Swimming pool Hilton Bdg

Memandang Kolam renang dan menulislah…

Photo : Swimming pool Hilton Bandung 11.00pm / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Garis pantulan lampu malam menyambut tuntasnya malam meeting malam ini diatas permukaan air kolam renang yang tenang namun menghanyutkan. Suasana lelah phisik karena aktifitas full dari pagi hari hingga hampir menjelang tengah malam ini ditambah ikut berfikir mempengaruhi kelelahan psikis yang juga harus dinetralkan lagi.

Memandang kolam renang adalah langkah awal penyegaran, idealnya adalah buka pakaian formal dan dengan celana renang langsung ngjebur kedalam kolam renang lalu bercengkerama dalam balutan kesegaran.

Tapi, kenyataan berkata lain. Terkadang harapan bertentangan dengan kenyataan. Malam ini cukup memandang saja tanpa bisa bercengkerama. Selain jam operasionalnya memang sudah habis, juga tak mungkin tiba-tiba maksain loncat ke kolam sementara bos melenggang sendiri menuju lobby hotel, khan nggak sopan.

Jadi selama ini nulis tentang kolam renang itu belum tentu berenang?

Tiba-tiba pertanyaan menohok muncul dihadapan. Yaa… disenyumin ajaa.. eh orang yang nanya dijawab dengan jawaban universal saja.. senyummmm.

Tapi juga sambil mikir…. jangan-jangan pertanyaan itu bener, maka otak segera merunut pengalaman masa lalu, merunutkan dalam tabel virtual kehadiran di kolam renang dengan posisi ngjebur atau tidak……. srettt….tik tok tik tok.

Photo : Temaram di kolam renang / dokpri.

Well…. overall terjadi perbandingan signifikan antara tulisan kolam renang yang sambil ngjebur dengan tulisan kolam renang yang hanya memandang, photo dan tulis dengan perbandingan 85% vs 15%…. masih jauh lebih banyak ngejeburnya.. berarti yang di swimming pool ini masuk 15%nya…. langsung aja disampaikan secara lisan jawabannya.

Ah nggak percaya, itu mah akal-akalan kamu aja, dasar pembual!”

Wuih ada yang marah, karena argumentasinya terpatahkan. Tapi buat apa berdebat?…. lagian mau orang lain berpendapat apapun tentang tulisan ini…. ya monggo.

Beda pendapat itu khan biasa, apalagi beda pendapatan hehehehe.

Ya sudah ah, mari kita pulang,.. eh anter ibu bos dulu hingga masuk ke mobilnya…. baru bergerak ke basement, ambil mobil dan cusss…… bergerak menembus keramaian lalulintas malam di kota bandung menuju rumah tinggal di perbatasan kota.

Sebuah nilai hari ini adalah, tidak perlu reaktif dengan pendapat orang. Hadapi dengan tenang dan lengkapi dengan analisis singkat berdasarkan data pribadi yang memiliki akurasi tinggi…

Apa seeh ngomong apa? hehehehe

Sambil menyetir akhirnya senyum-senyum sendiri, terbebas dari tugas hari ini dari pagi hingga malam ini. Semoga esok tidak sesibuk hari ini, Wassalam (AKW).

***

Lokasi :
Hotel Hilton Bandung
Jl. HOS Cokroaminoto No.41-43 Arjuna, Kec. Cicendo Kota Bandung Jawa Barat.
Telp : 022-86066888

Kopi & kaktus

Menikmati kopi sambil memakan.. eh memandang kaktus kecil.

Photo : Kopi & Kaktus / dokpri.

CISARUA, akwnulis.com. Kopi dan Kaktus secara utuh memang sulit berteman kalau dilihat dari sudut pandang rasa, tapi jika bersua dalam frame photo yang ada, maka chemistry akan terjalin perlahan tapi pasti, seakan saling melengkapi dan menghadirkan keserasian dengan berbagai arti.

Tapi kaktus ini tidak berduri kawan, beda dengan mawar, kalau mawar dibalik semerbak harum dan aneka warna dan bentuk yang indah maka dipastikan duri meruncing selalu hadir.

Serius ada kaktus tidak berduri?”

Serius donk, namanya adalah ‘Sukulen‘, ini adalah tanaman keluarga kaktus yang memang tidak berduri. Jadi tetep dapat disebut kaktus, gitu lhooo….

Udah ya urusan kaktusnya…

Photo : Cafe Hawu Kebon / dokpri.

Sekarang tentang kopinya adalah kopi ‘biasa‘ yang ditubruk dengan air panas di dalam cangkir. Nubruknya juga pelan-pelan, karena kalau terlalu keras nubruknya khawatir kopinya nanti terjengkang dan ketakutan… 😁😁😁.

Disajikan jelas tanpa gula karena requestnya kohitala. Tetapi jangan tanya rasa, karena rasanya jelas-jelas pahit karena ini memang kopi biasa…. ciri-cirinya sih flat, pahit datar dan tanpa aftertaste apalagi acidity… jelas ini bubuk kopi robusta.

Tetapi dengan suasana cafe yang menggunakan konsep bangunan tradisional sunda, maka kerasa adem dan tenang dalam menikmati berbagai sajiannya…. karena memang bukan hanya kopi, pesan yang lain donk.

Sebagai kawan sajian kopi kaktus ini, dipesan juga pisang goreng dengan taburan bubuk gula merah…. maknyooos pisan. cucook deh dengan kopi pahit yang tersedia.

Photo : Barisan Kaktus Sukulen / dokpri.

Balik lagi ke kaktus sukulen, maka satu area dengan cafe hawu kebon ini adalah area wisata tanaman yang sangat luas, dimana terdapat lebih dari 1000 jenis tanaman hadir disini, penasaran?.. ntar tunggu tulisan berikutnya yaa.

Sukulen ini banyak kawannya termasuk yang import dari korea selatan sanah…. saya mendapatkan sukulen mini ini adalah souvenir setelah membayar biaya masuk area tanaman dan berjalan-jalan di taman bunga yang begitu indah.

Gitu cerita super singkatnya guys, have a nice weekend.

Selamat berhari minggu dan biarkan keluarga mengatur waktumu. Wassalam (AKW).

***

Lokasi :
Cafe Hawu Kebon
Jl. Kolmas No. 305 Kertawangi
Kec. Cisarua KBB 40551
WA 082121723949
(di seberang pintu masuk ke area wisata Curug Cimahi).

Domba Hitam.

Hijaunya rasa dan hitamnya suasana membuat berbeda.

CISARUA, akwnulis.com. Sekawanan mahluk tuhan yang berwarna hitam melegam, sedang bercengkerama di keteduhan suasana. Mereka terkadang tertawa ataupun saling berbagi cerita, tak lupa rumput menghijau dikunyah bersama.

Sepanjang mata mandang adalah kehijauan semata, memberi rasa tenang dan segar tak terhingga. Apalagi angin pegunungan membelai dengan sepoi mesra… ah segarnya.

Sambil mengangguk-angguk bersama rumput hijau yang terus merajuk, pembicaran tentang nasib masa depan terasa mengalir dan saling melengkapi. Meskipun salah satu dari kami tetap bertahan dengan romantisme keberhasilan masa lalunya, tapi mayoritas kawanan kami sudah berfikir tentang masa yang berbeda.

Mulai berdiskusi tentang kemana harus mencari rumput segar dan bebas biaya sementara perlahan tapu pasti harus tergantikan oleh rumput sintetis yang miliki harga juga sangat tidak enak rasanya pada saat dicoba dikunyah…

Ataupun oksigen yang dihirup penuh kesegaran ini, besok lusa menjadi rebutan kami dan berani menukarnya dengan seluruh uang hasil jerih payah kami.. demi sebuah hirupan janji.

Wooiiiy, mba, kenapa bengong mulu?”

Sebuah bentakan keras mengembalikan semua lamunanku agar kembali berpijak di bumi kesadaran.

“Nggak mba, cuman ada sesuatu yang dipikirin” Mba yang agar kurusan menjawab tersipu dan langsung menjadi objek olok-olokba yang lainnya.

Mba-mba kembali bercengkerama, tetapi dikala mereka sedang bersuka ria, Mba yang tadi bengong langsung ambil posisi ditengah kumpulan mba-mba dan berteriak lantang, “Hai kawanku sesama mba, mari syukuri hidup ini, rumput yang senantiasa menghijau, udara bebas yang gratis kita dapatkan, mbeeeee..beeee

Retorika singkat yang membubarkan kawanan domba hitam, semua berbaris sesuai ketebalan bulu dan ukuran keahlian mengunyah pengalaman. Bergerak ke pinggir savana dimana air segar mengucur tiada henti dan melayani dengan setia.

Selamat berwudhu dan menunaikan Ibadah Shalat Jumat, Wassalam (AKW).

Behel & Hati

Curhat singkat sesaat.

BANDUNG, akwnulis.com. Tak sengaja bersua dengannya, bersama senyuman yang mempesona. Sesaat terdiam dan teringat seseorang serta sebuah pesan, “Jangan macam-macam”

Ah iya musti bisa menjaga kendali diri, meskipun mungkin rasa ingin tak bisa dihindari, tapi sekali lagi, harus kuat menjaga hati.

Ternyata setelah agak mendekat, ada rasa tenang yang hinggap karena kenyataannya tidak seseram yang dibayangkan. Tidak menarik raga ini dalam magnet kesukaan, sehingga gelap mata berusaha mendekat, memiliki dan menikmati.

“Apa cirinya sehingga menyimpulkan pemilik senyum cantik ini tidak beresiko mencuri hati?”

“Dia pake behel gigi kawan”

“Apa hubungannya behel gigi dengan tidak akan macam-macam?”

“Hahahaha…. justru itu kawan, giginya aja dipagar (behel), apalagi hatinyaa”…

Jiaaaah gubraaag.


Pembicaraan usai dan suasana kembali normal. Wassalam (AKW).

Kopi Bawal sambal ijo

Jikalau jangar hadir, maka kopipun bisa berkawan dengan ikan.

Photo : Ikan bawal & Kopi / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Sebuah kombinasi tidak biasa terkadang menghadirkan sebuah cerita berbeda, tapi itulah kehidupan yang penuh nuansa.

Kopi bawal sambal ijo hadir tidak sengaja, tapi mengalir begitu saja.

Dikala kepala berdenyut karena dampak meeting yang penuh angka-angka, plus juga makan siang yang terlambat karena jam istirahatnya bergeser agak lama, maka badan terasa sedikit memanas dan kepala memusing karena kurang asupan makanan….. ahaay lemaah.

Jam 16.00 wib baru bisa jumpa dengan makan siang, maka suapan lahap dan pengen segala dicoba karena banyak pilihan akhirnya hanya menyisakan sepiring ikan bawal sambal ijo.

Maka… dikawinkanlah dengan sajian manual brew V60 kopi arabica mandailing…. ta.. daaaaa….. jadilah photo nggak nyambung antara kopi dan ikan bawal.

Meskipun awalnya nggak akrab, lama-lama mereka ngobrol dan saling curhat. Indahnya silaturahmi membangun hubungan semakin erat dari perbedaan yang awalnya berat.

Selamat berhari rabu kawan, Wassalam (AKW).

Lalandong – fbs

Haté marojéngja, kedah kumaha?

GARUT, akwnulis.com. Indung peuting maturan raga nu marojéngja, baluweng teu puguh rasa. Pakasaban teu bisa jadi alesan, urusan kulawarga ogé lain caturkeuneun. Kabéh ngaguluyur sakumaha ilaharna. “Tapi naha haté bet tagiwur teu puguh rasa?”

Ningali buku tabungan jeung sertifikat geus lumayan ngahunyud minuhan brankas, kitu deui mobil jeung motor pasesedek di garasi.

Jikan jeung budak kukurilingan mapay nagara-nagara sabudereun dunya, unggal usik laporan dina médsos séwang-séwangan. Sabulan katukang di wilayah asia, ayeuna keur anteng di dataran éropa. Tapi keukeuh ieu haté teu puguh rasa.

Tungtungna buru-buru balik ka lembur, sumujud ka indung bapa. Ménta panghampura ogé pituduh supaya haté jadi tingtrim jeung daria.

“Jang, wayahna ulah loba ngarahul, geus ayeuna mah gawé sing junun sanajan hirup ngontrak bari sagawé-gawé, sabar jeung tawakal”

“Sumuhun Ema, Nuhun” waleran dareuda, teras amit mundur muru kana motor bari teu hilap ngahurungkeun aplikasi, sugan waé aya nu order.

Ayeuna haté tenang da geuning hirup mah ukur pupulasan. (AKW).

Ngopi di DISINI Cafe

Menikmati kesendirian dulu DISINi.

Photo : Sepedaku Disini Koppie / dokpri.

CIMAHI, akwnulis.com. Pantesan dari tadi dicari-cari sepeda kesayangan kok nggak ada di belakang rumah, udah tanya sana sini, malah dijawab senyuman, kezeeel dech.

Jangan-jangan di depan rumah, berlarilah raga ke depan halaman yang berbatasan langsung dengan Jalan Pasantren Cimahi…. ternyata tidak ada, malah disambut deru kendaraan yang melintas, saling berebut mengejar harapan pagi masing-masing.

Dikala, hati semakin was-was, sebuah tepukan lembut di punggung kanan cukup mengagetkan, “Nggak usah galau, sepedamu sudah diabadikan, tuh disana” jari lentiknya menunjuk ke arah tengah rumah yang terdapat lekukan ruangan tempat dimana bercengkerama.

Secepat kilat berbalik badan dan menuju tempat yang ditunjuk, ternyataa…. sepeda kesayangan ada disana. berdiri tegak dengan penuh keanggunan dan menyatu menjadi ornamen penting dalam fragmen kehidupan.

***

Itulah sepenggal angan yang terbersit dikala melihat ornamen dindingnya adalah sebuah sepeda ontel tua yang menjadi saksi dalam roda kehidupan. Sekarang sudah tenang beristirahat di dinding putih tanpa khawatir di congklang eh di naiki oleh pemilik atau siapapun karena agak ribet klo musti nurunin dan naikin lagi ke dinding hehehe…

Ini adalah salah satu sudut ornamen yang ada di Cafe DISINIkopi. Salah satu cafe yang menyajikan menu kopi di area jalan pesantren Kota Cimahi. Jika sebelumnya mencoba kenikmatan suasana dan sajian kopi plus complemennya di RUMAH PINUS COFFEE, nah sekarang di cafe yang berbeda.

Photo : Es Americano / dokpri.

Untuk kopinya memang tidak ada manual brew pake V60 atau kalita juga aeropress, tetapi kopi hitamnya versi mesin saja yaitu : espresso, americano dan longblack. Ditambah dengan menu-menu makanan lainnya. Tempatnya cozy, enak buat nyantai dan juga sambil ngerjain tugas kuliah atau kerjaan…. yaa sebagai alternatif tempat kongkow sih lumayan… tapi buat pengopi kohitala, hanya bisa puas dengan americano saja.

Sebagai pelengkap tentu perlu ada sajian makanan pendamping, maka dihadirkanlah sebuah menu yang pasti disukai semua orang yaitu Indomie goreng sambel matah… awww menggoda… tapi khan ga boleh…. ya udah icip-icip dikit ajaaa… abiss weh.

Photo : indomie sambal matah / dokpri.

Pilihan kopinya adalah es americano alias es kopi tanpa gula….. segarnya rasa pahit dan dingin memberi ketenangan dan kenyamanan… aslinaaa….

Menu makanan lainnya tidak berani dicoba karena sebenernya semangatnya hanya pengen ngopay aja, jadi segelas es americano sudah cukup memenuhi dahaga kohitala kali ini. Selamat beraktifitas kawan, Wassalam (AKW).

Catatan :
Cafe DISINIkopi, Jl. Pasantren No. 178 Cibabat Kota Cimahi.

Kucing & Aturan.

Pengumuman pagi ini hadirkan inspirasi.

BANDUNG, akwnulis.com. Sebuah pengumuman yang menggelitik tertempel di tembok yang baru saja di cat. Sebuah tanda dilarang masuk yang bisa menyebabkan pembacanya terhenti sejenak, membaca dengan seksama.

Lalu termenung, baca lagi takut salah. Tulisannya tidak ada yang salah, tetapi kok ada yang kurang pas yach?….

Ya udah nggak apa-apa, mungkin sebuah niat sudah terlaksana. Sebuah tindak telah hadir untuk merespon sebuah issue yang sedang menghangat dan mengganggu stabilitas sehingga perlu hadir sebuah peringatan yang tegas.

Semoga peringatan ini efektif dan di mengerti oleh berbagai pihak.

“Iya om, aku mengerti,….Meooong”

Suara lembut di samping kaki kanan, membuyarkan lamunan. Senyuman lucu dari si kucing belang menyadarkan kenyataan, bahwa kemengertian adalah sebuah hal relatif…

“Tapi kenapa matamu memerah dan sedih?” sebuah tanya meluncur tanpa bisa ditahan.

“Biasa om, terkadang perubahan itu butuh pengorbanan… meoong” sebuah jawaban singkat hadir tanpa jeda.

Dilanjutkan gerakan badan menjauh sambil mengibaskan ekornya, menuruni tangga untuk menjalani takdirnya. Meninggalkan raga yang tertegun kehilangan kata, di pagi yang seharusnya ceria. Wassalam (AKW).

Catatan : Hanya coretan kata-kata minifiksi, karena inspirasi terkadang datang tanpa diskusi.

Ngopi di Rumah Pinus.

Menikmati kopi di Kota Cimahi.

Photo : Suasana resto Rumah Pinus / dokpri.

CIMAHI, akwnulis.com. Beredar di Kota Cimahi di sore hari bukan sebuah kesengajaan, tetapi perlu juga menemukan alternatif tempat kongkow baru dibandingkan harus berjibaku dengan kemacetan yang mendera di kala weekend di Bandung kota.

Sebuah tempat makan minum.. resto yang menyajikan menu lengkap daan…. didalamnya terdapat cafe coffee dengan berbagai pilihan metode pembuatan khususnya manual brew.

Tidak hanya dengan corong V60 tetapi juga terdapat kalita dan Origami…. lengkap bukan?… peralatan membuat kohitalanya kumpliit… apalagi untuk latte, capucinno, dopio.. alatnya sudah ready.

Photo : Parkiran & pintu masuk Rumah Pinus resto / dokpri.

Nah… nggak pake lama, langsung dech nongkrong depan barista. berbincang sambil sesekali tertawa, tak lupa memperhatikan tahapan prosesnya dengan seksama. Maka semakin faham bahwa menikmati kopi seduh manual bukan hanya hasil akhirnya saja, tetapi menikmati proses pembuatan dan keceriaan barista adalah juga faktor penting yang tidak bisa dilewatkan begitu saja.

Namanya ‘Rumah Pinus Coffee‘ letaknya di dalam area Resto Rumah Pinus yang beralamat di Jl. Pasantren no 160 Cibabat, Cimahi Utara Kota Cimahi. Klo penasaran maka search aja di gugmap…… pokoknya klo udah deket jalan Pesantren cimahi ada tembok bertuliskan ‘Rumah Pinus’, tinggal masuk saja dan tersedia parkiran mobil dan motor yang cukup luas.

Masuk lagi ke dalam, maka tersaji suasana cozy rumput hijau dan ada kolam renang, meskipun hanya sebagai hiasan karena di pagar sekelilingnya. Nah di sebelah kirinya terdapat ‘Rumah Pinus Coffee‘ dan…. dikala didatangi ke dalam, Kang Yayan Barista beserta kawan-kawan menyambut dengan hangat dan penuh keceriaan.

Photo : Barista rumah pinus coffee beraksi / dokpri.

Jabat tangan dan bincang santai menjadi pembuka, dilanjutkan dengan pemilihan biji kopi yang tersedia, maka cerita proses manual brew segera mengalir,aneka kata tentang kopi dan prosesi penyeduhannya yang penuh dinamika, pilihannya tetap jatuh pada corong V60 meskipun Kalita dan Origami juga memang tersedia.

Inilah ulasan dari biji kopi yang bisa dinikmati… eh sudah dinikmati… makanya bisa ditulis disini hehehe, cekidot :

1. Biji Kopi Bone Arabica
Pilihan yang pertama ini langsung di proses oleh sang barista dengan berbagai celoteh tentang kopi dan prosesi manual brew yang miliki banyak dimensi. Panas air 85° celcius menjadi pilihannya, tetapi masalah gramasi itu rahasia, jadi tak bisa disebutkan perbandingan antara biji dan banyaknya air. Bagiku tidak masalah yang lebih penting adalah hasilnya yang bisa memuaskan dahaga kopi hari ini.

Photo : V60 Kopi Bone Arabica / dokpri.

Setelah berproses, maka hadirlah sajian kopi hasil manual brew di gelas kaca, siap dinikmati.

Srupuuut….. Woahhh rasanya.pas, nikmat. Panas airnya cocok dan gramasinya tepat sehingga menghadirkan sebuah rasa yang selaras dengan ekpektasi. Body-nya strong dan berkebalikan dengan acidity yang cenderung medium-less, aftertastenya yang seger nikmat, lebih cenderung ke jeruk orange dan selarik tamarind…. pokoknya enak euy.

2. Biji Kopi Garut Arabica
Pilihan sajian kedua adalah biji kopi dari papandayan garut. Tetap dengan gramasi rahasia, maka dengan deg-degan ditunggu gimana rasa hasilnya.

Ternyata, memang biji kopi jawa barat tetap luar biasa ditambah dengan keahlian racikan dari barista yang lihai, perpaduan lengkap sehingga terhidang segelas kopi harum dan aftertastenya selarik rasa buah nangka. Bodynya sih medium-medium saja.

Photo : 3 wadah biji kopi pilihan / dokpri.

Acidity yang strong, asemnya bikin ngangenin guys… oh ya, sang barista kali ini pake panas suhu airnya 90° celcius… Pas bangeed.

Dua sajian bikin segar dan penuh keceriaan… ternyata, kejutan datang di akhir.

3. Javanese Arabica Kerinci.

Bang bentar, moo coba ini?” sebuah ajakan yang mengagetkan karena ternyata hadir setelah selesai bayar di kasir.

Udah nggak usah, sayanya juga sudah bayar

Kalem bang, ini bonus, complemen, gratis dari kami

Wah… mata berbinar wajah bersinar, apalagi yang disuruh nyobanya adalah javanesse dengan biji kopinya biji kopi kerinci.

Srupuut…. wuiiih nikmat segerrr…. dinginnnnya sajian kopi javanesse menyegarkan mulut dan menambah ketenangan hati. Sebelum pamit berpisah dan esok lusa janji kembali, sebuah persaudaraan kopi telah terjadi, disebuah tempat yang indah dan asri. Nuhun Kang Yayan dan kawan-kawan, juga keramahan Bapak owner yang kebetulan berbincang singkat di tempat ngopi ini.

Selamat Ngopi di Cimahi, Wassalam (AKW).

***

Halimun Kohitala.

Menjalani hari dengan sepenuh hati, hadirlah Kopi…

Photo : Kohitala Halimun / dokpri.

Bandung, akwnulis.com. Sebuah pagi membentuk cerita sendiri, seiring waktu membulatkan harapan dalam ke-duapuluhempat-an jam yang nggak mau diganggu gugat, tapi apa yang menjadi ciri?

Kembali kepada satu nilai tentang yang terkadang terkubur oleh emosi, terjebak labirin egois diri dan akhirnya berkelindan dengan ambisi, yaitu nilai syukur dan tasyakur diri.

“Ah memang mudah dikata, menjadi retorika, padahal berbeda dalam implementasinya”

Jadi, kembali ke masing-masing hati nurani, “Apa tujuan hidup di dunia ini?”

Pertanyaan yang dipandang berat oleh sebagian besar pihak padahal memang semua hal pasti ada tujuannya, jadi tidak usah terhenyak dengan pertanyaan tersebut, “Bener khannn?”

“Trus gimana jawabnya”

Sebenernya gampang, sedikit konsentrasi, pejamkan mata, luangkan waktu beberapa detik untuk bersyukur dalam ucap dzikir sederhana, “Alhamdulilahi robbil alamin”

Pas buka mata, ehhh… sudah ada Kang Adit nawarin kopi di pagi yang menghangat ini.

Mangga pak, Kohitala ala halimun…”

Ah senangnyaa….. Maksudnya kopi yang tersaji diseduh pake manual brew oleh Tim Kang Adit dan disajikan di ruangan Halimun Gedung sate.

Alhamdulillah, Hatur nuhun”

“Sami-sami”

Sruputan pertama begitu menggoda, selanjutnya srupuut lagi atuh… mungpung panasnya terjaga.

Suasana pagi yang dijejali aneka tugas di hari ini, langsung segar dan menambah motivasi, apalagi setelah sruputan terakhir, motivasi makin menjadi…. untuk ngopi lagi hihihihi….

Catatan : Ini bukan cerita pagi ini, tapi kemarin dan kemarin dikala hari kerja yang penuh derita.. upss.. penuh tugas yang mendera.

Selamat wikend, selamat ngopi dan bercengkerama dengan keluarga tercinta. Wassalam (AKW).