Numpak WHOOSH – fbs

Tos kedahna kitu, kumaha deui nya.

BATUJAJAR, akwnulis.com.  Seiring sore menjelang selaras dengan asa yang kembali ingin berbagi cerita. Tentu disampaikan juga bahwa tulisan singkat ini berbahasa sunda.

(DISCLAIMER) Tulisan ini hanya cerita fiksi atau rekaan saja tetapi ide awalnya memang dari pengalaman di dunia nyata.

Inilah ceritanya : …..

Fikmin # Numpak WHOOSH #

Haté keur bungah sabab diajak dunungan numpak Whoosh ka Jakarta. Asup ka stasiunna caraang harèrang lalega. Komo basa naèk ka lantèy 2, gok tèh hareupeun. Karèta Whoosh kelir bodas hawuk jeung beureum. Alhamdulillah.

Petugas somèah ngabèjaan kudu diuk dina gerbong nu mana. Gèk diuk, nikmat pisan. Ngan hanjakal beuteung ujug-ujug ngusial. Tapi da reugreug, pasti aya wèsè dina karèta.

Teu lila Whoosh maju, beuteung beuki ngusial. Lalaunan nantung bari muru ka panto nu muka otomatis. Wèsèna kosong, langsung asup. Kaambeu sareungit, ngeunaheun, porosot calana, gèk nagog.

Keur anteng ngaluarkeun eusi beuteung, karasa asa eureun karèta tèh. Panasaran muka tulak nempo kaluar. Gebeg tèh. Penumpang keur tarurun, “Euleuh naha?”

Teu loba carita, calana diangsrodkeun. Muru lawang kaluar. Teu sirikna ngajleng. 10 detik tiharita karèta maju deui, da ukur eureun 2 menit di stasiun Padalarang.

Nyaan Whoosh tèh karèta cepat, karèk nagog geus nepi” Uing gogodèg bari nempokeun leungeun nu ramètèk.

***

Itulah cerita singkatnya, seperti biasa jika terjadi ketidakmengertian arti dan pemahaman maka tinggal acungkan tangan ataupun tulis di kolom komentar. Bisa juga dengan DM dan japri via whatsapps. Hatur nuhun, Wassalam (AKW).

Dagdigdug di TVRI Pusat.

Mencoba menikmati ketegangan karena ketidaktahuan.

JAKARTA, akwnulis.com. Berusaha datang lebih awal dari penjadwalan adalah sebuah cara untuk mendisiplinkan diri sekaligus juga menghargai pihak pengundang agar tidak banyak menunggu. Sekarang raga ini sudah duduk dan terdiam sambil menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya. Pada saat tadi memasuki area TVRI pusat di Jakarta ada rasa berbeda, sebuah deg degan di denyut jantung terasa meningkat apalagi tugas yang diemban kali ini agak berbeda.

Diawali dari kontak pesan dari seorang kolega dilanjutkan dengan sepucuk surat undangan resmi menyebut nama ini untuk hadir mewakili pada sebuah acara taping video yang berkaitan dengan peran fungsi dinas sosial dihubungkan dengan momentum hikmah di bulan ramadhan.

Awalnya sih oke oke saja, tetapi setelah pihak TVRI pusat menghubungi dan ternyata akan taping dengan seorang ustad yang merupakan perwira di angkatan udara republik indonesia serta sudah belasan tahun atau puluhan tahun mengasuh acara ceramah di TVRI nasional, makin dagdigduglah hati ini. Apalagi dalam kontak via telepon, beliau menyampaikan tentang rencana taping video ini berkaitan dengan tema di bulan ramadhan. Walah langsung tertekan nich, mencoba mengingat kembali kapan terakhir menyampaikan kultum.. itu tuh kuliah atau ceramah tujuh menit. Itu sudah lama sekali, beberapa tahun lalu. Disampaikan setelah menjadi imam shalat dhuhur dan kultumnyapun dengn bercucuran keringat.

Tapi…

Ada hal menarik yang menjadi catatan disini, yaitu dari makna tantangan dan kesempatan. Diri ini meyakini bahwa semua hal, segala memontum kehidupan ini tidak tiba-tiba atau tidak disengaja. Tetapi semua sudah ada skenario dan catatan langitnya. Hanya saja manusia diberi batas untuk tidak mengetahuinya. Jadi mari kita jalani kedagdigdugan ini serta kejutan – kejutan selanjutnya.

Sepiring roti dihadapanpun seolah tidak bisa.membangkitkan selera padagal tadi sudah dipersilakan oleh perwakilan pengelola. Baru berani menikmati sebotol kecil air mineral untuk menenangkan gejolak rasa yang tidak menentu.

Sebagai antisipasi tentu bahan bacaan dilengkapi. Salah satunya dari para kepala bidang yang memberikan data dalam bentuk paparan terkait dengan kondisi masalah sosial yang ada.

Tapi ternyata suasananya berbeda, betapa sulitnya menyimpan angka dan data di dalam kepala. Seolah mental alias terlempar… karena denyut jantung tidak teratur dan masih menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Menitan di smartphone sudah menunjukan pukul 14.55 wib jika sesuai jadwal yang sudah direncanakan. Sementara perut mulai keroncongan karena tadi makan siang tanggung, sepiring caesar salad dan segelas latte sudah masuk duluan. Eh ternyata sekarang baru terasa ada terselip rasa lapar. Ya sudah roti di piring, coba dinikmati. “Ditampi pak suguhannya.”

Nggak ada yang menjawab, tapi minimal secara lisan sudah diijabkan dan setelah dibuka plastiknya maka  berpindahlah roti ini ke dalam perutku. Alhamdulillah perut agak tersenyum karena ada yang bisa sedikit mengganjalnya.

Ting tung pukul 15.00 wib.. (bersambung).

SENIN & LIVE SHOPPING

Semangat pagi setelah long weekend..

CIBABAT, akwnulis.com. Senin pagi tadi begitu berat untuk menjalaninya. Tapi bagaimanapun juga komitmen harus dijaga dan kehadiran tepat waktu di tempat kerja adalah salah satunya. Kedisiplinan adalah kata yang harus dijaga, dipedomani dan tentu dilaksanakan sebaik-baiknya. Jadi lawanlah kemalasan sekuat tenaga dan hadirlah tepat waktu dengan senyum ceria.

Ternyata kelamaan liburan berakibat menumpuknya kemalasan dan dilegitimasi oleh kelelahan karena long weekend ini digunakan untuk memforsir raga meskipun tidak pergi kemana-mana. Cukup di rumah saja bersama keluarga tercinta dan jikalau sedikit beredarpun hanya sekitar komplek perumahan saja. Ada keengganan untuk beredar ke pusat kota karena melihat titik – titik kemacetan yang nyata. Jadi diam di rumah atau beredar tipis – tipis saja yang menjadi pilihannya.

Jadi kegiatan rumahan saja yang dilakukan dari mulai nonton televisi, rebahan sambil nonton, makan sambil nonton, eh ada juga yang berkeringatnya yaitu jalan pagi 7.234 langkah namun kalorinya langsung tertutupi oleh sajian indomie rebus telor keju yang begitu menggoda. Oh ya ada juga aktifitas mencuci baju menggunakan mesin cuci portabel mini yang buat anak kost merk MITO, ternyata hanya cukup 6 – 7 potong pakaian saja. Ya sudah sisanya di gusrek manual saja, mengingatkan kembali masa lalu dikala masih sendiri dan segalanya harus dilalukan sendiri. Tak lupa bercanda bersama anak dan istri, sambil jalan kaki atau sekedar berebut remote tivi karena ternyata beda kepala beda selera.

Nah ada satu lagi aktifitas ‘me time’ yang dilakukan sendirian setelah hampir tengah malam. “Sedikit mencurigakan yach?”

Tenang kawan, ini adalah adaptasi terhadap kemajuan jaman. Yaitu iseng – iseng mengikuti live tiktokshop yang mulai heboh dengan diskon adalah menjelang tengah malam. Berbagai barang dijual dengan diskon yang lumayan, mulai dari smartphone, tab, mic karaoke hingga pakaian. Pakaian ini dari mulai jaket, kemeja, kaos, celana, kaos dalam, celana dalam hingga rompi dan aneka aksesoris pendukungnya.

Nah kebetulan celana dalam dan kaos dalam sudah menipis, maka opsi iseng belanjapun membuncah. Akhirnya nongkrongin tuh live tiktokshop yang ternyata penjualnya ada artis, selebgram hingga pedagang biasa yang super super jago bercakap, pintar pidato sehingga menguatkan rada ketertarikan kita. Disini kendali diri menjadi pegangannya. Caranya gampang, isi uang digitalnya seminim mungkin, diriku mah 200ribu aja isi di shopeepay atau di ovo. Titik.

Ternyata efektif kawan, bisa menekan jiwa belanja kita yang meronta-ronta dan akhirnya membuat kita fokus kepada skala prioritasnya untuk memilih barang yang akan kita beli secara online. Percayalah, cara ini mujarab.

Maka hunting keperluan, eh nggak terlalu perlu juga, eh tapi perlu ya. Ya udah dipantengin saja. Ternyata banyak pilihan barang yang dijual online secara live dengan harga di 100ribu saja. Berarti cukup dengan, “Bang pinjem seratus” ... itu sudah dapat barang – barang keperluan. Salah satunya tadi urusan pakaian, jikalau celana panjang chino dapat 1 buah, maka celana pendek ada yang menawarkan 5 buah / 100ribu untuk ukuran biasa dan 3 buah untuk ukuran jumbo… wah seru.

Untuk merk tentu dengan harga seratus ribu agak membuat ragu, tapi kenapa tidak kita coba. Para penjual live ini terus nyrocos bicara dan menjadikan tengah malam ini ramai. Serta yang menarik adalah barang – barang yang dijual variatif, tetapi pengakuan sang penjual rata – rata mengklaim harga jauh lebih murah untuk pakaian ini karena buatan dalam negeri atau UMKM. Ini menarik, berarti jika membeli, membantu juga kembali tumbuh subur usaha garmen lokal asli indonesia.

Maka terlarutlah dalam keramaian pasar virtual live dan mulai memastikan menggamati dan mendengarkan ocehan para penjual yang begitu semangat di tengah malam meskipun matanya terlihat memerah karena menahan kantuk yang tidak terelakkan.

Diri ini relatif stabil karena sambil menonton pasar virtual live ini juga ditemani segelas kohitala, kopi hitam tanpa gula. Jadi sebelum berjibaku dengan live shopping ini mempersiapkan dulu peralatan perangnya. Yakni biji kopi arabica puntang wine lalu digiling dan diseduh manual dengan filter V60 yang akhirnya hadir segelas kopi hitam yang harum dan menenangkan.

Srupuut….

Lanjut yaa…

Akhirnya dengan bermodal 200 ribu saja. Sudah bisa membeli 10 buah celana dalam boxer dan 6 buah kaos polos. Lalu proses pembayaran via dompet digital dan berproses hingga pengiriman serta akhirnya pamet tiba di tempat dengan dibungkus ketat plastik bubble wrap.

Nah ternyata, benar sekali bahwa produk yang dipilih itu adalah produk lokal. Serta terlihat bahwa kecenderungannya adalah urang bandung atau urang sunda yang humoris. Ini buktinya :

Celana dalam boxer dengan bahan yang lumayan kuat dan tebal serta dengan merk terkenal NUKIEU atau dalam bahasa sunda artinya adalah ‘YANG INI‘.

Maka langsung coba dipakai celana boxernya dan pas diperlihatkan kepada istri tercinta bukan hanya tawanya yang terbahak membahana tapi setuju dengan makna tulisannya. Hidup produk UMKM dan hidup NuKIEU.

Itulah cerita hari pertama masuk kantor setelah 4 hari long weekend yang penuh dinamika. Selamat pagi dan selamat beraktifitas. Wassalam (AKW).

MENCRONG – fbs

Geuning èta, èta geuning.

FIKMIN # MENCRONG #

Reup. Listrik di kamar hotèl pareum. Uing ngagebeg. Sanajan 5 detik tuluy hurung deui. Tapi matak ngarènjag jeung ngaleungitkeun katunduh. Padahal bieu tèh geus mimiti nundutan sanajan panon masih maksakeun mencrong kana tipi.

“Ah meureun listrikna aliran, tuluy diganti ku gènsèt” kitu nu kabayang dina uteuk tèh. Ngaranna gè di hotèl.

Reup deui, 5 detik tuluy hurung deui. Tah mimiti rarasaan teu ngeunah. Sabab pas keur pareum tèh asa aya nu mencrong ti jamban. Kabeneran pantona teu ditutup, katempo tina eunteung.

Ah titingalieun èta mah” Uing leumpang muru jamban, ditingali euweuh nanaon. Panto jambanna ditutupkeun. Balik deui kana ranjang.

Anteng deui wè nongton tipi, tapi rarasaan masih teu ngeunah. Babacaan sabisa-bisa, mèh hatè teu cus cos kaditu kadieu.

Reup, pareum deui, rada lila. Aya kana 15 detik mah. Diluar jempling jiga gaang katincak. Simpè.
Teu loba carita nangkarak waè dina ranjang lalaunan, ngahèrang. Pèk tèh geuning diluhureun, ucang-ucangan. (AKW).

NUTURKEUN IMUT – fbs

Menulis genre bahasa sunda lagi yuk.

FIKMIN # NUTURKEUN IMUT #

Imut ngagelenyu mojang geulis camperenik dina angkot hèjo katingal ècès pisan. Kaleresan calikna dina jok pengker napel kana kaca mobil. Ngagas mio diatur supados posisi tetep pengkereun angkot. Nu imut beuki ngirut, matak ratug kana jajantung.

Citt!!!
Angkot ngerèm ngadadak, aya nini – nini meuntas.

Mio teu kabujeng ngerèm, nubruk bèmper beusi angkot satakerna. Jedak!!! Karaos awak ngapung, poèk wèh.

***

Pas soca lalaunan muka, geuning imut nu ngagelenyu tèh aya payuneun. Meuni atoh geuning aya Neng geulis nu imut tadi. Dina acukna aya sulaman, seratanna STIKES Harapan Rasa. Tapi awak asa pasiksak sareng pareurih. Utamina dina panangan katuhu sareng cangkèng kenca, nyanyautan pisan.

Aa sing kiat nya, sakedap deui kulawargi Aa kadieu. Kanggè masihan pernyataan ngadukung tindakan operasi”.

Curinghak, “Naha Opèrasi?”

Nèng geulis ngusapan, “Sing sabar ya Aa”
Lalaunan ningali kana sampèan. Gebeg tèh, les kapiuhan. (AKW).

Menikmati KOPI ARABIKA MEKARWANGI HONEY

Ngopi lagi sambil hepi…

LEGOK EMOK, akwnulis.com. Pertemuan dengan sebungkus biji kopi tidak hanya bicara kebetulan, tetapi tentu sebuah perjalanan hidup yang sudah tertata dan terukur oleh sang Maha Perencana, Allah Subbanahu Wataala. Jadi sebagai hambanya adalah sebuah sikap yang mendasar adalah seperti yang telah ditulis dalam celotehan – celotehan terdahulu yaitu JASUNI. Jalani – Syukuri dan Nikmati, titik.

Hadirnya biji kopi ini melalui sebuah proses yang tidak sengaja. Awalnya adalah kebiasaan sederhana, dimana perpindahan tugas jabatan seiring juga dengan perpindahan peralatan menyeduh kopi yang memang merupakan properti pribadi. Setelah adaptasi dengan suasana, tempat dan orang – orang baru maka ditatalah sedemikian rupa ‘peralatan perang’ ini sehingga mudah untuk digunakan.

Bapak beli mesin kopi apa?.. harga berapa?”

Pasti ada yang kepo dengan alat perang eh alat pembuat kopi yang dimaksud. Jangan salah sangka kawan. Peralatan seduh kopinya manual saja kok. Hanya menggunakan metode manual brew atau seduh manual dengan menggunakan filter V60 saja. Jadi senjata utamanya hanya mesin grinder sederhana, corong filter V60, timbangan kecil, termometer, bejana server, goose neck geko kaca transparan, kertas filter V60nya, cangkir – cangkir kaca beberapa model, teko pemanas air, itu saja. Lalu yang utama adalah objeknya yaitu biji kopinya.

Maka biji kopi menjadi utama, oh ya biji kopinya hasil toasting ya, siap grinder. Bukan green coffee (alias kopi mentah).  Berarti tinggal dipastikan ukuran menggrindernya yang cocok dengan metode yang akan digunakan. Biasanya untuk metode manual brew V60 ini menggunakan ukuran skala 3-4.

Jadi sebagai kode keras, bagi yang akan mengirimkan kopi kepada penulis baik itu untuk cinderamata, oleh – oleh ataupun ‘kaèmutan‘ ataupun pengen aja ngasih maka kuncinya 2. Pertama kopinya jenis ARABICA dan kedua bentuk kopinya BIJI atau BEAN. Kalaupun ternyata sudah digrinder atau digiling, minta saja untuk ukuran gilingan manual brew V60. Ditunggu kirimannya hehehehe. Bagi yang sudah mengirimkan malah rutin setiap lihat stok kosong, ucapan terima kasih tiada hingga semoga diberi balasan rejeki yang berlipat ganda.

Maka kali ini, dihadapan penulis sudah hadir 2 bungkus biji kopi arabica mekarwangi, biji kopi terbaik kedua di perhelatan dunia tentang perkopian yaitu SCAAExpo di Atlanta, Amerika (2016) mendampingi biji kopi puntang sebagai juara pertamanya.

Bungkus yang pertama adalah bean untuk diriku, berarti akan digrinder dengan ukuran agak kasar untuk diseduh manual menggunakan filter v60. Satu bungkus lagi punya pak budi, rekan di kantor yang mintol untuk digilingin lembut karena akan diseduh dengan model kopu tubruk atau dicampur biasa demgan air panas dan gula. Nah nyambung dengan cerita kehadiran kopi ini karena saudara pak budi ini adalah penggiat kopi atau ownernya dari Hira Roastery & Lab di Kota Hujan, Bogor. Karena pak Budi cerita ada penyuka kopi seduh manual di kantor, maka hadirlah 250 gram kopi ini di hadapan penulis. Begitu ceritanya kawan.

***

Tanpa berlama-lama maka peralatan seduh manual dengan Filter V60pun beraksi. Mulai dari menimbang, menggrinder, menyeduh yang dilakukan diatas kursi plastik putih hingga.menunggu menetes dan langkah terakhirnya untuk dinikmati. Rumus seduh puter kanan, panas airnya o2° celcius dan perbandingan 1 : 12 sudah jadi standar.

#sruput

Kelebihan dari arabica mekarwangi ini adalah rasanya stabil dengan bodi medium dan acidity medium sehingga bisa diterima oleh banyak kalangan. Dari sisi aftertastenya yang muncul ada frutty dan sweet caramelnya serta kelembutan dan tidak ada istilah ninggal. Nikmat pisan. Nuhun pak Budi dan saudaranya. Selamat menjalani weekend dengan keluarga. Wassalam (AKW).

NANGKARAK – fbs

Sabar ah, sabar…

FIKMIN # NANGKARAK #

Punten Aa, widi badè nyauran rèrèncangan abdi waè. Teu acan hurung geuning water hiterna” Soantenna dareuda bari tungkul. Pananganna sibuk ngusapan tarangna nu masih rentul ku kèsang.

Teg, rasa keuheul tos nyelek muru kana baham. Hoyong dibudalkeun margi kuciwa kana hasil padamelanna. Kajabi ieu tèh tos lami, tos ngagaleuh alatna sanaos teu acan digentosan. Tapi dina hatè langsung istigfar, heup ulah aya cariosan nu teu merenah.

Matak kitu ogè panginten salah sawios buktos tanggel waler kana padamelannana sanaos teu acan tiasa ngabèrèskeun masalah nu aya. Katawisna kedah sabar sadayana.

Saatos tiasa mèpèr kakeuheul mah, lalaunan ngarènghap panjang. “Muhun atuh dijadwalkeun waè.” Waleran pondok nu mungkas carita. Tukang rèparasi amitan.

Sabot ka dapur, rèncang nyarios, “Bapa punten kamari tèh nu ngalereskeun pemanas cai geubis ngajungkel tina korsi, nangkarak bengkang caket tangkal wijaya kusumah.

Samentawis olohok, boa tadi tèh masih tatu tapi maksakeun. Kabayang nu bayuhyuh ngabebengkang. (AKW).

KONSISTENSI NGOPI & DUREN

Menulislah dan lawan kemalasan.

CIBABAT, akwnulis.com. Sebuah kata ini yang menggelorakan kembali semangat untuk menulis dan menyapa kembali para pembaca blogku karena dalam awal tahun 2024 ini agak terasa menurun semangat kemenulisanku ini. Maka mencoba berkontemplasi dan melakukan kaji diri khusus dalam dunia kemenulisanku ini.

Jika beralasan dengan segala kesibukan, tentu situasional karena kesibukan yang terjadi adalah siklus naik turun dan malah menambah ide untuk menuangkan dalam aneka kata dan sejumlah kalimat. Berarti alasan ini kurang berdasar.

Jika berbicara kehabisan ide, ini juga terasa kurang tepat karena untuk ide menulis selalu muncul dan tentu dengan beragam tema. Hanya saja kesempatan menuangkan dalam kata – katanya sedikit terkendala.

Berarti kembali dihayati bahwa problemnya adalah kembali ke diri ini. Sebuah perilaku sederhana yang mungkin menjadi penghambatnya yaitu rasa malas. Yup itu dia. Dengan bejibun aktifitas maka kelelahan ini menjadi legitimasi untuk jeda sesaat dalam menulis padahal kembali kepada semangat awal bahwa tulislah dan tulislah lalu publikasikan, biarkan dunia yang menanggapi atau mungkin menghakimi.

Ada satu lagi godaan atau bisa juga hambatan adalah rasa bosan dengan tema yang ditulis dimana hanya seputar KOHITALA ( Kopi hitam tanpa gula). “Wajar khan jikalau kebosanan itu hadir menerpa?”

Maka muncul ide bahwa sekarang beralih tema atau alternatif penulisan tema. Dari tema asal Ngopay dan Ngojay akan coba di geser menjadi temanya Ngeduren keren. Mulailah mencari referensi tentang beraneka duren yang ada. Dimulai dari durian monthong, durian bawor, durian sinapeul, durian super tembaga, durian musang king. Walah lihat gambar – gambarnya jadi ngiler. Apalagi disambut dengan kesaktian algoritma media sosial, maka bermunculanlah gambar dan video tentang duren di beranda medis sosialku seperti di Instagram, Tiktok, youtube hingga facebook.

Tapi ada 2 pertimbangan mendasar dengan ide baru tema penulisan ini. Pertama pertimbangan kesehatan phisik dimana penulisan selama ini didasari oleh pengalaman pribadi untuk mencicipi secara langsung baru menulis sesuai apa yang dirasakan dan suasana yang terjadi serta siapa yang menemani. Berarti harus sering makan duren aneka jenis, resiko obesitas karena begitu nikmatnya buah duren ini sehingga sulit berhenti mengunyah akan menjadi resiko kesehatan. Juga tentu bisa meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh.

Pertimbangan kedua adalah pertimbangan kesehatan dompet. Karena harga buah duren yang premium jelas cukup mahal. Sementara tentu sebuah tulisan hadir karena pengalaman lidah mencicipi langsung citarasanya.

Maka dari pertimbangan itu, tema baru ini dipending dan disimpan saja. Menjadi tema pendukung yang akan hadir sesekali dalam kerangka randomisasi.

Jadi kembali ke paragraf awal, bahwa konsistensi dalam menulis menjadi kunci meskipun temanya beragam atau randomisasi tapi sebuah keunggulan dalam konsisten menulis ini yang harus dikuatkan, dijaga, dipelihara dan ditingkatkan seiring waktu yang terus berjalan.

Seperti tulisan ini, disusun dan ditulis tentang kondisi kemalasan menulis yang mendera. Tetapi semangat kemalasan itu diubah dengan menuangkannya menceritakannya kembali sehingga satu paragraf terbentuk, 2 paragraf terbentuk dan akhirnya sebuah tulisan utuh bisa kembali lagi hadir dengan pemaknaan yang khusus yaitu hadapi kemalasan dengan sedikit pemaksaan. Jadi bagi yang merasa kesulitan dalam menulis sesuatu, tuliskan saja kesulitan itu dalam bahasa masing – masing. Niscaya anda akhirnya bisa memiliki sebuah tulisan.

Terima kasih kawan yang sudah mengingatkan kembali tentang semangat konsistensi. Sebuah semangat muncul kembali dari perbincangan santai di sela – sela kegiatan taping podcast di studio AJIB (ASN Jabar Ikut Bicara) di kantor Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Barat jalan Ternate Kota Bandung juga sowan ke beberapa rekan pejabat adminstrator di BKD Jabar ini. Sehingga tema random yang selama ini dituliskan bisa bergerak kembali.

Tentunya kurang afdol jika tulisan ini tidak menyenggol cerita tentang secangkir kopi atau sebotol kopi panas hasil seduhan manual yang sedang dinikmati. Apalagi tema utama dalam randomnya cerita adalah tentang kohitala. Inilah cerita singkat tentang menikmati perkopiannya.

Kopi yang ada dihadapan juga cukup menyenangkan karena terdapat 2 gelas. Sajian pertama adalah kopi manual brew dengan filter V60 tetapi dibuat dingin atau disebut javanese dan satu lagi adalah kopi hitam tanpa gula juga dengan basic espresso yang digabung dengan air kelapa plua lemon serta es batu.menghasilkan sajian ‘CocoLemonCoffee‘ yang menyegarkan. Dilengkapi background kemesraan 2 insan muda yang sedang bercengkerama penuh rasa cinta, jigana mah hehehehe.

Selamat menikmati hari ini, jangan lupa maknai hari dengan tulisan – tulisanmu, tulisan kita dan tulisan kami. Wassalam (AKW).

MENIT KE46 – fbs

Akhirnya ngageleser…

FIKMIN # MENIT KA 46 #

Adzan isya nembè lekasan, katawis dunungan kaluar ti rohangan disarengan ku opat jalmi, rupina sèmah dunungan ngadon uih sasarengan. Teu seueur saur, kuring ogè nyarengan lungsur ka lantey hiji. Muru kana mobil nu tos sayagi di buruan kantor.

Tapi geuning saatos nyaketan mobil tèh henteu langsung lebet. Tapi uplek deui ngawangkong kaditu kadieu. Simkuring mah tangtos ngiringan wè gogonjakan, sanaos saleresna mah nahan kahoyong. Hoyong kahampangan mung pameng ka dunungan.

Antukna mah ditahan – tahan wè, bari babacaan dina jero hatè, “Ya Allah, Ènggal atuh dunungan tèh lebet kana mobilna”

Lima menit sapuluh menit mah kiat, tapi saatos lebet satengah jam. Palangkakan asa cangkeul, nahan papang nu teu kaampeuh deui. Raray pupuringisan tapi dalah dikumaha dunungan masih ngawangkong akey-akeyan.

Menit ka opat genep mah bobol ogè, pas aya nu ngabarakatak. Uing gè ngiringan ngagakgak, “Hahahahahaha….”

Geleser aya nu haneut kana pingping. Pas melong tamu payuneun. Geuning sami gumujeng bari jaremblong. (AKW).

BUKU BERSAMA DI AWAL 2024

Buku antologi perdana di 2024.

CIBABAT, akwnulis.com. Awal tahun 2024 penuh dengan dinamika tugas yang perlu ekstra tenaga dan konsentrasi. Meskipun tentu bukan bekerja sendiri tetapi bersama-sama pasukan yang gercep, ada hal penting yang harus dijaga adalah stamina diri. Maka menghadapi tugas dalam penanggulangan berbagai bencana yang muncul dimalam tahun baru dengan gempa sumedang, dilanjutkan angin puting beliung di Indramayu, banjir bandang di Cisalak subang juga bencana longsor di purwakarta, ada juga banjir cimahi hingga banjir bandang di kota bandung tepatnya di braga berlanjut jebolnya sungai di dayeuhkolot. Juga beberapa bencana longsor dan banjir lainnya.

Memang tidak di semua momen penanggulangan bencana bisa hadir secara langsung. Tetapi fungsi koordinasi dan komunikasi serta pelaporan harus terus berjalan dengan cepat dan tepat. Disinilah ada kekhawatiran raga ini ambruk alias tumbang karena kelelahan sehingga larinya adalah menjaga stamina dengan makan minum sebanyak-banyaknya agar tetap sehat dan kuat plus vitamin. Akibatnya berat badan merangkak naik menyentuh angka nomor cantik yaitu 11.11 alias 111,1 kilogram. Semoga bisa turun kembali seiring waktu yang terus berlalu.

Dalam tulisan kali ini ada satu hal yang ingin dibagi kepada para pembaca yaitu sebuah aktifitas penyeimbang dari rutinitas tugas yang mendera setiap hari atau lebih tepatnya disebut ‘me time‘. Pasti tiap bapack bapack akan berbeda, ada yang penyeimbangnya dengan memancing, kumpul di gardu ronda sambil main gapleh, atau nongkrong di kafe bersama bapack bapack tetangga. Bisa juga sing a song ataupun bersepeda bersama hingga motor trail atau mungkin motor besar. Serta banyak lagi aktifitas lain yang menjadi sisi lain masing – masing tapi berfungsi sebagai penyeimbang dalam perjalanan kehidupan.

Bagi diri ini kebetulan ada aktifitas penyeimbang yang tidak harus dengan aktifitas tadi. Cukup menulis sesuatu, tambah gambar ilustrasi pribadi dengan canva dan upload di website/blog pribadi www.akwnulis.com …. tadaaa… seimbang seimbang hehehehe.

Ada satu aktifitas lagi, link tulisannya tidak lupa dishare ke kontak whatsapps, tentu kontak teman, kolega dan mitra yang sudah kenal.

Lalu ada tantangan lain adalah mewujudkan tulisan itu dalam bentuk phisik buku. Maka cara tercepat jalan ninjanya adalah mengikuti pembuatan buku keroyokan yang disebut dengan buku antologi. Tentunya dengan beberapa tahapan coaching cara penulisan, bagaimana menentujan tema hingga self editing untuk memudahkan penggabungan dalam pembuatan buku keroyokan ini.

Ada juga bonusnya dalam menulis bersama ini yaitu selain bukunya ber-ISBN juga mendapatkan nilai angka kredit 36 JP. Meskipun saat ini belum bisa dikonversi sebagai nilai kinerja, tapi bisa dianggap tabungan nilai untuk esok lusa sebagai calon fungsional utama. Insyaalloh.

Judul bukunya adalah SIMFONIA YANG TERKENANG, berisi tentang berbagai cerita pribadi. Masing – masing menuangkan pengalaman tak terlupakannya dalam jalinan kata dan digabungkan dalam sebuah buku dengan sampul buku yang ceria. Inilah kumpulan cerita sekaligus buku kami yang hadir perdana di awal tahun 2024 yang penuh tantangan dan optimisme.

Jadi mari berkarya dan menyeimbangkan kehidupan ini sekaligus ada bukti phisik yang akan menjadi cerita bagi anak cucu kita.

Itu saja celoteh malam ini, karena konsentrasi harus beralih kepada tugas utama yang kembali bersentuhan dengan urusan logistik penanggulangan bencana dan juga permasalahan sosial lainnya. Selamat malam kawan, Wassalam (AKW).