CIMAHI, akwnulis.com. Sebuah goresan pena digital dalam genre kisah rekaan singkat tentang fragmen kehidupan.
Ilustrasi tigubrag / dokpri.
FIKMIN # SIEUN #
Teu pira ukur suku kènca salah nincak, ujug bangkieung awak bayuhyuh nambru ka hareup. Tuur paadu jeung batu, tuluy beuteung jeung pinareup. Tidinya tèh lain eureun tapi ngiluan biwir, irung nepika tarang. Kaca panon ogè kagorès ku tarikna paadu jeung batu nu kuduna jadi titincakeun.
Saheulaanan nangkuban bari muringis, peurih jeung nyeri. Komo ditambahan ku èra mah, beuki nyeuit kana ati. “Astagfirulloh adzim, kunaon Euceu?” Gorowok ibu – ibu pangajian, moro nu keur nangkuban.
Teu lila ibu – ibu nu lian datang, narulungan. Lalaunan Mak Ina hudang. Biwir peurih, monyong jeung karasa nyanyautan.
Mak Ina ngusahakeun nangtung, tapi asa karonèng, les poèk kapiuhan.
Hudang dina ranjang, kaciri barudak jeung salaki di kènca katuhu. Aya ogè tatangga jeung dokter jeung perawat. “Alhamdulillahirobbil alamin.”
Tisaprak harita Mak Ina tara loba ngarasula, ngarahuh komo mairan nu teu perlu. Istuning sholèhah, sieun jeding deui.
***
Catatan : Ini adalah cerita fiksi berbahasa sunda dengan sebutan FBS (fiksimini basa sunda). Ditulis dengan kumpulan kata dan maksimal di 150 kata. Tidak percaya? Silahkan hitung saja kata per katanya. Selamat menghitung. Terima kasih (AKW).
MELBOURNE, Akwnulis.com. Melanjutkan tentang tema ‘Keberuntungan‘ tentu memiliki ragam makna dan cerita. Tapi itulah keindahan kehidupan dunia, semua terjalin sempurna dalam kompleksitas detail dan terstruktur yang sulit dicapai oleh pengetahuan manusia. Tapi dengan kekuatan religius beragama maka mengutamakan keikhlasan, keyakinan dan rasa syukur adalah jawaban yang hakiki.
Tulisan kali ini akan bercerita tentang tema keberuntungan dari sisi hasil karya jepretan smartphone yang penulis sebut dengan ‘luckyshot‘ atau jepretan keberuntungan. Dengan menggunakan smartphone menghasilkan photo yang pas secara momentum dan bisa mengcapture satu momentum spesial yang sulit didapat setiap saat.
Seperti pagi ini, matahari bergerak sesuai porosnya. Terbit dari arah barat dan sore nanti akan tenggelam di ufuk timur. Tetapi yang menjadi keunikan kali ini adalah menikmati berkas – berkas cahaya yang hadir perlahan tapi pasti di kaca – kaca gedung bertingkat yang ada di hadapan mata. Begitu indahnya. Mata terus memandang dan menikmati peristiwa ini. Memaknai setiap detiknya dengan rasa syukur kepada Illahi, karena catatan takdir membawaku dalam momentum ini.
Segera smartphone kesayangan di ambil dan bersiap meng-capture momentum ini. Nah disaat mencoba mengabadikan suasana, tiba – tiba ada sebuah objek yang menarik menyapa dibalik jendela. Well well well surprise guys. Langsung saja merubah mode kamera smartphone ke mode makro, karena dibutuhkan detailing dari kehadiran tamu di pagi hari ini.
Cetrek. Cetrek.
Sebuah capture singkat yang bisa mengabadikan sekujur tubuhmu. Dari mulai ujung kaki hingga ujung kepala termasuk seluruh badan bagian bawah. Alhamdulillah.
Identifikasi dari kehadiranmu langsung berlaku, tetapi secara nama tentu tidak bisa serta merta bisa tepat karena kita tidak sempat berjabat tangan dan mengucapkan kata selamat. Karena dirimu hanya hadir dalam sekejap dan pergi menghilang tanpa sebab.
Ini gayamu / Dokpri.
Untung saja momentum perjumpaan persekian detik tadi ternyata bisa abadi karena sebuah photo digital telah kau tinggalkan. Menjadi jejak kehidupan yang mungkin tidak akan terulang. Itulah keberuntungan atas nama kebetulan.
Padahal harus diyakini kawan, bukan kebetulan yang terjadi. Tetapi atas ijin Allah, kita bisa bersua dan diskusi sesaat tanpa kata tapi tentu sarat makna.
Dengan bantuan teknologi maka beberapa sebutanmu dapat dihadirkan dalam tulisan ini. Pertama mungkin saja namamu adalah Goldenrod soldier battle atau spesies kumbang prajurit yang sedang berpatroli mengamankan kerajaan yang menjadi wilayah kerjamu. Kedua mungkin saja namamu adalah Chauliognatus atau genus kumbang tanduk panjang dari famili Cantharidae dengan badan kekar dan berseragam seolah pasukan militer dalam balutan baju coklat kuning kamuflase.
Perut yang sixpack menandakan rutinitas olahraga yang keras dan memiliki stamina juang yang panjang sesuai fungsi tugasnya menjaga keamanan wilayah udara dan darat dikerajaanmu.
Itulah makna keberuntungan kali ini, perjumpaan hanya sesaat namun capture the moment-nya dapat dan menjadi koleksi potret digitalku yang tidak bisa didapatkan setiap saat.
Selamat bertugas kawan sekejapku, kepakkan sayapmu dan bergerak menjangkau belahan dunia dalam pengabdian kita sebagai mahluk tuhan yang berkesempatan hidup fana di dunia.
Disaat kembali memandangi punggung kaca di gedung bertingkat ini, sinar mentari sudah meninggi dan semakin memberikan kejelasan tentang makna bersyukur dalam setiap kesempatan. Have a nice weekend kawanku. Wassalam (AKW).