Sebuah tema yang sarat makna, mengingatkan kembali kepada kami, kepada kita, para Aparatur Sipil Negara yang merupakan keluarga besar Korps Pegawai Republik Indonesia.
CIMAHI, akwnulis.com. Aura rapat yang akan penuh dengan diskusi atau perdebatan teroampang dihadapan. Bahan rapat berseliweran untuk dibaca dan ditelaah oleh masing-masing pihak yang sebenarnya adalah mitra kerja, tetapi kali ini akan saling berdiskusi demi hasilkan suatu solusi dalam bentuk struktur kemampuan keuangan daerah yang mumpuni.
Suasana terlihat lebih formal dan kaku, meskipun sesekali ada celetukan segar yang mewarnai pertemuan, hadirkan senyum dikulum ataupun tertawa sedikit lebar meski suara diminimalkan.
Disinilah raga berjumpa dengan sebuah sajian kopi yang berbeda, sehingga tanpa fikir panjang dikala melihat penampilannya langsung dinamai ‘Kopi sachet mega mendung’……
“Setuju nggak namanya itu?”
Terserah pembaca aja deh. Klo mau setuju ya monggo kalaupun tidak juga nggak bakalan dosa, kecuali klo cangkirnya dibawa pulang nggak bilang-bilang maka itu bisa menjadi pidana pencurian dengan pengenaan pasal 362-367 KUHP, apalagi klo dibawa pulangnya selosin hehehehe….
Nama tersebut tidak lepas dari penampilan kopi ini yang menggunakan cangkir khusus bercorak batik khas kebanggaan cirebon yaitu mega mendung. Untuk kopinya memang kopi sachet yang berisi kopi hitam dengan gula terpisah.
Photo : Kosacmedung di pot bunga / dokpri.
Hadirnya kopi sachet mega mendung ini cukup mencuri perhatian peserta rapat, dibuktikan dengan antrian yang cukup ramai untuk menikmati kopi ini dengan melakukan penyeduhan sendiri dengan air panas, gula dan kopi sachet dan gunting serta sendok kecil pengaduk.
Urusan rasa itu adalah hak masing-masing, tetapi sumber hadirnya rasa tentu memberi makna yang berbeda. Begitupun dengan kopi sachet mega mendung ini, rasa kopi sachet tentu biasa, tetapi jadi rasa berbeda karena hadir dalam suasana agak tegang yang butuh sedikit relaksasi ditambah dengan cangkirnya yang khas, maka menjadi unik dan menarik… kata akuh mah, nggak tau kata yang lain.
Tapi itulah makna kehidupan, sajian kopi memiliki aneka dimensi. Bisa dari bahannya, tempat penyajiannya, proses seduhnya, serta suasana sedang apa dimananya… maka tiada bosan jari ini menulis tentang kopi, karena itu tadi…. menikmati kopi bisa dilihat dari aneka dimensi.
Photo : Puntang Klasik Kaweni Manual Brew / dokpri.
BANDUNG, akwnulis.com. Semerbak angin pagi menerpa wajah yang sedikit lelah setelah menempuh perjalanan panjang lintas samudera demi kembali bersua dengan keluarga dan tugas negara.
Perjumpaan dengan keluarga kecil di rumah adalah momen bahagia yang tetap harus dijaga, peluk erat anak dan istri mematrikan janji untuk saling menjaga dalam suka dan duka demi cinta abadi. Meskipun harus terpisah sejenak karena senin pagi adalah waktunya mulai bekerja lagi, tapi sore nanti bisa bersua dan bercanda kembali.
Salah satu yang dinanti selain kembali selamat sehat bugar seperti sediakala adalah…. oleh-oleh…. buah tangan tea geuning.
Oleh-oleh, meskipun bukan kewajiban karena kepergian lintas negara adalah dalam rangka dinas. Tetapi kurang afdol rasanya jika tidak ada oleh-oleh yang ditenteng sebagai tanda buah tangan dari negeri seberang. Inipun penuh perjuangan karena ditengah agenda yang bejibun, menyempatkan datang ke tempat oleh-oleh dengan pola belanja impulsif… nggak pake mikir, sesuaikan dengan duit Won di tangan…. ambil2.. pilih2.. bayaar. klo ternyata duit won nya kurang, balikin lagi oleh-oleh yang udah dipilih… alias nggak jadi sebagian hehehehehe….
Photo : Pilihan bean yang ada di Cups Coffee & Kitchen / dokpri.
Jadi….. maafkan jikalau oleh-olehnya hanya kata-kata berbentuk cerita yang seperti tak guna… tapi ini justru bermakna abadi tanpa takut waktu membatasi.
Nah hari ini setelah bersua dengan keluarga dilanjutkan dengan rutinitas di kantor bersama rekan-rekan sepekerjaan maka ada perjumpaan lain yang begitu dinanti…..
Perjumpaan kembali dengan sajian manual brew V60 coffee dengan beannya adalah Puntang Klasik Kaweni…. Yummmy.
Aciditynya yang kuat mengembalikan lagi sebuah harapan dan semangat dalam menjalani kehidupan, Body medium dan aftertaste berry plus citrun menambah sensasi kesegaran…
Selamat beraktifitas kawan. Wassalam(AKW).
***
Lokasi : Cups Coffee & Kitchen Jl. Trunojoyo No.25 Kel. Citarum Kec. Bawet Kota Bandung.
DI LANGIT, akwnulis.com. Raga yang menembus waktu melewati langit angkasa dengan kecepatan 942 km/jam di ketinggian 10.363 meter tentu memerlukan relaksasi…… Harapannya adalah setiba di tanah air disambut dengan rebahan di kasur yang empuk lalu menuju area whirpool yang menjadi salah satu fasilitas hotel di jakarta sanah….
Berendam sambil pejamkan mata.. kehangatan air whirpool yang memberikan pijatan lembut namun terukur, terasa menenangkan dan memberi sensasi kesegaran terbaru….
Segala kesegaran raga bisa kembali dengan segera dan bersiap melakukan aktifitas rutin di senin pagi.
Pilihan lainnya adalah berenang santai di kolam renang ukuran olimpic sambil membebaskan pikiran dari segala macam permasalahan atau urusan yang ternyata (klo dipikirin doang) … nggak bakalan selesai-selesai.
Pilihannya cukup 2 saja, pertama pikirkan dan lakukan langkah-langkah penyelesaian dan kedua, biarkan saja jangan dikerjakan… seperti pepatah sesat yang sering berseliweran di jagad medsos kita dalam bentuk meme, atau kata-kata di status WA, Fb, Telegram, Line, WeChat dan lainnyah…. Bunyinya :
“Pekerjaan akan menjadi mudah manakala tidak dikerjakan.”
Photo : Kolam renang Hotel Borobudur Jkt / dokpri
Klo dipikir-pikir bener juga lho, tapi konsekuensinya adalah… Memang (seolah) lebih mudah… tapi kepercayaan kepada kita dari pemberi pekerjaan (client or bos) akan luntur dan musnah… ujung-ujungnya pekerjaan menjauh dan pergi menjauh… begitupun dengan rejeki, salary dan bonusnyah heuheuheu…. alias nggak punya pekerjaan heuheuheuheu.
Jadi segimana beratnya beban tugas dalam pekerjaan, kerjakanlah dengan semangat ikhlas dan menahan emosi meskipun mungkin ada hal yang mengganjal di hati.
Ingat kepada orang lain yang tidak seberuntung kita punya pekerjaan dan penghasilan, maka kembali ke laptop…. kerjakan saja sesuai kemampuan kita, bismillah… nah kerjakan tugas dengan penuh keikhlasan….
Ahay kok jadi ngelantur begini?… efek naik pesawat kali yaa… jadi pengennya turun pesawat langsung menuju hotel, lalu mandi air hangat dan rebahan…. ntar udah segeran lanjut ke whirpool dan dipijat aliran air hangat sambil berendam.. ahhh kabayang nikmatnyaa..
Tapi…… kenyataan nggak begitu. Ntar pas mendarat bakalan langsung kordinasi dengan sopir sang penjemput, dan setelah itu langsung menuju Bandung melewati jalur tol Jakarta cikampek lalu cipularang…. semoga kemacetan tidak terlalu parah dan bisa tiba di rumah pada senin dini hari… I hope.
Sambil menunggu kenyataan terjadi, kembali terlarut dalam lamunan berendam di whirpool hotel aryaduta ataupun berenang santai di lantai 8 kolam renang Hotel Merlyn Park juga di kolam renang ukuran olimpic Hotel Borobudur Jakarta…. lumayan membuat hati senang sambil perlahan tapi pasti mencoba menyantap sajian bimbimbab di kabin pesawat korean Airlines ini. Sambil nengok ke sebelah … takut salah cara penyajian dan cara makannya….. dan buka saus odolnya….. tuangkan ke nasi dan sayuran, maka aduk-aduklah semua……