asam dan pedas. Bagi yang baru mencoba disarankan dressingnya ‘honey mustard’, rasanya manis dan bersahabat.

Alhamdulillahirobil alamin, sajian karedok modern ini tandas tanpa sisa… eh sisa nampannya. Selain rasanya enak, juga berhubung harganya lumayan… yaa mosok nggak dihabiskan… mubazir donk.

Oke gitu dulu yaa, Wassalam (AKW).

Longbérry di Legok Emok

Rinéh sakedap bari ngarénghap, ni’mat.

Photo : Kopi V60 Arabica Longbérry / doklang.

KBB, akwnulis.com. Legok Emok hiji wilayah nu salin jinis jadi cikal bakal dayeuh anyar di kuloneun Bandung ayeuna. Kitu ogé Bojong Haleuang, kaséréd ku robahna jaman jeung kawijakan Karajaan Pajajaran.

Ayeuna mah geus obah jadi jalan leucir, sasak tohaga wangunan jangkung halughug. Jlug jleg imah jeung buruan sagala ukuran. Matak hélok ogé waas, wewengkon tegalan paranti ngarit ayeuna jadi ladang duit. Sayang jangkrik jeung ngala simeut, kari carita nu matak gemet.

Alhamdulillahna, tutuwuhan haréjo masih dijagi tarapti. Tangkal badag dipelak, dicéboran saban mangsa. Sanaos diwates kluster ogé, ku papagon ti town manajemen.

Kumargi tos janten dayeuh, geuning sangu cikur sareng karédok teu sayogi. Ayana Ékuator salad, daging hayam bodas, diawuran bubuk roti. Diluhureunna dangdaunan, aya salada, léttuce tur daun kalé nu tos di pasihan cairan haseum ditambih kéju bubuk seungit meueusan. Teu hilap endog ceplok ogé aya. Digayem téh ngawitanna nyureng tapi salajengna anteng, geuning raos. Direncangan hiliwir angin ti basisir Saguling.

Photo : Salad Cafe Ekuator KBP / doklang.

Bari nyawang ka nu anggang, suruput kopi saring V60 arabika longbèrry. Nikmat matak peureum beunta, ngepas pisan kana mamarasna. Body-na kandel, napel lami dina handapeun létah tur sawujud baham. Acidityna pas, sedeng tapi najong. Teu hilap seungitna ngadalingding cicirén nu ninyuhna nganggè rasa miwah élmu. Karaos aya tasté bérry nu haseum tapi seugeuuur….

Kangge sagelas nu aya dipayuneun, 25 gr kopina teras digiling. Atos ancur digelutkeur sareng 250 ml cai panas nu haneutna 90° celsius.

Kadé teu kénging digulaan, istuning kopi sosoranganan. Ni’mat pisan, geura cobian. Tempatna di Cafe Ekuator KBP, nu kapungkur tegalan paranti ngangon domba basa tikotok dilebuan.

Ulah hilap, langkung nikmat kedah disarengan ku jimat, garwa rancunit nu salawasna ngait. Silih simbreuh kadeudeuh, nu salawasna pageuh. Wassalam (AKW).

Swimming Pool Grage Sangkan Kuningan

Menikmati kolam renang di salah satu hotel Kabupaten Kuningan.

KUNINGAN, akwnulis.com. Birunya air membawa ketenangan, gemericiknya membuat ritme jiwa kembali selaras setelah didera tugas dan dinamika kehidupan. Suasana alami adalah janji bumi, yang membuat rasa hakiki bahwa manusia dan alam harus bersinergi.

Sebuah konsep yang ditawarkan oleh salah satu hotel di Kabupaten Kuningan ini begitu memanjakan harapan dan menenangkan perasaan bagi yang datang dengan tujuan tugas ataupun berlibur bersama keluarga tersayang.

Anugerah subur menghijau di dataran kaki Gunung Ciremai serta berkah air panas alami yang menjadi keunggulan tersendiri berpadu disini, di Hotel Grage Sangkan.

Bagi yang kepo dan penasaran, udah nggak usah bingung dan galaw. Tinggal buka smartphone, googling, google map atau waze. Pesan via traveloka, tiket.com dan aplikasi sejenisnya… selesai. Karena tulisan ini mah bukan iklan, tapi ceritaku AKW yang nulis. Siapa tahu memang ada yang perlu dengan informasi ini, titik.

“Ih kamu kok jadi sensitif?”
“Bukan gitu, cuma klarifikasi aja”

Lanjuut…..

Photo : Ngopay di Kolam renang / dokpri.

Kembali ke birunya air, maka swimming pool yang menjadi arah tulisan ini. Kolam renang utama yang menjadi fasilitas hotel ini terletak di dalam area hotel setelah melewati lobby. Diapit oleh beberapa ruang pertemuan dan tempat makan atau restauran dengan pemandangan luas alam kuningan bernuansa hijau alami.

Sebelum ke kolam renang, sebenernya terdapat kolam air panas alami dan bagi penginap dapat voucher masuk free. Nah, pas mau masuk dan rencananya ambil photo, ternyata ibu-ibu semua, mungkin rombongan arisan kali. Jadi nggak enak, urunglah mengambil photo kolam air panas ini.

Segera bergeser ke kolam renang yang besar dengan kedalaman 1,8 meter. Biru mengharu menyambut rindu, terang berpendar menjejak sinar. Dasar kolam yang biru ditambah tulisan ‘Grage’ memberikan identitas jelas sedang berada dimana sekarang. Disamping kanannya ada kolam anak, ukuran 5×3 meter, lumayan buat bercanda dengan anak tercinta.

Tak lupa secangkir kopi ikutan didokumentasikan di pinggir kolam. Kopi jatah rapat, tetapi tetap rasanya nikmat.

Jam operasional mulai pukul 07.00 wib sampai jam 20.00 wib. Peralatan handuk tersedia lengkap, jangan lupa kepada petugas tunjukan voucher hotelnya. Kamar bilas berada di arah utara kolam renang, sekaligus akses menuju kolam air panas.

Jadi beres berenang di kolam air dingin, bilas sebentar, lanjut berendam di kolam air panas, nikmatnyaaa. Sayang sekali sore ini meetingnya masih berlanjut, sehingga momen bercengkerama dengan gemericik rasa akan sedikit tertunda. Mungkin baru bisa besok atau lusa. Met ngojay bray, Wassalam (AKW).

***

Alamatnya :
Hotel Grage Sangkan Kuningan
Jl. Sangkanhurip No.1 Kuningan Jawa Barat
Telp 0232-614545

Kolam Renang & Arabica Puntang – Hotel Geulis Bandung

Kerja tetap dipacu dan disitu ada sesuatu.

Photo : Lorong Hotel Geulis Dago Bandung / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. siang menjelang sore tidak lepas dari diskusi tentang persepsi dan intrepretasi dari aneka pasal yang menyangkut nasib direksi. Terjadi dilema di area neocortec dan amigdala, terjebak antara ilmu hukum dan tarian angka-angka. Wah musti rehat sejenak ini mah.. gaswaat.

“Maaf pak, saya ke belakang dulu”

“Silahkan pak”

Terbebas dari pembahasan meskipun dalam waktu yang super singkat, tapi inilah jeda yang sebenarnya.

Karena pamitnya ‘ke belakang’, maka segera bergerak ke belakang hotel. Mengikuti petunjuk yang menempel erat di dinding. Lurus terus menyusuri lorong sambil menikmati detail ornamen hotel butik ini, bikin adem.

Setelah mentok, ada petunjuk belok kanan agak keatas. Ada tangga dengan enam undakan, buka pintu dan tadaaa…… suasana membiru memberi ketenangan dan bikin adem kepala setelah berkutat dengan pasal dan cinta.. upss.

Photo : Kolam renang mini Hotel Geulis / dokpri.

Kolam renang mini menyambut, meskipun kecil tapi lumayan masih bisa dipake renang.. yaa maksimal berdua orang dewasa heuheuheu. Ini hanya fasilitas untuk yang menginap, tapi tetap saja ingin berbagi info ini, siapa tahu pas nginep disini, Hotel Geulis….

Ada juga untuk kolam renang anak, kecil banget tapi yang penting bersih dan nuansa segar. Kursi pantai tersedia, bilasan ada, juga prosotan mini buat anak. Disampingnya ada tempat fitnes, jadi bisa renang trus fitnes ataupun sebaliknya.

Photo : Kursi pantai dan prosotan / dokpri.

Sambil perlahan menghela nafas panjang, serasa beban pikiran sedikit berkurang.

“Wadduh rapaat….” ingatan kembali kepada tugas di ruang rapat. Balik kanaaaan…. berjalan setengah berlari. Tapi sebelum sampai ke ruang rapat, belok sejenak menuju wastafel, membasuh muka menenangkan rasa untuk kembali bersua dengan angka.

***

Trek!!

Pintu ruang rapat terbuka, olala suasana rapat berbeda. Di meja masih berserak dokumen yang ada lengkap dengan coretan dan garis merahnya. Tapi yang bikin membelalak adalah sebuah meja baru disampingnya.

Photo : Manual brew V60 Arabica Puntang / dokpri.

“Silahkan pak dicoba, saya pesenin kopi manual brew v60 dengan beannya puntang arabica, khusus buat bapak” Ibu pengundang rapat menawarkan dengan tulus.

“Woww…. makasihhh, sungguh tersanjung”

Srupuut….. nikmatt.

Aroma kuat arabica puntang menyelusup di indra perasa. Memberi bunga bunga semerbak menenangkan otak. Body yang tangguh tebal tapi mantap. Acidity ‘ninggal‘ medium high khas puntang memanjakan rongga lidah dan tetap nyaman di lambung. Taste fruitty nya kerasaa…. emang arabica puntang tiada duanya. Berarti ini arabica puntang metode V60 ala Cafe Geulis.

Yummy….

Pembahasan rapat selanjutnya semakin lancar, pikiran tenang dan tarian angka serta pasal-pasalpun terasa lebih ringan.

Jadi, .. kolam renang & kopi arabica puntang, bikin kerjaan lancar dan pikiran segar.

Wilujeng ngojay dan ngopay bray, Wassalam (AKW).