PILIHAN orang GENDUT.

Akhirnya harus memilih, jika t1dak?….

CIMAHI, http://www.akwnulis.id. Seiring kemajuan jaman ternyata dihadapkan juga kepada kemajuan perut alias menggendut tak terkendali. Harapannya badan ini meninggi ke atas namun apa daya kenyataannya malah maju ke depan dan hanya perut aja dengan kemajuan signifikan sementara area paha dan wajah menebal. Dengan berbagai alasan maka sangat jelas bahwa hal ini terjadi karena kurang kendali atau lepas kontrol diri sendiri dengan segala godaan keinginan yang tak akan berhenti khususnya dalam dunia perngunyahan bin kulineran.

Maka disaat mulai tersadar dengan keadaan dan sekuat tenaga mengendalikan ternyata angka 113,6 kilogram menjadi alarm inti yang mengguncang harapan. Yakin banget ini mah Obesitas, maka perlu treatment yang jelas, tindakan terukur dan pasti serta tentu berkaitan dengan kesiapan anggaran yang secara regulasi tertahan karena persetujuan secara berjenjang namun jelas semuanya sedang berproses dengan segenap keterbatasan.

Karena hidup itu adalah pilihan maka kita batasi pilihannya agar fokus dalam memastikan mana yang menjadi prioritas. Namun sebelum mengerucut dalam dua pilihan perlu dibuat pemetaan secara komprehensif. Beberapa hal yang diidentifikasi untuk percepatan mengembalikan berat badan ke ukuran ideal adalah sebagai berikut :
1. Diet Ketofastosis
2. Intermitten Fasting
3. Diet tipis – tipis khususnya berhenti makan makanan berbahan dasar tepung dan atau turunannya.
4. Olahraga secara teratur di Gym.
5. Operasi Bariatrik – Sleeve Gastrectomy
6. Operasi Bariatik – Gastric Bypass
7. Operasi Bariatik – adjustable gastic band
8. Diet dengan pendampingan dokter gizi
9. Diet dengan minum obat pelangsing tradisional
10. Diet dengan minum paket produk kesehatan
11. Puasa senin kamis atau puasa daud.
12. Pola makan food combining dan enema kopi.
13. Olahraga mandiri di rumah dengan teratur.

Cukup 13 pilihan saja yang disusun karena mengacu kepada pengalaman selama ini ada tantangan terbesar adalah kedisiplinan diri dan dinas luar (DL). Kalau disiplin jelas itu adalah keteraturan dan ketegasan kepada diri sendiri berdasarkan waktu yang sudah pasti 24 jam. Sementara dinas luar itu berkaitan dengan penugasan di luar kantor atau malah diluar kota, diluar pulau. Biasanya jam makan rutin terganggu dan bertambah apalagi dengan iming – iming makanan khas daerah setempat yang tak bisa ditolak diantaranya aneka seafood dan buah duren baik jenis black trone, monthong, bawor super, bokor merah, musang king serta aneka duren lokal yang memiliki cita rasa khas.

Karena tercatat 13 item maka dilangsungkan FGD internal di dalam otak ditemani kejernihan hati untuk mengerucutkan menjadi satu kalimat penting. Kalimat harapan yang menjadi pedoman dalam mengendalikan oertumbuhan berat badan yang semakin tak terkendali. Bagaimana kalimatnya? … ini dia ‘Kembali mendisiplinkan diri dan konsultasilah ke Dokter gizi karena konsistensi menjadi kunci”.

Lest do it…

Eit tapi sebelum berangkat ke dokter gizi untuk memulai langkah ini. Ada bisikan yang halus diantara amigdala dan neocortex. Sedkit tertegun tetapi kalimat yang dibisikkan akhirnya terdengar jelas, “Ada satu lagi cara bagi orang gemuk agar terkendali kegemukannya yakni datangi tukang jahit”

Sesaat terdiam dan berusaha keras memaknai kalimat bisikan, tetapi tidak bisa menjadi rujukan untuk menurunkan berat badan. Ini hanya akan menhembunyikan sesaat bentuk tubuh yang pada akhirnya kita tersiksa karena kegendutan sementara tukang jahit senang disebabkan setiap bulan kita ganti ukuran baju dengan tambahan ukuran sentimeternya.

Selamat berjuang saudara – saudara gendutku, yakinlah bahwa mengendalikan berat badan selain investasi kesehatan diri kita juga merupakan penyempurna kesempurnaan ibadah bagi umat islam khususnya shalat lima waktu dimana posisi attahiyat akhir akan tumaninah tidak terganjal perut dan pinggang yang kelebihan lemak hehehehe. Wassalam (AKW).

GAGADUHAN DI BANDARA – fbs

Carita si ema di bandara arab saudi

FIKMIN # GAGADUHAN DI ARAB #

Kèsang morolok angen ratug tutunggulan. Dipayuneun urang arab nganggo seragam mencrong bari ngajagaan. Bandara Jeddah nu kedahna nyecep tiis ku AC, teu karaos sakedik-kedik acan. Alat hideung nu jiga kohkol mèbèr ngurilingan awak. ‘Tiit…. tiit… tiit” disada deui tarik pisan dina gagaduhan. Ieu nu ka opat kalina.

Petugas bandara katingali badami, rarayna kerung tur waspada. Koper nu dicandak dibukaan. “Milari naon atuh?” Gerentes dina hatè. Aya petugas nyaketan, ku basa isarat miwarang nuturkeun ka sapalih, ruangan interogasi. Dilebet ruangan aya duaan petugas istri.

Ibu terang teu upami nyumputkeun narkoba dina gagaduhan teras tèh langsung di vonis hukum mati di arab mah”  Soanten penerjemah halimpu. Beuki geumpeur, titingalian ranyay. Tapi da teu rumasa. “Naon narkoba tèh?”

Punten badè ditingal heula, sok singsatkeun

Baragadal dibuka, penerjemah sareng petugas kèom. Ningali panitih badag genep siki aya tilu nu tai hiangan. Dianggo ngagentos risleting lancingan jeans nu tadi subuh ngadadak reksak. Cag. (AKW).

****

JARGON 2026 : CIKUR

2025 penuh dinamika, 2026 menantang.

SODONG,  http://www.akwnulis.id. Sebuah jargon adalah kata atau kalimat singkat yang berupa arti secara harfiah ataupun menjadi singkatan dari jalinan kata yang memiliki makna. Tentu konteksnya seiring dengan kondisi yang ada dan diramu menjadi kata yang bersahaja, mudah diingat dan memberi daya ungkit kebanggaan serta rasa memiliki dalam keluarga meskipun sebetulnya dibangun pada pilar tugas kedinasan. Namun semangatnya adalah berdinas bisa dimana saja tetapi silaturahmi adalah abadi.

Di tugas pekerjaaan yang diawali medio Oktober – Desember 2024 lalu berlanjut Januari 2025 memiliki tantangan baru yang cukup komprehensif. Satu sisi mendapat tugas jabatan baru disisi lain ada tugas tambahan sebagai pelaksana tugas di instansi yang berbeda. Tapi itupun tidak sendiri, pak Kabag TUpun sama, tugasnya double malah triple dengan unit kerja tugas yang berbeda.

Maka waktu itu jargonnya adalah NGAJEGANG, sebuah kata dalam bahasa sunda yang memiliki arti dua kaki terbuka dan masing – masing menginjak lantai atau pijakan yang berbeda atau berjauhan. Lalu singkatan dari kata ini adalah NGARIUNG AJEG SAGALA BIDANG (Kumpul bersama dengan kokoh di segala bidang). Jadi merupakan doa dan motivasi terhadap kami, meskipun banyak penugasan yang penting bisa kokoh kompak dan hasilnya optimal.

Dalam kurun waktu 2025 jargon NGAJEGANGlah yang membersamai pergerakan kami dalam melaksanakan tugas fungsi, melengkapi dengan kreatifitas dan inovasi meskipun sederhana tapi itu adalah buah fikir yang nyata. Bahu membahu antara ketua tim dan anggota, para pejabat fungsional bekerjasama dan secara struktur di lembagakan dengan apik tanpa banyak drama.

Memasuki akhir tahun 2025 suasana berbeda, kami sudah tidak NGAJEGANG lagi. Tetapi fokus akselerasi tugas di bidang kami, urusan Kesejahteraan rakyat tetap terjaga. Serta bersiap menyongsong tantangan baru di tahun 2026.

Tahun 2026 semangat besarnya adalah tetap berkarya dalam suasana efisiensi karena satu sisi potensi anggaran provinsi jawa barat berkurang 2,48 Triliun dari Transfer Keuangan Daerah sementara target pembangunan infrasruktur harus diwujudkan. Maka disinilah suasana adaptasi terasa. Bagaimana menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Maka kebijakan yang ada adalah mengurangi atau merasionalisasi angka – angka anggaran dalam program kegiatan diluar infrastruktur  dengan tetap menjaga kondusifitas para pegawai melalui kebijakan bahwa gaji dan tunjangan posisi aman tidak ada pengurangan alias dipertahankan.

Disinilah makna bersyukur hadir, karena tidak semua pegawai di pemerintah daerah mendapatkan kepastian ini. Sebuah kepastian angka gaji dan tunjangan yang menjadi hajat hidup serta sandaran utama dalam keseharian. Begituoun secara ajaran agama bahwa bersyukur itu bentuk dari kualitas keimanan seseorang.

Dari sinilah hadir jargon baru untuk 2026 yaitu ADAPTASI & BERSYUKUR. Mari kita menyesuaikan dengan nuansa dan keadaan efisiensi anggaran dan selalu bersyukur karena tunjangan dan gaji tetap dipertahankan oleh kebijakan gubernur KDM ini. Agar jargon ini lebih mudah diingat maka disingkat menjadi SIKUR.

SIKUR.. sikur... sikur.

Sebuah kata yang mudah diingat tapi sulit mencari padanan arti. Maka disinilah kreatifitas tentang kata ditantang untuk berkreasi lagi. Setelah berfikir keras, eh nggak keras juga tapi berfikir dan tentu berdoa ke Allah Subhana wataala maka perlu sedikit polesan yang mudah diingat dalam satu kata tetapi satu kata tersebut memiliki makna. Jadilah singkatan ini adalah CIKUR (adaptasci & bersyukur)… “hehehe terkesan maksa nggak?”

Ya gpp namanya juga usaha, usaha yang baik demi memudahkan mengingat dan menikmati makna philosophi di dalamnya. Cikur adalah bahasa sunda yang merupakan nama salah satu bumbu masakan yang memiliki aneka khasiat rempah. Dalam bahas indonesia cikur ini adalah Kencur atau bahasa latinnya Kaempferia galanga, rempah – rempah yang memiliki aneka khasiat serta merupakan salah satu bumbu masak yang populer.

Jadi aman khan?… bismillahirrohmaniirohim.

Jargon untuk tahun 2026 adalah CIKUR yang berarti adaptachi dan bersyukur. Awas jangan diplesetkan jadi adaptaci dan bercukur, sangat jauh artinya kawan.

Selamat memaknai tahun 2026 dengan senantiasa menyesuaikan dari berbagai perubahan yang ada sekaligus tetap bersyukur dalam segala hal. SELAMAT PAGI, salam CIKUR.

Wassalam (AKW).

Giat Akhir Tahun 2025

Aneka kegiatan menutup tahun 2025

CIMAHI, http://www.aknulis.com. Minggu terakhir bulan desember 2025 sudah di depan mata maka terdapat beberapa rutinitas kegiatan yang harus dipersiapkan sekaligus antisipasi tugas khusus atau tugas mendadak yang bisa hadir tiba – tiba dan tentu harus dilaksanakan. Itulah dinamika tugas birokrasi di era bapak Aing KDM yang semakin seru, dinamis berkecepatan tinggi.

Rangkaian kegiatan di minggu terakhir diawali dengan Penyerahan Kadeudeuh bagi Kafilah STQ Jabar, Pengumuman tentang UMP jabar dan membersamai Gubernur dan Forkompimda Jabar dalam rangka kunjungan ke Gereja Katedral Bandung dan Polrestabes Bandung di malam natal (24/12) hingga mendekati dini hari. Musyawarah Wilayah DPW Persis Jabar di Tasikmalaya (25/12),

Dilanjutkan pada hari sabtu (27/12) bergerak ke daerah Cikarang Bekasi dalam rangka mewakili Gubernur untuk memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi acara musyawarah wilayah Jaringan Sekolah Islam terpadu (JSIT) Jawa barat ke 6 dan siang menjelang sabtu sore bergerak ke Mesjid Raya Aljabbar di Gedebage dalam rangka memberi materi dan sharing session bersama para Khatib dengan tema perspektif pemerintah di era saat ini.

Senin (29/12) diawali kegiatan apel pagi terakhir di tahun 2025, lalu diskusi internal dan rapat persiapan lintas biro dan opd terkait tentang persiapan pelaksanaan kegiatan doa bersama lintas agama di malam pergantian tahun. Laporan kepada atasan terdekat, bapak Asisten pemkesra di ruangannya lalu briefing dengan staf di lingkup biro.

Tanggal 30 desember 2025 agenda kegiatan cukup padat, diawali dari exit meeting tim inspektorat yang melakukan pemeriksaan di Biro, Rapat evaluasi pembangunan & peresmian Gedung pusat Kebudayaan oleh Gubernur diakhiri dengan kegiatan malam hari di gedung sasana budaya ganesha ITB yakni pementasan Drama Musikal Rahvayana ‘Kala Cinta di Jabar’ yang dirangkaikan dengan penyerahan berbagai anugerah level provinsi jawa barat. Piket harian di bale pananggeuhan adalah rutinitas harian juga berbagai tugas lain seperti penyusunan modul KKN, Pembahasan alih kelola RSUD Sentot Patrol, pemantauan arus kendaraan libur nataru & kompensasi bagi angkutan umum serta monev bagi penerima hibah di daerah Bogor. Hingga hampir dini hari baru tiba di rumah.

Esok harinya adalah hari terakhir di tahun 2025 yakni 31 desember 2025. Kegiatan tetap bejibun tapi tentu harus dijalani dengan semangat dan ceria. Diawali dengan kegiatan silaturahmi ke kantor Baznas Provinsi Jawa Barat di jalan Soekarno Hatta Bandung lalu menuju mesjid raya Aljabbar di Gedebage untuk menghadiri acara Milad ke 3 MRAJ yang dilaksanakan oleh DKM baru dibawah kepemimpinan Ketua Umumnya Bapak KH Dr. Tata Sukayat, M.Si menghadirkan rangkaian penceramah mubaligh dan para qori yang secara pararel memberikan pencerahan kepada puluhan ribu peserta yang hadir.

Acara belum berakhir di Mesjid raya Aljabbar tetapi harus berpamitan untuk pulang mendahului karena harus segera bergerak ke Gedung sate dalam rangka pelaksanaan acara malam harinya yaitu DOA LINTAS AGAMA AKHIR TAHUN yang melihatkan berbagai instansi serta tentu lintas pemuka agama. Harus di cek persiapan akhirnya agar pelaksanaanya bisa optimal.

Maka tiba di gedung sate sore hari langsung cek ricek on the spot di lokasi pelaksanaan Doa bersama lintas agama dan dipastikan semuanya sudah lengkap. Alhamdulillah. Tapi baru beberapa saat menghela nafas mendapatkan informasi bahwa acara harus tepat waktu yakni jam 19.00 wib karena bapak Sekda yang mewakili pak Gubernur pada pukul 20.15 wib harus bergabung dengan Kapolda Jabar dan jajarannya untuk monitoring dan patroli pengamanan tahun baru.

Maka segera dikerahkan teman – teman semua di lingkup biro juga tentunya dari protokoler biro adpim untuk menginfokan kepada para tamu undangan agar 30 menit sebelum acara sudah bisa bergabung di aula barat gedung sate yang sekarang memiliki nama baru yaitu Bale Gemah Ripah. Termasuk yang krusial adalah kepastian kehadiran tepat waktu dari para pemuka agama yang akan menyampaikan doa dari masing – masing agama.

Detik dan menit berlalu, tepat pukul 19.00 wib tamu undangan sudah hadir sekitar 65 persen, sementara pak Sekda sudah menuju lokasi. Kami laporkan dan dinyatakan acara secara umum sudah siap. Maka acara dimulai pukul 19.15 wib dengan berbagai rangkaian kegiatan sesingkat mungkin. Meskipun sambutan pak Sekda memang lengkap dan panjang tetapi hikmahnya adalah memberi waktu bagi salah satu pemuka agama yang terjebak macet dapat hadir tepat disaat acara pembacaan doa dimulai.

Ceramah singkat KH Asep Anom dari Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat dan akhirnya acara puncak adalah doa lintas agama yang diawali oleh KH Dr. Tata Sukayat, M.si dan dilanjutkan oleh Bapak Toni Rudiyanto dari Konghucu, Bapak I. Gusti Made Arya dari Hindu, Paulus Wijono dari Katolik, Bapak Frederecus Iman Guna dari Kristen, dan Bapak Sartiman dari Budha. Video lengkapnya dapat dilihat di DOA LINTAS AGAMA PERGANTIAN TAHUN 2025/2026.

Selamat tinggal 2025
Mari songsong optimisme dan semangat baru di 2026.

Wassalam (AKW).