Kopi Kenya-Starbucks

Kembali lagi menjajal kopi benua afrika, yakni berasal dari Kenya… mari kita cubbbaa…

Ternyata kawan, apa yang terjadi dalam jalinan keseharian terasa tanpa kesengajaan padahal semua sudah diatur dan merupakan takdir kehidupan.

“Urusan apa kang?”

“Eeuuh… kopii!”

“Kopi deui wae… bosen”

“Duh kopi mah bukan untuk diperdebatkan tapi untuk dinikmati”

“Hayu atuh… ngopaay”

Percakapan singkat dalam pertemuan dengan kawan lama ternyata terngiang kembali dari mulut Kang Hasan, Barista Starbucks Coffee di Bandara HuseinSastranegara, yakni….

‘Kopi bukan untuk diperdebatkan tapi kopi untuk bersama dinikmati’.

Dari pertemuan singkat di depan showcasenya Starbucks lantai 2 ruang tunggu penumpang, berbicara tentang biji kopi yang dipajang dan merekomendasikan kopi KENYA… apalagi yach?

Kemarin baru dibahas santai tentang kopi Afrika yakni Kopi KIBUYE sekarang ketemu lagi sama yang inih.

Hati-hati kawan, jangan berfikir ini bahasa sunda ya. Karena kalau bahasa sunda.. KE NYa itu artinya Ntar dulu.. atau nanti dulu yaach… jauh bingit khan?

Padahal yang akan dibahas adalah kopi darii…. lagi2 benua Afrika… kopi KENYA.

Kata kang Hasan, ini adalah kopi andalan para Barista di outlet-outlet Starbucks untuk di seduh manual… makin penasaran.

***

Sebenernya di outlet ini nggak nyediain manual brew untuk menikmati kopi tampa gula, yang ada standar siih… Americano dan klo moo bold ya espresso… tapi klo espresso khan bisa kehilangan sensasi originalitas kopinya. Jadi awalnya hanya tertarik untuk membeli biji Kopi KENYa ukuran 250gr yang dijual 95rb rupiah.

Ternyata… gayung bersambut. Disaat menyatakan untuk membeli sebungkus kopi tersebut, kang Hasan ngasih penawaran, “Mau dibuatin manual pake french press kang?…”

“Mau pisan, emang boleh gitu?”

“Boleh donk, saya ambil 20gr untuk di grinder dan akang silahkan lakukan pembayaran trus milih meja yang disukai”

“Okay…” wuiih seneng bangeet. Disaat tadi sedikit terdiam karena mendengar penerbangan delay, sekarang justru senang karena bisa menikmati manual kopi disini, dibuatin lagi… Fabiayyi alaa irobbikuma tukadziban.

***

Sambil menikmati Cheese Quiche sebagai pengganti makan siang yang tertunda, pikiran melayang dan teringat wajah orang-orang tercinta andaikan ini liburan sama mereka, betapa menyenangkan. Tapi ya sudah meskipun hadir disini karena perintah, yang pasti jalani semua dengan hati yang pasrah. Menerima kenyataan adalah obat dan cara manjur untuk kehidupan tanpa beban pikiran berlebihan.

“Selamat siang kang, maaf menunggu agak lama” Suara kang Hasan memecahkan lamunan. Ternyata datang dengan senampan persenjataan barista profesional. Kopi KENYA sudah hasil menggiling, french press, es batu, gelas mini untuk espresso dan ada 2 gelas putih lain yang berisi sesuatu… “Apa itu kang?” Kepo donk.
“Ini lemon… nanti saya sajikan dengan kopi… dan rasakan sensasinya”

***

Ternyata di Starbucks ada namanya coffee talk, sebuah pelayanan kepada pelanggan yang memiliki interest tinggi kepada si biji hitam harum kecoklatan. Menyajikan kopi diseduh oleh sang barista di meja pelanggan sambil berbincang ringan… yummy. Tapi jangan lupa, beli dulu biji kopi pilihannya sebelum di grinder dan disajikan.

***

Sajian pertama dengan menggunakan french press, suhu air 90 derajat celcius dan dibiarkan berektraksi selama 4 menit. (Nggak lupa kang Hasan bawa stopwatch). Setelah itu ditekeeen.. dan langsung disajikan ke gelas yang tersedia. Takarannya 1 :15 ya… jangan lupa sisa kopi di tabung french pressnya dialihkan ke tempat berbeda, agar tidak terus berekstraksi dan menghasilkan rasa berbeda.

“Mangga kang…”

Harumm menyentuh hidung…

Srupuuut….. hmmmm… sebuah aliran misterius menggenangi mulut merendam bawah lidah, perlahan ditahan. Terasa nikmatnya menyerap, body dan acidity medium, ada selarik rasa berry yang mampir diujung bawah lidah, taste yang menyegarkan…. yummy.

***

Sajian kedua ditambah es batu menghasilkan ice coffee yang segeer pisan…

Dan sajian ketiga adalah ice coffee dicampur lemon… jadi gimana rasanya ya?.. penasaran.

Ternyata… rasanya luar biasa… segernya sensasi berbeda. Kesegaran lemonnya dominan disaat minuman menyentuh lidah tetapi pas diakhir rasa kopinya tertinggal begitu pas bikin pengen lagi… komposisinya monggo sesuai selera… apalagi kata kang Hasan ditambah sedikit gula.

“Nggak bakal tergoda ah dengan sedikit gula… udah maniees”

Awwww…..

Terima kasih atas kesempatan menikmati sajian manual kopinya kang Hasan.

***

Akhirnya pengumuman petugas bandara yang memisahkan kita. Karena nggak lucu khan klo ketinggalan pesawat gara-gara terlarut dalam menikmati kopi. Wassalam (AKW).

Kopi Kibuye d’Ambrogio

Menikmati lagi Kopi dari benua Afrika, cekidot.

Menikmati kopi memang bukan harga mati yang musti tiap hari wajib tersaji. Tetapi anugerah Illahi yang selalu membuka pintu rejeki untuk bisa dan dimampukan menikmati secangkir minuman penuh sensasi dan berbalut misteri.

Tulisan kali ini mengulas kenikmatan kopi tanpa gula dari benua afrika sana. Jika sebelumnya udah dinikmati dan dibahas Kopi Afrika Mbirizi-Burundi… Trus Kopi Kamwangi AA – Kenya, nah sekarang kita nikmati Kopi Kibuye-Bukirasazi-Burundi.

Judul awalnya adalah makan siang sama istri dan anak tercintah… ya dengan siapa lagi atuh. Karena merekalah yang menjadi kawan sejati dalam hidup ini juga nanti di akherat kelak…. dan pilihan makan siangnya jatuh ke sebuah restoran eksotik nge-hits di Kota Bandung yakni Restoran Ambrogio Patisserie di jalan Banda Nomor 62 Bandung.. kebetulan pas kesitu ada tempat untuk parkir (biasanya klo weekend, parkirnya penuh mulu…) yang penasaran monggo gugling aja.

Setelah dapet meja dan nggak lupa minta baby chair, peseen makanan dan bla bla bla… (makanannya nggak diulas disini ya, maaf).

Disinilah kenalan sama si kopi Afrika Kibuye. Akang pelayan dengan senang hati ngeliatin dulu biji kopi dalam bungkusnya… tulisan sederhana tapi dengan packing standar sehingga bisa menjaga keutuhan kopi.. (ahayy keutuhan rumah tangga kaleeee).

***

Nggak pake nunggu lama, orderan kopi manual brew V60 Kibuye tersaji. Aromanya terasa lembut menyapa cuping hidung dan memberi rasa nyaman. Nggak lupa diabadikan dulu.. Cetrek!!!

Tapi… agak mengernyitkan dahi karena disajikan dalam poci abu-abu tua lengkap dengan cawan mini berwarna senada, pake tatakan kayu yang warnanya matching plus segelas air putih ukuran sedang yang udah berisi irisan melon eh lemon, buat penetral rasa dan perasaan yaaa….

Serasa minum teh lho.

Tapi bayangan suasana minum teh tergantikan setelah nyeruput kopi di dalam cawan. Aciditynya medium high, body medium dan taste-nya ada selarik rasa floral yang menyejukkan…. nikmaat.

Sampe-sampe dikomplen ibu negara lho, saking seriusnya nikmati dan abadikan kopi… istri tercinta nggak diphoto-photo…. Ampyuuun dech.

***

Itulah sekelumit rasa yang selalu menggelora, menikmati sajian asa dalam segelas.. eh sepoci kopi yang datang dari benua Afrika. Hatur nuhun, Wassalam (AKW).

Sayur Sop – fbs

Samangkok sayur sop diréncangan goréng hayam, raosss pisan.

#Fikmin

Teu pira, ukur sayur sop maké baso dibaturan goréng hayam jeung sambel goang. Tapi nu matak hébring nyaéta bisa mulangkeun deui panineungan, ngahirupkeun deui rasa jeung rupa basa harita.

Keur meumeujeuhna belekesentreng, sagala hayang nyaho istuning euweuh kasieun. Antukna hiji mangsa pasosoré tiporos di sisi gawir Leuwi Lutung, ngagulutuk nepi ka ngagejebur kana leuwi.

Mun euweuh Mang Osid nu keur nyawah mah jigana kari ngaran da tilelep, alhamdulillah ditangtayungan kéneh ku Gusti Alloh.

Digandong balik ka lembur, ibur budak kasép tigejebur. Ema jeung Apa hariweusweus bin tagiwur.

Nepi ka imah sagala diogo, kaasup dahareun. Nu sapopoé ukur kurupuk, sambel tarasi dicoél téspong jeung bonténg. Ayeuna Ema popolah, nyieun sayur sop maké baso jeung goréng hayam.

Rasa, seungit jeung haneutna sarua, ni’matna tos pasti karasa. Nuhun Ema, kanyaah salira ngiatkeun putra jumeneng tur panceg ngajalanan takdir di dunya. Bismillah. (AKW).

Tulisan bagus?

Mana tulisan bagusmu? Sebuah kalimat tanya yang bikin rasa dan cita kembali bersama.

Tring!!!!

Suara notifikasi pesan masuk di WA terdengar jelas. Reflek menoleh dan sang jempol mendahului membuka pesan yang datang tuba-tuba ini.

‘Kang minta dong beberapa tulisan di blogmu yang paling spesial. Saya seneng dengan tulisan – tulisan di blog sampeyan’….

Sebuah pesan singkat di Whattaps yang bikin panasnya siang itu jadi adem dan begituuu nyaman.

Siapa yang nggak seneng, sebuah karya sendiri… ah nggak perlu lebay disebut karya dech. Tulisan yang berasal dari curahan hati, bersinergi dengan jempol dan jari lain agar menari diatas keyboard smartphone ini. Mengalirkan satu dua buah kata yang akhirnya bisa menjalin kalimat dan wujudkan paragraf, insyaalloh original… no copy paste.

Sesaat termenung…. ‘mana tulisan terbaik?’

Terus terang saja menjadi sebuah kebingungan baru, karena hadirnya corat coret di blog pribadi ini memiliki moment, suasana kebatinan ataupun situasi-kondisi-toleransi-pandangan-jangkauan yang berbeda-beda.

Dan.. Alhamdulilah.meskipun tulisannya campur sari alias gado-gado, ternyata udah nyampe eh ngelewatin 200 postingan selama 1 tahun… sekali lagi alhamdulillah.

Terus terang ini adalah blog yang ke.. sekian yang udah pernah dibuat. Insyaalloh dari keseluruhan diary digital yang pernah dibuat…. inilah yang memiliki tingkat orisinalitas tinggi, baik photonya ataupun tulisannya.

Nulis pake jempol sendiri dan photo diusahakan maksimal… hasil jepretan sendiri.

***

Balik lagi ke tulisan favorit… perlahan tapi pasti segera dibuka kembali lembaran blog ini dengan scroll atas bawah… settt… settt… sett… termenung dulu, terbayang sebuah momen dalam pikiran, ada yang menyenangkan, menyedihkan, membahagiakan, menyesakkan hati, wajah bos yang marah atau malah pujian tapi berujung nambah kerjaan hahahaha… terima kasih atas tantangannya untuk memilih postingan tulisan favoritku.

Membuka kembali kenangan dan refresh pikiran bahwa takdir kehidupan begitu rumit dan mendebarkan ataupun sederhana tanpa banyak kesulitan… ruaar biasa.

Jadi yang mana tulisan favoritnya?”

Tikk..
Tokk..
Tokk..

Tikk……..

“Belum dapet, aslinya bingung. Semakin dibuka histori tulisan, bukannya cepat bisa mutusin mana yang favorit. Tetapi makin terlarut dalam kenangan dan cerita behind the scene dari tulisan-tulisan itu, aya-aya wae… :)”

***

Akhirnya setelah seminggu lebih merenung dan membayangkan suasana dibalik tulisan-tulisan di blog (lebay yach ampe seminggu lebih… padahal emang repot sama gawean jadi waktunya sangat terbatas).... tertunda lagi milih tulisan favorit. Keburu tersita oleh Si Cantik Binar yang nggak mau lepas klo ayahnya ada di rumah, begitupun dengan ibunyaaa….:)

***

Tengah malam yang begitu tenang, setelah menemani anak kesayangan dan Istri tercinta terlelap dalam tidurnya. Perlahan tapi pasti, leluar dari kamar menuju ruang makan yang memiliki fungsi juga ruang kerja hehehehe..

Smartphone dibuka dan segera mencari tulisan-tulisanku yang tersebar di jagat maya.

Amati…. scroll…. hmmmm… pilihhh….

Garuk2 kepala dulu…

Semmuanya baguss…. (maafkan kelebayan ini kawan).

Tetapi bicara tulis menulis.. yang dirasa oleh diriku yang masih seorang penulis eh… nge-blog amatiran… jangan takut hasil tulisannya jelek. Buat tulisan…. baca lagi 3x terutama untuk lihat salah ketik dan tanda baca.

Setelah itu… ya posting aja dan jangan lupa sertakan photo hasil jepretan pribadi yang relevan atau mendekati dari tema tulisan kita. Klo ternyata nggak ada photo pribadi yang nyambung dengan cerita…. yaa paksain aja hehehehe. Hindari bingittt copas photo orang lain dari internet… pokoknya HINDARI.

Itu aja…. eh lupa.. jangan lupa bikin blog dulu yaaa.. yang penulis pake sekarang adalah blog wordpress (masih) versi gratisan…. gpp nanti klo udah waktunya tentu akan berbayar kok.

***

Itu saja secuil curhat minggu ini, hampir 5 hari nggak posting tulisan di blog karena banyak hal… yang pasti mah… kemalasan yang menelikung diri menjadi penyebab ini. Memang musuh terbesar adalah diri sendiri dan melawannya butuh perjuangan tiada henti. Wassalam (AKW).

Diary Coffee 10

Puisi ringkas menjelajahi nikmatnya rasa dan nomena kopi.

Pagi menjelang kabut menipis
Langkah semangat dingin ditangkis
Mengitari kampus tanpa meringis
Supaya keringat lewati garis

Tuntas olahraga pagi
Dilanjut menyeduh kopi
Sudah pasti pake Vsixty
Senjata andalan untuk rasa hakiki

Pertama kopi tiam jadi pilihan
Beli di Mustafa tengah malam
Serasa murah setengah kilogram
Cukup 6 dolar sing sebagai penggantian

Ternyata rasanya biasa nian
Agak cenderung banyak campuran
Malah teman yang ikutan
Ngeluh ke lambung agak tertekan

Tapi secara keseluruhan lumayan
Buat nemenin ngopi bersama teman
Memberi sebuah pengalaman
Ngopi kopi dari seberang lautan

Kopi arabica sindoro sumbing
Menjadi pilihan penting
Dibawa pa rahmat berdaya saing
Rasanya mantab harum semriwing

Digiling khusus untuk diseduh
Manual brew semakun ampuh
Acidity medium Body tak rikuh
Bikin senang hati yang rapuh

Dilanjut kopi HS Purwakarta
Body bold acidity medium saja
Bikin kaya pengalamannya
Aneka kupi seantero nusantara

Ada lagi kopi bawaan pa Bambam
Bungkus ijo Bogorcoffee arabica
Sensasi aroma penuh warna
Acidity medium aroma ruaarbiasa

Bikin mood pagi menggelora
Segar tiada terkira
Apalagi ditambah kopi Robusta
Bikin melek semakin nyata

Itulah sejumput cerita
Tentang manual brew bersama
Di kampus kiarapayung tercinta
Hidup diklat RLA (AKW).

Marina Bay – fbs

Jungkiring asih ngabedega mayunan jaman, tandaning rasa nu teu kacumponan.

#FikminSunda

Parahu tohaga geus ngajugala. Eunteup dina biwir langit bari ngabadé jaman. Kasakténna geus kakoncara, metot kahayang jelema pikeun datang ka manehna. Teu burung Haji Tukir gé kabongroy hoyong kabandang rasa, hayang ngajaran numpak parahu nu disépak ku Sangkuriang basa Dayang Sumbi nolak sapagodosan kahoyong ingkang putra.

“Har geuning sanes nu janten Gunung Tangkuban Parahu?…”

Hiji patarosan nu matak ajrih, tapi geuning sanes mung sakali Sangkuriang nyuhunkeun Dayang Sumbi janten garwa nu matak pamali.

Ieu nu ka opat welas kalina. Ditolak sapagodosan. Antukna sagala jajatén diketrukeun supados parahu sareng Dayang Sumbi tiasa ngilang tina paningal meuntas nagri meuntas samudera dugika muragna di léngkob pulo Tumasik.

Ayeuna aurat Dayang Sumbi beuki nyari, matak pogot nu nempo, janten hilap kana taubat. Ngajungkiring dilabur cahya baranang. Dijagi unggal wengi ku singa nu teu lirén ngabura rasa. Mepende jaman bari taki-taki bisi ujug-ujug Sangkuriang datang ngajorag deui. (AKW).

Belajar Bahasa asing itu Penting

Penting juga sedikit paham tentang bahasa asing…

Perjalanan menjelajahi detik dan menit adalah sebuah cerita hidup yang terancang rumit tetapi jelas tercatat dalam labirin lauh mahfudz. Begitupun hari ini, seiring perjalanan takdir maka bisa menjejak lagi di tanah luar dan menjadi sebuah perjalanan yang penuh rasa syukur.

Meskipun karena keterbatasan bahasa, semua dijalani dengan ceria. Salah dikit mah boleh atuh, yang penting nggak bikin orang celaka.

Termasuk hari ini. Hari ini dapet 2 kejadian selama beredar tugas di Negara Singapura.

Mau tau?……

***

Pertama adalah riweuh habis batere handphone di negeri orang. Program meeting yang diatur ternyata menyulitkan mencari tempat colokan…. atuh kebayang khan beberapa orang mulai panik. Maklum rata-rata bapak-bapak ISTI (ikatan suami takut istri) yang whatsappsnya musti on terus untuk menghindari kecurigaan… kasiaan deh.

Pas ditempat meeting ternyata nggak ada colokan yang pas karena pake steker internasional yang kakinya 3…. sedih langsung mendera wajah bapak-bapak yang udah nenteng kabel charger sana sini… moo keluar dari ruang meeting.. yaa nggak mungkin.

Akhirnya terhenyak menjatuhkan badan di kursi peserta diskusi sambil menghela nafas panjang. Padahal sebenarnya kita bisa bersyukur dengan HP mati. Jadi istirahat sesaat, terutama jempol nggak bakal cape mijit-mijit permukaan HPnya.

Apalagi yang udah nggak bawa kabel charger atau power bank… meranaaaa….. padahal agenda meeting bejibun ampe tengah malem.

***

Tepat pukul 10 malam. Rapatpun usai…. dua orang bapak berjalan cepat melewati lobby gedung dan keluar ke halaman menuju jajaran toko di seberang jalan….

Menuju toko yang terang benderang, tokonya tidak terlalu ramai dan terlihat tulisan besar ‘Money Changer’.

… Ternyata si Bapak bukan moo nuker duit tapi moo beli ‘Charger‘ buat hapenya. Maklum bahasa inggrisnya terlalu pintar plus tekanan bathin karena HPnya nggak ada listrik jadi moo beli Charger di Money Changer trus cari colokan buat NgeCas….

?????

Padahal kenapa nggak beli powerbank aja?…

Entahlah……

Itu cerita yang pertama.

***

Kedua, adalah disaat akan meeting hari ketiga. Bapak-bapak berjalan menyusuri trotoar karena parkirnya bis tidak bisa depan gedung.

Pada saat sedang berjalan bersama antay-antayan alias berurutan, tiba-tiba tertahan karena bapak-bapak yang melaju paling depan berhenti nggak pake basa basi.

“Ada apa nich?”
“Ada apa?”

Ternyata…. mereka harus berhenti dulu membaca plang peringatan. Khawatir ada informasi penting yang harus dipahami, maklum di negeri orang. Nich photonya…. cekidoot.

Catetan : Danger khan mustinya dihindari yaaa???

Setelah tuntas ngintip ke dalam secara bergiliran, barulah melanjutkan perjalanan dan sampai di tempat meeting tepat pada waktunya.

***

Gitu dech ceritanya, yang pasti satu kesimpulan terpatri. Pemahaman bahasa asing itu penting. Penting pisan. Haturnuhun (AKW).

Pagi & Rejeki Kopi

Rejeki nyeduh kopi di pagi hari, bukannya habis … eh malah makin bejibun. hayuuu nyeduh kopaaay.

Pagi hari setelah berolahraga keliling bukit di kaki manglayang, sebuah ritual penting dipastikan harus dilaksanakan. Tentu dengan persiapan yang matang, ketelitian mendalam serta konsentrasi sepenuh hati untuk mengikuti tahapan yang miliki arti hakiki.

“Emang lo mau ngapain?”
“Ritual apaan?”

“Weits kalem dulu mas bro, ini bukan urusan kepercayaan kepada sang pencipta. Tapi ritual memaknai sebuah proses kehidupan yang tentu berkorelasi dengan hasil yang dicapai”

“Busyet dah tuh jawaban bikin pusing tapi penasaran, cepetan lo moo ngapain?”

***

Bukan jawaban yang dihadirkan tetapi tindakan nyata yang segera dilaksanakan. Keluarin 2 toples kopi hasil gilingan sendiri, ada Diq coffee-Ciwidey dan Kopi Lestari Arabica ditambah sebungkus Kong Djie Coffee sisa kemarin pemberian pa Doktor Bambam.

Corong V60 pink, filternya, gelas ukur dan sendok serta botol tabung buat nampung langsung tersaji.

“Oohhh bikin kopiii…. ini ritual yang kami tunggu…” sebuah jawaban tegas yang juga sekaligus meninggalkan diriku.

“Wah jangan-jangan beliau tersinggung” dalam hati bercerita sendiri.

Ya sudah.. segera ritual manual brew V60 digelar. Kopi Diq Coffee menjadi pembuka dilanjutkan menyeduh kopi Kong Djienya Belitung….

Jreng….

Currr….

***

Ternyata dugaanku salah besar. Yang tadi seolah tidak acuh dengan ritual nyeduh kopi sudah kembali dengan segenggam kopi…. asyikkk.

Kopi yang ada belum tuntas diseduh.. ternyata meja panjang ini sudah penuh dengan aneka kopi dari berbagai wilayah.. Alhamdulillahirobbil alamin.

Betul kata agama, rejeki itu datang dari arah yang tidak terduga. Tanpa dikomando terkumpul berbagai kopi yang siap dinikmati diantaranya :

Pertama, Singa coffee Java Arabica dibawain sama om Roni.

Kedua, kopi sumatera Mandheiling versi Indoculinaire yang bawa pakde Adhi & Om Jun.

Ketiga, kopi Sumatera Mandheling by Exelso di kasih oleh om Mukti.

Keempat, Aceh Coffee Ulee Kareng ini dibawain lagi sama Om Roni.

Kelima, kopi bubuk Cap Liong Bulan, Bogor dibawain sama om Ajaw.

Keenam, Kopi Aroma Mokka Arabica Giling halus dibawain om Yayan.

Ketujuh, 3 rangkaian kopi dari Indoculture yaitu : Kopi Bali, Kopi Toraja dan Kopi Aceh… ini teh lupa euy.. om Bambam kayaknya.

Ke delapan, Sumber Coffee Kopi Manggar dari Kang Agus dapur. Lengkap sudaah.

***

Jadi stok bejibun…. Alhamdulillah. Penyeduhan semakin gampang karena kopi bubuk sudah tersedia dari berbagai sumber yang ada. Tinggal bagaimana menyeduhnya, apa rasanya dan yang pasti….. bisa menikmati bersama hasil manual brew V60 tanpa gula ya mas broo.. Wassalam (AKW).

Kopi Kamwangi AA – Kenya

Menikmati Kopi Spesial dari Afrika bersama Keluarga kecil yang ceria.

Hari minggu sekarang terasa begitu berharga karena satu-satunya hari yang bisa bercengkerama dengan keluarga kecilku. Setelah senin hingga sabtu sore tergadaikan oleh kesibukan yang menyita waktu tanpa perasaan.

Tapi itulah hidup, kesibukan adalah keniscayaan apalagi dibalut oleh tanggung jawab dalam mengelola komitmen. Klop sudah kawaan.

Profesi diri menjadi suatu cerminan bahwa dimanapun berada dan kapanpun beraktifitas perlu menjaga sikap yang disebut istilah ‘Religius disiplinus’

Mari kita jaga sopan santun, toleransi dan kebersamaan.

“Eh jadi serius nulis beginian?”

“Justru beginian itu yang bakal bikin kita survive dan akhirnya memenangi pertautan semu antara abu-abu hingga menghitam.

Hayu ah ngopi manual brew duuuluuu……

***

Karena posisinya sedang beredar bersama istri tercintah & anak semata wayang. Maka pencarian kopinya menyesuaikan dengan tempat dimana kami bertiga sedang kukurilingan.

Cafe Toby’s Estate yang jadi pilihan kali ini. Terletak di Lobby depan Mall Paskal23 Bandung.

Awalnya moo pilih-pilih aneka kopi untuk di manual brew pake V60… eh ternyata cuman ada 1 jenis… ya gpp… siapa tau emang the best coffeenya.

Langsung orderrrr……

Sajian perdana adalah babycino yang nggak pake lama disruput Neng Binar hanya hitungan detik.

“Tambah lagi ayaah” rengekan anak kicik yang mengagetkan. Lha wong bapak ibunya blom ngopi eh nich anak udah curi start aja.

Ibunya akhirnya tersenyum lega setelah pesenan kopinya datang, cafelatte yang menggugah selera. Tapi teteep kurang bisa menikmati aku mah, beda jalur…. khan aliran kopi tanpa gula dan tanpa lainnya… susu, cream, dll.

***

Kesempatan terakhir, tibalah sajian single origin manual brew V60 hasil racikan barista Toby’s State… tradaaaa : 200ml kopi ‘Kamwangi AA’ dari Kenya Benua Afrika sana.

Tersaji apik dengan gelas tabung plus ada ukurannya serta satu gelas kecil untuk digunakan menikmati sajian kopi sedikit demi sedikitt…. serta satu kartu informasi kopi yang apik dan lengkap.

Aromanya harum menyegarkan… wuihhh tak sabar segera srupuuut. Srupuut… pelan tapi pasti. Bodynya medium light…. buat pemula nggak terlalu bikin kuagheet

Nah acidity-nya juga medium… trus tastenya muncul rasa tomat dimulut, lidah bawah serasa menari digelitik asam segar rasa tomat dan sedikit orange plus nuansa tropis terasa memenuhi ruang imajinasi, melupakan sesaat rasa hati dan seakan tidak menjejak bumi… aaaw lebay.

***

Ternyata sesaat tuntas menikmati manual Brew Kamwangi AA… anak cantik juga abis 2 gelas ‘Babycino‘… waddduh gaswaat…. ntar kita bahas khusus tentang BABYCINO ini yaa….

Yang pasti, bersama keluarga adalah utama tapi ngopi hitam adalah keharusan. Wassalam (AKW).

Catatan :
Alamat Toby’s Estate Bandung
Lobby Cai, Lt 1 10 -11, Jalan Pasirkaliki, Kebon Jeruk, Andir, Kb. Jeruk, Andir, Kota Bandung, Jawa Barat 40181

Adu Jajatén – fbs

Ari tos waktosna mah teu aya nu teu mungkin, Qun Fayakun!!.

Ngarindat hanjat nyingkahan solokan saat. Muru tegalan nu masih diriung ku jukut riut, hayang murungkut. Padahal langit nu éndah geus sadrah narima nu pasrah sumerah, nampi papastén kusabab éléh jajatén.

Mimiti mah ngabedega teu gimir ningali sasaha. Awak perténtang biwir capétang. Cadu mundur euweuh kasieun. Beurang ngahérang, peuting begadang.

Kabéh gimir teu sirikna malinggir, mun Uing geus ngajegir. Komo pas hohoak, guyub nyingkir bari saroak.

Tapi tisaprak ningali Salira, ilang tanaga taya pangawasa. Salira nunggeulis, tapi matak gimir tur inggis.

Salira teu seueur carita, ngajanteng bari ngagateng. Tapi aura kanyaah matak teu bisa ojah. Seungitna rasa nyambuang maratan jagad kahirupan. Ngalunturkeun kawani jeung bérégégéh jadi nyamuni tuluy uah aéh.

Ngan hanjakal pisan. Geuning Salira teu bisa dipikanyaah. Ukur bisa ditempo bari cumalimba. Sabab Salira téh wujud kalangkang nu dikalimbeng pager kakawasaan Si Raja Beurang.