
SUBANG, Akwnulis.id. Tuntas berkegiatan di Kabupaten Karawang dilanjutkan dengan menghadiri agenda pertemuan di rumah pribadi pak Gubernur Jawa Barat di Lembur Pakuan Kabupaten Subang (03/12). Perjalanan lebih praktis karena dari tol Cikampek tinggal lurus dan berlanjut dengan tol Cipali hingga keluar di pintu tol Kalijati. Baru dilanjutkan jalur jalan non tol dengan variasi pemadangan antara suasana pertokoan di kalijati, gerbang ke Lanud Kalijati, kebun, hutan jati dan perumahan penduduk.
Tiba di lembur pakuan, bergegas menuju mushala karena adzan magrib sudah menggema. Apalagi secara jadwal kegiatan akan dimulai sekitar pukul 19.00 wib. Jangan terlambat ke tempat pertemuan atuh.
Para bupati dan walikota mulai berdatangan, ada juga yang diwakili oleh sekretaris daerahnya dan atau asisten pemkesra kabupaten kota. Hingga tepat pukul 19.12 wib rombongan Wakil Menteri Haji dan Umroh beserta para eselon I tiba di halaman depan dan disambut untuk diarahkan ke lokasi pertemuan. Tak lupa Kepala Kanwil Kementerian Haji & Umroh provinsi Jawa Barat bapak Boy hadir juga membersamai.
Sebagai bagian dari peserta pertemuan tersebut merasa bersyukur karena bisa mengikuti rapat ini. Tentu ini rapat strategis karena melibatkan langsung para kepala daerah sebagai pemegang mandat dan pengambilan keputusan. Penulis membersamai pak Asisten Pemkesra Setda Provinsi Jawa Barat yang ditugaskan hadir pada pertemuan ini.

Ternyata pak Wamen DR Dahnial Anzar Simanjuntak memboyong para eselon I mulai dari para Dirjen dan Staf ahli memteri juga kepala Biro Umum, humas dan Inspektorat Jenderal. Dengan pembahasan yang krusial yakni rencana penyelenggaraan Ibadah Haji tahun 2026 dengan berbagai dinamikanya.
Pembahasan pertama terkait kuota daftar tunggu haji seluruh indonesia adalah 5.457.648 orang dan Wamen menyoroti tentang perbendaan waktu antrean baik tingkat provinsi dan tingkat kabupaten kota dalam provinsi. Maka dengan skema yang akan diterapkan ini jadwal tunggu ibadah haji di seluruh indonesia adalah sama yakni 24,6 tahun.
Acuannya berdasarkan regulasi perundang-undangan dengan titik berat perhitungannya berdasarkan jumlah antrean. Ada dampak besar bagi jawa barat adalah penurunan jumlah kuota yang menukik begitu signifikan dengan pengurangan 9 ribu jemaah menjadi 29 ribu jemaah haji untuk keberangkatan 2026, dibandingkan 2025 sebanyak 38 ribu orang. Maka banyak kota kabupaten yang begitu anjlok jumlah jemaah haji yang akan berangkatnya.

Disinilah peran penting pertemuan ini karena penataan pengelolaan penyelenggaraan haji ini berdampak kepada ketidakpuasan calon jemaah haji yang diyakini akan berangkat ternyata kenyataannya belum maka para bupati walikota beserta jajarannya diharapkan menjadi peredam dan menyampaikan informasi secara terbuka agar memberi pemahaman yang sama di seluruh lapisan masyarakatnya.
Beberapa bupati walikota dan perwakilannya menyampaikan pendapat khususnya tentang kecilnya kuota haji yang didapat namun dengan penjelasan dari WamenHaj ini berusaha dipahami dan tentu dijadikan pedoman dan menyampaikan informasi lanjutannya. Tentu secara mayoritas para bupati walikota akan mendukung tentang kebijakan ini.
Tepat pukul 22.00 wib pertemuan berakhir dan perlahan tapi pasti para tamu undangan undur diri termasuk diriku yang harus segera kembali ke bandung dengan misi yang agak menegangkan.
“Kok menegangkan?”
Mau nggak menegangkan gimana, karena berdasarkan informasi sore tadi harus mengikuti agenda Gubernur Jabar ke Sumatera barat dan Aceh dalam rangka penyerahan bantuan kemanusian korban bencana di 3 provinsi. Sementara istri di rumah belum diberi tahu akan berangkat.
“Kapan berangkatnya?”
Itu dia, harus malam ini atau nanti kamis dini hari karena diharapkan jam 06.00 wib sudah berkumpul di bandara soekarno hatta dengan penerbangan pesawat Garuda pukul 07.25 wib.
Maka bergegas kembali ke bandung dan tiba pukul 00.25 wib. Kebetulan istri terbangun dan dijelaskanlah tentang rencana penugasan tersebut. Istri awalnya kaget, tetapi karena disini adalah resiko tugas dan jabatan maka kalimat penenangnya adalah, “Hati – hati diperjalan, kegiatannya lancar dan bisa kembali ke keluarga secepatnya”
Alhamdulillah, langsung siapkan koper dan mengisinya dengan pakaian dan berbagai peralatan yang diperlukan. Tepat pukul 02.00 wib kami berangkat ke Jakarta tepatnya terminal 3 Bandara Soekarno hatta. (Tbc – AKW).