Pamit terakhir Mamah Emi.

Selamat beristirahat mah.

Padalarang, http://www.akwnulis.id, Pukul 02.30 wib  hari selasa dini hari, raga ini baru tiba kembali di kediaman, setelah menghadiri penugasan mewakili pimpinan di acara Maulid nabi jemaah Suluk Naqsabandariyah di Ciater Kabupaten Subang.  Setelah memasuki pintu rumah, tengokan pertama ke sebelah kiri dimana pintu kamar depan masih terbuka dan terang benderang. Disambut wajah mamah mertua yang ternyata masih belum tidur memejamkan mata, memandang dengan sayu tanpa kata – kata.

Mah sehat ya mah, Andri mandi dulu ya”

Anggukan lemah membersamai gerakan raga ini untuk beranjak membersihkan diri ke kamar mandi, tak lupa membawa baju ganti yang bersih dan wangi. Tuntas membasuh diri lalu berpakaian dan kembali menengok ke kamar depan yang dalam 2 bulan terakhir diubah menjadi kamar rumah sakit VIP lengkap dengan ranjang elektrik 3 titik, tabung oksigen kapasitaa 6 meter kubik, kursi roda, kasur decubitus, tongkat bantu dan peralatan penanganan luka.

Memang 2 bulan lalu, kondisi mamah mertua mulai menurun dimana diawali dengan kedua kaki lemas disaat berada di kamar mandi dan mengglosor demi menyangga beban tubuh yang ada. Penulis tidak bisa membantu karena sedang mendapatkan tugas mewakili Gubernur Jawa barat pada rangkaian acara para profesor se Indonesia yang diselenggarakan di Kampus Universitas Indonesia Kota Depok Jawa Barat.  Akhirnya satpam kompleklah yang turun membantu dan mengangkat tubuh mamah ke tempat tidur. Jam 02.00 pagi barulah penulis tiba di rumah dan mendapati mamah yang sudah terbaring di tempat tidur dan masih ingin ke kamar mandi lagi. Setelah bersih – bersih segera membantu mamah mertua bersama iatriku dan ada Bi Sri adiknya papah yang bersama – sama ‘ngarereyang‘ (memegang bersama) untuk menuju kamar mandi.

Dengan susah payah akhirnya mamah mertua bisa ke kamar mandi dan duduk  di kloset. Tentu dengan pengawasan ketat, khawatir mengglosor lagi.

Pagi harinya ternyata mengeluh kesakitan terus di tulang belakang dan pinggang, maka segera kita periksa ke rawat jalan di Rumah Sakit Cahya Kawulyan Kota Baru Parahyangan. Lalu saran dokter untuk dirawat dan 10 hari akhirnya perawatan berjalan di lengkapi tindakan rontgen dan pemeriksaan MRI di RS Santo Borromeus. Dari hasil MRI tersebut ditemukan bukan hanya urusan sakit tulangnya saja tetapi jauh lebih besar dari itu, kecenderungan terdapat sel kanker yang bersumber di payudara dan kemungkinan bermetastase ke tulang belakang dengan indikasi terdapat patahan di tulang belakang yang tidak tahu penyebabnya.

Setelah konsultasi kepada dokter dan kesepakatan keluarga maka diperlukan perawatan khusus oleh rumah sakit lebih besar yang menangani kanker, dengan pilihan adalah 2 rumah sakit di kota Bandung maka kami.memutuskan RSHS (Rumah sakit Hasan Sadikin) Bandung yang akan menangani selanjutnya.

Babak baru dimulai dan menghabiskan waktu 11 hari berada di pavilun Parahyangan dengan pemeriksaan lengkap dari USG, cek darah, hingga operasi Biopsi. Hasilnya jelas bahwa mamah positif mengidap penyakit kanker payudara stadium 4 dengan metastasi ke tulang belakang terutama panggul. Opsi pengobatannya ada 3 pilihan yakni operasi, kemoterapĺ dan tindakan valiatif saja.

Sedih dan berduka, pasti. Tapi kami anak anaknya harus fokus untuk membantu mamah pengobatan dan menenangkan mamah yang juga kaget dengan kenyataan yang ada. Setelah hasil biopsi dan USG selesai dilakukan terapi rehab medik maka babak selanjutnya adalah perawatan di rumah dan sekali kontrol rawat jalan di gedung rawat jalan RSHS lantai 6.

***

Kembali ke cerita selasa pagi tanggal 11 Nopember 2025 lalu. Setelah mencoba memejamkan mata sesaat maka terbangun kembali untuk shalat shubuh dan beranjak mandi untuk bersiap ngantor lagi. Apalagi disposisi pimpinan sudah menanti. Maka setelah semua siap, bersama anak kesayangan yang akan berangkat sekolah maka kami menemui mamah yang terbaring lemah dan mencium tangannya bergantian seperti biasa jika kami berpamitan di pagi hari. Senyuman mamah hadir membersamai keberangkatan kami, meskipun ada hal yang menyesakkan hati. Andaikan kami tahu itu adalah pertemuan dan pamitan terakhir, tentu kami tidak jadi berangkat bekerja ataupun bersekolah. Tapi itulah namanya takdir, tidak bisa manusia mengetahui apa yang akan terjadi.

Sambil berangkat ke SDN di Cijawura Buahbatu, pikiran tetap kepada mamah mertua yang baik hati karena dengan kondisi saat ini terasa semakin menurun dan hari ini kami rencanakan untuk melaksanakan kontrol ke poli rawat jalan RSHS. Maka mobil ambulan sudah disiapkan dan bergerak ke padalarang untuk bersiap menjemput mamah mertua dan nanti kami ijin dari tugas untuk membersamai mamah menemui dokter spesialis penyakit dalam di RSHS.

Ternyata kenyataannya berbeda, mobil ambulan yang sudah hadir di depan rumah bukan mengantar mamah melaksanakan kontrol rutin tetapi mengantar jenazah mamah untuk dimakamkan di samping makam papah mertua yang sudah meninggal 11 tahun yang lalu di kabupaten Kuningan.

Itulah sejumput cerita kami di momentum kepergian eh kepulangan mamah mertua kami ke haribaan Illahi robbi.. tepat pukul 09.30 wib, hari selasa tanggal 11 Nopember 2025. Mamah mertua kami meninggal dunia di rumah padalarang.

Innalillahi Wainna Ilaihi Roojiun.
Allohummagfirlaha warhamha waafihi wa fuanha.

Wassalam (AKW).

MINGGUNYA KESRA JABAR

Dengan Kekompakan jadi Indah.

Apel senin pagi / Dokdin

*MINGGUNYA KESRA JABAR*

Diawali dari penugasan Biro Kesra sebagai petugas Apel senin pagi di lingkup sekretariat daerah dan BPKAD Provinsi Jawa Barat maka kita berbagi tugas baik sebagai pemimpin apel, pembaca pancaprasetia KORPRI juga pembaca Doa.

Awalnya tentu ketegangan melanda, apalagi pembinanya adalah bapak Sekda. Tetapi semua kekhawatiran itu sirna karena ungkapan kalimat dari bapak sekda adalah apresiasi bagi kinerja kita, Biro Kesra yang dianggap ‘rendah hati dan tidak sombong’ namun mampu menunjukan kekompakan dalam pelaksanaan tugas khususnya persentase penyerapan anggaran yang dapat dipertanggungjawabkan.

Terima kasih bagi KELUARGA BESAR BIRO KESRA.

Senin berganti selasa disibukkan dengan kunjungan kedutaan malaysia, tandatangan NPHD, rapat anggaran Bappeda serta monev penerima hibah di pangalengan dan sekitarnya hingga puncaknya persiapan versi sangkuriang hari kamis hingga jumat dini hari dalam rangka melaksanakan kegiatan  NGANJANG KA WARGA edisi Bakti Nagri untuk Pelaku seni budaya kerjasama dengan Kemenko PMK Republik Indonesia.

Alhamdulillah di Jumat pagi yang cerah diawali senam bersama, lalu acara seremoni yang dihadiri oleh Menko PMK, Menteri Kebudayaan, Wakil Menteri Dalam Negeri, Gubernur Jabar – Wagub – Sekda lengkap dengan jajarannya bisa berjalan dengan lancar dan meriah SUKSES TANPA EKSES.

Hatur nuhun tiada hingga Bu Kabag TU, Pak Anton & Pak Aziz yang begadang, Bu Muftia serta pak Agus Ismail, Para Ketua Tim, teman2 tim souvenir tim sagalarupa pokokna mah. Thanks to All. Keluarga Besar Kesra memang Terbaiiiik.

Semoga minggu – minggu selanjutnya kita TETAP dan semakin solid dan BAHAGIA.

Wassalam,
*AKW*

MASANTREN DEUI – fbs

Pangalaman diajar khutbah.

FIKMIN # MASANTRÈN DEUI #

Alhamdulillah beurang caang baranang, srèngèngè nyèrèngèh ku sakabèh huntu. Uing saged geus mandi jeung seuseungitan, teu poho makè baju koko,  kopèah hideung sarung nyiripit. Indit ka masjid jadwal jadi khotib.

“Alhamdulillahilladzi hada naa lihada…..” karèk bubuka geus loba nu heuay jeung mimiti tarungkul.  Wah kudu khutbah nu seger mèh calènghar. Mimiti ngadongèng nu rada pikaseurieun, leungeun pepeta. Kaciri jamaah jumaah curinghak. Uing atoh, nambahan deui  carita bodorna. Ger sarurak, keprok bari seuri akey-akeyan.  Ngan jajaran beulah katuhu, Haji Samidi Ketua DKM , Ulis Nono jeung Ajengan Umid nu jamotrot. Duka kunaon.

Khutbah kahiji rèngsè diteruskeun khutbah kadua mah teu loba carita. Langsung waè ngadu’a, tuluy shalat jumaah.

Rèngsè jumaahan, Uing diriungkeun ku Ketua DKM, Pak Ulis ogè mama Ajengan. Langsung dibere putusan, “Jang wayahna teu kudu jadwal ngeusi deui khutbah jumat nya. Masantrèn deui geura. Diajar bag bagan syarat sah shalat jumat”

Uing calangap, kopèah ngulapès. (AKW).

Catatan Regulasi Pengangkatan Pimpinan Baznas Provinsi.

Resume Regulasi pengangkatan..

*PENGANGKATAN PIMPINAN BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL PROVINSI*

Perjalanan singkat melayani Panitia Seleksi Pimpinan Baznas Provinsi menambah pemahaman tentang mekanisme dan tata cara seleksi. Tetapi semua tahapan ada akhirnya yakni menghasilkan pada pimpinan Baznas Provinsi yang secara regulasi benar dan secara politik terpenuhi. Inilah catatan kecil berkaitan dengan TAHAPAN AKHIR SELEKSI. Monggo…

Dasar Hukum :
Peraturan Baznas No. 1 Tahun 2019 ttg Tata Cara Pengangkatan & Pemberhentian Pimpinan Baznas Provinsi dan Pimpinan Baznas Kabupaten/Kota.

Pasal 1 butir 2
Badan Amil Zakat Nasional yang selanjutnya disebut BAZNAS adalah lembaga yang melakukan pengelolaan zakat secara nasional.

Pasal 1 butir 5
Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional Provinsi yang selanjutnya disebut Pimpinan BAZNAS  Provinsi adalah Ketua dan wakil ketua BAZNAS Provinsi *yang diangkat oleh gubernur setelah mendapatkan pertimbangan dari BAZNAS.*

Pasal 3 ayat 1
(1) Pimpinan BAZNAS Provinsi diangkat dan diberhentikan  oleh  Gubernur setelah mendapat pertimbangan dari BAZNAS.

Pasal 5
Pengangkatan Pimpinan BAZNAS provinsi dan Pimpinan BAZNAS  Kabupaten/Kota dilaksanakan setelah pimpinan BAZNAS Provinsi dan Pimpinan BAZNAS Kabupaten/Kota *dinyatakan lulus seleksi dan mendapat pertimbangan dari BAZNAS*

Pasal 9
Ayat (1) Pansel menetapkan calon Pimpinan BAZNAS Provinsi yang lulus sebanyak 2 kali jumlah  calon Pimpinan BAZNAS yang dibutuhkan.
Ayat (2) Penetapan calon Pimpinan BAZNAS Provinsi dilakukan dengan keputusan Pansel yang ditandatangani oleh semua Panitia Seleksi.
Ayat (3) Pansel melaporkan hasil seleksi kepada Gubernur.

Pasal 10
Gubernur atau bupati/walikota sesuai dengan tingkatannya menyampaikan calon Pimpinan BAZNAS Provinsi dan calon Pimpinan BAZNAS Kabupaten/Kota sebagaimana dimaksud dalam pasal 9 ayat (3) kepada BAZNAS untuk mendapat pertimbangan pengangkatan.

Pasal 12
Ayat (1) BAZNAS melakukan verifikasi administrasi dan verifikasi faktual atas permohonan pertimbangan pengangkatan calon Pimpinan BAZNAS Provinsi dan Pimpinan BAZNAS Kabupaten/Kota.
Ayat (3) Verifikasi faktual dilaksanakan dalam bentuk  : a. Wawancara dan b. Investigasi
Ayat (4) Calon Pimpinan Provinsi yang lulus Verifikasi Faktual ditetapkan dalam surat Pertimbangan pengangkatan Pimpinan BAZNAS Provinsi yang disampaikan kepada Gubernur dg tembusan kepada Kepala Kanwil Kemenag Provinsi.
Ayat (6) Pertimbangan diberikan dalam jangka waktu paling lama 20 hari terhitung sejak tanggal berkas permohonan dinyatakan lengkap oleh BAZNAS.

Pasal 22
Ayat (1) Dalam hal terdapat pimpinan yang diberhentikan, gubernur dapat mengusulkan permohonan pertimbangan pimpinan pengganti kepada BAZNAS dari calon pimpinan yang lulus seleksi yang sebelumnya tidak mendapat pertimbangan dari BAZNAS.

*Kesimpulan :*
1. Pengangkatan Pimpinan BAZNAS Provinsi ditetapkan dalam Kepgub berdasarkan Pertimbangan BAZNAS RI.
2. Penggantian pimpinan karena pemberhentian dilakukan pengusulan dari calon pimpinan yang lulus seleksi tetapi tidak mendapat pertimbangan BAZNAS.

***

Di buruan – fbs

Sugan tèh kitu, ari pèk…

FIKMIN # DI BURUAN #


Bapak punten widi badè ka Solo heula ngalongok pun anak, kaleresan tugas jagi posko di Semarang nuju off”
“Sok atuh, kadè uihna ulah telat”
“Hatur nuhun”

Biur nyetiran ambulan di baturan si Jae. “Sugan wè aya tol goib nya, jadi bisa sakilat nepi ka Solo tèh”

Tong saomong-omongna Mang, Pamali” Jae mairan.

Uing tonggoy nyupiran nempo jalan. MImiti asup kana gerbang tol tapi asa cakueum. Asa jempling. Gas ditincak, mobil ngagaur tapi teu narikan. Diangkat gas tèh, angger mobil ngoloyong.

Jaè asa keueung nya” Uing ngomong bari ngalieuk ka manèhna. Gebeg tèh, beungeutna pias mencrong kosong, teu ngceup. Bulu bitis nepika bulu kumuut muriding “Naha bet kieu”

Inget kana ajaran Mama AjenganTonjong, lafalkeun ayat kursi, “Allohulailaha illa huwal hayyul qoyumm….”

Burinyay,. Bray jalan caang hareupeun. Tapi lain jalan tol nu ka Solo. Tapi keur ngajengjen parkir di buruan Lawang Sewu Semarang. Cag.

Akhirnya ke Bandara Soetta lagi.

2 tahun tak terasa akhirnya kembali bersua dengannya.

BANTEN. akwnulis.com. Perjalanan pagi ini menjadi terasa begitu bermakna dikala ingatan melayang kembali dengan sebuah kalimat pertanyaan sederhana, “Kapan ya terakhir kali ke Bandara Soekarno Hatta?”
Maka memori mencari menelusuri relung ingatan dibantu oleh berbagai bukti catatan dan dokumentasi video yang menjadi pegangan keshahihah sebuah perjalanan kehidupan dan klaim tentang kapan terakhir kaki disertai raga ini menginjakan kaki di bandara internasional ini sekaligus terakhir terbang ke kota mana.

Memang jejak digital tidak bisa dibantah, kebetulan suka menuliskan sesuatu sekaligus mendokumentasikan aktifitas dan upload di channel youtube milik pribadi.  Ternyata ditemukan catatan dan video bahwa terakhir menginjakan kaki di Bandara Soekarno Hatta ini adalah medio pertengahan akhir bulan oktober 2023, “Wow 2 tahun lalu.”

Ternyata perjalanan dan penerbangan terakhir 2 tahun lalu via bandara ini adalah penerbangan pulang pergi ke Kota Medan Provinsi Sumatera Utara dalam rangka rapat dinas tentang Rapat Koordinasi Inspektorat dan pada saat melaksanakan tugas di tempat lama, atau instansi yang terdahulu yakni Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat.

Memang bukan catatan tugas dinasnya tetapi mengusung tema tentang NGOPi atau menikmati kopi di suatu lokasi yang dikunjungi sekaligus menyicipi kuliner lokal yang ada.

Inilah eviden yang bisa dikumpulkan, antara lain :
1. Catatan perjalananku berada di Kota Medan dalam rangka Kuliner Aceh di sela – sela penugasan yakni LOKASI NGOPI & MIE ACEH DI MEDAN – akwnulis https://share.google/QByNh0fmwcPt87Go1 dan KULINER ACEH DI MEDAN – akwnulis https://share.google/jMeR0IO17QpGlhTpD


2. Dari channel youtube @andriekw ditemukan KOPI HITAM TANPA GULA OBATI GALAU KARENA DELAY. dan CARA GRATIS DARI TERMINAL I BANDARA SOETTA KE STASIYN BANDARA & KE TERMINAL 3.

Jadi dari dokumentasi yang ada didapatkan fakta bahwa terakhir kali ke bandara ini adalah medio oktober 2023 dan menggunakan pesawat superjet air dengan tujuan Bandara Kualanamu Medan.

Maka sah sudah klaim bahwa setelah 2 tahun lalu, baru menginjakkan kaki lagi di Bandara ini. Nah pertanyaan selanjutnya adalah, “Mau kemana?” , “Sama Siapa?” dan “Acara apa?”

Jawabannya ada di tulisan selanjutnya ya.. ditunggu. Wassalam (AKW).

FENOMENA DI JALAN TOL

Beredar di jalan tol dan menemukan sesuatu.

PADALEUNYI, akwnulis.id. Minggu – minggu ini begitu akrab dengan yang namanya jalan tol. Terutama ruas jalan tol padalarang – cileunyi, ruas tol cisumdawu dan ruas tol jakarta cikampek karena begitu bejibun penugasan yang harus dihadiri diberbagai daerah di jawa barat dan jakarta. Mulai dari bolak balik ke Indramayu dengan islamic centernya, ke Sukabumi dengan mesjid raudatul irfannya. Ke garut rapat kerja pusdai jabar dan ke purwakarta dalam berbagai tugas yang ada. Plus UI depok dengan pertemuannya.

Tentu orang lain akan melihat dengan perspektif masing – masing. Ada yang memandang dengan kagum serta timbul keinginan ingin seperti kita yang selalu beredar kesana kemari, atau malah iri karena punya kesempatan ini?…  ah tidak usah dipikirkan, jalani saja. Ada juga yang memandang biasa karena memang tugasnya mengharuskan berkeliling di daerah provinsi jawa barat.

Yang pasti secara pribadi, penulis menikmati dan mensyukuri semua penugasan ini dan berusaha dikerjakan dengan sebaik-baiknya. Serta ada satu hal yang dilakukan seperti sepele bin sederhana. Tetapi melengkapi tentang bagaimana memaknai perjalanan kehidupan ini.

Bagaimana caranya?”
“Gampang kok, tinggal perhatikan sekeliling. Ambil photo dan atau video lalu buat caption yang santai dan jujur apa adanya”

Ada lagi pertanyaan, “Seperti apa contohnya om?”

Ini ada 2 contoh momen – momen di jalan tol yang bisa dicapture dan dituliskan atau dihadirkan pada dimensi media sosial yang kebetulan hadir di depan mata dan bisa dengan segera diambil photo juga videonya.

1. PERAHU DIATAS TRONTON
Pertama adalah momen dijalan tol melihat perahu nelayan yang nongkrong diatas bagasi tronton. Secara kebetulan sudah ada di depan kami, maka segera diambil gambar dan jangan lupa disave di arsip online sekaligus dipamerkan yakni posting di medsos pribadi. Mau di facebook, instagram dan tiktok itu terserah saja. Yang pasti arsip photo online ini sudah tersebar dan menjadi milik dunia.

Makna sederhana yang didapat adalah ini momen langka karena biasanya perahu nelayan ini ada di pantai dan di laut sedang membersamai nelayan mencari ikan. Mungkin sedang dalam perbaikan sehingga harus diangkut ke kota menuju ‘dokter perahu’ karena ada penyakit atau masalah yang harus disembuhkan. Atau mungkin gabutnya sang perahu sehingga ingin jalan – jalan ke kota dalam rangka ‘hiling‘ dan melihat suasana berbeda, entahlah.

Itu adalah capture momen yang pertama.

2. MOBIL KONTROVERSI
Momen kedua yang bisa diabadikan adalah sebuah peristiwa kontroversi disaat dari arah kiri ada mobil hitam yang berkelebat cepat menyalip langsung berada di depan. Awalnya ada sedikit emosi yang tersulut untuk mengejar dan menyalipnya, tetapi setelah disadari bahwa itulah suasana di jalanan, ya sudah biarkan saja. Toh bedanya hanya 2 – 3 menit saja. Lagian belum tentu menuju arah yang sama, kenapa harus dipermasalahkan.

Tapi rasa penasaran masih ada dan dilihat bahwa mobil hitam tersebut adalah bermerk Honda karena terlihat jelas H-nya. Tetapi pas membaca nomor polisi, disinilah hadir kontroversi, karena nomor polisi khususnya angka huruf akhrnya bukan HND tetapi BMW. Jelas sekali itu jenis mobil yang berbeda. Maka atas nama kontroversi tersebut, dikejarlah mobil hitam honda jenis HRV ini untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas.

Maafkan nopolnya ditulis disini ya, D 1902 BMW. Jelaskan kontroversinya. Jadi inget ada sebuah cerita pengendara motor Honda dicegat polisi karena jaketnya SuZuki, tapi pengendara tersebut tak kalah gertak kepada petugas polisi tersebut karena kontroversi juga, “Apa kontroversinya?”

Bapak petugas tidak sesuai, pakaian polisi ternyata balpoinnya merk PILOT!!”

***

Itulah 2 fenomena eh keadaan di jalan tol yang bisa didokunentasikan dan dikomentari. Sehingga perjalanan ke sana kemari via ruas – ruas jalan tol ini tidak hanya dijalani dengan mengantuk, mengobrol atau diam tanpa kata. Tetapi bisa mendapatkan pengalaman berbeda yang bisa diabadikan.

Kalau bicara ideal, di jalan tol bisa dilakukan berbagai aktifitas pekerjaan dari mulai meeting online via zoom, memeriksa surat dan mendisposisi surat serta koreksi online melalui aplikasi kantor. Tetapi disaat mobil bergerak lincah karena dikejar waktu yang mepet, maka bukan surat – surat yang tuntas dikerjakan tetapi pusing yang menjalar dan akhirnya bisa juga malah muntah. Nggak mau khan turun dari kendaraan untuk sebuah acara tetapi ternyata pusing, letih dengan wajah pucat pasi memutih.

Maka pilihannya adalah lihat sekeliling, abadikan hal – hal yang bisa kita lihat. Narasikan dan bagikan di media sosial. Selamat beraktifitas dan beredar kawan. Wassalam (AKW).

REUWAS BERJAMAAH fbs

Alhamdulillah, bisa menulis kembali meskipun REUWAS.

SODONG, akwnulis.id. Alhamdulillahirobbil alamin bisa menulis kembali dengan cepat berdasarkan sebuah ide yang hadir begitu sekejap. Diawali dari diskusi pagi bersama kawan – kawan satu divisi ternyata hadir sebuah pengalaman pribadi yang menjadi esensi tulisan ini. Tapi karena sudah lama juga tidak menukis dengan. Ahasa sunda, maka dituangkanlah dengan menggunakan bahasa sunda akrab (loma) yakni dengan bahasa pembicaraan sehari-hari.

Bagi yang belum dan tidak paham dengan bahasa sunda, tinggal acungkan tangan atau DM (direct message) saja di akun media sosialku ya. Bu Enung makasih atas idenya dan ijin untuk menulis menjadi sebuah cerita. Selamat menikmati.

FIKMIN # REUWAS BERJAMAAH #

Awak asa harampang tur ngeunaheun, panon bèngras culang cileung ningali jalma karumpul di jero masjid. “Aya naon nya?”
Dihareupeun aya layon dirariung, ngan teu pati jèntrè sabab kahalangan. Lalaunan ngadeukeutan hayang ècès saha nu tilar dunya tèh.

Ngahaja leumpang nguriling, teu lila anjog hareupeun layon nu dibungkus boèh sapuratina. Beungeutna acan katingali, teu apal saha – sahana.

Tapi hareupeun layon aya lanceuk jeung adi urang keur nyegruk ceurik jeung jikanna. Kabeneran leungeunna ngarongkong ka layon rèk muka lawon nu nutupan beungeut layon. Uing panasaran ngadeukeutan, bari ngaharewos, “Aa saha nu ngantunkeun?”

Tapi lanceuk tèh harè – harè. Pas lawon nu nutupan raray dibuka. Gebeg tèh, naha beungeut uing?.. leng langsung kapiuhan, ngadadak poèk mongklèng.

Pas muka panon deui, keur ngagolèr ngan asa dibakutet. Ugal ugil hayang diuk, hareupeun kaciri beungeut lanceuk jeung adi – adi nu sepa. Nu ngariung lalumpatan, reuwas berjamaah. Marbot lumpat muru mik masjid, “Assalamualaikuuuum.. Enung teu janten maoot!!!.”

***

Terima kasih sudah berkenan membaca celotehanku di pagi hari ini. Ayo tetap semangat menjalani hari – hari. Ada pantun yang bisa juga mewakili, cekidot :

Sambil lari Makan ketupat
Hati – hati keselek nanti nangis

Mari semakin semangat
Menjalani Hari Kamis.

WassalamualaikumWrWbr. (AKW).

DIRGAHAYU RI KE – 80 Beda rasanya.

Berbaju adat nusantara, siapa takut?

GASIBU, akwnulis.id. Upacara HUT RI ke 80 Tahun 2025 ini memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan peringatan HUT RI di tahun – tahun sebelumnya. Bukan tata upacara yang akan dibahas disini ataupun kegiatan pra upacara yang dilaksanakan di Gedung Pakuan, tetapi pengalaman pribadi yang berbeda.

Apa sih bedanya?”

Kalem bro, khan ini sambil nulis, jempolnya cuma dua dan harus berlomba menuliskan aneka kata hingga akhirnya mewujud menjadi kalimat kalimat yang memiliki makna. Apalagi di bulan – bulan terakhir ini aktifitas menulis di blogku terhambat oleh kemalasan diri yang dibalut dengan alasan kesibukan pekerjaan dan pribadi sehinga ‘teu kaburu nulis – nulis acan’ (tidak sempat menulis karena kesibukan).

Padahal tantangan terbesar dalam menulis adalah konsistensi. Secara berkelanjutan tetap menuangkan ide dan gagasan ataupun pengalaman serta berbagai hal yang dilihat dan dirasakan sehingga tertuang dalam tulisan, itulah warisan pribadi yang hakiki. Maka paksakanlah meskipun tidak ada sanksinya. Yakinkan jadi target harian yang dapat dituntaskan dalam kondisi apapun. Karena mencari alasan pembenaran untuk tidak menulis mah gampang pisan, aslina.

Tantangan terbesar tahun ini adalah tugas masing – masing untuk menggunakan baju adat nusantara bersama pasangan, istri atau suami. Kami mendapatkan tugas untuk menggunakan baju adat Bugis Sulawesi Selatan. Tentu diharapkan originalitas dari penugasan busana nusantara inilah yang menjadi titik beratnya. Tentu secara ke DWP-an tidak hanya penugasan baju nusantara mana yang dipakai tetapi juga informasi beberapa tempat penyewaan baju adat nusantara di sekita Bandung Raya.

Kebetulan istri berteman juga dengan orang bugis sulawesi selatan di tempat kerjanya sehingga diskusi tentang aneka baju adat bugispun bisa mendaparkan gambaran yang lebih lengkap. Hasil berburu kawan – kawan kami ke berbagai tempat penyewaan didapati pakaian yang berwarna hijau terang dengan full aksesoris keemasan termasuk topi lengkap bagi pria dan siger atau mahkota khas untuk perempuan. Di kemudian waktu kami baru tahu bahwa busana ini adalah baju adat pengantin bugis yang memang gemerlap dan mewah. Ya sudah, Bismillah.. kami akan pakai sesuai kemampuan.

Maka di hari H, tanggal 17 agustus 2025 yang bertepatan dengan hari minggu, kami nyubuh rebun – rebun menuju gedung sate untuk melakukan persiapan pemakaian pakaian adat bugis ini sekaligus yang penting juga adalah memakai make up untuk istriku harus spesial, sepadan dengan pakaian adat pengantin bugis yang gemerlap. Maka prosesi per make up-an dimulai. Jengjreng.

Setelah melewati masa per make up-an, akhirnya sayapun memulai menggunakan baju pengantin adat bugis yang berwarna hijau terang disertai berbagai aksesoria yang gemerlap bak emas berlian. Jadi bukan hanya pakaian wanitanya saja yang banyak ornamennya, tapi busana priapun tidak mau kalah, ramai juga. Mulai dari gelang besar di kedua pergelangan tangan, selempang, kalung berliontin besar gambar burung, topi yang memiliki bendol seperti bendo jawa namun berada di depan lengkap dengan kanan kirinya gantungan yang bersuara krincing – krincing.

Busana perempuan jelas jagonya dimulai dari pemasangan siger yang cukup berat, gelang, kalung panjang kuning keemasan hingga kain panjang berbordir benang kuning keemasan dengan ukuran besar sehingga dengan kain tersebut bisa berjalan sambil secara tak sengaja membersihkan debu di lantai.

Maka setelah semua siap, dengan langkah mantap bergerak menuju tempat upacara bendera di lapangan Gasibu depan gedung sate. DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE 80. Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju. Wassalam (AKW).

Asal muasal mipan MAKAN TAHU

Apakah anda bosan dengan MAKAN TAHU?

CIJUMBLENG, http://www.akwnulis.id. Dikala rehat sejenak dari kesibukan yang ada, ternyata datang bertubi tugas untuk dikerjakan, dituntaskan dan dihadiri. Maka tidak ada pilihan lain, kontak istri tercinta dan sampaikan ada tugas negara yang harus dikerjakan. Alhamdulillah pasangan hidupku paham atau mungkin berusaha paham saja dengan keadaan tugas meskipun sebenarnya berharap suaminya bisa pulang dan berkumpul bersama anak istri di malam hari. Tapi itulah dinamika tugas, semoga besok lusa ada kesempatan waktu atau harus diciptakan keluangan waktu untuk bisa bercengkerama dengan keluarga khususnya disaat memasuki akhir minggu. Malam sabtu ternyata harus bergerak dan menuju satu tempat demi sebuah tugas membersamai pimpinan.

Di kantor kami sudah terbiasa dengan istilah TKW, bukan singkatan tenaga kerja wanita tetapi tenaga kerja weekend. Dimana diawali dari rutinitas divisi kami yang selalu saja kegiatan dinas itu justru semakin banyak di hari sabtu minggu. Baik undangan acara secara langsung juga disposisi para pimpinan untuk menghadiri, mewakili dan menyampaikan sepatah dua patah kata dalam format sambutan, keynote speech atau materi paparan tentang kejawabaratan.

Maka disaat itulah improvisasi harus hadir dan tampil keatas podium tentu dengan beban dan tantangan bisa merepresentasikan pimpinan atau minimal bisa menyampaikan poin penting tentang visi dan misi jawa barat. Jika sekedar membacakan teks sambutan yang sudah disiapkan maka bukan tugas yang berat, namun berdiri di podium sebagai wakil pimpinan itulah tantangan sebenarnya. Bagaimana audien gang hadir mau mendengarkan dan memperhatikan ucapan kita adalah tantangan berat.

Disinilah ide untuk membuat MIPAN atau mini pantun. Karena kalau pantun biasanya ada 4 baris tentu dengan akhiran yang sama, seperti contohnya :

Bunga mawar mekar di pagi, 
Wangi harum mengundang rasa. 
Senyum ceria hati bersemi, 
Bersama teman, hidup bahagia.

Namun dalam prakteknya apalagi mengusung momen spontanitas, akan kesulitan untuk menghafalnya dan langsung disampaikan di forum sambutan. Maka cara paling efektif adalah dengan MIPAN ini. Dari situlah ide tentang urusan MAKAN TAHU itu dimulai.

Kenapa pantun mininya diawali dengan makan tahu?”

Jawabannya sederhana, karena kalimat makan tahu akan berima dengan kalimat ‘I love you’ tinggal ditambah saja dengan kalimat lanjutan yang relevan dengan suasana, nama orang, jabatan tamu VIPnya atau yang paling umum adalah :

Makan tahu pakai tangan kanan
I love you para tamu undangan.

Berdasarkan pengalaman beberapa kali melontarkan mini pantun ini dapat membuat suasana lebih santai, akrab dan tentunya ceria. Setelah itu masuk ke dalam konteks tema kegiatan dan akhirnya tak terasa tugas mewakili pimpinan untuk berbicara di depan umumpun kelar.

Apakah tidak khawatir, audien bosan dengan mini pantun makan tahu?”

Sementara tidak memusingkan itu, biarkan penugasan mewakili untuk.memberikan sambutan oleh pimpinan terus berjalan dan mini pantun ini terus diucapkan. Mungkin besok lusa ada titik jenuh dan mengganti dengan istilah lain. Semuanya mungkin karena perubahan itu adalah keniscayaan. Selamat menikmati mini pantun kami. Wassalam (AKW).

Makan Tahu di daerah Cipaku
I love You para pembaca Blog akuuu…